Nama : Reimma Emily Rachman
NPM : 2218011143
PERTEMUAN 15 - ANALISIS SOAL 2
A. Bagaimanakah peran Pancasila sebagai paradigma ilmu bagi disiplin ilmu anda masing-masing dengan merinci setiap sila ke dalam kebijakan ilmu dan landasan etika bagi pengembangan ilmu yang anda pelajari dan bagaimana prosesnya di tengah persaingan global seperti sekarang ini?
JAWABAN:
Pancasila merupakan pedoman dalam kehidupan warga Indonesia, termasuk sebagai landasan etika perkembangan ilmu dan teknologi. Ilmu tidak pernah berhenti berkembang dan pengembangan tersebut tidak boleh menyimpang. Oleh karena itu, perlu diperhatikan nilai-nilai Pancasila dalam penerapannya. Perkembangan yang terjadi harus sesuai dengan isi dari nilai-nilai Pancasila, seperti:
1) Sila ke-1 Pancasila: Nilai-nilai Pancasila menjadi landasan etika dan akhlak dalam ilmu kedokteran. Akhlak tidak hanya mengenai bagaimana kita berperilaku dengan sesama manusia, tetapi juga dengan Yang Maha Esa. Dengan berlandaskan pada sila pertama, penggunaan ilmu sebaiknya tidak memicu perselisihan antar umat beragama. Pengembangan ilmu haruslah dapat mendukung ibadah ataupun hal keagamaan bagi setiap kaum beragama.
2) Sila ke-2 Pancasila: Pancasila mengandung nilai-nilai sebagai landasan manusia dalam berperilaku satu sama lain. Profesi dokter memiliki hubungan yang erat dengan kemanusiaan, diantaranya menghormati sesama manusia, tidak membeda-bedakan, dan tidak mengorbankan satu pihak demi pihak lainnya. Dalam pengembangan ilmu, harus diperhatikan etika dalam berbicara ataupun berperilaku yang tepat untuk mengembangkan ilmu agar hubungan antar manusia dan lingkungan tetap terjaga serta harmonis. Dalam dunia kesehatan, sila ini bertujuan agar tidak terdapat diskriminasi yang terjadi karena semua pasien adalah sama.
3) Sila ke-3 Pancasila: Suatu ilmu yang dikembangan sebaiknya tidak memicu perpecahan dan perselisihan. Seorang dokter memiliki tanggung jawab tidak hanya untuk menyembuhkan pasien, tetapi juga memberikan dampak positif kepada lingkungan guna memajukan kualitas kesehatan. Dengan penerapan yang baik, suatu ilmu dapat memupuk rasa persatuan bangsa dan menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang kuat yang didasari oleh pemikiran yang sama.
4) Sila ke-4 Pancasila: Suatu ilmu sebaiknya dapat mendukung kebebasan bersuara dalam masyarakat dan kemusyawaratan. Musyawarah dapat berdasarkan fakta valid yang didapatkan karena adanya perkembangan IPTEK. Dalam kedokteran, menghormati martabat manusia dan memperhatikan kebutuhan-kebutuhan dari segi asasi manusia merupakan hal yang sangat penting untuk diterapkan dan sejalan dengan sila ke-4 Pancasila.
5) Sila ke-5 Pancasila: Penerapan suatu ilmu dalam masyarakat haruslah adil bagi seluruh kalangan dan berbagai penjuru daerah. Seorang dokter harus mampu bersikap adil terhadap seluruh pasiennya, tidak membeda-bedakan atau memandang status sosial namun mampu memandang bahwa tiap individu memiliki hak yang sama untuk hidup, dalam hal ini untuk memperoleh kesehatan.
B. Bagaimanakah harapanmu mengenai model pemimpin, warganegara dan ilmuwan yang Pancasilais di Indonesia sekarang dan di masa mendatang?
JAWABAN:
Harapan saya di masa sekarang dan mendatang adalah untuk memiliki pemimpin, warga negara, dan ilmuwan Pancasilais yang mampu menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam bertindak. Saya mengharapkan model pemimpin yang memiliki pemikiran terbuka, berdedikasi tinggi, bersikap adil, menjunjung tinggi kemanusiaan, tegas rasional, memiliki rasa solidaritas yang tinggi, menyadari tanggung jawabnya masing-masing sesuai dengan posisinya, serta dapat memperhatikan rakyat dan alam dalam jangka waktu panjang (tidak hanya selama masa jabatan). Kemudian sebagai warganegara, sebaiknya juga dapat menerapkan hal-hal dan sifat positif dari yang telah disebutkan tadi. Warga negara dan seluruh masyarakat harus taat terhadap peraturan yang berlaku, serta dapat menyampaikan aspirasi dengan tepat serta ikut membantu menjaga hubungan antar manusia dan alam. Sementara itu, seorang ilmuan dan pancasilais yang saya harapkan selain memiliki sifat-sifat positif tadi, juga merupakan seseorang yang dapat memegang moral dan etika kemanusiaan terhadap ilmu yang diterapkannya.
