Responsi sesi 2

responsi 2

responsi 2

by Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M. -
Number of replies: 52

Silahkan menjawab pertanyaan berikut ini:

1. Mengapa organisasi melakukan perubahan ?

2. Definisikan efektivitas organisasi dan kaitannya dengan perubahan organisasi !

3. Bagaimana menghargai perbedaan antara perubahan individu, kelompok dan sistem. 

4. Bagaimana menghargai sifat penolakan terhadap perubahan dan kaitannya dengan komitmen dan kesiapan terhadap perubahan?

5. Bagaimana peran dan keterampilan agen perubahan ?


In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 2

by Ghina Althoffiah 2351011007 -
Nama : Ghina Althoffiah
NPM : 2351011007

1. Mengapa organisasi melakukan perubahan?
Perubahan organisasi dilakukan karena adanya forces for change baik dari internal maupun eksternal. Faktor eksternal bisa berupa perkembangan teknologi, persaingan global, tuntutan konsumen, hingga regulasi pemerintah. Sementara faktor internal bisa datang dari strategi baru, restrukturisasi, maupun dinamika SDM. Secara sederhana, organisasi melakukan perubahan karena ingin tetap relevan, kompetitif, dan berkelanjutan. Tanpa perubahan, organisasi berisiko stagnan bahkan tertinggal.

2. Definisikan efektivitas organisasi dan kaitannya dengan perubahan organisasi!
Efektivitas organisasi adalah tingkat sejauh mana organisasi berhasil mencapai tujuannya dengan memanfaatkan sumber daya yang ada secara optimal. Kaitannya dengan perubahan adalah: perubahan biasanya dilakukan agar efektivitas organisasi meningkat, misalnya mempercepat proses kerja, meningkatkan kualitas produk, atau memperbaiki koordinasi. Dengan kata lain, perubahan adalah alat untuk menjaga efektivitas agar sesuai dengan tuntutan lingkungan bisnis.

3. Bagaimana menghargai perbedaan antara perubahan individu, kelompok, dan sistem?
Perubahan bisa terjadi di tiga level: individu, kelompok, dan organisasi/sistem.
- Perubahan individu terkait sikap, keterampilan, atau perilaku seseorang.
- Perubahan kelompok lebih kepada norma kelompok, dinamika kerja sama, dan budaya tim.
- Perubahan sistem menyangkut struktur, proses, maupun kebijakan organisasi secara keseluruhan.
Menghargai perbedaan ini berarti memahami bahwa strategi yang digunakan pun berbeda. Misalnya, individu perlu pelatihan, kelompok butuh team building, sedangkan sistem butuh kebijakan atau struktur baru.

4. Bagaimana menghargai sifat penolakan terhadap perubahan dan kaitannya dengan komitmen dan kesiapan terhadap perubahan?
Resistensi adalah hal yang wajar dalam perubahan karena orang merasa kehilangan kenyamanan, takut gagal, atau tidak paham tujuan perubahan. Menghargai resistensi berarti menganggapnya sebagai masukan, bukan hambatan semata. Dengan mendengar alasan penolakan, organisasi bisa membangun komitmen dan meningkatkan kesiapan karyawan. Komitmen dan kesiapan ini akan tumbuh kalau ada komunikasi yang jelas, partisipasi karyawan, serta dukungan nyata dari manajemen.

5. Bagaimana peran dan keterampilan agen perubahan?
Change agent adalah individu atau kelompok yang mendorong, memfasilitasi, dan mengelola proses perubahan dalam organisasi. Perannya antara lain sebagai katalisator, konsultan, dan fasilitator. Keterampilan yang dibutuhkan mencakup kemampuan komunikasi, membangun kepercayaan, pemecahan masalah, serta kepemimpinan. Agen perubahan yang efektif mampu menjembatani manajemen dan karyawan, sehingga proses transisi berjalan lebih mulus.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 2

by Nafisa Agesti -
Nafisa Agesti
2311011002


1. Mengapa organisasi melakukan perubahan?
Organisasi melakukan perubahan karena adanya tuntutan internal maupun eksternal, seperti perkembangan teknologi, perubahan pasar, kebutuhan pelanggan, regulasi pemerintah, persaingan global, serta kebutuhan untuk meningkatkan efisiensi, efektivitas, dan inovasi agar tetap relevan dan kompetitif.

2. Definisikan efektivitas organisasi dan kaitannya dengan perubahan organisasi!
Efektivitas organisasi adalah sejauh mana organisasi mampu mencapai tujuan dengan memanfaatkan sumber daya secara optimal. Perubahan organisasi berkaitan erat dengan efektivitas, karena perubahan sering dilakukan untuk memperbaiki struktur, proses, dan budaya organisasi agar kinerja meningkat dan tujuan tercapai lebih efisien.

3. Apa perbedaan antara perubahan individu, kelompok, dan sistem?
• Perubahan individu: Fokus pada sikap, perilaku, keterampilan, atau mindset seseorang.
• Perubahan kelompok: Berkaitan dengan dinamika, pola interaksi, dan cara kerja tim.
• Perubahan sistem: Menyangkut keseluruhan struktur organisasi, kebijakan, teknologi, dan budaya yang berdampak luas pada semua anggota.

4. Bagaimana menghargai sifat penolakan terhadap perubahan dan kaitannya dengan komitmen dan kesiapan untuk berubah?
Penolakan adalah reaksi wajar terhadap ketidakpastian. Menghargai penolakan berarti memahami alasan di balik resistensi, memberikan ruang dialog, serta melibatkan karyawan dalam proses perubahan. Hal ini penting untuk membangun komitmen (kesediaan mendukung perubahan) dan meningkatkan kesiapan (kemampuan serta mental menerima perubahan).

5. Bagaimana menyadari peran dan keterampilan agen perubahan?
Agen perubahan adalah individu atau kelompok yang mendorong, mengelola, dan memfasilitasi proses perubahan. Untuk menyadari perannya, agen perubahan harus memiliki keterampilan komunikasi, kepemimpinan, manajemen konflik, empati, serta kemampuan memotivasi dan memberi contoh. Mereka juga perlu visioner, adaptif, dan mampu membangun kepercayaan agar perubahan bisa berhasil .
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 2

by rafy rafy -

Nama : Rafy

NPM : 2311011074


1. Mengapa Organisasi Melakukan Perubahan?

Organisasi melakukan perubahan untuk beradaptasi dan bertahan hidup dalam lingkungan yang terus berubah. Alasan utamanya adalah adanya tekanan, baik dari dalam maupun luar organisasi. Tekanan eksternal bisa berupa perubahan teknologi, tren pasar, regulasi pemerintah, atau persaingan yang semakin ketat. Sementara itu, tekanan internal muncul dari masalah seperti kinerja yang menurun, konflik antar departemen, atau keinginan untuk meningkatkan efisiensi dan inovasi. Perubahan juga sering dilakukan untuk memanfaatkan peluang baru dan mencapai pertumbuhan yang lebih besar.


2. Efektivitas Organisasi dan Kaitan dengan Perubahan

Efektivitas organisasi adalah tingkat keberhasilan organisasi dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Ini bisa diukur dari berbagai indikator, seperti keuntungan, kepuasan pelanggan, atau kualitas produk. Perubahan organisasi adalah alat strategis untuk meningkatkan efektivitas. Misalnya, sebuah perusahaan mungkin mengubah strukturnya agar lebih cepat mengambil keputusan, yang pada akhirnya meningkatkan efisiensi dan laba. Namun, jika perubahan tidak dikelola dengan baik, justru bisa menurunkan efektivitas karena menimbulkan kebingungan, penolakan, dan penurunan kinerja.


3. Menghargai Perbedaan Perubahan pada Tingkat Individu, Kelompok, dan Sistem

Untuk mengelola perubahan dengan sukses, penting untuk mengakui bahwa perubahan memengaruhi individu, kelompok, dan sistem secara berbeda.

  • Individu: Setiap orang bereaksi terhadap perubahan dengan cara unik, bisa merasa cemas, takut, atau bersemangat. Menghargai perbedaan ini berarti memberikan dukungan pribadi, seperti pelatihan atau bimbingan, untuk membantu mereka beradaptasi.
  • Kelompok: Perubahan dapat mengganggu dinamika, peran, dan norma dalam sebuah tim. Menghargai perbedaan ini berarti membantu kelompok untuk membangun kembali kohesi, menyesuaikan cara kerja, dan berkomunikasi secara efektif pasca-perubahan.
  • Sistem: Ini melibatkan perubahan pada struktur, kebijakan, dan proses di seluruh organisasi. Menghargai perbedaan ini berarti melihat perubahan secara holistik, memahami bahwa perubahan di satu bagian sistem akan memengaruhi bagian lain, dan memastikan semua elemen selaras dengan tujuan akhir.


4. Menghargai Penolakan Terhadap Perubahan dan Kaitannya dengan Komitmen dan Kesiapan


Penolakan terhadap perubahan adalah respons alami dan seringkali merupakan indikator bahwa ada kekhawatiran yang perlu ditangani. Daripada menganggapnya sebagai hal negatif, lebih baik melihatnya sebagai sinyal untuk komunikasi dan keterlibatan yang lebih baik.

Penolakan sangat erat kaitannya dengan komitmen dan kesiapan.

  • Komitmen adalah sejauh mana karyawan mendukung dan merasa terikat pada tujuan perubahan. Komitmen yang tinggi akan mengurangi penolakan.
  • Kesiapan adalah kapasitas organisasi dan individu untuk menerima dan mengimplementasikan perubahan. Kesiapan yang rendah akan meningkatkan penolakan.

Dengan meningkatkan komitmen (misalnya, melalui partisipasi karyawan) dan kesiapan (melalui pelatihan dan dukungan), organisasi dapat secara proaktif mengurangi penolakan.


5. Peran dan Keterampilan Agen Perubahan

Agen perubahan adalah individu atau kelompok yang memfasilitasi dan mengelola proses perubahan. Peran mereka adalah sebagai pemandu, pendukung, dan komunikator.

Keterampilan utama yang harus dimiliki seorang agen perubahan meliputi:

  • Keterampilan Interpersonal: Kemampuan untuk membangun kepercayaan, mendengarkan secara aktif, dan berempati.
  • Keterampilan Analitis: Mampu menganalisis situasi, mengidentifikasi tantangan, dan merancang strategi perubahan yang efektif.
  • Keterampilan Komunikasi: Mampu menyampaikan visi dan alasan perubahan dengan jelas dan persuasif kepada semua pihak.
  • Keterampilan Negosiasi dan Resolusi Konflik: Mampu memediasi perbedaan pendapat dan menemukan solusi yang menguntungkan semua pihak.

In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 2

by M Dhiyas Ramadani Dawan 2351011008 -
M Dhiyas Ramadani Dawan
2351011008

1. Mengapa Organisasi Melakukan Perubahan?
Organisasi melakukan perubahan untuk beradaptasi dengan lingkungan yang terus berubah, baik dari faktor eksternal seperti teknologi baru dan persaingan, maupun faktor internal seperti kebutuhan untuk meningkatkan efisiensi dan mengatasi masalah kinerja. Perubahan ini penting untuk memastikan kelangsungan hidup dan pertumbuhan jangka panjang.
2. Efektivitas Organisasi dan Kaitan dengan Perubahan
Efektivitas organisasi adalah kemampuan suatu organisasi untuk mencapai tujuannya secara optimal. Perubahan sering kali dilakukan untuk meningkatkan efektivitas ini. Keduanya saling terkait; tanpa adanya perubahan yang tepat, organisasi bisa menjadi stagnan dan kehilangan efektivitas seiring berjalannya waktu.
3. Menghargai Perbedaan Perubahan
Penting untuk memahami bahwa perubahan terjadi di level individu, kelompok, dan sistem. Menghargai perbedaan ini berarti menerapkan pendekatan yang sesuai. Perubahan individu membutuhkan dukungan personal, perubahan kelompok memerlukan kolaborasi, dan perubahan sistem membutuhkan strategi yang terencana dan menyeluruh.
4. Menghargai Penolakan Terhadap Perubahan
Penolakan terhadap perubahan adalah respons alami yang harus dihargai dan dipahami, bukan diabaikan. Dengan mendengarkan kekhawatiran, organisasi dapat membangun komitmen dan kesiapan yang lebih kuat. Penolakan yang dihadapi dengan baik justru bisa menjadi kunci keberhasilan perubahan.
5. Peran dan Keterampilan Agen Perubahan
Agen perubahan adalah individu yang memimpin proses transisi. Peran mereka adalah mengidentifikasi kebutuhan, membangun visi, dan mengelola implementasi. Mereka harus memiliki keterampilan seperti komunikasi, kepemimpinan, dan fleksibilitas untuk berhasil memfasilitasi perubahan.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 2

by abdul aziz azizi -
Nama :Abdul Aziz Azizi
NPM :2251011023
1. Mengapa organisasi melakukan perubahan?
Organisasi melakukan perubahan karena lingkungan internal maupun eksternal selalu berkembang. Perubahan dilakukan untuk:
• Menyesuaikan diri dengan dinamika pasar (persaingan, kebutuhan pelanggan, teknologi).
• Menghadapi tantangan globalisasi dan digitalisasi.
• Mengatasi masalah internal seperti inefisiensi, konflik, atau penurunan produktivitas.
• Meningkatkan efektivitas dan kinerja organisasi agar tetap relevan dan kompetitif.
• Mengantisipasi perubahan regulasi, sosial, budaya, maupun ekonomi.



2. Definisikan efektivitas organisasi dan kaitannya dengan perubahan organisasi!
• Efektivitas organisasi adalah tingkat pencapaian tujuan organisasi secara optimal dengan memanfaatkan sumber daya secara efisien dan memuaskan kebutuhan stakeholder.
• Kaitan dengan perubahan: perubahan organisasi dilakukan untuk meningkatkan efektivitas, misalnya melalui restrukturisasi, penerapan teknologi baru, atau budaya kerja yang lebih adaptif. Tanpa perubahan, efektivitas bisa menurun karena organisasi tidak mampu mengikuti perkembangan lingkungan.



3. Bagaimana menghargai perbedaan antara perubahan individu, kelompok, dan sistem?
• Perubahan individu: setiap orang memiliki kecepatan, kesiapan, dan cara beradaptasi yang berbeda. Perlu pendekatan personal, komunikasi jelas, serta pelatihan.
• Perubahan kelompok: kelompok bisa memiliki norma, nilai, dan solidaritas yang kuat. Perlu partisipasi, diskusi, serta membangun rasa kepemilikan bersama.
• Perubahan sistem: melibatkan struktur, kebijakan, prosedur, dan teknologi. Perlu perencanaan matang, dukungan manajemen, dan mekanisme kontrol.
Menghargai perbedaan berarti memahami bahwa perubahan di tingkat individu, kelompok, dan sistem tidak bisa diperlakukan sama—harus ada pendekatan yang sesuai.



4. Bagaimana menghargai sifat penolakan terhadap perubahan dan kaitannya dengan komitmen dan kesiapan terhadap perubahan?
• Penolakan terhadap perubahan adalah reaksi wajar karena adanya rasa takut, kehilangan kenyamanan, atau ketidakpastian.
• Menghargai penolakan berarti tidak memaksakan perubahan secara keras, tetapi memahami alasan di balik resistensi.
• Hubungan dengan komitmen: semakin tinggi komitmen anggota organisasi, semakin rendah resistensi karena mereka percaya pada visi organisasi.
• Hubungan dengan kesiapan: kesiapan perubahan dipengaruhi oleh sejauh mana individu/kelompok merasa memiliki kapasitas, dukungan, dan pemahaman terhadap manfaat perubahan.



5. Bagaimana peran dan keterampilan agen perubahan?
• Peran agen perubahan:
• Sebagai penggerak yang mendorong dan memimpin proses perubahan.
• Sebagai komunikator yang menjelaskan tujuan, manfaat, dan proses perubahan.
• Sebagai fasilitator yang membantu individu/kelompok melewati transisi.
• Sebagai penyelesai masalah ketika muncul resistensi atau konflik.
• Sebagai role model yang menunjukkan sikap positif terhadap perubahan.
• Keterampilan yang diperlukan:
• Komunikasi efektif untuk menyampaikan visi perubahan.
• Kepemimpinan dan motivasi agar orang lain mau mengikuti.
• Kemampuan analisis untuk memahami masalah dan kebutuhan perubahan.
• Manajemen konflik untuk mengatasi resistensi.
• Empati dan interpersonal skill agar dapat membangun kepercayaan.
• Ketekunan dan fleksibilitas untuk menyesuaikan strategi perubahan.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 2

by Muhammad Najibullah al latif -
Muhammad najibullah al latif
2351011033

1. Mengapa organisasi melakukan perubahan?
Organisasi melakukan perubahan untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan lingkungan eksternal (teknologi, pasar, regulasi) dan kebutuhan internal (efisiensi, budaya, struktur). Tujuannya agar tetap kompetitif, relevan, dan berkelanjutan.

2. Definisikan efektivitas organisasi dan kaitannya dengan perubahan organisasi!
Efektivitas organisasi adalah tingkat pencapaian tujuan organisasi secara optimal. Perubahan organisasi diperlukan agar struktur, proses, dan sumber daya tetap selaras dengan tujuan tersebut di tengah dinamika lingkungan.

3. Bagaimana menghargai perbedaan antara perubahan individu, kelompok, dan sistem?
Menghargai perbedaan antara perubahan individu, kelompok, dan sistem berarti memahami bahwa setiap level membutuhkan pendekatan yang berbeda. Perubahan individu fokus pada perilaku dan sikap pribadi, kelompok pada dinamika tim, dan sistem pada struktur serta proses organisasi. Strategi perubahan harus disesuaikan agar efektif di tiap level.

4. Bagaimana menghargai sifat penolakan terhadap perubahan dan kaitannya dengan komitmen dan kesiapan terhadap perubahan?
Penolakan adalah reaksi wajar. Menghargainya berarti mendengarkan kekhawatiran dan memberi ruang adaptasi. Komitmen dan kesiapan meningkat jika perubahan dikomunikasikan dengan jelas, disertai partisipasi dan dukungan.

5. Bagaimana peran dan keterampilan agen perubahan?
Agen perubahan berperan sebagai fasilitator, komunikator, dan motivator. Keterampilannya mencakup: komunikasi efektif, kepemimpinan, pemecahan masalah, membangun kepercayaan, dan mengelola resistensi.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 2

by FLORENCE IRENE DESVITA TAMPUBOLON -

Nama: Florence Irene Desvita T 

NPM: 2311011071


1. Mengapa organisasi melakukan perubahan?

Organisasi melakukan perubahan karena lingkungan bisnis selalu dinamis, dipengaruhi oleh teknologi, persaingan, regulasi, maupun kebutuhan konsumen. Jika tidak berubah, organisasi berisiko tertinggal dan kehilangan daya saing. Perubahan dilakukan untuk meningkatkan efisiensi, menyesuaikan diri dengan tren, memperbaiki kinerja, serta memastikan organisasi tetap relevan dan mampu bertahan jangka panjang.

2. Definisikan efektivitas organisasi dan kaitannya dengan perubahan organisasi !

Efektivitas organisasi adalah sejauh mana suatu organisasi mampu mencapai tujuan yang telah ditetapkan dengan memanfaatkan sumber daya yang ada secara optimal. Kaitannya dengan perubahan organisasi adalah: semakin efektif sebuah organisasi mengelola perubahan (misalnya restrukturisasi, digitalisasi, atau budaya kerja baru), maka semakin besar peluangnya untuk mencapai tujuan strategis. Artinya, perubahan bukan sekadar adaptasi, tetapi juga sarana untuk meningkatkan efektivitas jangka panjang.

3. Bagaimana menghargai perbedaan antara perubahan individu, kelompok dan sistem. 

  • Perubahan individu biasanya terkait sikap, perilaku, atau keterampilan seseorang. Perlu pendekatan personal, seperti pelatihan atau coaching.

  • Perubahan kelompok berhubungan dengan dinamika tim, norma kerja, dan komunikasi. Perlu pendekatan kolektif, misalnya membangun budaya kolaborasi.

  • Perubahan sistem menyangkut kebijakan, struktur, teknologi, atau prosedur organisasi. Perlu strategi formal, seperti kebijakan manajemen baru.

Menghargai perbedaan ini berarti memahami bahwa setiap level perubahan punya tantangan dan cara pendekatan yang berbeda, sehingga tidak bisa disamakan.

4. Bagaimana menghargai sifat penolakan terhadap perubahan dan kaitannya dengan komitmen dan kesiapan terhadap perubahan?

Penolakan terhadap perubahan adalah hal yang wajar karena orang cenderung merasa nyaman dengan situasi lama. Menghargai penolakan berarti tidak langsung menganggapnya sebagai hambatan, tetapi sebagai sinyal bahwa perlu komunikasi lebih jelas, dukungan emosional, atau pelibatan yang lebih baik. Semakin organisasi mampu mengelola penolakan dengan empati dan transparansi, maka semakin tinggi tingkat komitmen dan kesiapan individu/kelompok untuk menerima perubahan.

5. Bagaimana peran dan keterampilan agen perubahan ?

Peran utama change agent:

Change agent bukan sekadar fasilitator netral, melainkan penggerak utama perubahan. Bertindak sebagai fasilitator netral (perspektif OD). Membantu pihak terkait menentukan opsi dan membuat keputusan. Membangun kepercayaan dan menciptakan lingkungan positif untuk perubahan. 

Agen perubahan dalam manajemen perubahan memiliki keterampilan diagnostik, yang berarti kemampuan agen perubahan untuk menganalisis situasi organisasi secara menyeluruh sebelum, saat, dan setelah perubahan. Tujuannya agar keputusan yang diambil tepat sasaran.

In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 2

by Nazwa Gusni Ramadhina -

Nama : Nazwa Gusni Ramadhina

NPM : 2351011023

Mata Kuliah : Manajemen Perubahan


1. Mengapa organisasi melakukan perubahan?
  • Untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan eksternal (persaingan, teknologi, regulasi) maupun internal (efisiensi, budaya, inovasi), serta agar tetap relevan, kompetitif, dan berkelanjutan.
2. Definisikan efektivitas organisasi dan kaitannya dengan perubahan organisasi.
  • Efektivitas organisasi adalah tingkat pencapaian tujuan dengan penggunaan sumber daya secara optimal. Perubahan dilakukan untuk meningkatkan efektivitas, misalnya melalui perbaikan proses, struktur, atau teknologi.
3. Bagaimana menghargai perbedaan antara perubahan individu, kelompok, dan sistem.
  • Individu = butuh dukungan, pelatihan, coaching.
  • Kelompok = butuh kerja sama, komunikasi, norma baru.
  • Sistem = butuh kebijakan, prosedur, struktur yang jelas.

Pada setiap level memerlukan pendekatan berbeda.

4. Bagaimana menghargai sifat penolakan terhadap perubahan dan kaitannya dengan komitmen dan kesiapan.
  • Penolakan wajar karena rasa takut atau tidak nyaman. Menghargai penolakan dilakukan dengan mendengarkan, menjelaskan alasan, dan memberi dukungan. Jika dikelola baik, akan membangun komitmen dan meningkatkan kesiapan terhadap perubahan.
5.Keterampilan & Peran pemimpin tim sebagai agen perubahan.
  • Fasilitator: komunikasi, membangun kerja sama, mengelola konflik.
  • Coach: memberi umpan balik, mengembangkan potensi, empati.
  • Manajer proyek: perencanaan, pengorganisasian, monitoring.
  • Konsultan: analisis masalah, memberi solusi, persuasi.

