Posts made by Evita Meylani 2213054047

BK kls C 2023 -> FORUM DISKUSI -> TOPIK DISKUSI -> Re: TOPIK DISKUSI

by Evita Meylani 2213054047 -
Struktur Program Bimbingan Konseling
Berikut ini adalah penjabaran rencana operasional (action plan) yang diperlukan Action
plan yang akan disusun paling tidak memenuhi unsur 5W+1H (what, why, where, who,
when, and how). Dengan demikian, konselor dan petugas bimbingan perlu melakukan
hal-hal berikut ini:
1) Identifikasikan dan rumuskan berbagai kegiatan yang harus/perlu dilakukan.
Kegiatan ini diturunkan dari perilaku/tugas perkembangan/kompetensi yang harus
dikuasai peserta didik
2) Pertimbangkan porsi waktu yang diperlukan untuk melaksanakan setiap kegiatan
di atas. Apakah kegiatan itu dilakukan dalam waktu tertentu atau terus menerus.
Berapa banyak waktu yang diperlukan untuk melaksanakan pelayanan bimbingan
dan konseling dalam setiap komponen program perlu dirancang dengan cermat.
Perencanaan waktu ini didasarkan kepada isi program dan dukungan manajemen yang harus dilakukan oleh konselor.
3) Inventarisasi kebutuhan yang diperoleh dari needs assessment ke dalam tabel
kebutuhan yang akan menjadi rencana kegiatan. Rencana kegiatan dimaksud
dituangkan ke dalam rancangan jadwal kegiatan untuk selama satu tahun.
Rancangan ini bisa dalam bentuk matrik; Program Tahunan dan Program
semester.
4) Program bimbingan dan konseling Sekolah/Madrasah yang telah dituangkan ke
dalam rencana kegiatan perlu dijadwalkan ke dalam bentuk kalender kegiatan.
Kalender kegiatan mencakup kalender tahunan, bulanan, dan mingguan.
5) Program bimbingan dan konseling perlu dilaksanakan dalam bentuk (a) kontak
langsung, dan (b) tanpa kontak langsung dengan peserta didik. Untuk kegiatan
kontak langsung yang dilakukan secara klasikal di kelas (pelayanan dasar) perlu
dialokasikan waktu terjadwal 2 (dua) jam pelajaran per-kelas per-minggu. Adapun
kegiatan bimbingan tanpa kontak langsung dengan peserta didik dapat
dilaksanakan melalui tulisan

EVALUASI BIMBINGAN PERKEMBANGAN
Evaluasi program adalah suatu rangkaian kegiatan yang dilakukan dengan sengaja untuk
melihat tingkat keberhasilan suatu program(Suharsimi Arikunto, 2004). Melakukan
evaluasi program adalah kegiatan yang dimaksudkan untuk mengetahui seberapa tinggi
tingkat keberhasilan dari kegiatan yang direncanakan. Apabila kita membatasi
pengertian “program" sebagai kegiatan yang direncanakan, maka program tersebut
tidak lagi disebut demikian jika kegiatannya telah dilaksanakan. Namun, kalau kita amati
dari kehidupan sehari-hari ada pula kegiatan yang dilaksankan tanpa rencana. Evaluasi
program biasanya dilakukan untuk kepentingan pengambil kebijakaan untuk
menentukan kebijakan selanjutnya.
Winkel & Sri Hastuti (2004) menyarankan, evaluasi terhadap efektivitas pelayanan
bimbingan dan konseling lebih valid dan reliabel jika pelaksanaan evaluasinya
mendasarkan diri pada kriteria internal, antara lain yaitu : (1) pelayanan bimbingan
disusun dengan bersumber pada kebutuhan-kebutuhan peserta didik yang nyata dan
realistis berdasar pada needs assessment; (2) sifat-sifat bimbingan yang menonjol adalah
preventif dan developmental; (3) seluruh kegiatan bimbingan diarahkan untuk mencapai
tujuan-tujuan tertentu yang telah dirumuskan bersama seluruh tenaga pendidik dan
orang tua berdasarkan suatu studi yang mendalam; (4) terdapat keseimbangan yang
wajar antara layanan-layanan bimbingan, dengan mengingat kebutuhan objektif peserta
didik manakah yang sebaiknya dilayani melalui layanan bimbingan tertentu; (5) para
konselor sekolah dan para peserta didik saling mengenal dan peserta didik menggunakan
berbagai layanan bimbingan .
Hasil asesmen dan evaluasi program digunakan sebagai dokumen untuk mempelajari
kekurangannya sekaligus memperbaiki program secara berkelanjutan (Repley, dkk 2003).
Selanjutnya untuk menunjang program pendidikan yang komprehensif Gybert dan
Handerson, 2000) mencoba membaginya menjadi dua elemen kunci, yaitu (1) evaluasi
program (proses); dan (2) evaluasi hasil (outcomes). Oleh karena proses asesmen
bersifat sistematis dan siklikal, maka evaluasi program dan proses asesmen hasil dapat
dimulai dari yang kecil hingga ke yang lebih luas. Metode ini menurut Erfond dkk (2006)
adalah metode yang efektif bagi program konselor sekolah yang dilakukan secara
berulang dengan mengikuti alur dan siklus yang sistematis secara terus menerus

