གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Muhammad Fadhel Arya Ganendra

MKU Pancasila Arsitek Ganjil 2024 -> Forum Analisis Jurnal

Muhammad Fadhel Arya Ganendra གིས-
Nama : Muhammad Fadhel Arya Ganendra
NPM : 2215012008

dalam artikel ini membahas peran media massa dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila untuk mendorong kontrol sosial di Indonesia. Penelitian menunjukkan bahwa media massa memiliki peran strategis dalam mencegah kejahatan melalui penyebaran informasi yang mencerminkan norma Pancasila. Namun, implementasi nilai-nilai Pancasila dalam pemberitaan media massa masih minim. Banyak berita yang hanya bertujuan memuaskan keingintahuan masyarakat tanpa memperhatikan aspek edukatif atau pembentukan moral berjiwa Pancasila. Selain itu, informasi yang tidak diverifikasi sering kali merusak tatanan sosial dan nilai moral masyarakat.

Peran media massa juga dijelaskan sebagai alat komunikasi yang menyebarkan informasi secara luas melalui berbagai platform, termasuk media cetak, elektronik, dan digital. Media massa diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai penyedia informasi, tetapi juga sebagai sarana kontrol sosial yang efektif. Dalam konteks hukum, media massa dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat akan hukum dan mendorong penegakan hukum yang adil. Namun, jika media hanya mengejar keuntungan atau menyebarkan informasi yang tidak akurat, hal ini dapat menurunkan kepercayaan publik dan mengikis nilai-nilai dasar bangsa.

Penelitian ini menyoroti pentingnya sinergi antara media massa, pemerintah, dan masyarakat dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila. Media massa harus mengedepankan etika jurnalistik, memverifikasi kebenaran berita, dan menyajikan informasi yang mendidik. Upaya ini bertujuan menciptakan harmoni sosial dan mencegah penyimpangan nilai Pancasila akibat pengaruh globalisasi. Kesadaran dan komitmen bersama dari seluruh elemen bangsa diperlukan untuk memastikan media massa berfungsi sebagai pilar kontrol sosial yang mendukung pembangunan moral dan kebangsaan.
NAMA : Muhammad Fadhel Arya Ganendra
NPM : 2215012008

Fungsi Filsafat Pancasila Dalam Ilmu Pendidikan Di Indonesia
Artikel tersebut menjelaskan peran Pancasila sebagai dasar etika dan hukum dalam politik hukum Indonesia. Pendekatan ini penting karena memberikan kerangka normatif bagi pembentukan kebijakan hukum yang dapat mencerminkan nilai-nilai luhur bangsa, seperti keadilan, kesejahteraan, dan persatuan. Namun, integrasi antara hukum dan etika dalam politik hukum sering kali menghadapi tantangan akibat kepentingan politik yang beragam. Artikel ini berhasil menguraikan bagaimana etika seharusnya memandu hukum untuk memastikan bahwa kebijakan yang diambil tetap sejalan dengan nilai-nilai Pancasila.

Namun, meskipun artikel ini menyoroti pentingnya hubungan hukum dan etika, implementasinya dalam politik hukum Indonesia tampak masih menghadapi hambatan signifikan. Berbagai contoh menunjukkan bahwa dalam praktiknya, politik sering kali mendominasi pembentukan hukum, sehingga hukum terkadang lebih merefleksikan kepentingan segelintir pihak daripada kepentingan bersama. Oleh karena itu, dibutuhkan komitmen yang lebih kuat untuk menempatkan etika sebagai pengarah utama dalam pembuatan hukum, agar dapat menciptakan sistem hukum yang adil dan berakar pada nilai-nilai moral Pancasila.
Nama : Muhammad Fadhel Arya Ganendra
NPM : 2215012008

Jurnal ini membahas hubungan antara hukum dan etika dalam konteks politik hukum di Indonesia, dengan Pancasila sebagai dasar nilai dan etika yang menjadi acuan. Tulisan ini menjelaskan bahwa politik hukum Indonesia bertujuan untuk mencapai tujuan negara yang tertuang dalam Pembukaan UUD 1945, seperti melindungi bangsa dan meningkatkan kesejahteraan umum. Pembentukan hukum di Indonesia dipengaruhi oleh politik dan kepentingan partai-partai, dengan adanya kompromi atau dominasi politik dalam proses legislasi. Jurnal ini juga menyoroti bahwa hukum adalah instrumen kebijakan publik yang hasilnya adalah peraturan perundang-undangan.

