Posts made by Karima Aini Hanifa 2213031030

EC0MMERCE A2526 -> Tugas Individu

by Karima Aini Hanifa 2213031030 -
Nama : Karima Aini Hanifa
Npm : 2213031030

Strategi digital marketing untuk “Dimsum Bahagia” dirancang untuk mendukung rantai pasok yang sudah efisien dan menjaga kualitas produk beku dari dapur hingga tangan pelanggan. Fokus utama strategi ini adalah meningkatkan penjualan, memperkuat engagement dengan pelanggan, dan memperluas jangkauan pasar melalui pemanfaatan teknologi digital. 

1. Awareness, Dimsum Bahagia memanfaatkan media sosial seperti Instagram, TikTok, dan Facebook untuk menampilkan konten visual produk, video proses produksi, serta edukasi mengenai pentingnya penyimpanan produk beku. Konten ini dapat menekankan keunggulan SCM, misalnya penggunaan cold storage, pengiriman dengan same day delivery, dan metode packing yang menjaga kualitas produk, sehingga meningkatkan kepercayaan pelanggan.

2. Consideration, strategi dapat memanfaatkan pemasaran berbasis data (data driven marketing). Dengan mengintegrasikan sistem e-commerce dan manajemen inventaris, Dimsum Bahagia dapat menganalisis histori pembelian dan preferensi pelanggan, kemudian mengirimkan rekomendasi personalisasi melalui email, WhatsApp, atau notifikasi aplikasi. Misalnya, pelanggan yang rutin membeli dimsum ayam dapat diberi informasi promo bundling atau produk baru yang relevan. Selain itu, kampanye promosi digital seperti flash sale, kupon digital, atau loyalty program berbasis aplikasi akan mendorong pembelian berulang dan meningkatkan retensi pelanggan.

3. Conversion dan transaction, sistem digital harus terintegrasi dengan SCM agar setiap pesanan otomatis masuk ke dapur dan gudang untuk proses picking, packing, dan pengiriman sesuai jadwal. Informasi status pesanan real-time, termasuk perkiraan waktu pengiriman dan instruksi penyimpanan, dapat disampaikan melalui platform digital, sehingga pelanggan merasa aman dan terinformasi. Pemanfaatan tracking system dan notifikasi otomatis juga meningkatkan transparansi serta mengurangi risiko komplain terkait kualitas produk.

4. Engagement dan post purchase dapat diperkuat dengan memanfaatkan konten interaktif di media sosial, seperti kuis resep dimsum, challenge memasak, dan testimonial pelanggan. Selain meningkatkan loyalitas, aktivitas ini juga menghasilkan user-generated content yang efektif untuk promosi organik. Untuk pengelolaan pengembalian, Dimsum Bahagia dapat menyertakan panduan digital mengenai prosedur yang jelas, seperti menyimpan produk segera di freezer dan dokumentasi kerusakan jika terjadi kendala pengiriman. Oleh karena itu, strategi digital marketing Dimsum Bahagia menekankan integrasi antara konten edukatif dan promosi personalisasiotomasi sistem e-commerce, dan komunikasi proaktif dengan pelanggan. Dengan memanfaatkan teknologi digital secara optimal, strategi ini tidak hanya meningkatkan efektivitas kampanye pemasaran tetapi juga mendukung SCM yang efisien, menjaga kualitas produk, dan membangun kepercayaan serta loyalitas pelanggan di era pemasaran modern.