Komunikasi nonverbal atau komunikasi bukan lisan adalah proses komunikasi di mana pesan yang disampaikan tidak menggunakan kata-kata. Contoh komunikasi nonverbal ialah menggunakan gerak isyarat, bahasa tubuh, ekspresi wajah dan kontak mata, penggunaan objek seperti pakaian, potongan rambut, dan sebagainya, simbol-simbol, serta cara berbicara seperti intonasi, penekanan, kualitas suara, gaya emosi, dan gaya berbicara.


Para ahli di bidang komunikasi nonverbal biasanya menggunakan definisi "tidak menggunakan kata" dengan ketat, dan tidak menyamakan komunikasi nonverbal dengan komunikasi nonlisan. Contohnya, bahasa isyarat dan tulisan tidak dianggap sebagai komunikasi nonverbal karena menggunakan kata, sedangkan intonasi dan gaya berbicara tergolong sebagai komunikasi nonverbal. Komunikasi nonverbal juga berbeda dengan komunikasi bawah sadar, yang dapat berupa komunikasi verbal maupun nonverbal.


- Gestur

Gestur atau gerakan tubuh biasanya digunakan untuk menyampaikan pesan tanpa menggunakan kata-kata. Gestur yang sering digunakan misalnya melambai, menunjuk, atau menganggukan kepala.


Berbeda dengan eskpresi wajah yang dinilai sangat universal, gestur lebih dipengaruhi oleh budaya dalam suatu masyarakat. Misalnya, ada beberapa gestur yang dinilai tidak sopan jika dilakukan pada kelompok masyarakat tertentu, namun pada kelompok masyarakat lain gestur tersebut mungkin bersifat netral.


- Kinestik


Kinesics adalah bentuk dalam komunikasi nonverbal yang berkaitan dengan gerakan, baik bagian tubuh tertentu ataupun tubuh secara keseluruhan. Kinesics pada dasarnya adalah interpretasi bahasa tubuh seperti ekspresi wajah, gerak mata, penampilan personal dan lainnya. Bahasa tubuh tersebut merupakan penafsiran perasaan, sikap, dan suasana hati yang tidak disadari maupun disadari. Bidang studi utama dalam kinesik adalah postur dan sikap tubuh.

BK kls C 2023 -> FORUM DISKUSI -> topik baru -> Re: topik baru

by Evita Meylani 2213054047 -
Prinsip-prinsip bimbingan perkembangan dalam konseling PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) mirip dengan prinsip-prinsip dalam bimbingan perkembangan secara umum, tetapi diadaptasi khusus untuk anak-anak dalam usia dini. Berikut adalah beberapa prinsip penting dalam bimbingan perkembangan konseling PAUD:

•Prinsip Individualitas :
Setiap anak adalah individu yang unik dengan kebutuhan, minat, dan perkembangan yang berbeda-beda. Konselor harus memahami dan menghormati perbedaan ini, serta merancang bimbingan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing anak.

