Kiriman dibuat oleh Timothy Rooney Santosa

Nama : Timothy Rooney Santosa
NPM : 2218011021

Ilmu dan teknologi terus bertambah atau berkembang sedangkan budaya dan agama tidak berkembang. Dalam perkembangan ilmu dan teknologi yang pesat dibutuhkan dasar agar tidak mengakibatkan sekularisme dan merugikan umat manusia . Dasar itu adalah Pancasila. Mengapa Pancasila dijadikan dasar dari pengembangan IPTEK? Hal ini karena Pancasila adalah dasar negara fundamental yang ada di dalam Pembukaan UUD 1945, cara pandang hidup bangsa Indonesia, dan kristalisasi nilai-nilai budaya dan agama dari bangsa Indonesia.

Konsep Dasar Nilai Pancasila Sebagai Pengembangan Ilmu

Nilai-nilai Pancasila adalah :
1. nilai dasar (instrinsik) : nilai yang sifatnya tidak akan berubah dari waktu ke waktu / tetap.
2. nilai instrumental : nilai yang dapat diukur dan dapat diubah.
3. nilai paraktis : nilai yang merupakan penjabaran lebih lanjut dari Nilai Dasar dan Nilai Instrumental.

Maksud dari Pancasila sebagai dasar pengembangan ilmu adalah
1. IPTEK yang dikembangkan di Indonesia tidak bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila
2. Pancasila sebagai faktor internal pengembangan
3. Nilai-nilai Pancasila sebagai rambu normatif pengembangan iptek
4. Iptek berkembang dengan berakar dari budaya dan idiologi bangsa Indonesia

Pancasila Sebagai Sumber Nilai dan Moral dalam Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

Kemajuan IPTEK dapat memudahkan hidup manusia sehingga penggunaan IPTEK dapat bermanfaat dan tidak jarang juga disalahgunakan. Rasa tanggung jawab dan bijak dibutuhkan dalam memanfaatkan hasil dari kemajuan IPTEK. Oleh karena itu Pancasila hadir sebagai sistem etika yang dapat berguna sebagai sumber nilai, kerangka berpikir dan serta sebagai asas moralitas bagi pembangunan ilmu pengetehuan dan teknologi yang tertuang dalam sila-silanya, yaitu :
1. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa → Manusia dapat secara rasional baik akal, rasa, dan kehendak dalam mengimplementasikan ilmu pengetahuan
2. Sila Kemanusahteraan bersaiaan Yang Adil dan Beradab → Manusia mengembangkan IPTEK dengan dasar moralitas yang bertujuan untuk kesejahteraan bersama
3. Sila Persatuan Indonesia → Kemajuan IPTEK harus dapat meningkatkan rasa nasionalisme
4. Sila Kerakyatan Yang dipimpin oleh hikmad kebijaksanaa dalam permusyarawatan/perwakilan → Demokrasi dalam pengembangan IPTEK
5. Sila Keadilan soial bagi seluruh rakyat Indonesia → Kemajuan IPTEK harus dapat menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan manusian.

Surajiyo mengatakan Pancasila sebagai landasan etika pengembangan iptek, yaitu :
1. Pengembangan IPTEK menghormati martabat manusia
2. IPTEK meningkatkan kualitas hidup manusia
3. Pengembangan IPTEK membantu pemekaran komunitas manusia
4. IPTEK terbuka untuk masyarakat dan memiliki dampak nyata dalam masyarakat
5. IPTEK membantu penciptaan masyarakat yang semakin lebih adil

Sumber Historis, Sosiologis, dan Politik Pancasila Sebagai Dasar Nilai Pengembangan IPTEK

Sumber historis Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan IPTEK tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 pada alenia keempat Pembukaan UUD 1945, yaitu memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehdupan bangsa dan melindungi segenap tumpah darah Indonesia. Sumber sosiologis Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan IPTEK ditemukan dalam sikap masyarakat yang peka terhadap isu-isu Ketuhanan dan Kemanusiaan yang terjadi dalam masyarakat. Sumber politik Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan IPTEK dilihat dari berbagai kebijakan yang dilakukan oleh para penyelenggara negara.
Nama : Timothy Rooney Santosa
NPM : 2218011021

Segala aspek kehidupan baik bidang ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan keamanan dan lain- lain telah mengalami perubahan dan perkembangan dengan pesat akibat globalisasi. Globalisasi ini didukung sejalan dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Perubahan akibat kemajuan teknologi informasi dan komunikasi ini salah satu contohnya adalah modernisasi masyarakat perdesaan. Televisi, HP, dan internet sudah dapat diakses oleh masyarakat desa, bukan hanya masyarakat di kota. Hal ini menyebabkan seluruh insan di dunia ini dapat terpapar informasi baik positif maupun negatif akibat informasi yang tersebar luas tanpa ada batas atau filter. Oleh karena itu yang menjadi pokok pembahasan dalam jurnal ini adalah apakah nilai-nilai dalam Pancasila bangsa Indonesia terpengaruh perkembangan teknologi informasi. Yang terpengaruh oleh perkembangan teknologi informasi ini sebenarnya adalah manusianya bukan ideologi Pancasilanya, bagaimana masyarakat dapat menyikapi dan mengambil yang positif dari banyaknya pengaruh luar yang mana dapat bertentangan dengan nilai-nilai yang tekandung dalam Pancasila.
 
