Kiriman dibuat oleh Melyanti Hasanah

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Nama: Melyanti Hasanah
NPM: 2313053050
Kelas: 6B

Izin menjawab pak,
Dalam pelaksanaannya, pembelajaran terpadu tetap perlu pegang beberapa prinsip supaya arahnya jelas dan nggak asal gabung materi saja, maksudnya:

1. Keaslian (Authenticity)
Materi yang diajarkan sebaiknya dekat dengan kehidupan nyata siswa. Jadi bukan contoh yang terlalu jauh atau sulit dibayangkan. Kalau topiknya tentang lingkungan, ya bisa ambil contoh dari sekitar sekolah atau rumah mereka supaya terasa nyata.
2. Kebermaknaan
Belajar itu harus terasa ada gunanya. Siswa paham kenapa mereka belajar hal itu dan bisa melihat manfaatnya. Jadi bukan sekadar menghafal untuk ulangan, tapi benar-benar mengerti dan bisa menerapkannya.
3. Keterkaitan
Materi satu dengan yang lain saling nyambung. Misalnya saat belajar tentang air, bisa dikaitkan dengan IPA, Bahasa Indonesia, bahkan Matematika. Dengan begitu, siswa melihat bahwa pelajaran itu sebenarnya saling berhubungan.
4. Kemandirian
Siswa diberi kesempatan untuk mencoba dan berpikir sendiri. Guru tidak terus-menerus memberi jawaban, tapi membimbing supaya mereka berani mencari solusi dan percaya dengan kemampuannya.
5. Mendorong siswa mencari tahu sendiri (inkuiri)
Daripada hanya menerima informasi, siswa diajak bertanya, mencoba, dan menemukan jawabannya sendiri. Proses ini bikin mereka lebih aktif dan biasanya hasil belajarnya juga lebih melekat.

Terima kasih, Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,

saya
Nama: Melyanti Hasanah
NPM: 2313053050
Kelas: 6B

izin menjawab pak,  

Menurut saya, mata kuliah kajian pembelajaran tematik itu penting untuk calon guru SD karena membantu memahami cara mengajar yang tidak terpisah-pisah per mata pelajaran. Anak SD lebih mudah memahami materi jika disampaikan secara utuh dan saling berkaitan.

Dulu pendekatan ini banyak digunakan dalam Kurikulum 2013. Sekarang meskipun sudah menggunakan Kurikulum Merdeka dan mata pelajarannya lebih jelas per mapel, semangat pembelajaran terpadu tetap ada, terutama melalui kegiatan projek seperti P5. Guru tetap didorong untuk mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari dan menghubungkan antar pelajaran.

Menurut saya, pembelajaran terpadu masih sangat relevan karena membuat belajar lebih bermakna, membantu siswa memahami hubungan antar materi, dan mendukung perkembangan kemampuan berpikir kritis serta kerja sama.

Terima kasih, Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Nama: Melyanti Hasanah
NPM: 2313053050
Kelas: 6B

Izin menjawab diskusi pak,
Karakteristik pembelajaran kelas rangkap (multigrade) yaitu:
Kelas rangkap menggabungkan siswa dari dua atau lebih tingkat kelas yang berdekatan dalam satu ruang belajar dengan satu orang guru selama satu tahun ajaran. Penggabungan ini biasanya dilakukan pada tingkat yang berurutan, seperti kelas 1 dan 2, 3 dan 4, atau 5 dan 6. Di dalamnya terdapat perbedaan usia, tingkat perkembangan, serta kemampuan akademik siswa, sehingga guru perlu mengelola pembelajaran yang menyesuaikan keragaman tersebut.

Dalam kegiatan pembelajarannya, seluruh siswa belajar secara bersamaan di bawah bimbingan guru yang sama, bukan dipisahkan menjadi dua kelas yang berjalan sendiri-sendiri. Kelas rangkap juga tidak dilaksanakan dengan sistem mengajar dua kelas secara bergantian dengan program yang sepenuhnya berbeda, melainkan dirancang secara terpadu agar kegiatan belajar tetap menjadi satu kesatuan. Selain itu, untuk menjaga kesinambungan perencanaan dan efektivitas pembelajaran, sebaiknya kelas rangkap ditangani oleh guru yang sama minimal dua tahun ajaran. Model ini umumnya diterapkan di sekolah dengan jumlah siswa terbatas sebagai solusi agar proses pendidikan tetap dapat berlangsung secara optimal.

terima kasih, wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

PEMBELAJARAN PKN SD PGSD 4B -> forum diskusi

oleh Melyanti Hasanah -
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, izin menjawab. Saya:
Nama : Melyanti Hasanah
Kelas : 4B
NPM : 2313053050

 

Beberapa media pembelajaran yang sesuai untuk anak SD kelas tinggi antara lain:

1.Video Pembelajaran Video pembelajaran sangat efektif digunakan oleh anak - anak SD kelas tinggi karena:

Video pembelajaran sangat efektif digunakan oleh anak-anak SD kelas tinggi karena:

Lebih Menarik dan Menyenangkan: Materi pelajaran disampaikan dengan cara yang lebih menarik dan mudah dipahami dibandingkan hanya melalui teks Materi pelajaran disampaikan dengan cara yang lebih menarik dan mudah dipahami dibandingkan hanya lewat teks.

