Kiriman dibuat oleh Annisa Rizki Waya

Nama : Annisa Rizki Waya
NPM : 2218011013

Analisis Jurnal
Judul : Urgensi Penegasan Pancasila Sebagai Dasar Nilai Pengembangan Iptek
Penulis : Ika Setyorini

Pancasila sebagai ideologi adalah pandangan hidup, dasar negara atau pokok kaidah negara sekaligus cita hukum yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 bersumber pada ciri khas sifat, dan karakter luhur bangsa Indonesia yang sudah disepakati bersama sehingga apabila pengembangan ilmu tidak berakar pada ideologi bangsa, sama halnya dengan membiarkan ilmu berkembang tanpa orientasi yang jelas. Saat ini, pertumbuhan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) mencapai kemajuan pesat sehingga peradaban manusia mengalami perubahan yang luar biasa. Nilai-nilai dasar Pancasila menjadi dasar dan tolak ukur segenap aspek pembangunan nasional di Indonesia. Nilai-nilai Pancasila Pancasila meliputi nilai dasar, nilai instrumental, dan nilai praktis.

Pancasila merupakan sumber nilai dan moral dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Hal tersebut dapat ditunjukkan dalam sila-sila Pancasila yang merupakan sebuah sistem etika. Hal lain yang menegaskan peran Pancasila sebagai sumber nilai dalam pengembangan iptek adalah ilmu pengetahuan harus menghormati keyakinan religius masyarakat; Ilmu pengetahuan ditujukan bagi pengembangan kemanusiaan dan dituntut nilai kemanusiaan; Iptek dapat mempersatukan masyarakat dan memperkokoh pembangunan dan identitas nasional; prinsip demokrasi menuntut penguasaan dan pendidikan akan iptek harus merata ke semua lapisan masyarakat sehingga kesenjangan dalam penguasaan iptek harus dipersempit terus menerus sebagai salah satu prinsip keadilan. Hal yang lain bahwa meletakkan Pancasila sebagai landasan etika dalam pengembangan iptek adalah dalam pengembangannya harus menghormati martabat manusia, dapat meningkatkan kualitas hidup manusia, hendaknya membantu pemekaran komunitas manusia, iptek harus terbuka dan memiliki dampak langsung dalam kehidupan masyarakat, dan iptek membantu penciptaan masyarakat yang lebih adil.

Adanya Ilmu Pengetahuan dan Teknologi memberikan kemudahan dalam memecahkan berbagai persoalan hidup yang dihadapi manusia. Namun, seiring perkembangan Iptek dan keberagaman yang dimiliki bangsa Indonesia saat ini dapat menimbulkan perubahan dan cara pandang manusia yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa. Kemudian, kemajuan iptek telah menimbulkan dampak yang negatif dan berbahaya terhadap eksistensi generasi selanjutnya. Selain itu, perkembangan iptek yang didominasi oleh negara-negara barat akan mengancam nilai-nilai khas yang dimiliki oleh bangsa Indonesia sehingga penting dilakukannya penyaringan.

Manusia mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai upaya manusia mewujudkan kesejahteraan dan peningkatan harkat dan martabatnya. Akan tetapi, dalam pengembangannya harus diiringi dengan cara menggunakan yang tepat. Dalam pengertian Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu, artinya ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) yang dikembangkan di Indonesia harus didasarkan dan tidak bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila sebagai faktor internal pengembangan iptek serta dalam perkembangannya harus berakar dari budaya dan ideologi bangsa Indonesia sendiri sehingga pengembangan iptek tadi tidak keluar dari nilai-nilai yang telah dimiliki bangsa Indonesia. Selain itu, nilai nilai Pancasila berperan sebagai rambu rambu normatif bagi pengembangan iptek di Indonesia agar nantinya mampu mengendalikan diri serta tidak keluar dari cara berpikir bangsa Indonesia.
Nama : Annisa Rizki Waya
NPM : 2218011013

Analisis Jurnal
Judul : Pengaruh Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian Pancasila dalam Menyikapi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Penulis : Mursyidah Dwi Hartati, Ponoharjo, dan Mohamad Khamim
Volume : Vol. 12
Nomor : No. 1
Tahun : 2018

