Kiriman dibuat oleh Muhammad As Alukal Lutfa

Nama: Muhammad As Alukal Lutfa
NPM: 2218011121

Dari jurnal tersebut dapat disimpulkan bahwa penegasan Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan IPTEK itu diperlukan dalam menghadapi era globalisasi. Pancasila merupakan dasar negara Indonesia, jadi wajar saja jika Pancasila dijadikan sebagai pedoman dan acuan dalam mengembangkan IPTEK di era globalisasi. Pancasila juga mengandung nilai moralitas yang menuntut perkembangan ilmu pengetahuan agar berjalan ke arah yang bermanfaat dan tidak merugikan orang lain serta berorientasi ada nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan, dan keadilan sosial. Pancasila juga mengandung nilai historis yang terkandung dalam pembukaan UUD tahun 1945 yang dimana nilai tersebut menjunjung tinggi perkembangan IPTEK yang merupakan salah satu cara untuk memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Maka dari itu setiap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi harus didasarkan ada nilai-nilai Pancasila yang merupakan ideologi negara Indonesia. Dengan adanya sila pertama maka manusia akan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang didasarkan atas keinginan untuk mendapat pahala dan bermanfaat bagi orang banyak. Dengan adanya sila ke 2 maka IPTEK yang berkembang akan didasarkan pada moralitas yang menjunjung tinggi kesejahteraan masyarakat Indonesia. Dengan adanya sila ke 3 maka IPTEK yang berkembang ditujukan untuk kepentingan nasional yaitu untuk kepentingan bersama bukan hanya kepentingan segelintir orang saja. Dengan sila ke 4 maka IPTEK yang dikembangkan harus menjunjung tinggi nilai-nilai mufakat. Misalnya saja teknologi yang memungkinkan suatu kelompok untuk melakukan pemilihan suara secara online melalui aplikasi voting. Dan dengan sila ke harus bermanfaat bagi semua orang, bukan hanya kalangan tertentu saja. Contohnya aplikasi yang membuka lowongan pekerjaan seperti gojek yang dapat diakses oleh semua orang. Maka dari itu sangat Penting bagi bangsa Indonesia bahwa Pancasila ini harus ditegaskan perannya sebagai dasar pengembangan IPTEK, karena tanpa Pancasila maka perkembangan IPTEK dapat saja berujung pada perkembangan yabg sifatnya negatif dan mudahnya mendapat informasi di era globalisasi membuat masyarakat menjadi lebih mudah terpapar budaya-budaya dan teknologi yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Hal ini tentu akan meningkatkan resiko terjadinya disintegrasi yang sangat berbahaya bagi persatuan bangsa Indonesia yang terkenal akan keberagamannya ini.
Nama: Muhammad As Alukal Lutfa
NPM: 2218011121

