Posts made by Thamara Az Zahra

Nama : Thamara Az Zahra
NPM : 2258011049

berdasarkan hasil analisis jurnal saya yaitu Di era globalisasi, banyak aspek-aspek yang mengalami perkembangan yang signifikan.Perkembangan yang terjadi tentunya membawa suatu kemajuan bagi segala aspek yang mendapat dampak adanya globalisasi. Sebagai proses, globalisasi berlangsung melalui dua dimensi dalam interaksi antar bangsa, yaitu dimensi ruang dan waktu. Ruang makin dipersempit dan waktu makin dipersingkat dalam interaksi dan komunikasi pada skala dunia. Globalisasi berlangsung di semua bidang kehidupan seperti bidang ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan keamanan dan lain- lain. Teknologi informasi dan komunikasi adalah faktor pendukung utama dalam globalisasi. Dewasa ini, perkembangan teknologi begitu cepat sehingga segala informasi dengan berbagai bentuk dan kepentingan dapat tersebar luas ke seluruh duniaMata Kuliah Pendidikan Pancasila merupakan pelajaran yang memberikan pedoman kepada setiap insan untuk mengkaji, menganalisis, dan memecahkan masalah-maslah pembangunan bangsa dan Negara dalam perspektif nilai-nilai dasar Pancasila sebagai ideology dan dasar Negara Republik Indonesia. Dalam pelaksanaannya Pendidikan Pancasila di Perguruan Tinggi memunyai dasar-dasar, yaitu (Kemendikbud, 2013): (1) Dasar
Filosofis; Ketika Republik Indonesia diproklamasikan pasca Perang Dunia kedua, dunia dicekam oleh pertentangan ideologi kapitalisme dengan ideologi komunisme. Kapitalisme berakar pada faham individualisme yang menjunjung tinggi kebebasan dan hak-hak individu; sementara komunisme berakar pada faham sosialisme atau kolektivisme yang lebih mengedepankan kepentingan masyarakat di atas kepentingan individual. Kedua aliran ideologi ini melahirkan sistem kenegaraan yang berbeda. Pertentangan ideologi ini telah menimbulkan ‘perang dingin’ yang dampaknya terasa di seluruh dunia. Namun para pendiri negara Republik Indonesia mampu melepaskan diri dari tarikan-tarikan dua kutub ideologi dunia tersebut, dengan merumuskan pandangan dasar (philosophische grondslag) pada sebuah konsep filosofis yang bernama Pancasila, (2) Dasar Sosiologis; Kebhinekaan atau pluralitas masyarakat bangsa Indonesia yang tinggi, dimana agama, ras, etnik, bahasa, tradisi- budaya penuh perbedaan, menyebabkan ideologi Pancasila bisa diterima sebagai ideologi pemersatu. Data sejarah menunjukan bahwa setiap kali ada upaya perpecahan atau pemberontakan oleh beberapa kelompok masyarakat, maka nilai-nilai Pancasilalah yang dikedepankan sebagai solusi untuk menyatukan kembali. Bangsa Indonesia yang plural secara sosiologis membutuhkan ideologi pemersatu Pancasila. Oleh karena itu nilai- nilai Pancasila perlu dilestarikan dari generasi ke generasi untuk menjaga keutuhan masyarakat bangsa.
Nama : Thamara Az Zahra
NPM : 2258011049

