Posts made by Radja Radja

Pancasila teknik Elektro A -> Forum Analisis Video

by Radja Radja -
Nama : Radja Faridza Widiansyaputra
NPM : 2315031002
Kelas : TE A

Etika adalah hal penting yang sangat diperlukan untuk menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara dengan baik. Etika Pancasila adalah cabang filsafat yang dikembangkan dari nilai-nilai Pancasila untuk mengatur kehidupan berbangsa dan bernegara masyarakat Indonesia.
A. Sila pertama pancasila yaitu, Ketuhanan yang Maha Esa
Sila pertama ini yaitu sila Ketuhanan yang mengandung dimensi moral, berupa nilai spiritualitas yang mendekatkan manusia kepada tuhan. dengan adanya aturan atau nilai ketuhanan ini maka seorang manusia akan dapat memiliki kesadaran dalam dirinya sendiri untuk dapat menjaga etika dan tingkah lakunya.
B. Sila kedua Pancasila yaitu, Kemanusiaan yang adil dan beradab
Sila kedua ini yaitu Sila kemanusiaan yang didalamnya mengandung dimensi humanus, yang berarti dapat memperlakukan manusia secara manusiawi. yang dapat dilakukan dengan menghargai sesama manusia didalam pergaulan sesama manusia.
C. Sila ketiga pancasila yaitu, Persatuan Indonesia
Sila Ketiga ini yaitu sila Persatuan yang didalamnya mengandung dimensi nilai solidaritas, rasa kebersamaan dan cinta tanah air. dengan adanya nilai-nilai ini maka masyarakat Indonesia dapat memiliki rasa saling memiliki untuk menjaga Negara Indonesia ini bersama-sama.
D. Sila Keempat Pancasila yaitu, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
Sila keempat ini yaitu sila kerakyatan yang didalamnya mengandung nilai sikap menghargai dan mau mendengar pendapat orang lain. perbedaan pendapat dalam suatu kelompok, organisasi, atau bahkan Negara akan sangat mungkin terjadi, sehingga dengan adanya nilai ini sekelompok orang akan dapat saling menghargai dan menerima pendapat orang lain dalam suatu musyawarah.
E. Sila Kelima Pancasila yaitu, Keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia
Sila Kelima ini yaitu sila keadilan yang didalamnya mengandung dimensi nilai mau peduli atas nasib orang lain, dan kemauan untuk membantu orang lain.

Urgensi Pancasila dalam sistem etika :
1. Menempatkan sila-sila pancasila sebagai etika berarti menjadikan pancasila sebagai moral dan inspirasi bagi penentu sikap kita dalam mengambil tindakan dan keputusan
2. Memberikan pedoman bagi setiap warga negara sehingga memiliki orientasi yang jelas dalam tata pergaulan baik lokal, nasional ataupun internasional
3. Menjadi dasar analisis berbagai kebijakan sehingga tidak keluar dari semangat mendarah kebangsaan yang berjiwa Pancasila.

Pancasila teknik Elektro A -> Forum Analisis Soal

by Radja Radja -
Nama : Radja Faridza Widiansyaputra
Npm : 2315031002
Kelas : TE A

1. Bagaimanakah pendapatmu mengenai isi artikel tersebut? Hal positif apa yang bisa anda ambil?

Pendapat saya mengenai isi artikel tersebut yaitu Generasi milenial saat ini terhadap perkembangan zaman dan teknologi harus tetap bisa mengembangkan sikap yang kritis, dan bertanggung jawab. Karena dengan berkembangnya teknologi dan media sosial seseorang dapat menggunakannya untuk kebaikan atau bahkan keburukan. Generasi milenial saat ini harus tetap dapat menghormati dan menghargai perbedaan dan keberagaman dari orang orang disekitar.

hal positif yang dapat saya ambil dari asrtikel tersebut adalah :
- Generasi milenial memiliki kesempatan yang lebih luas dan cara yang lebih mudah untuk berinteraksi dengan orang dari berbagai latar belakang, budaya, dan negara.
- Sebagai Generasi Milenial, kita harus memiliki kesadaran dan kepedulian yang tinggi terhadap isu-isu sosial, lingkungan, dan kemanusiaan yang banyak terjadi di dunia saat ini.
- Generasi Milenial saat ini memiliki akses yang lebih mudah dan lebih cepat untuk mendapatkan informasi dan pengetahuan dari berbagai sumber dan media.