EC0MMERCE A2526 -> Summary Video

by Karima Aini Hanifa 2213031030 -
Nama : Karima Aini Hanifa
Npm : 2213031030

Berdasarkan video Melya Yosita mengenai strategi e-marketing dan matriks kinerja, evaluasi kinerja dan perancangan solusi pemasaran toko online di e-commerce marketplace harus dilakukan secara sistematis. Langkah awal yang perlu dilakukan adalah perencanaan strategis, yang mencakup analisis situasi bisnis, identifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman, serta pemahaman mendalam terhadap target konsumen dan segmentasi pasar. Dari strategi bisnis ini, perlu dilakukan transformasi menjadi e-business strategy dan e-business model yang sesuai dengan karakteristik marketplace, termasuk penentuan value proposition, strategi harga, layanan pengiriman, kualitas layanan pelanggan, serta diferensiasi produk yang dapat menarik perhatian konsumen.
Selanjutnya, strategi bisnis yang sudah ditransformasikan ke ranah digital harus diimplementasikan melalui berbagai taktik pemasaran online, seperti optimasi listing produk, promosi digital, komunikasi brand yang efektif, dan pelayanan responsif terhadap pertanyaan maupun keluhan pelanggan. Evaluasi kinerja dilakukan dengan menetapkan performance metrics yang relevan dan terukur, misalnya rasio kunjungan-ke-penjualan, tingkat konversi, retensi pelanggan, dan kepuasan konsumen. Penting untuk diingat bahwa metrik kuantitatif saja tidak cukup; metrik kualitatif seperti ulasan pelanggan, rating, dan pembelian ulang juga harus dipertimbangkan agar gambaran kinerja lebih menyeluruh.
Dalam praktiknya, strategi dan model bisnis yang diadaptasi harus disesuaikan dengan konteks marketplace masing-masing, karena algoritma platform, karakteristik pengguna, dan persaingan dapat memengaruhi efektivitas strategi. Untuk meningkatkan keberhasilan, toko online dapat melakukan uji coba A/B terhadap elemen-elemen pemasaran, seperti judul produk, foto, deskripsi, harga, dan promosi, sehingga taktik yang paling efektif dapat diidentifikasi sebelum diimplementasikan secara menyeluruh. Dengan pendekatan yang sistematis, terukur, dan adaptif terhadap kondisi pasar, toko online dapat meningkatkan kinerja penjualan dan mengoptimalkan strategi pemasaran di e-commerce marketplace.

EC0MMERCE A2526 -> Summary journal

by Karima Aini Hanifa 2213031030 -
Nama : Karima Aini Hanifa
Npm : 2213031030

e-commerce di Indonesia berkembang sangat pesat seiring meningkatnya penetrasi internet, perubahan pola konsumsi masyarakat, dan transformasi digital dalam bisnis. klasifikasi e-commerce berdasarkan bentuk transaksi dan interaksi faktor ekonomi menjadi beberapa kategori utama seperti Business to Consumer (B2C), Business to Business (B2B), Consumer to Consumer (C2C), Consumer to Business (C2B), dan juga model hybrid lain yang mulai muncul bersama perkembangan platform digital. B2C adalah model paling dominan di Indonesia yang ditunjukkan oleh hadirnya marketplace seperti Tokopedia, Bukalapak, Shopee, dan Lazada yang mempertemukan perusahaan sebagai penjual dengan konsumen individu. Kemudian, B2B digambarkan sebagai model yang lebih fokus kepada transaksi antar pelaku usaha, seperti supplier bahan baku dengan perusahaan manufaktur. Model C2C juga berkembang pesat dengan adanya platform yang memungkinkan individu menjual langsung ke individu lain, misalnya melalui marketplace preloved atau media sosial seperti Instagram. Selain itu, setiap model bisnis memiliki tantangan, strategi pemasaran, dan struktur relasi ekonomi yang unik. Dengan demikian, jurnal ini memberikan gambaran komprehensif mengenai keragaman bentuk e-commerce di Indonesia sekaligus menegaskan bahwa pemahaman klasifikasi ini penting untuk analisis pasar, perumusan strategi pemasaran digital, serta pengembangan kebijakan ekonomi digital yang lebih efektif di masa mendatang.

