Kiriman dibuat oleh Devya Aulia

Nama : Devya Aulia
NPM : 2218011055
Analisis Video-2

Tepat 75 tahun yang lalu terjadinya pengeboman kota Hiroshima dan Nagasaki. Kejadian pengeboman kota Hiroshima dan Nagasaki disebabkan Jepang yang menyerang pangkalan Pearl Harbour yang memicu terbentuknya sekutu untuk melawan Jepang. Kedua kota tersebut dijadikan target penjatuhan bom atom untuk pertama kalinya dalam sejarah perang oleh Amerika Serikat, masing-masing pada tanggal 6 dan 9 Agustus 1945 yang membuat Jepang menyerah kepada sekutu. Saat itu, menteri luar negeri Jepang menandatangani surat di kapal Amerika yang mengumumkan penyerahan Jepang. Peristiwa ini menandai berakhirnya Perang Dunia II. Peristiwa ini membuat Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi negara yang merdeka dan berdaulat pada 17 Agustus 1945.
Nama : Devya Aulia
NPM : 2218011055
Analisis Video-1

Dari video tersebut, dapat kita lihat warga Kabupaten Pekalongan memprotes enam pabrik pakaian yang membuang limbah ke sungai . Salah satu yang menjadi permasalahan adalah adanya pencemaran oleh limbah cair dari produksi pabrik pakaian yang makin banyak, pembuangan limbah tersebut mencemari perairan dan juga menimbulkan bau yang tidak sedap. Mereka melakukan demonstrasi perihal sistem pembuangan limbah yang tidak benar dan merugikan warga setempat dan menuntut aparat untuk menutup pabrik-pabrik tersebut.

Dalam hal ini saya berpendapat sebelum melakukan produksi suatu bahan maka dari awal sebaiknya merencanakan bagaimana pengolahan sisa limbah produksi. Jadi setiap pabrik harus memiliki fasilitas pengolahan limbah agar tidak merusak lingkungan.
Nama : Devya Aulia
NPM : 2218011055
Analisis Soal-2

A. Bagaimanakah peran Pancasila sebagai paradigma ilmu bagi disiplin ilmu anda masing-masing dengan merinci setiap sila ke dalam kebijakan ilmu dan landasan etika bagi pengembangan ilmu yang anda pelajari dan bagaimana prosesnya di tengah persaingan global seperti sekarang ini?
Jawab:

Pancasila dijadikan sebagai landasan dan prinsip moral dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Hakikat Pancasila sebagai paradigma, sumber nilai, kerangka, dan prinsip moral dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi harus memiliki semangat yang kuat dalam pengembangannya dan memuat nilai-nilai yang sesuai dengan sila Pancasila. Selain itu, Pancasila juga suatu sistem etika diantaranya merujuk dari pernyataan (Setyorini, 2018) sebagai berikut :

1. Sila pertama yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa, sila ini dapat menerapkan ilmu pengetahuan, yang dimana mempertimbangkan pada aspek rasional yakni antara akal, rasa, serta kehendak. Dengan demikian manusia dapat ditempatkan pada alam semesta tidak menjadi manusia yang berpusat, tetapi menjadi bagian sistematis pada alam yang diolah.
2. Sila kedua yaitu Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, sila ini menjadi dasar mengenai moral bagi individu untuk perkembangkan iptek. Hal ini dikarenakan imu pengetahuan dan teknologi adalah suatu perkembangan dalam budaya hidup manusia yang pada hakikatnya bertujuan untuk kesejahteraan bersama.
3. Sila ketiga yaitu Persatuan Indonesia, dapat membawa pada rasa sadar akan nasionalisme bangsa yang kaitannya dengan iptek sehingga terjalin rasa terpelihara, persaudaraan, hal itu dikarenakan faktor kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.
4. Sila keempat adalah Kerakyatan Yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksaan dalam Permusyawaratan Perwakilan, hal tersebut ialah hal mendasar karena pada perkembangan iptek yang didasarkan pada kepentingan demokrasi, hal ini mengandung maksud bahwa warga negara memiliki kewajiban dalam pengembangan iptek dengan saling memberikan rasa hormat serta menghargai kebebasan individu lain dalam berperilaku, selain itu mendapatkan kritik dan saran yang membangun bisa membuat individu menjadi terbuka.
5. Sila kelima adalah Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, pada sila ini iptek yang semakin maju perlu untuk melindungi pada kesetaraan keadilan pada keberlangsungan hidup manusia

Saat ini, Pancasila sebagai suatu ideologi sudah mulai luntur di tengah persaingan globalisasi. Semakin berkembangnya globalisasi maka semakin tergerus peran ideologi Pancasila sebagai pedoman hidup. Hal tersebut dapat dilihat dari segala tingkah laku masyarakat yang semakin tidak teratur dan menyimpang dari nilai-nilai pancasila yang dijadikan ideologi sebagai pedoman hidup masyarakat. Maka dari itu, Pancasila harus dijadikan sebagai landasan dan prinsip moral dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta membentengi dari pengaruh negatif globalisasi.