2. Jelaskan bagaimanakah hubungan antara Pancasila sebagai sistem etika dengan isi artikel tersebut?

Artikel tersebut membahas tentang generasi muda saat ini yang dianggap kurang santun, dan berbagai persepsi negatif yang terlihat oleh masyarakat. Artikel ini menekankan mengenai pentingnya seseorang untuk menjunjung tinggi nilai-nilai dan norma budaya yang positif, seperti sopan santun, ke ramah-tamahan, dan toleransi yang kuat. Hal hal tersebut yang seharusnya menjadi bagian penting bahkan identitas dari bangsa Indonesia. Pembahasan didalam artikel tersebut juga membahas mengenai bebasnya seorang individu dalam bertindak dan berbicara di era digital saat ini, yang seharusnya tetap dapat menjaga aturan dan norma.
Pancasila sebagai Ideologi bangsa Indonesia, memiliki lima prinsip. Yaitu, Ketuhanan yang maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, dan Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Prinsip – prinsip dalam Pancasila ini memiliki akar yang kuat pada kerangka etika dan moral masyarakat Indonesia. Prinsip tersebut sejalan dengan sila pancasila dalam beberapa hal :
- Kemanusiaan yang Adil dan Beradab: Pasal ini menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai dan norma-norma budaya positif yang sejalan dengan prinsip kemanusiaan yang adil dan beradab. Menjunjung tinggi sopan santun, keramahan, dan toleransi mencerminkan komitmen terhadap masyarakat yang adil dan beradab.

- Persatuan Indonesia: Pembahasan tentang pelestarian nilai-nilai dan norma budaya positif Indonesia mencerminkan keinginan untuk menjaga persatuan dan keharmonisan dalam masyarakat Indonesia yang beragam.

- Keadilan Sosial: Keprihatinan artikel mengenai potensi dampak negatif dari menurunnya nilai-nilai budaya positif terhadap masyarakat sejalan dengan prinsip keadilan sosial. Hal ini menyoroti pentingnya memastikan bahwa tindakan dan perkataan individu tidak merugikan orang lain dan menekankan perlunya menjunjung standar moral.

Ringkasnya, penekanan artikel tersebut pada penegakan nilai-nilai dan norma-norma budaya yang positif, serta kekhawatirannya terhadap potensi dampak negatif dari merosotnya nilai-nilai tersebut, sejalan dengan prinsip-prinsip Pancasila, khususnya yang berkaitan dengan kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, dan keadilan sosial. Hal ini menunjukkan relevansi Pancasila sebagai sistem etika dalam memandu nilai-nilai dan perilaku masyarakat.

3. Jelaskan bagaimanakah hubungan antara Pancasila sebagai sistem etika dengan isi artikel tersebut?

Berikut adalah beberapa contoh kearifan lokal di Indonesia yang terkait dengan sistem etika berdasarkan sila-sila Pancasila:

A. Sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, mengandung nilai-nilai kepercayaan, toleransi, dan kerukunan antarumat beragama. Contoh kearifan lokal yang sesuai dengan sila ini adalah:

- Maulid Nabi, yaitu peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW yang dilakukan oleh umat Islam dengan cara membaca shalawat, ceramah, dan tahlilan. Tujuannya adalah untuk mengenang dan meneladani akhlak dan ajaran Nabi Muhammad SAW.

- Natal, yaitu perayaan kelahiran Yesus Kristus yang dilakukan oleh umat Kristen dengan cara menghadiri ibadah, menyanyikan lagu-lagu rohani, dan saling memberi hadiah. Tujuannya adalah untuk mengucap syukur dan menghayati kasih Allah kepada umat manusia.

B. Sila kedua, Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, mengandung nilai-nilai kemanusiaan, kesetaraan, dan keadaban. Contoh kearifan lokal yang sesuai dengan sila ini adalah:

- Gotong royong, yaitu kebiasaan masyarakat untuk saling membantu dan bekerja sama dalam menyelesaikan suatu pekerjaan atau masalah. Tujuannya adalah untuk meringankan beban dan meningkatkan solidaritas.