Intinya: komunikasi, kepemimpinan, analisis, coaching, dan manajemen proyek.


In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 2

by Wike Handayani 2311011082 -
Nama : Wike Handayani
NPM : 2311011082


1. Mengapa organisasi melakukan perubahan?
Organisasi melakukan perubahan karena lingkungan internal maupun eksternal terus berkembang. Perubahan dapat disebabkan oleh faktor teknologi, regulasi, persaingan, maupun perubahan kebutuhan konsumen. Tanpa adanya adaptasi, organisasi berisiko kehilangan daya saing. Oleh karena itu, perubahan merupakan langkah strategis agar organisasi tetap relevan dan mampu mencapai tujuan yang telah ditetapkan .

2. Definisikan efektivitas organisasi dan kaitannya dengan perubahan organisasi!
Efektivitas organisasi adalah sejauh mana organisasi dapat mencapai tujuan yang telah ditentukan dengan memanfaatkan sumber daya secara optimal. Perubahan organisasi sangat berkaitan dengan efektivitas, sebab metode atau sistem lama mungkin tidak lagi sesuai dengan kondisi terkini. Agar tetap efektif, organisasi harus melakukan penyesuaian melalui perubahan pada struktur, proses, maupun budaya kerjanya

3. Bagaimana menghargai perbedaan antara perubahan individu, kelompok, dan sistem?
• Perubahan individu menekankan pada sikap, perilaku, dan pola pikir seseorang.
• Perubahan kelompok menitikberatkan pada norma, nilai, dan dinamika kerja tim.
• Perubahan sistem menyangkut keseluruhan organisasi, termasuk struktur, budaya, teknologi, dan proses manajerial.

Menghargai perbedaan ini berarti memahami bahwa setiap tingkat perubahan memiliki karakteristik serta pendekatan yang berbeda. Pendekatan yang efektif pada individu belum tentu tepat untuk kelompok atau sistem secara keseluruhan .

4. Bagaimana menghargai sifat penolakan terhadap perubahan dan kaitannya dengan komitmen dan kesiapan terhadap perubahan?
Penolakan terhadap perubahan (resistensi) merupakan reaksi yang wajar. Resistensi dapat muncul karena faktor psikologis individu, dinamika kelompok, maupun struktur organisasi. Penolakan tidak selalu negatif, karena dapat menjadi masukan untuk mengevaluasi proses perubahan. Hubungannya dengan komitmen dan kesiapan adalah: semakin tinggi komitmen dan kesiapan organisasi serta individu, maka resistensi akan lebih mudah dikelola. Dengan demikian, resistensi sebaiknya dipandang sebagai peluang untuk membangun komunikasi, meningkatkan partisipasi, dan memperkuat dukungan terhadap perubahan.

5. Bagaimana peran dan keterampilan agen perubahan?
Agen perubahan (change agent) adalah individu yang bertugas mengelola, memfasilitasi, dan memastikan proses perubahan berjalan sesuai tujuan. Perannya meliputi: menjadi pemimpin tim, fasilitator, konsultan, maupun penghubung antar pihak. Agar efektif, seorang agen perubahan perlu memiliki keterampilan komunikasi, negosiasi, analisis, membangun kepercayaan, serta kemampuan kepemimpinan. Dengan keterampilan tersebut, agen perubahan dapat mengurangi resistensi, meningkatkan partisipasi, dan memastikan keberhasilan implementasi perubahan.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 2

by Cethrine Dhea Putri Dani -
Cethrine Dhea Putri Dani
2311011011


1. Mengapa organisasi melakukan perubahan?
Organisasi melakukan perubahan karena perubahan itu tidak terhindarkan di era modern. Faktor pendorongnya bisa dari dalam (misalnya sistem kerja yang kurang efektif) maupun dari luar (teknologi baru, persaingan, regulasi, krisis). Tujuannya adalah untuk meningkatkan efektivitas organisasi, menyesuaikan diri dengan lingkungan, dan tetap relevan. Kalau tidak berubah, organisasi bisa kehilangan daya saing dan bahkan gagal bertahan.

2. Definisikan efektivitas organisasi dan kaitannya dengan perubahan organisasi!
Efektivitas organisasi adalah kemampuan organisasi mencapai tujuan yang diinginkan dengan memanfaatkan sumber daya secara optimal (Longman, 1978; Robbins, 1967). Kaitannya dengan perubahan, efektivitas itu sering menjadi alasan utama kenapa organisasi melakukan transformasi. Misalnya: struktur, budaya, atau proses kerja yang tidak efektif harus diubah agar organisasi lebih produktif, adaptif, dan sesuai dengan tujuan.

3. Bagaimana menghargai perbedaan antara perubahan individu, kelompok, dan sistem?
  • Perubahan individu → fokus pada perilaku, sikap, atau nilai seseorang (misalnya teori Behavioris & Gestalt-Field). Harus dihargai karena tiap individu punya interpretasi dan kesiapan berbeda.
  • Perubahan kelompok → fokus pada dinamika tim, norma, peran, dan nilai (teori Kurt Lewin tentang dinamika kelompok). Menghargainya berarti memberi ruang diskusi dan partisipasi agar kelompok mau bergerak bersama.
  • Perubahan sistem → organisasi dilihat sebagai sistem terbuka (tujuan, teknis, psikososial, manajerial). Menghargainya berarti menyadari bahwa perubahan di satu subsistem akan memengaruhi subsistem lain.
Intinya, perubahan di tiga level ini saling terkait, jadi kita harus fleksibel dan memahami konteksnya.

4. Bagaimana menghargai sifat penolakan terhadap perubahan dan kaitannya dengan komitmen dan kesiapan terhadap perubahan?
Resistensi atau penolakan itu wajar, dan menurut teori-teori resistensi, bukan selalu hal negatif. Penolakan bisa jadi sinyal bahwa perubahan kurang tepat, terlalu dalam (menyentuh nilai), atau dijalankan tanpa keadilan. Dengan memahami resistensi, manajemen bisa memperbaiki pendekatan perubahan. Kaitannya dengan komitmen dan kesiapan:
  • Kalau karyawan dilibatkan, diberi alasan jelas, dan merasa diperlakukan adil, resistensi berkurang → komitmen meningkat.
  • Kesiapan organisasi (readiness for change) juga sangat penting. Tanpa kesiapan, resistensi akan tinggi dan keberhasilan perubahan rendah.

5. Bagaimana peran dan keterampilan agen perubahan?
Agen perubahan (change agent) adalah individu atau kelompok yang memimpin, memfasilitasi, dan memastikan perubahan berjalan baik. Perannya bisa sebagai pemimpin tim, fasilitator, coach, konsultan, atau katalis. Keterampilan yang dibutuhkan antara lain:
  • Diagnostik: menilai kesiapan organisasi.
  • Komunikasi & negosiasi: menyampaikan pesan, membangun dukungan, mengurangi resistensi.
  • Manajerial & leadership: mengarahkan perubahan, menjalin hubungan dengan top management.
  • Kreativitas & simbolik: menciptakan makna, membangun identitas, dan menjaga semangat perubahan.
Di era modern, agen perubahan dianggap aktor kunci keberhasilan manajemen perubahan karena mereka mampu menghubungkan strategi dengan realitas organisasi.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 2

by MUTIA AZ ZAHRA -

Nama : Mutia Az Zahra
NPM   : 2311011034

1. Mengapa organisasi melakukan perubahan ?

Jawab: Organisasi melakukan perubahan untuk meningkatkan hasil dan kemampuan yang dimiliki, serta mempertahankan eksistensi agar tetap bertahan dalam lingkungan yang dinamis. Faktor yang mendorong perubahan meliputi persaingan bisnis, faktor ekonomi yang berubah-ubah, perkembangan teknologi, perubahan lingkungan sosial dan tren, pengaruh politik, serta dorongan dari faktor internal dan eksternal organisasi itu sendiri.

2. Definisikan efektivitas organisasi dan kaitannya dengan perubahan organisasi !
Jawab:
Efektivitas organisasi adalah tingkat keberhasilan organisasi dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Efektivitas ini meliputi pencapaian tujuan individu, kelompok, hingga organisasi secara keseluruhan. Perubahan organisasi berkaitan erat dengan efektivitas karena perubahan dilakukan untuk meningkatkan kemampuan organisasi mencapai tujuan dengan lebih baik, melalui adaptasi dan perbaikan sumber daya serta proses yang ada.

3. Bagaimana menghargai perbedaan antara perubahan individu, kelompok dan sistem!
Jawab:
Untuk menghargai perbedaan antara perubahan individu, kelompok, dan sistem Perubahan individu mencakup perubahan sikap, keterampilan, persepsi, dan perilaku tiap individu dalam organisasi. Perubahan kelompok berfokus pada dinamika dan kerja sama tim dalam mencapai perubahan bersama. Sedangkan perubahan sistem melibatkan perubahan struktur, proses, dan kebijakan organisasi secara menyeluruh yang mempengaruhi seluruh bagian organisasi. Menghargai perbedaan ini berarti memahami bahwa setiap level perubahan memiliki karakteristik dan dampak yang berbeda, sehingga pendekatan perubahan harus disesuaikan sesuai tingkatnya.

4. Bagaimana menghargai sifat penolakan terhadap perubahan dan kaitannya dengan komitmen dan kesiapan terhadap perubahan?

Jawab: Penolakan terhadap perubahan adalah reaksi alami yang sering muncul karena ketidakpercayaan, rasa takut kehilangan posisi atau pekerjaan, serta ketidaksiapan menghadapi hal baru. Menghargai penolakan ini berarti memahami bahwa sikap menolak ini berkaitan dengan kesiapan dan komitmen individu atau kelompok. Untuk meningkatkan komitmen dan kesiapan, perlu dilakukan komunikasi yang efektif, pendidikan, partisipasi dalam proses perubahan, dan membangun kepercayaan agar resistensi dapat dikurangi dan adaptasi terhadap perubahan berjalan lancar.

5. Bagaimana peran dan keterampilan agen perubahan ?
Jawab:

Agen perubahan adalah individu atau kelompok yang memfasilitasi dan mengelola proses perubahan. Peran mereka adalah sebagai pemandu, pendukung, dan komunikator.
Agen perubahan berperan sebagai katalisator dan penggerak dalam proses perubahan organisasi. Mereka bertugas membangun kesadaran pentingnya perubahan, menjadi media tukar informasi, mengidentifikasi masalah, mendorong niat perubahan, serta mengelola dan memfasilitasi proses perubahan agar berjalan efektif. Keterampilan penting agen perubahan meliputi komunikasi efektif, kemampuan membangun hubungan yang dipercaya, pemecahan masalah, memotivasi dan membimbing orang, serta mengantisipasi dan menangani konflik atau resistensi yang muncul selama perubahan

In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 2

by Rahma Aulia Putri -

Rahma Aulia Putri

2311011080


1. Mengapa organisasi melakukan perubahan ?

= Organisasi melakukan perubahan karena beberapa alasan utama, baik yang bersifat internal maupun eksternal. 

Perkembangan Teknologi

  • Teknologi terus berkembang pesat, sehingga organisasi harus beradaptasi agar tetap kompetitif. Misalnya, penggunaan sistem digital untuk meningkatkan efisiensi kerja.
Persaingan Pasar
  • Persaingan yang semakin ketat memaksa organisasi berinovasi dalam produk, layanan, maupun strategi agar tidak kalah dengan kompetitor.
Tuntutan Konsumen
  • Konsumen semakin kritis dan menginginkan produk/layanan yang lebih cepat, murah, berkualitas, dan sesuai tren. Organisasi perlu berubah agar mampu memenuhi ekspektasi tersebut.
Lingkungan Eksternal (Ekonomi, Politik, Sosial, Budaya)
  • Perubahan regulasi pemerintah, kondisi ekonomi global, hingga tren sosial masyarakat dapat memengaruhi operasional organisasi sehingga perlu dilakukan penyesuaian.
Masalah Internal
  • Adanya ketidakefisienan, menurunnya produktivitas, atau konflik internal mendorong organisasi melakukan perbaikan agar lebih sehat dan efektif.
Pertumbuhan dan Perluasan
  • Saat organisasi berkembang atau memperluas jangkauan (misalnya ekspansi pasar), struktur, strategi, dan proses kerja sering kali perlu diubah.
Inovasi dan Kreativitas
  • Perubahan juga terjadi karena dorongan untuk menciptakan sesuatu yang baru, meningkatkan kualitas, dan memberi nilai tambah bagi pelanggan maupun karyawan.


2. Definisikan efektivitas organisasi dan kaitannya dengan perubahan organisasi !

Definisi Efektivitas Organisasi
Efektivitas organisasi adalah tingkat keberhasilan suatu organisasi dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan dengan memanfaatkan sumber daya yang dimiliki secara optimal. Efektivitas bukan hanya sekadar tercapainya target, tetapi juga bagaimana proses, strategi, dan koordinasi antarbagian berjalan dengan baik sehingga hasil yang diperoleh sesuai dengan visi dan misi organisasi.

Kaitannya dengan Perubahan Organisasi
Perubahan organisasi seringkali dilakukan untuk meningkatkan efektivitas. Lingkungan bisnis, teknologi, maupun kebutuhan masyarakat terus berkembang, sehingga organisasi harus mampu beradaptasi. Jika organisasi tidak berubah, efektivitasnya bisa menurun karena strategi dan sistem lama tidak lagi relevan. Sebaliknya, dengan melakukan perubahan—baik dalam struktur, budaya kerja, maupun proses operasional—organisasi dapat tetap relevan, responsif, dan mampu mencapai tujuan dengan lebih baik.


3. Bagaimana menghargai perbedaan antara perubahan individu, kelompok dan sistem. 

= Menghargai perbedaan antara perubahan individu, kelompok, dan sistem berarti memahami bahwa setiap level perubahan memiliki karakteristik, dinamika, serta kebutuhan yang berbeda.

1. Perubahan Individu

  • Fokus: Sikap, perilaku, kebiasaan, atau pola pikir seseorang.
  • Cara menghargai:
    • Beri ruang bagi setiap orang untuk beradaptasi dengan kecepatannya masing-masing.
    • Tunjukkan empati dan dukungan, misalnya lewat bimbingan atau pelatihan.
    • Hindari membandingkan individu secara kaku karena latar belakang dan kesiapan tiap orang berbeda.

2. Perubahan Kelompok

  • Fokus: Pola interaksi, norma, budaya kerja, atau dinamika tim.
  • Cara menghargai:
    • Dorong komunikasi terbuka dan kerja sama agar semua suara didengar.
    • Hargai peran unik tiap anggota, karena kelompok terbentuk dari keberagaman.
    • Ciptakan kesepakatan bersama (shared goals) agar semua merasa memiliki arah yang sama.

3. Perubahan Sistem

  • Fokus: Struktur organisasi, aturan, prosedur, teknologi, dan kebijakan.
  • Cara menghargai:
    • Pahami bahwa sistem seringkali lebih kaku, sehingga butuh strategi dan tahapan jelas.
    • Libatkan individu dan kelompok dalam proses perubahan agar mereka tidak merasa "dipaksa".
    • Hargai masukan dari berbagai level karena sistem berdampak luas, bukan hanya pada satu pihak.


4. Bagaimana menghargai sifat penolakan terhadap perubahan dan kaitannya dengan komitmen dan kesiapan terhadap perubahan?

= 1. Menghargai sifat penolakan terhadap perubahan

  • Penolakan adalah hal wajar: Setiap individu atau kelompok sering merasakan ketidaknyamanan, kecemasan, bahkan resistensi ketika perubahan datang. Ini bukan tanda kelemahan, melainkan bentuk pertahanan diri.
  • Mendengarkan alasan penolakan: Dengan menghargai dan memahami alasan resistensi (misalnya takut kehilangan kendali, tidak yakin pada manfaat perubahan, atau kekhawatiran beban kerja), organisasi bisa mendapatkan masukan berharga untuk memperbaiki strategi perubahan.
  • Membangun rasa aman: Menghargai resistensi berarti memberi ruang dialog, transparansi informasi, serta memastikan orang tidak merasa dipaksa.

2. Kaitannya dengan komitmen terhadap perubahan

  • Komitmen lahir dari keterlibatan: Ketika penolakan didengarkan, individu merasa dihargai. Hal ini meningkatkan rasa memiliki (sense of ownership) terhadap proses perubahan.
  • Mengubah resistensi menjadi dukungan: Dengan komunikasi terbuka dan empati, penolakan bisa berubah menjadi pemahaman, lalu berlanjut pada komitmen untuk mendukung perubahan.
  • Komitmen jangka panjang: Jika individu merasa proses perubahan adil dan aspirasi mereka diperhatikan, mereka lebih rela berinvestasi energi dan loyalitas pada tujuan baru.

3. Kaitannya dengan kesiapan terhadap perubahan

  • Resistensi sebagai indikator kesiapan: Tingkat penolakan dapat menjadi cermin seberapa siap organisasi atau individu menerima perubahan.
  • Meningkatkan kesiapan lewat edukasi dan pelatihan: Menghargai resistensi memungkinkan organisasi memberikan dukungan (training, mentoring, komunikasi) yang membuat individu merasa lebih siap menghadapi transisi.
  • Kesiapan tumbuh dari kepercayaan: Jika resistensi dihormati, orang lebih percaya pada proses perubahan sehingga lebih siap untuk beradaptasi.


5. Bagaimana peran dan keterampilan agen perubahan ?

Peran Agen Perubahan

  1. Inisiator – Menggagas ide atau langkah perubahan dengan menunjukkan alasan mendasar mengapa perubahan perlu dilakukan.
  2. Komunikator – Menyampaikan visi, tujuan, dan manfaat perubahan secara jelas kepada semua pihak yang terlibat.
  3. Fasilitator – Membantu mengurangi hambatan, menyediakan sarana, serta mendukung pihak yang terdampak agar mampu menyesuaikan diri.
  4. Motivator – Memberikan dorongan, semangat, dan keyakinan bahwa perubahan dapat membawa hasil positif.
  5. Mediator – Menjadi penengah ketika terjadi resistensi atau konflik, sehingga tercapai kesepahaman.
  6. Role Model – Menjadi teladan dengan menunjukkan sikap terbuka, fleksibel, dan komitmen terhadap perubahan.
  7. Evaluator – Memantau pelaksanaan perubahan, mengidentifikasi masalah, dan memberikan umpan balik agar perubahan berkelanjutan.

Keterampilan yang Dibutuhkan Agen Perubahan

  1. Komunikasi Efektif – Mampu menyampaikan pesan dengan jelas, persuasif, dan mendengarkan umpan balik.
  2. Kepemimpinan – Mempunyai pengaruh untuk menggerakkan orang lain, meski tanpa posisi formal.
  3. Manajemen Konflik – Dapat mengelola perbedaan pendapat dan mengubah resistensi menjadi dukungan.
  4. Keterampilan Analitis – Mampu menganalisis situasi, mengidentifikasi hambatan, serta menemukan solusi.
  5. Empati & Kecerdasan Emosional – Memahami perasaan orang lain agar dapat membangun kepercayaan.
  6. Fleksibilitas & Adaptabilitas – Mampu menyesuaikan diri dengan kondisi yang berubah cepat.
  7. Kemampuan Negosiasi – Menjembatani kepentingan yang berbeda agar tercapai win-win solution.
  8. Orientasi Hasil – Fokus pada tujuan akhir perubahan tanpa mengabaikan proses dan manusia di dalamnya. 

In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 2

by Anggela Kurnia Ilmi 2311011048 -
Anggela Kurnia Ilmi
2311011048

1. Mengapa organisasi melakukan perubahan?
Organisasi melakukan perubahan karena ingin mencapai efektivitas dalam menghadapi tantangan internal maupun eksternal. Perubahan diperlukan agar organisasi tetap relevan, efisien, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan lingkungan, teknologi, budaya, maupun pasar yang terus berubah.

2. Definisikan efektivitas organisasi dan kaitannya dengan perubahan organisasi!
Definisi efektivitas organisasi: kemampuan organisasi untuk mencapai tujuan yang diinginkan (Longman, 1978; Robbins, 1967). Efektivitas dipengaruhi oleh struktur, proses, budaya, orang, dan kepemimpinan.

Kaitannya dengan perubahan: Perubahan menjadi sarana untuk meningkatkan efektivitas. Jika struktur, budaya, atau proses tidak sesuai lagi, organisasi harus berubah agar tetap efektif dalam mencapai tujuannya.

3. Bagaimana menghargai perbedaan antara perubahan individu, kelompok dan sistem?
Individu: perubahan bisa dipahami melalui perspektif perilaku (behavioris → dipengaruhi stimulus eksternal) atau kesadaran diri (Gestalt-field → dipengaruhi pemahaman & interpretasi pribadi).
Kelompok: dipengaruhi norma, peran, dan nilai; kelompok selalu mengalami keseimbangan kuasi-stasioner (Lewin), sehingga perubahan kelompok terjadi lewat dinamika sosial.
Sistem: organisasi sebagai sistem terbuka; perubahan di satu subsistem (teknis, psikososial, manajerial, tujuan) memengaruhi subsistem lain.
Menghargai perbedaan ini berarti memahami bahwa setiap level butuh pendekatan berbeda, namun saling terhubung.

4. Bagaimana menghargai sifat penolakan terhadap perubahan dan kaitannya dengan komitmen dan kesiapan terhadap perubahan?
Penolakan (resistensi) wajar, bukan selalu hambatan. Bisa menjadi masukan berharga apakah perubahan realistis, adil, atau sesuai nilai organisasi.

Faktor penyebab: disonansi kognitif, kedalaman intervensi, kontrak psikologis, hingga kecenderungan individu.
Kaitannya dengan komitmen & kesiapan:
Jika perubahan sesuai dengan nilai/keyakinan → resistensi kecil → komitmen tinggi.
Jika alasan perubahan jelas, adil, dan partisipatif → kesiapan meningkat, resistensi menurun.
Komunikasi, kepemimpinan, dan keterlibatan karyawan adalah kunci untuk mengubah resistensi menjadi dukungan.

5. Bagaimana peran dan keterampilan agen perubahan?
Peran agen perubahan: pemimpin tim, fasilitator, pelatih, konsultan internal/eksternal. Mereka bertugas mengelola transisi, membangun dukungan, dan mengatasi resistensi.

Keterampilan penting:
Diagnostik → menilai kesiapan organisasi.
Komunikasi → menyampaikan pesan perubahan.
Negosiasi → mengurangi resistensi & membangun komitmen.
Managing up → berkomunikasi dengan manajemen atas.
Kreativitas & simbolik → memberi makna, rasa aman, dan inspirasi.
Agen perubahan adalah aktor kunci keberhasilan perubahan karena menghubungkan strategi dengan pelaksanaan nyata.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 2

by Abdul Jabar Hartasena 2311011097 -

Abdul Jabar H

2311011097

1. Mengapa Organisasi Melakukan Perubahan?

Organisasi melakukan perubahan untuk beradaptasi dengan lingkungan eksternal dan internal yang terus berubah. Perubahan ini diperlukan agar organisasi tetap relevan, kompetitif, dan bisa bertahan. Faktor eksternal yang mendorong perubahan meliputi:

  • Perkembangan teknologi : Adopsi teknologi baru seperti kecerdasan buatan (AI) atau otomatisasi memaksa organisasi mengubah cara kerja mereka.
  • Kondisi ekonomi : Resesi atau booming ekonomi menuntut penyesuaian strategi bisnis, pengurangan biaya, atau ekspansi.
  • Peraturan pemerintah : Perubahan undang-undang atau regulasi baru, seperti isu lingkungan atau perlindungan data, mengharuskan organisasi untuk mematuhi aturan tersebut.
  • Tuntutan pelanggan : Preferensi pelanggan yang berubah atau munculnya pesaing baru memaksa organisasi untuk meningkatkan produk atau layanan mereka.