Berdasarkan hasil analisis jurnal saya mengenai "URGENSI PENEGASAN PANCASILA SEBAGAI DASAR NILAI PENGEMBANGAN IPTEK" Pancasila telah dijadikan dasar nilai bagi pengembangan IPTEK demi kesejahteraan hidup masyarakat Indonesia. Pengembangan IPTEK sebagai hasil budaya masyarakat Indonesia harus didasarkan pada nilai moral ketuhanan dan kemanusiaan yang adil dan beradab. Pada dasarnya sila-sila pada Pancasila merupakan sumber nilai, kerangka pikir, dan dasar moralitas bagi pengembangan IPTEK. Sehingga, sila- sila dalam Pancasila menunjukkan sistem etika dalam pengembangan IPTEK. Berikut adalah penjabaran sila- sila Pancasila yang dijadikan sebagai pedoman dalam pengembangan IPTEK yang dikemukakan oleh Kaelan (2000).
Pertama, Sila Ketuhanan Yang Maha Esa, mengimplementasikan ilmu pengetahuan, mencipta, perimbangan antara rasional dengan irrasional, antara akal, rasa, dan kehendak. Berdasarkan sila pertama ini, IPTEK tidak hanya memikirkan apa yang ditemukan, dibuktikan, dan diciptakan, tetapi juga
dipertimbangkan tujuannya dan akibatnya, apakah merugikan manusia dengan sekitarnya atau tidak. Pengolahan diimbangi dengan pelestarian. Sila pertama menempatkan manusia di alam semesta bukan sebagai pusatnya melainkan sebagai bagian yang sistematik dari alam yang diolahnya.
Kedua, Sila Kemanusiaan yang adil dan beradab, memberikan dasar-dasar moralitas bahwa manusia dalam mengembangkan IPTEK haruslah secara beradab. IPTEK adalah bagian dari proses budaya manusia yang beradab dan bermoral. Oleh karena itu, pembangunan IPTEK harus didasarkan pada hakikat tujuan demi kesejahteraan umat manusia IPTEK harus dapat diabdikan untuk peningkatan harkat dan martabat manusia, bukan menjadikan manusia sebagai makhluk yang angkuh dan sombong akibat dari penggunaan IPTEK.
Ketiga, Sila Persatuan Indonesia, memberikan kesadaran kepada bangsa Indonesia bahwa rasa nasionalisme bangsa Indonesia akibat dari sumbangan IPTEK, dengan IPTEK persatuan dan kesatuan bangsa dapat terwujud dan
terpelihara, persaudaraan dan persahabatan antar daerah di berbagai daerah terjalin karena tidak lepas dari faktor kemajuan IPTEK. Oleh karena itu, IPTEK harus dapat dikembangkan untuk memperkuat rasa persatuan dan kesatuan bangsa dan selanjutnya dapat dikembangkan dalam hubungan masyarakat Indonesia dengan masyarakat internasional.
Keempat, Sila Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, mendasari pengembangan IPTEK secara demokratis. Hal ini berarti bahwa setiap ilmuwan haruslah memiliki kebebasan untuk mengembangkan IPTEK. Selain itu, dalam pengembangan IPTEK setiap ilmuwan juga harus menghormati dan menghargai kebebasan orang lain dan harus memiliki sikap yang terbuka artinya terbuka untuk dikritik, dikaji ulang maupun dibandingkan dengan penemuan teori lainnya.
Kelima, Sila Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Kemajuan IPTEK harus dapat menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan kemanusiaan, yaitu

keseimbangan keadilan dalam hubungannya dengan dirinya sendiri, manusia dengan Tuhannya, manusia dengan manusia lain, manusia dengan masyarakat bangsa dan negara serta manusia dengan alam lingkungannya.
Nama : Thamara Az Zahra
NPM : 2258011049

Analisis Jurnal

Tinjauan Umum Mengenai Pancasila
pancasila dalam pengertiannya sebagai pandangan hidup asal usulnya dari falsafah hidup. kata falsafah atai filsafat merupakan kata majemuk dan berasal dari kata kata (philia= persahabtan, cinta) dan (sophia = kebijaksanaan). notonagoro menjelaskan mengenai nilai nilai pancasila dengan membaginya kedalam 3 kelompok :
1. nilai materiil = segala sesuatu yang berguna bagi unsur manusia
2. nilai vital = segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk dapat mengadakan kegiatan
3. nilai kerohanian = segala sesuatu yang berguna bagi rohani manusia
nilai nilai pancasila merupakan norma dan pedoman yang harus diterapkan. norma pancasila dapat ditemukan melalui hakekat isi pancasila.
- hakekat pertama = yakni hakekat Tuhan
- Hakekat kedua = hakekat manusia
- hakekat ketiga = hakekat satu
- hakekat keempat = rakyat
- hekekat kelima = hakekat adil
dengan memahami serta menerapkan dasar nilai nilai teresebut maka segala kegiatan kenegaraan, kemasyarakatan, maupun perorangan di Indonesia dapat dikatakan beretika pancasila.