Selain itu, jurnal ini menguraikan tiga dimensi yang menghubungkan etika dan hukum: substansi dan wadah, keluasan cakupan hubungan, serta alasan kepatuhan atau pelanggaran. Ditekankan bahwa pelanggaran hukum selalu melibatkan pelanggaran etika, tetapi tidak semua pelanggaran etika melanggar hukum. Etika dilihat sebagai pedoman preventif untuk mengarahkan perilaku baik dan buruk sebelum mencapai ranah hukum. Dengan demikian, etika berperan penting dalam mencegah penyimpangan perilaku yang lebih serius, terutama dalam konteks perilaku pejabat publik, yang kepercayaan publik terhadapnya sangat dipengaruhi oleh etika tersebut.

MKU Pancasila Arsitek Ganjil 2024 -> Forum Analisis Soal

Muhammad Fadhel Arya Ganendra གིས-
Nama : Muhammad Fadhel Arya Ganendra
NPM : 2215012008


1.Pendidikan Pancasila memiliki hubungan erat dengan kehidupan berbangsa dan bernegara karena Pancasila merupakan dasar ideologi negara. Pendidikan ini bertujuan untuk membentuk warga negara yang memahami hak dan kewajibannya, memiliki rasa nasionalisme, dan berperilaku sesuai nilai-nilai Pancasila. Bagi mahasiswa dan generasi muda, pendidikan Pancasila penting karena membantu membentuk karakter yang berlandaskan pada moral Pancasila serta mempersiapkan mereka untuk menjadi pemimpin yang bertanggung jawab dan berintegritas

2. Hal pokok yang dipelajari dari pendidikan Pancasila adalah penguatan karakter manusia Pancasilais, pemahaman nilai-nilai Pancasila, serta kemampuan untuk menerapkannya dalam menghadapi tantangan sosial, politik, dan budaya yang dinamis. Pendidikan ini membantu generasi muda dalam mempersiapkan diri untuk masa depan yang penuh dengan perubahan dengan tetap berpegang pada nilai-nilai luhur bangsa

3. - Faktor penunjang: Adanya landasan yuridis seperti UU No. 12 Tahun 2012 yang mewajibkan pendidikan Pancasila di perguruan tinggi, dukungan institusi pemerintah, serta kesadaran akan pentingnya pendidikan ideologi bagi kelangsungan bangsa
- Faktor penghambat: Kurangnya minat mahasiswa, minimnya pemahaman dosen tentang Pancasila, serta pengaruh globalisasi yang dapat menyebabkan lunturnya nilai-nilai nasional

4. Relasi pendidikan Pancasila dengan setiap program studi adalah bagaimana nilai-nilai dasar Pancasila dapat diterapkan dalam disiplin ilmu masing-masing, sehingga mahasiswa tidak hanya terampil secara akademik tetapi juga memiliki landasan moral dan etika. Pendidikan ini mendukung tujuan negara untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dengan membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter yang kuat berlandaskan Pancasila
Nama : Muhammad Fadhel Arya Ganendra
NPM : 2215012008

Jurnal ini membahas proses internalisasi nilai-nilai Pancasila di perguruan tinggi, dengan fokus pada Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui teknik purposive sampling untuk menentukan subjek, yaitu dosen dan mahasiswa yang terlibat dalam mata kuliah Pancasila. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses internalisasi nilai-nilai Pancasila lebih efektif jika dilakukan dengan pendekatan kontekstual. Pendekatan ini mencakup pengembangan potensi akademik mahasiswa, persiapan hidup berdampingan dalam masyarakat, serta penguatan budaya yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

Proses internalisasi dilakukan melalui empat metode utama:
(1) memberikan pengetahuan tentang Pancasila sebagai ideologi negara agar mahasiswa menolak ideologi lain,
(2) memberikan contoh teladan seperti sikap disiplin, toleransi, dan religius,
(3) kunjungan ke Kampung Pancasila untuk mempelajari budaya hidup berdasarkan nilai Pancasila, dan
(4) aksi nyata seperti kegiatan bakti sosial. Aktivitas ini membantu mahasiswa tidak hanya memahami nilai-nilai Pancasila, tetapi juga mengaktualisasikannya dalam kehidupan sehari-hari.