གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Novelya M. Ambarita

Pancasila teknik Elektro A -> Forum Analisis Jurnal

Novelya M. Ambarita གིས-
Nama : Novelya M. Ambarita
NPM : 2315031113

ANALISIS JURNAL

Nama Jurnal: Urgensi penegasan Pancasila sebagai Dasar Nilai Pengembangan IPTEK

Volume dan Halaman: Vol. IV No. 02, Hal 213-222

Tahun Terbit: November 2018

Penulis: Ika Setyorini



Analisis jurnal ini mencakup berbagai aspek yang secara rinci membahas urgensi penegasan Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) di Indonesia. Mari kita bahas beberapa poin secara lebih mendalam:

A. PENDAHULUAN

Dalam pendahuluan, penulis menggambarkan bahwa Pancasila adalah dasar negara yang menjadi cita hukum dan idiologi Indonesia. Ditekankan bahwa nilai-nilai Pancasila mencakup seluruh aspek kehidupan, termasuk kegiatan ilmiah. Penulis juga memberikan wawasan tentang normatifnya Pancasila sebagai panduan untuk pengembangan ilmu di Indonesia.

B.KONTEKS HISTORIS PANCA SILA

Penulis menguraikan bahwa Pancasila memiliki akar historis, sosiologis, dan politis. Secara historis, Pembukaan UUD 1945 menjadi dasar pengembangan ilmu. Pada era orde lama dan reformasi, Pancasila ditempatkan sebagai landasan orientasi ilmu. Sisi sosiologis menyoroti tanggapan masyarakat terhadap isu-isu keagamaan dan kemanusiaan dalam pengembangan iptek. Dari segi politis, Pancasila diperkuat sebagai dasar nilai melalui kebijakan dan pidato para pemimpin negara.

C. KONSEP DASAR NILAI PANCA SILA
Analisis konsep dasar nilai Pancasila sebagai panduan pengembangan ilmu menekankan beberapa poin kunci:

1.Setiap Iptek di Indonesia harus selaras dengan nilai-nilai Pancasila.
2.Pengembangan Iptek harus didasarkan pada nilai Pancasila secara internal.
3.Nilai-nilai Pancasila sebagai rambu normatif bagi pengembangan Iptek di Indonesia.
4.Iptek harus berakar pada budaya dan ideologi bangsa Indonesia.

D.SIMPULAN
Dalam simpulan, penulis menggarisbawahi tiga poin penting:

1.Harus sesuai dengan nilai-nilai Pancasila: Setiap perkembangan Iptek harus sejalan dan tidak bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila.
2. Internalisasi nilai Pancasila: Pengembangan Iptek harus internal memahami dan menerapkan nilai-nilai Pancasila.
3. Rambu normatif: Pancasila harus menjadi panduan normatif untuk perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia.


KESIMPULAN
Analisis jurnal ini memberikan gambaran menyeluruh tentang urgensi penegasan Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan Iptek di Indonesia. Penekanannya pada keselarasan nilai Pancasila dengan pengembangan Iptek dan perlunya internalisasi nilai-nilai ini memberikan kontribusi pada kesadaran identitas bangsa Indonesia dalam konteks perkembangan ilmu pengetahuan.

DAFTAR PUSTAKA
Referensi pada daftar pustaka mencakup berbagai sumber yang mendukung dan memberikan dasar keilmuan pada pembahasan dalam jurnal ini.

Demikianlah, analisis lebih mendalam pada beberapa aspek jurnal tersebut.

Pancasila teknik Elektro A -> Forum Analisis Video

Novelya M. Ambarita གིས-
Nama : Novelya M. Ambarita
NPM : 2315031113

Analisis Video

PANCASILA DAN IPTEK

Pancasila sebagai asas pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) menjadi sebuah konsep yang melibatkan nilai-nilai moral, budaya, dan spiritual.

Berikut adalah analisis secara jelas dan menyeluruh terhadap video di tersebut.

1.Pengertian Iptek
Materi membuka dengan pengertian Iptek sebagai singkatan dari ilmu pengetahuan dan teknologi. Penekanan pada hasil karya manusia yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup memberikan landasan bagi pembahasan mengenai hubungan Pancasila dan Iptek.

2.Peran Pancasila dalam Iptek

●Dasar Ketuhanan yang Maha Esa (Sila Pertama)

Materi mengaitkan sila pertama Pancasila dengan dasar ketuhanan, mengedepankan keseimbangan antara akal, kehendak, dan rasionalitas. Iptek harus mempertimbangkan dampaknya bagi manusia, menciptakan keseimbangan antara pengembangan dan pelestarian.