Fleksibel: Anak - anak dapat menonton video pembelajaran kapan pun dan di mana pun sesuai kebutuhan mereka. Anak-anak dapat menonton video pembelajaran kapan pun dan di mana pun sesuai kebutuhan mereka.

Membantu Pemahaman: Video yangVideo yang dilengkapi animasi, ilustrasi, dan narasi sangat membantu anak-anak dalam memahami konsep-konsep yang sulit.

2.Game Edukasi

Game edukasi menjadi media belajar yang menyenangkan sekaligus efektif, karena:

Belajar Sambil Bermain: Anak - anak dapat belajar sambil bermain, sehingga proses belajar terasa lebih ringanAnak-anak dapat belajar sambil bermain, sehingga proses belajar terasa lebih ringan dan tidak membosankan.

Meningkatkan Motivasi: Game membuat anak-anak lebih semangat belajar karena adanya tantangan untuk menyelesaikan level atau mencapai target tertentu.

3.Media Interaktif Online

Media interaktif seperti aplikasi, website edukasi, dan platform belajar dare menawarkan pengalaman belajar yang lebih aktif dan menyenangkan, karena:

Konten Menarik: Media ini biasanya menyajikan materi yang interaktif dan lebih menarik dibandingkan media konvensional.

Akses Mudah dan Fleksibel: Anak-anak bisa belajar kapan saja dan di mana saja menggunakan perangkat digital mereka.

4.Simulasi dan Praktik

Simulasi dan praktik sangat membantu anak-anak dalam memahami konsep yang lebih kompleks serta mengasah keterampilan praktis, karena:

Pengalaman Belajar Nyata: Anak-anak dapat belajar melalui pengalaman langsung yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.

Membaca Keterampilan: Melalui simulasi dan praktik, anak-anak dapat mengembangkan keterampilan ilmiah, teknologi, dan sosial.

Meningkatkan Kreativitas dan Motivasi: Kegiatan ini juga dapat mendorong anak untuk berpikir kreatif dan lebih semangat dalam belajar.

5.Media Audio-Visual

Menggunakan media audio-visual, seperti menonton film berbahasa Inggris tanpa teks terjemahan, bermanfaat untuk pembelajaran bahasa asing, karena:

Meningkatkan Keterampilan Mendengarkan: Mendengarkan langsung bahasa asing membantu anak memahami pelafalan dan intonasi yang benar.

Memperluas Wawasan Budaya: Anak-anak dapat mengenal budaya serta kehidupan di negara-negara berbahasa Inggris.

Menumbuhkan Motivasi: Belajar melalui film membuat proses belajar bahasa asing terasa lebih menyenangkan dan memotivasi.



Terima kasih, Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

PEMBELAJARAN PKN SD PGSD 4B -> forum diskusi

oleh Melyanti Hasanah -
Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh, izin menjawab pak. Saya:
Nama: Melyanti Hasanah
NPM: 2313053050
Telah dijelaskan dalam video tersebut mengenai macam macam model pembelajaran, yaitu ada Discovery Learning, Inquiry Learning, Problem-Based Learning (PBL), dan Project-Based Learning. Nah menurut saya model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) adalah model pembelajaran yang paling efektif untuk peserta didik di kelas rendah karena dirancang untuk melibatkan mereka secara aktif dalam proses belajar, dengan cara yang menyenangkan dan bermakna. Anak-anak kelas rendah masih dalam tahap perkembangan, mereka butuh pembelajaran yang menarik dan tidak membosankan. PjBL menjawab kebutuhan ini dengan melibatkan mereka dalam proyek-proyek yang menantang dan sesuai minat mereka. Mereka belajar sambil bermain, berkreasi, dan berkolaborasi dengan teman-teman. Ini jauh lebih menarik daripada pembelajaran konvensional yang terkadang hanya berfokus pada buku teks dan hafalan.
PjBL juga menghubungkan teori dengan praktik. Siswa tidak hanya mempelajari konsep-konsep abstrak, tetapi juga menerapkan pengetahuan dan keterampilan mereka dalam situasi nyata melalui proyek yang mereka kerjakan. Mereka belajar memecahkan masalah, berpikir kritis, dan mengasah kreativitas mereka. Karena terlibat langsung dalam proyek yang mereka sukai, mereka pun lebih termotivasi untuk belajar dan mencapai tujuan. Mereka merasa memiliki tanggung jawab atas proyek mereka dan ingin melihat hasilnya. PjBL juga mendorong kemandirian siswa; mereka belajar mencari informasi, menganalisis data, dan membuat keputusan sendiri.

Dampaknya pun positif; PjBL melatih mereka dalam keterampilan abad 21 seperti berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi. Dengan berhasil menyelesaikan proyek, mereka merasa bangga dan percaya diri. Mereka juga belajar bekerja sama, berkomunikasi, dan saling membantu dalam kelompok. Selain itu, PjBL dapat menanamkan nilai-nilai penting seperti kerja keras, tanggung jawab, dan kerjasama. Singkatnya, PjBL sangat efektif untuk peserta didik kelas rendah karena membantu mereka belajar dengan lebih aktif, menyenangkan, dan bermakna, sekaligus mengembangkan keterampilan dan karakter penting untuk masa depan mereka.