Berikan respon Anda disini tentang esensi artikel di atas.
DISKUSI
Nama : Nabilla Sevtiana Putri
NPM : 2213031079
Secara umum, globalisasi adalah proses kembali ke norma awal di mana dunia adalah satu komunitas tanpa batas, di mana pergerakan bebas dan perdagangan di antara orang-orang di seluruh dunia dibatasi oleh batas-batas buatan yang diciptakan oleh nasionalisme. Globalisasi mencoba mengembalikan sebagian besar atribut yang hilang akibat terciptanya batas-batas buatan ini. Globalisasi telah difasilitasi oleh kemajuan teknologi, khususnya teknologi informasi, yang telah mempermudah arus informasi dan hubungan internasional.
Globalisasi memberikan berbagai manfaat bagi negara maju dan negara berkembang. Bagi negara maju, globalisasi menguntungkan melalui perluasan permintaan dan jaringan pemasaran. Sementara itu, negara berkembang mendapatkan keuntungan dari pertukaran keahlian, paket kesejahteraan yang lebih baik, dan pertukaran komoditas yang lebih baik. Globalisasi juga memengaruhi politik internasional dengan memfasilitasi peran organisasi internasional seperti PBB, Uni Eropa, dan lainnya dalam menyelesaikan konflik dan mencegah perang. Selain itu, globalisasi turut berperan dalam perang melawan diskriminasi rasial, ketidakadilan, dan fanatisme agama, serta menjadi landasan dalam menghilangkan dampak bencana internasional, operasi penyelamatan, dan layanan kemanusiaan.
Meskipun demikian, globalisasi juga memiliki kelemahan. Proses ini dapat memicu konflik, terutama konflik komunal, yang menghancurkan kehidupan dan harta benda.
Salah satu contohnya adalah program penyesuaian struktural (SAP) yang diperkenalkan oleh globalisasi, yang dikatakan telah merusak ekonomi Afrika yang rapuh, memperburuk tingkat pengangguran, dan memperlebar kesenjangan antara orang kaya dan miskin. Selain itu, karena saling terhubungnya ekonomi dunia, masalah ekonomi di satu negara, seperti Amerika Serikat, dapat berdampak buruk pada negara lain yang terhubung secara ekonomi. Namun, manfaat globalisasi yang luar biasa dianggap membenarkan penerapannya yang berkelanjutan.
NPM : 2213031079
Secara umum, globalisasi adalah proses kembali ke norma awal di mana dunia adalah satu komunitas tanpa batas, di mana pergerakan bebas dan perdagangan di antara orang-orang di seluruh dunia dibatasi oleh batas-batas buatan yang diciptakan oleh nasionalisme. Globalisasi mencoba mengembalikan sebagian besar atribut yang hilang akibat terciptanya batas-batas buatan ini. Globalisasi telah difasilitasi oleh kemajuan teknologi, khususnya teknologi informasi, yang telah mempermudah arus informasi dan hubungan internasional.
Globalisasi memberikan berbagai manfaat bagi negara maju dan negara berkembang. Bagi negara maju, globalisasi menguntungkan melalui perluasan permintaan dan jaringan pemasaran. Sementara itu, negara berkembang mendapatkan keuntungan dari pertukaran keahlian, paket kesejahteraan yang lebih baik, dan pertukaran komoditas yang lebih baik. Globalisasi juga memengaruhi politik internasional dengan memfasilitasi peran organisasi internasional seperti PBB, Uni Eropa, dan lainnya dalam menyelesaikan konflik dan mencegah perang. Selain itu, globalisasi turut berperan dalam perang melawan diskriminasi rasial, ketidakadilan, dan fanatisme agama, serta menjadi landasan dalam menghilangkan dampak bencana internasional, operasi penyelamatan, dan layanan kemanusiaan.
Meskipun demikian, globalisasi juga memiliki kelemahan. Proses ini dapat memicu konflik, terutama konflik komunal, yang menghancurkan kehidupan dan harta benda.
Salah satu contohnya adalah program penyesuaian struktural (SAP) yang diperkenalkan oleh globalisasi, yang dikatakan telah merusak ekonomi Afrika yang rapuh, memperburuk tingkat pengangguran, dan memperlebar kesenjangan antara orang kaya dan miskin. Selain itu, karena saling terhubungnya ekonomi dunia, masalah ekonomi di satu negara, seperti Amerika Serikat, dapat berdampak buruk pada negara lain yang terhubung secara ekonomi. Namun, manfaat globalisasi yang luar biasa dianggap membenarkan penerapannya yang berkelanjutan.
Nama : Wayan Sintia Dewi
NPM : 2213031083
Artikel tersebut menekankan bahwa globalisasi merupakan faktor penting yang mendorong perubahan besar dalam dunia bisnis dan perekonomian global. Keterhubungan antarnegara melalui perdagangan, investasi, dan arus informasi membuat batas-batas nasional semakin terbuka sehingga perusahaan memiliki peluang memperluas pasar, meningkatkan efisiensi, dan mengadopsi teknologi baru dengan lebih cepat. Meskipun demikian, globalisasi juga membawa dampak yang tidak merata. Negara maju dan perusahaan besar sering kali memperoleh keuntungan lebih besar, sementara negara berkembang dan usaha kecil menghadapi tantangan berat untuk bersaing. Kesenjangan ekonomi, dominasi perusahaan multinasional, dan melemahnya perlindungan terhadap sektor lokal menjadi konsekuensi yang harus dihadapi. Esensi utama dari artikel tersebut adalah globalisasi tidak dapat dihindari, namun manfaatnya hanya dapat dirasakan secara adil apabila ada strategi adaptasi yang tepat. Peran pemerintah dan pelaku usaha sangat menentukan agar globalisasi bukan hanya menjadi sumber pertumbuhan, tetapi juga sarana pemerataan kesejahteraan.
NPM : 2213031083
Artikel tersebut menekankan bahwa globalisasi merupakan faktor penting yang mendorong perubahan besar dalam dunia bisnis dan perekonomian global. Keterhubungan antarnegara melalui perdagangan, investasi, dan arus informasi membuat batas-batas nasional semakin terbuka sehingga perusahaan memiliki peluang memperluas pasar, meningkatkan efisiensi, dan mengadopsi teknologi baru dengan lebih cepat. Meskipun demikian, globalisasi juga membawa dampak yang tidak merata. Negara maju dan perusahaan besar sering kali memperoleh keuntungan lebih besar, sementara negara berkembang dan usaha kecil menghadapi tantangan berat untuk bersaing. Kesenjangan ekonomi, dominasi perusahaan multinasional, dan melemahnya perlindungan terhadap sektor lokal menjadi konsekuensi yang harus dihadapi. Esensi utama dari artikel tersebut adalah globalisasi tidak dapat dihindari, namun manfaatnya hanya dapat dirasakan secara adil apabila ada strategi adaptasi yang tepat. Peran pemerintah dan pelaku usaha sangat menentukan agar globalisasi bukan hanya menjadi sumber pertumbuhan, tetapi juga sarana pemerataan kesejahteraan.
