གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Muhammad As Alukal Lutfa

Nama: Muhammad As Alukal Lutfa
NPM: 2218011121

Analisis Jurnal:
Dari jurnal tersebut dapat disimpulkan bahwa Pancasila berperan penting sebagai dasar dan pedoman dalam pengembangan ilmu pengetahuan yang terjadi di masa sekarang dan yang akan datang. Di era globalisasi ini, IPTEK berkembang dengan sangat cepat. Apabila tidak disertai Pancasila sebagai pedoman dalam pengembangan ilmu tentu perkembangan IPTEK tersebut dapat menuntun ada suatu hal yang negatif. Dengan adanya sila pertama yang menjunjung tinggi hakikat manusia sebagai mahluk ciptaan tuhan yang Maha Esa maka IPTEK yang berkembang di Indonesia tentu tidak akan berkembang dengan nilai-nilai keagamaan. Dengan adanya sila kedua yang menjunjung tinggi prinsip kemanusiaan, maka ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang akan ditujukan untuk kepentingan setiap lapisan masyarajat dan tidak hanya keentingan sebagian lapisan masyarakat saja. Dengan adanya sila ke 3 maka IPTEK di Indonesia harus dapat meningkatkan solidaritas di Indonesia dan tidak meninbulkan disintegrasi di kalangan masyarakat Indonesia. Dengan adanya sila ke 4 maka para ilmuwan diberikan ke bebasan dalam mengembangkan IPTEK yang dimana dalam mengembangkan IPTEK harus memperhatikan hak-hak orang lain atau pengguna dari IPTEK yang dikembangkan tersebut. Dengan adanya sila ke 5 maka IPTEK yang berkembangan tetap akan memperhatikan keadilan dan keseimbangan antara masyakarat, manusia dengan tuhan, dan keseimbangan manusia dengan alam.
Nama: Muhammad As Alukal Lutfa
NPM: 2218011121

Analisis Soal 2:
1. Bagaimanakah peran Pancasila sebagai paradigma ilmu bagi disiplin ilmu anda masing-masing dengan merinci setiap sila ke dalam kebijakan ilmu dan landasan etika bagi pengembangan ilmu yang anda pelajari dan bagaimana prosesnya di tengah persaingan global seperti sekarang ini?
Pancasila berperan sebagai pedoman dalam perkembangan ilmu pengetahuan di indonesia.
A. Di sila pertama Pancasila menempatkan manusia sebagai bagian dari alam, artinya pada dasarnya manusia akan diswasi oleh tuhan yang maha Esa sehingga dalam perkembangan ilmu pengetahuan manusia-manusia tersebut akan menyesesuaikannya dengan ilmu kegamaan sehingga IPTEK yang dihasilkan tidak bertentangan dengan nilai-nilai agama dan merugikan banyak orang.

B. Di sila kedua Pancasila menuntun manusia untuk mengembangkan ilmu pengetahuan atas dasar rasa kemanusiaan, rasa dan keinginan untuk membantu demi kepentingan setiap manusia bukan golongan-golongan tertentu saja. Dengan adanya sila ke dua tersebut maka ilmu pengetahuan yang dikembangkan sifatnya akan berguna bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia tanpa membedakan status dan golongan.

C. Di sila ketiga Pancasila menuntun manusia untuk menciptakan dan mengembangkan sebuah ilmu pengetahuan yang tidak bertentangan antar golongan dan keyakinan sehingga persatuan di Indonesia akan terjaga dan terhindar dari perpecah belahan. Dengan menerapkan Pancasila sila ke 3 dalam mengembangkan ilmu pengetahuan ini maka ilmu pengetahuan yang dikembangkan akan meningkatkan solidaritas bangsa Indonesia dan mengurangi resiko terjadinya disintegrasi.

D. Di sila keempat Pancasila, Pancasila menjadi pedoman dalam pengembangan IPTEK yang dapat meningkatkan kebebasan dalam berdemokrasi yang dilakukan dengan pengembangan ilmu pengetahuan yang sifatnya lebih demokratis dan tidak ditentukan dan dimanfaatkan oleh segelintir orang saja. Dengan pengembangan ilmu pengetahuan yang sesuai sila ke empat maka IPTEK dapat digunakan untuk meningkatkan dan memerbanyak forum untuk berdemokrasi contohnya saja pengambilan keputusan yang dapat dilakukan dengan voting secara online atau melalui teknologi.

