Nama: Astin Trimartalena
Npm: 2213031081
Hasil telaah terhadap jurnal pertama karya Muchtar Ahmad menunjukkan bahwa kebijakan industrialisasi Indonesia masih menghadapi berbagai persoalan mendasar. Jurnal tersebut menyoroti absennya strategi industrialisasi yang terarah, terlihat dari munculnya gejala deindustrialisasi seperti relokasi industri ke negara lain, lemahnya realisasi investasi, serta ketidakmampuan pemerintah merespons dinamika ekonomi global. Kebijakan yang dikeluarkan pemerintah termasuk PP No. 1/2007 maupun Inpres No. 6/2007 dinilai belum cukup antisipatif dan tidak mampu menciptakan koordinasi lintas sektor secara efektif. Upaya pemberian insentif fiskal pun masih bersifat sementara dan tidak didukung oleh roadmap yang komprehensif. Karena itu, jurnal ini menegaskan pentingnya perencanaan strategis jangka panjang yang mengintegrasikan kebijakan makro pemerintah dengan strategi mikro perusahaan guna menciptakan sinergi pembangunan industri nasional.
Sementara itu, jurnal kedua yang ditulis oleh Ade Faisal membahas kebijakan pembangunan industri berbasis kawasan atau aglomerasi sebagai salah satu program prioritas pemerintah, khususnya melalui pengembangan 14 Kawasan Industri Prioritas (KIP) di luar Pulau Jawa. Namun, implementasi program tersebut menghadapi hambatan signifikan, antara lain perencanaan yang belum matang, rendahnya minat investor untuk masuk ke kawasan industri, serta kesulitan dalam proses pembebasan lahan. Jurnal ini menekankan bahwa pendekatan berbasis kawasan hanya dapat berhasil jika disertai dukungan fundamental seperti insentif investasi yang menarik, infrastruktur yang memadai, dan keterkaitan antarsektor industri. Contoh keberhasilan Korea Selatan dan Taiwan menunjukkan bahwa industrialisasi yang efektif membutuhkan tahapan pembangunan yang sistematis serta kemitraan yang kuat antara pemerintah dan pelaku usaha.
Telaah terhadap dua jurnal tersebut memperlihatkan bahwa tantangan utama industrialisasi Indonesia terletak pada lemahnya strategi, koordinasi, dan implementasi kebijakan. Jurnal pertama menekankan perlunya integrasi kebijakan makro dan strategi mikro agar arah industrialisasi lebih jelas, sementara jurnal kedua menyoroti pentingnya pendekatan berbasis kawasan yang diperkuat oleh perencanaan matang, infrastruktur, serta kolaborasi pemerintah swasta. Secara keseluruhan, keduanya menyimpulkan bahwa keberhasilan industrialisasi Indonesia sangat bergantung pada strategi jangka panjang yang konsisten, dukungan kebijakan yang terpadu, dan keterlibatan aktif para pelaku industri dalam setiap tahapan pembangunan.