Nama: Astin Trimartalena
Npm: 2213031081
Setelah menonton video “Indonesia Menyambut Revolusi Industri 4.0”, terlihat bahwa Indonesia sedang berada pada momen penting yang menghadirkan tantangan sekaligus peluang besar. Revolusi Industri 4.0 yang ditandai dengan perkembangan kecerdasan buatan, robotika, dan Internet of Things menuntut kesiapan sumber daya manusia agar tidak tertinggal. Video tersebut menekankan bahwa sektor pendidikan, terutama SMK dan pendidikan vokasi, memegang peran krusial dalam mempersiapkan tenaga kerja yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
Upaya untuk memperkuat kompetensi tenaga pendidik juga mendapat perhatian, dengan adanya pelatihan bagi guru agar tidak hanya menguasai keterampilan tradisional, tetapi juga keterampilan berbasis komputer dan teknologi digital. Dengan kurikulum yang disesuaikan kebutuhan industri, lulusan SMK diharapkan dapat langsung memasuki dunia kerja karena telah memiliki keterampilan praktis sesuai standar industri. Hal ini menjadi sangat relevan menjelang bonus demografi tahun 2035, ketika jumlah penduduk usia produktif akan mencapai puncaknya. Tanpa persiapan yang matang, keunggulan demografis tersebut berisiko menjadi masalah sosial dan ekonomi.
Menurut saya, langkah-langkah yang dijelaskan dalam video merupakan strategi tepat untuk menghadapi era transformasi teknologi. Revolusi Industri 4.0 bukan hanya soal penggunaan teknologi canggih, tetapi juga tentang kemampuan masyarakat untuk menyesuaikan diri dan berkolaborasi dalam ekosistem digital. Dengan kerja sama yang kuat antara dunia pendidikan, pemerintah, dan sektor industri, Indonesia memiliki potensi besar untuk bersaing di tingkat global dan memaksimalkan manfaat dari era digital yang terus berkembang.
Npm: 2213031081
Setelah menonton video “Indonesia Menyambut Revolusi Industri 4.0”, terlihat bahwa Indonesia sedang berada pada momen penting yang menghadirkan tantangan sekaligus peluang besar. Revolusi Industri 4.0 yang ditandai dengan perkembangan kecerdasan buatan, robotika, dan Internet of Things menuntut kesiapan sumber daya manusia agar tidak tertinggal. Video tersebut menekankan bahwa sektor pendidikan, terutama SMK dan pendidikan vokasi, memegang peran krusial dalam mempersiapkan tenaga kerja yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
Upaya untuk memperkuat kompetensi tenaga pendidik juga mendapat perhatian, dengan adanya pelatihan bagi guru agar tidak hanya menguasai keterampilan tradisional, tetapi juga keterampilan berbasis komputer dan teknologi digital. Dengan kurikulum yang disesuaikan kebutuhan industri, lulusan SMK diharapkan dapat langsung memasuki dunia kerja karena telah memiliki keterampilan praktis sesuai standar industri. Hal ini menjadi sangat relevan menjelang bonus demografi tahun 2035, ketika jumlah penduduk usia produktif akan mencapai puncaknya. Tanpa persiapan yang matang, keunggulan demografis tersebut berisiko menjadi masalah sosial dan ekonomi.
Menurut saya, langkah-langkah yang dijelaskan dalam video merupakan strategi tepat untuk menghadapi era transformasi teknologi. Revolusi Industri 4.0 bukan hanya soal penggunaan teknologi canggih, tetapi juga tentang kemampuan masyarakat untuk menyesuaikan diri dan berkolaborasi dalam ekosistem digital. Dengan kerja sama yang kuat antara dunia pendidikan, pemerintah, dan sektor industri, Indonesia memiliki potensi besar untuk bersaing di tingkat global dan memaksimalkan manfaat dari era digital yang terus berkembang.