Kiriman dibuat oleh Reimma Emily Rachman

Nama: Reimma Emily Rachman
NPM: 2218011143
Fakultas: Kedokteran
Program Studi: Pendidikan Dokter
Mata Kuliah: Pancasila
Dosen/Pengajar: Dayu Rika Perdana, S.Pd., M.Pd.

PERTEMUAN 14 - ANALISIS JURNAL

A. IDENTITAS JURNAL
1. Judul: URGENSI PENEGASAN PANCASILA SEBAGAI DASAR NILAI PENGEMBANGAN IPTEK
2. Penulis: Ika Setyorini
3. Nama Jurnal: Syariati Jurnal studi Al-Quran dan hukum
4. Volume: 4
5. Nomor: 2
6. Halaman: 213-222
7. Tahun Terbit: 2018

B. ABSTRAK JURNAL
1. Jumlah Paragraf: 1 Paragraf
2. Halaman: 1/2 Halaman
3. Urain Abstrak: Abstrak pada jurnal tersebut disajikan dalam format Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Secara keseluruhan, jurnal ini membahas tentang urgensi penegasan Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan IPTEK. Pada bagian abstrak terdapat ringkasan isi tulisan mulai dari latar belakang, tujuan, hingga simpulan. Abstrak pada jurnal ini ditulis menggunakan bahasa yang jelas.
4. Keyword Jurnal: Indonesia, Nilai, Pancasila, Teknologi, Technology, Value.

C. TUJUAN PENULISAN
Melalui penulisan ini, diharapkan Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dapat menjadi rambu-rambu normatif bagi pengembangan ilmu pengetahuan di Indonesia.

D. PENDAHULUAN JURNAL
• Pancasila adalah dasar negara atau pokok kaidah negara yang fundamental yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945, dan sekaligus cita hukum (rechtssidee) negara Indonesia karena bersumber pada pandangan dan falsafah hidup yang mendalam, dimana tersimpul ciri khas sifat, dan karakter luhur bangsa Indonesia. (Hernowo, 2006 : 3).
• Pancasila sebagai idiologi negara merupakan kristalisasi nilai-nilai budaya dan agama dari bangsa Indonesia. Pancasila sebagai idiologi bangsa Indonesia mengakomodir seluruh aktifitas kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara demikian juga dalam aktifitas ilmiah.
• Pengembangan Iptek tidak dapat terlepas dari situasi yang melengkapinya, artinya iptek selalu berkembang dalam suatu ruang budaya.
• Dapat ditegaskan bahwa kebenaran itu bersifat non-comulative ( tidak bertambah) karena kebenaran itu tidak makin bertambah dari waktu kewaktu. Adapun kemajuan itu bersifat comulative (bertambah), artinya kemajuan itu selalu berkembang dari waktu ke waktu.

E. PEMBAHASAN
1. Konsep Dasar Nilai Pancasila Sebagai Pengembangan Ilmu
• Pancasila sebagai sistem nilai acuan, kerangka-kerangka berpikir, pola acuan berpikir atau jelasnya senagai sistem nilai yang dijadikan kerangka landasan, kerangka cara, dan sekaligus arah/tujuan bagi yang menyandangnya sehingga Pancasila menjadi kaidah penuntun dalam pembangunan hukum nasional. Artinya, nilai-nilai dasar Pancasila secara normatif menjadi dasar, kerangka acuan, dan tolakukur segenap aspek pembangunan nasional yang dijalankan di Indonesia.
• Nilai-nilai Pancasila Pancasila meliputi : (i) nilai dasar (instrinsik) yaitu pokok yang tidak terikat waktu dan tempat dan bersifat abstrak; (ii) nilai instrumental, yaitu penjabaran nilai dasar sebagai arahan kinerja untuk waktu dan kondisi tertentu, bersifat lebih kontekstual dan harus selalu disesuaikan dengan tuntunan zaman; dan (iii) nilai praktis yaitu interaksi antara nilai instrumental dengan situasi kongkrit tempat dan situasi tertentu, bersifat dinamis demi tegaknya nilai instrumental dan menjamin nilai dasar tetap relevan.

