Posts made by Reimma Emily Rachman

Nama : Reimma Emily Rachman
NPM : 2218011143

PERTEMUAN 15 - ANALISIS SOAL 2

A. Bagaimanakah peran Pancasila sebagai paradigma ilmu bagi disiplin ilmu anda masing-masing dengan merinci setiap sila ke dalam kebijakan ilmu dan landasan etika bagi pengembangan ilmu yang anda pelajari dan bagaimana prosesnya di tengah persaingan global seperti sekarang ini?
JAWABAN:
Pancasila merupakan pedoman dalam kehidupan warga Indonesia, termasuk sebagai landasan etika perkembangan ilmu dan teknologi. Ilmu tidak pernah berhenti berkembang dan pengembangan tersebut tidak boleh menyimpang. Oleh karena itu, perlu diperhatikan nilai-nilai Pancasila dalam penerapannya. Perkembangan yang terjadi harus sesuai dengan isi dari nilai-nilai Pancasila, seperti:
1) Sila ke-1 Pancasila: Nilai-nilai Pancasila menjadi landasan etika dan akhlak dalam ilmu kedokteran. Akhlak tidak hanya mengenai bagaimana kita berperilaku dengan sesama manusia, tetapi juga dengan Yang Maha Esa. Dengan berlandaskan pada sila pertama, penggunaan ilmu sebaiknya tidak memicu perselisihan antar umat beragama. Pengembangan ilmu haruslah dapat mendukung ibadah ataupun hal keagamaan bagi setiap kaum beragama.
2) Sila ke-2 Pancasila: Pancasila mengandung nilai-nilai sebagai landasan manusia dalam berperilaku satu sama lain. Profesi dokter memiliki hubungan yang erat dengan kemanusiaan, diantaranya menghormati sesama manusia, tidak membeda-bedakan, dan tidak mengorbankan satu pihak demi pihak lainnya. Dalam pengembangan ilmu, harus diperhatikan etika dalam berbicara ataupun berperilaku yang tepat untuk mengembangkan ilmu agar hubungan antar manusia dan lingkungan tetap terjaga serta harmonis. Dalam dunia kesehatan, sila ini bertujuan agar tidak terdapat diskriminasi yang terjadi karena semua pasien adalah sama.
3) Sila ke-3 Pancasila: Suatu ilmu yang dikembangan sebaiknya tidak memicu perpecahan dan perselisihan. Seorang dokter memiliki tanggung jawab tidak hanya untuk menyembuhkan pasien, tetapi juga memberikan dampak positif kepada lingkungan guna memajukan kualitas kesehatan. Dengan penerapan yang baik, suatu ilmu dapat memupuk rasa persatuan bangsa dan menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang kuat yang didasari oleh pemikiran yang sama.
4) Sila ke-4 Pancasila: Suatu ilmu sebaiknya dapat mendukung kebebasan bersuara dalam masyarakat dan kemusyawaratan. Musyawarah dapat berdasarkan fakta valid yang didapatkan karena adanya perkembangan IPTEK. Dalam kedokteran, menghormati martabat manusia dan memperhatikan kebutuhan-kebutuhan dari segi asasi manusia merupakan hal yang sangat penting untuk diterapkan dan sejalan dengan sila ke-4 Pancasila.
5) Sila ke-5 Pancasila: Penerapan suatu ilmu dalam masyarakat haruslah adil bagi seluruh kalangan dan berbagai penjuru daerah. Seorang dokter harus mampu bersikap adil terhadap seluruh pasiennya, tidak membeda-bedakan atau memandang status sosial namun mampu memandang bahwa tiap individu memiliki hak yang sama untuk hidup, dalam hal ini untuk memperoleh kesehatan.

