- organisasi dianggap sebagai sistem rasional yang bisa dirancang dengan ilmu pengetahuan
- Menitikberatkan pada efisiensi, keteraturan, serta aturan formal.
- Memandang manusia sebagai makhluk ekonomi yang digerakkan oleh imbalan.
- Menganalogikan organisasi seperti mesin, dimana pekerja hanyalah komponen yang harus disesuaikan agar berfungsi baik.
- Peran manajer yang sangat krusial, terkait dalam perencanaan, pengendalian, dan penerapan prosedur standar.
2. Persamaan dan perbedaan karya Taylor, Fayol, dan Weber.
- Persamaan adalah ketiga karya tersebut ingin menemukan cara sistematis untuk mengelola organisasi, menekankan rasionalitas, efisiensi, dan keteraturan, serta menjadi fondasi lahirnya ilmu manajemen modern.
- Perbedaan adalah karya Taylor berfokus ke pekerja (bagaimana tugas dilakukan seefisien mungkin), karya Fayol berfokus ke manajer dan organisasi, (merumuskan fungsi manajemen; planning, organizing, actuating, controlling), karya Weber berfokus ke aturan & struktur (menciptakan konsep birokrasi; hierarki, aturan jelas, otoritas legal).
3. Pendekatan Klasik terhadap perubahan memiliki beberapa ciri utama, yaitu perubahan dilihat bisa dikendalikan lewat aturan dan perencanaan, fokus pada rasionalisasi proses, mengandalkan hierarki & kontrol yang ketat, serta ebih menekankan pada aturan dan struktur, bukan aspek manusia.
4. Perkembangan klasik & organisasi kerja:
- Perkembangan klasik muncul saat Revolusi Industri, hal ini dikarenakan pabrik membutuhkan cara baru untuk mengatur kerja. Dari sini lahirlah teori Taylor, Fayol, dan Weber
- Perkembangan organisasi kerja ditandai dengan munculnya pembagian tugas, penggunaan mesin, dan sistem pabrik. Serta peningkatan pada produktivitas, tapi pekerja sering mendapat kondisi kerja yang keras.