Nama: Cindi Yosari Saragih
NPM: 2213031084
Esensi dari artikel “The Impact of Globalization to Business and the World Economy” adalah bahwa globalisasi telah membawa dampak signifikan terhadap dunia usaha dan perekonomian global. Globalisasi mendorong integrasi pasar internasional, mempercepat arus perdagangan barang, jasa, modal, serta teknologi, dan menciptakan peluang baru bagi perusahaan untuk memperluas jangkauan pasar. Perusahaan multinasional menjadi aktor utama yang memanfaatkan globalisasi untuk meningkatkan efisiensi produksi, menekan biaya, dan memperluas rantai pasok global. Namun, artikel ini juga menekankan bahwa globalisasi bukan tanpa tantangan. Persaingan bisnis semakin ketat, terutama bagi perusahaan kecil dan menengah yang kurang mampu mengikuti perubahan. Selain itu, globalisasi dapat menimbulkan ketimpangan ekonomi, baik antarnegara maupun di dalam negeri, karena tidak semua pelaku ekonomi memiliki kemampuan yang sama untuk beradaptasi. Di sisi lain, globalisasi memaksa negara-negara untuk menyesuaikan kebijakan ekonomi, meningkatkan daya saing, serta memperkuat inovasi agar tidak tertinggal dalam arus persaingan global. Secara keseluruhan, artikel ini menyimpulkan bahwa globalisasi membawa peluang sekaligus risiko. Bagi dunia bisnis, globalisasi dapat menjadi sarana untuk bertumbuh lebih cepat, tetapi hanya jika perusahaan mampu beradaptasi dengan inovasi, teknologi, dan strategi global. Sementara itu, bagi perekonomian dunia, globalisasi dapat meningkatkan interdependensi, pertumbuhan, dan integrasi, tetapi juga menimbulkan tantangan dalam hal ketidakmerataan dan kerentanan terhadap krisis global.
NPM: 2213031084
Esensi dari artikel “The Impact of Globalization to Business and the World Economy” adalah bahwa globalisasi telah membawa dampak signifikan terhadap dunia usaha dan perekonomian global. Globalisasi mendorong integrasi pasar internasional, mempercepat arus perdagangan barang, jasa, modal, serta teknologi, dan menciptakan peluang baru bagi perusahaan untuk memperluas jangkauan pasar. Perusahaan multinasional menjadi aktor utama yang memanfaatkan globalisasi untuk meningkatkan efisiensi produksi, menekan biaya, dan memperluas rantai pasok global. Namun, artikel ini juga menekankan bahwa globalisasi bukan tanpa tantangan. Persaingan bisnis semakin ketat, terutama bagi perusahaan kecil dan menengah yang kurang mampu mengikuti perubahan. Selain itu, globalisasi dapat menimbulkan ketimpangan ekonomi, baik antarnegara maupun di dalam negeri, karena tidak semua pelaku ekonomi memiliki kemampuan yang sama untuk beradaptasi. Di sisi lain, globalisasi memaksa negara-negara untuk menyesuaikan kebijakan ekonomi, meningkatkan daya saing, serta memperkuat inovasi agar tidak tertinggal dalam arus persaingan global. Secara keseluruhan, artikel ini menyimpulkan bahwa globalisasi membawa peluang sekaligus risiko. Bagi dunia bisnis, globalisasi dapat menjadi sarana untuk bertumbuh lebih cepat, tetapi hanya jika perusahaan mampu beradaptasi dengan inovasi, teknologi, dan strategi global. Sementara itu, bagi perekonomian dunia, globalisasi dapat meningkatkan interdependensi, pertumbuhan, dan integrasi, tetapi juga menimbulkan tantangan dalam hal ketidakmerataan dan kerentanan terhadap krisis global.
Nama : Eka Arinda
NPM : 2213031080
Setelah dibaca dan dianalisis, esensi utama dari artikel yang berjudul “The Impact of Globalization to Business and the World Economy” karya Herbert Nnamdi Okoye dan Linda Chika Nwaigwe (2015) terletak pada pembahasan mendalam mengenai bagaimana globalisasi telah menjadi kekuatan dominan yang mengubah tatanan ekonomi, sosial, dan politik dunia secara menyeluruh. Artikel ini menggambarkan bahwa globalisasi tidak hanya sekadar perluasan perdagangan internasional, tetapi juga merupakan proses kompleks yang mencakup penyatuan pasar dunia, kemajuan teknologi informasi, serta interaksi lintas batas yang semakin intensif di antara negara-negara di seluruh dunia.
Dalam artikel ini, penulis menegaskan bahwa globalisasi telah membawa banyak dampak positif bagi perekonomian global. Di bidang ekonomi, globalisasi mendorong liberalisasi pasar, memperluas peluang investasi, dan meningkatkan efisiensi produksi melalui integrasi rantai pasok internasional. Fenomena ini juga menciptakan lapangan kerja baru, memperluas jangkauan bisnis melalui mekanisme franchising dan strategic alliances, serta memperkuat daya saing global perusahaan-perusahaan di berbagai negara. Kemajuan teknologi informasi menjadi faktor kunci dalam proses ini, karena telah mempercepat arus komunikasi, memperpendek jarak antarnegara, dan memungkinkan transaksi bisnis berlangsung secara cepat dan efisien melalui sistem digital. Selain itu, artikel ini juga membahas dimensi politik dan sosial dari globalisasi. Dalam bidang politik, globalisasi berperan dalam memperkuat kerja sama antarnegara, mengurangi potensi konflik melalui diplomasi internasional, serta mendukung upaya perdamaian dunia melalui organisasi global seperti PBB dan G7. Dari sisi sosial, globalisasi dianggap mampu menumbuhkan solidaritas kemanusiaan lintas negara, terbukti dari meningkatnya kolaborasi internasional dalam menghadapi bencana alam, krisis kesehatan seperti Ebola dan HIV, serta kampanye melawan diskriminasi ras dan etnis.