E. Di sila ke lima berperan sebagai pedoman agar IPTEK yang dihasilkan tersebut dapat memiliki manfaat yang seimbang baik bagi individu maupun masyarakat Indonesia secara keseluruhan. Meskipun perkembangan ilmu pengetahuan ditujukan untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia secara umum, IPTEK tetap tidak boleh merugikan lapisan masyarakat Indonesia lain dan manfaat yang dirasakan oleh setiap lapisan masyarakat sama tingkatannya, tidak ad yang lebih diuntungkan dan todak pula dirugikan.

Menurut saya dalam era persaingan global ini proses pengembanhan ilmu pengetahuan di Indonesia yang sesuai nilai-bilai Pancasila mengalami kemajuan yang cukup signifikan. Hal ini ditunjukkan dari ada produk Indonesia yang di ekspor keluar negeri, sehingga dapat disimpulkan bahwa produk Indonesia juga dapat bersaing di tengah era globalisasi ini dan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang di Indonesia sudah mendukung untuk melakukan hal tersebut. IPTEK yabg digunakan pun tidak merugikan orang lain sehingga dapat disimpulkan bahwa IPTEK yang berkembang sudah searah dengan dimensi moral yang terkandung dalam Pancasila.

2. Bagaimanakah harapanmu mengenai model pemimpin, warganegara dan ilmuwan yang Pancasilais di Indonesia sekarang dan di masa mendatang?
Tinggi harapan saya mengenai peminmpin, warga negara, dan ilmuwan yang pancasialis saat sekarang dan di masa yang akan datang. Hal ini dikarenakan pada hakikatnya Pancasila merupakan sebuah pedoman hidup dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang didalamnya menuntun pada kebaikan dan kesejahteraan dalam kehidupan bernegara. Dengan adanya pemimpin yang pancasialis tentu propaganda politik seperti penyebaran hoaks yang merupakan salah satu bentuk penyimpangan dalam pengembangan IPTEK dapat dihindari. Dengan adanya warga negara yang Pancasialis maka penyebaran hoaks yang diakibatkan oleh kemudahan dalam mengakses informasi di media sosial yang ke bmvalidnya belum terjamin dapat diminimalisir karena Pancasila memandu masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menggunakan dan mengembangkan IPTEK. Dengan adanya ilmuwan yang Pancasialis maka perkembangan IPTEK di Indonesia tidak akan melenceng dari nilai moral dan etika sehingga IPTEK yang dikembangkan tidak akan merugikan orang lain dan menjadi sebuah ilmu yang dapat membantu masyarakat di masa sekarang maupun di masa yang akan mendatang. Oleh karena itu besar harapan saya akan kemunculan tokoh-tokoh yang Pancasialis baik di masa sekarang maupun di masa yang akan mendatang sehingga cita-cita bangsa Indonesia yang terkandung dalam Pancasila dan UUD 1945 dapat diwujudkan dan diimplementasikan
Nama: Muhammad As Alukal Lutfa
NPM: 2218011121

Analisis Soal 1:
1. Bagaimanakah tanggapanmu mengenai berita tersebut dan apa yang anda lakukan untuk mengantisipasi dampak negatif penyebaran hoaxs?
Saya setuju bahwa sekarang hoaks itu lebih sulit untuk dibedakan dengan data yang sifatnya valid. Hal ini dikarenakan begitu mudahnya seseorang untuk menyampaikan informasi hoaks melalui platform media sosial. Bahkan terkadang seseorang cenderung tak sadar bahwa ia telah menyebarkan hoaks. Hal ini dikarenakan mereka telah meyakini bahwa berita dan informasi yang diterimanya itu merupakan sebuah hal yang valid. Biasanya seseorang lebih mudah untuk mempercayai berita yang cenderung mendukung pemikiran atau argumen dari pembacanya. Misalnya saja si A tidak menyukai suatu pasangan calon pilpres, maka dia akan lebih mudah percaya ketika suatu berita menunjukan keburukan dari calon pilpres tersebut, padahal hal ini belum tentu valid. Untuk mengatasi hal ini maka pemerintah telah menerapkan aturn mengenai penyebaran berita hoaks ini yang dapat dipidana dalam pengadilan. Hal ini sangat berguna untuk menimbulkan efek jera kepada para oknum penyebar hoax dan meningkatkan kewaspadaan masyarakat agar tidak mudah termakan dan menyebarkn berita hoaks.