B. Bagaimanakah harapanmu mengenai model pemimpin, warganegara dan ilmuwan yang Pancasilais di Indonesia sekarang dan di masa mendatang?
Jawab:

Kepemimpinan nasional sekarang ini telah terjadi degradasi kualitas dan keberpihakan pemimpin. Hal tersebut terlihat dari maraknya tindakan radikal di masyarakat yang dilatarbelakangi karena agama maupun budaya, korupsi yang merajalela, pelanggaran hukum dan hak asasi manusia, kebijakan ekonomi yang tidak berpihak pada rakyat, dan beragam problematika lain yang mengemuka. Semuanya terjadi diakibatkan karena krisis kepemimpian dan tidak adanya teladan dari pemimpin yang menjiwai dan berbasis pada nilai-nilai Pancasila (Supriyono, 2020)

Maka dari itu, seorang pemimpin harus mengacu kepada sila-sila Pancasila. Seorang pemimpin yang berjiwa Pancasila selalu berupaya menerapkan fungsi kepemimpinannya dengan berlandaskan pada nilai-nilai Pancasila. Nilai-nilai Pancasila yang diterapkan oleh seorang pemimpin, pada nantinya akan diinternalisasi kepada segenap bawahannya termasuk warganegara dan ilmuwan yang Pancasilais. Berhasil atau tidaknya kepemmpinan tergantung peran aktif rakyat Indonesia, dengan sikap mental, tekad semangat, ketaatan dan disiplin nasional dalam menjalankan tugas kewajibannya. Oleh karena itu, perlu dikembangkan motivasi membangun di kalangan masyarakat luas dan motivasi pengorbanan pengabdian pada unsur kepemimpinannya yang Pancasilais.

Referensi :

Setyorini, I. 2018. Urgensi Penegasan Pancasila Sebagai Dasar Nilai Pengembangan IPTEK. Syariati: Jurnal Studi Al-Qur`an Dan Hukum, 4(2), 213–222.

Supriyono. 2020. Membangun Kepemimpinan Berbasis Nilai-Nilai Pancasila Dalam Perspektif Masyarakat Multikultural. Jurnal Kultur Demokrasi. 9(2): 52-61
Nama : Devya Aulia
NPM : 2218011055
Analisis Soal-1


A. Bagaimanakah tanggapanmu mengenai berita tersebut dan apa yang anda lakukan untuk mengantisipasi dampak negatif penyebaran hoax?
Jawab :
Dari berita tersebut dalam kondisi saat ini masyarakat belum menggunakan media sosial (netizen) secara bijak. Seringkali konflik bermunculan karena hal ini yang dilakukan secara tidak benar, tanpa memperhatikan kaidah-kaidah sebenarnya. Penegakan hukum terhadap pelaku kejahatan di dunia maya, merupakan suatu langkah yang harus dilakukan. Akan tetapi hal ini menjadi tidak efektif bila masyarakat masih rendah pemahaman dunia digital. Kewajiban mengedukasi masyarakat terkait penggunaan sosial media, sejatinya merupakan tanggung jawab banyak pihak. Tidak hanya keluarga, sekolah, ataupun lingkungan. Di masyarakat baik dalam kehidupan riil maupun di dunia maya, gerakan literasi digital, dan membentuk komunitas menangkal berita bohong (hoax) atau berita palsu.


B. Bagaimanakah pengaruh pengembangan iptek yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila di media sosial dan solusi apa yang anda sampaikan bagi pengembangan iptek yang lebih baik?
Jawab :

