Kiriman dibuat oleh Rais Amaral Haq

Nama: Rais Amaral Haq
NPM: 2218011101

Analisis Jurnal

Pancasila yang merupakan kenyataan sejarah berisi nilai-nilai yang bersifat meta yuridis. Maksudnya, nilai-nilai yang ada di dalam Pancasila berbasis moralitas yang telah disepakat secara bersama. Namun, bukan berarti sifat meta-yuridis ini sudah terikat dengan hukum. Nilai-nilai Dasar Negara ini harus sudah diimplementasikan di dalam norma hukum supaya dapat dijalankan oleh masyarakat dan diakui oleh hukum itu sendiri.

Tidak juga terlepas dari IPTEK, perkembangan teknologi dan informasi memberi peranan besar dalam mencapai kemajuan pesat bangsa Indonesia. Agar perubahan di masa depan dapat dikontrol dan diawasi, negara ini memerlukan suatu acuan dan kerangka landasan agar ideologi bangsa tidak tercampur aduk. Pancasila hadir untuk mengisi peranan tersebut sebagai upaya pencegahan masuknya nilai sekulerisme yang bertentangan langsung dengan Pancasila.

Pengimplementasian pembelajaran IPTEK melalui nilai-nilai Pancasila dapat dijabarkan sebagai berikut:
1). Sila 1, Ketuhanan Yang Maha Esa, pada sila ini IPTEK berperan untuk memberikan pemikiran secara akal dan rasional bahwa bagaimana manusia ditempatkan di alam semesta ini dan tujuan dari penciptaan manusia itu sendiri.
2). Sila 2, Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, gabungan antara IPTEK dan nilai Pancasila dapat dijadikan sebagai pedoman dasar bagi masyarakat agar terus menjaga adab dan moral yang berlaku.
3). Sila 3, Persatuan Indonesia, perkembangan dari nilai IPTEK itu sendiri diharapkan mampu meningkatkan rasa nasionalitas dan kebangsaan yang ada sehingga mampu menciptakan rasa persatuan dan kesatuan di masyarakat.
4). Sila 4, Kerakyatan yang Dipimpin Oleh Hikmad Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan, adanya perkembangan nilai IPTEK juga harus didasari dengan asas-asas demokratis yang menjunjung tinggi perbedaan dan penghargaan kebebasan orang lain serta memiliki pandangan dan sikap yang terbuka terhadap kritik-kritik yang diberikan.
5). Sila 5, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, harapan dari komplementasi nilai IPTEK dan Pancasila seharusnya mampu menjaga keseimbangan antara keadilan dan prinsip kehidupan antarsesama manusia, manusia dengan Tuhan, manusia dengan bangsa dan negara, serta manusia dengan alam lingkungan.

Sebagai kesimpulan, kemajuan IPTEK dapat dikontrol dan diluruskan denganya kehadiran Pancasila. Selain itu, nilai-nilai luar yang bertentangan dengan ideologi bangsa sudah sepatutnya untuk dicegah dan difilter apabila hendak masuk ke dalam negeri. Oleh karena itu, Pancasila memiliki tingkat urgensi yang tinggi demi munculnya kesatuan dan persatuan di masyarakat.
Nama: Rais Amaral Haq
NPM: 2218011101

Analisis Jurnal

Globalisasi memiliki hubungan dengan perkembangan yang terjadi pada bangsa Indonesia. Hal ini berlangsung dengan 2 dimensi, yaitu ruang dan waktu. Selain itu, globalisasi juga meliputi hampir seluruh bidang seperti ideologi, ekonomi, politik, dan lainnya. Adanya globalisasi mampu membuat kemajuan, khususnya di bidang teknologi dan informasi. Seperti contohnya, adanya televisi, internet, dan telepon genggam adalah bukti nyata peran globalisasi pada sektor teknologi informasi. Hal yang menjadi pertanyaan adalah apakah nilai-nilai ini mampu memengaruhi pedoman hidup banga Indonesia, yakni Pancasila, dalam berkehidupan dan bernegara di Indonesia?