2. Pancasila Sebagai Sumber Nilai dan Moral dalam Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Tekhologi
• Pancasila merupakan satu kesatuan dari sila-sila Pancasila haruslah merupakan sumber nilai, kerangka berpikir dan serta sebagai asas moralitas bagi pembangunan ilmu pengethuan dan teknologi.
• Sila-sila Pancasila yang merupakan sebuah sistem etika, diantaranya (Kaelan, 2000: 45).
1) Sila Ketuhanan yang Maha Esa, pada sila ini dapat mengimplementasikan ilmu pengetahuan, yang mempertimbangkan rasional, antara akal, rasa dan kehendak.
2) Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, pada sila ini memberikan dasar moralitas bagi manusia dalam mengembangkan iptek.
3) Sila Persatuan Indonesia, memberikan rasa kesadaran akan nasionalisme dari bangsa Indonesia akan sumbnagsihnya iptek sehingga dapat terjalinnya rasa terpelihara karena faktor kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.
4) Sila Kerakyatan yang dipimpin Oleh Hikmad Kebijaksanaan dalam Permusyarawatan/Perwakilan, hal yang mendasar adalah dalam pengembangan iptek didasarkan atas kepentingan demokrasi. Setiap warga negara mempunyai kewajiban dalam pengembangan iptek dengan menghormati dan menghargai kebebasan orang lain dalam bersikap serta terbuka.
5) Sila Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, kemajuan iptek harus dapat menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan manusia, keseimbangan keadilan antar dirinya sendiri, manusia dengan Tuhannya manusia lainnya manusia dengan masyarakat bangsa dan negara serta lingkungan dimana manusia itu berada.

3. Sumber Historis, Sosiologis, dan Politik Pancasila Sebagai Dasar Nilai Pengembangan Iptek
Sumber historis Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan iptek di Indonesia dapat ditelusuri dalam Pembukaan UUD 1945. Proses mencerdaskan kehidupan bangsa yang terlepas dari nilai- nilai spiritual, kemanusiaan, solidaritas kebangsaan, musyawarah, dan keadilan merupakan pencerdasan terhadap amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yang merupakan dokumen sejarah bangsa Indonesia.
• Sumber historis lain dapat ditelusuri dalam berbagai diskusi dan seminar dikalangan intelektual di Indonesia salah satunya adalah perguruan tinggi. 
Sumber sosiologis Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan iptek dapat ditemukan dalam sikap masyarakat yang peka terhadap isu-isu Ketuhanan dan Kemanusiaan yang ada dibalik peistiwa yang terjadi dalam masyarakat. Misalnya dengan rencana dibangunnya pembangunan pusat tenaga nuklir disemenanjung muria beberapa tahun yang lalu.
Sumber politis Pancasila sebagai dasar nila pengembangan iptek dapat dilihat dari berbagai kebijakan yang dilakukan oleh para penyelenggara negara. Misalnya kebijakan yang terjadi pada jaman orde lama yang meletakkan Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan atau orientasi ilmu.

F. KESIMPULAN
Pada bagian kesimpulan, penulis menguraikan kesimpulannya yang objektif secara pribadi. Berikut uraian kesimpulan penulis:
Kehadiran Ilmu Pengetahuan dan Teknologi di tengah-tengah kita akan memberikan kemudahan dan memecahkan berbagi persoalan hidup dan kehidupan yang dihadapi manusia.
Melihat kenyataan di atas makna Pancasila sebagai dasar pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dapat ditelurusi, dalam hal-hal sebagai berikut.
a) Pertama, pluralisme nilai yang berkembang pada masyarakat Indonesia pada saat ini seiring dengan kemajuan iptek menimbulkan perubahan dan cara pandang manusia tentang kehidupan.
b) Kedua, kemajuan iptek pada tataran sekarang telah menimbulkan dampak yang negatif dan ada pada titik yang membahayakan terhadap eksistensi manusia dimasa yang akan datang.
c) Ketiga, perkembangan iptek yang didominasi oleh negara-negara barat akan mengancam nilai-nilai khas yang dimiliki oleh bangsa Indonesia.