Sementara itu, faktor internal yang memicu perubahan bisa berasal dari:

  • Masalah kinerja : Penurunan profit, produktivitas yang rendah, atau kualitas produk yang buruk.
  • Perubahan kepemimpinan : Pergantian CEO atau manajer senior seringkali membawa visi dan strategi baru. 
  • Struktur organisasi : Restrukturisasi untuk meningkatkan efisiensi atau kolaborasi antar departemen.
2. Efektivitas Organisasi dan Kaitannya dengan Perubahan

Efektivitas organisasi adalah sejauh mana organisasi mampu mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Ini tidak hanya soal profit, tapi juga kepuasan karyawan, inovasi, dan keberlanjutan. Perubahan organisasi adalah alat untuk meningkatkan efektivitas ini.

Kaitannya sangat erat:

  • Perubahan yang terencana dan terkelola dengan baik bertujuan untuk meningkatkan efektivitas dengan memperbaiki proses, mengoptimalkan sumber daya, atau meningkatkan adaptabilitas organisasi. 
  • Tanpa perubahan yang tepat, organisasi bisa stagnan dan kehilangan efektivitasnya di tengah persaingan.

3. Menghargai Perbedaan Perubahan Individu, Kelompok, dan Sistem

Penting untuk memahami bahwa perubahan terjadi di tiga tingkatan yang saling terkait, dan masing-masing memerlukan pendekatan berbeda:

  • Perubahan Individu: Fokus pada mentalitas, perilaku, dan keterampilan setiap karyawan. Ini melibatkan pelatihan, konseling, atau pengembangan pribadi untuk membantu mereka menerima dan beradaptasi dengan perubahan. 
  • Perubahan Kelompok: Terjadi pada dinamika, norma, dan komunikasi di dalam tim. Perubahan ini memerlukan fasilitasi, kerja tim, dan penyesuaian peran untuk memastikan kelompok bekerja sama secara efektif dalam struktur baru. 
  • Perubahan Sistem: Ini adalah perubahan skala besar yang melibatkan struktur organisasi, proses, atau strategi. Ini memerlukan manajemen proyek, re-desain organisasi, dan komunikasi yang menyeluruh dari manajemen puncak.

Menghargai perbedaannya berarti menyadari bahwa perubahan di satu tingkat akan memengaruhi tingkat lainnya. Misalnya, restrukturisasi sistem (perubahan sistem) akan menuntut karyawan untuk belajar keterampilan baru (perubahan individu) dan mengubah cara tim bekerja (perubahan kelompok).

4. Menghargai Sifat Penolakan Terhadap Perubahan

Penolakan terhadap perubahan adalah respons alami dan wajar. Ini bukan tanda buruk, melainkan indikasi bahwa ada ketidakpastian, ketakutan, atau kurangnya informasi. Menghargai penolakan berarti memandangnya sebagai sinyal untuk:

  • Komunikasi yang lebih baik: Mengapa perubahan ini penting dan bagaimana dampaknya? 
  • Keterlibatan karyawan: Beri kesempatan mereka berpartisipasi dan menyuarakan kekhawatiran. 
  • Dukungan yang lebih besar: Sediakan pelatihan dan sumber daya yang diperlukan.

Penolakan memiliki kaitan langsung dengan komitmen dan kesiapan terhadap perubahan:

  • Kesiapan: Kesiapan adalah fondasi. Jika karyawan tidak merasa siap (kurang keterampilan atau sumber daya), penolakan akan tinggi. 
  • Komitmen: Setelah karyawan merasa siap, mereka akan lebih mudah berkomitmen. Komitmen datang dari pemahaman, partisipasi, dan keyakinan bahwa perubahan akan membawa hasil positif.

Jadi, menghargai penolakan berarti mengatasi akar masalahnya untuk membangun kesiapan dan, pada akhirnya, komitmen yang kuat.

5. Peran dan Keterampilan Agen Perubahan

Agen perubahan adalah individu atau kelompok yang bertanggung jawab untuk memimpin, mengelola, dan memfasilitasi proses perubahan dalam organisasi. Peran mereka sangat krusial, di antaranya:

  • Pemicu dan Katalis: Menginisiasi dan mempercepat proses perubahan.
  • Fasilitator: Membantu orang lain untuk memahami dan menerima perubahan. 
  • Pelatih dan Konsultan: Memberikan bimbingan, pelatihan, dan saran kepada individu dan tim. 
  • Penghubung: Menghubungkan manajemen puncak dengan karyawan di lapangan, memastikan komunikasi dua arah berjalan lancar.

Untuk menjalankan peran ini, agen perubahan membutuhkan keterampilan penting, seperti: 

  • Komunikasi Efektif: Mampu menjelaskan visi dan tujuan perubahan secara jelas dan meyakinkan. 
  • Empati dan Kecerdasan Emosional: Memahami perasaan dan kekhawatiran orang lain. 
  • Kemampuan Negosiasi dan Resolusi Konflik: Menyelesaikan perbedaan pendapat dan membangun konsensus. 
  • Kepemimpinan dan Pengaruh: Mampu memotivasi dan menginspirasi orang lain tanpa menggunakan wewenang formal.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 2

by Bunga Ayuningtias -

Bunga Ayuningtias

2311011118

1. Mengapa organisasi melakukan perubahan?

Organisasi melakukan perubahan karena perubahan adalah hal yang tidak terhindarkan di era modern. Lingkungan bisnis, teknologi, regulasi, maupun budaya masyarakat terus berubah sehingga organisasi harus beradaptasi untuk tetap efektif dan bertahan. Meskipun tingkat kegagalan perubahan tinggi, organisasi tetap melakukannya untuk mencapai tujuan, meningkatkan kinerja, serta menyesuaikan proses, orang, budaya, dan kepemimpinan agar relevan dengan tuntutan zaman

2. Definisikan efektivitas organisasi dan kaitannya dengan perubahan organisasi!

  • Menurut Longman (1978), efektivitas adalah kemampuan untuk menghasilkan efek yang diinginkan.
  • Menurut Robbins (1967), efektivitas adalah pencapaian tujuan, tetapi menimbulkan pertanyaan “tujuan siapa?” karena bisa berbeda antara manajemen, karyawan, maupun stakeholder.

Kaitannya dengan perubahan:

Efektivitas organisasi hanya dapat dicapai jika organisasi mampu menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Perubahan menjadi sarana untuk meningkatkan efektivitas, karena tanpa perubahan organisasi berisiko stagnan dan tidak dapat mencapai tujuannya

3. Bagaimana menghargai perbedaan antara perubahan individu, kelompok, dan sistem?

  • Individu: perubahan bisa dijelaskan dengan pendekatan Behavioris (stimulus eksternal, reward–punishment) atau Gestalt-Field (makna dan kesadaran internal).
  • Kelompok: menurut Kurt Lewin, kelompok memiliki norma, peran, dan nilai yang membentuk keseimbangan kuasi-stasioner. Perubahan kelompok membutuhkan intervensi pada norma dan dinamika sosial, bukan hanya pada individu.
  • Sistem: organisasi dipandang sebagai sistem terbuka dengan subsistem (tujuan/nilai, teknis, psikososial, manajerial) yang saling terkait. Perubahan pada satu subsistem akan memengaruhi subsistem lain.

Menghargai perbedaan berarti memahami bahwa strategi perubahan harus disesuaikan dengan levelnya—individu, kelompok, atau sistem—dan tidak bisa disamakan 

4. Bagaimana menghargai sifat penolakan terhadap perubahan dan kaitannya dengan komitmen dan kesiapan terhadap perubahan?

Resistensi atau penolakan adalah reaksi wajar terhadap perubahan. Awalnya dianggap penghambat, kini dipahami sebagai sumber masukan yang bisa memperingatkan organisasi jika perubahan kurang tepat atau berpotensi menimbulkan masalah.

Kaitannya dengan komitmen & kesiapan:

  • Jika perubahan sesuai dengan nilai dan keyakinan individu, resistensi lebih kecil.
  • Jika partisipasi karyawan tinggi, resistensi menurun karena ada rasa memiliki.
  • Resistensi bisa dikelola melalui komunikasi, keadilan organisasi, serta keterlibatan dalam proses.

Dengan menghargai resistensi, organisasi justru dapat memperkuat komitmen dan kesiapan menghadapi perubahan 

5. Bagaimana peran dan keterampilan agen perubahan?

Peran agen perubahan:

  • Pemimpin tim, fasilitator, pelatih (coach), manajer proyek, atau konsultan.
  • Bertanggung jawab memastikan proses perubahan berjalan efektif.
  • Berperan sebagai fasilitator netral maupun penggerak utama yang menciptakan makna perubahan.

Keterampilan agen perubahan:

  • Diagnostik → menilai kesiapan organisasi.
  • Komunikasi → menyampaikan pesan perubahan secara jelas.
  • Negosiasi → mengatasi resistensi dan membangun dukungan.
  • Manajemen relasi → membangun kepercayaan di semua level organisasi.
  • Adaptasi & kreativitas → mampu menghadapi dinamika kompleks dalam proses perubahan.

Seorang agen perubahan ideal harus memiliki kombinasi keterampilan teknis, interpersonal, politik, dan kreatif agar berhasil menggerakkan organisasi

In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 2

by Iren Natalia Br Sinuraya -
Iren Natalia Br Sinuraya
2311011108

1. Mengapa organisasi melakukan perubahan?
Organisasi melakukan perubahan karena ingin mencapai efektivitas. Lingkungan bisnis selalu berubah (teknologi, pasar, regulasi, persaingan), sehingga organisasi perlu menyesuaikan diri agar tetap bertahan, meningkatkan kinerja, dan menjaga daya saing.

2. Efektivitas organisasi & kaitannya dengan perubahan
Efektivitas adalah kemampuan organisasi mencapai tujuan dan hasil yang diinginkan. Perubahan menjadi penting karena efektivitas tidak hanya ditentukan oleh pencapaian tujuan, tetapi juga oleh bagaimana organisasi mengelola proses, SDM, budaya, dan kepemimpinan agar tetap relevan dengan kebutuhan lingkungan.

3. Perbedaan perubahan individu, kelompok, dan sistem
Individu: perubahan terjadi karena pengaruh stimulus eksternal atau interpretasi pribadi, misalnya lewat pelatihan atau motivasi.

Kelompok: perubahan berfokus pada norma, peran, dan nilai bersama yang mengatur perilaku tim.

Sistem/organisasi: perubahan menyangkut keterkaitan antar subsistem (tujuan, teknis, psikososial, manajerial) yang harus selaras agar organisasi berfungsi efektif.

4. Penolakan terhadap perubahan & kaitannya dengan komitmen/kesiapan
Resistensi tidak selalu negatif, karena bisa menjadi tanda peringatan jika perubahan kurang tepat. Tingkat komitmen dan kesiapan sangat berpengaruh: semakin tinggi komitmen dan partisipasi karyawan, semakin kecil resistensi. Oleh karena itu, resistensi sebaiknya dihargai sebagai masukan untuk memperbaiki strategi perubahan.

5. Peran & keterampilan agen perubahan
Agen perubahan adalah individu yang bertanggung jawab menggerakkan dan memfasilitasi proses perubahan. Mereka berperan sebagai pemimpin, fasilitator, pelatih, hingga konsultan. Keterampilan penting yang harus dimiliki meliputi: menetapkan arah tujuan, membangun komunikasi yang efektif, melakukan negosiasi, menilai kesiapan organisasi, serta menjaga dukungan dari manajemen dan karyawan agar perubahan berjalan lancar.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 2

by Naufal Fadhil Ramadhan -

Naufal Fadhil Ramadhan

2311011117


1. Mengapa organisasi melakukan perubahan?

Organisasi melakukan perubahan karena lingkungan internal dan eksternal selalu berkembang.

Beberapa alasan utama:

  • Teknologi: munculnya inovasi baru menuntut organisasi beradaptasi.
  • Persaingan: untuk tetap unggul di pasar, organisasi perlu menyesuaikan strategi.
  • Kebutuhan pelanggan: preferensi konsumen selalu berubah.
  • Globalisasi: membuka peluang sekaligus ancaman yang menuntut adaptasi.
  • Regulasi dan kebijakan pemerintah: aturan baru dapat memaksa perubahan.
  • Kinerja internal: masalah efisiensi, produktivitas, dan SDM bisa mendorong perubahan.

Intinya, organisasi berubah agar tetap relevan, kompetitif, dan berkelanjutan.


2. Definisikan efektivitas organisasi dan kaitannya dengan perubahan organisasi!

  • Efektivitas organisasi adalah tingkat keberhasilan organisasi dalam mencapai tujuan dengan memanfaatkan sumber daya secara optimal.
  • Kaitannya dengan perubahan organisasi:
    • Perubahan biasanya dilakukan agar efektivitas meningkat.
    • Jika organisasi tidak berubah, efektivitas bisa menurun karena metode lama tidak sesuai dengan tantangan baru.
    • Efektivitas yang tinggi menunjukkan bahwa perubahan yang dilakukan berhasil, sedangkan efektivitas yang rendah bisa jadi tanda perlunya perubahan baru.


3. Bagaimana menghargai perbedaan antara perubahan individu, kelompok, dan sistem?

  • Perubahan individu: fokus pada sikap, perilaku, keterampilan, dan motivasi personal.
    Cara menghargainya: memberi pelatihan, dukungan, dan waktu untuk beradaptasi.
  • Perubahan kelompok: menyangkut dinamika tim, budaya kerja, dan interaksi.
    Cara menghargainya: membangun komunikasi terbuka, melibatkan kelompok dalam keputusan.
  • Perubahan sistem: meliputi struktur, prosedur, kebijakan, dan teknologi.
    Cara menghargainya: memastikan sistem mendukung kebutuhan individu dan kelompok, bukan sebaliknya.

Intinya, tiap level perubahan punya kebutuhan berbeda, dan manajemen harus mampu menyelaraskan ketiganya.


4. Bagaimana menghargai sifat penolakan terhadap perubahan dan kaitannya dengan komitmen dan kesiapan terhadap perubahan?

  • Penolakan terhadap perubahan adalah hal wajar, karena manusia cenderung nyaman dengan rutinitas dan takut terhadap ketidakpastian.
  • Cara menghargainya:
    • Dengarkan alasan penolakan (bisa karena kurang informasi, takut gagal, atau merasa dirugikan).
    • Libatkan karyawan dalam proses perubahan.
    • Sediakan komunikasi yang jelas, pelatihan, dan dukungan emosional.
  • Kaitannya dengan komitmen dan kesiapan:
    • Jika penolakan diabaikan → komitmen rendah, kesiapan perubahan buruk.
    • Jika penolakan dikelola dengan baik → justru bisa meningkatkan komitmen karena orang merasa didengar, serta kesiapan karena mereka lebih memahami tujuan perubahan.


5. Bagaimana peran dan keterampilan agen perubahan?

Agen perubahan = individu atau kelompok yang mendorong, memimpin, dan memfasilitasi proses perubahan.

  • Peran utama:
  1. Komunikator → menjelaskan alasan dan manfaat perubahan.
  2. Fasilitator → menyediakan dukungan, pelatihan, dan sumber daya.
  3. Motivator → mendorong semangat dan mengurangi resistensi.
  4. Negosiator → menjembatani konflik antar pihak yang terdampak.
  5. Evaluator → menilai efektivitas perubahan dan memberikan masukan.
  • Keterampilan yang dibutuhkan:
  1. Komunikasi yang jelas dan persuasif.
  2. Kepemimpinan dan kemampuan memotivasi.
  3. Empati dan kecerdasan emosional.
  4. Manajemen konflik dan negosiasi.
  5. Analisis sistem dan pemecahan masalah.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 2

by Keyla Shafira Az-zahra -

Nama : Keyla Shafira Az-zahra 

NPM : 2311011041


SOAL

1. Mengapa organisasi melakukan perubahan?

Jawab:

Organisasi melakukan perubahan karena adanya tuntutan internal maupun eksternal. Faktor eksternal seperti globalisasi, perkembangan teknologi, dinamika pasar, kebijakan pemerintah, hingga perubahan perilaku konsumen mendorong organisasi untuk beradaptasi agar tetap relevan dan kompetitif. Sementara itu, faktor internal seperti kebutuhan peningkatan efisiensi, produktivitas, dan perbaikan budaya organisasi juga menjadi pemicu. Tanpa melakukan perubahan, organisasi berisiko mengalami stagnasi bahkan kegagalan dalam mencapai tujuan jangka panjang. Dengan kata lain, perubahan adalah strategi adaptasi sekaligus inovasi untuk menjamin keberlangsungan organisasi.


2. Definisikan efektivitas organisasi dan kaitannya dengan perubahan organisasi?

Jawab:

Efektivitas organisasi adalah tingkat sejauh mana organisasi berhasil mencapai tujuan dan sasarannya dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia secara optimal. Efektivitas tidak hanya mencakup pencapaian target finansial, tetapi juga kualitas kerja, kepuasan karyawan, dan keberhasilan membangun citra positif. Kaitannya dengan perubahan organisasi, efektivitas hanya dapat dicapai jika organisasi mampu menyesuaikan struktur, proses, maupun budaya kerjanya dengan tuntutan lingkungan yang dinamis. Artinya, perubahan organisasi merupakan instrumen penting untuk menjaga efektivitas, karena organisasi yang efektif adalah organisasi yang adaptif dan responsif terhadap perubahan.

3. Bagaimana menghargai perbedaan antara perubahan individu, kelompok, dan sistem?

Jawab:

Perubahan individu berfokus pada pola pikir, sikap, dan perilaku seseorang dalam merespons dinamika organisasi. Perubahan kelompok menyangkut interaksi, norma, serta dinamika dalam tim yang dapat memengaruhi kolaborasi dan koordinasi. Sementara itu, perubahan sistem berkaitan dengan struktur organisasi, kebijakan, prosedur, serta teknologi yang digunakan. Menghargai perbedaan ini berarti memahami bahwa setiap level perubahan memiliki tantangan dan kebutuhan intervensi yang berbeda. Organisasi harus memperhatikan pendekatan personal dalam mengelola perubahan individu, strategi komunikasi dan kerja sama dalam kelompok, serta perencanaan yang sistematis pada level sistem agar transformasi berjalan seimbang dan berkesinambungan.


4. Bagaimana menghargai sifat penolakan terhadap perubahan dan kaitannya dengan komitmen serta kesiapan terhadap perubahan?

Jawab:

Penolakan terhadap perubahan merupakan respons yang wajar karena perubahan seringkali menimbulkan ketidakpastian, rasa kehilangan, maupun ketakutan akan hal baru. Menghargai penolakan berarti organisasi tidak mengabaikan atau memaksa, melainkan mendengarkan aspirasi, memberikan penjelasan yang transparan, serta melibatkan anggota dalam proses perubahan. Keterkaitan dengan komitmen dan kesiapan adalah bahwa semakin organisasi mampu mengelola resistensi dengan empati dan komunikasi yang baik, semakin tinggi tingkat komitmen dan kesiapan karyawan untuk menerima serta mendukung perubahan. Dengan demikian, penolakan bukanlah hambatan mutlak, melainkan peluang untuk meningkatkan kualitas implementasi perubahan.


5. Bagaimana peran dan keterampilan agen perubahan?

Jawab:

Agen perubahan (change agent) adalah individu atau kelompok yang bertanggung jawab dalam mengelola, memfasilitasi, serta memastikan proses perubahan berjalan dengan baik. Mereka tidak hanya bertindak sebagai fasilitator netral, tetapi juga sebagai penggerak utama yang mampu memengaruhi persepsi, menciptakan makna, serta mengarahkan organisasi menuju kondisi yang diharapkan. Peran agen perubahan dapat berupa pemimpin tim, fasilitator, pelatih (coach), manajer proyek, maupun konsultan internal dan eksternal. Dengan kata lain, agen perubahan hadir sebagai katalis yang menghubungkan visi manajemen dengan implementasi nyata di lapangan.

Keterampilan yang dibutuhkan agen perubahan sangat beragam dan mencakup aspek teknis maupun interpersonal. Beberapa keterampilan utama antara lain:

  • Keterampilan diagnostik, yaitu kemampuan menilai kesiapan organisasi terhadap perubahan, memahami sejarah organisasi, serta mengidentifikasi potensi resistensi.
  • Keterampilan komunikasi, yakni menyampaikan pesan perubahan secara jelas, membangun pemahaman bersama, dan mengelola dialog konstruktif.
  • Keterampilan negosiasi dan manajemen konflik, untuk mengatasi resistensi dan membangun dukungan dari berbagai pihak.
  • Kemampuan membangun kepercayaan, yaitu menciptakan lingkungan positif agar perubahan dapat diterima secara luas.
  • Kemampuan analitis, politik, dan kreatif, yang diperlukan untuk membaca situasi kompleks, menjalin komunikasi dengan manajemen puncak, sekaligus menghadirkan inovasi dalam strategi perubahan.

Selain itu, agen perubahan juga memiliki tanggung jawab menilai kesiapan pada tiga level: makro (budaya organisasi dan strategi), meso (norma kelompok dan struktur manajemen), dan mikro (individu serta keterampilannya). Perspektif modern menekankan bahwa meskipun semua pihak dalam organisasi memiliki peran dalam perubahan, keberadaan agen perubahan profesional dengan kompetensi tinggi tetap menjadi faktor kunci keberhasilan

In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 2

by Qori Atsaravin Husein -
Nama : Qori Atsaravin Husein
Npm : 2211011070
Soal :
1. Mengapa organisasi melakukan perubahan ?
= Organisasi melakukan perubahan untuk bertahan dan berkembang dalam lingkungan yang dinamis, didorong oleh faktor eksternal seperti perkembangan teknologi, persaingan pasar, dan globalisasi, serta faktor internal seperti kebutuhan inovasi, pengembangan keterampilan karyawan, penciptaan peluang baru, dan peningkatan moral kerja. Perubahan memastikan organisasi tetap relevan, efisien, dan kompetitif, serta mampu beradaptasi dengan perubahan tuntutan pasar dan kebutuhan konsumen.

2. Definisikan efektivitas organisasi dan kaitannya dengan perubahan organisasi !
= Efektivitas organisasi adalah kemampuan organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan secara optimal, dengan memanfaatkan sumber daya yang ada dan merespons lingkungan eksternal.
- Kaitannya :
1) Pemicu Perubahan:Dalam lingkungan bisnis yang selalu berubah, organisasi harus terus-menerus melakukan inovasi dan perubahan untuk tetap relevan dan kompetitif.
2) Tujuan Perubahan:Perubahan organisasi, seperti penyesuaian struktur, strategi, atau budaya, dirancang untuk meningkatkan efektivitas organisasi.
3) Evaluasi Dampak:Setiap perubahan yang diimplementasikan harus dievaluasi untuk melihat apakah perubahan tersebut benar-benar berkontribusi pada pencapaian tujuan organisasi.
4) Menciptakan Organisasi yang Adaptif:Perubahan organisasi yang efektif akan menghasilkan organisasi yang lebih responsif terhadap tuntutan lingkungan.