Untuk mengantisipasi hoaks ini sendiri, saya cenderung lebih berhati-hati dalam menggunakan media sosial. Contohnya apabila saya menemukan suatu berita yang saya anggap menarik maka saya akan terlebih dahulu mengecek kebenaran berita tersebut dari sumber-sumber yang lebih terpercaya seperti media berita atau website resmi suatu perusahaan atau bahkan pemerintah. Dengan mengecek kebenaran berita saya dapat menjadi lebih yakin dalam menerima informasi tersebut dan menyebarkan berita tersebut apabila saya anggap dapat bermanfaat bagi orang-orang terdekat saya atau orang lain.


2. Bagaimanakah pengaruh pengembangan iptek yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila di media sosial dan solusi apa yang anda sampaikan bagi pengembangan iptek yang lebih baik?
Pengaruh IPTEK yang tidak sesuai nilai-nilai Pancasila tentu dapat merugikan banyak orang karena pada dasarnya semua yang diatur dalam Pancasila tersebut termasuk dalam bidang pengembangan IPTEK itu bertujuan untuk mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia untuk mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan rakyat Indonesia. Semua nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila sangat penting untuk menjadi pedoman hidup dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, contohnya dalam dimensi moral Pancasila menekankan dan merangsang pertumbuhan IPTEK agar sesuai dengan etika dan moral yang berlaku di Indonesia. Pancasila juga memastikan agar perkembangan ilmu pengetahuan dan IPTEK tersebut tidak merugikan orang lain dan tidak merusak lingkungan. Maka dari itu, dapat disimpulkan bahwa pengembangan ilmu pengetahuan yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila pada akhirnya akan membawa dampak negatif ada bangsa Indonesia itu sendiri.

Agar pengembangan IPTEK di Indonesia menjadi lebih baik, maka setiap pelaku pengembangan ilmu pengetahuan harus terlebih dahulu memahami makna Pancasila dengan baik. Karena ilmu pengetahuan yang dikembangkan tersebut haruslah sesuai dengan nilai-nilai yang tercantum dalam Pancasila. Dengan memahami makna yang terkandung dalam sila Pancasila tentu IPTEK yang dikembangkan akan searah dengan cita-cit bangsa Indonesia untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh masyarkat Indonesia karena pada dasarnya ilmu pengetahuan itu adalah pisau bermata dua, apabila telah disaring dan dituntun oleh nilai-nilai Pancasila maka damak negatif dari pengembangan ilmu pengetahuan dapat diminimalisir bahkan dihindari.

3. Sikap Konsumerisme menyebabkan Indonesia menjadi pasar bagi produk teknologi negara lain yang lebih maju ipteknya, bagaimakah solusi menurut program studi/jurusan yang anda ambil saat ini atas permasalahan tersebut?
Sebagai seorang mahasiswa kedokteran untuk menghindari sikap konsumerisme kita harus terlebih dahulu memahami perbedaan antara barang yang kita butuhkan dan mana barang yang tidak terlalu kita butuhkan. Dengan memahami konsep tersebut dengan baik maka tentu kita hanya akan memprioritaskan hal-hal yang penting bagi kehidupan kita saja. Namun tak berarti barang yang tidak esensial bagi kehidupan kita tidak boleh kita beli. Kita boleh saja membeli barang-barang tersebut namun dengan jumlah yang terbatas. Contohnya saja pembelian stok alat kesehatan seperti masker. Masker tentu merupakan barang yang penting terutama ketika masa pandemi covid-19 terdahulu. Namun kebanyakan orang melakukan panic buying sehingga stok masker di Indonesia menjadi berkurang drastis hingga menjadi langka dan terpaksa Indonesia mengimpor masker dari negara yang IPTEK-nya mendukung roduksi masker secara besar-besaran. Akibatnya masker menjadi salah satu barang yang sulit ditemukan di Indonesia dan Indonesia menjadi target empuk dalam pasar dunia. Apabila pemahaman antara barang yang penting dan yang tidak penting telah dipahami tentu hal tersebut dapat dihindari, karena dengan pemahaman tersebut maka seseorang akan membeli masker secukupnya saja dan tidak berlebihan sehingga permasalahan kekurangan akses untuk membeli peralatan kesehatan tidak terjadi lagi di Indonesia, sehingga Indonesia dapat mengurangi jumlah impor dan masyarakat menjadi lebih terencana dalam mebeli suatu barang.
Nama: Muhammad As Alukal Lutfa
NPM: 2218011121