•Prinsip Keterpaduan :
Anak-anak dalam usia dini mengalami perkembangan dalam berbagai aspek, termasuk fisik, emosional, sosial, dan kognitif. Bimbingan perkembangan harus mempertimbangkan keseluruhan perkembangan anak, bukan hanya satu aspek saja.

•Prinsip Penerimaan Tanpa Syarat : Konselor PAUD harus menciptakan lingkungan yang penuh pengertian, hangat, dan penerimaan terhadap anak-anak. Anak-anak harus merasa nyaman untuk berbicara tentang perasaan dan pengalaman mereka tanpa rasa takut dihakimi.

•Prinsip Bermain :
Bermain adalah cara utama anak-anak belajar dan mengembangkan keterampilan mereka. Bimbingan perkembangan dalam konseling PAUD sering menggunakan permainan dan aktivitas bermain sebagai alat untuk membantu anak-anak memahami dan mengatasi masalah perkembangan.

•Prinsip Keterlibatan Aktif :
Anak-anak harus diberikan kesempatan untuk aktif dalam proses konseling. Ini termasuk mengungkapkan pendapat, mengajukan pertanyaan, dan mengidentifikasi solusi atas masalah mereka sendiri.

BK kls C 2023 -> FORUM DISKUSI -> topik baru -> Re: topik baru

by Evita Meylani 2213054047 -

Pendekatan perkembangan

1. Pendekatan krisis. 
Atau pendekatan kuratif, yaitu suatu pendekatan bimbingan yang diarahkan pada individu yang mengalai krisis atau masalah. Pendekatan ini cenderung pasif, karena anaklah yang menuju si pembimbing. 
2. Pendekatan remedial
Pendekatan ini merupakan yang diarahkan kepada individu yang mengalami kelemahan atau halangan. Tujuan pendekatan ini adalah membantu memperbaiki kelemahan yang dialami individu. Dalam pendekatan ini, pembimbing memfokuskan tujuannya pada kelemahan-kelemahan individu selanjutnya berupaya memperbaiki. 
3. Pendekatan preventif. 
Pendekatan yang diarahkan kepada antisipasi masalah-masalah umum individu dan mencegah jangan sampai masalah tersebut terjadi. Pembimbing memberikan beberapa upaya berupa informasi dan keterampilan untuk mencegah munculnya masalah. Pendekatan ini banyak menggunakan teknik dan sedikit konsep.
4. Pendekatan Perkembangan
Pendekatan yang lebih mutakhir dan lebih proaktif dibandingkan dengan ketiga pendekatan sebelumnya adalah pendekatan perkembangan. Guru / pendamping yang menggunakan pendekatan ini dimulai dari pemahaman dari keterampilan dan pengalaman khusus yang dibutuhkan anak untuk mencapai keberhasilan di tempat belajar dan dalam kehidupan.



teknik yang digunakan dalam pendekatan perkembangan:

•Mengajar :
Deskripsi : Teknik mengajar melibatkan proses penyampaian informasi dan pengetahuan kepada anak-anak. Hal ini dapat dilakukan melalui ceramah, presentasi visual, atau pengajaran langsung.
Contoh Aplikasi : Seorang pendidik di PAUD dapat mengajar anak-anak tentang konsep-konsep dasar seperti bentuk, warna, angka, atau huruf dengan menggunakan metode pengajaran yang sesuai dengan usia mereka.

•Pemberian Informasi :
Deskripsi : Pemberian informasi melibatkan pemberian penjelasan atau informasi kepada anak-anak tentang suatu topik atau konsep tertentu. Ini bisa dalam bentuk cerita, gambar, atau percakapan.
Contoh Aplikasi : Seorang konselor PAUD dapat memberikan informasi kepada anak tentang cara menjaga kebersihan diri, pentingnya berbagi, atau cara berbicara dengan sopan.

