Posts made by Risty Najwa Syahbanu

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Izin memperkenalkan diri pak.

Nama : Risty Najwa Syahbanu

Kelas : 6/B

NPM : 2313053053

Izin menjawab diskusi tersebut pak.

  1. Menurut pendapat saya, mata kuliah kajian pembelajaran tematik sangat penting untuk calon pendidik sekolah dasar. Melalui mata kuliah ini, calon pendidik dapat belajar bagaimana menggabungkan beberapa mata pelajaran dalam satu tema agar pembelajaran tidak terpisah-pisah. Anak di usia sekolah dasar biasanya lebih mudah memahami sesuatu secara menyeluruh dan nyata, bukan dalam bentuk teori. Karena itu, pembelajaran tematik membantu peserta didik belajar dengan cara yang lebih menyenangkan, aktif, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Dalam praktik di sekolah, pembelajaran seperti ini membuat peserta didik lebih mudah memahami materi karena mereka langsung melihat hubungan antara pelajaran dengan pengalaman mereka sendiri.
  2. Menurut pendapat saya, pembelajaran terpadu masih sangat relevan, bahkan semakin penting untuk digunakan sekarang, terutama di Indonesia dengan adanya Kurikulum Merdeka. Kurikulum ini mendorong peserta didik untuk lebih aktif, kreatif, dan belajar melalui proyek atau kegiatan nyata. Hal ini sejalan dengan pembelajaran terpadu yang menggabungkan beberapa pelajaran dalam satu kegiatan. Melalui program seperti Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), peserta didik tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik langsung, bekerja sama, dan memecahkan masalah. Jadi, pembelajaran terpadu bukan hanya masih cocok, tetapi justru sangat dibutuhkan agar pembelajaran lebih bermakna dan sesuai dengan perkembangan zaman.

Sekian jawaban yang dapat saya sampaikan. Terima kasih dan mohon maaf apabila ada kesalahan.

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Izin memperkenalkan diri pak...

Nama : Risty Najwa Syahbanu

Kelas : 6/B

NPM : 2313053053

Izin menjawab diskusi tersebut tentang Kurikulum Terpadu pak.

1. Kesiapan SDM

Saat ini, kesiapan pendidik dalam menerapkan pembelajaran terpadu masih belum sama di setiap sekolah. Ada pendidik yang sudah terbiasa menggunakan metode proyek atau tematik sehingga lebih mudah menggabungkan beberapa mata pelajaran dalam satu kegiatan. Namun, ada juga yang masih merasa kesulitan karena sejak dulu terbiasa mengajar satu mata pelajaran saja. Menggabungkan berbagai materi sekaligus tentu membutuhkan kreativitas, waktu, dan perencanaan yang lebih matang. Karena itu, pelatihan dan kerja sama antarpendidik sangat penting agar semua bisa lebih siap menjalankan pembelajaran terpadu.

2. Efektivitas Ujian 

Karena setiap sekolah bisa menggunakan tema pembelajaran yang berbeda, ujian tidak lagi cocok jika hanya mengandalkan hafalan materi. Sekarang, penilaian sebaiknya lebih melihat kemampuan peserta didik dalam memahami pelajaran, memecahkan masalah, dan bekerja sama. Oleh sebab itu, bentuk penilaian bisa berupa proyek, presentasi, praktik, atau portofolio, bukan hanya tes tertulis. Dengan cara ini, meskipun kegiatan belajar berbeda-beda, kemampuan yang dinilai tetap sama dan lebih mencerminkan kemampuan nyata peserta didik.

3. Implementasi di Indonesia

Di Indonesia, pembelajaran terpadu sudah mulai diterapkan melalui Kurikulum Merdeka, terutama lewat program Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Dalam program ini, peserta didik belajar lewat proyek nyata yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, seperti menjaga lingkungan, membuat usaha kecil, atau mengenal budaya lokal. Kegiatan ini menggabungkan beberapa mata pelajaran sekaligus sehingga pembelajaran terasa lebih nyata. Walaupun belum semua sekolah melaksanakannya dengan maksimal, langkah ini sudah menunjukkan bahwa pembelajaran terpadu mulai berjalan dan membawa perubahan yang positif.