- Sambatan, yaitu tradisi masyarakat Minangkabau untuk memberikan bantuan berupa uang, beras, atau barang lainnya kepada orang yang mengalami musibah atau kesulitan. Tujuannya adalah untuk menunjukkan rasa simpati dan empati.


C. Sila ketiga, Persatuan Indonesia, mengandung nilai-nilai persatuan, kesatuan, dan kebangsaan. Contoh kearifan lokal yang sesuai dengan sila ini adalah:

- Bhinneka Tunggal Ika, yaitu semboyan negara Indonesia yang berarti berbeda-beda tetapi tetap satu. Tujuannya adalah untuk mengakui dan menghargai keragaman suku, bahasa, agama, dan budaya yang ada di Indonesia.

- Pancasila, yaitu ideologi negara Indonesia yang terdiri dari lima sila yang saling berkaitan dan menyatu. Tujuannya adalah untuk menjadi dasar dan pedoman hidup bangsa Indonesia.

- Garuda Pancasila, yaitu lambang negara Indonesia yang berbentuk burung garuda yang membawa perisai dengan lima simbol sila Pancasila. Tujuannya adalah untuk melambangkan kekuatan, kebesaran, dan keagungan bangsa Indonesia.

D. Sila keempat, Kerakyatan Yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan, mengandung nilai-nilai demokrasi, partisipasi, dan kesejahteraan. Contoh kearifan lokal yang sesuai dengan sila ini adalah:

- Musyawarah, yaitu cara pengambilan keputusan yang dilakukan dengan cara berunding dan berdiskusi secara santun dan bijaksana. Tujuannya adalah untuk mencapai mufakat atau kesepakatan yang dapat diterima oleh semua pihak.

- Mufakat, yaitu hasil dari musyawarah yang mengandung kesepakatan bersama yang mengikat dan menghormati hak dan kewajiban semua pihak. Tujuannya adalah untuk menciptakan keadilan dan kesejahteraan bersama.

- Lembaga adat, yaitu lembaga yang mengatur dan menjalankan adat istiadat masyarakat setempat. Tujuannya adalah untuk menjaga dan melestarikan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal.

E. Sila kelima, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, mengandung nilai-nilai keadilan, keseimbangan, dan kemakmuran. Contoh kearifan lokal yang sesuai dengan sila ini adalah:

- Zakat, yaitu kewajiban umat Islam untuk menyisihkan sebagian dari harta atau penghasilan mereka untuk disalurkan kepada orang-orang yang berhak menerimanya. Tujuannya adalah untuk membersihkan harta, mengurangi kesenjangan sosial, dan meningkatkan kesejahteraan umat.

- Subak, yaitu sistem pengelolaan air irigasi sawah yang dilakukan oleh masyarakat Bali dengan cara mengatur dan membagi air secara adil dan proporsional. Tujuannya adalah untuk menjaga keseimbangan antara manusia, alam, dan Tuhan.

- Desa wisata, yaitu desa yang mengembangkan potensi wisata yang ada di wilayahnya dengan melibatkan partisipasi masyarakat setempat. Tujuannya adalah untuk meningkatkan pendapatan, kemandirian, dan kesejahteraan masyarakat.

4. Bagaimanakah cara menjaga dan melestarikan kearifan lokal di Indonesia yang terkait dengan sistem etika berdasarkan sila-sila Pancasila

Kearifan lokal mengacu pada pengetahuan, nilai-nilai dan tradisi yang dimiliki masyarakat lokal dalam pengelolaan sumber daya alam dan sosial secara berkelanjutan. Kearifan lokal merupakan bagian dari identitas dan kekayaan budaya masyarakat Indonesia yang perlu dilindungi dan dilestarikan. Kearifan lokal juga merupakan bagian dari sistem etika berdasarkan sila Pancasila, khususnya lima prinsip dasar yang menjadi landasan dan pedoman kehidupan masyarakat Indonesia.