3. Bagaimana menghargai perbedaan antara perubahan individu, kelompok dan sistem.
= 1) Perubahan Individu
Bersifat personal dan unik, tergantung pada kepribadian, motivasi, nilai, dan pengalaman hidup seseorang.
- Cara menghargai:
Tunjukkan empati dan sabar terhadap ritme perubahan tiap individu.
Hindari memaksa semua orang untuk berubah pada waktu yang sama.
2) Perubahan Kelompok
Terjadi ketika sekelompok orang (tim, komunitas, organisasi kecil) beradaptasi terhadap sesuatu.
Sering dipengaruhi oleh dinamika kelompok, seperti kepemimpinan, komunikasi, solidaritas, dan norma.
- Cara menghargai:
Sadari bahwa kelompok memerlukan proses diskusi dan konsensus.
Hormati keberagaman pendapat dalam kelompok sebelum keputusan diambil.
Fasilitasi kerja sama dan komunikasi agar perubahan tidak hanya diputuskan oleh satu pihak saja.
3) Perubahan Sistem
Bersifat lebih luas dan struktural, mencakup aturan, kebijakan, budaya organisasi, bahkan tata kelola masyarakat.
Dampaknya besar, tapi sering berjalan lebih lambat karena melibatkan banyak faktor.
- Cara menghargai:
Akui bahwa perubahan sistem memerlukan strategi jangka panjang dan koordinasi lintas pihak.
Hargai kontribusi kecil dari individu maupun kelompok sebagai bagian dari transformasi besar.

4. Bagaimana menghargai sifat penolakan terhadap perubahan dan kaitannya dengan komitmen dan kesiapan terhadap perubahan?
= Menghargai penolakan ini berarti memahami bahwa resistensi bukan sekadar sikap negatif, melainkan bentuk kewaspadaan dan kebutuhan akan penjelasan yang lebih jelas.
Dalam konteks komitmen, penolakan dapat menjadi indikator bahwa individu atau kelompok membutuhkan alasan yang lebih kuat untuk merasa terikat dan percaya pada arah perubahan.
Dengan menghargai penolakan, pemimpin atau fasilitator dapat menjadikannya sebagai masukan berharga untuk meningkatkan komunikasi, memberikan dukungan, serta menumbuhkan rasa percaya sehingga komitmen dan kesiapan terhadap perubahan dapat tumbuh secara lebih alami.

5. Bagaimana peran dan keterampilan agen perubahan ?
= Perannya meliputi memberi arah dan inspirasi agar orang lain memahami urgensi perubahan, menciptakan komunikasi yang jelas untuk mengurangi resistensi, serta membangun kepercayaan agar pihak-pihak yang terlibat merasa aman dalam menghadapi situasi baru.
Agen perubahan juga berfungsi sebagai jembatan antara manajemen atau pengambil keputusan dengan individu atau kelompok yang terdampak, sehingga proses adaptasi berjalan lebih seimbang dan tidak menimbulkan kesenjangan kepentingan.

Untuk menjalankan peran tersebut, agen perubahan perlu memiliki keterampilan tertentu, antara lain keterampilan komunikasi yang efektif agar mampu menyampaikan gagasan secara persuasif dan transparan, keterampilan kepemimpinan untuk memberi teladan serta memotivasi, dan keterampilan manajemen konflik untuk mengatasi penolakan atau perbedaan pendapat yang muncul.
Selain itu, keterampilan analisis dan pemecahan masalah sangat diperlukan untuk mengidentifikasi hambatan serta merumuskan solusi yang realistis.
Empati, kecerdasan emosional, dan kemampuan membangun hubungan juga menjadi modal utama, karena perubahan lebih mudah diterima ketika orang merasa dihargai dan didukung dalam prosesnya.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 2

by Mickey alexander 2251011032 -
NAMA: Mickey Alexander
NPM: 2251011032

1). Organisasi melakukan perubahan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan yang dinamis, meningkatkan efisiensi, memenuhi kebutuhan pelanggan dan mengatasi masalah internal.

2). Efektivitas organisasi adalah sejauh mana sebuah organisasi berhasil mencapai tujuan dan hasil yang diinginkan dengan menggunakan sumber daya secara optimal.
Perubahan organisasi sering dilakukan untuk meningkatkan efektivitas ini agar organisasi bisa lebih adaptif, responsif, dan berhasil dalam menghadapi tantangan serta peluang baru.

3). Menghargai perbedaan antara perubahan individu, kelompok, dan sistem berarti memahami bahwa setiap tingkat perubahan punya dinamika dan kebutuhan yang berbeda:
-Perubahan individu fokus pada sikap dan perilaku personal.
-Perubahan kelompok melibatkan interaksi dan pola kerja bersama.
-Perubahan sistem mencakup struktur dan proses besar dalam organisasi.

4). Menghargai sifat penolakan terhadap perubahan adalah dengan cara mendengarkan secara empati, memberikan ruang bagi ekspresi kekhawatiran, dan menjelaskan manfaat dan tujuan perubahan secara jelas agar individu merasa dihargai.
Sifat penolakan terhadap perubahan yang dihargai dan ditangani dengan baik dapat meningkatkan kesiapan individu atau kelompok untuk berubah. karena mereka merasa didengar dan dipahami sehingga mengurangi resistensi.
Hal ini juga dapat memperkuat komitmen terhadap perubahan karena keterlibatan dan kepercayaan yang tumbuh selama proses yang menjadikan mereka lebih terbuka dan berkontribusi aktif dalam mewujudkan tujuan perubahan.

5). PERAN
-Bertindak sebagai fasiliator netral (perspektif OD).
-Membantu pihak terkait menentukan opsi dan membuat keputusan.
-Membangun kepercayaan dan menciptakan lingkungan positif untuk perubahan.

KETERAMPILAN
-Menilai kesiapan organisasi terhadap perubahan.
-Mengategorikan organisasi: kaku menjadi organik. Memahami sejarah organisasi dan dampaknya terhadap resistensi.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 2

by Miftahhudin _2211011154 -
Nama : Miftahhudin
NPM : 2211011154

1.Organisasi melakukan perubahan karena perubahan dalam bisnis, teknologi, pasar, dan perilaku konsumen tidak bisa dihindari. Tanpa beradaptasi, organisasi bisa tertinggal dan kehilangan daya saing. Perubahan penting agar tujuan tercapai, efektivitas terjaga, dan organisasi mampu menghadapi tantangan internal maupun eksternal

2.Efektivitas organisasi adalah kemampuan mencapai tujuan secara optimal. Untuk mencapainya, organisasi harus menyesuaikan struktur, proses, budaya, dan kepemimpinan dengan kondisi yang ada. Perubahan menjadi sarana utama agar organisasi tetap efektif menghadapi tantangan

3.Perubahan organisasi terjadi pada level individu, kelompok, dan sistem. Individu terkait sikap dan motivasi, kelompok menyangkut norma dan peran, sedangkan sistem meliputi budaya, struktur, dan teknologi. Setiap level butuh pendekatan berbeda, tetapi saling memengaruhi satu sama lain

4.Resistensi terhadap perubahan tidak selalu negatif, justru bisa menjadi masukan berharga. Penolakan bisa muncul karena perubahan kurang tepat atau tidak adil. Dengan komunikasi jelas, keterlibatan karyawan, dan rasa keadilan, resistensi dapat berkurang sehingga komitmen terhadap perubahan semakin kuat

5.Agen perubahan berperan mendorong dan mengelola perubahan agar berjalan baik. Mereka bisa menjadi pemimpin, fasilitator, atau konsultan. Keterampilan yang dibutuhkan meliputi diagnosis kesiapan organisasi, komunikasi, negosiasi, membangun kepercayaan, serta melibatkan semua pihak. Kreativitas dan kemampuan membangun hubungan membuat agen perubahan jadi penggerak utama transformasi
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 2

by Dea Permata Sari 2311011131 -
Nama : Dea Permata Sari
Npm : 2311011131

1. Mengapa organisasi melakukan perubahan ?
Jawab: 
Organisasi perlu berubah karena ingin mencapai efektivitas. Efektivitas artinya kemampuan organisasi untuk mencapai tujuan dan hasil yang diinginkan. Jadi, perubahan dilakukan supaya proses, orang, budaya, dan kepemimpinan tetap relevan dengan kondisi lingkungan.

2. Definisikan efektivitas organisasi dan kaitannya dengan perubahan organisasi !
Jawab: 
Efektivitas organisasi adalah kemampuan atau kekuatan untuk menghasilkan efek yang diinginkan atau mencapai tujuan organisasi (Longman, 1978; Robbins, 1967). Efektivitas tidak hanya dilihat dari pencapaian tujuan, tetapi juga bergantung pada bagaimana organisasi disusun dan dijalankan, seperti proses kerja, orang, budaya, dan kepemimpinan (Handy, 1993; Yukl, 2002).

Kaitannya dengan perubahan organisasi adalah:
• Organisasi melakukan perubahan karena ingin meningkatkan efektivitas.
• Tanpa perubahan, organisasi berisiko tidak lagi efektif menghadapi dinamika lingkungan.
• Perubahan membantu menyesuaikan struktur, strategi, budaya, maupun perilaku agar tetap relevan dan mampu mencapai tujuan yang diinginkan.

3. Bagaimana menghargai perbedaan antara perubahan individu, kelompok dan sistem.
Jawab:
Untuk menghargai perbedaan antara perubahan individu, kelompok, dan sistem, kita perlu memahami fokus serta pendekatan masing-masing:

Perubahan Individu

Perspektif Behavioris: perilaku individu dipengaruhi oleh stimulus eksternal (hadiah atau hukuman).

Perspektif Gestalt-Field: individu dipandang sebagai organisme utuh, perubahan tergantung bagaimana mereka menafsirkan stimulus.

Artinya, perubahan individu bisa didorong dengan kombinasi insentif eksternal dan kesadaran internal.

Perubahan Kelompok

Dijelaskan oleh teori Dinamika Kelompok (Kurt Lewin).

Fokusnya pada norma, peran, dan nilai dalam kelompok kerja.

Perubahan kelompok berarti menciptakan keseimbangan baru melalui interaksi sosial dan kerja sama tim.

Perubahan Sistem (Organisasi)

Dilihat melalui pendekatan Sistem Terbuka.

Organisasi terdiri dari sub-sistem yang saling memengaruhi: tujuan & nilai, teknis, psikososial, dan manajerial.

Perubahan dalam satu sub-sistem akan berdampak pada keseluruhan organisasi.

Kesimpulan:

Perbedaan ini harus dihargai karena tiap tingkat perubahan punya fokus dan tantangan yang berbeda. Individu menekankan perilaku dan kesadaran, kelompok menekankan norma dan nilai, sementara sistem menekankan keterkaitan antar sub-sistem. Ketiganya saling melengkapi dan tidak bisa dipisahkan dalam manajemen perubahan.

4. Bagaimana menghargai sifat penolakan terhadap perubahan dan kaitannya dengan komitmen dan kesiapan terhadap perubahan?
Jawab: 
Penolakan atau resistensi terhadap perubahan wajar terjadi dalam organisasi. Dulu resistensi dianggap sebagai hambatan, tapi dalam pandangan modern resistensi tidak selalu buruk. Justru resistensi bisa menjadi tanda bahwa perubahan yang direncanakan mungkin kurang tepat, tidak realistis, atau menimbulkan masalah etis.

Resistensi juga tidak hanya berasal dari sifat individu, tetapi bisa muncul karena struktur dan dinamika organisasi. Faktor seperti nilai, keyakinan, kontrak psikologis, hingga gaya kepemimpinan sangat memengaruhi.

Kaitannya dengan komitmen dan kesiapan:

Jika organisasi siap berubah, resistensi bisa dikelola melalui partisipasi, komunikasi terbuka, dan keadilan prosedural. Hal ini akan meningkatkan komitmen anggota untuk mendukung perubahan.

Jika organisasi tidak siap, resistensi akan makin kuat, menurunkan komitmen, bahkan berisiko membuat perubahan gagal.

Jadi Menghargai sifat penolakan berarti melihat resistensi bukan sekadar penghalang, tetapi sebagai masukan yang berharga. Dengan kesiapan organisasi dan komitmen individu yang tinggi, resistensi bisa diubah menjadi peluang untuk memperbaiki arah perubahan.

5. Bagaimana peran dan keterampilan agen perubahan ?
Jawab:

Agen perubahan adalah pihak yang bertanggung jawab memastikan proses perubahan berjalan dengan baik. Mereka terdiri dari:

1. Pemimpin sebagai penjamin yang memastikan perubahan berjalan sesuai arah.

2. Fasilitator  sebagai penyedia informasi dan penghubung antar pihak.

3. Pelatih (coach)  memberikan bimbingan agar individu atau tim siap menghadapi perubahan.

4. Manajer proyek sebagai mengatur jalannya perubahan secara terstruktur.

5. Konsultan internal maupun eksternal bertindak sebagai katalis, memberikan saran dan dukungan.

Peran Agen Perubahan yaitu:

Bertindak sebagai fasilitator netral, membantu pihak terkait menentukan opsi dan membuat keputusan.

Membangun kepercayaan serta menciptakan lingkungan positif untuk perubahan.

Menilai kesiapan organisasi di tiga level:

Makro → strategi & budaya organisasi.

Meso → norma kelompok & struktur manajemen.

Mikro → kesiapan individu.

Penggerak utama → bukan sekadar fasilitator, tapi motor perubahan dengan mengelola komunikasi, negosiasi, dan membangun makna bersama.

Keterampilan & Kompetensi Agen Perubahan yaitu:

• Keterampilan diagnostik → menilai kesiapan organisasi, memahami sejarah, dan mengategorikan sifat organisasi (kaku ↔ organik).

• Goals (Tujuan) → menetapkan arah perubahan.

• Roles (Peran) → memahami fungsi dan tanggung jawab pihak terkait.

• Communication → menyampaikan pesan dengan jelas dan efektif.

• Negotiation → mengatasi resistensi dan membangun dukungan.

• Managing Up → menjalin komunikasi dengan manajemen puncak.

• Kreativitas & Simbolik → menggunakan bahasa, simbol, dan improvisasi untuk mengurangi ketidakpastian serta memberi rasa aman.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 2

by SAFNAH ZAQIYAH -
Safnah Zaqiyah
2311011038


1. Organisasi tidak pernah berada dalam kondisi yang statis. Perubahan adalah sesuatu yang tidak terhindarkan karena organisasi beroperasi dalam lingkungan yang terus berubah. Organisasi melakukan perubahan karena ingin menyesuaikan diri dengan kondisi eksternal, memperbaiki kondisi internal, memenuhi kebutuhan pasar, mengalahkan pesaing, dan memastikan keberlangsungan hidup organisasi.

2. Efektivitas organisasi adalah tingkat keberhasilan organisasi dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia secara optimal.
Kaitannya dengan Perubahan Organisasi, yaitu :
• Perubahan meningkatkan efektivitas, organisasi melakukan perubahan agar sistem, struktur, dan proses kerja bisa lebih produktif, inovatif, dan responsif terhadap kebutuhan pasar.
• Tanpa perubahan, efektivitas akan menurun jika organisasi tidak menyesuaikan diri dengan teknologi, tren, atau tuntutan pasar, kinerja akan tertinggal.
• Efektivitas sebagai indikator keberhasilan perubahan, keberhasilan program perubahan dapat diukur dari meningkatnya efektivitas organisasi.

3. Menghargai perbedaan ini berarti menyadari bahwa setiap level butuh pendekatan berbeda, diantaranya sebagai berikut.
• Perubahan individu : fokus pada sikap, perilaku, kompetensi, dan motivasi personal.
Contoh: karyawan belajar teknologi baru.
• Perubahan kelompok : menyangkut dinamika tim, komunikasi, budaya kerja sama, dan kepemimpinan.
Contoh: perubahan cara kerja tim dari manual ke digital.
• Perubahan sistem/organisasi : meliputi struktur, strategi, kebijakan, dan prosedur.
Contoh: reorganisasi perusahaan atau transformasi digital.

4. Penolakan terhadap perubahan harus dihargai karena merupakan reaksi yang wajar. Cara menghargainya adalah dengan mendengarkan alasan resistensi, memberikan penjelasan yang jelas mengenai tujuan perubahan, melibatkan karyawan dalam proses, serta memberi dukungan seperti pelatihan dan pendampingan.

Jika penolakan dikelola dengan baik, maka karyawan akan merasa diperhatikan dan akhirnya bersedia mendukung. Hal ini membuat resistensi berangsur berubah menjadi komitmen yang kuat terhadap keberhasilan perubahan.

Selain itu, kemampuan organisasi dalam mengelola resistensi menunjukkan tingkat kesiapan yang tinggi untuk berubah. Semakin baik penanganan penolakan, semakin siap pula organisasi menghadapi perubahan, sehingga proses transisi dapat berjalan lebih lancar.

5. Agen perubahan adalah individu atau kelompok yang mendorong, memfasilitasi, dan memastikan perubahan berjalan efektif dalam organisasi. Peran utamanya meliputi:
• Pemimpin (Leader)
Menjadi teladan dan penggerak utama dalam proses perubahan, dengan menentukan arah, visi, dan memotivasi orang lain untuk ikut serta.
• Fasilitator (Facilitator)
Menjembatani komunikasi antara manajemen dan karyawan serta memastikan semua pihak terlibat dan memahami tujuan perubahan.
• Pelatih (Trainer/Coach)
Memberikan bimbingan, pelatihan, dan pendampingan agar karyawan memiliki kompetensi yang sesuai dengan tuntutan perubahan.
• Manajer Proyek (Project Manager)
Mengatur jalannya program perubahan secara sistematis, menyusun jadwal, alokasi sumber daya, serta mengontrol kemajuan implementasi.
• Konsultan Internal dan Eksternal (Internal & External Consultant)
Konsultan internal : memahami budaya dan kondisi organisasi dari dalam, memberi solusi yang realistis.
Konsultan eksternal : memberi pandangan objektif, keahlian khusus, dan benchmark dari luar organisasi.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 2

by Agustin Dwi Rahayu 2311011093 -
Nama: Agustin Dwi Rahayu
NPM: 2311011093

1. Mengapa organisasi melakukan perubahan?
Organisasi terdorong untuk melakukan perubahan karena ingin mencapai tingkat efektivitas yang lebih tinggi. Walaupun risiko kegagalan cukup besar, perubahan tetap dilakukan sebab tanpa penyesuaian, organisasi berpotensi tertinggal oleh perkembangan lingkungan. Efektivitas tidak hanya dipengaruhi oleh strategi, tetapi juga oleh cara organisasi dijalankan melalui orang-orangnya, proses kerja, budaya, dan kepemimpinan. Dengan demikian, perubahan adalah sarana penting bagi organisasi agar dapat terus relevan serta mampu menghasilkan hasil yang diharapkan.

2. Definisikan efektivitas organisasi dan kaitannya dengan perubahan organisasi!
Efektivitas organisasi pada dasarnya adalah kemampuan untuk mewujudkan hasil atau dampak yang diinginkan. Robbins menambahkan bahwa efektivitas kerap diartikan sebagai pencapaian tujuan, meskipun selalu muncul pertanyaan mengenai “tujuan siapa yang sebenarnya dicapai.” Hubungan antara efektivitas dan perubahan sangat erat, karena setiap perubahan yang dilakukan bertujuan meningkatkan kemampuan organisasi dalam memenuhi tujuannya. Tanpa adanya perubahan, efektivitas organisasi akan berkurang seiring dengan meningkatnya tuntutan lingkungan dan dinamika zaman.

3. Bagaimana menghargai perbedaan antara perubahan individu, kelompok, dan sistem.
Perubahan dapat dipahami pada tiga level yang berbeda, yaitu individu, kelompok, dan sistem. Pada tingkat individu, pendekatan Behavioris menekankan pentingnya stimulus dari luar, sedangkan Gestalt-Field menekankan makna yang diberikan individu terhadap suatu pengalaman. Pada tingkat kelompok, teori Kurt Lewin menunjukkan bahwa perubahan lebih efektif dilakukan melalui norma, peran, dan nilai yang dianut bersama. Sementara pada tingkat sistem, organisasi dilihat sebagai sistem terbuka yang terdiri dari beberapa subsistem—tujuan, teknis, psikososial, dan manajerial—yang harus berjalan selaras. Menghargai perbedaan ini berarti memahami bahwa strategi perubahan harus menyesuaikan dengan karakteristik tiap level, karena cara mendekati individu tentu berbeda dengan kelompok maupun sistem.

4. Bagaimana menghargai sifat penolakan terhadap perubahan dan kaitannya dengan komitmen dan kesiapan terhadap perubahan?
Penolakan terhadap perubahan merupakan sesuatu yang wajar terjadi. Pandangan lama cenderung melihat resistensi sebagai penghalang utama, tetapi pandangan modern menganggap resistensi juga bisa menjadi sinyal penting bahwa rencana perubahan perlu dikaji ulang. Dalam kaitannya dengan komitmen dan kesiapan, resistensi biasanya muncul ketika perubahan bertentangan dengan nilai atau keyakinan individu, atau dilaksanakan dengan cara yang tidak transparan. Namun jika perubahan dirancang secara adil, melibatkan partisipasi, serta komunikasinya jelas, maka resistensi dapat ditekan, sementara komitmen dan kesiapan untuk berubah akan meningkat. Oleh karena itu, resistensi sebaiknya tidak langsung dipandang negatif, melainkan sebagai masukan untuk menyempurnakan proses perubahan.

5. Bagaimana peran dan keterampilan agen perubahan?
Agen perubahan adalah tokoh utama yang memastikan keberhasilan proses transisi dalam organisasi. Mereka bisa berasal dari internal maupun eksternal, seperti manajer, fasilitator, pelatih, atau konsultan. Perannya meliputi menetapkan arah perubahan, menjelaskan peran masing-masing pihak, membangun komunikasi yang efektif, melakukan negosiasi untuk mengurangi penolakan, hingga menjalin hubungan dengan manajemen puncak. Di samping itu, agen perubahan harus memiliki keterampilan diagnostik untuk membaca kesiapan organisasi, baik di level strategis, kelompok, maupun individu. Dengan kombinasi kemampuan ini, agen perubahan tidak hanya berperan sebagai fasilitator netral, tetapi juga sebagai motor penggerak yang menjaga agar perubahan berjalan sesuai tujuan organisasi.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 2

by FITARIA DIANDARI 2311011111 -

NAMA : Fitaria Diandari 

NPM : 2311011111


1. Mengapa organisasi melakukan perubahan?
Organisasi melakukan perubahan karena dunia terus berkembang. Lingkungan bisnis, teknologi, kebutuhan pelanggan, dan persaingan tidak pernah berhenti berubah. Kalau organisasi tetap diam, maka mereka bisa tertinggal atau bahkan kalah bersaing. Jadi, perubahan dilakukan agar organisasi bisa tetap relevan, lebih efisien, dan mampu bertahan jangka panjang.


2. Definisikan efektivitas organisasi dan kaitannya dengan perubahan organisasi!

Efektivitas organisasi adalah ukuran sejauh mana organisasi berhasil mencapai tujuan yang sudah ditetapkan. Kaitannya dengan perubahan adalah: ketika lingkungan berubah, cara lama mungkin tidak lagi efektif. Maka, organisasi perlu melakukan perubahan agar tetap bisa bekerja secara efektif, mencapai tujuan, dan memberi nilai tambah bagi pelanggan maupun anggota organisasi.