Tetapi dalam artikel ini, penulis juga memberikan catatan kritis bahwa globalisasi tidak selalu membawa dampak positif. Ketimpangan ekonomi, pengangguran akibat otomatisasi, serta potensi konflik antarnegara bisa menjadi konsekuensi dari sistem global yang tidak seimbang. Oleh karena itu, mereka menegaskan bahwa keberhasilan globalisasi harus diiringi dengan kebijakan yang berkeadilan dan berorientasi pada kesejahteraan bersama. Secara keseluruhan, artikel ini menekankan bahwa globalisasi adalah fenomena multidimensional yang membentuk dunia menjadi satu kesatuan ekonomi, sosial, dan politik yang saling bergantung. Tantangan bagi setiap negara bukanlah menolak globalisasi, melainkan bagaimana mengelolanya secara bijak agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat dunia.
NPM : 2213031080
Setelah dibaca dan dianalisis, esensi utama dari artikel yang berjudul “The Impact of Globalization to Business and the World Economy” karya Herbert Nnamdi Okoye dan Linda Chika Nwaigwe (2015) terletak pada pembahasan mendalam mengenai bagaimana globalisasi telah menjadi kekuatan dominan yang mengubah tatanan ekonomi, sosial, dan politik dunia secara menyeluruh. Artikel ini menggambarkan bahwa globalisasi tidak hanya sekadar perluasan perdagangan internasional, tetapi juga merupakan proses kompleks yang mencakup penyatuan pasar dunia, kemajuan teknologi informasi, serta interaksi lintas batas yang semakin intensif di antara negara-negara di seluruh dunia.
Dalam artikel ini, penulis menegaskan bahwa globalisasi telah membawa banyak dampak positif bagi perekonomian global. Di bidang ekonomi, globalisasi mendorong liberalisasi pasar, memperluas peluang investasi, dan meningkatkan efisiensi produksi melalui integrasi rantai pasok internasional. Fenomena ini juga menciptakan lapangan kerja baru, memperluas jangkauan bisnis melalui mekanisme franchising dan strategic alliances, serta memperkuat daya saing global perusahaan-perusahaan di berbagai negara. Kemajuan teknologi informasi menjadi faktor kunci dalam proses ini, karena telah mempercepat arus komunikasi, memperpendek jarak antarnegara, dan memungkinkan transaksi bisnis berlangsung secara cepat dan efisien melalui sistem digital. Selain itu, artikel ini juga membahas dimensi politik dan sosial dari globalisasi. Dalam bidang politik, globalisasi berperan dalam memperkuat kerja sama antarnegara, mengurangi potensi konflik melalui diplomasi internasional, serta mendukung upaya perdamaian dunia melalui organisasi global seperti PBB dan G7. Dari sisi sosial, globalisasi dianggap mampu menumbuhkan solidaritas kemanusiaan lintas negara, terbukti dari meningkatnya kolaborasi internasional dalam menghadapi bencana alam, krisis kesehatan seperti Ebola dan HIV, serta kampanye melawan diskriminasi ras dan etnis.
Tetapi dalam artikel ini, penulis juga memberikan catatan kritis bahwa globalisasi tidak selalu membawa dampak positif. Ketimpangan ekonomi, pengangguran akibat otomatisasi, serta potensi konflik antarnegara bisa menjadi konsekuensi dari sistem global yang tidak seimbang. Oleh karena itu, mereka menegaskan bahwa keberhasilan globalisasi harus diiringi dengan kebijakan yang berkeadilan dan berorientasi pada kesejahteraan bersama. Secara keseluruhan, artikel ini menekankan bahwa globalisasi adalah fenomena multidimensional yang membentuk dunia menjadi satu kesatuan ekonomi, sosial, dan politik yang saling bergantung. Tantangan bagi setiap negara bukanlah menolak globalisasi, melainkan bagaimana mengelolanya secara bijak agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat dunia.
Nama : Binti Alviani
NPM : 2213031082
Esensi dari artikel berjudul “The Impact of Globalization to Business and the World Economy” karya Herbert Nnamdi Okoye dan Linda Chika Nwaigwe (2015) adalah membahas dampak dan peranan globalisasi dalam berbagai aspek kehidupan bisnis, ekonomi dunia, politik internasional, dan sosial budaya. Artikel mengemukakan bahwa globalisasi merupakan kembalinya dunia ke kondisi tanpa batas yang menghubungkan berbagai negara dan budaya melalui kemajuan teknologi, terutama teknologi informasi, sehingga memudahkan arus informasi, perdagangan, dan hubungan internasional. Globalisasi dianggap membawa manfaat besar seperti meningkatkan pasar global, mempercepat pertukaran informasi dan teknologi, memperkuat hubungan politik dan perdamaian internasional, serta memperjuangkan penanggulangan diskriminasi rasial, etnis, dan konflik agama. Namun, globalisasi juga membawa tantangan seperti potensi konflik baru, ketidaksetaraan ekonomi, dan penurunan kedaulatan nasional akibat liberalisasi pasar.
Artikel juga menyoroti peran penting negara-negara besar seperti Amerika Serikat dan Rusia dalam perkembangan globalisasi dan masalah dunia, dampak globalisasi pada negara maju dan berkembang, serta kontribusi globalisasi terhadap solidaritas internasional dalam penanggulangan bencana dan masalah kesehatan global. Kesimpulannya, meski terdapat kekurangan dan konflik yang ditimbulkan, manfaat globalisasi sangat luas dan proses ini tidak dapat dihentikan, melainkan harus dikelola dengan bijak untuk mencapai dunia yang lebih damai dan maju secara ekonomi serta sosial.
NPM : 2213031082
Esensi dari artikel berjudul “The Impact of Globalization to Business and the World Economy” karya Herbert Nnamdi Okoye dan Linda Chika Nwaigwe (2015) adalah membahas dampak dan peranan globalisasi dalam berbagai aspek kehidupan bisnis, ekonomi dunia, politik internasional, dan sosial budaya. Artikel mengemukakan bahwa globalisasi merupakan kembalinya dunia ke kondisi tanpa batas yang menghubungkan berbagai negara dan budaya melalui kemajuan teknologi, terutama teknologi informasi, sehingga memudahkan arus informasi, perdagangan, dan hubungan internasional. Globalisasi dianggap membawa manfaat besar seperti meningkatkan pasar global, mempercepat pertukaran informasi dan teknologi, memperkuat hubungan politik dan perdamaian internasional, serta memperjuangkan penanggulangan diskriminasi rasial, etnis, dan konflik agama. Namun, globalisasi juga membawa tantangan seperti potensi konflik baru, ketidaksetaraan ekonomi, dan penurunan kedaulatan nasional akibat liberalisasi pasar.