NPM : 2218011143
PERTEMUAN 15 - ANALISIS SOAL 2
A. Bagaimanakah peran Pancasila sebagai paradigma ilmu bagi disiplin ilmu anda masing-masing dengan merinci setiap sila ke dalam kebijakan ilmu dan landasan etika bagi pengembangan ilmu yang anda pelajari dan bagaimana prosesnya di tengah persaingan global seperti sekarang ini?
JAWABAN:
Pancasila merupakan pedoman dalam kehidupan warga Indonesia, termasuk sebagai landasan etika perkembangan ilmu dan teknologi. Ilmu tidak pernah berhenti berkembang dan pengembangan tersebut tidak boleh menyimpang. Oleh karena itu, perlu diperhatikan nilai-nilai Pancasila dalam penerapannya. Perkembangan yang terjadi harus sesuai dengan isi dari nilai-nilai Pancasila, seperti:
1) Sila ke-1 Pancasila: Nilai-nilai Pancasila menjadi landasan etika dan akhlak dalam ilmu kedokteran. Akhlak tidak hanya mengenai bagaimana kita berperilaku dengan sesama manusia, tetapi juga dengan Yang Maha Esa. Dengan berlandaskan pada sila pertama, penggunaan ilmu sebaiknya tidak memicu perselisihan antar umat beragama. Pengembangan ilmu haruslah dapat mendukung ibadah ataupun hal keagamaan bagi setiap kaum beragama.
2) Sila ke-2 Pancasila: Pancasila mengandung nilai-nilai sebagai landasan manusia dalam berperilaku satu sama lain. Profesi dokter memiliki hubungan yang erat dengan kemanusiaan, diantaranya menghormati sesama manusia, tidak membeda-bedakan, dan tidak mengorbankan satu pihak demi pihak lainnya. Dalam pengembangan ilmu, harus diperhatikan etika dalam berbicara ataupun berperilaku yang tepat untuk mengembangkan ilmu agar hubungan antar manusia dan lingkungan tetap terjaga serta harmonis. Dalam dunia kesehatan, sila ini bertujuan agar tidak terdapat diskriminasi yang terjadi karena semua pasien adalah sama.
3) Sila ke-3 Pancasila: Suatu ilmu yang dikembangan sebaiknya tidak memicu perpecahan dan perselisihan. Seorang dokter memiliki tanggung jawab tidak hanya untuk menyembuhkan pasien, tetapi juga memberikan dampak positif kepada lingkungan guna memajukan kualitas kesehatan. Dengan penerapan yang baik, suatu ilmu dapat memupuk rasa persatuan bangsa dan menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang kuat yang didasari oleh pemikiran yang sama.
4) Sila ke-4 Pancasila: Suatu ilmu sebaiknya dapat mendukung kebebasan bersuara dalam masyarakat dan kemusyawaratan. Musyawarah dapat berdasarkan fakta valid yang didapatkan karena adanya perkembangan IPTEK. Dalam kedokteran, menghormati martabat manusia dan memperhatikan kebutuhan-kebutuhan dari segi asasi manusia merupakan hal yang sangat penting untuk diterapkan dan sejalan dengan sila ke-4 Pancasila.
5) Sila ke-5 Pancasila: Penerapan suatu ilmu dalam masyarakat haruslah adil bagi seluruh kalangan dan berbagai penjuru daerah. Seorang dokter harus mampu bersikap adil terhadap seluruh pasiennya, tidak membeda-bedakan atau memandang status sosial namun mampu memandang bahwa tiap individu memiliki hak yang sama untuk hidup, dalam hal ini untuk memperoleh kesehatan.
B. Bagaimanakah harapanmu mengenai model pemimpin, warganegara dan ilmuwan yang Pancasilais di Indonesia sekarang dan di masa mendatang?
JAWABAN:
Harapan saya di masa sekarang dan mendatang adalah untuk memiliki pemimpin, warga negara, dan ilmuwan Pancasilais yang mampu menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam bertindak. Saya mengharapkan model pemimpin yang memiliki pemikiran terbuka, berdedikasi tinggi, bersikap adil, menjunjung tinggi kemanusiaan, tegas rasional, memiliki rasa solidaritas yang tinggi, menyadari tanggung jawabnya masing-masing sesuai dengan posisinya, serta dapat memperhatikan rakyat dan alam dalam jangka waktu panjang (tidak hanya selama masa jabatan). Kemudian sebagai warganegara, sebaiknya juga dapat menerapkan hal-hal dan sifat positif dari yang telah disebutkan tadi. Warga negara dan seluruh masyarakat harus taat terhadap peraturan yang berlaku, serta dapat menyampaikan aspirasi dengan tepat serta ikut membantu menjaga hubungan antar manusia dan alam. Sementara itu, seorang ilmuan dan pancasilais yang saya harapkan selain memiliki sifat-sifat positif tadi, juga merupakan seseorang yang dapat memegang moral dan etika kemanusiaan terhadap ilmu yang diterapkannya.