Sekian, jawaban yang dapat saya sampaikan. Terima kasih dan mohon maaf apabila terdapat salah kata.

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Izin memperkenalkan diri, pak.

Nama : Risty Najwa Syahbanu

Kelas : 6/B

NPM : 2313053053

Izin menjawab diskusi tersebut pak...

Dalam pelaksanaannya, agar pembelajaran terpadu berjalan dengan baik, ada beberapa prinsip utama yang perlu diperhatikan:

  1. Keaslian (Authenticity), yaitu pembelajaran harus berkaitan dengan pengalaman nyata peserta didik. Materi tidak hanya teori, tetapi dihubungkan dengan situasi kehidupan sehari-hari. Contohnya, saat belajar tentang lingkungan, peserta didik mengamati kondisi sekitar sekolah atau rumah, bukan hanya membaca buku.
  2. Kebermaknaan, yaitu peserta didik perlu memahami tujuan dari apa yang dipelajari dan manfaat materi tersebut bagi kehidupan mereka sehingga lebih termotivasi untuk belajar.
  3. Keterkaitan, yaitu materi dari beberapa mata pelajaran dihubungkan satu sama lain. Konsep-konsep tidak diajarkan secara terpisah, tetapi saling mendukung dalam satu kegiatan. Misalnya, membaca teks (Bahasa Indonesia), menghitung data (Matematika), dan mempelajari alam (IPA) dalam satu proyek yang sama.
  4. Kemandirian, yaitu peserta didik didorong untuk belajar secara mandiri. Mereka diberi kesempatan mencari informasi, mengatur tugas, dan menyelesaikan masalah sendiri atau bersama kelompok. Disini, pendidik berperan sebagai pembimbing dan bukan satu-satunya sumber pengetahuan.
  5. Inkuiri (mencari tahu sendiri), yaitu pembelajaran yang mengutamakan proses menemukan pengetahuan. Peserta didik diajak mengamati, bertanya, mencoba, berdiskusi, dan menarik kesimpulan sendiri, bukan hanya menerima penjelasan dari pendidik.

Sekian jawaban yang dapat saya sampaikan. Terima kasih dan mohon maaf apabila terdapat kekurangan.

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Izin memperkenalkan diri pak.

Nama : Risty Najwa Syahbanu

Kelas : 6/B

NPM : 2313053053

Izin menjawab diskusi tersebut pak.

Pembelajaran kelas rangkap (PKR) memiliki beberapa karakteristik yang membedakannya dari pembelajaran kelas tunggal. Pembelajaran ini dilaksanakan dengan menggabungkan dua atau lebih tingkat kelas dalam satu ruangan dan ditangani oleh satu orang pendidik. Kondisi tersebut umumnya terjadi di sekolah dengan jumlah peserta didik terbatas atau kekurangan tenaga pendidik. Dalam pelaksanaannya, pendidik harus mengajar beberapa materi dan tingkat kurikulum sekaligus sehingga diperlukan pembagian waktu secara bergiliran antara kelompok peserta didik.

Selain itu, PKR menuntut peserta didik untuk lebih mandiri dalam belajar. Ketika pendidik memberikan bimbingan langsung kepada satu kelompok, kelompok lainnya mengerjakan tugas secara individu maupun kelompok dengan memanfaatkan bahan ajar seperti modul atau lembar kerja. Interaksi antarpeserta didik juga lebih kuat karena adanya kerja sama dan tutor sebaya, yaitu peserta didik yang lebih tinggi tingkatannya atau lebih dapat membantu temannya. Oleh karena itu, pembelajaran kelas rangkap memerlukan perencanaan yang matang, variasi metode pembelajaran, serta kemampuan manajemen kelas yang baik agar seluruh peserta didik tetap aktif dan tujuan pembelajaran pada setiap tingkat dapat tercapai.

Sekian jawaban dari saya. Terima kasih dan mohon maaf apabila ada kesalahan.

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.