3. Bagaimana menghargai perbedaan antara perubahan individu, kelompok, dan sistem?

  • Perubahan individu → fokus pada cara pikir, sikap, dan perilaku seseorang.
  • Perubahan kelompok → menyangkut cara tim bekerja sama, komunikasi, dan budaya kerja dalam kelompok.
  • Perubahan sistem → lebih luas, menyangkut struktur organisasi, kebijakan, teknologi, hingga budaya organisasi secara keseluruhan.

Menghargai perbedaan ini artinya kita sadar bahwa mengubah satu orang berbeda tantangannya dengan mengubah satu tim, dan berbeda lagi dengan mengubah seluruh organisasi. Jadi, strategi yang dipakai harus sesuai dengan level perubahan.


4. Bagaimana menghargai sifat penolakan terhadap perubahan dan kaitannya dengan komitmen serta kesiapan terhadap perubahan?

Penolakan terhadap perubahan adalah hal yang wajar, karena orang biasanya merasa tidak nyaman dengan hal baru. Menghargai penolakan artinya tidak langsung memaksa atau menganggap orang yang menolak itu salah, tapi mendengarkan alasan mereka, memberi penjelasan, dan melibatkan mereka dalam proses perubahan.

Kalau penolakan dikelola dengan baik, justru bisa membangun komitmen (karena orang merasa dilibatkan) dan meningkatkan kesiapan (karena mereka lebih paham tujuan dan manfaat perubahan).


5. Bagaimana peran dan keterampilan agen perubahan?

Agen perubahan adalah orang yang mendorong, memimpin, atau memfasilitasi perubahan dalam organisasi. Perannya sangat penting, yaitu sebagai penghubung antara pimpinan dengan karyawan, pemberi motivasi, pendengar keluhan, dan pengarah agar proses perubahan berjalan lancar.

Keterampilan yang harus dimiliki antara lain:

  • Komunikasi yang baik → agar semua orang mengerti tujuan perubahan.
  • Kemampuan membangun kepercayaan → supaya orang mau mengikuti.
  • Manajemen konflik → untuk mengatasi resistensi dan perbedaan pendapat.
  • Kepemimpinan → memberi contoh dan dorongan kepada orang lain.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 2

by Ananda Putri Fathya -
Nama: Ananda Putri Fathya
NPM: 2311011003

1. Mengapa organisasi melakukan perubahan ?
Organisasi melakukan perubahan karena lingkungan di sekitarnya juga terus berubah. Misalnya ada perkembangan teknologi, peraturan baru, atau kebutuhan konsumen yang berbeda dari sebelumnya. Kalau organisasi tidak ikut menyesuaikan diri, maka bisa tertinggal dari pesaing. Selain itu, perubahan juga dilakukan untuk memperbaiki sistem kerja, meningkatkan efisiensi, dan menjaga agar tujuan organisasi tetap tercapai.

2. Definisikan efektivitas organisasi dan kaitannya dengan perubahan organisasi !
Efektivitas organisasi adalah kemampuan organisasi untuk mencapai tujuan sesuai dengan rencana dengan memanfaatkan sumber daya yang ada secara optimal. Kaitannya dengan perubahan, efektivitas bisa meningkat apabila organisasi mau menyesuaikan cara kerja dengan kondisi terbaru. Perubahan biasanya menjadi jalan agar organisasi lebih adaptif dan hasil kerja yang dicapai bisa lebih maksimal.

3. Bagaimana menghargai perbedaan antara perubahan individu, kelompok dan sistem.
Perubahan individu biasanya menyangkut sikap, kebiasaan, dan pola pikir seseorang. Perubahan kelompok lebih berhubungan dengan cara kerja sama, komunikasi, dan budaya dalam tim. Sedangkan perubahan sistem menyangkut hal yang lebih luas, seperti aturan, kebijakan, atau struktur organisasi. Menghargai perbedaan ini berarti memahami bahwa setiap tingkat perubahan membutuhkan pendekatan yang berbeda, sehingga tidak bisa disamaratakan.

4. Bagaimana menghargai sifat penolakan terhadap perubahan dan kaitannya dengan komitmen dan kesiapan terhadap perubahan?
Penolakan terhadap perubahan adalah hal yang wajar karena tidak semua orang siap menerima hal baru. Menghargai penolakan berarti mencoba memahami alasan di balik resistensi itu, lalu menjadikannya sebagai masukan untuk memperbaiki strategi perubahan. Jika ditangani dengan baik, penolakan bisa berubah menjadi dukungan, sehingga komitmen dan kesiapan terhadap perubahan justru akan semakin kuat.

5. Bagaimana peran dan keterampilan agen perubahan ?
Agen perubahan berperan sebagai penghubung sekaligus penggerak agar proses perubahan bisa berjalan lancar. Mereka bertugas menjelaskan tujuan perubahan, memberikan dorongan kepada anggota organisasi, dan membantu mengatasi hambatan yang muncul. Keterampilan yang dibutuhkan antara lain komunikasi, kepemimpinan, kemampuan negosiasi, serta empati, sehingga mereka bisa membuat orang lain lebih siap untuk menerima perubahan.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 2

by Putri Abellia -

Nama: Putri Abellia

NPM: 2311011061


1. Mengapa organisasi melakukan perubahan ?

Organisasi melakukan perubahan karena berusaha mencapai efektivitas. Walaupun tingkat kegagalan perubahan cukup tinggi, organisasi tetap harus berubah agar mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan, meningkatkan kinerja, dan mencapai tujuan yang diinginkan.

2. Definisikan efektivitas organisasi dan kaitannya dengan perubahan organisasi!

Efektivitas organisasi adalah kemampuan organisasi untuk mencapai tujuan yang diinginkan (Robbins, 1967; Longman, 1978). Efektivitas dipengaruhi oleh bagaimana organisasi disusun dan dijalankan, meliputi proses, orang, budaya, dan kepemimpinan. 

Kaitannya dengan perubahan:

organisasi melakukan perubahan justru agar efektivitasnya terjaga atau meningkat. Tanpa perubahan, efektivitas bisa menurun karena ketidaksesuaian dengan kondisi baru.

3. Bagaimana menghargai perbedaan antara perubahan individu, kelompok dan sistem. 

  • individu:  dipahami melalui pendekatan behavioris (stimulus luar) dan gestalt-field (pemahaman diri).
  • Kelompok: dijelaskan lewat dinamika kelompok Kurt Lewin: norma, peran, nilai.
  • Sistem: organisasi sebagai sistem terbuka; perubahan pada satu subsistem memengaruhi subsistem lain.

4. Bagaimana menghargai sifat penolakan terhadap perubahan dan kaitannya dengan komitmen dan kesiapan terhadap perubahan?

Resistensi tidak selalu buruk; bisa menjadi tanda peringatan bahwa perubahan kurang tepat atau menimbulkan masalah. 

Resistensi muncul karena faktor psikologis (disonansi kognitif, kecemasan, kontrak psikologis), maupun faktor sistemik (cara perubahan dikelola).

Kaitannya dengan komitmen & kesiapan:

  • Jika perubahan selaras dengan nilai, keyakinan, dan ekspektasi individu, resistensi berkurang. 
  • Parisipasi karyawan, komunikasi positif, dan kepemimpinan yang adil meningkatkan kesiapan serta komitmen terhadap perubahan.

5. Bagaimana peran dan keterampilan agen perubahan ?

  • Pemimpin Tim: mengarahkan tim, memastikan tujuan perubahan tercapai.
  • Fasilitator: Menciptakan ruang diskusi & iklim positif.
  • Pelatih (Coach): membimbing individu mengembangkan sikap/keterampilan baru.
  • Manajer Proyek: mengatur target, waktu, dan sumber daya perubahan.
  • Konsultan: memberi diagnosis & strategi, bisa dari dalam atau luar organisasi

Keterampilan:

  • Diagnostik (menilai kesiapan organisasi).
  • Komunikasi, negosiasi, membangun kepercayaan.
  • Menetapkan tujuan, mengelola peran, dan menjaga hubungan dengan manajemen.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 2

by Arista Handayani -

Nama : Arista Handayani

NPM   : 2311011029


Responsi pertemuan 2

1. Mengapa organisasi melakukan perubahan ? Organisasi melakukan perubahan karena lingkungan internal dan eksternal selalu dinamis. Faktor eksternal dapat berupa perkembangan teknologi, globalisasi, persaingan pasar, perubahan regulasi, maupun tuntutan pelanggan. Faktor internal meliputi kebutuhan efisiensi, peningkatan kinerja, restrukturisasi, atau perbaikan budaya kerja. Jadi perubahan dilakukan agar organisasi tetap relevan, kompetitif, dan mampu bertahan dalam jangka panjang.

2. Definisikan efektivitas organisasi dan kaitannya dengan perubahan organisasi ! Efektivitas organisasi adalah sejauh mana organisasi mampu mencapai tujuan yang telah ditetapkan dengan memanfaatkan sumber daya secara optimal. Efektivitas diukur dari keberhasilan organisasi dalam memenuhi target, kualitas kinerja, serta kepuasan stakeholder. Perubahan organisasi bertujuan meningkatkan efektivitas tersebut, misalnya dengan memperbaiki proses kerja, meningkatkan inovasi, atau memperkuat struktur organisasi agar lebih responsif terhadap lingkungan.

3. Bagaimana menghargai perbedaan antara perubahan individu, kelompok dan sistem? Berikut cara menghargai perbedaan di setiap perubahan :

  • Perubahan individu: fokus pada sikap, keterampilan, atau perilaku karyawan. Perlu pendekatan personal seperti pelatihan atau coaching.
  • Perubahan kelompok: menyangkut dinamika tim, budaya kerja, dan pola komunikasi. Perlu membangun kerja sama, kepercayaan, serta norma baru.
  • Perubahan sistem: meliputi struktur organisasi, prosedur, teknologi, dan kebijakan. Perlu perencanaan strategis dan dukungan manajerial.

Menghargai perbedaan ini berarti memahami bahwa setiap level memiliki kebutuhan, tantangan, dan strategi berbeda untuk bisa menerima perubahan.

4. Bagaimana menghargai sifat penolakan terhadap perubahan dan kaitannya dengan komitmen dan kesiapan terhadap perubahan? Penolakan adalah reaksi alami karena perubahan menimbulkan ketidakpastian dan rasa kehilangan kenyamanan. Menghargai penolakan berarti tidak melihatnya sebagai hambatan semata, tetapi sebagai sinyal perlunya komunikasi yang lebih baik, partisipasi, dan dukungan emosional. Semakin individu merasa dilibatkan, didengar, dan diberi kejelasan, maka penolakan akan berkurang. Hal ini akan meningkatkan komitmen serta kesiapan untuk menerima perubahan.

5. Bagaimana peran dan keterampilan agen perubahan ? Agen perubahan adalah individu yang bertanggung jawab dan mengelola serta memastikan proses perubahan berjalan dengan baik. Perannya seperti pemimpin, fasilitator, pelatih (coach), manajemen proyek, dan konsultan internal. Keterampilan yang harus dimiliki seperti kemampuan komunikasi, kepemimpinan, negosiasi, pemecahan masalah, membangun kepercayaan, serta memahami dinamika individu dan kelompok. Dengan peran dan keterampilan ini, agen perubahan memastikan transisi berjalan efektif, resistensi berkurang, dan tujuan perubahan tercapai.


In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 2

by ARSANA INDERA WASPADA -

Nama: Arsana Indera Waspada

NPM: 2311011060


1. Mengapa organisasi melakukan perubahan?

Organisasi melakukan perubahan karena perubahan adalah hal yang tidak bisa dihindari. Lingkungan bisnis, teknologi, regulasi, maupun kebutuhan pelanggan terus berkembang. Organisasi perlu beradaptasi agar tetap efektif, relevan, dan mampu bersaing. Perubahan bertujuan meningkatkan efektivitas melalui perbaikan proses, pengelolaan SDM, budaya kerja, dan kepemimpinan.


2. Definisikan efektivitas organisasi dan kaitannya dengan perubahan organisasi!

Efektivitas organisasi adalah kemampuan organisasi mencapai tujuan yang telah ditetapkan secara optimal. Menurut Robbins (1967), efektivitas identik dengan pencapaian tujuan, sedangkan menurut Longman (1978) efektivitas berarti kemampuan menghasilkan efek yang diinginkan. Kaitannya dengan perubahan, organisasi harus melakukan penyesuaian struktur, budaya, maupun sistem agar efektivitas tetap terjaga dalam menghadapi tantangan baru.


3. Bagaimana menghargai perbedaan antara perubahan individu, kelompok, dan sistem?

  • Perubahan individu: fokus pada perilaku dan cara berpikir seseorang (misalnya dengan pendekatan behavioris dan gestalt).
  • Perubahan kelompok: menekankan pada dinamika tim, norma, peran, dan nilai yang memengaruhi perilaku anggota.
  • Perubahan sistem: organisasi dipandang sebagai sistem terbuka yang melibatkan subsistem tujuan, teknis, psikososial, dan manajerial.
    Menghargai perbedaan ini berarti memahami bahwa setiap tingkat perubahan membutuhkan pendekatan berbeda, namun tetap saling memengaruhi satu sama lain.


4. Bagaimana menghargai sifat penolakan terhadap perubahan dan kaitannya dengan komitmen dan kesiapan terhadap perubahan?

Resistensi (penolakan) adalah hal yang wajar dalam perubahan. Dulunya dianggap sebagai hambatan, kini dipandang sebagai masukan penting karena bisa memberi tanda jika perubahan kurang tepat. Penolakan muncul karena faktor individu (ketakutan, ketidaknyamanan), kelompok (norma, nilai), maupun sistem (cara perubahan dikelola). Keterkaitannya dengan komitmen dan kesiapan: bila komunikasi jelas, ada partisipasi, serta kepemimpinan yang adil, resistensi bisa berubah menjadi dukungan.


5. Bagaimana peran dan keterampilan agen perubahan?

Agen perubahan adalah individu atau tim yang memastikan proses perubahan berjalan efektif. Perannya bisa sebagai pemimpin, fasilitator, coach, manajer proyek, atau konsultan. Keterampilan yang dibutuhkan meliputi:


  • Diagnostik: menilai kesiapan organisasi.
  • Komunikasi & negosiasi: menyampaikan visi dan mengurangi resistensi.
  • Manajerial & politik: menghubungkan pihak terkait dari level mikro (individu), meso (kelompok), hingga makro (strategis).
    Agen perubahan juga perlu kreativitas, kemampuan membangun kepercayaan, dan fleksibilitas agar bisa menggerakkan organisasi.




In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 2

by Hiltania Aulia Putri 2311011075 -

Nama : Hiltania Aulia Putri

NPM : 2311011075


1. Alasannya, yaitu Organisasi melakukan perubahan untuk tetap relevan dan efektif dalam mencapai tujuannya. Dunia bisnis dan lingkungan sekitar (seperti teknologi, selera customer, atau peraturan) terus berubah. Jika organisasi tidak berubah, ia akan ketinggalan, kalah bersaing, dan akhirnya gagal.


2. Definisi efektivitas organisasi dan kaitannya dengan perubahan organisasi, yaitu 

Efektivitas organisasi adalah kemampuan sebuah organisasi untuk mencapai tujuan yang diinginkannya.

Kaitannya dengan perubahan: 

Perubahan adalah cara untuk mencapai efektivitas itu. Ketika tujuan lama sudah tercapai atau lingkungan sudah berubah, organisasi perlu berubah (memperbaiki cara kerja, produk, atau layanannya) agar bisa tetap efektif dan mencapai tujuan barunya.


3. Menghargai perbedaan artinya kita memahami bahwa setiap level perubahan punya pendekatannya sendiri-sendiri:

  • Perubahan Individu: Fokus pada mengubah sikap, skill, dan perilaku satu orang. Cara menghargainya: beri pelatihan, motivasi, dan dukungan personal. Contoh: Melatih satu karyawan untuk menguasai software baru.e
  • Perubahan Kelompok: Fokus pada mengubah cara satu tim bekerja bersama, seperti norma, peran, dan nilai dalam tim itu. Cara menghargainya: fasilitasi diskusi kelompok, bangun kepercayaan, dan sepakati aturan main baru bersama. Contoh: Membuat tim marketing yang biasanya kerja sendiri-sendiri menjadi lebih sering berkolaborasi dan rapat bersama.
  • Perubahan Sistem: Fokus pada mengubah seluruh organisasi, seperti struktur, teknologi, atau budaya perusahaan. Cara menghargainya: lihat organisasi sebagai satu kesatuan yang saling terhubung. Perubahan di satu bagian akan memengaruhi bagian lain, jadi harus direncanakan secara menyeluruh. Contoh: Mengganti sistem komputer lama perusahaan dengan yang baru, yang mengharuskan perubahan di semua departemen.

Intinya: Kita tidak bisa menyamakan cara mengubah kebiasaan satu orang dengan cara mengubah seluruh departemen atau perusahaan. Pendekatannya harus disesuaikan dengan levelnya.


4. Menghargai penolakan artinya tidak serta merta menganggapnya sebagai hal buruk atau pembangkangan, tetapi mencoba memahami penyebabnya.

Sifat Penolakan: Penolakan itu wajar dan manusiawi. Orang bisa menolak karena takut gagal, tidak paham alasannya, merasa cara kerjanya yang lama lebih nyaman, atau khawatir haknya terganggu. Penolakan bahkan bisa jadi tanda peringatan bahwa rencana perubahan kita memang ada cacatnya.

Kaitannya dengan Komitmen & Kesiapan:

  • Kesiapan (Readiness): Adalah kondisi dimana orang-orang sudah mau mental dan paham bahwa perubahan diperlukan. Jika kesiapan rendah, penolakan akan tinggi.
  • Komitmen (Commitment): Adalah kondisi dimana orang-orang benar-benar mendukung dan berusaha aktif untuk membuat perubahan itu berhasil.

Cara Menghargainya: Daripada memaksa, lebih baik:

  • Cari Tahu Akar Penolakan: Dengarkan keluh kesah mereka.
  • Komunikasikan dengan jujur mengapa perubahan harus dilakukan.
  • Libatkan mereka dalam proses perencanaan perubahan.
  • Beri dukungan seperti pelatihan untuk mengurangi ketakutan mereka.

Dengan begitu, kesiapan mereka akan meningkat dan akhirnya berubah menjadi komitmen untuk berubah.


5. Agen Perubahan (Change Agent) adalah penggerak atau yang bertanggungjawab dalam proses perubahan. Mereka bisa manajer, konsultan, atau siapa pun yang ditugaskan untuk memastikan perubahan berjalan baik dan juga lancar.

Peran mereka:

  • Pemimpin: Memberi arahan dan visi tentang perubahan.
  • Fasilitator: Mempermudah proses dengan memimpin rapat, diskusi, dan pelatihan.
  • Jembatan: Menjadi penghubung antara manajemen puncak dengan karyawan.
  • Pemecah Masalah: Mengidentifikasi dan mengatasi halangan serta penolakan.

Keterampilan yang dibutuhkan:

  • Komunikasi yang Hebat: Bisa menjelaskan perubahan dengan jelas dan meyakinkan.
  • Negosiasi: Mampu mencari win-win solution ketika ada konflik.
  • Empati: Bisa memahami perasaan dan kekhawatiran orang lain.
  • Analisis: Bisa menilai situasi dan memahami apakah organisasi sudah siap untuk berubah.
  • Political Skill: Bisa memahami dinamika kekuasaan dalam organisasi dan mencari dukungan dari pihak-pihak penting.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 2

by INAYA MAULIDINA -
Nama: Inaya Maulidina
Npm: 2311011024

1. Organisasi melakukan perubahan karena perubahan adalah hal yang tidak terhindarkan dalam dunia modern. Tujuannya adalah untuk mencapai efektivitas organisasi, beradaptasi dengan lingkungan, meningkatkan kinerja, dan memastikan keberlangsungan hidup organisasi. Faktor pendorongnya bisa berupa perubahan teknologi, pasar, regulasi, budaya, hingga tuntutan internal (proses, orang, kepemimpinan, budaya organisasi).

2. Efektivitas organisasi adalah kemampuan organisasi untuk mencapai hasil sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan, baik tujuan jangka pendek maupun jangka panjang. Efektivitas tidak hanya diukur dari pencapaian target, tetapi juga dari cara organisasi menjalankan proses, memanfaatkan sumber daya, serta menyeimbangkan kepentingan berbagai pihak.
Kaitannya dengan perubahan:
Efektivitas organisasi dipengaruhi oleh proses, orang, budaya, dan kepemimpinan. Karena itu, perubahan organisasi sering dilakukan untuk meningkatkan efektivitas melalui restrukturisasi, pengembangan SDM, inovasi teknologi, maupun penyesuaian budaya.

3. Individu: Dipengaruhi oleh stimulus eksternal (behavioris) dan pemahaman internal (Gestalt-field). Perubahan fokus pada perilaku, motivasi, dan kesadaran.
Kelompok: Dijelaskan oleh dinamika kelompok (Kurt Lewin). Perubahan pada norma, peran, dan nilai dalam tim kerja. Kelompok selalu berada dalam kondisi adaptasi (quasi-stationary equilibrium).
Sistem: Organisasi sebagai sistem terbuka, terdiri dari subsistem (tujuan, teknis, psikososial, manajerial). Perubahan satu bagian akan memengaruhi bagian lain. Perbedaan ini perlu dihargai dengan memilih pendekatan sesuai konteks: apakah perubahan menargetkan individu, kelompok, atau sistem secara menyeluruh.

4. Resistensi (penolakan) tidak selalu bersifat negatif. Ia bisa menjadi sinyal peringatan bahwa perubahan yang dirancang mungkin kurang tepat, tidak realistis, atau berpotensi menimbulkan masalah etis. Penolakan juga muncul karena faktor sistemik dan sosial, bukan hanya sifat individu. Misalnya: nilai, keyakinan, budaya organisasi, hingga cara perubahan dijalankan. kaitannya dengan Kaitan dengan komitmen dan kesiapan yaitu Bila perubahan selaras dengan nilai dan ekspektasi karyawan, resistensi cenderung rendah, komitmen meningkat, dan kesiapan untuk berubah lebih tinggi. Sebaliknya, bila perubahan bertentangan dengan identitas atau rasa keadilan, resistensi meningkat, komitmen menurun, dan kesiapan melemah.

5. Peran utama:
  • Pemimpin tim, fasilitator, pelatih, manajer proyek, konsultan internal/eksternal.
  • Menjadi katalis perubahan, mengelola resistensi, membangun makna, dan menjaga komunikasi.

Keterampilan:

  • Diagnostik: menilai kesiapan organisasi.
  • Komunikasi: menyampaikan pesan dengan jelas & persuasif.
  • Negosiasi: menghadapi resistensi & membangun dukungan.
  • Managing Up: berhubungan dengan manajemen puncak.
  • Keterampilan politik & kreatif: improvisasi, simbol, mengurangi ketidakpastian.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 2

by Chalsa Dilla Anggel Restiana -
Nama : Chalsa Dilla Anggel Restiana
Npm : 2361011002


1. Mengapa organisasi melakukan perubahan?
Perubahan itu hal yang pasti terjadi, baik di organisasi besar maupun kecil. Lingkungan luar seperti teknologi, aturan, dan persaingan terus berubah, jadi organisasi juga harus ikut menyesuaikan diri. Tujuan utamanya supaya organisasi tetap efektif, bisa mencapai tujuan, dan tidak tertinggal. Walau banyak perubahan berisiko gagal, tanpa perubahan organisasi justru bisa berhenti berkembang.