Artikel juga menyoroti peran penting negara-negara besar seperti Amerika Serikat dan Rusia dalam perkembangan globalisasi dan masalah dunia, dampak globalisasi pada negara maju dan berkembang, serta kontribusi globalisasi terhadap solidaritas internasional dalam penanggulangan bencana dan masalah kesehatan global. Kesimpulannya, meski terdapat kekurangan dan konflik yang ditimbulkan, manfaat globalisasi sangat luas dan proses ini tidak dapat dihentikan, melainkan harus dikelola dengan bijak untuk mencapai dunia yang lebih damai dan maju secara ekonomi serta sosial.
Nama: Mohamad Ghinau Thofadilah
NPM: 2213031098
Berdasarkan jurnal yang ditulis oleh Herbert Nnamdi Okoye dan Linda Chika Nwaigwe (2015), globalisasi dijelaskan sebagai proses yang membuat dunia semakin terhubung tanpa batas. Di awal jurnal, penulis menggambarkan bahwa pada dasarnya manusia hidup dalam satu komunitas besar, namun kemudian terpisah karena perbedaan budaya dan batas negara. Globalisasi dianggap sebagai upaya untuk mengembalikan keterhubungan itu melalui kemajuan teknologi, perdagangan bebas, dan pertukaran informasi yang cepat.Penulis menyoroti bahwa globalisasi membawa dampak besar bagi bisnis dan perekonomian dunia. Dalam hal perdagangan, perusahaan kini bisa memasarkan produk ke berbagai negara melalui kerja sama internasional dan sistem waralaba (franchise). Contohnya seperti perusahaan asing yang membuka pabrik di negara berkembang untuk menekan biaya produksi. Hal ini memberi manfaat ganda — perusahaan bisa memperluas pasar, sementara negara penerima mendapat pelatihan tenaga kerja, teknologi, dan peningkatan ekonomi.
Selain itu, penulis juga menjelaskan bahwa teknologi informasi memegang peranan penting dalam mempercepat arus globalisasi. Dengan internet dan sistem perbankan digital, transaksi dan komunikasi antarnegara menjadi sangat mudah dan cepat. Dampak positif lainnya adalah munculnya kolaborasi dalam bidang politik, sosial, bahkan kemanusiaan, seperti kerja sama internasional dalam menghadapi bencana atau penyakit menular. Namun, jurnal ini juga mengingatkan bahwa globalisasi tidak selalu membawa hal baik. Ketimpangan ekonomi, konflik politik, dan hilangnya budaya lokal menjadi tantangan yang perlu dihadapi. Meskipun begitu, secara keseluruhan penulis menyimpulkan bahwa manfaat globalisasi masih jauh lebih besar, terutama karena mampu memperkuat hubungan antarnegara dan membuka peluang bisnis yang lebih luas di seluruh dunia.
NPM: 2213031098
Berdasarkan jurnal yang ditulis oleh Herbert Nnamdi Okoye dan Linda Chika Nwaigwe (2015), globalisasi dijelaskan sebagai proses yang membuat dunia semakin terhubung tanpa batas. Di awal jurnal, penulis menggambarkan bahwa pada dasarnya manusia hidup dalam satu komunitas besar, namun kemudian terpisah karena perbedaan budaya dan batas negara. Globalisasi dianggap sebagai upaya untuk mengembalikan keterhubungan itu melalui kemajuan teknologi, perdagangan bebas, dan pertukaran informasi yang cepat.Penulis menyoroti bahwa globalisasi membawa dampak besar bagi bisnis dan perekonomian dunia. Dalam hal perdagangan, perusahaan kini bisa memasarkan produk ke berbagai negara melalui kerja sama internasional dan sistem waralaba (franchise). Contohnya seperti perusahaan asing yang membuka pabrik di negara berkembang untuk menekan biaya produksi. Hal ini memberi manfaat ganda — perusahaan bisa memperluas pasar, sementara negara penerima mendapat pelatihan tenaga kerja, teknologi, dan peningkatan ekonomi.
Selain itu, penulis juga menjelaskan bahwa teknologi informasi memegang peranan penting dalam mempercepat arus globalisasi. Dengan internet dan sistem perbankan digital, transaksi dan komunikasi antarnegara menjadi sangat mudah dan cepat. Dampak positif lainnya adalah munculnya kolaborasi dalam bidang politik, sosial, bahkan kemanusiaan, seperti kerja sama internasional dalam menghadapi bencana atau penyakit menular. Namun, jurnal ini juga mengingatkan bahwa globalisasi tidak selalu membawa hal baik. Ketimpangan ekonomi, konflik politik, dan hilangnya budaya lokal menjadi tantangan yang perlu dihadapi. Meskipun begitu, secara keseluruhan penulis menyimpulkan bahwa manfaat globalisasi masih jauh lebih besar, terutama karena mampu memperkuat hubungan antarnegara dan membuka peluang bisnis yang lebih luas di seluruh dunia.
Nama : Muhammad Zinedine Yazid Zidane Siregar
Npm : 2213031087
Setelah ditelaah secara cermat, inti gagasan dari artikel berjudul “The Impact of Globalization to Business and the World Economy” karya Herbert Nnamdi Okoye dan Linda Chika Nwaigwe (2015) menegaskan bahwa globalisasi merupakan kekuatan besar yang mengubah arah perkembangan ekonomi, sosial, dan politik dunia secara signifikan. Penulis menggambarkan bahwa globalisasi bukan hanya perluasan aktivitas perdagangan antarnegara, tetapi sebuah proses menyeluruh yang menciptakan keterhubungan pasar global, didorong oleh kemajuan teknologi informasi serta meningkatnya interaksi lintas negara yang semakin intensif.
Artikel tersebut menyoroti bahwa globalisasi memberi berbagai manfaat bagi roda perekonomian dunia. Dalam ranah ekonomi, globalisasi memacu liberalisasi pasar, memperluas akses investasi, dan meningkatkan efisiensi produksi melalui keterpaduan rantai pasok internasional. Perubahan ini juga membuka peluang kerja baru, memperluas ekspansi bisnis melalui model franchising dan aliansi strategis, serta meningkatkan daya saing perusahaan di tingkat global. Kemajuan teknologi informasi menjadi pendorong utama, karena membuat komunikasi lebih cepat, menghapus batas geografis, dan memfasilitasi transaksi bisnis secara digital dengan sangat efisien. Tak hanya ekonomi, artikel ini juga menyinggung aspek politik dan sosial. Secara politik, globalisasi mempererat hubungan antarnegara, mendukung stabilitas internasional melalui diplomasi, dan memperkuat misi perdamaian lewat berbagai organisasi global. Dari sudut pandang sosial, globalisasi diyakini meningkatkan rasa solidaritas antarbangsa, misalnya melalui kerja sama global dalam menangani bencana, wabah penyakit, dan isu-isu kemanusiaan lainnya.