Pesatnya perkembangan ilmu teknologi informasi membuat pengaruh dunia luar semakin mudah untuk masuk ke dalam negeri. Akibatnya, jika ada nilai-nilai luar yang bertentangan dengan ideologi Pancasila mampu membuat nilai Pancasila itu sendiri luntur di kalangan masyarakat dan bangsa. Sebagai warisan pendiri bangsa, Pancasila dimaksudkan hadir untuk dijadikan titik acuan kesadaran dan pedoman bangsa Indonesia. Ideologi-ideologi seperti kapitalisme, sekulerisme, dan kapitalisme yang berasal dari luar tidak seharusnya mengganggu ekosistem yang telah terbentuk sejak pengesahan Dasar Negara ini.

Untuk mencegah terjadinya hal tersebut, dibentuklah mata kuliah Pendidikan Pancasila yang memberikan pengajaran serta pengetahuan akan urgensi dari pembelajaran nilai-nilai Pancasila di kehidupan nyata. Harapannya, dengan adanya penyelenggaraan ini, tercipta sarana dan wadah pembelajaran secara akademik yang berguna untuk mengkaji dan menganalisis persoalan-persoalan bangsa dan negara dalam perspektif Pancasila. Selain itu, pembelajaran melalui mata kuliah Pendidikan Pancasila juga mampu memperkuat Pancasila sebagai dasar negara dan membentuk sikap mahasiswa yang selayaknya mengapresiasi nilai-nilai konstitusional yang telah ada.

Hasil penelitian yang terdapat pada jurnal yang dianalisis membuktikan bahwasanya mahasiswa memiliki pengembangan kepribadian nilai Pancasila yang baik. Hal ini dibuktikan dengan perilaku jujur dan toleransi akan adanya perbedaan di kehidupan sehari-hari mereka. Menurut mahasiswa yang menjadi subjek responden, adanya kemajuan teknologi dan informasi seharusnya digunakan dengan baik dan penuh dengan tanggung jawab. Perlakuan seperti ini dapat memudahkan proses belajar, transaksi, dan penyaringan informasi yang masuk, khususnya melalui media sosial di kalangan pelajar.
Nama: Rais Amaral Haq
NPM: 2218011101

Analisis Video

Hal pertama dari perkembangan IPTEK sendiri adalah definisinya terlebih dahulu. IPTEK berarti hasil karya manusia yang dipergunakan untuk membantu memenuhi keperluan manusia di kehidupannya. Tentu saja terdapat dampak positif dan negatif dari penggunaan IPTEK. Sedangkan Pancasila berarti suatu rumusan yang dijadikan sebagai pedoman berkehidupan dan bernegara bagi bangsa dan masyarakat Indonesia. IPTEK dan Pancasila memiliki keterkaitan dalam peranan ilmu teknologi di masa kini dan masa depan.

Mulai dari sila pertama, Ketuhanan yang Maha Esa, nilai IPTEK akan dikomplementasikan dengan ilmu pengetahuan penciptaan sehingga tidak hanya sekadar membuktikan teorinya saja, tetapi juga mempertimbangkan maksud dan tujuan dari penciptaan itu sendiri. Pada sila kedua, gabungan antara IPTEK dan nilai Pancasila dapat dijadikan sebagai pedoman dasar bagi masyarakat agar terus menjaga adab dan moral yang berlaku. Lalu, pada sila ketiga, perkembangan dari nilai IPTEK itu sendiri diharapkan mampu meningkatkan rasa nasionalitas dan kebangsaan yang ada sehingga mampu menciptakan rasa persatuan dan kesatuan di masyarakat. Kemudian, pada sila keempat, adanya perkembangan nilai IPTEK juga harus didasari dengan asas-asas demokratis yang menjunjung tinggi perbedaan dan penghargaan kebebasan orang lain serta memiliki pandangan dan sikap yang terbuka terhadap kritik-kritik yang diberikan. Terakhir, pada sila kelima, harapan dari komplementasi nilai IPTEK dan Pancasila seharusnya mampu menjaga keseimbangan antara keadilan dan prinsip kehidupan antarsesama manusia, manusia dengan Tuhan, manusia dengan bangsa dan negara, serta manusia dengan alam lingkungan.
Nama: Rais Amaral Haq
NPM: 2218011101

