Kiriman dibuat oleh RIFDA FADHILA HUSNA

Nama : Rifda Fadhila Husna
NPM : 2215012058
Kelas : B
Prodi : S1 Arsitektur

Bela Negara adalah sikap dan perilaku warga Negara yang didasari oleh kecintaan dan kesetiaan terhadap bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berdasarkan pancasila dan undang undang dasar tahun 1945 dalam menjalankan kehidupan bangsa dan negara seutuhnya. Bahwa seluruh masyarakat berhak dan wajib ikut serta dalam melakukan bela negara dan pembelaan bangsa serta negara yang diatur oleh undang undang. Dengan melakukan bela Negara maka disitu sudah mencerminkan bahwa kita ikut serta dalam melakukan bela Negara dan terbinanya suatu hubungan baik antara warga negara.

• Dasar Hukum Bela Negara dalam UUD 1945 :
1. Pasal 27 ayat 3 UUD 1945 menyatakan bahwa semua warga Negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan Negara.
2. Pasal 30 ayat 1 UUD 1945 menyatakan bahwa tiap tiap warga Negara berhak dan berkewajiban ikut serta dalam pertahanan dan keamanan Negara.

• Pandemi covid-19
Mereka yang sudah terpapar virus covid-19 dapat membatasi, rantai penularan penyakit virus covid-19 ini dengan cara mengisolasi diri sehingga tidak bertambah banyak lagi korban yang terkena virus covid-19 ini dan dapat menyelamatkan lebih banyak orang lagi.
Hal yang menyebabkan virus covid-19 ini mudah menyebar dengan ada banyaknya orang tanpa gejala (OTG) yang sangatlah sulit untuk diantisipasi karena mereka adalah orang yang sangat berpotensial dalam mengancam orang yang terkena kontak dengannya, terutama kelompok kelompok yang retan terkena penyakit seperti orang lanjut usia dan anak kecil.
Nama : Rifda Fadhila Husna
NPM : 2215012074
Kelas : B
Prodi : S1 Arsitektur

• Ketahanan nasional adalah keuletan, keterampilan, ketangguhan, dan kemampuan mengembangkan potensi nasional untuk menghadapi ancaman yang datang.
Tantangan, ancaman, hambatan, gangguan yang di dapat oleh masyarakat Indonesia biasanya bersifat langsung dan tidak langsung serta dari dalam dan luar.

• Ketahanan aspek terdiri dari fua aspek, yakni Trigatra dan Pancagatra.
Trigatra ialah segala aspek geografi, demografi, dan sumber daya alam yang berpotensi bagi suatu bangsa. Ancaman terhadap Trigatra meliputi lokasi dan posisi geografis, keadaan dan kekayaan alam, serta kemampuan penduduk.
Sementara, Pancagatra ialah aspek ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, serta pertahanan dan ketahanan.

• Kekokohan negara di landasi oleh integritas, identitas, kelangsungan hidup, perjuangan mencapai tujuan nasional. Semua ini disebut konsep pertahanan, yang wajib di kembangkan dan dikuatkan agar tidak runtuh.
Nama : Rifda Fadhila Husna
NPM : 2215012058
Kelas : B
Prodi : S1 Arsitektur

• Artikel tersebut membahas kondisi penegakan Hak Asasi Manusia (HAM) di Indonesia pada tahun 2019. Beberapa lembaga seperti Komnas HAM dan LBH Jakarta mencatat adanya pelanggaran HAM berat di masa lalu, pembatasan kebebasan berekspresi dan beragama, diskriminasi berbasis gender, serta kegagalan dalam menghadirkan keadilan dan pemulihan bagi korban pelanggaran HAM, dapat disimpulkan bahwa penegakan HAM di Indonesia pada tahun 2019 masih menghadapi banyak tantangan dan pelanggaran. Hal positif yang dapat diambil dari artikel ini adalah kesadaran dan pengakuan bahwa masih ada langkah-langkah reformasi yang dilakukan oleh pemerintah serta peran penting masyarakat sipil dalam memperjuangkan HAM.

• Meskipun di dalam Pancasila dan UUD NRI 1945 terdapat prinsip-prinsip yang mendukung demokrasi dan hak asasi manusia, praktik demokrasi Indonesia saat ini masih menghadapi beberapa isu dan masalah. Beberapa isu yang muncul adalah korupsi, ketimpangan sosial, pembatasan kebebasan berpendapat, serta masalah penegakan hukum yang belum maksimal. Meskipun demikian, terdapat juga kemajuan dalam upaya memperkuat demokrasi, seperti peningkatan partisipasi politik, kebebasan pers, dan peran aktif masyarakat sipil dalam memperjuangkan hak asasi manusia.