Meskipun demikian, penulis tetap menunjukkan sisi kritis dengan menekankan bahwa globalisasi memiliki dampak negatif. Ketimpangan pendapatan, hilangnya pekerjaan akibat otomatisasi, dan potensi gesekan antarnegara dapat muncul ketika globalisasi tidak dikelola dengan baik. Oleh sebab itu, diperlukan kebijakan yang inklusif dan berkeadilan agar manfaat globalisasi dapat dirasakan secara lebih merata. Secara keseluruhan, artikel ini menggarisbawahi bahwa globalisasi adalah fenomena multidimensional yang menjadikan dunia semakin saling bergantung, sehingga tantangan bagi negara-negara di dunia bukanlah menolak globalisasi, tetapi memastikan bahwa proses tersebut diarahkan untuk mencapai kesejahteraan global secara berkelanjutan
Npm : 2213031087
Setelah ditelaah secara cermat, inti gagasan dari artikel berjudul “The Impact of Globalization to Business and the World Economy” karya Herbert Nnamdi Okoye dan Linda Chika Nwaigwe (2015) menegaskan bahwa globalisasi merupakan kekuatan besar yang mengubah arah perkembangan ekonomi, sosial, dan politik dunia secara signifikan. Penulis menggambarkan bahwa globalisasi bukan hanya perluasan aktivitas perdagangan antarnegara, tetapi sebuah proses menyeluruh yang menciptakan keterhubungan pasar global, didorong oleh kemajuan teknologi informasi serta meningkatnya interaksi lintas negara yang semakin intensif.
Artikel tersebut menyoroti bahwa globalisasi memberi berbagai manfaat bagi roda perekonomian dunia. Dalam ranah ekonomi, globalisasi memacu liberalisasi pasar, memperluas akses investasi, dan meningkatkan efisiensi produksi melalui keterpaduan rantai pasok internasional. Perubahan ini juga membuka peluang kerja baru, memperluas ekspansi bisnis melalui model franchising dan aliansi strategis, serta meningkatkan daya saing perusahaan di tingkat global. Kemajuan teknologi informasi menjadi pendorong utama, karena membuat komunikasi lebih cepat, menghapus batas geografis, dan memfasilitasi transaksi bisnis secara digital dengan sangat efisien. Tak hanya ekonomi, artikel ini juga menyinggung aspek politik dan sosial. Secara politik, globalisasi mempererat hubungan antarnegara, mendukung stabilitas internasional melalui diplomasi, dan memperkuat misi perdamaian lewat berbagai organisasi global. Dari sudut pandang sosial, globalisasi diyakini meningkatkan rasa solidaritas antarbangsa, misalnya melalui kerja sama global dalam menangani bencana, wabah penyakit, dan isu-isu kemanusiaan lainnya.
Meskipun demikian, penulis tetap menunjukkan sisi kritis dengan menekankan bahwa globalisasi memiliki dampak negatif. Ketimpangan pendapatan, hilangnya pekerjaan akibat otomatisasi, dan potensi gesekan antarnegara dapat muncul ketika globalisasi tidak dikelola dengan baik. Oleh sebab itu, diperlukan kebijakan yang inklusif dan berkeadilan agar manfaat globalisasi dapat dirasakan secara lebih merata. Secara keseluruhan, artikel ini menggarisbawahi bahwa globalisasi adalah fenomena multidimensional yang menjadikan dunia semakin saling bergantung, sehingga tantangan bagi negara-negara di dunia bukanlah menolak globalisasi, tetapi memastikan bahwa proses tersebut diarahkan untuk mencapai kesejahteraan global secara berkelanjutan
Nama: Zildjian Fitri
NPM: 2213031086
Menurut pendapat saya mengenai artikel “The Impact of Globalization to Business and the World Economy” oleh Herbert Nnamdi Okoye dan Linda Chika Nwaigwe (2015) membahas bagaimana globalisasi membawa perubahan besar bagi dunia usaha dan perekonomian global. Globalisasi membuat hubungan antarnegara menjadi semakin terbuka. Mulai dari barang, jasa, modal, teknologi, dan informasi kini dapat bergerak melewati batas negara dengan lebih cepat dan lebih mudah dibandingkan masa lalu. Kondisi ini menciptakan lingkungan ekonomi yang saling terhubung dan saling bergantung.
Dalam dunia bisnis, globalisasi memberikan peluang yang luas. Perusahaan dapat memperluas pasar hingga ke luar negeri, memperoleh bahan baku dari berbagai negara, serta memanfaatkan tenaga kerja yang lebih beragam. Persaingan yang semakin luas juga mendorong perusahaan untuk meningkatkan inovasi, efisiensi, dan kualitas produk. Perkembangan teknologi informasi berperan besar dalam proses ini karena mempermudah komunikasi, mempercepat transaksi, dan memperluas jaringan produksi internasional. Namun, globalisasi tidak selalu membawa dampak positif. Persaingan global dapat menekan perusahaan lokal yang belum siap menghadapi kompetisi yang lebih besar. Negara-negara berkembang pun menghadapi tantangan baru, seperti ketergantungan pada negara maju atau tekanan ekonomi akibat arus modal yang mudah keluar masuk. Ketika terjadi krisis global, negara yang terhubung secara ekonomi sering merasakan dampaknya dengan cepat. Di satu sisi, globalisasi membuka kesempatan bagi pertumbuhan ekonomi dan perkembangan dunia usaha. Di sisi lain, globalisasi menuntut setiap negara dan pelaku usaha untuk beradaptasi agar mampu mengelola risiko serta mengambil manfaat dari perubahan ekonomi global yang semakin dinamis.