Sikap terdiri dari komponen kognitif (ide yang umumnya berkaitan dengan pembicaraan dan dipelajari), perilaku (cenderung mempengaruhi respon sesuai dan tidak sesuai) dan emosi (menyebabkan respon-respon yang konsisten). Heri Purwanto menyatakan bahwa ciri-ciri, yaitu :
1. Sikap bukan bawaan lahir, dibentuk seiring perjalanan
2. Sikap dapat berubah-ubah
3. Sikap terbentuk, dipelajari, atau berubah oleh suatu hal/objek
4. Sikap mempunyai segi-segi motivasi dan segi-segi perasaan

Notoadmodjo mangatakan bahwa sikap terdiri dari berbagai tingkatan, antara lain :
1. Menerima (receiving) : memperhatikan stimulus yang diberkan
2. Merespon (responding) : memberi jawaban atas stimulus yang diberikan
3. Menghargai (valuing) : Mengajak orang lain berdiskusi atas suatu masalah
4. Bertanggung jawab (responsible) : menerima resiko atas pilihannya

Katz mengatakan fungsi dari sikap adalah :
1. Fungsi instrumental atau fungsi penyesuaian atau fungsi manfaat : berkaitan dengan sarana dan tujuan
2. Fungsi pertahanan ego : sikap untuk mempertahankan ego atau keaadan dirinya
3. Fungsi ekspresi nilai : mengekspresikan nilai diri kita untuk mendapatkan kepuasan
4. Fungsi pengetahuan : menunjukkan tentang pengetahuan orang terhadap obyek

Ilmu merupakan rangkaian aktivitas berpikir yang bersifat sistematis, objektif, bermetode agar menghasilkan pengetahuan yang objektif pula. Dari definisi maka kita dapat tahu bahwa ada hubungan antara ilmu, aktivitas, dan pengetahuan. Tidak selamanya bahwa pengetahuan itu sebagai ilmu, ilmu adalah proses yang membuat pengetahuan. Ilmu terbentuk oleh aktivitas. Sedangkan teknologi merupakan aplikasi dari kreativitas manusia berkaitan dengan alat dan bahan, serta diwujudkan dalam bentuk materi yang digunakan untuk membantu tercapainya kebutuhan manusia.

Hasil penelitian dalam jurnal ini adalah Pendidikan Pancasila penting dalam kehidupan bermasyarakat dan harus ditetapkan sejak dini, kemajuan teknologi harus digunakan dengan baik dan penuh tanggung jawab, bisa menyeleksi pengaruh buruk kebudayaan baru, perlu meningkatkan filtering terhadap globaliasai untuk menangkal informasi potensi radikalisme.
Nama : Timothy Rooney Santosa
NPM : 2218011021

Pancasila Sebagai Dasar Pengembangan IPTEK

IPTEK adalah ciptaan manusia yang berfungsi membantu manusia dalam menjalani kehidupan. IPTEK memiliki dampak positif maupun negatif. Kita telah tahu pada bab-bab sebelumnya bahwa Pancasila pada dasarnya adalah rumusan dan pedoman hidup berbangsa dan bernegara masyarakat. Indonesia. Lalu apa hubungan IPTEK dengan Pancasila? Pancasila mengandung nilai-nilai yang penting dalam perkembangan ilmu dan teknologi yang cepat perkembangannya. Contohnya, dasar Ketuhanan Yang Maha Esa adalah sudah tidak bisa diganggu gugat hukumnya atau mutlak bagi bangsa Indonesia, namun jika kita mengikuti perkembangan dan pandangan-pandangan secular dunia barat maka hal ini akan berlawanan dengan dasar tersebut.

Sila-Sila Pancasila yang Menjadi Sitem Etika dalam Pengembangan IPTEK
1. Ketuhanan Yang Maha Esa
Sila ini adalah pelengkap agar dalam mencipta kita sebagai manusia tetap rasional dan sesuai dengan akal serta kehendak. Dalam menciptakan kita perlu mempunyai tujuan dan maksud yang mantap agar tidak merugikan sekitar, oleh karena itu diperlukan sila ini.

