Nama : Elsya Gusti Lestari
NPM : 2311011014
1. Bagaimana ciri-ciri utama pendekatan Klasik?
Jawab : Pendekatan Klasik dalam manajemen menekankan pada cara kerja yang sistematis, terstruktur, dan efisien. Ciri utamanya adalah adanya pembagian kerja yang jelas, aturan dan prosedur yang ketat, serta struktur organisasi yang hierarkis. Pendekatan ini melihat manusia lebih sebagai “mesin kerja” sehingga fokus utamanya adalah meningkatkan produktivitas dengan standar kerja yang teratur.
2. Apa perbedaan dan persamaan antara karya Taylor, Fayol, dan Weber?
Jawab : Taylor dikenal dengan Scientific Management, yang menekankan pada efisiensi kerja individu melalui metode ilmiah, misalnya analisis waktu dan gerakan. Fayol fokus pada fungsi-fungsi manajemen seperti merencanakan, mengorganisasi, memimpin, dan mengendalikan, yang sampai sekarang masih dipakai. Sementara Weber memperkenalkan konsep birokrasi dengan aturan formal, hierarki yang tegas, dan sistem yang rasional. Persamaannya, ketiganya sama-sama ingin menciptakan organisasi yang lebih teratur, efisien, dan produktif, hanya saja fokusnya berbeda yaitu Taylor pada pekerja, Fayol pada manajer, dan Weber pada struktur organisasi.
3. Jelaskan ciri-ciri utama pendekatan Klasik terhadap perubahan organisasi!
Jawab : Dalam menghadapi perubahan, pendekatan Klasik cenderung kaku karena terlalu menekankan aturan, prosedur, dan hierarki. Organisasi dilihat sebagai mesin yang berjalan sesuai aturan tetap, sehingga perubahan dianggap sebagai sesuatu yang harus dikendalikan dengan ketat. Akibatnya, pendekatan ini kurang fleksibel dalam menghadapi dinamika lingkungan yang cepat berubah.
4. Bagaimana perkembangan Klasik dan perkembangan organisasi kerja?
Jawab : Perkembangan pendekatan Klasik menjadi dasar penting dalam manajemen modern. Walaupun dianggap kaku, pendekatan ini memperkenalkan prinsip efisiensi, struktur, dan fungsi manajemen yang hingga kini masih digunakan. Seiring waktu, kelemahan pendekatan Klasik yang terlalu mekanis diperbaiki dengan teori perilaku (behavioral), teori sistem, hingga teori kontingensi yang lebih menekankan manusia, lingkungan, dan fleksibilitas. Jadi, perkembangan organisasi kerja bergerak dari model yang kaku menuju model yang lebih adaptif dan manusiawi sesuai tuntutan zaman.