Sesuai dengan keadaan sekarang, jurnal tersebut mengatakan bahwa perkembangan teknologi di era globalisasi ini sangat pesat. Teknogi tersebut dapat memberikan dampak positif dan juga negatif. Dampak negatif ini lah yang harus kita waspadai dan kita saring agar nilai-nilai Pancasila tidak pudar di masayarakat terutama para generasi muda yang merupakan para penerus bangsa. Mudahnya akses informasi membuat masyarakat lebih mudah terpapar budaya dan paham-paham asing yang beberapa diantara nya tidak sesuai dengan nilai Pancasila bahkan bertentangan. Contohnya seperti paham komunis yang tentu sangat bertentangan dengan nilai sila Pancasila pertama. Dalam menindaklanjuti paparan budaya asing yang belum tentu semuanya positif, maka saya setuju akan strategi yang menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam menyaring budaya dan IPTEK di era globalisasi dengan mengadakan sebuah mata kuliah pengembangan kepribadian Pancasila. Mata kuliah ini diperlukan oleh para mahasiswa karena mahasiswa sendiri merupakan golongan generasi muda yang pemikiran cendrung lebih kompleks dibandingan golongan generasi muda yang lain. Namun tetap harus diadakan mata pembelajaran Pancasila di setiap tingkatan pendidikan untuk mempersiapkan generasi muda ketika terjun ke masyarakat. Dengan adanya mata kuliah pengembangan kepribadian Pancasila menurut saya dapat membantu sekali generasi muda dalam menyaring budaya dan IPTEK yang masuk ke Indonesia. Hal ini dikarenakan pada hakikatnya Pancasila bersifat fleksibel sehingga tidak bertentangan dengan perkembangan zaman. Yang menjadi permasalahan dalam era globalisasi ialah bisa atau tidaknya masyarakat dalam menyeleksi mana yang baik dan mana yang buruk dari IPTEK asing tersebut. Dengan adanya mata kuliah perkembangan kepribadian Pancasila maka generasi muda akan mempunyai panduan dalam memilih pengaruh-pengaruh tersebut. Keefektifannya sendiri ditunjukan dari survey yang dilakukan penulis jurnal tersebut yang menyatakan bahwa paham Pancasila di masyarakat pada saat ini masih baik.
Nama: Muhammad As Alukal Lutfa
NPM: 2218011121
Disini saya setuju mengenai peran Pancasila sebagai pedoman dalam menyeleksi IPTEK yang masuk daei dunia barat. Hal ini dikarenakan IPTEK sendiri berkembang sangat cepat di era globalisasi ini. Apabila tak disaring dengan berpedoman pada Pancasila maka bisa saja terjadi penyimpangan yang tidak sesuai terhadap nilai luhur bangsa Indonesia. Karena pada dasarnya IPTEK sendiri meruakan pisau bermata 2. Dapat merugikan dan juga dapat menguntungkan. Dengan berpedoman pada sila Pancasila maka kita dapat terhindar dari dampak negatif tersebut. Dengan adanya nilai yang terkandung dalam sila pertama maka kita akan berpikir 2 kali dalam melakukan tindakan menggunakan IPTEK yang dapat merugikan orang lain karena takut mendapat dosa. Dengan sila ke 2, dalam mengembangkan IPTEK kita akan lebih memikirkan moralitas dan adab agar tidak menghasilkan suatu teknologi yang bertentangan dengan moral sebagai manusia. Dengan sila ke 3, kita dituntut untuk harus menggunakan dan mengembangkan IPTEK untuk tujuan nasional seperti memajukan dan meningkatkan kesejahteraan bangsa Indonesia. Dengan sila ke 4, setiap orang yang ahli dibidangnya diberikan kebebasan dalam mengembangkan suatu IPTEK yang tentu dalam pengembangannya harus berorientasikan dengan nilai Pancasila agar tidak merugikan orang lain. Dengan sila ke 5, kita dituntut untuk mengembangkan teknologi yang dapat bermanfaat bagi seluruh rakyat Indonesia, tidak hanya untuk kepentingan kalangan tertentu saja.
Nama: Muhammad As Alukal Lutfa
NPM: 2218011121