Dalam prosesnya, globalisasi berlangsung melalui dua dimensi, yaitu dimensi ruang dan waktu. Globalisasi berlangsung di semua bidang kehidupan. Teknologi informasi dan komunikasi adalah faktor pendukung utama dalam globalisasi. Dengan adanya perkembangan teknologi yang begitu cepat segala informasi yang bernilai positif maupun negatif, dapat dengan mudah di akses oleh masyarakat. Hal ini tidak dapat dipungkiri bahwa pengaruh globalisasi perlahan-lahan mulai mengubah pola hidup dan pola pemikiran masyarakat khususnya dalam aspek pendidikan. Apabila kita kaitkan dengan ideologi yang dianut Indonesia yakni Pancasila, maka akar permasalahan yang dihadapi adalah apakah nilai-nilai dalam Pancasila yang selama ini menjadi pedoman hidup. Perkembangan teknologi informasi yang begitu pesat memudahkan masuknya berbagai macam pengaruh dari luar yang bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Apabila hal tersebut dibiarkan akan menyebabkan nilai-nilai luhur Pancasila dalam masyarakat terkikis bahkan habis tergilas oleh budaya barat yang masuk.

Pancasila sebagai dasar negara sekaligus pandangan hidup masyarakat Indonesia yang plural tidak tergantikan. Tujuan dari penyelenggaraan Pendidikan Pancasila di Perguruan Tinggi adalah memberikan pedoman kepada setiap mahasiswa untuk memperkuat Pancasila sebagai dasar falsafah negara dan ideologi bangsa; memberikan pemahaman dan penghayatan atas nilai-nilai dasar Pancasila untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan; mempersiapkan mahasiswa agar mampu menganalisis dan mencari solusi terhadap berbagai persoalan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara melalui sistem pemikiran yang berdasarkan nilai-nilai Pancasila dan UUD serta membentuk sikap mental mahasiswa yang mampu mengapresiasi nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Pelaksanaan Pendidikan Pancasila di Perguruan Tinggi mempunyai dasar-dasar, yaitu
Dasar Filosofis; dengan merumuskan pandangan dasar pada sebuah konsep filosofis yang bernama Pancasila.
Dasar Sosiologis; keberagaman masyarakat Indonesia yang tinggi sehingga ideologi Pancasila bisa diterima sebagai ideologi pemersatu.
Dasar Yuridis; Pancasila yang tertuang dalam Pembukaan Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 menjadi norma dasar negara dan dasar negara Republik Indonesia.

Ilmu terbentuk oleh aktivitas berpikir manusia yang bersifat sistematis, objektif, bermetode dilakukan dengan cara atau metode tertentu sehingga pada akhirnya menghasilkan suatu pengetahuan yang sistematis. Sedangkan, teknologi merupakan aplikasi dari kreativitas manusia yang diwujudkan dalam bentuk materi untuk membantu kebutuhan manusia.

Berdasarkan hasil penelitian, secara umum responden dalam penelitian ini mempunyai pengembangan kepribadian Pancasila yang baik serta dapat menyikapi perkembangannya dengan baik pula. Sebagai generasi muda, mahasiswa sebaiknya menjaga kepribadian bangsa dalam menghadapi tantangan perkembangan Iptek dengan memanfaatkannya dengan baik dan penuh tanggung jawab serta dapat melakukan penyaringan terhadap semua informasi atau kebudayaan baru yang masuk sehingga budaya yang masuk tidak merugikan dan berdampak negatif kepada bangsa Indonesia dan harus tetap berpegang teguh kepada Pancasila. Generasi muda dapat memanfaatkan perkembangan Iptek yang ada untuk mempermudah proses belajar, untuk bertransaksi dan berbisnis dalam bidang perdagangan. Selain itu, generasi muda perlu untuk mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, seperti memiliki sikap jujur dan toleransi yang tinggi akan adanya perbedaan ras dan agama. Oleh karena itu, pendidikan Pancasila penting dalam kehidupan bermasyarakat dan harus ditetapkan sejak dini. Untuk itu, perlu peran pemerintah meningkatkan pengawasan terhadap arus informasi yang mudah sekali masuk akibat pengaruh globalisasi yang dikemas dalam berbagai media, khususnya teknologi informasi (internet) untuk menangkal berbagai susupan informasi yang berbau radikalisme.
Nama : Annisa Rizki Waya
NPM : 2218011013