B. Bagaimanakah harapanmu mengenai model pemimpin, warganegara dan ilmuwan yang Pancasilais di Indonesia sekarang dan di masa mendatang?
JAWABAN:
Harapan saya di masa sekarang dan mendatang adalah untuk memiliki pemimpin, warga negara, dan ilmuwan Pancasilais yang mampu menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam bertindak. Saya mengharapkan model pemimpin yang memiliki pemikiran terbuka, berdedikasi tinggi, bersikap adil, menjunjung tinggi kemanusiaan, tegas rasional, memiliki rasa solidaritas yang tinggi, menyadari tanggung jawabnya masing-masing sesuai dengan posisinya, serta dapat memperhatikan rakyat dan alam dalam jangka waktu panjang (tidak hanya selama masa jabatan). Kemudian sebagai warganegara, sebaiknya juga dapat menerapkan hal-hal dan sifat positif dari yang telah disebutkan tadi. Warga negara dan seluruh masyarakat harus taat terhadap peraturan yang berlaku, serta dapat menyampaikan aspirasi dengan tepat serta ikut membantu menjaga hubungan antar manusia dan alam. Sementara itu, seorang ilmuan dan pancasilais yang saya harapkan selain memiliki sifat-sifat positif tadi, juga merupakan seseorang yang dapat memegang moral dan etika kemanusiaan terhadap ilmu yang diterapkannya.
Nama : Reimma Emily Rachman
NPM : 2218011143

PERTEMUAN 15 - ANALISIS SOAL 1

A. Bagaimanakah tanggapanmu mengenai berita tersebut dan apa yang anda lakukan untuk mengantisipasi dampak negatif penyebaran hoaks?
JAWABAN:
Saya setuju bahwa dampak hoaks tidak berhenti meskipun isu hoaks tersebut telah usai. Ketika suatu hoaks disebarkan secara masif, salah satunya melalui sosial media dengan susunan pemberitaan yang rapih, tidak menutup kemungkinan bahwa akan semakin banyak orang yang mendengar hoaks tersebut dan lebih mempercayai hoaks yang telah menyebar dibandingkan mencari tahu info yang valid sebab hoaks yang telah menyebar secara masif tersebut akan menutup informasi yang sebenarnya. Untuk mengantisipasi dampak negatif dari hal tersebut, diperlukan adanya pemikiran yang kritis, terutama terhadap informasi yang diterima. Kita tidak boleh dengan mudah mempercayai informasi yang kita dengar dan kita harus pandai dalam memilah informasi. Setiap informasi yang kita terima diperlukan adanya validasi dan tinjauan lebih lanjut. Kita harus mencari tahu dan memastikan kebenarannya terlebih dahulu sebelum kita bisa menyebarluaskan informasi yang kita terima tersebut.

B. Bagaimanakah pengaruh pengembangan iptek yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila di media sosial dan solusi apa yang anda sampaikan bagi pengembangan iptek yang lebih baik?
JAWABAN:
Perkembangan IPTEK yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila di media sosial akan memberikan pengaruh yang jangkauannya sangat luas karena media sosial merupakan sarana yang dapat diakses dan dijangkau oleh segala penjuru daerah dan kalangan. Perkembangan IPTEK yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila perlahan akan dapat menggeser jati diri bangsa Indonesia. Masyarakat menjadi tidak kritis dan kualitas generasi muda dapat menurun. Apabila masyarakat tidak mengetahui batasan penyebaran informasi, merasa lebih bebas untuk berpendapat bahkan yang menyangkut SARA, hal tersebut akan mendorong terjadinya kasus-kasus negatif, salah satu contohnya seperti pengucilan.

Apabila terdapat hal-hal yang bertentangan dan tidak sesuai dengan nilai pancasila yang tersebar di media sosial maka penyebarannya akan sulit untuk dicegah. Oleh sebab itu, sebagai warga Indonesia, kita harus dapat menjadikan dasar negara kit, Pancasila, sebagai dasar untuk berperilaku baik di kehidupan sehari-hari maupun di media sosial. Diperlukan sikap kebijaksanaan dan kesadaran diri dari tiap individu dalam menanggapi kemajuan IPTEK. Kita harus memperhatikan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila agar tidak terjadi penyimpangan ataupun pelanggaran-pelanggaran yang bersifat fatal dan tidak sesuai dengan kepribadian Indonesia. Selain itu, diperlukan pula batasan dan aturan yang jelas dalam penggunaan teknologi, dalam hal ini yaitu media sosial agar kita dapat mempertahankan jati diri bangsa di tengah era globalisasi ini.

