Nama: Hani Aulia Rahma
NPM: 2311011135
1
. Mengapa organisasi melakukan perubahan?
= Organisasi melakukan perubahan karena perubahan merupakan hal yang tidak terhindarkan dalam organisasi modern
. Lingkungan eksternal seperti pasar, teknologi, regulasi, dan sosial, serta faktor internal seperti struktur, budaya, dan sumber daya manusia terus berkembang
. Agar tetap relevan dan efektif, organisasi harus menyesuaikan diri dengan kondisi tersebut
. Tujuan utama dari perubahan adalah mencapai efektivitas organisasi, yaitu kemampuan untuk menghasilkan efek yang diinginkan, mencapai tujuan, serta bertahan di tengah dinamika persaingan
. Tanpa perubahan, organisasi berisiko tertinggal dan kehilangan daya saing
.
2
. Definisikan efektivitas organisasi dan kaitannya dengan perubahan organisasi
= Efektivitas organisasi dapat didefinisikan sebagai kemampuan organisasi untuk mencapai tujuan dan menghasilkan efek yang diinginkan (Longman, 1978; Robbins, 1967)
. Efektivitas dipengaruhi oleh berbagai aspek, seperti proses, struktur, kepemimpinan, budaya, serta kualitas sumber daya manusia
. Perubahan organisasi berfungsi sebagai sarana untuk meningkatkan efektivitas tersebut
. Melalui perubahan, organisasi dapat memperbaiki proses kerja, menyesuaikan struktur, memperbarui teknologi, dan memperkuat budaya agar selaras dengan tuntutan lingkungan
.
3
. Bagaimana menghargai perbedaan antara perubahan individu, kelompok, dan sistem?
= • Perubahan individu dipengaruhi oleh faktor internal (persepsi, nilai, motivasi) maupun eksternal (stimulus, insentif, kondisi kerja)
.
• Perubahan kelompok berfokus pada dinamika tim, norma, peran, serta nilai yang memengaruhi perilaku anggotanya
. Kelompok pada dasarnya selalu berada dalam proses adaptasi
.
• Perubahan sistem menekankan bahwa organisasi adalah sistem terbuka, di mana subsistem seperti tujuan, teknis, psikososial, dan manajerial saling berkaitan
. Perubahan pada satu bagian akan berdampak pada bagian lain
.
4
. Bagaimana menghargai sifat penolakan terhadap perubahan dan kaitannya dengan komitmen serta kesiapan terhadap perubahan?
= Resistensi terhadap perubahan tidak selalu bersifat negatif
. Penolakan dapat menjadi masukan berharga yang menunjukkan bahwa rencana perubahan belum tepat, kurang realistis, atau berpotensi menimbulkan masalah etis
.
Resistensi dapat muncul karena:
• Faktor psikologis individu, seperti rasa takut kehilangan status, kebiasaan, atau rasa aman
.
• Faktor kelompok, seperti norma dan nilai yang bertentangan
.
• Faktor sistem, misalnya ketidakadilan dalam kebijakan
.
Komitmen dan kesiapan terhadap perubahan dapat dibangun melalui komunikasi yang jelas, keterlibatan karyawan, kepemimpinan yang efektif, serta penyelarasan perubahan dengan nilai-nilai yang ada
. Dengan demikian, resistensi harus dipandang bukan sekadar hambatan, melainkan peluang untuk memperbaiki desain perubahan agar lebih adil, realistis, dan sesuai dengan kondisi organisasi
.
5
. Bagaimana peran dan keterampilan agen perubahan?
= Agen perubahan adalah individu yang bertanggung jawab mengelola dan memfasilitasi proses perubahan, baik itu manajer, pemimpin tim, maupun konsultan internal atau eksternal
.
agen perubahan:
• Fasilitator
• Pelatih (coach)
• Negosiator
• Pelatih (coach)
Peran Utama agen perubahan adalah bertindak sebagai fasilitator yang netral, membantu pihak pihak terkait menentukan keputusan serta membangun kepercayaan dan menciptakan lingkungan positif
.
Keterampilan yang dibutuhkan:
• Diagnostik, yaitu menilai kesiapan organisasi dan potensi resistensi
.
• Komunikasi, menyampaikan pesan perubahan dengan jelas
.
• Negosiasi & manajemen konflik, untuk mengurangi resistensi dan membangun dukungan
.
• Keterampilan politik & kepemimpinan, guna memengaruhi pemangku kepentingan
.
• Kreativitas & improvisasi, untuk mengelola ketidakpastian
.