Tinjauan Umum Mengenai Media Massa
kata ''media'' berati alat, corong, instrumen, jalan, medium, penghubung, perangkat, perantara, peranti, saluran, sarana, wahana. sedangkan kata ''massa'' berati agregat, jasad, kawula, komposit, konglomerat, korpus, pengikut, publik, substansi. sementara pengertian ''media massa'' adalah sarana dan saluran resmi sebagai alat komunikasi untuk menyebarkan berita dan pesan kepada masyarakat luas.
pengertian pers dapat diuraikan dalam arti sempit dan luas
-pers dalam arti sempit mengandung penyiaran pikiran, gagasan berita dalam jalan kata tertulis
- pers dalam arti luas memasukkan di dalamnya semua media massa komunikasi yang memancarkan pikiran dan perasaan baik dengan kata kata tertulis maupun dengan kata kata lisan.
media massa dalam suatu negara terikat dalam jejaring sistem sosial dan politik, sebagaimana dijelaskan oleh McQuail sebagai berikut.
a. media massa sebagai bagian dari sistem kenegaraan, maka kalangan otoritas kebijakan negara (society/nation) akan menentukan mekanisme operasionalisme media massa dalam menjalankan fungsinya sesuai kepentingan negara.
b. pemilik media memperlakukan media massa sebagai sarana bisnis, sedangkan bagi para komunikator terutama wartawan yang ditujuan adalah kepuasan profesi dan idealisme. bagi kalangan masyarakat berupaya memanfaatkan media massa sebagai infrastruktur kekuasaan.

Peran Media Massa Dalam Kontrol Sosial
1. informasi atau berita berita aktual dari berbagai isu yang berkaitan dengan praktik praktik korupsi
2. pengungkapan dan peliputan kasus kasus korupsi dan modus operandi dari praktik praktik korupsi
3 mengangkat berbagai berita korupsi di berbagai level pemerintahan dan lembaga penegak hukum secara objektif
4. pemberitaan penanganan akan tindak pidana korupsi oleh penegak hukum sejak penyidikan, penuntutan, pengadilan, dan pemasyarakatan.
fungsi kontrol sosial media massa terkait tindak pidana korupsi yaitu dapat berupa pemantauan terhadap pengungkapan kasus kasus korupsi yang ditangani oleh penegak hukum yang dimulai sejak penyidikan, penuntutan, pengadilan dan permasyarakatan.
Nama : Thamara Az Zahra
NPM : 2258011049

Analisis soal 12

A. menurut saya etika perilaku politik di Indonesia saat ini sudah cukup baik,sistem etika perilaku politik di indonesia secara aturan sudah sesuai dengan nilai-nilai pancasila. akan tetapi, sangat disayangkan banyak pelaku politik yang tidak menerapkan Hal tersebut. jika diliat sekarang banyak sekali pelaku politik yang sangat jauh sikapnya dengan nilai-nilai pancasila akan tetapi tidak menutup semua tokoh politik indonesia akan berperilaku sama dengan beberapa pelaku politik tersebut

B. dilingkungan saya tinggal ada banyak beberapa macam sifat sifat orang yang saya lihat tetapi dari banyaknya sifat orang yang saya lihat banyak sekali anak muda sekarang yang banyak sekali tidak menerapkan sopan santun terkhususnya kepada yang orang lebih tua dari nya, contohnya: jika lewat atau berjalan didepan orang yang lebih tua tidak menundukan kepala atau menyapa, dari hal kecil tersebut banyak sekali anak muda yang tidak menerapkan kepada dirinya mereka masing masing