2. Efektivitas organisasi dan kaitannya dengan perubahan
Efektivitas organisasi artinya kemampuan organisasi untuk mencapai hasil atau tujuan yang diinginkan. Efektivitas ini dipengaruhi oleh cara organisasi mengatur proses, orang, budaya, dan kepemimpinan. Nah, agar tetap efektif, organisasi perlu melakukan perubahan supaya struktur, sistem, dan budaya kerja selalu sesuai dengan kebutuhan sekarang. Jadi, efektivitas dan perubahan itu saling berkaitan erat.

3. Perbedaan perubahan individu, kelompok, dan sistem
• Individu → perubahan bisa dipicu oleh lingkungan luar atau cara seseorang memberi makna pada pengalaman.
• Kelompok → perubahan lebih banyak dipengaruhi aturan bersama, peran dalam tim, dan nilai yang dianut kelompok.
• Sistem → organisasi dilihat sebagai satu kesatuan dengan bagian-bagian (tujuan, teknis, budaya, manajerial) yang saling terkait.
Menghargai perbedaan ini artinya kita paham kalau perubahan di satu level (misalnya individu) bisa memengaruhi level lain (kelompok atau sistem), jadi strategi perubahan harus menyesuaikan.

4. Penolakan terhadap perubahan, komitmen, dan kesiapan
Resistensi (penolakan) tidak selalu buruk. Bisa menjadi peringatan bahwa perubahan kurang tepat atau menimbulkan masalah etis. Faktor yang memengaruhi resistensi antara lain nilai, keyakinan, rasa aman, keadilan, hingga cara perubahan dijalankan. Tidak semua orang langsung menerima perubahan. Penolakan wajar terjadi karena orang merasa tidak aman, takut kehilangan, atau merasa perubahan bertentangan dengan nilai yang mereka pegang. Tapi, penolakan ini tidak selalu buruk; bisa jadi tanda bahwa perubahan yang dirancang belum tepat. Jika komunikasi jelas, orang dilibatkan, dan keadilan dirasakan, biasanya komitmen akan meningkat dan orang lebih siap menerima perubahan. Jadi, resistensi perlu dipandang sebagai masukan, bukan sekadar hambatan.

5. Peran dan keterampilan agen perubahan
Agen perubahan adalah orang yang membantu memastikan perubahan berjalan dengan lancar. Mereka bisa berperan sebagai pemimpin tim, fasilitator, pelatih, atau konsultan. Tugasnya membangun kepercayaan, menjelaskan arah perubahan, mengurangi penolakan, serta menjaga komunikasi tetap baik. Keterampilan pentingnya antara lain menganalisis kesiapan organisasi, bernegosiasi, dan berkomunikasi dengan semua pihak. Di era sekarang, agen perubahan juga dituntut kreatif, pandai membaca situasi, dan bisa berimprovisasi supaya organisasi bisa melewati perubahan dengan lebih mulus.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 2

by ELSYA GUSTI LESTARI -

NAMA : Elsya Gusti Lestari 

NPM : 2311011014


1. Mengapa organisasi melakukan perubahan?

Jawab : Organisasi melakukan perubahan karena lingkungan eksternal dan internal selalu berubah. Faktor eksternal seperti perkembangan teknologi, globalisasi, persaingan, dan tuntutan konsumen membuat organisasi harus beradaptasi agar tetap relevan. Sementara itu, faktor internal seperti kebutuhan efisiensi, inovasi, dan perbaikan kinerja juga mendorong perubahan. Jika organisasi tidak melakukan perubahan, mereka bisa tertinggal, kehilangan daya saing, bahkan gagal mencapai tujuannya.


2. Definisikan efektivitas organisasi dan kaitannya dengan perubahan organisasi!

Jawab : Efektivitas organisasi adalah sejauh mana suatu organisasi mampu mencapai tujuan dan targetnya dengan cara yang efisien dan sesuai dengan rencana. Efektivitas tidak hanya diukur dari hasil, tetapi juga bagaimana organisasi mampu menyesuaikan diri terhadap perubahan lingkungan. Perubahan organisasi diperlukan agar efektivitas tetap terjaga, karena dengan adanya perubahan, organisasi bisa memperbaiki sistem, menyesuaikan strategi, serta menjaga keberlanjutan operasional.


3. Bagaimana menghargai perbedaan antara perubahan individu, kelompok, dan sistem?

Jawab : Perubahan individu biasanya berkaitan dengan sikap, kebiasaan, atau keterampilan seseorang. Perubahan kelompok melibatkan pola komunikasi, kerja sama, serta budaya kerja dalam tim. Sedangkan perubahan sistem menyangkut aturan, prosedur, struktur, dan budaya organisasi secara luas. Untuk menghargai perbedaan ini, organisasi perlu menggunakan pendekatan yang berbeda. Individu bisa dibantu dengan pelatihan dan motivasi, kelompok dibangun dengan kerja sama dan komunikasi yang baik, sedangkan sistem diperkuat melalui kebijakan dan struktur yang mendukung perubahan.


4. Bagaimana menghargai sifat penolakan terhadap perubahan dan kaitannya dengan komitmen dan kesiapan terhadap perubahan?

Jawab : Penolakan terhadap perubahan adalah reaksi alami karena orang cenderung nyaman dengan hal-hal yang sudah biasa. Penolakan bisa muncul karena ketidakpastian, rasa takut kehilangan, atau kurangnya informasi. Untuk menghargainya, organisasi perlu mendengarkan aspirasi, memberikan informasi yang jelas, dan melibatkan anggota organisasi dalam proses perubahan. Dengan begitu, rasa percaya akan tumbuh, komitmen terhadap perubahan meningkat, dan kesiapan individu maupun organisasi menjadi lebih kuat.


5. Bagaimana peran dan keterampilan agen perubahan?

Jawab : Agen perubahan adalah pihak yang mendorong dan memfasilitasi perubahan dalam organisasi. Perannya mencakup menyampaikan visi perubahan, menjembatani komunikasi antara manajemen dan karyawan, serta membantu mengatasi resistensi. Agar berhasil, agen perubahan perlu memiliki keterampilan komunikasi yang baik, kepemimpinan yang kuat, kemampuan memotivasi, empati, serta analisis masalah. Dengan keterampilan ini, agen perubahan bisa memastikan bahwa proses perubahan diterima, dijalankan, dan membawa hasil positif bagi organisasi.

In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 2

by Hani Aulia Rahma 2311011135 -
Nama: Hani Aulia Rahma
NPM: 2311011135

1. Mengapa organisasi melakukan perubahan?
= Organisasi melakukan perubahan karena perubahan merupakan hal yang tidak terhindarkan dalam organisasi modern. Lingkungan eksternal seperti pasar, teknologi, regulasi, dan sosial, serta faktor internal seperti struktur, budaya, dan sumber daya manusia terus berkembang. Agar tetap relevan dan efektif, organisasi harus menyesuaikan diri dengan kondisi tersebut. Tujuan utama dari perubahan adalah mencapai efektivitas organisasi, yaitu kemampuan untuk menghasilkan efek yang diinginkan, mencapai tujuan, serta bertahan di tengah dinamika persaingan. Tanpa perubahan, organisasi berisiko tertinggal dan kehilangan daya saing.

2. Definisikan efektivitas organisasi dan kaitannya dengan perubahan organisasi
= Efektivitas organisasi dapat didefinisikan sebagai kemampuan organisasi untuk mencapai tujuan dan menghasilkan efek yang diinginkan (Longman, 1978; Robbins, 1967). Efektivitas dipengaruhi oleh berbagai aspek, seperti proses, struktur, kepemimpinan, budaya, serta kualitas sumber daya manusia. Perubahan organisasi berfungsi sebagai sarana untuk meningkatkan efektivitas tersebut. Melalui perubahan, organisasi dapat memperbaiki proses kerja, menyesuaikan struktur, memperbarui teknologi, dan memperkuat budaya agar selaras dengan tuntutan lingkungan.

3. Bagaimana menghargai perbedaan antara perubahan individu, kelompok, dan sistem?
= • Perubahan individu dipengaruhi oleh faktor internal (persepsi, nilai, motivasi) maupun eksternal (stimulus, insentif, kondisi kerja).
• Perubahan kelompok berfokus pada dinamika tim, norma, peran, serta nilai yang memengaruhi perilaku anggotanya. Kelompok pada dasarnya selalu berada dalam proses adaptasi.
• Perubahan sistem menekankan bahwa organisasi adalah sistem terbuka, di mana subsistem seperti tujuan, teknis, psikososial, dan manajerial saling berkaitan. Perubahan pada satu bagian akan berdampak pada bagian lain.


4. Bagaimana menghargai sifat penolakan terhadap perubahan dan kaitannya dengan komitmen serta kesiapan terhadap perubahan?
= Resistensi terhadap perubahan tidak selalu bersifat negatif. Penolakan dapat menjadi masukan berharga yang menunjukkan bahwa rencana perubahan belum tepat, kurang realistis, atau berpotensi menimbulkan masalah etis.

Resistensi dapat muncul karena:
• Faktor psikologis individu, seperti rasa takut kehilangan status, kebiasaan, atau rasa aman.
• Faktor kelompok, seperti norma dan nilai yang bertentangan.
• Faktor sistem, misalnya ketidakadilan dalam kebijakan.

Komitmen dan kesiapan terhadap perubahan dapat dibangun melalui komunikasi yang jelas, keterlibatan karyawan, kepemimpinan yang efektif, serta penyelarasan perubahan dengan nilai-nilai yang ada. Dengan demikian, resistensi harus dipandang bukan sekadar hambatan, melainkan peluang untuk memperbaiki desain perubahan agar lebih adil, realistis, dan sesuai dengan kondisi organisasi.

5. Bagaimana peran dan keterampilan agen perubahan?
= Agen perubahan adalah individu yang bertanggung jawab mengelola dan memfasilitasi proses perubahan, baik itu manajer, pemimpin tim, maupun konsultan internal atau eksternal.
agen perubahan:
• Fasilitator
• Pelatih (coach)
• Negosiator
• Pelatih (coach)
Peran Utama agen perubahan adalah bertindak sebagai fasilitator yang netral, membantu pihak pihak terkait menentukan keputusan serta membangun kepercayaan dan menciptakan lingkungan positif.

Keterampilan yang dibutuhkan:
• Diagnostik, yaitu menilai kesiapan organisasi dan potensi resistensi.
• Komunikasi, menyampaikan pesan perubahan dengan jelas.
• Negosiasi & manajemen konflik, untuk mengurangi resistensi dan membangun dukungan.
• Keterampilan politik & kepemimpinan, guna memengaruhi pemangku kepentingan.
• Kreativitas & improvisasi, untuk mengelola ketidakpastian.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 2

by AZIKA EDRA AVIOLETA -
Nama: Azika edra avioleta
Npm: 2311011044

1. Mengapa organisasi melakukan perubahan?

jawab:  Organisasi melakukan perubahan dengan tujuan untuk meningkatkan efektivitas organisasi melalui penyesuaian proses, sumber daya manusia, budaya, serta kepemimpinan. Lingkungan yang dinamis (teknologi, pasar, regulasi, persaingan) memaksa organisasi untuk beradaptasi agar tetap relevan dan kompetitif, sehingga perubahan merupakan hal yang tidak bisa lagi terhindarkan.

2. Definisikan efektivitas organisasi dan kaitannya dengan perubahan organisasi!
jawab: Berdasar Robbins, 1967; Longman, 1978, efektivitas organisasi adalah kemampuan organisasi mencapai tujuan yang diinginkan. Efektivitas sendiri bergantung pada struktur, proses, orang, budaya, dan kepemimpinan.
Efektivitas organisasi berkaitan dengan perubahan karena perubahan dilakukan agar organisasi dapat mencapai atau mempertahankan efektivitas tersebut. Tanpa perubahan, organisasi berisiko kehilangan relevansi, efisiensi, bahkan keberlangsungan.

3. Bagaimana menghargai perbedaan antara perubahan individu, kelompok dan sistem?
jawab: Perlu diketahui;
Perubahan Individu dipengaruhi faktor perilaku (stimulus eksternal) dan pemaknaan (kesadaran internal).
Perubahan Kelompok berfokus pada norma, peran, dan nilai yang mengatur interaksi sosial. Perubahan kelompok menciptakan dinamika yang memengaruhi organisasi.
Pada perubahan Sistem, organisasi dipandang sebagai sistem terbuka yang saling memengaruhi (tujuan, teknis, psikososial, manajerial).
Menghargai perbedaan berarti memahami bahwa tingkat perubahan berbeda-beda (individu, kelompok, sistem), tetapi semuanya saling terhubung dan memengaruhi.

4. Bagaimana menghargai sifat penolakan terhadap perubahan dan kaitannya dengan komitmen dan kesiapan terhadap perubahan?
jawab: Penolakan terhadap perubahan (resistensi) tidak selalu menjadi hal buruk, bisa jadi merupakan masukan berharga bahwa perubahan mungkin kurang tepat atau terlalu mendalam.
Penolakan muncul dari faktor psikologis (ketidaknyamanan, rasa tidak aman), struktural, atau nilai yang terganggu.
Kaitannya dengan komitmen & kesiapan:
Biasanya jika karyawan merasa dilibatkan, adil, dan perubahan sesuai nilai, maka komitmen meningkat, resistensi menurun.
Dan jika organisasi tidak siap (budaya, sistem, individu), maka resistensi lebih tinggi.
Jadi, resistensi perlu dihargai sebagai peluang evaluasi agar komitmen dan kesiapan meningkat.

5. Bagaimana peran dan keterampilan agen perubahan?
jawab: Peran utama agen perubahan adalah pemimpin tim, fasilitator, pelatih, manajer proyek, atau konsultan yang mengelola proses perubahan. Agen perubahan tidak hanya fasilitator, tetapi juga penggerak utama yang menciptakan makna, mengelola resistensi, dan memastikan keberhasilan transformasi.
Sedangkan keterampilan dari agen perubahan adalah:
- Diagnostik, kemampuan menilai kesiapan organisasi.
- Komunikasi & Negosiasi, kemampuan menyampaikan pesan, membangun dukungan, mengatasi resistensi.
- Manajerial, kemampuan menetapkan tujuan, mengarahkan strategi, mengelola hubungan dengan manajemen atas.
- Interpersonal & Kreatif, kemampuan membangun kepercayaan, menciptakan rasa aman, menggunakan simbol/ritual untuk memperkuat makna perubahan.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 2

by Elsa Estevania Natali -
Nama: Elsa Estevania Natali
NPM: 2311011089

1. Mengapa organisasi melakukan perubahan?
Jawab
: Organisasi melakukan perubahan karena mereka hidup di dalam lingkungan yang selalu berubah, baik dari sisi internal maupun eksternal. Perubahan dalam berbagai aspek membuat organisasi harus beradaptasi agar tidak tertinggal, kehilangan daya saing, menjadi tidak relevan, bahkan gagal mencapai tujuannya. Karena itu, perubahan adalah syarat penting bagi organisasi untuk bertahan, berkembang, dan tetap kompetitif.

2. Definisikan efektivitas organisasi dan kaitannya dengan perubahan organisasi!
Jawab
: Efektivitas organisasi dapat diartikan sebagai kemampuan organisasi dalam mencapai tujuan yang sudah ditetapkan dengan memanfaatkan sumber daya yang ada secara optimal. Organisasi yang efektif bukan hanya sekadar bisa menghasilkan output, tetapi juga mampu menyesuaikan diri dengan tantangan lingkungannya.

Perubahan menjadi alat penting untuk meningkatkan efektivitas. Ketika kondisi eksternal berubah, organisasi yang tidak melakukan penyesuaian akan kehilangan efektivitasnya. Sebaliknya, organisasi yang berani berubah dan berinovasi akan lebih mampu mencapai tujuan secara efisien.

3. Bagaimana menghargai perbedaan antara perubahan individu, kelompok dan sistem?
Jawab
: Perubahan dalam organisasi bisa terjadi di tiga level yang berbeda:
  • Individu, yang menekankan pada sikap, motivasi, dan perilaku seseorang dalam merespons lingkungannya.
  • Kelompok, menyangkut norma, nilai, dan pola interaksi dalam tim.
  • Sistem, menyangkut perubahan besar secara menyeluruh dan melibatkan struktur organisasi, budaya, serta prosedur kerja.
Menghargai perbedaan ini berarti menyadari bahwa setiap level memerlukan pendekatan yang berbeda. Misalnya, individu bisa dibantu dengan pelatihan, kelompok bisa difasilitasi lewat kerja sama dan komunikasi, sedangkan sistem memerlukan kebijakan dan restrukturisasi.

4. Bagaimana menghargai sifat penolakan terhadap perubahan dan kaitannya dengan komitmen dan kesiapan terhadap perubahan?
Jawab:
Penolakan terhadap perubahan adalah sesuatu yang wajar, bahkan seringkali muncul secara otomatis ketika organisasi berusaha melakukan hal baru. Penolakan bisa terjadi karena karyawan merasa tidak nyaman, takut kehilangan posisi, tidak percaya pada pimpinan, atau tidak memahami alasan perubahan. Namun, penolakan ini tidak selalu negatif. Justru dengan memahami alasan di balik resistensi, organisasi bisa mencari solusi yang tepat. Jika karyawan dilibatkan, diberi ruang untuk menyampaikan pendapat, dan diyakinkan akan manfaat dari perubahan, maka penolakan bisa berubah menjadi komitmen. Semakin organisasi menghargai resistensi, semakin besar peluang terciptanya komitmen bersama.

5. Bagaimana peran dan keterampilan agen perubahan ?
Jawab:
Agen perubahan adalah individu atau kelompok yang berperan penting dalam memimpin dan memfasilitasi proses perubahan dalam organisasi. Mereka berfungsi sebagai jembatan antara pimpinan dan karyawan, membantu mendiagnosis masalah, merancang strategi perubahan, dan mengatasi resistensi yang muncul. Peran agen perubahan tidak hanya sebatas mengarahkan, tetapi juga menjadi teladan dalam menjalani proses transformasi. Untuk itu, seorang agen perubahan harus memiliki keterampilan komunikasi yang efektif, kemampuan membangun motivasi dan kepercayaan, serta keahlian dalam negosiasi dan manajemen konflik. Mereka juga perlu memiliki analisis situasi yang tajam serta kreativitas dalam mencari solusi. Dengan kombinasi peran dan keterampilan ini, agen perubahan menjadi motor utama yang memastikan perubahan berjalan dengan semestinya.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 2

by Kinanti Trisnajati -
Nama: Kinanti Trisnajati
NPM: 2311011078

1. Mengapa organisasi melakukan perubahan ?
Organisasi melakukan perubahan untuk mencapai efektivitas. Efektivitas di sini berarti kemampuan organisasi mencapai tujuan yang diinginkan secara optimal. Selain itu, perubahan juga diperlukan agar organisasi dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan eksternal yang dinamis, mengatasi masalah internal seperti konflik, budaya kerja, atau struktur yang kaku dan untuk menciptakan inovasi dan keunggulan bersaing jangka panjang.

2. Definisikan efektivitas organisasi dan kaitannya dengan perubahan organisasi !

Efektivitas adalah kemampuan organisasi mencapai tujuan yang diinginkan secara optimal. Efektivitas dipengaruhi proses, orang, budaya, dan kepemimpinan.
Kaitannya dengan perubaha yaitu, perubahan dilakukan agar organisasi tetap efektif, mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan, dan terus mencapai tujuannya.

3. Bagaimana menghargai perbedaan antara perubahan individu, kelompok dan sistem.
 
=> Menghargai perbedaan antara perubahan individu, kelompok, dan sistem dapat dilakukan. 
Pada individu, organisasi perlu memberi dukungan personal, pelatihan, dan motivasi agar sikap serta perilaku bisa berubah. Pada kelompok, perhatian diarahkan pada dinamika tim, norma, nilai, dan peran, sehingga diperlukan komunikasi yang baik serta partisipasi anggota. Sedangkan pada level sistem, manajemen harus memastikan keselarasan antar subsistem seperti tujuan, budaya, dan struktur agar perubahan berjalan efektif. 

4. Bagaimana menghargai sifat penolakan terhadap perubahan dan kaitannya dengan komitmen dan kesiapan terhadap perubahan?
Organisasi perlu memahami bahwa penolakan bisa muncul karena rasa tidak aman, terganggunya nilai atau keyakinan, maupun cara perubahan yang kurang melibatkan anggota. Dengan mendengarkan alasan resistensi, organisasi dapat membangun komunikasi yang lebih terbuka, menciptakan rasa adil, dan meningkatkan partisipasi. Hal ini berkaitan erat dengan komitmen dan kesiapan, karena semakin tinggi keterlibatan dan kepercayaan anggota, semakin besar dukungan yang muncul, dan resistensi pun dapat berkurang.


5. Bagaimana peran dan keterampilan agen perubahan ?
Peran Agen Perubahan

• Melakukan negosiasi, membangun dukungan dan mengatasi resistensi
• Bertindak sebagai fasilator netral
• Membantu pihak terkait menentukan opsi dan membuat keputusan
• Membangun kepercayaan dan menciptakan lingkungan positif untuk perubahan
Lalu, untuk ketrampilan dari agen perubahan ini seperti:
• Bisa Menilai kesiapan organisasi terhadap perubahan
• Dapat mengategorikan organisasi dari yg kaku ke arah organisasiyg lebih fleksibel
• Memahami secara jelas terkait sejarah organisasi dan dampaknya terhadap resistensi
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 2

by Pastorang Tamba -
Pastorang Tamba
2211011057

1. Mengapa organisasi melakukan perubahan?

Organisasi melakukan perubahan karena mereka harus menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungan yang terus berubah, seperti perkembangan teknologi, perubahan pasar, regulasi pemerintah, atau kebutuhan pelanggan. Kalau organisasi nggak mau berubah, bisa-bisa mereka tertinggal dan kalah saing. Jadi, perubahan itu penting supaya organisasi tetap relevan, efisien, dan bisa berkembang sesuai tuntutan zaman.

2. Definisikan efektivitas organisasi dan kaitannya dengan perubahan organisasi!

Efektivitas organisasi itu bisa diartikan sebagai seberapa baik suatu organisasi mencapai tujuan yang udah ditetapkan. Nah, kaitannya dengan perubahan organisasi, perubahan dilakukan supaya organisasi bisa lebih efektif misalnya, dengan memperbaiki sistem kerja, struktur organisasi, atau budaya kerja. Jadi, perubahan itu bukan sekadar tren, tapi emang dibutuhkan supaya organisasi bisa mencapai target secara maksimal.

3. Bagaimana menghargai perbedaan antara perubahan individu, kelompok, dan sistem?

Perubahan individu biasanya menyangkut sikap, perilaku, atau cara berpikir seseorang. Perubahan kelompok lebih ke dinamika antar anggota, seperti cara tim bekerja sama. Sementara perubahan sistem mencakup keseluruhan struktur, proses, dan budaya dalam organisasi. Menghargai perbedaan ini artinya kita paham kalau pendekatan untuk mengelola perubahan harus disesuaikan. Nggak bisa pakai cara yang sama untuk semua. Misalnya, perubahan individu bisa lewat pelatihan, tapi perubahan sistem butuh strategi yang lebih besar dan terstruktur.


