Posts made by Annisa Rizki Waya

Nama : Annisa Rizki Waya
NPM : 2218011013

Analisis Soal 2
A. Bagaimanakah peran Pancasila sebagai paradigma ilmu bagi disiplin ilmu Anda masing-masing dengan merinci setiap sila ke dalam kebijakan ilmu dan landasan etika bagi pengembangan ilmu yang Anda pelajari dan bagaimana prosesnya di tengah persaingan global seperti sekarang ini?
Jawab : Pada dasarnya Pancasila merupakan rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia. Dalam mempertimbangkan sebuah strategi secara imperatif kita meletakkan Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila merupakan hal penting dalam perkembangan ilmu dan teknologi. Perkembangan IPTEK saat ini dan di masa yang akan datang itu sangat cepat. Oleh karenanya, Pancasila dituntut terbuka dari kritik, bahkan ia merupakan kesatuan dari perkembangan ilmu yang menjadi tuntutan peradaban manusia. Pancasila sebagai paradigma ilmu menjadi acuan setiap pembangunan nasional di Indonesia. Berdasarkan disiplin ilmu dalam pendidikan dokter tentunya sangat terikat dengan nilai-nilai Pancasila. Dalam menjalankannya, Pancasila dijadikan sebagai pedoman untuk tidak melanggar nilai-nilai agama karena untuk setiap apa yang kita lakukan tentunya ada pertanggungjawabannya kepada Allah. Kemudian, sila kemanusiaan yang adil dan beradab juga memberikan dasar-dasar moralitas di mana menjadi seorang dokter harus saling memiliki rasa kemanusiaan, empati , rasa toleransi terhadap orang lain. dan mampu bersikap adil terhadap orang lain.
Dalam sila persatuan diperlukan tekad dan kemauan dengan visi yang sama yaitu dengan mempersatukan masyarakat dan memajukan negara dalam segala aspek dalam persaingan global terutama di bidang Iptek. Serta dalam sila keempat pemimpin yang dibutuhkan dalam mengayomi masyarakat Indonesia memiliki sifat yang bijaksana dan selalu mengadakan mufakat dengan masyarakatnya dalam perihal mengambil tindakan. Kemudian, sila keadilan untuk seluruh warga Indonesia yang bertujuan untuk mencegah terjadinya pelanggaran hak dan kewajiban di tengah perkembangan Iptek yang sering kali memicu konflik.

B. Bagaimanakah harapanmu mengenai model pemimpin, warga negara dan ilmuwan yang Pancasilais di Indonesia sekarang dan di masa mendatang?
Jawab : Harapan saya terhadap model pemimpin, warga negara dan ilmuwan yang Pancasilais di Indonesia sekarang dan di masa mendatang adalah sosok yang selalu berpedoman terhadap ideologi yaitu Pancasila serta selalu menerapkan nilai dan norma yang terdapat dalam nilai-nilai Pancasila karena pemimpin yang baik bukan hanya memerintah namun bisa memberikan contoh yang baik kepada rakyatnya. Selain itu, pemimpin yang memiliki pemikiran yang maju dan terbuka mengenai kemajuan dan perubahan yang ada. Seorang pemimpin yang berjiwa Pancasila selalu berupaya menerapkan fungsi kepemimpinannya dengan berlandaskan pada nilai-nilai Pancasila. Dengan berlandaskan nilai-nilai Pancasila tentunya dia tidak akan semena-mena dalam membuat kebijakan.
Nama : Annisa Rizki Waya
NPM : 2218011013

Analisis Soal 1
A. Bagaimanakah tanggapanmu mengenai berita tersebut dan apa yang anda lakukan untuk mengantisipasi dampak negatif penyebaran hoaks?
Jawab : Menurut saya memang benar bahwa banyak sekali berita hoax yang mana penyebarannya begitu cepat dan dapat dengan mudahnya dimanipulasi oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab, tetapi patut disayangkan karena banyak pula orang yang langsung mempercayainya tanpa mencari terlebih dahulu kebenaran akan berita tersebut, ditambah saat ini semakin sulit untuk membedakan antara berita valid dengan hoax dikarenakan sudah menyusup kehidupan seseorang. Oleh karena itu, sebagai pengguna teknologi sebaiknya kita cermat dalam menerima informasi yang didapatkan. Kita bisa memeriksa sumber dan kebenaran dari berita-berita yang ada apakah berasal dari sumber yang kredibel atau tidak dan jangan langsung berasumsi dan menyebarkan berita yang belum tentu benar.