Analisis Jurnal

Dasar dari negara Indonesia adalah Pancasila. Dengan hal itu, Indonesia memiliki tujuan untuk menjadikan masyarakat nya menganut nilai-nilai Pancasila. Untuk mewujudkan mimpi tersebut dapat dibantu dengan kehadiran media massa baik berupa media cetak ataupun elektronik. Media massa dapat dijadikan sebagai alat kontrol sosial bagi masyarakat mulai dari gagasan, pandangan, dan bentuk suara dan gambaran secara umum. Pengaruhnya pun juga dapat dilihat dari kehidupan sehari-hari dengan adanya kehadiran iklan, artikel, dan berita yang sudah dapat dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.

Pancasila sebagai pandangan hidup memiliki nilai-nilai untuk dijadikan tolak ukur baik buruknya suatu keputusan. Pertama, Nilai materiil merupakan suatu hal yang berguna bagi manusia. Kedua, nilai vital yang berguna untuk menjalankan kegiatan ataupun aktivitas. Terakhir, nilai kerohanian yang berhubungan langsung dengan agama dan kepercayaan manusia.

Selain itu, norma Pancasila juga dapat dipandang melalui hakikat isi Pancasila. Hakikat yang pertama, hakikat ketuhanan yang berarti adanya pernyataan pernyataan yang bersifat agamis dan mudah dipahami seperti Tuhan yang Maha kuasa dan lainnya. hakikat yang kedua, yaitu hakikat manusia yang berarti manusia terdiri atas berbagai macam unsur yang menjadikan dirinya suatu kesatuan utuh. Hakikat ketiga, hakikat satu yang menjelaskan bahwa suatu hal yang tidak dapat dipecah lagi. Hakikat keempat, hakikat rakyat yang berarti kumpulan dari orang, manusia, dan penduduknya. Hakikat terakhir atau yang kelima adalah hakikat keadilan yang berarti seimbang dan tidak memihak secara sebelah.

Media massa dapat diartikan sebagai pers. maksudnya sebagai sarana komunikasi penyebaran informasi dan berita untuk masyarakat. Dari kata pers, akan berhubungan juga dengan istilah jurnalistik yang berarti media edukasi massa untuk masyarakat yang berpendidikan ataupun tidak. Selain itu, media massa juga dapat berkedudukan sebagai ruang publik yang berarti wadah bagi para individu-individu untuk menyatakan pendapat nya dan melibatkan diri secara langsung terhadap isu permasalahan yang ada dalam negara ini.

Pasal 6 Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999, pers nasional memiliki peran sebagai sarana pemenuhan hak masyarakat, penegakkan nilai nilai dasar demokrasi, pengembangan pendapat umum, pengawasan kritik serta koreksi, dan perjuangan nilai keadilan dan kebenaran. Adapun hal yang dapat dikontrol oleh media massa atau pers acara lain seperti hal yang melibatkan suatu tokoh, masalah hukum, proses pembuatan undang undang, perselisihan antara lembaga hukum, dan pemilihan petinggi hukum.

Penerapan nilai Pancasila dari media massa sebagai fungsi kontrol sosial belum mampu melaksanakan tugasnya dengan baik. Hal ini dapat terjadi karena media massa juga harus mengejar tenggat waktu sehingga mengalami kurangnya pemahaman mengenai etika pemberitaan dan mengakibatkan konstruksi dari suatu berita tidak dapatdibentuk secara lengkap dan menyeluruh. Namun, dengan adanya peningkatan kerjasama antara instansi pemerintah dan pers yang terkait, diharapkan berita-berita yang dapat diperoleh dapat menjadi lebih baik daripada yang sebelumnya.