EC0MMERCE A2526 -> Tugas Individu

by Karima Aini Hanifa 2213031030 -
Nama : Karima Aini Hanifa
Npm : 2213031030

Rencana Supply Chain E-commerce: “Dimsum Bahagia”
Fokus utama SCM Dimsum Bahagia adalah menjaga kualitas produk beku dari dapur produksi hingga tangan pelanggan dengan efisien.
1. Perencanaan (Planning)
Tahap ini penting untuk memastikan ketersediaan produk segar dan mengelola sifat produk yang mudah rusak.
a) Peramalan Permintaan: Gunakan data penjualan e-commerce untuk memprediksi puncak permintaan (misalnya, akhir pekan, hari libur) dan sesuaikan jadwal produksi dimsum.
b) Perencanaan Produksi: Koordinasikan peramalan permintaan dengan kapasitas dapur produksi untuk memastikan pasokan yang stabil. Hindari produksi berlebih yang dapat menyebabkan pemborosan karena umur simpan produk beku terbatas.
c) Manajemen Risiko: Identifikasi risiko seperti pemadaman listrik (yang mempengaruhi penyimpanan beku), gangguan bahan baku, atau masalah pengiriman. Siapkan generator cadangan dan pilih pemasok bahan baku alternatif.
2. Pengadaan (Sourcing/Purchasing)
Memastikan bahan baku berkualitas tinggi dan konsisten.
a) Pemilihan Pemasok: Pilih pemasok bahan baku (daging ayam/udang, kulit dimsum, bumbu) yang terpercaya dan bersertifikasi Halal.
b) Kontrol Kualitas Bahan Baku: Tetapkan standar kualitas yang ketat untuk bahan yang masuk. Daging dan makanan laut harus segar dan ditangani sesuai standar keamanan pangan (HACCP jika memungkinkan).
c) Pembelian Tepat Waktu: Beli bahan baku segar secara teratur berdasarkan jadwal produksi untuk menjaga kualitas produk akhir.
3. Inventaris & Pergudangan (Inventory & Warehousing)
Penyimpanan produk beku memerlukan fasilitas khusus dan manajemen yang cermat.
a) Fasilitas Penyimpanan Dingin (Cold Storage):
b) Area Produksi: Segera bekukan dimsum yang baru diproduksi menggunakan blast freezer (jika ada) untuk menjaga tekstur dan kualitas.
c) Gudang Utama: Simpan produk jadi dalam freezer atau cold storage dengan suhu stabil di bawah -18°C.
d) Sistem Manajemen Inventaris (IMS): Gunakan IMS digital untuk melacak tanggal produksi (batch number) dan tanggal kadaluwarsa produk. Terapkan metode FIFO (First-In, First-Out) untuk memastikan produk yang lebih lama dikirim lebih dulu.
e) Pemantauan Suhu: Pasang alat pemantau suhu otomatis dengan alarm untuk memastikan rantai dingin (cold chain) tidak terputus.
4. Pemrosesan Pesanan & Pengiriman (Order Fulfillment & Delivery)
Ini adalah tahap paling kritis untuk produk frozen food. Kecepatan adalah kunci.
a) Integrasi E-commerce: Pesanan dari website atau marketplace otomatis masuk ke sistem gudang/dapur.
b) Picking & Packing (Pengambilan & Pengepakan):
Lakukan picking secepat mungkin sesaat sebelum pengiriman untuk meminimalkan waktu di luar suhu beku.
Gunakan kemasan termal yang efektif: styrofoam box atau thermal bag yang diisi dengan ice pack atau dry ice untuk menjaga suhu selama transit.
c) Opsi Pengiriman (Last Mile Delivery):
Prioritas: Gunakan layanan pengiriman Same Day atau Instant Courier (Gojek/Grab) untuk area lokal (Bandar Lampung) di mana waktu pengiriman hanya beberapa jam.
d) Luar Kota: Untuk pengiriman luar kota, gunakan jasa ekspedisi yang menyediakan layanan Paxel (next day delivery dengan cold chain) atau layanan kilat lainnya yang menjamin waktu tempuh maksimal 24 jam dengan penanganan khusus.
e) Komunikasi Pelanggan: Informasikan pelanggan secara jelas mengenai pentingnya segera menyimpan produk dalam freezer setelah diterima.
5. Pengembalian (Returns/Reverse Logistics)
a) Karena sifat produk makanan beku, proses pengembalian sangat berbeda.
Kebijakan Pengembalian yang Ketat: Karena alasan keamanan pangan, produk makanan beku yang sudah diterima pelanggan dan tidak langsung disimpan di freezer tidak dapat diterima kembali.
b) Penanganan Komplain: Fokus pada penanganan komplain terkait kualitas saat diterima (misalnya, produk sudah cair/rusak saat tiba).
c) Prosedur Kerusakan Transit: Jika produk rusak karena kesalahan pengiriman, sediakan penggantian produk baru atau pengembalian dana penuh setelah verifikasi (bukti foto/video). Buat klaim kerusakan ke pihak ekspedisi yang bersalah.