Sehingga urgensi Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi adalah dapat disimpulkan sebagai berikut :
1. Setiap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek)
yang dikembangkan di Indoenesia haruslah berdasar dan tidak bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.
2. Setiap iptek yang dikembangkan di Indonesia harus menyertakan nilai- nilai Pancasila sebagai faktor internal pengembangan iptek.
3. Pancasila dijadikan sebagai rambu- rambu normatif dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia.

Pentingnya Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi khususnya bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara diharapkan dapat menjadi dasar dan akar pada pengembangan keilmuan yang disesuaikan dengan nilai-nilai budaya yang dimiliki oleh bangsa Indonesia, sehingga pengembangan iptek tadi tidak keluar dari nilai-nilai yang telah dimilliki bangsa Indonesia.


G. KELEBIHAN DAN KELEMAHAN
1. Kelebihan
Judul jurnal yang digunakan sudah mencerminkan isi artikel karena sesuai dengan teori-teori yang relevan dalam artikel tersebut. Selain itu, penulis sudah melengkapi jurnal dengan alamat korespondensi seperti adanya email serta terdapat nama lembaga dan program studi penulis jurnal. Pada bagian abstrak, penulis menggunakan dua format bahasa, yaitu Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, dimana hal tersebut mendukung jurnal ini untuk berpotensi menjadi rujukan secara internasional. Pada bagian pembahasan, jurnal disajikan dengan penjelasan yang mendetail dan menggunakan bahasa yang jelas.

2. Kelemahan
Terlepas dari kelebihan-kelebihan yang ada pada jurnal ini, terdapat pula kelemahan atau kekurangan yaitu tidak terdapatnya metode penulisan jurnal yang ditulis secara langsung. Selain itu, masih terdapat banyak kata dan tanda baca dengan kesalahan penulisan.
Nama: Reimma Emily Rachman
NPM: 2218011143
Fakultas: Kedokteran
Program Studi: Pendidikan Dokter
Mata Kuliah: Pancasila
Dosen/Pengajar: Dayu Rika Perdana, S.Pd., M.Pd.

PERTEMUAN 13 - ANALISIS JURNAL

A. IDENTITAS JURNAL
1. Judul: "Pengaruh Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian Pancasila dalam Menyikapi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi"
2. Penulis: Mursyidah Dwi Hartati, Ponoharjo, Mohamad Khamim
3. Nama Jurnal: Cakrawala: Jurnal Pendidikan
4. Volume: 12
5. Nomor: 1
6. Halaman: 32-42
7. Tahun Terbit: 2018

B. ABSTRAK JURNAL
1. Jumlah Paragraf: 1 Paragraf
2. Halaman: 1 Halaman
3. Urain Abstrak: Abstrak pada jurnal tersebut disajikan dalam format Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Secara keseluruhan, jurnal ini membahas tentang pengaruh mata kuliah pengembangan kepribadian Pancasila dalam menyikapi ilmu pengetahuan dan teknologi. Pada bagian abstrak terdapat ringkasan isi tulisan mulai dari tujuan, latar belakang, metode penelitian, hingga simpulan. Abstrak pada jurnal ini ditulis menggunakan bahasa yang jelas.
4. Keyword Jurnal: Pancasila, Pengembangan Kepribadian, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Personality Development, Science and Technology.

C. TUJUAN PENELITIAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh mata kuliah pengembangan kepribadian Pancasila dalam menyikapi IPTEK.

D. METODE PENELITIAN
Jenis Penelitian
Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan analisis deskriptif verifikatif.
Waktu dan Tempat Penelitian
Penelitian ini dilakukan di Univeristas Pancasakti Tegal khususnya program studi matematika semester II. Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun akademik 2016/2017.
Target/Subjek Penelitian
Populasi dalam penelitian ini berjumlah 103 orang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah proporsional cluster random sampling, dalam hal ini tiap kelas diambil 70% sehingga jumlah mahasiswa yang dijadikan sampel dalam penelitian ini berjumlah 40 orang.
Prosedur
Penelitian ini dilakukan dengan membagikan kuesioner kepada mahasiswa. Kuesioner yang dibagikan telah terlebih dahulu dites validitas dan reliabilitas nya.