C. Sikap konsumerisme menyebabkan Indonesia menjadi pasar bagi produk teknologi negara lain yang lebih maju ipteknya, bagaimakah solusi menurut program studi/jurusan yang anda ambil saat ini atas permasalahan tersebut?
JAWABAN:
Masuknya produk-produk teknologi negara lain ke Indonesia akibat dari kemajuan teknologi dengan pandangan dan cara menyikapi yang positif sebenarnya adalah hal yang baik dan dapat menguntungkan. Namun, tidak menutup fakta bahwa negara kita belum mampu untuk memenuhi kebutuhan yang berhubungan dengan teknologi secara maksimal, salah satu di antaranya berkaitan dengan alat-alat kesehatan. Dengan adanya produk-produk dari negara lain, kebutuhan kesehatan akan dapat dipenuhi. Alat-alat tersebut dapat menjadi dasar untuk belajar bagi negara kita. Kita dapat memperoleh ilmu yang bermanfaat sehingga selanjutnya kita dapat menginovasinya menjadi lebih baik lagi, serta dapat memproduksi sendiri alat-alat canggih.

Produk negara lain yang masuk ke Indonesia tidak akan memberi keuntungan apabila kita hanya menjadi konsumen. Kita juga harus dapat berusaha untuk mengembangkan milik kita sendiri. Untuk mengatasi sikap konsumerisme tersebut, para generasi diperlukan pemikiran yang kritis tentang bagaimana cara memanfaatkan, mengambil sisi positif dari masuknya produk negara lain ke negara kita dalam rangka mengembangkan produk dalam negeri. Kita dapat meningkatkan penjualan dan pemakaian produk dalam negri hingga memasarkannya ke negera lain. Menurut jurusan yang saat ini sedang saya jalani, terdapat istilah "skala prioritas" yang perlu diterapkan dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Dimana kita harus mengutamakan hal yang menjadi kebutuhan dibanding hal yang hanya merupakan keinginan. Dengan menerapkan skala prioritas ini, kita akan dapat menghindari sikap konsumerisme atau pemakaian barang-barang hasil produksi secara berlebihan yang dilakukan tanpa sadar dan berkelanjutan.
Nama: Reimma Emily Rachman
NPM: 22180111435

PERTEMUAN 15 - TUGAS ANALISIS VIDEO 2

IDENTITAS VIDEO
Judul Video: SIMAK! Detik-detik Hiroshima & Nagasaki di Bom, Peristiwa Sejarah Sebelum Proklamasi RI
Pengunggah Video: tvOneNews
Situs: https://youtu.be/H_2BChLKC_A
Durasi video: 2:59 menit

PEMBAHASAN
Berdasarkan video, dapat diketahui bahwa proklamasi kemerdekaan Indonesia yang dikumandangkan oleh Soekarno pada 17 Agustus 1945 selain dicapai oleh perjuangan bangsa Indonesia, juga dapat terlaksana akibat adanya beberapa faktor eksternal. Salah satu faktor eksternal yang dimaksud tersebut adalah terjadinya peristiwa pengeboman dua kota Jepang, Hiroshima dan Nagasaki, oleh Amerika Serikat pada 6 dan 9 Agustus 1945.