Analisis Video " Pancasila Sebagai Dasar Pengembangan IPTEK"
Pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi harus senantiasa berorientasi pada nilai-nilai Pancasila. IPTEK dapat diartikan sebagai hasil karya manusia. Karya tersebut pada dasarnya dipergunakan untuk membantu keperluan manusia dalam menghadapi kehidupannya. IPTEK tersebut ada saja yang memanfaatkannya untuk kepentingan tertentu baik yang dampak positif maupun negatif. Pada dasarnya Pancasila merupakan rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia. Dalam mempertimbangkan sebuah strategi secara imperatif kita meletakkan Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila merupakan hal penting dalam perkembangan ilmu dan teknologi. Perkembangan IPTEK saat ini dan di masa yang akan datang itu sangat cepat. Oleh karenanya, Pancasila dituntut terbuka dari kritik, bahkan ia merupakan kesatuan dari perkembangan ilmu yang menjadi tuntutan peradaban manusia.

Sila-sila Pancasila yang menjadi sistem etika dalam pengembangan IPTEK
1. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa : Ilmu pengetahuan mencipta, keseimbangan antara rasional dan irasional, antara akal dan kehendak. Berdasarkan sila ini IPTEK tidak hanya diciptakan tetapi juga dipertimbangkan maksud dan akibatnya. Sila ini menempatkan manusia dalam alam sebagai bagiannya dan bukan pusatnya.
2. Sila kemanusiaan yang adil dan beradab : Memberikan dasar-dasar moralitas bahwa manusia dalam mengembangkan IPTEK harus bersikap beradab. Nilai kemanusiaan sebagai dasar pengembangan ilmu memberikan arah dalam mengendalikan ilmu pengetahuan. Ilmu dikembalikan pada fungsinya semula, yaitu untuk kemanusiaan, tidak hanya untuk kelompok, lapisan tertentu.
3. Sila persatuan Indonesia : Pengembangan IPTEK hendaknya dapat mengembangkan rasa nasionalisme, kebesaran bangsa serta keluhuran bangsa sebagai bagian umat manusia di dunia.
4. Sila kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan : Mendasari pengembangan IPTEK secara demokratis, artinya setiap ilmuwan harus memiliki kebebasan untuk mengembangkan IPTEK juga harus menghormati dan menghargai kebebasan orang lain dan juga memiliki sikap yang terbuka untuk dikritik dikaji ulang maupun dibandingkan dengan penemuan lainnya. Nilai Kerakyatan sebagai dasar pengembangan ilmu mengimbangi penerapan dan penyebaran ilmu pengetahuan yang lebih demokratis.
5. Sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia : Pengembangkan IPTEK harus menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan kemanusiaan yaitu keseimbangan keadilan dalam hubungannya dengan dirinya sendiri maupun dengan tuhannya, manusia dengan manusia, manusia dengan masyarakat bangsa dan negara, serta manusia dengan alam lingkungannya. Guna menjaga keseimbangan antara kepentingan individu dan masyarakat, karena kepentingan individu tidak boleh terinjak oleh kepentingan semu.
Nama : Annisa Rizki Waya
NPM : 2218011013

Analisis Soal
A. Bagaimanakah sistem etika perilaku politik saat ini? Sudah sesuaikah dengan nilai-nilai Pancasila? Jelaskan!
Jawab :
Apabila dilihat pada kenyataannya sistem etika perilaku politik di Indonesia saat ini sudah berjalan sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Pancasila berisi nilai-nilai yang menjadi tolok ukur untuk memutuskan apakah sesuatu itu benar atau salah, baik atau buruk. Nilai-nilai Pancasila tersebut merupakan norma dan pedoman yang harus diterapkan sebagaimana yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945. Etika berkaitan dengan dasar-dasar filosofis yang berkaitan dengan tingkah laku manusia. Setiap orang memiliki moralitasnya sendiri, tetapi tidak semua orang memiliki etika. Etika tidak hanya mencakup hal yang benar dan salah, tetapi lebih dari itu. Etika juga mencakup persoalan baik dan buruk karena dari tujuan utamanya sendiri yaitu kehidupan yang baik bukan sekedar kehidupan yang selalu benar atau tidak pernah salah. Meskipun sistem etika perilaku politik saat ini sudah dapat dikatakan berjalan dengan baik dan sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Akan tetapi masih dapat ditemukan adanya berbagai penyimpangan yang terjadi sehingga perlu untuk ditingkatkan dan dibenahi terutama dalam segi pengawasannya. Meskipun aturannya sudah sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, tetapi masih ditemui etika perilaku politik para elite serta pejabat negara yang tidak mementingkan kepentingan bangsa dan hanya mementingkan diri sendiri atau kelompok dengan melakukan tindakan KKN yang tentunya tindakan tersebut tidak sejalan dengan nilai-nilai Pancasila yang ada dan hal inilah dapat merusak sistem etika perilaku politik di Indonesia saat ini. Apalagi banyak ditemukannya ketidakadilan hukum di Indonesia atau dalam tanda kutip “Tajam ke bawah dan Tumpul ke atas” di mana kasus-kasus besar seperti korupsi yang dilakukan oleh para elite politik dianggap kecil, namun sebaliknya kasus-kasus sederhana yang mungkin bisa diselesaikan secara kekeluargaan bahkan dibesar-besarkan. Tentunya hal ini sangat tidak sejalan dengan nilai-nilai Pancasila. Seolah Pancasila dianggap hanya sebuah kalimat yang diperdengarkan tanpa memperdulikan makna dan artinya bagi bangsa.