NPM: 2213031086
Menurut pendapat saya mengenai artikel “The Impact of Globalization to Business and the World Economy” oleh Herbert Nnamdi Okoye dan Linda Chika Nwaigwe (2015) membahas bagaimana globalisasi membawa perubahan besar bagi dunia usaha dan perekonomian global. Globalisasi membuat hubungan antarnegara menjadi semakin terbuka. Mulai dari barang, jasa, modal, teknologi, dan informasi kini dapat bergerak melewati batas negara dengan lebih cepat dan lebih mudah dibandingkan masa lalu. Kondisi ini menciptakan lingkungan ekonomi yang saling terhubung dan saling bergantung.
Dalam dunia bisnis, globalisasi memberikan peluang yang luas. Perusahaan dapat memperluas pasar hingga ke luar negeri, memperoleh bahan baku dari berbagai negara, serta memanfaatkan tenaga kerja yang lebih beragam. Persaingan yang semakin luas juga mendorong perusahaan untuk meningkatkan inovasi, efisiensi, dan kualitas produk. Perkembangan teknologi informasi berperan besar dalam proses ini karena mempermudah komunikasi, mempercepat transaksi, dan memperluas jaringan produksi internasional. Namun, globalisasi tidak selalu membawa dampak positif. Persaingan global dapat menekan perusahaan lokal yang belum siap menghadapi kompetisi yang lebih besar. Negara-negara berkembang pun menghadapi tantangan baru, seperti ketergantungan pada negara maju atau tekanan ekonomi akibat arus modal yang mudah keluar masuk. Ketika terjadi krisis global, negara yang terhubung secara ekonomi sering merasakan dampaknya dengan cepat. Di satu sisi, globalisasi membuka kesempatan bagi pertumbuhan ekonomi dan perkembangan dunia usaha. Di sisi lain, globalisasi menuntut setiap negara dan pelaku usaha untuk beradaptasi agar mampu mengelola risiko serta mengambil manfaat dari perubahan ekonomi global yang semakin dinamis.
Nama : Aldi Pranoto
NPM : 2213031088
Globalisasi, menurut Herbert Nnamdi Okoye dan Linda Chika Nwaigwe, merupakan proses yang membuat dunia semakin terhubung tanpa batas, mengurangi sekat-sekat yang sebelumnya memisahkan manusia karena perbedaan budaya dan batas negara. Pada dasarnya, manusia hidup sebagai bagian dari satu komunitas besar, namun sejarah menciptakan fragmentasi melalui perbedaan politik, budaya, dan ekonomi. Globalisasi hadir sebagai mekanisme untuk mengembalikan keterhubungan tersebut, didorong oleh kemajuan teknologi, perdagangan bebas, dan pertukaran informasi yang cepat. Penulis menekankan bahwa arus globalisasi tidak hanya bersifat ekonomi, tetapi juga sosial dan politik, memungkinkan pertukaran ide, inovasi, serta pengalaman antarnegara yang sebelumnya sulit dilakukan.
Dalam konteks bisnis dan ekonomi, globalisasi membuka peluang besar bagi perusahaan untuk memperluas pasar secara internasional, misalnya melalui sistem waralaba atau investasi langsung di negara lain. Perusahaan dapat menekan biaya produksi dengan membuka pabrik di negara berkembang, sekaligus memberikan manfaat bagi negara penerima melalui transfer teknologi, peningkatan keterampilan tenaga kerja, dan pertumbuhan ekonomi lokal. Selain itu, kemajuan teknologi informasi seperti internet, komunikasi digital, dan sistem perbankan online mempermudah transaksi lintas negara, mempercepat pertukaran data, serta mendukung kolaborasi global di bidang politik, sosial, dan kemanusiaan, misalnya dalam penanggulangan bencana atau pandemi. Meski demikian, jurnal ini juga menyoroti tantangan globalisasi, seperti meningkatnya ketimpangan ekonomi, potensi konflik politik, dan risiko hilangnya identitas budaya lokal. Meskipun demikian, penulis menegaskan bahwa secara keseluruhan, manfaat globalisasi tetap lebih dominan, terutama dalam memperkuat hubungan antarnegara dan membuka peluang bisnis serta inovasi di tingkat global.
NPM : 2213031088
Globalisasi, menurut Herbert Nnamdi Okoye dan Linda Chika Nwaigwe, merupakan proses yang membuat dunia semakin terhubung tanpa batas, mengurangi sekat-sekat yang sebelumnya memisahkan manusia karena perbedaan budaya dan batas negara. Pada dasarnya, manusia hidup sebagai bagian dari satu komunitas besar, namun sejarah menciptakan fragmentasi melalui perbedaan politik, budaya, dan ekonomi. Globalisasi hadir sebagai mekanisme untuk mengembalikan keterhubungan tersebut, didorong oleh kemajuan teknologi, perdagangan bebas, dan pertukaran informasi yang cepat. Penulis menekankan bahwa arus globalisasi tidak hanya bersifat ekonomi, tetapi juga sosial dan politik, memungkinkan pertukaran ide, inovasi, serta pengalaman antarnegara yang sebelumnya sulit dilakukan.
Dalam konteks bisnis dan ekonomi, globalisasi membuka peluang besar bagi perusahaan untuk memperluas pasar secara internasional, misalnya melalui sistem waralaba atau investasi langsung di negara lain. Perusahaan dapat menekan biaya produksi dengan membuka pabrik di negara berkembang, sekaligus memberikan manfaat bagi negara penerima melalui transfer teknologi, peningkatan keterampilan tenaga kerja, dan pertumbuhan ekonomi lokal. Selain itu, kemajuan teknologi informasi seperti internet, komunikasi digital, dan sistem perbankan online mempermudah transaksi lintas negara, mempercepat pertukaran data, serta mendukung kolaborasi global di bidang politik, sosial, dan kemanusiaan, misalnya dalam penanggulangan bencana atau pandemi. Meski demikian, jurnal ini juga menyoroti tantangan globalisasi, seperti meningkatnya ketimpangan ekonomi, potensi konflik politik, dan risiko hilangnya identitas budaya lokal. Meskipun demikian, penulis menegaskan bahwa secara keseluruhan, manfaat globalisasi tetap lebih dominan, terutama dalam memperkuat hubungan antarnegara dan membuka peluang bisnis serta inovasi di tingkat global.
Nama: Astin Trimartalena
Npm: 2213031081
Artikel tersebut menjelaskan bahwa globalisasi adalah proses yang membawa dunia kembali pada kondisi di mana batas-batas geografis menjadi semakin tidak relevan, mirip dengan konsep komunitas global tanpa sekat. Arus mobilitas, perdagangan, dan komunikasi yang kini lebih bebas terjadi karena kemajuan teknologi, terutama teknologi informasi, yang mempermudah hubungan antarnegara. Globalisasi memberikan sejumlah keuntungan bagi berbagai pihak. Negara maju mendapat manfaat berupa meningkatnya permintaan dan perluasan jaringan pasar, sedangkan negara berkembang memperoleh manfaat dari pertukaran keterampilan, peningkatan kesejahteraan, dan akses bahan baku maupun barang jadi yang lebih baik.