B. Bagaimanakah pengaruh pengembangan iptek yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila di media sosial dan solusi apa yang anda sampaikan bagi pengembangan iptek yang lebih baik ?
Jawab : Pengembangan iptek harus diimbangi dengan menjaga dan mengimplementasikan nilai nilai luhur bangsa yang terkandung dalam Pancasila yang terdiri dari nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan dapat diterapkan di seluruh aspek kehidupan berbangsa dan bernegara,. Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang tidak dibarengi dengan dasar-dasar Pancasila yang kuat serta tidak sejalan dengan budaya dan ideologi bangsa justru akan menjadi aspek penghancur bangsa, terutama dari segi moralitas dan mentalitas. Bisa dilihat di media sosial saat ini dimana banyaknya penyalahgunaan media sosial, seperti menyebarkan berita hoax, ujaran kebencian, membuat konten yang menyinggung unsur SARA, dan konten yang tidak sesuai untuk anak dibawah umur. Oleh karena itu, solusinya adalah menjadikan pancasila sebagai pedoman dalam pengembangan iptek dengan mengimplementasikan nilai-nilai luhur Pancasila di kehidupan sehari terutama dalam bermedia sosial dan harus lebih memperhatikan kevalidan berita yang tersebar.

C. Sikap Konsumerisme menyebabkan Indonesia menjadi pasar bagi produk teknologi negara lain yang lebih maju ipteknya, bagaimanakah solusi menurut program studi/jurusan yang anda ambil saat ini atas permasalahan tersebut?
Jawab : Pada jurusan kedokteran yang saya ambil saat ini, saya diajarkan untuk menentukan kebutuhan prioritas manakah kebutuhan yang lebih penting dan mendesak. Tentunya hal tersebut dapat diterapkan oleh masyarakat sehingga dapat lebih memilih apa saja yang memang diperlukan untuk dibeli sehingga tidak menimbulkan gaya hidup konsumerisme. Masyarakat Indonesia seharusnya dapat lebih mengutamakan produk dalam negeri yang tentunya dengan memperhatikan kualitas dan sudah teruji sehingga masyarakat juga akan lebih memilih produk dalam negeri dan tidak selalu bergantung dengan produk luar negeri atau impor.
Nama : Annisa Rizki Waya
NPM : 2218011013

Analisis Jurnal
Judul : Pancasila Sebagai Filsafat Ilmu dan Implikasi Terhadap Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Jurnal : Jurnal Pendidikan
Penulis : Syarifuddin
Tahun : 2018
Volume : 2
Nomor : 2
Halaman : 29-41
Dengan pesatnya perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang memberikan perubahan yang lebih luas di mana perubahan ini datang dengan dampak positif dan negatifnya sehingga diperlukannya Pancasila sebagai dasar dalam pengembangan ilmu dan teknologi bagi bangsa Indonesia. Hal tersebut dikarenakan perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang tidak dibarengi dengan dasar-dasar Pancasila yang kuat serta tidak sejalan dengan budaya dan ideologi bangsa justru akan menjadi aspek penghancur bangsa, terutama dari segi moralitas dan mentalitas. Pancasila merupakan falsafah sekaligus pedoman hidup bangsa Indonesia yang berasal dari hasil pemikiran yang mendalam yang dilakukan oleh anak bangsa. Pancasila adalah ideologi dasar bagi negara Indonesia. Nama ini terdiri dari dua kata dari Sansekerta : panca berarti lima dan sila berarti prinsip atau asas. Pancasila sebagai filsafat ilmu dalam perkembangan ilmu pengetahuan diharapkan dapat menjawab berbagai persoalan hidup.

Perkembangan IPTEK yang begitu pesat saat ini sangat mempengaruhi kehidupan berbangsa dan bernegara di berbagai bidang sehingga perlunya implementasi setiap sila yang ada di Pancasila ini dalam mengembangkan ilmu dan teknologi. Pancasila yang terdiri dari lima sila, merupakan bentuk akumulasi proses pemecahan masalah kehidupan bangsa Indonesia dalam kehidupan sehari hari. Berikut ini adalah implikasi sila-sila dalam Pengembangan IPTEK.
1. Ketuhanan yang maha esa
Implikasi Sila ke-1 dalam pengembangan ilmu pengetahuan, manusia perlu memahami batas kemampuannya dalam berpikir karena tidak semua yang ada di alam ini mampu dijangkau oleh pemikiran manusia. Selain itu, alam pengembangan ilmu pengetahuan, manusia harus menciptakan keseimbangan antara rasional dan irasional, antara akal dan kehendak. Sila ini menempatkan manusia dalam alam sebagai bagiannya dan bukan pusatnya.
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
Implikasi Sila ke-2 ini dalam pengembangan ilmu pengetahuan adalah memberi arah dan mengendalikan ilmu pengetahuan. Sila kemanusiaan yang adil dan beradab juga memberikan dasar-dasar moralitas bahwa manusia dalam mengembangkan IPTEK harus bersikap beradab. Selain itu, pembangunan iptek harus berdasarkan kepada usaha-usaha mencapai kesejahteraan umat manusia.
3. Persatuan Indonesia
Implikasi sila ke-3 dalam pengembangan ilmu pengetahuan adalah memberikan kesadaran kepada bangsa Indonesia bahwa rasa nasionalisme bangsa Indonesia akibat dari sumbangan iptek, dengan iptek persatuan dan kesatuan bangsa dapat terwujud dan terpelihara. Pengembangan IPTEK hendaknya dapat mengembangkan rasa nasionalisme, kebesaran bangsa serta keluhuran bangsa sebagai bagian umat manusia di dunia.
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
Implikasi sila ke-4 dalam pengembangan pengetahuan adalah bahwa Sila kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, mendasari pengembangan Iptek secara demokratis. Artinya, setiap ilmuwan haruslah memiliki kebebasan serta turut menghormati dan menghargai kebebasan orang lain. Selain itu, setiap ilmuwan juga harus memiliki sikap yang terbuka artinya terbuka untuk dikritik atau dikaji ulang maupun dibandingkan dengan penemuan teori lainnya.
5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Implikasi sila ke 5 dalam pengembangan ilmu pengetahuan mengimplementasikan pengembangan iptek haruslah menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan kemanusiaan yaitu keseimbangan keadilan dalam hubungannya dengan dirinya sendiri, manusia dengan Tuhannya, manusia dengan manusia lain, manusia dengan masyarakat bangsa dan negara serta manusia dengan alam lingkungannya.