Analisis Video 2:
Pengeboman Hiroshima dan perang dunia ke 2 merupakan salah satu pengembangan IPTEK yang cenderung dapat merugikan banyak orang. Dengan semakin majunya IPTEK dalam bidang militer, maka ketegangan antara negara-negara akan semakin tinggi mengingat banyaknya korban jiwa yang dapat ditimbulkan oleh perang. Contohnya bom atom yang digunakan oleh Amerika dan sekutu, akibat bom atom tersebut yang merupakan salah satu hasil dari pengembangan IPTEK banyak nyawa yang melayang. Bahkan hiroshima dan nagasaki yang merupakan 2 kota besar Jepang tidak bisa ditinggali selama bertahun-tahun karena radiasi nuklir yang dipancarkan dari bom tersebut. Banyak masyarakat Jepang yang terdampak dari bom tersebut baik yang militer maupun non militer mulai dari kematian hangga kecacatan fisik dan kogenital pada bayi yang baru lahir seperti anggota tubuh yang diakibatkan oleh radiasi dari nuklir tersebut yang sifatnya lama hilang. Dengan semakin majunya IPTEK di bidang militer maka semakin banyak senjata-senjata berbahaya yangd dikembangkan. Contohnya saja sekarang sudah dikenal istilah senjata biologis yang tentu bisa menyengsarakan banyak orang. Apabila IPTEK tersebut tidak disikapi dengan baik, maka IPTEK di bidang militer ini dapat merugikan banyak orang. Maka dari itu sebagai sebuah negara yang menjunjung tinggi perdamaian dunia, bangsa Indonesia harus menerapkan Pancasila dalam dasar pengembangan IPTEK yang terjadi di indonesia salah satunya di bidang militer agar tidak menciptakan ketegangan dan percikan yang dapat memicu terjadinya erang yabg tentu dapat merugikan banyak orang di antara negara-negara yang berperang.
Nama: Muhammad As Alukal Lutfa
NPM: 2218011121

Analisis Video 1:
Sikap pengusaha tersebut dapat dikatakan tidak bijak karena telah menggunakan IPTEK yang tidak mempertimbangkan nilai-nilai budaya yang berkembang di masyarakat. Hal ini terbukti banyaknya masyarakat yang merasa dirugikan karena IPTEK yang digunakan untuk membuang limbah dalam perusahaan tersebut dibuang di sungai yang merupakan kawasan yang dekat dengan perumahan warga. Sehingga bau yang ditimbulkan sangat menyengat dan menganggu aktivitas warga. Selain itu sungai yang biasanya digunakan warga untuk aktivitas sehari-hari pun jadi tak bisa dipakai karena telah tercemar. Kurangnya kemauan untuk mengembangkan IPTEK sesuai dengan nilai-nilai Pancasila agar tidak merugikan orang lain pun masih tanpak kurang. Hal ini terbukti dari perusahaan yang telah menerapkan pembuangan limbah yang tak ramah lingkungan tersebut selama bertahun-tahun lamanya. Padahal jika memang ada kemauan untuk mengembangkan IPTEK sesuai dengan nilai Pancasila waktu bertahun-tahun tersebut setidaknya sudh dirasa cukup untuk mengembangkan teknologi pengolahan limbah yang lebih ramah lingkungan sehingga kejadian yang dialami warga desa tersebut dapat diatasi. Pemanfaatan IPTEK sesuai nilai-nilai Pancasila ini tak boleh diabaikan oleh setiap warga negara Indonesia terutama kalangan para pengusaha yang cenderung dapat mempengaruhi orang banyak dengan pemanfaatan IPTEK-nya.