Data, Instrumen, dan Teknik Pengumpulan Data
Pengumpulan Data
Dalam penelitian ini data yang digunakan dikumpulkan dengan alat
yaitu kuesioner.
Teknik Analisis Data
Analisa deskriptif dilakukan untuk menjelaskan tanggapan responden yang dikelompokkan dalam rentang skala.

E. PENDAHULUAN JURNAL
• Di era globalisasi, banyak aspek-aspek yang mengalami perkembangan yang signifikan dan tentunya membawa suatu kemajuan bagi segala aspek yang mendapat dampak adanya globalisasi.
• Proses globalisasi berlangsung melalui dua dimensi dalam interaksi antar bangsa, yaitu dimensi ruang dan waktu. Ruang makin dipersempit dan waktu makin dipersingkat dalam interaksi dan komunikasi pada skala dunia.
• Kemajuan teknologi menyebabkan
perubahan dan dampak yang begitu besar pada kehidupan manusia dengan segala peradaban dan kebudayaannya.
• Pancasila merupakan warisan dari pendiri bangsa yang mengacu kepada nilai-nilai luhur. Mayoritas bangsa Indonesia berpendapat bahwa Pancasila sebagai dasar negara sekaligus pandangan hidup masyarakat Indonesia yang plural tidak tergantikan.

F. PEMBAHASAN
• Dari data pada tabel 4.1, 4.2, dan 4.3, dapat diketahui bahwa secara umum responden dalam penelitian ini menyikapi perkembangan Iptek dengan baik. Responden dikatakan dapat menyikapi perkembangan Iptek dengan baik jika mempunyai total skor lebih dari 80.
• Berdasarkan hasil perhitungan analisis regresi sedehana dengan menggunakan program SPSS diperoleh persamaan regresi yaitu Ŷ = 12,525 + 0,616 X.
• Dari hasil perhitungan analisis regresi sedehana dengan menggunakan program SPSS diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000 yang lebih kecil dari 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan variabel mata kuliah pengembangan kepribadian Pancasila terhadap variabel menyikapi perkembangan IPTEK pada mahasiswa program studi Matematika Universitas Pancasakti Tegal Semester 2 Tahun 2016/2017.
• Dari tabel Model Summary, dapat diketahui bahwa besarnya nilai koefisien determinasi atau R2 sebesar 0,282 atau 28,2 %. Dengan demikian dapat diartikan bahwa 28,2 % variabel menyikapi perkembangan Iptek pada penelitian ini dapat diterangkan oleh variabel mata kuliah pengembangan kepribadian Pancasila sedangkan sisanya yaitu 71,8 % (100% - 28,2%) dipengaruhi oleh variabel lain diluar penelitian.

G. KESIMPULAN DAN SARAN
Pada bagian kesimpulan, penulis menguraikan kesimpulannya yang objektif secara pribadi. Berikut uraian kesimpulan penulis:
Hasil penelitian ini membuktikan bahwa secara umum responden dalam penelitian ini mempunyai pengembangan kepribadian Pancasila yang baik. Hal tersebut dapat dilihat pada indikatornya hasil kuisioner dengan skor di atas 80. Dari hasil perhitungan analisis regresi sedehana diperoleh hasil nilai signifikansi sebesar 0,000 yang lebih kecil dari 0,05. Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan variabel mata kuliah pengembangan kepribadian Pancasila terhadap variabel menyikapi perkembangan IPTEK pada mahasiswa. Besarnya nilai koefisien determinasi atau R2 sebesar 0,282 atau 28,2 % dimana variabel menyikapi perkembangan Iptek pada penelitian ini dapat diterangkan oleh variabel mata kuliah pengembangan kepribadian Pancasila. Sisanya, yaitu 71,8 % dipengaruhi oleh variabel lain diluar penelitian.