Pengaruh pengembangan iptek yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila di media sosial dapat memberikan dampak yang merugikan yang bisa menghancurkan pada moral kehidupan masyarakat bangsa Indonesia. Media sosial menjadikan platform yang digemari oleh masyarakat Indonesia. Namun, belakangan ini seakan eksistensi pancasila di era saat ini seakan diuji melalui berbagai media salah satunya adalah media sosial. Padahal seharusnya dengan adanya perkembangan jaman dan teknologi yang ditandai dengan adanya media sosial dapat dimanfaatkan agar ideologi pancasila semakin kuat di masyarakat. Dilematis perkembangan media sosial akan berdampak pada kehidupan masyarakat salah satunya adalah isu toleransi. Berita yang beredar di media sosial terkait intoleransi seakan menjadi bumerang bagi ideologi pancasila, apalagi berkembangnya berita-berita yang belum tentu kebenarannya atau yang biasa disebut berita hoax yang khususnya terkait intoleransi hal tersebut akan mengancam ideologi pancasila, selain itu juga terkait perdebatan di media sosial itu sendiri. Pada dasarnnya isu intoleransi baik SARA/radikalisme cukup banyak dan sering terjadi apalagi dengan perkembangan jaman, orang sering sekali mendapatkan berita melalui media sosial yang belum tentu kebenaran langsung di bagikan atau di share ke orang lain.

Oleh sebab itu, diperlukan adanya landasan untuk mengembangan iptek supaya bisa membawa dampak yang baik bagi kehidupa. Pesatnya perkembangan iptek di Indonesia membawa pengaruh negatif seperti dapat menyebabkan turunnya kepribadian bangsa. Dengan begitu, peranan Pancasila sangat dibutuhkan untuk menjaga kepada eksistensi kepribadian bangsa Indonesia.


C. Sikap Konsumerisme menyebabkan Indonesia menjadi pasar bagi produk teknologi negara lain yang lebih maju ipteknya, bagaimakah solusi menurut program studi/jurusan yang anda ambil saat ini atas permasalahan tersebut?
Jawab :

Konsumerisme merupakan suatu paham di mana seorang atau kelompok melakukan dan menjalankan proses pemakaian barang hasil produksi secara berlebihan, tidak sadar, dan berkelanjutan. Jika mereka menjadikan hal konsumtif tersebut sebagai gaya hidup, sudah dipastikan mereka menganut konsumerisme, karena gaya hidup merupakan pola hidup yang menentukan cara seorang memilih untuk menggunakan waktu, uang, dan energi serta merefleksikan nilai, rasa, dan kesukaan (Rohman, 2016)

Dari sudut pandang jurusan Pendidikan Kedokteran hal tersebut sangat bertolak belakang, karena kami diajarkan untuk selalu memprioritaskan mana yang lebih penting dan penuh pertimbangan serta diajarkan untuk selalu memanage waktu dengan baik agar tidak menghabiskan waktu untuk hal-hal yang tidak penting. Jadi solusi yang tepat untuk menyikapi konsumerisme adalah dengan menerapkan self management untuk mengurangi perilaku konsumtif. Sebab masalah utama pada manusia yang melakukan perilaku konsumtif yaitu manusia tidak dapat mengontrol diri karena ketidakmampuan mereka dalam memanajemen diri dengan baik. Selain itu utamakan membeli kebutuhan daripada keinginan.


Referensi :
Rohman, A. 2016. Budaya Konsumerisme dan Teori Kebocoran di Kalangan Mahasiswa. Jurnal Sosial dan Budaya Keislaman. 24(2): 237-253
Nama : Devya Aulia
NPM : 2218011055
Analisis Jurnal : Pancasila Sebagai Filsafat Ilmu Dan Implikasi
Terhadap Pengembangan Ilmu Pengetahuan Dan
Teknologi

Pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi telah memberikan dampak yang lebih luas terhadap globalisasi. Untuk menjawab tantangan zaman yang dihadapi diperlukan Pancasila sebagai landasan dan prinsip moral dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, karna perubahan ini datang dengan dampak positif dan juga negatifnya, untuk itu diperlukan adanya upaya yang harus dilakukan yakni dengan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang tidak bertentangan dengan Pancasila, rasional dan masuk dalam nilai-nilai Pancasila, serta menjadikan Pancasila sebagai ciri khasnya. Selain itu, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi harus sejalan dengan budaya dan ideologi bangsa.

Sila-sila dalam Pancasila menggambarkan tentang pedoman hidup berbangsa dan bernegara bagi manusia Indonesia seluruhnya dan seutuhnya. Pancasila juga merupakan sebuah filsafat karena pancasila merupakan acuan intelektual kognitif bagi cara berpikir bangsa yang dalam usaha-usaha keilmuan dapat terbangun ke dalam sistem filsafat yang kredibel.

Jadi, dapat kita ketahui bahwa Pancasila sebagai dasar negara, ideologi negara, dan identitas juga jati diri bangsa Indonesia haruslah dijadikan pedoman dan acuan dalam perkembangan ilmu pengetahuan serta teknologi. Oleh karena itu, dalam pengembangan ilmu pengetahuan maupun teknologi haruslah didasarkankan budaya dan hukum yang berlaku di Indonesia.