Dengan dijadikannya Pancasila sebagai filsafat ilmu dengan menjadikannya landasan dalam proses berpikir dan berpengetahuan. Pengembangan ilmu pengetahuan yang didasarkan pada nilai-nilai Pancasila diharapkan dapat membawa perbaikan kualitas hidup manusia Indonesia dan kehidupan masyarakat yang sejahtera, aman dan damai.
Nama : Annisa Rizki Waya
NPM : 2218011013

Analisis Video 2
Di dalam video tersebut diceritakan bagaimana pada akhirnya Indonesia mendapatkan peluang untuk memproklamasikan kemerdekaannya.
Berawal dari serangan yang diberikan Jepang ke pangkalan Amerika pada 7 Desember 1941 sehingga memicu terjadinya bersatunya persekutuan Amerika Serikat, Britania Raya, Belanda, Hindia Belanda, dan beberapa koloni Inggris dan Amerika Latin untuk bersama-sama memberikan perlawanan kepada Jepang yang diikuti oleh Jerman dan Italia pada saat itu. Puncak perang sekutu melawan jepang adalah dijatuhkannya bom atom ke kota Hiroshima, Jepang, pada tanggal 6 Agustus 1945. 140.000 dari penduduk Hiroshima tewas seketika. Kemudian, pada tanggal 9 Agustus 1945, bom atom kedua dijatuhkan di kota Nagasaki. Setelah pengeboman Nagasaki, Jepang menyerah kepada sekutunya pada 15 Agustus 1945. Pada akhirnya, Jepang melalui menteri luar negerinya menandatangani surat pernyataan menyerah terhadap sekutu di atas kapal perang Amerika dan dan menandai berakhirnya perang dunia ke-2 di Pasifik. Keadaan ini kemudian dimanfaatkan oleh bangsa Indonesia karena terjadi status quo atau kekosongan kekuasaan di Indonesia yang mana pada saat itu masih berada di bawah pendudukan Jepang sehingga setelah dua hari dari peristiwa penandatanganan surat tersebut pada tanggal 17 Agustus 1945 Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya. Peristiwa ini berhubungan dengan perkembangan teknologi baik dari sisi negatif maupun positifnya. Berdasarkan video tersebut, sisi negatifnya adalah produksi bom nuklir yang dapat membunuh banyak orang. Sedangkan sisi positifnya adalah dengan menggunakan teknologi maka informasi misalnya berita tentang kekalahan Jepang dapat tersampaikan lebih cepat sehingga kemerdekaan Indonesia dapat segera
diproklamasikan.
Nama : Annisa Rizki Waya
NPM : 2218011013

Analisis Video 1
Berdasarkan video tersebut terlihat keresahan warga Desa Pegaden Tengah, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah dengan limbah pabrik pakaian yang dibuang ke sungai dikarenakan pabrik tidak memiliki pembuangan limbah pribadi serta limbah yang dihasilkan tidak diolah terlebih dahulu sehingga pembuangannya langsung ke sungai. Hal ini membuat resah masyarakat karena dapat mencemari lingkungan dan mengganggu aktivitas warga, ditambah bau busuk yang ditimbulkan dari limbah pabrik membuat warga tidak nyaman, apalagi hal ini telah terjadi kurang lebih 25 tahun. Warga meminta pihak aparat desa untuk segera menutup keenam pabrik pembuatan pakaian yang tidak memiliki alat pengolahan limbah. Pemilik mengaku tidak mengetahui cara mengolah limbah tersebut dengan baik dan hanya pasrah ketika saluran limbah pabriknya ditutup. Seharusnya sebelum dibangun pabrik sang pemilik harus memperhatikan standar pembangunan pabrik yang baik dengan melihat dampak yang dapat ditimbulkan dari usahanya tersebut, terutama dalam melakukan pengelolaan limbah yang dihasilkan dari pabriknya sehingga tidak merugikan lingkungan sekitarnya.