Mahasiswa sebagai generasi muda sebaiknya menjaga kepribadian bangsa dalam menghadapi tantangan perkembangan Iptek, serta bisa menyeleksi pengaruh buruk kebudayaan baru, sehingga budaya yang masuk tidak merugikan bangsa Indonesia. Pemerintah melalui kementrian komunikasi dan informasi perlu meningkatkan filtering terhadap globaliasai arus informasi yang dikemas dalam berbagai media, khususnya teknologi informasi (internet) untuk menangkal berbagai susupan informasi yang berbau radikalisme.

H. KELEBIHAN DAN KELEMAHAN
1. Kelebihan
Pada jurnal ini, penulis sudah melengkapi jurnal dengan alamat korespondensi seperti adanya email serta terdapat nama lembaga dan program studi penulis jurnal. Selain itu, jurnal disajikan dengan penjelasan yang lengkap dan mendetail. Judul jurnal yang digunakan sudah mencerminkan isi artikel karena sesuai dengan teori-teori yang relevan dalam artikel tersebut. Selain itu, pada bagian abstrak, penulis menggunakan dua format bahasa dimana hal tersebut mendukung jurnal ini untuk berpotensi menjadi rujukan secara internasional. Berdasarkan kelebihan-kelebihan tersebut, diketahui bahwa jurnal ini dapat dijadikan sebagai bahan referensi.

2. Kelemahan
Terlepas dari kelebihan-kelebihan yang ada pada jurnal ini, terdapat pula kelemahan atau kekurangan yaitu masih terdapat beberapa kata dan tanda baca dengan kesalahan penulisan.
Nama: Reimma Emily Rachman
NPM: 22180111435

PERTEMUAN 13 - TUGAS ANALISIS VIDEO

IDENTITAS VIDEO
Judul Video: Pancasila Sebagai Dasar Pengembangan IPTEK
Pengunggah Video: 'Azzam Hanif
Situs: https://youtu.be/7RKaCammtw8
Durasi video: 3:05 menit

PEMBAHASAN
Pancasila Sebagai Dasar Pengembangan IPTEK
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) merupakan hasil karya manusia. IPTEK sendiri digunakan dalam menghadapi kehidupan dan membantu memudahkan manusia dalam bekerja. IPTEK dapat digunakan untuk berbagai kepentingan. Dampak yang muncul dari keberadaan IPTEK juga terdiri dari dampak positif maupun dampak negatif.

Pancasila merupakan suatu pedoman atau petunjuk bagi seluruh rakyat Indonesia dalam menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara. Pancasila dan IPTEK saling berkaitan satu sama lain. Hubungan IPTEK dengan Pancasila dapat dilihat pada nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Nilai-nilai yang terkandung tersebut sangat berpengaruh terhadap perkembangan IPTEK baik di masa sekarang, maupun di masa yang akan datang.

