Nama : Kyra Nathania Aziza
NPM : 2218011069
A. Bagaimanakah peran Pancasila sebagai paradigma ilmu bagi disiplin ilmu anda masing-masing dengan merinci setiap sila ke dalam kebijakan ilmu dan landasan etika bagi pengembangan ilmu yang anda pelajari dan bagaimana prosesnya di tengah persaingan global seperti sekarang ini?
Seperti yang kita ketahui, pancasila sebagai pradigma artinya menjadi dasar, kerangka acuan, dan tolok ukur segenap aspek pembangunan nasional yang dijalankan di Indonesia. Dalam hal ilmu pengetahuan, pancasila telah memberikan dasar-dasar nilai bagi pengembangan IPTEK demi kesejahteraan hidup manusia. Pengembangan IPTEK sebagai hasil budaya manusia harus didasarkan pada moral ketuhanan dan kemanusiaan yang adil dan beradab dari sila-sila yang tercantum dalam Pancasila.
Sila pertama, Ketuhanan yang Maha Esa. Mensyukuri perkembangan IPTEK yang sudah ada saat ini dan tidak menyalahgunakan.
Sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Setiap tindakan yang kita lakukan dalam perkembangan IPTEK ini harus dengan sikap kemanusiaan dan tidak merugikan atau menjatuhkan pihak lain.
Sila ketiga, Persatuan Indonesia. Meningkatkan jiwa nasionalisme serta menyadarkan bahwa pengembangan IPTEK ini terjadi secara merata.
Sila keempat, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan. Memberikan kesempatan bahwa setiap masyarakat dapat berperan dalam pengembangan IPTEK dan mendapatkan hasil yang sesuai.
Sila kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Pengembangan IPTEK tetap didasari oleh keseimbangan dan keadilan untuk seluruh masyarakat Indonesia.
B. Bagaimanakah harapanmu mengenai model pemimpin, warganegara dan ilmuwan yang Pancasilais di Indonesia sekarang dan di masa mendatang?
Harapannya, para pemimpin maupun ilmuwan selalu berpegang pada nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila. Membuat kebijakan-kebijakan yang sesuai dengan nilai pancasila dan tidak merugikan pihak manapun. Dengan ini, secara tidak langsung masyarakat Indonesia akan lebih mudah untuk menyadari serta mengimplementasikan nilai-nilai pancasila. Sehingga kedepannya, rakyat Indonesia memiliki jiwa pancasilais yang kental dan terus melekat dalam diri mereka.
NPM : 2218011069
A. Bagaimanakah peran Pancasila sebagai paradigma ilmu bagi disiplin ilmu anda masing-masing dengan merinci setiap sila ke dalam kebijakan ilmu dan landasan etika bagi pengembangan ilmu yang anda pelajari dan bagaimana prosesnya di tengah persaingan global seperti sekarang ini?
Seperti yang kita ketahui, pancasila sebagai pradigma artinya menjadi dasar, kerangka acuan, dan tolok ukur segenap aspek pembangunan nasional yang dijalankan di Indonesia. Dalam hal ilmu pengetahuan, pancasila telah memberikan dasar-dasar nilai bagi pengembangan IPTEK demi kesejahteraan hidup manusia. Pengembangan IPTEK sebagai hasil budaya manusia harus didasarkan pada moral ketuhanan dan kemanusiaan yang adil dan beradab dari sila-sila yang tercantum dalam Pancasila.
Sila pertama, Ketuhanan yang Maha Esa. Mensyukuri perkembangan IPTEK yang sudah ada saat ini dan tidak menyalahgunakan.
Sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Setiap tindakan yang kita lakukan dalam perkembangan IPTEK ini harus dengan sikap kemanusiaan dan tidak merugikan atau menjatuhkan pihak lain.
Sila ketiga, Persatuan Indonesia. Meningkatkan jiwa nasionalisme serta menyadarkan bahwa pengembangan IPTEK ini terjadi secara merata.
Sila keempat, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan. Memberikan kesempatan bahwa setiap masyarakat dapat berperan dalam pengembangan IPTEK dan mendapatkan hasil yang sesuai.
Sila kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Pengembangan IPTEK tetap didasari oleh keseimbangan dan keadilan untuk seluruh masyarakat Indonesia.
B. Bagaimanakah harapanmu mengenai model pemimpin, warganegara dan ilmuwan yang Pancasilais di Indonesia sekarang dan di masa mendatang?
Harapannya, para pemimpin maupun ilmuwan selalu berpegang pada nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila. Membuat kebijakan-kebijakan yang sesuai dengan nilai pancasila dan tidak merugikan pihak manapun. Dengan ini, secara tidak langsung masyarakat Indonesia akan lebih mudah untuk menyadari serta mengimplementasikan nilai-nilai pancasila. Sehingga kedepannya, rakyat Indonesia memiliki jiwa pancasilais yang kental dan terus melekat dalam diri mereka.