B. Etika selalu terkait dengan masalah nilai sehingga perbincangan tentang etika, pada umumnya membicarakan tentang masalah nilai (baik atau buruk). Bagaimanakah etika generasi muda yang ada di sekitar tempat tinggalmu? Apakah mencerminkan etika dan nilai yang dianut oleh bangsa Indonesia? Berikan solusi mengenai adanya dekadensi moral yang saat ini terjadi !
Jawab :
Berdasarkan apa yang saya lihat dan rasakan, etika generasi muda di sekitar tempat tinggal saya sudah baik. Generasi muda di lingkungan saya cukup berperan aktif terutama dalam bekerja sama untuk menyelenggarakan kegiatan-kegiatan yang mempersatukan warga antar daerah, seperti gotong royong untuk membersihkan lingkungan sekitar. Selain itu, lingkungan rumah saya cukup dekat dengan institusi pendidikan sehingga lingkungan sekitar tempat tinggal saya cukup kondusif dan nyaman bagi mahasiswa. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa ada sebagian generasi muda dilingkungan sekitar rumah saya yang mengalami persoalan antara lain ditemukannya generasi muda yang berada di lingkungan pergaulan yang tidak baik sehingga mempengaruhi dirinya dalam berperilaku dan berbicara sehingga etikanya dinilai kurang mencerminkan nilai-nilai Pancasila. Selain itu, ditemukannya pula kasus-kasus pencurian yang dilakukan kebanyakan oleh generasi muda. Kemudian, masuknya pengaruh globalisasi mempengaruhi cara berpakaian generasi muda saat ini yang banyak meniru bangsa barat yang dianggap lebih modis. Hal tersebut tentu saja tidak mencerminkan etika dan nilai yang sudah sejak dahulu tertanam di dalam masyarakat Indonesia yang berpadu dengan adat-istiadat, kebudayaan, dan agama.
Hal ini perlu menjadi perhatian bersama di mana berbagai permasalahan tersebut harus di atasi sebab jika tidak segera teratasi maka dapat mengancam keberadaan NKRI. Sebagai generasi muda yang akan menjadi penerus bangsa dikedepannya kita tidak boleh melupakan etika yang menjadi nilai luhur bangsa Indonesia yang sudah tertanam sejak dahulu. Bangsa Indonesia sendiri terkenal dari budaya sopan santun, keramahannya, dan toleransi yang begitu kuat. Hal ini patut menjadi kebanggaan dan budaya positif bangsa Indonesia yang bahkan sudah diketahui bangsa lain. Oleh karena itu, kita perlu mempertahankan nilai-nilai tersebut dan dapat meneruskannya ke generasi selanjutnya. Solusi yang dapat dilakukan dalam mengatasi adanya dekadensi moral yang saat ini terjadi adalah memberikan pengawasan kepada generasi muda, baik orang tua maupun masyarakat sekitar juga diharapkan turut berperan dalam hal ini. Selain itu, meningkatkan pendidikan moral dan agama bagi generasi muda saat ini memegang teguh agama yang dianutnya, maka baik pulalah moralnya dan tidak akan berperilaku tidak sesuai dan menyimpang dari norma dan ajaran yang berlaku. Etika dan nilai-nilai Pancasila sangat tepat bila ditanamkan pada anak sejak masih usia dini. Hal ini dimaksudkan agar setelah mereka dewasa, mereka akan terbiasa dengan perbuatan dan tingkah laku yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.