Sila-sila pancasila yang menjadi sistem etika dalam pengembangan IPTEK, di antaranya:
1. Sila pertama, Ketuhanan yang Maha Esa: menjalankan nilai IPTEK dengan ilmu pengetahuan penciptaan demi membuktikan teorinya saja dan mempertimbangkan maksud dan tujuan dari penciptaan itu sendiri.
• Berdasarkan sila pertama Pancasila, perkembangan atau penemuan mengenai IPTEK harus dipertimbangkan tujuannya (apakah dapat merugikan sekitar atau tidak).
2. Sila kedua, Kemanusiaan yang adil dan beradab: mengolaborasikan IPTEK dan nilai Pancasila sebagai pedoman dasar bagi masyarakat demi menjaga adab dan moral yang berlaku.
• Sila kedua ini merujuk pada moralitas bahwa setiap manusia yang mengembangkan IPTEK harus memiliki sikap yang beradab dan bermoral.
3. Sila ketiga, Persatuan Indonesia: meningkatkan rasa nasionalitas dan kebangsaan yang ada sehingga mampu menciptakan rasa persatuan dan kesatuan di masyarakat dengan perkembangan dari nilai IPTEK.
• Berdasarkan sila ketiga Pancasila, pengembangan dan kemajuan IPTEK ini hendaknya dapat meningkatkan rasa persatuan dan nasionalisme dalam diri bangsa Indonesia.
4. Sila keempat, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam musyawarah perwakilan: perkembangan nilai IPTEK harus didasari dengan asas-asas demokratis yang menjunjung tinggi perbedaan dan penghargaan kebebasan orang lain serta memiliki pandangan dan sikap yang terbuka terhadap kritik-kritik yang diberikan.
• Sila keempat merujuk pada hal-hal demokratis. Setiap manusia yang turut mengembangkan IPTEK memiliki kebebasan untuk berpendapat dengan tetap menghormati dan menghargai orang lain dalam mengembangkan IPTEK.
5. Sila kelima, Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia: penerapan nilai IPTEK dan Pancasila diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara keadilan dan prinsip kehidupan antarsesama manusia, manusia dengan Tuhan, manusia dengan bangsa dan negara, serta manusia dengan alam lingkungan.
• Berdasarkan sila kelima Pancasila, pengembangan IPTEK ini hendaknya menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan kemanusiaan baik hal itu merupakan hubungan manusia dengan Tuhan, manusia dengan orang lain, maupun manusia dengan lingkungannya.

KESIMPULAN
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) merupakan hasil karya manusia yang digunakan dalam menghadapi kehidupan dan membantu memudahkan manusia dalam bekerja. Pancasila merupakan suatu pedoman atau petunjuk bagi seluruh rakyat Indonesia dalam menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara. Hubungan IPTEK dengan Pancasila dapat dilihat dari nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Dimana nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila memuat hal yang sangat penting untuk mendukung proses perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

SARAN
Menurut saya, secara keseluruhan video ini bagus dan bermanfaat. Pembahasan dalam video tersebut sudah cukup jelas dan mudah dimengerti. Video tersebut juga disertai animasi yang menarik dan tidak membosankan. Namun, alangkah baiknya apabila ditambah dengan voice over atau suara penjelasan agar dapat lebih mudah dan baik untuk dipahami.
Nama : Reimma Emily Rachman
NPM : 2218011143

PERTEMUAN 12 - ANALISIS SOAL

A. Bagaimanakah sistem etika perilaku politik saat ini? Sudah sesuaikah dengan nilai-nilai Pancasila? Jelaskan!
JAWABAN:
Menurut saya, sistem politik yang diterapkan untuk mengatur etika perilaku politik belum cukup sejalan dengan nilai-nilai Pancasila. Meskipun pergantian rezim orde baru menuju reformasi yang jelas tampak melahirkan tata kelola pemerintahan yang baru, namun pemerintahan secara tidak langsung tetap saja mempertahankan budaya birokrasi pemerintahan yang lama. Ketidakmampuan para birokrat menempatkan diri sebagai pelayan masyarakat merupakan masalah yang menjadi perhatian khusus sampai saat ini.

Jika kita lihat pada kenyataan, saat ini masih ditemukan berbagai kejanggalan terutama paradigma berpolitik yang justru dilanggar oleh praktikan politik dimana tindakan-tindakan tersebut mengakibatkan lunturnya kepercayaan masyarakat. Hal ini dapat dilihat dari maraknya kasus korupsi, kasus penyalahgunaan kekuasaan, dan sebagainya. Kehidupan di zaman sekarang cenderung berpihak kepada orang yang memiliki kuasa. Wakil rakyat tidak lagi memiliki transparansi dalam menjalankan pemerintahan yang berdampak pada menurunnya kredibilitas politisi Indonesia. Para pelaku tindakan penyimpangan inilah yang tidak mecerminkan penerapan etika berpolitik berdasarkan Pancasila dan tentunya sangat merugikan masyarakat yang tidak dapat menerima hak semestinya mereka dapatkan, contohnya seperti fasilitas yang memadai.