Selain aspek ekonomi, globalisasi turut memengaruhi dinamika politik internasional. Peran organisasi global seperti PBB dan Uni Eropa menjadi lebih strategis dalam menangani konflik, menjaga perdamaian, serta mencegah perang. Globalisasi juga mendukung upaya mengatasi masalah diskriminasi rasial, ketidakadilan, dan intoleransi agama, serta memperkuat kerja sama internasional dalam penanganan bencana, misi kemanusiaan, dan operasi penyelamatan. Meski demikian, globalisasi tetap memiliki sisi negatif. Proses ini dapat memicu berbagai bentuk konflik, termasuk konflik komunal, yang berpotensi merusak kehidupan sosial dan menyebabkan kerugian materi yang besar.
Npm: 2213031081
Artikel tersebut menjelaskan bahwa globalisasi adalah proses yang membawa dunia kembali pada kondisi di mana batas-batas geografis menjadi semakin tidak relevan, mirip dengan konsep komunitas global tanpa sekat. Arus mobilitas, perdagangan, dan komunikasi yang kini lebih bebas terjadi karena kemajuan teknologi, terutama teknologi informasi, yang mempermudah hubungan antarnegara. Globalisasi memberikan sejumlah keuntungan bagi berbagai pihak. Negara maju mendapat manfaat berupa meningkatnya permintaan dan perluasan jaringan pasar, sedangkan negara berkembang memperoleh manfaat dari pertukaran keterampilan, peningkatan kesejahteraan, dan akses bahan baku maupun barang jadi yang lebih baik.
Selain aspek ekonomi, globalisasi turut memengaruhi dinamika politik internasional. Peran organisasi global seperti PBB dan Uni Eropa menjadi lebih strategis dalam menangani konflik, menjaga perdamaian, serta mencegah perang. Globalisasi juga mendukung upaya mengatasi masalah diskriminasi rasial, ketidakadilan, dan intoleransi agama, serta memperkuat kerja sama internasional dalam penanganan bencana, misi kemanusiaan, dan operasi penyelamatan. Meski demikian, globalisasi tetap memiliki sisi negatif. Proses ini dapat memicu berbagai bentuk konflik, termasuk konflik komunal, yang berpotensi merusak kehidupan sosial dan menyebabkan kerugian materi yang besar.
Nama: Novitria Amalia
NPM: 2213031078
Esensi utama artikel tersebut adalah bahwa globalisasi telah mentransformasi cara bisnis beroperasi dan membentuk ulang struktur ekonomi dunia. Globalisasi mendorong keterbukaan pasar, mempercepat arus barang, jasa, modal, dan teknologi antarnegara, sehingga perusahaan dituntut menjadi lebih kompetitif, inovatif, dan efisien. Dalam konteks ekonomi global, globalisasi meningkatkan integrasi antarnegara, memperluas peluang investasi, dan mempercepat pertumbuhan ekonomi.
Namun, esensi lain yang ditekankan adalah bahwa globalisasi juga menciptakan ketimpangan. Manfaat globalisasi tidak terdistribusi secara merata, terutama antara negara maju dan berkembang. Negara berkembang sering berada pada posisi sebagai penyedia tenaga kerja murah dan pasar konsumsi, sementara negara maju dan perusahaan multinasional lebih banyak menikmati nilai tambah.
Dengan demikian, inti pesan artikel adalah bahwa globalisasi merupakan kekuatan yang tak terelakkan: ia membawa peluang besar bagi pertumbuhan bisnis dan ekonomi dunia, tetapi juga memunculkan tantangan serius berupa ketimpangan, ketergantungan ekonomi, dan kerentanan terhadap krisis global.
NPM: 2213031078
Esensi utama artikel tersebut adalah bahwa globalisasi telah mentransformasi cara bisnis beroperasi dan membentuk ulang struktur ekonomi dunia. Globalisasi mendorong keterbukaan pasar, mempercepat arus barang, jasa, modal, dan teknologi antarnegara, sehingga perusahaan dituntut menjadi lebih kompetitif, inovatif, dan efisien. Dalam konteks ekonomi global, globalisasi meningkatkan integrasi antarnegara, memperluas peluang investasi, dan mempercepat pertumbuhan ekonomi.
Namun, esensi lain yang ditekankan adalah bahwa globalisasi juga menciptakan ketimpangan. Manfaat globalisasi tidak terdistribusi secara merata, terutama antara negara maju dan berkembang. Negara berkembang sering berada pada posisi sebagai penyedia tenaga kerja murah dan pasar konsumsi, sementara negara maju dan perusahaan multinasional lebih banyak menikmati nilai tambah.
Dengan demikian, inti pesan artikel adalah bahwa globalisasi merupakan kekuatan yang tak terelakkan: ia membawa peluang besar bagi pertumbuhan bisnis dan ekonomi dunia, tetapi juga memunculkan tantangan serius berupa ketimpangan, ketergantungan ekonomi, dan kerentanan terhadap krisis global.
Nabila Anjani
2213031077
Menurut saya, esensi utama artikel tersebut terletak pada upayanya menempatkan globalisasi sebagai proses historis yang tidak hanya berdampak pada ekonomi dan bisnis, tetapi juga pada politik internasional, hubungan sosial, kemanusiaan, dan nilai-nilai global. Artikel ini secara kuat menekankan bahwa globalisasi pada dasarnya merupakan upaya mengembalikan dunia pada kondisi saling terhubung tanpa sekat buatan, yang dimungkinkan oleh kemajuan teknologi, khususnya teknologi informasi. Penulis berhasil menunjukkan bahwa globalisasi membawa manfaat besar, mulai dari perluasan pasar internasional, perkembangan bisnis melalui franchising dan aliansi strategis, percepatan arus informasi, hingga meningkatnya solidaritas global dalam penanganan bencana, krisis kesehatan, dan konflik internasional. Namun demikian, artikel ini juga tidak menutup mata terhadap sisi gelap globalisasi, seperti potensi konflik, ketimpangan ekonomi, dominasi negara maju, serta dampak sosial-politik yang kompleks di negara berkembang. Kekuatan artikel ini terletak pada sudut pandangnya yang normatif dan humanistik, yaitu ajakan untuk membangun dunia yang lebih bersatu, adil, dan berorientasi pada kemanusiaan daripada kekerasan dan kepentingan sempit. Meskipun gaya penulisan cenderung naratif dan reflektif, pesan yang disampaikan cukup jelas: globalisasi adalah keniscayaan, tetapi keberhasilannya sangat bergantung pada cara manusia dan negara-negara mengelolanya. Bagi saya, artikel ini relevan sebagai pengingat bahwa globalisasi seharusnya menjadi sarana membangun perdamaian, kesejahteraan bersama, dan solidaritas global, bukan sekadar alat ekonomi atau politik kekuasaan.