Analisis Soal Pertemuan 12
1. Bagaimanakah sistem etika perilaku politik saat ini? Sudah sesuaikah dengan nilai-nilai Pancasila? Jelaskan!
Jawab:
Saya setuju dengan artikel diatas yang menyatakan bahwa sistem etika perilaku politik saat ini masih ditemukan beberapa penyimpangan. Penyimpangan tersebut tentu tidak sesuai dengan nilai-nilai luhur Pancasila. Contohnya saja masih ada praktik KKN yang terjadi di pemerintahan. Hal ini terbukti dengan adanya kasus-kasus korupsi yang ditemukan di pemerintahan, bahkan KPK pun sempat terancam akibat adanya penyalahgunaan kekuasaan yang terjadi seperti adanya pemecatan pegawai KPK secara besar-besaran. Selain itu di lembaga hukum pun tak dapat dipungkiri masih terjadi kasus-kasus korupsi ini. Oknum-oknum tertentu yang menerima uang sogokan dengan iming-iming memenangkan suatu perkara. Akibatnya nilai Pancasila sila ke 2 yang menjunjung tinggi kedamaan derajat di depan hukum dan Pancasila sila ke 5 yang menjunjung tinggi keadilan sosial belum dapat terlaksana secara maksimal. Maka dari itu hal ini menjadi PR bersama seluruh unsur bangsa Indonesia untuk bekerja sama dalam memberantas tindakan-tindkn yang menyimpang dalam sistem etika dalam perilaku politik saat ini. Kolusi juga merupakan salah satu contoh penyimapangan sistem etika politik dalam bidang integrasi. Integrasi yang ditujukan sebagai pencipta ketentraman dan keharmonisan di masyarakat malah dicoreng dengan adanya integrasi yang tidak sehat ini. Maka dari itu dapat disimpulkan bahwa pada saat ini masih banyak PR bangsa Indonesia dalam membenahi sistem etika perilaku politik bangsa Indonesia agar dapat sesuai dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila yang merupakan identitas bangsa Indonesia.

2. Etika selalu terkait dengan masalah nilai sehingga perbincangan tentang etika, pada umunya membicarakan tentang masalah nilai (baik atau buruk). Bagaimanakah etika generasi muda yang ada di sekitar tempat tinggal mu? Apakah mencerminkan etika dan nilai yang dianut bangsa Indonesia? Berikan solusi mengenai adanya dekadensi moral yang saat ini terjadi!
Jawab:
Menurut saya etika para generasi muda yang ada di lingkungan saya cenderung masih kurang baik. Hal ini ditunjukkan dari adanya generasi muda bahkan yang cenderung masih sangat muda itu sudah berani menggunakan kata-kata yang kasar seakan-akan hal tersebut merupakan suatu hal yang normal. Padahal kata-kata kasar tersebut cenderung dapat membuat orang lain tersinggung. Pergaulan yang tidak sehat ini lah yang menjadi contoh nyata bahwa sekarang generasi muda sedang mengalamai dekadensi moral. Seperti yang dikatan pada artikel di pertemuan 11, bahwa sekarang generasi muda cenderung di cap sebagai generasi yang kurang sopan. Walaupun tidak semua generasi muda begitu, hal ini tetap dapat dijadikan salah satu bukti bahwa sekarang secara umum generasi muda sedang mengalami krisis moral. Hal ini tentu tidak mencerminkan nilai-nilai Pancasila. Berkata kasar contohnya memanggil orang lain dengan nama bintang berarti sama saja dengan tidak menghormati hak manusia untuk diberlakukan secara martabat yang tentu bertentangan dengan sila ke dua. Selain itu perkataan yang cenderung tidak beretika atau kasar dapat membawa pada perpecahan atau pertengkaran yang tentu tidak sesuai dengan sila ke 3 Pancasila. Maka dari itu daoat disimpulkan bahwa sikap-sikap tersebut tidak mencerminkan nilai dan etika yang dianut Pancasila.

Menurut saya solusi terhadap penurunan moral etika yang terjadi di generasi muda adlah edukasi. Edukasi terhadap pentingnya pengamalan nilai-nilai Pancasila dan agama yang mengajarkan kepada kebaikan. Dalam mengedukasikan hal tersebut ke generasi muda maka orang tua dan guru harus bekerja sama dalam mengawasi dan mengajari perilaku yang baik kepada para generasi muda. Dengan penanaman nilai-nilai Pancasila yang dilakukan baik dirumah maupun di instansi pendidikan maka peluang keberhasilan nilai-nilai Pancasila tersebut tertanam pada diri generasi muda tentu akan meningkat juga. Dan apabila generasi muda telah dapat mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dengan baik maka penurunan morl ini pun dapat dihindari.