Pada tanggal 15 Agustus 1945, Jepang menyerah terhadap sekutu sehingga bangsa Indonesia memiliki kesempatan atas kekosongan kekuasaan yang terjadi di atas USS Missouri dan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk segera memproklamasikan kemerdekaan. Latar belakang menyerahnya Jepang kepada sekutu adalah ketika Jepang menyerang pangkalan militer Sekutu pada 7 Desember 1941. Kemudian, pihak Sekutu membalas dengan menurunkan bom atom ke Hiroshima pada 6 Agustus 1945 dan disusul dengan bom kedua pada 9 Agustus 1945 di Nagasaki yang memakan ribuan korban jiwa. Peristiwa itu sekaligus mengakhiri Perang Dunia II. Setelah penyerahan Jepang terhadap sekutu, Indonesia menjadi negara pertama yang langsung memanfaatkan kekalahan Jepang dengan memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945. Para golongan muda dengan keinginan kuat mereka untuk merdeka tanpa adanya campur tangan dari pihak lain berhasil mendesak para golongan tua untuk segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.

Peristiwa pengeboman yang terjadi di Hiroshima dan Nagasaki sebelum proklamasi Republik Indonesia juga merupakan salah satu contoh perkembangan ilmu pengetahuan yang cenderung dapat merugikan banyak orang apabila perkembangan tersebut tidak disikapi dengan baik. Dengan semakin majunya IPTEK di bidang militer maka semakin banyak pula senjata-senjata berbahaya yang dikembangkan. Oleh sebab itu, sebagai sebuah negara yang menjunjung tinggi perdamaian dunia, bangsa Indonesia harus dapat menerapkan Pancasila sebagai dasar bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, termasuk di bidang militer agar tidak menciptakan ketegangan yang dapat memicu terjadinya hal yang tidak diinginkan.

KESIMPULAN
Berdasarkan video, kita dapat menarik kesimpulan bahwa kemerdekaan Indonesia dapat tercapai karena adanya perjuangan dan jasa yang sangat besar oleh para pahlawan terdahulu. Di balik peristiwa pengeboman Hiroshima dan Nagasaki pula, dapat kita ketahui hikmah dibalik suatu bencana. Namun, sebagai sebuah negara yang menjunjung tinggi perdamaian dunia, setiap bangsa harus dapat menyikapi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan baik, termasuk pada pembahasan ini yaitu di bidang militer, guna menghindari terciptanya ketegangan yang dapat memicu suatu perang atau hal yang tidak diinginkan lainnya. Sebagai generasi penerus bangsa kita juga perlu memiliki ambisi dengan tujuan yang positif, menumbuhkan rasa cinta terhadap tanah air, menjaga erat persatuan dan kesatuan, serta dapat memanfaatkan kesempatan yang ada untuk mencapai kebaikan bagi tujuan bersama. Secara keseluruhan, kita harus dapat meneruskan sifat dan sikap yang menginspirasi dari para pejuang terdahulu kita.
Nama: Reimma Emily Rachman
NPM: 22180111435

PERTEMUAN 15 - TUGAS ANALISIS VIDEO 1

IDENTITAS VIDEO
Judul Video: Limbah Pabrik Cemari Lingkungan Sungai
Pengunggah Video: KOMPASTV
Situs: https://youtu.be/3SdoDlxpuWM
Durasi video: 2:19 menit

PEMBAHASAN
Berdasarkan video, diketahui suatu berita mengenai ratusan warga dari Desa Pegaden Tengah, kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah yang melakukan penutupan terhadap saluran pembuangan limbah olahan dari pabrik. Pembuangan limbah ke sungai ini diketahui berasal dari 6 pabrik pakaian. Limbah yang tersebar tentunya mencemarkan lingkungan sungai dan menyebabkan ketidaknyaman bagi para warga sekitar akan bau busuk yang timbul dari limbah pabrik tersebut. Peristiwa penutupan saluran pembuangan yang dilakukan warga tersebut merupakan suatu aksi unjuk rasa. Unjuk rasa adalah suatu bentuk kebebasan berpendapat terhadap suatu hal yang tidak benar atau merugikan. Menurut saya, aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh warga Desa Pegaden Tengah merupakan hal yang diperbolehkan karena bertujuan untuk menyampaikan aspirasi para warga demi kebaikan bersama. Melihat dari dasar negara kita sendiri, yaitu Pancasila, unjuk rasa juga merupakan salah satu pengimplementasian dari nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila, terutama mengenai hak kebebasan dalam berpendapat sebagai warga negara. Meskipun demikian, tindakan menutup saluran pembuangan limbah pabrik tersebut juga tidak memberikan solusi sepenuhnya atas permasalahan yang ada, lantas tidak sepenuhnya dibenarkan terlepas dari tindakan unjuk rasa yang diwajarkan.