4. Bagaimana menghargai sifat penolakan terhadap perubahan dan kaitannya dengan komitmen dan kesiapan terhadap perubahan?

Penolakan terhadap perubahan itu hal yang wajar. Banyak orang merasa takut, bingung, atau nggak nyaman karena harus keluar dari zona nyaman. Nah, untuk menghadapi ini, kita perlu menghargai perasaan mereka, bukan malah mengabaikannya. Di sinilah pentingnya membangun komitmen dan kesiapan terhadap perubahan. Kalau orang merasa dilibatkan, diberi informasi yang jelas, dan dikasih waktu untuk beradaptasi, mereka cenderung lebih siap dan mau menerima perubahan.

5. Bagaimana peran dan keterampilan agen perubahan?

Agen perubahan (change agent) punya peran penting dalam memimpin dan mengarahkan proses perubahan dalam organisasi. Mereka harus bisa jadi penghubung antara pimpinan dan anggota organisasi, menjelaskan alasan perubahan, dan membantu orang-orang beradaptasi. Keterampilan yang dibutuhkan antara lain kemampuan komunikasi, kepemimpinan, manajemen konflik, dan pemahaman yang baik soal dinamika organisasi. Agen perubahan juga harus bisa dipercaya dan bisa memberi contoh yang positif.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 2

by Rakha Luthfi Arifin 2351011004_S1 Manajemen -
NAMA:Rakha Luthfi Arifin
NPM :2351011004

jawaban

1.Organisasi melakukan perubahan untuk bertahan hidup dan tumbuh.
Perubahan dipicu oleh:
Faktor Eksternal: Persaingan, teknologi baru, dan perubahan pasar.
Faktor Internal: Kebutuhan untuk meningkatkan efisiensi atau kinerja.
Singkatnya, berubah adalah keharusan agar organisasi tetap relevan.

2.Efektivitas organisasi adalah tingkat keberhasilan suatu organisasi dalam mencapai tujuan dan sasarannya.
Kaitannya dengan perubahan organisasi sangat erat: perubahan adalah alat untuk meningkatkan efektivitas. Organisasi melakukan perubahan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan (pasar, teknologi, persaingan) atau mengatasi masalah internal (inefisiensi) demi mencapai tujuan dengan lebih baik. Perubahan yang berhasil akan meningkatkan efektivitas, sementara perubahan yang gagal justru bisa menurunkannya.

3.. Menghargai perbedaan antara perubahan individu, kelompok, dan sistem berarti:
Individu: Berfokus pada setiap orang (misalnya, melalui pelatihan).
Kelompok: Berfokus pada tim (misalnya, melalui diskusi dan kolaborasi).
Sistem: Berfokus pada struktur organisasi (misalnya, melalui restrukturisasi kebijakan).
Mengelola ketiga level ini secara terpisah, namun terpadu, adalah kunci keberhasilan perubahan.

4.Menghargai penolakan terhadap perubahan berarti melihatnya sebagai informasi berharga, bukan hambatan. Ini adalah sinyal bahwa ada masalah dengan kesiapan atau komitmen.
Penolakan dan Kesiapan: Penolakan bisa jadi tanda karyawan tidak siap secara teknis (kurang keterampilan) atau psikologis (takut). Menghargai penolakan di sini berarti memberikan pelatihan dan dukungan yang dibutuhkan.
Penolakan dan Komitmen: Penolakan juga bisa menunjukkan kurangnya komitmen karena karyawan merasa tidak dilibatkan atau tidak melihat manfaatnya. Menghargainya berarti membuka komunikasi, melibatkan mereka, dan menjelaskan visi perubahan secara transparan.

5.Agen perubahan (change agent) adalah individu yang secara sengaja ditugaskan untuk memfasilitasi dan mendorong perubahan dalam sebuah organisasi. Peran mereka adalah katalis yang membuat transisi berjalan lancar, sementara keterampilan mereka adalah alat untuk mencapai tujuan tersebut.
Peran Agen Perubahan

Katalis: Mereka memicu kesadaran akan kebutuhan untuk berubah dan menggerakkan orang untuk bertindak.

Fasilitator: Mereka membantu kelompok mengidentifikasi masalah, mencari solusi, dan merencanakan tindakan. Mereka tidak mendikte, melainkan memandu proses.

Penghubung: Mereka menjembatani komunikasi antara manajemen puncak dan karyawan di tingkat operasional. Mereka menerjemahkan visi strategis menjadi tindakan nyata dan menyuarakan kekhawatiran dari bawah.

Pelatih dan Mentor: Mereka mendukung individu dan tim selama proses transisi, memberikan bimbingan, dan membantu mereka mengembangkan keterampilan baru.

Teladan: Mereka harus menjadi contoh nyata dari perubahan yang diinginkan, menunjukkan komitmen dan perilaku yang sejalan dengan visi baru.
Keterampilan Kunci

Keterampilan Komunikasi: Ini adalah yang paling fundamental. Seorang agen perubahan harus mampu mendengarkan secara aktif, menyampaikan pesan dengan jelas, dan meyakinkan orang lain tentang manfaat perubahan.

Kecerdasan Emosional: Mereka harus peka terhadap perasaan dan kekhawatiran orang lain. Kemampuan untuk berempati, membangun kepercayaan, dan mengelola konflik sangat penting untuk mengatasi penolakan.

Keterampilan Kepemimpinan: Mereka harus mampu memimpin tanpa otoritas formal. Ini termasuk menginspirasi orang lain, membangun konsensus, dan memotivasi tim di tengah ketidakpastian.

Analisis dan Pemecahan Masalah: Mereka harus dapat mendiagnosis akar penyebab masalah, mengidentifikasi hambatan potensial, dan merancang strategi yang efektif untuk mengatasinya.

Fleksibilitas dan Ketahanan: Perubahan jarang berjalan mulus. Agen perubahan harus mampu beradaptasi dengan situasi tak terduga, bangkit dari kegagalan, dan tetap gigih dalam menghadapi tantangan.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 2

by Syayyidah Zahra Navisyah.M -
Nama : Syayyidah Zahra Navisyah. M
NPM : 2311011022


JAWABAN
1. Mengapa organisasi melakukan perubahan?
  • Menurut Burnes, perubahan dilakukan karena berbagai alasan eksternal dan internal. Perusahaan harus menanggapi tuntutan lingkungan, seperti persaingan, teknologi, regulasi, dan ekspektasi pemangku kepentingan. Jika tidak bergerak, organisasi bisa tertinggal atau tidak relevan lagi
  • Selain itu, perubahan juga diperlukan untuk meningkatkan efisiensi, inovasi, dan daya saing secara berkelanjutan.S

2. Efektivitas organisasi dan menyatukan perubahan organisasi
  • Efektivitas organisasi secara sederhana berarti sejauh mana baik organisasi mencapai tujuan dan menyesuaikan diri terhadap perubahan lingkungan. Burnes menekankan bahwa kemampuan mengelola perubahan—baik yang direncanakan maupun yang muncul—merupakan inti dari efektivitas ini
  • Organisasi yang efektif mampu:
  1. Mengenali dan menyuarakan perubahan lingkungan dengan tepat,
  2. memancarkan hasil yang diinginkan secara efisien, 
  3. Membaca struktur, budaya, serta kompetensi yang fleksibel.
Dengan demikian, efektivitas organisasi sangat terkait erat dengan kapasitasnya untuk berubah dan beradaptasi.

3. Perbedaan perubahan individu, kelompok, dan sistem
Burnes membagi jenis perubahan berdasarkan fokusnya:
  1. Perubahan individu: misalnya pengembangan kompetensi, promosi, atau perubahan perilaku.
  2. Perubahan kelompok: seperti tim pelatihan, pembentukan tim baru, atau realokasi tugas.
  3. Perubahan sistem (organisasi secara keseluruhan): mencakup rekonstruksi, perubahan kultur, atau transformasi strategi besar-besaran
  4.  Setiap tingkat tetap membutuhkan pendekatan, perencanaan, dan strategi pengelolaan yang berbeda—dari pelatihan individu hingga transformasi budaya organisasi.

4. Menghargai penolakan terhadap perubahan dan memupuk komitmen serta kesiapan
Burnes membahas pentingnya pemahaman resistensi sebagai reaksi alami dari individu. Alih-alih menekan, pendekatannya adalah:
  1. Mengidentifikasi akar perjanjian (misalnya ketakutan, mengancam, kehilangan kontrol),
  2. Menggunakan manajer sebagai fasilitator dan pelatih untuk mendukung adaptasi
  3. Merencanakan perencanaan komitmen secara sistematis: mengenali siapa yang perlu didukung serta cara memperoleh dukungannya, serta merancang pelatihan dan pengembangan.
Ini juga mencakup menciptakan iklim positif untuk perubahan dan mendukung orang agar merasa dilibatkan, dihargai, dan siap berubah.

5. Peran dan keterampilan agen perubahan 
Burnes menjelaskan dalam Bab “Siapakah Agen Perubahan?” bahwa:
  1. Model-model agen perubahan (menurut Buchanan & Boddy):
  • Model kepemimpinan — agen perubahan adalah manajer senior yang bertanggung jawab atas perubahan strategi.
  • Model manajemen — manajer menengah menjalankan elemen spesifik dari perubahan.
  • Model konsultasi — konsultan internal atau eksternal yang diandalkan untuk membantu proses di berbagai level.
  • Mode tim — tim lintas fungsi (manajer, karyawan, konsultan) yang bekerja bersama sebagai agen perubahan
2. Kompetensi utama agen perubahan:
  • Pengetahuan proses perubahan dan alat bantu manajemen perubahan.
  • Keterampilan politik—kemampuan memahami dan mengelola dinamika kekuasaan dan jaringan internal.
  • Sikap dan kualitas pribadi—meliputi kemampuan bernegosiasi, integritas, kesalahan, dan orientasi hasil
  • Kemampuan melatih dan memfasilitasi perubahan di setiap tingkatan.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 2

by Rakyan Chanda Khairunnisa 2311011053 -
NAMA : RAKYAN CHANDA KHAIRUNNISA 
NPM : 2311011053

1. Mengapa organisasi melakukan perubahan?

jawab : Efektivitas organisasi adalah kemampuan organisasi dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Suatu organisasi dapat dikatakan efektif apabila mampu menghasilkan hasil yang sesuai dengan harapan dan kebutuhan. Hubungannya dengan perubahan sangat erat, karena perubahan merupakan salah satu cara untuk meningkatkan efektivitas tersebut. Melalui perubahan, organisasi dapat menyesuaikan strategi, struktur, budaya, maupun proses kerja sehingga tujuan dapat tercapai secara lebih optimal dan berkelanjutan.

3. Bagaimana cara menghargai perbedaan antara perubahan individu, kelompok, dan sistem?

jawab : Perubahan dapat terjadi pada berbagai level, yaitu individu, kelompok, dan sistem. Pada level individu, perubahan berhubungan dengan perilaku, kesadaran, serta respon terhadap stimulus baik eksternal maupun internal. Pada level kelompok, perubahan dipengaruhi oleh norma, peran, serta nilai yang berlaku dalam dinamika kelompok kerja. Sementara itu, pada level sistem, organisasi dipandang sebagai sistem terbuka yang saling terhubung antar subsistem, seperti subsistem teknis, psikososial, manajerial, serta tujuan dan nilai. Menghargai perbedaan ini berarti memahami bahwa setiap level perubahan memiliki fokus yang berbeda, tetapi saling melengkapi, dan perubahan pada satu level akan berpengaruh terhadap level lainnya.

4. Bagaimana cara menghargai sikap penolakan terhadap perubahan dan sikap terhadap komitmen dan kesiapan terhadap perubahan?

jawab : Penolakan atau resistensi terhadap perubahan merupakan hal yang wajar terjadi dan tidak selalu berdampak negatif. Penolakan bahkan bisa menjadi masukan penting bahwa perubahan yang dirancang mungkin belum sesuai atau perlu diperbaiki. Untuk menghargai resistensi, organisasi harus melibatkan partisipasi karyawan, mengkomunikasikan alasan perubahan secara jelas dan adil, serta memperhatikan nilai, keyakinan, dan rasa aman individu. Di sisi lain, membangun komitmen dan kesiapan terhadap perubahan memerlukan kepemimpinan yang efektif, komunikasi yang transparan, serta strategi yang selaras dengan budaya organisasi. Dengan demikian, resistensi tidak hanya dipandang sebagai hambatan, melainkan juga peluang untuk menciptakan perubahan yang lebih tepat.


5. Bagaimana peran dan keterampilan agen perubahan?

jawab : Agen perubahan adalah individu yang bertanggung jawab untuk memastikan proses perubahan berjalan efektif. Perannya dapat berupa fasilitator, pemimpin tim, pelatih (coach), konsultan, atau manajer proyek. Agen perubahan memiliki tugas penting seperti menilai kesiapan organisasi, mengelola resistensi, membangun dukungan, dan menciptakan lingkungan yang menguntungkan bagi transformasi. Untuk melaksanakan tugas ini, agen perubahan harus memiliki berbagai keterampilan utama, di antaranya keterampilan diagnostik untuk menilai kondisi organisasi, keterampilan komunikasi strategi, keterampilan negosiasi, serta keterampilan interpersonal untuk membangun kepercayaan. Selain itu, kecakapan politik, kreativitas, dan kemampuan adaptasi juga sangat diperlukan agar agen perubahan dapat menjadi penggerak utama dalam mencapai perubahan organisasi.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 2

by Muhammad Rasendriya Bramantyo -
Nama : Muhammad Rasendriya Bramantyo
NPM : 2351011030

Jawaban Pertanyaan no 1
Berikut alasan mengapa organisasi harus melakukan perubahan:
- Perubahan adalah keniscayaan
Lingkungan eksternal (teknologi, pasar, regulasi) terus berkembang, sehingga mau tidak mau organisasi harus menyesuaikan diri dengan perkembangan.
- Untuk efektivitas organisasi
Efektivitas dipengaruhi oleh perubahan terhadap struktur, proses, orang, budaya, dan gaya kepemimpinan yang diterapkan oleh organisasi.
- Agar bertahan & bersaing
Organisasi yang tidak melakukan perubahan berisiko tertinggal atau stagnan dengan situasi yang dialami.

Jawaban Pertanyaan no 2 
- Fokus individu
Fokus pada perubahan perilaku & pola pikir (teori behavioris, gestalt-field, disonansi kognitif).
- Fokus Kelompok 
Fokus pada perubahan norma, peran, dan nilai yang dimiliki oleh anggota organisasi.
- Fokus Sistem
Fokus pada Perubahan menyeluruh pada organisasi (sistem terbuka: tujuan, teknis, psikososial, manajerial).

Jawaban Pertanyaan no 3
Kesiapan perubahan perubahan tergantung pada budaya organisasi, komitmen pimpinan, keterlibatan karyawan. Selain itu, resistensi juga dapat memengaruhi perubahan terhadap organisasi.

Solusi : 
- Meningkatkan partisipasi karyawan.
- Komunikasi yang jelas & transparan.
- Menyesuaikan perubahan dengan nilai/kepercayaan yang ada.
- Menggunakan resistensi sebagai masukan untuk perbaikan.

Jawaban Pertanyaan no 4
Agen Perubahan (Agen Perubahan): bisa seperti pemimpin, manajer, tim khusus, atau konsultan yang berperan sebagai fasilitator, pelatih, negosiator, penggerak utama.

Keterampilan:
- dapat mendiagnostik (menilai kesiapan organisasi).
- dapat melakukan komunikasi & negosiasi yang tepat.
- dapat me-manage peran & tujuan.
- memiliki kemampuan politik & membangun kepercayaan.
- memiliki kemampuan kreativitas dalam mengurangi ketidakpastian.

Jawaban Pertanyaan no 5
Tergantung pada situasi yang sedang dihadapi oleh perusahaan, namun yang pasti perusahaan akan melakukan perubahan dengan frekuensi yang sesuai dengan situasi yang dihadapi perusahaannya. 

Berikut Jenis-jenis perubahan yang dilakukan oleh perusahaan:
1. Perubahan Inkremental (bertahap)

Perubahan ini memiliki ciri-ciri perubahan seperti adaptif, berkelanjutan, risiko kecil.
Perubahan ini cocok untuk kondisi stabil dan cenderung sehat.

2. Keseimbangan Terputus (keseimbangan terputus)

Perubahan radikal ini terjadi saat krisis (restrukturisasi, merger, digitalisasi).
Perubahan ini cocok untuk kondisi di saat perusahaan mengalami turbulensi besar.

3. Perubahan Berkelanjutan (transformasi berkelanjutan)

Perubahan terus-menerus, menjadi budaya organisasi.
Perubahan jenis ini cocok untuk industri yang sangat dinamis (ritel, teknologi).

In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 2

by Putri Nuraini Azzahra 2311011072 -
Putri Nuraini Azzahra
2311011072

1. Mengapa organisasi melakukan perubahan?
• Dari perspektif individu, organisasi melakukan perubahan karena manusia di dalamnya menghadapi tantangan baru. Karyawan harus menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi, tuntutan produktivitas, serta kebutuhan kerja yang lebih fleksibel. Perubahan dilakukan agar manusia yang ada dalam organisasi tidak hanya bekerja mengikuti rutinitas, tetapi juga bisa berkembang, berdaya, dan tetap relevan dengan perkembangan zaman.

2. Definisikan efektivitas organisasi dan kaitannya dengan perubahan organisasi!
• Efektivitas organisasi bisa dimaknai sebagai keberhasilan individu-individu dalam organisasi mencapai target bersama dengan cara yang sehat, adil, dan memuaskan. Dalam konteks individu, efektivitas berarti karyawan merasa pekerjaannya bermakna, keterampilannya berkembang, dan kebutuhannya dihargai. Perubahan organisasi menjadi sarana untuk mencapai efektivitas ini misalnya melalui peningkatan kompetensi individu, sistem kerja yang lebih ramah bagi manusia, dan budaya kerja yang mendukung keseimbangan hidup.

3. Bagaimana menghargai perbedaan antara perubahan individu, kelompok, dan sistem?
• Perubahan individu = menyentuh identitas, sikap, dan perilaku seseorang. Misalnya, seorang karyawan yang belajar keterampilan digital baru. Menghargainya berarti memberi waktu, dukungan emosional, dan kesempatan berkembang.

• Perubahan kelompok = menekankan hubungan antar individu dalam tim. Misalnya, membiasakan kerja sama lintas divisi. Menghargainya berarti menghormati perbedaan gaya kerja dan menciptakan komunikasi yang sehat.

• Perubahan sistem = mencakup aturan besar yang memengaruhi semua orang. Dari perspektif individu, menghargainya berarti memahami bahwa setiap orang terdampak secara berbeda, sehingga perlu sosialisasi yang jelas dan kebijakan yang manusiawi.

4. Bagaimana menghargai sifat penolakan terhadap perubahan dan kaitannya dengan komitmen dan kesiapan terhadap perubahan?
• Penolakan dari individu adalah ekspresi alami manusia yang merasa cemas atau tidak aman menghadapi hal baru. Menghargai resistensi berarti mendengarkan kekhawatiran mereka, tidak memaksa, dan membantu mereka menyesuaikan diri secara bertahap.

• Komitmen individu muncul ketika orang merasa dilibatkan, dihargai, dan melihat manfaat pribadi dari perubahan.
Kesiapan individu terbentuk jika mereka mendapat bekal keterampilan, dukungan psikologis, serta pemahaman yang cukup. Jadi, resistensi bukan ancaman, melainkan tanda bahwa manusia butuh ruang aman sebelum benar-benar siap berubah.

5. Bagaimana peran dan keterampilan agen perubahan?
Peran agen perubahan terhadap individu :
1. Menjadi pendengar aktif atas keresahan karyawan.
2. Memberikan pemahaman bahwa perubahan bukan ancaman, tetapi peluang.
3. Memberikan dukungan berupa pelatihan, coaching, atau mentoring.
4. Menjadi teladan agar individu berani mencoba hal baru.

• Keterampilan yang dibutuhkan agen perubahan:
- Empati : memahami emosi individu yang tertekan.
- Komunikasi persuasif : menjelaskan alasan perubahan dengan bahasa manusiawi, bukan hanya teknis.
- Motivasi dan inspirasi : memberi semangat agar individu percaya diri.
- Adaptabilitas : mampu menyesuaikan pendekatan sesuai kebutuhan tiap orang.
- Kecerdasan emosional : menjaga hubungan baik meskipun ada penolakan atau konflik.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 2

by Aldo Rizki Ramadhan -
Aldo Rizki Ramadhan
2211011134

1. Mengapa organisasi melakukan perubahan?
- Organisasi melakukan perubahan karena menyesuaikan perubahan dunia (Pasar, Teknologi, cara kerja, sampai selera konsumen). Jika organisasi tidak melakukan perubahan & penyesuaian maka akan tertinggal oleh perkembangan. Perubahan tersebut dilakukan agar organisasi tetap bisa bersaing, berkelanjutan, relevan, dan tetap efektif di tiap perkembangan.

2. Definisikan efektivitas organisasi dan kaitannya dengan perubahan organisasi!
- sederhananya: efektivitas organisasi adalah seberapa bagus organisasi mencapai tujuannya. Supaya bisa tetap efektif, organisasi sering membutuhkan perubahan. Misalnya, jika cara lama sudah tidak relevan lagi, maka perlu cara baru agar tujuannya tetap tercapai.

3. Bagaimana menghargai perbedaan antara perubahan individu, kelompok, dan sistem? 
- Cara menghargai perbedaan perubahan di masing² kategori adalah dengan menyadari bahwa tiap level membutuhkan cara yang berbeda² untuk melakukan perubahan.
● Individu butuh pendekatan secara personal. Misalnya pelatihan, motivasi, dan dukungan langsung
● Kelompok lebih berfokus ke norma, peran, dan dinamika tim. Jadi perlu komunikasi yang terbuka dan kerja sama
● Sistem menyangkut ke struktur, budaya, dan proses yang besar. Jadi harus dikelola melalui kebijakan, strategi, dan koordinasi organisasi.

4. Bagaimana menghargai sifat penolakan terhadap perubahan dan kaitannya dengan komitmen dan kesiapan terhadap perubahan?
- Penolakan adalah hal yang wajar, karena umumnya orang takut kehilangan kenyamanan atau identitas. Tapi justru dari penolakan itu kita bisa tahu apakah perubahan yang direncanakan sudah tepat, adil, dan realistis. Kalau resistensi dikelola dengan baik, malah bisa meningkatkan komitmen dan kesiapan untuk berubah.

5. Bagaimana peran dan keterampilan agen perubahan?
- Seorang agen perubahan (individu itu sendiri) punya peran penting sebagai penggerak utama ketika organisasi sedang menghadapi proses transisi. Mereka bukan hanya bertugas memberi arahan, tapi juga memastikan orang-orang di dalam organisasi siap mengikuti arah baru yang dituju. Perannya bisa terlihat dalam berbagai bentuk, misalnya sebagai pemimpin yang memberikan visi jelas, fasilitator yang membuka ruang dialog, atau sebagai konsultan maupun pelatih yang mendampingi anggota organisasi agar bisa menyesuaikan diri.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 2

by Sutriyah Sutriyah -
Nama : Sutriyah
NPM : 2311011076

1. Mengapa organisasi melakukan perubahan ?
Jawab : Organisasi melakukan perubahan untuk meningkatkan efektivitasnya. Perubahan diperlukan agar organisasi bisa menyesuaikan diri dengan tantangan lingkungan yang selalu berubah tanpa kehilangan identitas dan efektivitas. Efektivitas organisasi berkaitan dengan kemampuan untuk mencapai tujuan yang diinginkan melalui proses, orang, budaya, dan kepemimpinan yang sesuai.

