Nama : Devya Aulia
NPM : 2218011055
Analisis Soal-2
A. Bagaimanakah peran Pancasila sebagai paradigma ilmu bagi disiplin ilmu anda masing-masing dengan merinci setiap sila ke dalam kebijakan ilmu dan landasan etika bagi pengembangan ilmu yang anda pelajari dan bagaimana prosesnya di tengah persaingan global seperti sekarang ini?
Jawab:
Pancasila dijadikan sebagai landasan dan prinsip moral dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Hakikat Pancasila sebagai paradigma, sumber nilai, kerangka, dan prinsip moral dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi harus memiliki semangat yang kuat dalam pengembangannya dan memuat nilai-nilai yang sesuai dengan sila Pancasila. Selain itu, Pancasila juga suatu sistem etika diantaranya merujuk dari pernyataan (Setyorini, 2018) sebagai berikut :
1. Sila pertama yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa, sila ini dapat menerapkan ilmu pengetahuan, yang dimana mempertimbangkan pada aspek rasional yakni antara akal, rasa, serta kehendak. Dengan demikian manusia dapat ditempatkan pada alam semesta tidak menjadi manusia yang berpusat, tetapi menjadi bagian sistematis pada alam yang diolah.
2. Sila kedua yaitu Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, sila ini menjadi dasar mengenai moral bagi individu untuk perkembangkan iptek. Hal ini dikarenakan imu pengetahuan dan teknologi adalah suatu perkembangan dalam budaya hidup manusia yang pada hakikatnya bertujuan untuk kesejahteraan bersama.
3. Sila ketiga yaitu Persatuan Indonesia, dapat membawa pada rasa sadar akan nasionalisme bangsa yang kaitannya dengan iptek sehingga terjalin rasa terpelihara, persaudaraan, hal itu dikarenakan faktor kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.
4. Sila keempat adalah Kerakyatan Yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksaan dalam Permusyawaratan Perwakilan, hal tersebut ialah hal mendasar karena pada perkembangan iptek yang didasarkan pada kepentingan demokrasi, hal ini mengandung maksud bahwa warga negara memiliki kewajiban dalam pengembangan iptek dengan saling memberikan rasa hormat serta menghargai kebebasan individu lain dalam berperilaku, selain itu mendapatkan kritik dan saran yang membangun bisa membuat individu menjadi terbuka.
5. Sila kelima adalah Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, pada sila ini iptek yang semakin maju perlu untuk melindungi pada kesetaraan keadilan pada keberlangsungan hidup manusia
Saat ini, Pancasila sebagai suatu ideologi sudah mulai luntur di tengah persaingan globalisasi. Semakin berkembangnya globalisasi maka semakin tergerus peran ideologi Pancasila sebagai pedoman hidup. Hal tersebut dapat dilihat dari segala tingkah laku masyarakat yang semakin tidak teratur dan menyimpang dari nilai-nilai pancasila yang dijadikan ideologi sebagai pedoman hidup masyarakat. Maka dari itu, Pancasila harus dijadikan sebagai landasan dan prinsip moral dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta membentengi dari pengaruh negatif globalisasi.
B. Bagaimanakah harapanmu mengenai model pemimpin, warganegara dan ilmuwan yang Pancasilais di Indonesia sekarang dan di masa mendatang?
Jawab:
Kepemimpinan nasional sekarang ini telah terjadi degradasi kualitas dan keberpihakan pemimpin. Hal tersebut terlihat dari maraknya tindakan radikal di masyarakat yang dilatarbelakangi karena agama maupun budaya, korupsi yang merajalela, pelanggaran hukum dan hak asasi manusia, kebijakan ekonomi yang tidak berpihak pada rakyat, dan beragam problematika lain yang mengemuka. Semuanya terjadi diakibatkan karena krisis kepemimpian dan tidak adanya teladan dari pemimpin yang menjiwai dan berbasis pada nilai-nilai Pancasila (Supriyono, 2020)
Maka dari itu, seorang pemimpin harus mengacu kepada sila-sila Pancasila. Seorang pemimpin yang berjiwa Pancasila selalu berupaya menerapkan fungsi kepemimpinannya dengan berlandaskan pada nilai-nilai Pancasila. Nilai-nilai Pancasila yang diterapkan oleh seorang pemimpin, pada nantinya akan diinternalisasi kepada segenap bawahannya termasuk warganegara dan ilmuwan yang Pancasilais. Berhasil atau tidaknya kepemmpinan tergantung peran aktif rakyat Indonesia, dengan sikap mental, tekad semangat, ketaatan dan disiplin nasional dalam menjalankan tugas kewajibannya. Oleh karena itu, perlu dikembangkan motivasi membangun di kalangan masyarakat luas dan motivasi pengorbanan pengabdian pada unsur kepemimpinannya yang Pancasilais.
Referensi :
Setyorini, I. 2018. Urgensi Penegasan Pancasila Sebagai Dasar Nilai Pengembangan IPTEK. Syariati: Jurnal Studi Al-Qur`an Dan Hukum, 4(2), 213–222.
Supriyono. 2020. Membangun Kepemimpinan Berbasis Nilai-Nilai Pancasila Dalam Perspektif Masyarakat Multikultural. Jurnal Kultur Demokrasi. 9(2): 52-61