●Kemanusiaan yang Adil dan Beradab (Sila Kedua)

Memberikan dasar moralitas untuk pengembangan Iptek. Pentingnya bersikap beradab karena Iptek adalah hasil budaya manusia yang harus bermoral.

●Persatuan Indonesia (Sila Ketiga)

Menekankan universalitas dan internasionalisme dalam sila-sila Pancasila. Pengembangan Iptek diharapkan dapat memupuk rasa nasionalisme dan kebesaran bangsa Indonesia.

●Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmah Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan (Sila Keempat)

Mendasari pengembangan Iptek secara demokratis. Setiap ilmuan diharapkan memiliki kebebasan untuk mengembangkan Iptek, tetapi juga harus menghormati kebebasan orang lain dan terbuka terhadap kritik.

●Keadilan Bagi Seluruh Rakyat Indonesia (Sila Kelima)

Menggarisbawahi perlunya menjaga keseimbangan keadilan dalam hubungan manusia dengan dirinya sendiri, Tuhan, sesama manusia, masyarakat, dan alam sekitar. Pembangunan Iptek diharapkan dapat mempertahankan harmoni ini.

Kesimpulan:
Materi secara komprehensif mengaitkan prinsip-prinsip Pancasila dengan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Penekanan pada nilai-nilai moral, keadilan, dan persatuan memberikan landasan etika bagi kemajuan Iptek yang berkelanjutan, sejalan dengan tujuan kehidupan berbangsa dan bernegara yang diatur oleh Pancasila.

Pancasila teknik Elektro A -> Forum Analisis Soal

Novelya M. Ambarita གིས-
Nama : Novelya M. Ambarita
NPM : 2315031113

ANALISIS SOAL

A. Sistem Etika Perilaku Politik Saat Ini
Sistem etika perilaku politik di Indonesia pada saat ini masih menunjukkan sejumlah ketidaksesuaian dengan nilai-nilai Pancasila, dasar filosofi negara.

Terdapat permasalahan yang dapat diidentifikasi, antara lain:
1.Korupsi dan Kekuasaan
Korupsi masih menjadi masalah serius, merusak prinsip-prinsip demokrasi dan keadilan. Penyalahgunaan kekuasaan yang melibatkan pejabat publik tidak selaras dengan sila keempat Pancasila, yang menekankan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan.

2.Ketidakadilan dan
Diskriminasi
Adanya ketidakadilan dan diskriminasi, baik dalam sistem hukum maupun aspek sosial ekonomi, menciptakan kesenjangan yang bertentangan dengan sila kelima Pancasila, yang mengamanatkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

3.Transparansi dan Akuntabilitas
Ketidaktransparanan dan kurangnya akuntabilitas dalam pengelolaan pemerintahan seringkali menghadirkan tantangan pada sila ketiga, yang menekankan persatuan Indonesia.

B. Etika Generasi Muda dan Solusi Dekadensi Moral
Etika generasi muda memainkan peran krusial dalam membentuk moral bangsa. Beberapa aspek terkait etika generasi muda dan solusi dekadensi moral mencakup sebagai berikut.

1.Pentingnya Pendidikan Moral

Diperlukan perubahan dalam kurikulum pendidikan untuk lebih menonjolkan pendidikan moral, mengajarkan nilai-nilai Pancasila, dan membantu membentuk karakter yang kuat.

2.Peran Keluarga dan Masyarakat

Keluarga dan masyarakat perlu bekerja sama dalam memberikan contoh dan dukungan untuk membentuk karakter positif pada generasi muda. Pembentukan moral tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga komunitas.

3.Media Sosial dan Literasi Digital

Penting untuk menggalakkan literasi digital yang sehat. Generasi muda harus dilengkapi dengan pemahaman yang baik tentang penggunaan media sosial agar dapat menghindari dampak negatif dan merugikan.

4.Partisipasi dalam Kegiatan Positif

Generasi muda perlu didorong untuk aktif dalam kegiatan positif seperti organisasi sosial, kegiatan sukarela, dan proyek kemanusiaan. Ini dapat membantu membangun rasa tanggung jawab sosial.

5.Pengawasan dan Hukuman Proporsional

Diperlukan sistem pengawasan yang efektif dan hukuman yang proporsional terhadap pelanggaran etika. Hal ini dapat memberikan efek jera dan memastikan pertanggungjawaban atas perbuatan yang tidak etis.

6.Dorongan pada Kreativitas dan Inovasi

Dorongan pada kreativitas dan inovasi dapat memotivasi generasi muda untuk berkontribusi positif pada masyarakat. Ini dapat membentuk sikap proaktif dan berpikiran terbuka.