2. Definisikan efektivitas organisasi dan kaitannya dengan perubahan organisasi !
Jawab : Efektivitas organisasi adalah kemampuan atau kekuatan organisasi dalam menghasilkan efek atau pencapaian tujuan yang diharapkan. Efektivitas ini tergantung pada struktur dan cara organisasi dijalankan, termasuk proses, orang, budaya, dan kepemimpinan. Perubahan organisasi dilakukan untuk mencapai efektivitas tersebut dengan menyesuaikan aspek-aspek tersebut agar lebih relevan dan efisien dalam menghadapi dinamika lingkungan.

3. Bagaimana menghargai perbedaan antara perubahan individu, kelompok dan sistem.
Jawab : Perubahan individu difokuskan pada perilaku dan sikap personal yang dipengaruhi oleh lingkungan eksternal dan interpretasi individu terhadap stimulus (perspektif behavioris dan gestalt-field). Lalu, Perubahan kelompok menekankan norma, peran, dan nilai yang berperan dalam interaksi dan dinamika kelompok untuk mendorong perubahan bersama. Sedangkan, Perubahan sistem melibatkan organisasi sebagai sistem terbuka yang saling berinteraksi antar sub-sistem (tujuan, teknis, psikososial, dan manajerial) dan lingkungan eksternal. Pemahaman dan penghargaan terhadap level perubahan yang berbeda ini penting agar pendekatan manajemen perubahan dapat tepat sasaran dan efektif.

4. Bagaimana menghargai sifat penolakan terhadap perubahan dan kaitannya dengan komitmen dan kesiapan terhadap perubahan?
Jawab : Penolakan atau resistensi terhadap perubahan adalah hal yang wajar dan bisa menjadi indikator penting bahwa perubahan perlu diperhatikan kembali. Resistensi tidak selalu negatif, melainkan bisa menandakan perubahan yang kurang tepat, realistis, atau etis. Resistensi terkait erat dengan komitmen dan kesiapan organisasi dan individu; resistensi muncul jika perubahan bertentangan dengan nilai atau keyakinan. Oleh karena itu, kesiapan organisasi, komunikasi efektif, keterlibatan karyawan, dan manajemen resistensi penting untuk menyiapkan komitmen terhadap perubahan dan mengurangi penolakan.

5. Bagaimana peran dan keterampilan agen perubahan ?
Jawab : Agen perubahan adalah individu yang bertanggung jawab mengelola proses perubahan, bisa berupa pemimpin tim, fasilitator, pelatih, manajer proyek, atau konsultan. Peran utamanya adalah sebagai fasilitator yang netral untuk membantu menentukan opsi, membangun kepercayaan, dan menciptakan lingkungan positif perubahan. Keterampilan yang diperlukan meliputi keterampilan diagnostik, komunikasi, negosiasi, kemampuan mengelola berbagai level kesiapan organisasi (makro, meso, mikro), dan kemampuan adaptasi. Agen perubahan juga berperan sebagai penggerak utama perubahan dengan mempengaruhi persepsi dan menciptakan makna dalam organisasi.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 2

by Castyllus Devandra Oktafio -

Nama : Castyllus Devandra Oktafio

NPM : 2311011004

1. Organisasi melakukan perubahan untuk menyesuaikan diri dengan dinamika lingkungan yang terus berkembang, seperti perubahan teknologi, pasar, regulasi, dan kebutuhan konsumen. Tujuan utama dari perubahan adalah untuk mencapai dan mempertahankan efektivitas organisasi. Tanpa adanya perubahan, organisasi berisiko mengalami stagnasi dan kehilangan daya saing.

2. Efektivitas organisasi adalah kemampuan organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan serta menghasilkan efek yang diinginkan. Hal ini berkaitan dengan efisiensi dalam penggunaan sumber daya, pencapaian kinerja, serta kepuasan pemangku kepentingan. 

Dalam konteks perubahan, efektivitas sangat bergantung pada bagaimana organisasi dirancang dan dijalankan, termasuk proses kerja, struktur, budaya, serta kepemimpinan. Maka dari itu, efektivitas menjadi indikator keberhasilan perubahan, sementara perubahan diperlukan untuk menjaga dan meningkatkan efektivitas organisasi.

3.Perubahan Individu: Fokus pada perilaku, sikap, dan persepsi pribadi. Contoh: pendekatan behavioris dan gestalt.

Perubahan Kelompok: Melibatkan norma, peran, dan nilai dalam dinamika kelompok kerja. Fokus pada interaksi dan keseimbangan sosial (Kurt Lewin).

Perubahan Sistem: Melihat organisasi sebagai sistem terbuka; perubahan harus mencakup koordinasi antar sub-sistem (teknis, manajerial, psikososial, tujuan).

4. Menghargai penolakan terhadap perubahan berarti melihat resistensi bukan sebagai hambatan, tetapi sebagai masukan berharga. Penolakan bisa mencerminkan ketidaksesuaian antara perubahan dengan nilai atau harapan individu. Kaitannya dengan komitmen dan kesiapan, resistensi cenderung menurun jika organisasi melibatkan karyawan, berkomunikasi dengan jelas, dan membangun kesiapan sejak awal. Sebaliknya, tanpa kesiapan dan partisipasi, komitmen melemah dan resistensi meningkat.

5. Peran Agen Perubahan:

  • Fasilitator, pelatih, pemimpin tim, konsultan.
  • Mengelola transisi, menilai kesiapan, dan membangun komitmen.
  • Menjadi penggerak utama, bukan hanya fasilitator netral.

Keterampilan yang dibutuhkan:

  • Diagnostik: menilai kesiapan dan klasifikasi organisasi.
  • Komunikasi dan negosiasi: membangun dukungan.
  • Manajemen perubahan: mengelola resistensi dan transisi.
  • Kreativitas dan simbolik: menggunakan makna, ritual, dan simbol untuk memengaruhi budaya.
  • Politik dan kepemimpinan: menjalin hubungan dengan manajemen dan stakeholder.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 2

by Yogi Asrian 2311011119 -

Nama : Yogi Asrian Nugraha
NPM : 2311011119


1. Mengapa organisasi melakukan perubahan?

Organisasi melakukan perubahan karena lingkungan bisnis dan sosial selalu bergerak dinamis. Faktor teknologi, regulasi, persaingan, maupun kebutuhan konsumen terus berkembang. Jika organisasi tidak menyesuaikan diri, maka akan tertinggal bahkan kehilangan relevansi. Dengan kata lain, perubahan menjadi strategi penting agar organisasi tetap adaptif, inovatif, dan mampu bertahan dalam jangka panjang.

2. Definisikan efektivitas organisasi dan kaitannya dengan perubahan organisasi!
Efektivitas organisasi berarti sejauh mana sebuah organisasi mampu mencapai tujuan yang sudah ditetapkan dengan cara yang efisien dan berkelanjutan. Hal ini tidak hanya soal hasil, tetapi juga bagaimana prosesnya berjalan secara sehat. Perubahan organisasi sangat erat kaitannya dengan efektivitas, sebab penyesuaian strategi, struktur, atau budaya kerja sering kali diperlukan agar kinerja dan pencapaian tujuan tetap optimal.

3. Bagaimana menghargai perbedaan antara perubahan individu, kelompok, dan sistem?
Perubahan pada individu biasanya menyangkut sikap, pengetahuan, atau perilaku. Pada kelompok, perubahan terlihat dalam pola kerja sama, komunikasi, atau dinamika tim. Sedangkan pada sistem, cakupannya lebih luas, misalnya kebijakan, struktur organisasi, atau budaya kerja. Menghargai perbedaan ini berarti memahami bahwa pendekatan untuk tiap level harus berbeda—individu perlu dukungan personal, kelompok perlu arahan kolektif, sedangkan sistem butuh kebijakan yang jelas dan konsisten.

4. Bagaimana menghargai sifat penolakan terhadap perubahan dan kaitannya dengan komitmen serta kesiapan terhadap perubahan?
Penolakan terhadap perubahan merupakan reaksi alami, biasanya muncul karena rasa takut kehilangan kenyamanan atau ketidakjelasan arah. Menghargai penolakan ini berarti organisasi tidak memandangnya sebagai hambatan semata, tetapi sebagai tanda bahwa perlu ada komunikasi yang lebih baik dan dukungan yang lebih kuat. Dengan begitu, komitmen anggota organisasi dapat ditingkatkan, dan kesiapan menghadapi perubahan akan lebih terbangun secara bersama.

5. Bagaimana peran dan keterampilan agen perubahan?
Agen perubahan adalah pihak yang berfungsi sebagai jembatan antara visi perubahan dan realitas di lapangan. Mereka berperan mendorong, memfasilitasi, serta menjaga agar proses perubahan berjalan lancar. Untuk itu, agen perubahan harus memiliki keterampilan komunikasi yang persuasif, kepemimpinan yang inspiratif, kemampuan manajemen konflik, serta kepekaan sosial agar bisa membangun kepercayaan dan partisipasi dari seluruh anggota organisasi.


In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 2

by Ignatius Nevan geofrey_2211011111 -
Nama : Ignatius Nevan G
Npm : 2211011111

1. Mengapa organisasi melakukan perubahan?

Karena dunia bergerak, organisasi yang diam akan tertinggal; perubahan adalah jalan bertahan dan tumbuh.
2. Definisikan efektivitas organisasi dan kaitannya dengan perubahan organisasi!
Efektivitas organisasi adalah kemampuan mencapai tujuan dengan tepat dan berdaya guna; perubahan menjadi alat penyesuaian agar efektivitas tetap hidup di tengah dinamika.
3. Bagaimana menghargai perbedaan antara perubahan individu, kelompok, dan sistem?

Dengan menyadari skala: individu butuh pemahaman, kelompok butuh kesepahaman, sistem butuh keselarasan.
4. Bagaimana menghargai sifat penolakan terhadap perubahan dan kaitannya dengan komitmen dan kesiapan terhadap perubahan?

Penolakan adalah wajar, tanda ada kepedulian menghargainya berarti membuka ruang dialog agar komitmen tumbuh dan kesiapan terbentuk.
5. Bagaimana peran dan keterampilan agen perubahan?

Agen perubahan adalah jembatan; keterampilannya bukan hanya strategi, tapi juga empati, komunikasi, dan keberanian untuk memulai langkah pertama.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 2

by Mutia Nur Fajar Annisa_ 2311011070 -
Nama : Mutia Nur Fajar Annisa
NPM   : 2311011070 

1. Mengapa organisasi melakukan perubahan?
Jawab :
Organisasi melakukan perubahan karena perubahan adalah sesuatu yang tidak terhindarkan. Lingkungan bisnis, teknologi, regulasi, maupun kebutuhan pelanggan selalu berkembang. Tujuannya adalah:
- Mencapai efektivitas organisasi, yaitu kemampuan organisasi menghasilkan hasil yang diinginkan.
- Menyesuaikan diri dengan tantangan eksternal (pasar, teknologi, kompetitor, regulasi).
- Menjaga daya saing dan keberlangsungan hidup.
- Memperbaiki proses internal, budaya kerja, dan kepemimpinan agar lebih adaptif.

 2. Definisikan efektivitas organisasi dan kaitannya dengan perubahan organisasi.
Jawab :
Definisi Efektivitas Organisasi, Menurut Longman (1978), efektivitas adalah kemampuan menghasilkan efek yang diinginkan. Robbins (1967) menyebutnya sebagai pencapaian tujuan organisasi. Kaitannya dengan perubahan adalah perubahan dilakukan agar organisasi tetap efektif dalam mencapai tujuannya. Jika struktur, budaya, proses, atau sumber daya manusia tidak lagi mendukung efektivitas, maka perlu ada perubahan agar organisasi tetap relevan, produktif, dan kompetitif.

3. Bagaimana menghargai perbedaan antara perubahan individu, kelompok, dan sistem.
Jawab :
Dalam materi, ada tiga pendekatan utama:

1) Perubahan Individu
Fokus pada perilaku dan kesadaran individu.
- Behavioris, perilaku dipengaruhi stimulus eksternal (hadiah, hukuman).
- G estalt-Field, perilaku dipengaruhi pemahaman & kesadaran diri.

2) Perubahan Kelompok.
Dijelaskan melalui teori dynamics of group (Kurt Lewin). Perubahan fokus pada norma, peran, dan nilai dalam kelompok. Kelompok kerja adalah motor utama perubahan.

3) Perubahan Sistem.
Melihat organisasi sebagai sistem terbuka dengan subsistem (teknis, psikososial, manajerial, tujuan/nilai). Perubahan satu subsistem akan memengaruhi yang lain. Perbedaan ini harus dihargai dengan menyesuaikan pendekatan: perubahan individu = motivasi/pelatihan, perubahan kelompok = kerja sama/norma baru, perubahan sistem = restrukturisasi dan koordinasi antarbagian.

4. Bagaimana menghargai sifat penolakan terhadap perubahan dan kaitannya dengan komitmen dan kesiapan.
Jawab :
Resistensi adalah hal wajar dan tidak selalu buruk. Bisa menjadi warning sign bahwa perubahan kurang tepat, terlalu cepat, atau tidak sesuai dengan nilai karyawan. Faktor penyebab resistensi:
- Ketidaksesuaian nilai (Teori Disonansi Kognitif).
- Perubahan terlalu dalam menyentuh identitas (Teori Depth of Intervention).
- Ekspektasi tidak terpenuhi (Kontrak Psikologis).
- Sifat personal yang cenderung menolak perubahan (Resistance to Change Scale).

Kaitannya dengan komitmen & kesiapan adalah jika organisasi menjelaskan alasan perubahan, melibatkan karyawan, dan memberi rasa adil, resistensi akan berkurang. Komitmen dan kesiapan tumbuh ketika orang merasa aman, dilibatkan, dan melihat manfaat dari perubahan.

5. Bagaimana peran dan keterampilan agen perubahan.
Jawab :
Definisi, Agen perubahan adalah individu yang mengelola dan memastikan proses perubahan berjalan baik. Peran utamanya adalah :
- Pemimpin tim
- Fasilitator
- Pelatih (coach)
- Manajer proyek
- Konsultan internal/eksternal

Keterampilan penting :

1. Diagnostik → menilai kesiapan organisasi terhadap perubahan.
2. Komunikasi → menyampaikan visi, menjelaskan alasan perubahan.
3. Negosiasi → menghadapi resistensi, mencari jalan tengah.
4. Manajemen politik → membangun dukungan dari manajemen puncak.
5. Kreativitas & simbolik → menciptakan makna, motivasi, dan simbol perubahan.

Perspektif modern, Change agent bukan hanya top manajemen, tetapi bisa siapa saja (manajer lini, tim HR, konsultan) dengan kemampuan adaptasi, interpersonal, dan teknis yang kuat.

In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 2

by Ardiansyah Goeswar -

Ardiansyah Goeswar

2311011077


1. Mengapa organisasi melakukan perubahan?
Organisasi melakukan perubahan karena mereka berada dalam lingkungan yang dinamis, penuh dengan ketidakpastian, dan tekanan eksternal maupun internal yang terus berkembang. Faktor seperti perkembangan teknologi, perubahan kebutuhan pasar, pergeseran demografis tenaga kerja, hingga regulasi pemerintah memaksa organisasi untuk beradaptasi agar tetap relevan dan kompetitif. Tanpa perubahan, organisasi berisiko stagnan, tertinggal, atau bahkan mati. Namun, penting dicatat bahwa perubahan bukan hanya soal bertahan hidup, tapi juga soal pertumbuhan untuk memperbaiki kinerja, menciptakan nilai baru, dan memperluas dampak. Dalam konteks ini, perubahan bukan sekadar reaksi, melainkan strategi proaktif untuk membentuk masa depan organisasi.

2. Definisikan efektivitas organisasi dan kaitannya dengan perubahan organisasi
Efektivitas organisasi merujuk pada sejauh mana suatu organisasi mampu mencapai tujuan dan visinya secara efisien, konsisten, dan berkelanjutan. Ini bukan hanya soal seberapa besar keuntungan yang diraih, tetapi juga bagaimana proses, budaya, dan nilai-nilai dijalankan untuk menghasilkan kinerja jangka panjang. Kaitannya dengan perubahan organisasi sangat erat: perubahan menjadi sarana untuk meningkatkan efektivitas tersebut. Jika struktur organisasi kaku, budaya kerja tidak sehat, atau proses bisnis sudah usang, maka perubahan menjadi keharusan untuk meningkatkan efektivitas. Jadi, perubahan bukan hanya respon terhadap masalah, tetapi alat untuk mengoptimalkan cara kerja organisasi secara keseluruhan.

3. Bagaimana menghargai perbedaan antara perubahan individu, kelompok, dan sistem?
Menghargai perbedaan antara perubahan individu, kelompok, dan sistem berarti menyadari bahwa setiap level memiliki dinamika, kebutuhan, dan resistensi yang berbeda. Perubahan individu berkaitan dengan sikap, nilai, dan perilaku personal; seringkali memerlukan pendekatan psikologis dan komunikasi yang personal. Di tingkat kelompok, perubahan melibatkan dinamika antar anggota termasuk kepemimpinan informal, solidaritas, dan norma sosial yang bisa memperkuat atau menghambat perubahan. Sementara itu, perubahan sistem menyentuh aspek struktural dan kebijakan yang lebih luas, seperti struktur organisasi, alur kerja, dan sistem penghargaan. Ketiga level ini saling berhubungan dan harus dikelola dengan pendekatan yang berbeda, namun harmonis. Mengabaikan salah satunya akan membuat proses perubahan menjadi timpang dan berpotensi gagal.

4. Bagaimana menghargai sifat penolakan terhadap perubahan dan kaitannya dengan komitmen dan kesiapan terhadap perubahan?
Penolakan terhadap perubahan adalah sesuatu yang manusiawi, dan justru merupakan sinyal penting yang tidak boleh diabaikan. Penolakan sering kali mencerminkan kekhawatiran akan kehilangan, ketidakpastian, atau ketidakpercayaan terhadap proses dan pemimpin perubahan. Menghargai penolakan berarti tidak langsung menilainya sebagai hambatan, tetapi sebagai cermin dari kesiapan dan keterlibatan emosional individu dalam organisasi. Di sisi lain, komitmen dan kesiapan terhadap perubahan tidak muncul secara instan—keduanya perlu dibangun melalui komunikasi yang terbuka, partisipasi, dan pemberdayaan. Dengan kata lain, jika organisasi ingin membangun komitmen terhadap perubahan, ia harus siap mendengar penolakan sebagai bagian dari dialog transformasi, bukan sebagai hambatan semata.

5. Bagaimana peran dan keterampilan agen perubahan?
Agen perubahan bukan sekadar orang yang membawa gagasan baru, tapi sosok yang mampu menjembatani antara realitas lama dan masa depan yang diharapkan. Mereka memainkan peran penting dalam mengomunikasikan visi, membangun kepercayaan, mendampingi proses transisi, serta mengelola konflik yang muncul selama proses perubahan. Keterampilan yang dibutuhkan tidak hanya teknis, tapi juga emosional—mulai dari kemampuan komunikasi interpersonal, empati, kemampuan mendengarkan secara aktif, hingga kepemimpinan transformasional. Agen perubahan harus cukup sensitif untuk membaca dinamika organisasi, namun juga cukup berani untuk mendorong inovasi. Mereka bekerja bukan hanya untuk mengubah sistem, tapi juga untuk memberdayakan orang-orang yang ada di dalamnya agar bisa tumbuh bersama perubahan itu sendiri.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 2

by Ahmad Farid Al Hakim _2251011055 -
Nama : ahmad farid al hakim
Npm : 2251011055

1. Organisasi melakukan perubahan untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan lingkungan, teknologi, persaingan, serta kebutuhan pasar dan pelanggan, agar tetap relevan, efisien, dan berdaya saing.
2. Efektivitas organisasi adalah kemampuan mencapai tujuan secara optimal dengan memanfaatkan sumber daya. Perubahan organisasi berperan penting untuk menjaga dan meningkatkan efektivitas agar tetap mampu beradaptasi dengan dinamika internal maupun eksternal.
3. Menghargai perbedaan perubahan dilakukan dengan memahami bahwa perubahan individu fokus pada sikap dan perilaku personal, perubahan kelompok pada dinamika kerja sama dan interaksi, sedangkan perubahan sistem mencakup struktur, prosedur, dan budaya organisasi; ketiganya perlu dikelola sesuai karakteristik masing-masing agar saling mendukung.
4. Penolakan terhadap perubahan adalah hal wajar. Dengan menghargainya melalui komunikasi dan dukungan, organisasi dapat menumbuhkan komitmen serta meningkatkan kesiapan karyawan dalam menjalankan perubahan.
5. Agen perubahan berperan sebagai penggerak, fasilitator, dan penghubung dalam proses perubahan. Keterampilan yang dibutuhkan meliputi komunikasi efektif, kepemimpinan, kemampuan memecahkan masalah, membangun kepercayaan, serta mengelola resistensi.
In reply to Dr. NOVA MARDIANA, S.E., M.M.

Re: responsi 2

by Nurmelisa . -
Nama : Nurmelisa
NPM : 2311011123

1. Organisasi melakukan perubahan supaya tetap bisa berkembang dan bertahan di tengah kondisi yang selalu berubah. Perubahan ini bertujuan untuk meningkatkan cara kerja, menyesuaikan diri dengan kebutuhan pasar, teknologi, atau aturan baru, serta agar organisasi tetap kompetitif dan semakin baik dalam melayani pelanggan.

2. Definisi efektivitas organisasi dan hubungannya dengan perubahan organisasi
Efektivitas organisasi adalah sejauh mana organisasi mencapai tujuannya dengan hasil yang diharapkan. Perubahan organisasi penting agar efektivitas bisa terus meningkat. Dengan beradaptasi pada perubahan, organisasi dapat bekerja lebih efisien dan memenuhi kebutuhan yang terus berubah dari lingkungan sekitar.

3. Perubahan pada tingkat individu biasanya terkait dengan sikap dan kebiasaan pribadi, sedangkan pada kelompok terkait dengan interaksi dan kerjasama antar anggota. Di tingkat sistem, perubahan menyangkut keseluruhan struktur, prosedur, dan budaya organisasi. Penting untuk memahami bahwa setiap tingkat perubahan memerlukan pendekatan dan waktu yang berbeda.

4. Menghargai penolakan perubahan dan kaitannya dengan komitmen serta kesiapan
Penolakan terhadap perubahan adalah hal yang wajar karena ketidakpastian atau rasa takut. Untuk mengatasi ini, organisasi perlu membangun komitmen dan kesiapan dari semua pihak dengan memberikan informasi yang jelas, melibatkan mereka dalam proses perubahan, dan menyediakan dukungan agar perubahan bisa diterima.

5. Peran dan keterampilan agen perubahan
Agen perubahan bertugas memimpin dan memfasilitasi proses perubahan dalam organisasi. Mereka harus memiliki keterampilan komunikasi yang baik, mampu memotivasi orang lain, memahami dinamika organisasi, dan mampu mengatasi resistensi. Agen perubahan juga harus bisa merencanakan dan mengevaluasi proses perubahan supaya berjalan lancar.