Etika berpolitik berdasarkan Pancasila merupakan suatu proses pengambilan keputusan dan kebijakan lainnya yang harus dijiwai oleh nilai-nilai Pancasila, karena Pancasila memiliki nilai fundamental yang sangat penting sebagai dasar falsafah Bangsa Indonesia, sebagaimana yang tercantum dalam UUD 1945. Oleh sebab itu, dalam pengimplementasiannya, masih terdapat banyak hal yang perlu dibenahi dan dikoreksi agar mampu mendapatkan hasil yang lebih baik dan maksimal dari sebelumnya. Tata cara pemerintahan sudah sepatutnya dikembalikan lagi ke dalam dan berdasarkan nilai-nilai pancasila. Setiap warga negara dan penyelenggara negara harus mempelajari, memahami, menghayati dan mengamalkan Pancasila beserta nilai-nilainya dalam segala bidang kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat agar terbentuk bangsa Indonesia yang aman dan tentram.

B. Etika selalu terkait dengan masalah nilai sehingga perbincangan tentang etika, pada umumnya membicarakan tentang masalah nilai (baik atau buruk). Bagaimanakah etika generasi muda yang ada di sekitar tempat tinggalmu? Apakah mencerminkan etika dan nilai yang dianut oleh bangsa Indonesia? Berikan solusi mengenai adanya dekadensi moral yang saat ini terjadi!
JAWABAN:
Menurut saya, dilihat dari di sekitar tempat tinggal terkait berbagai macam etika generasi muda. Tentunya ada yang mencerminkan etika baik namun masih terdapat pula yang beretika buruk. Sikap seperti menerapkan senyum, salam, sapa, sopan dan santun terlihat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, setiap ada yang membutuhkan bantuan, kami saling membantu tanpa membeda-bedakan. Hal tersebut tentunya sesuai dengan etika baik dan nilai yang dianut bangsa Indonesia. Namun, tidak menutup fakta bahwa etika generasi muda saat ini telah memudar dan semakin menjauh dari nilai nilai Pancasila itu sendiri. Faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan ini di antaranya adalah kemajuan teknologi komunikasi dan globalisasi. Contoh pemudaran nilai Pancasila tersebut seperti bersikap tidak sopan, berkata yang tidak sepantasnya dan juga melakukan hal yang melanggar hukum. Hal tersebutlah yang menyebabkan dekadensi moral saat ini. Dekadensi moral pada generasi muda dapat kita lihat dengan jelas, baik secara langsung maupun melalui sosial media. Tidak sedikit generasi muda saat ini yang menggunakan sosial media dengan tidak bijak, contohnya seperti penyebaran informasi palsu, ujaran kebencian, dan sebagainya.

Solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasi dekadensi moral saat ini salah satu di antaranya adalah pengawasan dan juga perhatian orangtua. Peran orang tua sangat penting dalam mengawasi dan mengevaluasi sikap anak agar mereka dapat membuang etika yang buruk. Selain itu, peran sekolah atau lembaga pendidikan pun tidak kalah penting, yaitu dengan mengedepankan pendidikan karakter yang benar serta meningkatkan pendidikan moral dan agama pada pembelajaran. Selain itu, penegakkan hukum sesuai dengan UUD 1945 tentunya juga sangat diperlukan.

Moral generasi muda secepatnya harus dibenahi dengan pemaparan dan penanaman nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman hidupnya. Dalam implementasinya di kehidupan seperti memperbanyak ibadah kepada Tuhan yang Maha Esa, saling menghargai dan menghormati sesama manusia, mengembangkan rasa cinta kepada tanah air dan bangsa, mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama, mengembangkan sikap adil terhadap sesama, memperdalam ilmu dan wawasan, memiliki visi dan misi yang baik dalam hidup, serta mencari lingkungan hidup yang membawa ke arah positif. Dengan begitu, etika generasi muda di Indonesia dapat membaik dan menyesuaikan dengan era globalisasi saat ini.