• Demokrasi seharusnya mendorong representasi yang baik dan pemimpin yang bertanggung jawab terhadap kepentingan rakyat. Jika ada anggota parlemen yang menggunakan posisinya untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu, hal ini merupakan pengkhianatan terhadap demokrasi dan dapat menghilangkan rasa kepercayaan rakyat.
Nama : Rifda Fadhila Husna
NPM : 2215012058
Kelas : B
Prodi : S1 Arsitektur

Wawasan berasal dari kata wawas yang berarti pandangan, tujuaan, atau penglihatan indrawi, lalu ada kata mawas yang berarti memandang, meninjau, atau melihat. Wawasan Nusantara berarti cara pandang bangsa Indonesia terhadap rakyat, bangsa dan wilayah negara kesatuan Republik Indonesia. Wawasan Nusantara memiliki manfaat sebagai pedoman motivasi, dorongan serta rambu-rambu dalam mendorong kebijakasanaan, keputusan, tindakan dan perbuatan bagi penyelenggara negara ditingkat pusat daerah maupun bagi seluruh rakyat Indonesia dalam kehidupan bernegara.

Wawasan Nusantara bertujuan mewujudkan nasionalisme yang tinggi yang lebih mengutamakan kepentinngan nasional dibanding kepentingan individu, kelompok, suku bangsa, ataupun daerah. Sehinggga wawasan nusantara memiliki peranan penting untuk mewujudkan persepsi yang sama bagi seluruh rakyat Indonesia.

Perbedaan persepsi, perbedaan pendapat, dan freksi-freksi antar kelompok dalam konteks sosiologis, politis, dan demokrasi dianggap hal yang wajar, hal tersebut diharapkan dapat menghasilkan masyarakat yang dinamis dan kreatif.

Wawasan Nusantara bisa dijadikan sebagai langkah untuk memahami Indonesia diberbagai aspek kehidupan sebagai bentuk rasa cinta kepada negara kita, karena dengan mempelajari wawasan Nusantara akan tumbuh jiwa nasionalisme pada setiap warga negara Indonesia. Wawasan Nusantara yang berarti cara pandang bangsa Indonesia terhadap rakyat, bangsa, dan wilayah negara kesatuan Republik Indonesia ( NKRI ), yang meliputi darat, laut, udara, sebagai satu kesatuan politik, ekonomi, sosial, budaya , dan pertahanan keamanan. Wawasan Nusantara berperan penting untuk mewujudkan persepsi yang sama bagi seluruh warga negara Indonesia juga bermanfaat sebagai rambu rambu dari segala kesalahan perbuatan bagi penyelenggaraan ditingkat pusat dan daerah juga dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa danbernegara.

Dengan adanya konsepsi wawasan nusantara, wilayah Indonesia menjadi sangat luas dengan kekayaan alamnya, flora fauna , namun wawasan nusantara mengajak untuk memandang keluasan wilayah dan keragaman yang ada sebagai satu kesatuan. Adanya keragaman ipoleksosbudihankam merupakan satu kesatuan.

Dengan kekayaan alam masyarakat diharapkan dapat mengelolanya yang bisa menjadi tantangan berupa potensi ancaman dan potensi keunggulan dan kemanfaatan.Keutuhan wilayah Indonesia sebagai satu kesatuan bisa menjadi pendorong bangsa yang rukun, bersatu tanpa membedakan suku, agama, serta golongan status sosial. Semua ini bisa menimbulkan rasa cinta tanah air dalam masyarakat yang akan membentuk sikap bela negara.
Nama : Rifda Fadhila Husna
Npm : 2215012058
Kelas : B
Prodi : S1 Arsitektur

tanggapan saya mengenai isi artikel tersebut adalah konflik yang terjadi akibat adanya perebutan perbatasan negara, perbedaan interprestasi zona netral pada kedua negara serta terkait aspek sosial budaya yang masih terdapat sentimen negatif antarwarga Indonesia dan Timor Leste.
Hal positif yang dapat dipetik dalam artikel tersebut yakni dalam membangun sesuatu di zona bebas harus bermusyawarah kemudian Indonesia dapat melakukan langkah antisipasi untuk menghindari konflik serupa di masa depan.

Wawasan nusantara yang menjadi sumber kebijakan dan keputusan, tidak hanya mengandung nilai sejarah Indonesia yang melahirkan pengalaman berharga dalam mengambil keputusan, tetapi juga merupakan hasil dari perjuangan para pendahulu kita untuk mencapai kemerdekaan bangsa. Oleh karena itu, belajar dari sejarah bangsa kita merupakan langkah penting untuk menciptakan kebijakan yang berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat Indonesia di masa depan.

Konsep wawasan nusantara sangat penting dalam mencegah timbulnya konflik, terutama di wilayah-wilayah perbatasan. Konsep wawasan nusantara menekankan pada pentingnya kerjasama yang baik antara negara tetangga, menghormati batas-batas wilayah yang telah disepakati, dan memperhatikan kepentingan bersama dalam pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan di wilayah perbatasan tersebut. konsepsi wawasan nusantara dapat meminimalisir terjadi konflik antar masyarakat maupun antarnegara di wilayah perbatasan. Konseps wawasan nusantara menekankan betapa penting membangun toleransi, kerjasama, dan perdamaian di antara masyarakat yang memiliki perbedaan agama, suku, dan budaya di wilayah perbatasan.