2213031077
Menurut saya, esensi utama artikel tersebut terletak pada upayanya menempatkan globalisasi sebagai proses historis yang tidak hanya berdampak pada ekonomi dan bisnis, tetapi juga pada politik internasional, hubungan sosial, kemanusiaan, dan nilai-nilai global. Artikel ini secara kuat menekankan bahwa globalisasi pada dasarnya merupakan upaya mengembalikan dunia pada kondisi saling terhubung tanpa sekat buatan, yang dimungkinkan oleh kemajuan teknologi, khususnya teknologi informasi. Penulis berhasil menunjukkan bahwa globalisasi membawa manfaat besar, mulai dari perluasan pasar internasional, perkembangan bisnis melalui franchising dan aliansi strategis, percepatan arus informasi, hingga meningkatnya solidaritas global dalam penanganan bencana, krisis kesehatan, dan konflik internasional. Namun demikian, artikel ini juga tidak menutup mata terhadap sisi gelap globalisasi, seperti potensi konflik, ketimpangan ekonomi, dominasi negara maju, serta dampak sosial-politik yang kompleks di negara berkembang. Kekuatan artikel ini terletak pada sudut pandangnya yang normatif dan humanistik, yaitu ajakan untuk membangun dunia yang lebih bersatu, adil, dan berorientasi pada kemanusiaan daripada kekerasan dan kepentingan sempit. Meskipun gaya penulisan cenderung naratif dan reflektif, pesan yang disampaikan cukup jelas: globalisasi adalah keniscayaan, tetapi keberhasilannya sangat bergantung pada cara manusia dan negara-negara mengelolanya. Bagi saya, artikel ini relevan sebagai pengingat bahwa globalisasi seharusnya menjadi sarana membangun perdamaian, kesejahteraan bersama, dan solidaritas global, bukan sekadar alat ekonomi atau politik kekuasaan.
Nama:berliana
Npm:2253031004
Globalisasi pada dasarnya merupakan proses menyatunya kembali dunia sebagai satu komunitas global tanpa batas yang kaku antarnegara. Proses ini didorong oleh kemajuan teknologi, terutama teknologi informasi, yang mempermudah pertukaran informasi, mobilitas manusia, serta perdagangan lintas negara. Akibatnya, hubungan internasional menjadi semakin intens dan saling bergantung.
Globalisasi memberikan berbagai manfaat bagi negara maju maupun negara berkembang. Negara maju memperoleh keuntungan melalui perluasan pasar dan jaringan pemasaran global, sementara negara berkembang mendapatkan akses terhadap pengetahuan, teknologi, serta peluang peningkatan kesejahteraan. Selain itu, globalisasi juga berperan dalam memperkuat kerja sama politik internasional melalui organisasi global seperti PBB dan Uni Eropa, yang berfungsi dalam menjaga perdamaian, mengurangi konflik, serta mendukung kegiatan kemanusiaan dan penanggulangan bencana.
Namun, globalisasi juga memiliki sisi negatif. Ketimpangan ekonomi dapat semakin melebar, terutama di negara-negara yang ekonominya belum kuat. Program penyesuaian struktural yang diperkenalkan dalam kerangka globalisasi di beberapa negara, seperti di Afrika, justru memperburuk pengangguran dan memperlebar kesenjangan sosial. Selain itu, keterkaitan ekonomi global menyebabkan krisis di satu negara dapat dengan cepat berdampak pada negara lain. Globalisasi juga berpotensi memicu konflik sosial dan komunal yang merugikan masyarakat.
Secara keseluruhan, meskipun globalisasi membawa berbagai tantangan dan risiko, manfaat yang dihasilkan tetap besar, terutama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, kerja sama internasional, dan kemajuan teknologi. Oleh karena itu, globalisasi perlu dikelola secara bijak agar dampak positifnya dapat dirasakan secara merata dan dampak negatifnya dapat diminimalkan.
Npm:2253031004
Globalisasi pada dasarnya merupakan proses menyatunya kembali dunia sebagai satu komunitas global tanpa batas yang kaku antarnegara. Proses ini didorong oleh kemajuan teknologi, terutama teknologi informasi, yang mempermudah pertukaran informasi, mobilitas manusia, serta perdagangan lintas negara. Akibatnya, hubungan internasional menjadi semakin intens dan saling bergantung.
Globalisasi memberikan berbagai manfaat bagi negara maju maupun negara berkembang. Negara maju memperoleh keuntungan melalui perluasan pasar dan jaringan pemasaran global, sementara negara berkembang mendapatkan akses terhadap pengetahuan, teknologi, serta peluang peningkatan kesejahteraan. Selain itu, globalisasi juga berperan dalam memperkuat kerja sama politik internasional melalui organisasi global seperti PBB dan Uni Eropa, yang berfungsi dalam menjaga perdamaian, mengurangi konflik, serta mendukung kegiatan kemanusiaan dan penanggulangan bencana.
Namun, globalisasi juga memiliki sisi negatif. Ketimpangan ekonomi dapat semakin melebar, terutama di negara-negara yang ekonominya belum kuat. Program penyesuaian struktural yang diperkenalkan dalam kerangka globalisasi di beberapa negara, seperti di Afrika, justru memperburuk pengangguran dan memperlebar kesenjangan sosial. Selain itu, keterkaitan ekonomi global menyebabkan krisis di satu negara dapat dengan cepat berdampak pada negara lain. Globalisasi juga berpotensi memicu konflik sosial dan komunal yang merugikan masyarakat.
Secara keseluruhan, meskipun globalisasi membawa berbagai tantangan dan risiko, manfaat yang dihasilkan tetap besar, terutama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, kerja sama internasional, dan kemajuan teknologi. Oleh karena itu, globalisasi perlu dikelola secara bijak agar dampak positifnya dapat dirasakan secara merata dan dampak negatifnya dapat diminimalkan.