2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
Sila ini memberikan kita dasar-dasar moralitas atau kemanusiaan, sesuai dengan definisi IPTEK di awal adalah untuk membantu manusia dalam menjalani kehidupan, maka ciptaan itu harus beradab karena kita (manusia) yang menciptakannya juga beradab dan bermoral.

3. Persatuan Indonesia
Sila ini menggabungkan universalitas dan internasionalisme (kemanusiaan) yang ada di sila-sila lainnya untuk dapat ada dalam ciptaan yang kita buat dengan harapan kehadiran ciptaan itu dapat menumbuhkan dan memupuk rasa nasionalisame, kebesaran bangsa, dan keluhuran bangsa.

4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan keadilan
Sila ini bertujuan agar kita tetap menghormati dan menghargai kebebasan orang lain dalam mengembangkan IPTEK yang mana sejalan dengan kebebasan yang kita miliki dan memiliki sikap terbuka mau dikritik, dikaji ulang ciptaannya dan dibandingkan dengan karya orang lain.

5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia
Sila ini memberikan kita pemikiran agar dalam mengembangkan IPTEK tetap menjaga keseimbangan keadilan baik keseimbangan dalam hubungannya dengan diri sendiri, Tuhannya, manusia lainnya, masyarakat bangsa dan negara, dan alam lingkungannya.
Nama : Timothy Rooney Santosa
NPM : 2218011021

A. Bagaimanakah sistem etika perilaku politik saat ini? Sudah sesuaikah dengan nilai-nilai Pancasila? Jelaskan!

Sistem etika perilaku politik Indonesia adalah sudah baik dan pastinya sesuai dengan nilai-nilai Pancasila pada dasarnya, namun dalam pengimplementasiannya belum sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Hal ini ditunjukkan dengan etika politik yang tidak memihak rakyat dan mementingkan nilai-nilai humanisme, korupsi yang semakin melembaga dan menomor satu, menghalalkan segala cara dan jalan tertentu demi tercapainya kepentingan-kepentingan kelompok-kelompok, moralitas yang tidak tercermin di dalam penegakan hukum yang dilakukan secara adil dan konsekuen, terorisme yang memporak-porandakan, dan lain-lain. Hal ini dikarenakan tidak adanya rasa kepuasan dalam diri tiap-tiap elit politik dan lemahnya penegakan hukum, tidak ada kemauan politik dalam memerangi korupsi, dan matinya moral dan suara hati.
Untuk memperbaiki perilaku politik yang masih buruk tersebut, dapat dilakukannya menyampaikan aspirasi dan partisipasi melalui media massa baik berupa kritik konstruktif, diperlukan sebuah refleksi, mempunyai kerinduan akan seorang pemimpin yang benar-benar berorientasi pada masyarakat, tidak suka mengeluh dan cenderung menyalahkan orang lain, memegang teguh etika politik yang berorientasi pada kemanusiaan yang menghargai satu dengan yang lainnya, dan memiliki nilai-nilai moral yang baik dalam menghargai peradaban Indonesia demi maju dan berkembangnya Indonesia ke arah yang lebih baik.

B. Etika selalu terkait dengan masalah nilai sehingga perbincangan tentang etika, pada umumnya membicarakan tentang masalah nilai (baik atau buruk). Bagaimanakah etika generasi muda yang ada di sekitar tempat tinggal mu? Apakah mencerminkan etika dan nilai yang dianut oleh bangsa Indonesia? Berikan solusi mengenai adanya dekadensi moral yang saat ini terjadi !

Etika generasi muda yang ada di sekitar tempat tinggal saya akhir-akhir ini adalah baik. Saya sangat bersyukur karena dikelilingi oleh orang-orang yang baik. Contohnya, yaitu ketika ada dosen menjelaskan, teman-teman sederet bangku saya mendengarkan, menjawab atau menanggapi suatu pernyataan maupun pertanyaan juga dengan sopan dan sikap menghargai, walaupun saya berbeda agama di antara mereka semua, mereka tetap menghargai dan menghormati, kita juga saling memberitahu satu sama lain jika ada di antara kami yang salah, dan lain-lain. Etika dan nilai-nilai yang terceminkan dari sikap generasi muda di sekitar saya sudah mencerminkan etika dan nilai yang dianut bangsa Indonesia walaupun terkadang kami juga khilaf. Solusi mengenai adanya dekadensi moral antara lain :
• Menanamkan pendidikan karakter sejak dini.
• Pemilihan teman bergaul dan lingkungan yang tepat.
• Mampu memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan danh teknologi dengan baik
• Memperluas wawasan dan pengetahuan dalam ranah ilmu pengetahuan dan kehidupan sosial.
• Meningkatkan keimanan dan ketakwaan dalam diri.