Warga diketahui juga telah meminta pihak aparat desa untuk segera menutup keenam pabrik pembuatan pakaian yang tidak memiliki alat pengolahan limbah. Pemilik pabrik pun juga dengan berserah membiarkan upaya warga yang menutup saluran limbah milik pabrik dan mengakui ketidaktahuannya mengenai cara pengolahan limbah pabrik miliknya tersebut. Selain itu, pihak warga mengancam akan terus melakukan aksi unjuk rasa apabila penutupan pabrik tidak dilakukan oleh pihak pemerinta setempat. Oleh karena itu, tentunya diperlukan tindaklanjut dari pihak yang berwenang guna mengatasi masalah tersebut.
Nama: Reimma Emily Rachman
NPM: 2218011143
Fakultas: Kedokteran
Program Studi: Pendidikan Dokter
Mata Kuliah: Pancasila
Dosen/Pengajar: Dayu Rika Perdana, S.Pd., M.Pd.

PERTEMUAN 15 - ANALISIS JURNAL

A. IDENTITAS JURNAL
1. Judul: PANCASILA SEBAGAI FILSAFAT ILMU DAN IMPLIKASI TERHADAP PENGEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI
2. Penulis: Syarifuddin
3. Nama Jurnal: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Pendidikan Dasar
4. Volume: 2
5. Nomor: 2
6. Halaman: 29-41
7. Tahun Terbit: 2018

B. ABSTRAK JURNAL
1. Jumlah Paragraf: 1 Paragraf
2. Halaman: 1/2 Halaman
3. Urain Abstrak: Abstrak pada jurnal tersebut disajikan dalam 1 format bahasa, yaitu Bahasa Indonesia. Secara keseluruhan, jurnal ini membahas mengenai Pancasila sebagai filsafat ilmu dan implikasinya pada perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pada bagian abstrak terdapat ringkasan isi tulisan mulai dari latar belakang hingga simpulan. Abstrak pada jurnal ini ditulis menggunakan bahasa yang jelas.
4. Keyword Jurnal: Pancasila, Filsafat Ilmu, Ilmu pengetahuan dan Teknologi.

C. PENDAHULUAN
• Dewasa ini di Indonesia, banyak berkembang pandangan-pandangan ideologi yang mempertanyakan keberadaan pancasila sebagai sistem ideologi bangsa Indonesia.
• Pancasila sebagai dasar negara bangsa Indonesia telah bersifat final dan harus menjadi dasar dalam pengembangan ilmu dan teknologi.
• Perkembangan ilmu pengetauan saat ini dan di masa yang akan datang sangat cepat dan mempengaruhi segala aspek kehidupan adat dan budaya bangsa.
• Perkembangan IPTEK yang tidak dibarengi dengan dasar-dasar Pancasila yang kuat justru akan menjadi aspek penghancur bangsa, terutama dari segi moralitas dan mentalitas.
• Di sisi lain, perkembangan teknologi yang terlampau deras menyebabkan terlalu mudahnya informasi dari seluruh penjuru dunia masuk ke dalam bangsa kita.
• Maka, sangat penting pancasila sebagai pegangan atau pedoman untuk filter berbagai perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi yang ada saat ini.

D. PEMBAHASAN
Konsep Dasar Pancasila
• Pancasila adalah ideologi dasar bagi negara Indonesia. Nama ini terdiri dari dua kata dari Sanskerta: panca berarti lima dan sila berarti prinsip atau asas.
• Pancasila merupakan rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia.