Berikut adalah beberapa cara menjaga dan melestarikan kearifan lokal di Indonesia yang terkait dengan sistem etika berdasarkan sila-sila Pancasila:

- Mengenali dan mempelajari kearifan lokal daerah sendiri dan daerah lainnya. Hal ini dapat meningkatkan pengetahuan, penghargaan, dan rasa bangga terhadap keberagaman budaya yang ada di Indonesia. Hal ini juga sesuai dengan sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, yang mengandung nilai-nilai kepercayaan, toleransi, dan kerukunan antarumat beragama.

- Mengajak partisipasi masyarakat dalam pelestarian kearifan lokal, misalnya dengan mengadakan festival budaya, lokakarya, atau pameran seni. Hal ini dapat memperkuat solidaritas, kesejahteraan, dan keadilan sosial di antara masyarakat. Hal ini juga sesuai dengan sila kedua, Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, yang mengandung nilai-nilai kemanusiaan, kesetaraan, dan keadaban.

- Memberikan dukungan kepada tokoh-tokoh kearifan lokal, seperti seniman, pengrajin, atau guru di bidang seni budaya. Hal ini dapat memberikan apresiasi, motivasi, dan bantuan kepada mereka yang berperan dalam menjaga dan mengembangkan kearifan lokal. Hal ini juga sesuai dengan sila ketiga, Persatuan Indonesia, yang mengandung nilai-nilai persatuan, kesatuan, dan kebangsaan.

Pancasila teknik Elektro A -> Forum Analisis Jurnal

by Radja Radja -
Nama : Radja Faridza Widiansyaputra
Npm : 2315031002

Filsafat Ilmu sebagai Kritik terhadap Metode:
Kajian diawali dengan penjelasan bahwa filsafat ilmu merupakan kajian kritis terhadap metode yang digunakan dalam penelitian ilmiah.. Hal ini mencerminkan pentingnya evaluasi kritis dalam pendekatan ilmiah terhadap seluruh aspek pengetahuan..
Tugas Filsafat Ilmu Dalam Mempelajari Pancasila:
Majalah tersebut kemudian menjelaskan bahwa karena lemahnya pemahaman Pancasila di Indonesia, maka Filsafat Ilmu mempunyai tugas mempelajarinya secara ilmiah dengan menitikberatkan pada sikap akademis dan intelektual yang tinggi.. Hal ini mencerminkan peran filsafat ilmu dalam menganalisis dan memberikan solusi terhadap permasalahan negara..
Filsafat Ilmu dan Perkembangan Pancasila: Artikel
menekankan bahwa Pancasila harus dikembangkan atas dasar ilmu yang mempunyai nilai-nilai luhur.. Dalam hal ini filsafat ilmu melalui aspek ontologis, epistemologis, dan aksiomatiknya berperan sebagai pedoman dalam pengembangan Pancasila dan penerapannya dalam menyelesaikan permasalahan kehidupan manusia..
Sejarah Filsafat Ilmiah: Jurnal
meliput sejarah filsafat ilmiah yang berkaitan dengan Yunani kuno.. Hal ini memberikan pemahaman tentang asal usul dan perkembangan filsafat ilmiah dari waktu ke waktu, serta bagaimana para filsuf Yunani kuno memelopori pemahaman sains..
Kebutuhan untuk menghubungkan bidang pengetahuan:
Tinjauan ini menekankan bahwa kemajuan ilmu pengetahuan mengarah pada spesialisasi yang lebih besar.. Oleh karena itu, perlu diciptakan suatu bidang keilmuan yang mampu menjembatani perbedaan antar cabang ilmu pengetahuan, sehingga batasan antara ilmu dasar dan ilmu terapan tidak semakin kabur..
Pancasila dan Filsafat Ilmu:
Jurnal menarik paralel antara filsafat ilmu sebagai disiplin ilmu dan Pancasila sebagai pandangan hidup.. Mereka berbagi kesamaan dalam pentingnya pandangan kritis dan pengetahuan..
Pancasila, Filsafat, dan Ilmu Pengetahuan:
Artikel ini menyoroti bahwa Pancasila, filsafat, dan ilmu pengetahuan memiliki hubungan yang erat.. Semua tiga elemen ini saling terkait dan saling memengaruhi dalam kerangka pengembangan pengetahuan yang lebih luas..