Langkah-langkah ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang mendukung pembentukan karakter dan etika yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, memastikan bahwa generasi muda dapat menjadi agen perubahan positif dalam membangun masa depan bangsa Indonesia.

Pancasila teknik Elektro A -> Forum Analisis Jurnal

Novelya M. Ambarita གིས-
Nama : Novelya M. Ambarita
NPM : 2315031113

IPTEK ( Ilmu Pengetahuan dan Teknologi) adalah singkatan dari Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Istilah ini merujuk pada berbagai disiplin ilmu dan teknologi yang digunakan untuk mengembangkan pengetahuan dan menciptakan inovasi baru dalam berbagai bidang, seperti sains, teknologi, kedokteran, pertanian, dan lain sebagainya. IPTEK sangat penting dalam memajukan peradaban manusia dan meningkatkan kualitas hidup manusia di berbagai aspek.

Jurnal ini membahas tentang pengaruh mata kuliah pengembangan kepribadian Pancasila terhadap sikap mahasiswa dalam menyikapi perkembangan IPTEK. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang dibagikan kepada mahasiswa dan data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan teknik deskriptif dan regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara mata kuliah pengembangan kepribadian Pancasila terhadap sikap mahasiswa dalam menyikapi perkembangan IPTEK. Selain itu, mahasiswa yang mengambil mata kuliah tersebut memiliki pengembangan kepribadian Pancasila yang baik. Jurnal ini juga membahas tentang prosedur penelitian yang dilakukan, jenis pertanyaan yang ditanyakan dalam kuesioner, dan teknik pengambilan sampel yang digunakan. Terakhir, jurnal ini juga membahas tentang implikasi dari hasil penelitian ini terhadap pendidikan dan pembangunan kepribadian Pancasila di Indonesia.

Kesimpulan,Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara mata kuliah pengembangan kepribadian Pancasila terhadap sikap mahasiswa dalam menyikapi perkembangan IPTEK. Selain itu, mahasiswa yang mengambil mata kuliah tersebut memiliki pengembangan kepribadian Pancasila yang baik. Namun, masih terdapat faktor lain yang mempengaruhi sikap mahasiswa dalam menyikapi perkembangan IPTEK di luar variabel yang diteliti dalam penelitian ini. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya-upaya untuk meningkatkan pendidikan dan pembangunan kepribadian Pancasila di Indonesia agar masyarakat dapat lebih siap dan tanggap dalam menghadapi perkembangan IPTEK yang semakin pesat.

Pancasila teknik Elektro A -> Forum Analisis Video

Novelya M. Ambarita གིས-
Nama : Novelya M. Ambarita
NP6M : 2315031113


Etika memiliki peran krusial dalam mengatur kehidupan berbangsa dan bernegara, dan Etika Pancasila merupakan cabang filsafat yang berkembang dari nilai-nilai Pancasila untuk mengarahkan kehidupan masyarakat Indonesia.

A. Sila pertama Pancasila, yaitu Ketuhanan yang Maha Esa, mencakup dimensi moral dan nilai spiritualitas yang mendekatkan manusia kepada Tuhan. Kehadiran aturan atau nilai ketuhanan ini membangkitkan kesadaran dalam diri manusia untuk menjaga etika dan perilakunya.

B. Sila kedua Pancasila, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, mengandung dimensi humanus, mendorong perlakuan manusiawi dengan menghargai sesama dalam interaksi sosial.

C. Sila ketiga Pancasila, Persatuan Indonesia, memuat nilai solidaritas, kebersamaan, dan cinta tanah air, memicu rasa saling memiliki untuk menjaga Negara Indonesia bersama-sama.

D. Sila keempat Pancasila, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permasyarakatan Perwakilan, mengandung nilai sikap menghargai dan mendengarkan pendapat orang lain, memungkinkan penyelesaian perbedaan pendapat melalui musyawarah.

E. Sila kelima Pancasila, Keadilan bagi Seluruh Rakyat Indonesia, melibatkan dimensi kepedulian terhadap nasib orang lain dan keinginan untuk membantu sesama.

Urgensi Pancasila dalam sistem etika:

Menerapkan sila-sila Pancasila sebagai etika berarti menjadikan Pancasila sebagai pedoman moral dan inspirasi untuk menentukan sikap dalam tindakan dan keputusan.Memberikan panduan kepada warga negara agar memiliki orientasi yang jelas dalam tata pergaulan lokal, nasional, dan internasional.Menjadi dasar analisis kebijakan, sehingga kebijakan yang diambil tetap sejalan dengan semangat kebangsaan yang berakar pada nilai-nilai Pancasila.