Pancasila sebagai Filsafat Ilmu
• Pancasila merupakan dasar falsafah dan ideologi negara yang diharapkan menjadi pandangan hidup bangsa Indonesia sebagai dasar pemersatu, lambang persatuan dan kesatuan serta sebagai pertahanan bangsa dan negara Indonesia.
• Pancasila sebagai suatu sistem filsafat pada hakikatnya adalah suatu sistem pengetahuan dan merupakan landasan dalam proses berfikir dan berpengetahuan.
• Pancasila sebagai filsafat ilmu mengandung nilai ganda, yaitu harus memberikan landasan teoritik (dan normatif) bagi penguasaan dan pengembangan iptek dan menetapkan tujuan; dan nilai instrinsik tujuan iptek dilandasi oleh nilai mental kepribadian dan moral manusia (Syam, 2006).
• Pancasila sebagai filsafat ilmu memungkinkan masyarakat dapat memikirkan masalah-masalah dasar hidupnya secara rasional, membuka cakrawala bagi diskusi secara terbuka sekaligus secara kritis terhadap penyempitan-penyempitan ideologis, membantu kita untuk mengambil sikap terbuka dan kritis terhadap dampak modernisasi dan menjadi pemain aktif, serta mempertahankan identitas sebagai bangsa Indonesia.

Implikasi Sila-Sila dalam Pengembangan IPTEK
1. Ketuhanan yang Maha Esa
• Implikasi Sila ke-1 Ketuhanan Yang Maha Esa dalam pengembangan ilmu pengetahuan Manusia pada hakikatnya adalah mahluk religi.
• Dalam pengembangan ilmu pengetahuan, sangat perlu dilakukan penanaman nilai religi mulai dari pendidikan dasar, sampai pada pendidikan tinggi. Manusia harus menciptakan perimbangan antara yang rasional dan irrasional, antara rasa dan akal.
• Sila Ketuhanan Yang Maha Esa ini menempatkan manusia dalam alam ini sebagai bagiannya dan bukan sebagai pusatnya, Tuhanlah sebagai pusatnya bukanlah manusia.
• Melalui mata Pelajaran PPKN atau Mata Kuliah Pancasila yang mencakup tanggung jawab bersama dari semua kelompok dan golongan beragama dan kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk secara terus menerus dan bersama-sama meletakkan landasan spiritual, moral dan etik yang kukuh bagi pembangunan Nasional sebagai pengamalan pancasila.

2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
• Kemanusiaan berasal dari kata manusia, yaitu mahluk yang berbudi, yang memiliki potensi pikir, rasa karsa dan cipta.
• Implikasi sila ini dalam pengembangan ilmu pengetahuan adalah memberi arah dan mengendalikan ilmu pengetahuan.
• Sila kemanusiaan yang adil dan beradab juga memberikan dasar-dasar moralitas bahwa manusia dalam mengembangkan ilmu pengetahuan haruslah secara beradab.
• Pembangunan IPTEK harus berdasarkan kepada usaha-usaha mencapai kesejahteraan umat manusia.
• IPTEK harus dapat diabadikan untuk peningkatan harkat dan martabat manusia, bukan menjadikan manusia sebagai makhluk yang angkuh dan sombong akibat dari penggunaan IPTEK.

3. Persatuan Indonesia
• Persatuan berasal dari kata "satu" yang berarti utuh tidak pecah belah, persatuan mengandung pengertian bersatunya bermacam corak yang beraneka ragam menjadi satu kebulatan.
• Implikasinya dalam pengembangan ilmu pengetahuan adalah memberikan kepada bangsa Indonesia bahwa rasa nasionalisme bangsa Indonesia akibat dari sumbangan iptek.
• Dengan IPTEK, persatuan dan kesatuan bangsa dapat terwujud dan terpelihara, persaudaraan dan pesahabatan antar daerah di berbagai daerah terjalin karena tidak lepas dari faktor kemajuan iptek.
• IPTEK harus dapat dikembangkan untuk memperkuat rasa persatuan dan kesatuan bangsa dan selanjutnya dapat dikembangkan dalam hubungan manusia Indonesia dengan masyarakat internasional.

4. Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan
• Sila ini berarti bahwa rakyat dalam menjalankan kekuasaannya melalui sistem perwakilan dari keputusan-keputusannya diambil dengan jalan musyawarah yang dipimpin oleh pikiran yang sehat serta penuh tanggung jawab, baik kepada Tuhan Yang Maha Esa maupun kepada rakyat yang diwakilinya.
• Sila keempat merupakan sendi yang penting dari pada asas kekeluargaan masyarakat dan juga merupakan suatu asas bahwa tata pemerintahan Republik Indonesia didasarkan atas dasar kedaulatan rakyat.
• Implikasinya dalam pengembangan pengetahuan adalah mendasari pengembangan Iptek secara demokratis.
• Setiap ilmuwan haruslah memiliki kebebasan untuk mengembangkan IPTEK namun juga tetap harus menghormati dan menghargai kebebasan orang lain, serta memilki sikap yang terbuka.

5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.
• Keadilan berasal dari kata "adil" yang berarti keadilan yang berlaku dalam masyarakat disegala bidang kehidupan, baik material maupun spiritual.
• Sila kelima berarti bahwa setiap orang Indonesia mendapat perlakuan yang ada dalam bidang hukum, politik, ekonomi, dan kebudayaan.
• Implikasi sila kelima dalam pengembangan IPTEK adalah keharusan untuk menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan kemanusiaan yaitu keseimbangan keadilan dalam hubungannya dengan dirinya sendiri, manusia dengan Tuhannya, manusia dengan manusia lain, manusia dengan msyarakat bangsa dan negara serta manusia dengan alam lingkungannya (T. Jacob, 1986).

E. KESIMPULAN
Pada bagian kesimpulan, penulis menguraikan kesimpulannya yang objektif secara pribadi. Berikut uraian kesimpulan penulis:
Pancasila merupakan dasar negara Republik Indonesia yang terumuskan dari proses akulturasi budaya nusantara yang berlangsung berabad-abad. Dalam kehidupan sehari-hari Pancasila menjadi pedoman atau dasar bagi bangsa Indonesia dalam memandang realitas alam semesta, manusia, masyarakat, bangsa, dan negara tentang makna hidup serta sebagai dasar bagi manusia Indonesia untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dalam hidup dan kehidupan. Pancasila sebagai filsafat ilmu merupakan landasan dalam proses berfikir dan berpengetahuan. Berangakat dari pemikiran tersebut, maka pengembangan ilmu pengetahuan yang didasarkan pada nilai-nilai Pancasila diharapkan dapat membawa perbaikan kualitas hidup manusia indonesia dan kehidupan masyarakat yang sejahtera, aman dan damai.

F. KELEBIHAN DAN KELEMAHAN
1. Kelebihan
Beberapa kelebihan dari jurnal ini, yaitu judul jurnal yang digunakan sudah mencerminkan isi artikel karena sesuai dengan teori-teori yang relevan dalam artikel tersebut. Selain itu, penulis juga sudah melengkapi jurnal dengan alamat korespondensi seperti adanya email serta terdapat nama lembaga dan program studi penulis jurnal. Pada bagian abstrak, penulis menggunakan bahasa yang mudah dipahami. Pada bagian pembahasan, jurnal disajikan dengan penjelasan yang mendetail dan jelas sehingga dapat dijadikan sebagai referensi bagi para pembaca.

2. Kelemahan
Terlepas dari kelebihan-kelebihan yang ada pada jurnal ini, terdapat pula beberapa kelemahan, yaitu tidak terdapatnya tujuan dan metode penulisan jurnal yang ditulis secara langsung. Pada bagian abstrak, penulis menggunakan bahasa yang jelas namun hanya ditulis dalam satu format bahasa yaitu Bahasa Indonesia. Selain itu, penulisan jurnal kurang terstruktur dan masih terdapat beberapa kata serta tanda baca dengan kesalahan penulisan.