•Bermain Peran :
Deskripsi : Teknik bermain peran yang melibatkan anak-anak dalam situasi peran tertentu yang dirancang untuk mengembangkan keterampilan sosial, emosional, atau kognitif mereka. Anak-anak berpura-pura menjadi karakter atau mengambil peran dalam situasi tertentu.
Contoh Aplikasi : Anak-anak dapat diminta bermain peran sebagai guru, dokter, atau anggota keluarga dalam permainan peran yang dirancang untuk mengajarkan keterampilan berbicara, berinteraksi sosial, atau memecahkan masalah.

•Melatih :
Deskripsi : Teknik pelatihan melibatkan perluasan dan latihan dalam pengembangan keterampilan tertentu. Anak-anak melakukan aktivitas berulang kali untuk memperbaiki dan memperkuat keterampilan tersebut.
Contoh Aplikasi : Dalam melatih keterampilan motorik halus, anak-anak dapat diberikan latihan yang melibatkan pemotongan, melipat, atau menyebarkan bahan-bahan seperti kertas atau kain.

•Tutorial :
Deskripsi : Tutorial melibatkan pembimbingan individu atau kelompok kecil untuk memberikan panduan dan dukungan ekstra dalam belajar atau mengatasi masalah. Tutorial sering digunakan untuk membantu anak-anak yang menghadapi kesulitan khusus.
Contoh Aplikasi : Seorang pendidik PAUD dapat memberikan tutorial ekstra kepada seorang anak yang mengalami kesulitan dalam membaca atau menulis, memberikan panduan tambahan untuk membantu anak tersebut memahami konsep-konsep tersebut.

•Konseling :
Deskripsi : Konseling melibatkan interaksi antara konselor dan anak untuk membantu anak mengatasi masalah emosional, sosial, atau perkembangan. Ini adalah proses mendengarkan, mendukung, dan memberikan panduan kepada anak.
Contoh Aplikasi : Seorang konselor PAUD dapat bertemu dengan seorang anak yang mengalami perasaan cemas atau masalah perilaku, memberikan dukungan emosional, dan membantu anak mengidentifikasi strategi untuk mengatasi masalah tersebut.
Setiap teknik ini memiliki peran khusus dalam mendukung perkembangan anak-anak di PAUD. Kombinasi teknik-teknik ini dapat digunakan untuk menciptakan pengalaman pembelajaran yang bervariasi dan menarik bagi anak-anak, sesuai dengan kebutuhan perkembangan mereka.


Unsur-unsur lingkungan perkembangan.
Berikut beberapa contoh elemen atau komponen lingkungan perkembangan:
- Unsur-unsur pengendalian internal (Elemen pengendalian internal): Ini adalah faktor-faktor yang berkontribusi terhadap sistem pengendalian internal dalam suatu organisasi. Mereka melibatkan tindakan dan aktivitas berkelanjutan yang dilakukan oleh pemimpin dan karyawan untuk mencapai tujuan dan sasaran. Unsur-unsur tersebut saling berhubungan erat dan mengandalkan komitmen dan kolaborasi seluruh karyawan untuk menciptakan lingkungan pengendalian yang kondusif.
- Unsur-unsur lingkungan hidup (Unsur-unsur lingkungan hidup): Dalam konteks ilmu lingkungan hidup, unsur-unsur tersebut mengacu pada komponen-komponen penyusun lingkungan hidup. Ini mencakup faktor hidup (biotik) dan tak hidup (abiotik). Beberapa contoh unsur abiotik adalah udara, air, sinar matahari, suhu, dan tanah. Unsur biotik meliputi manusia, hewan, tumbuhan, dan mikroorganisme.
- Unsur-unsur berupa kemanusiaan (Unsur Manusia): Inilah faktor-faktor yang berhubungan dengan manusia yang dapat mempengaruhi perkembangan anak usia dini. Hal ini dapat mencakup lingkungan keluarga, interaksi sosial, hubungan, dan peran pengasuh dalam pengasuhan anak. Keluarga memainkan peran penting dalam perkembangan anak-anak di tahun-tahun awal mereka.
- Unsur-elemen pendidikan (Elemen pendidikan): Dalam konteks pendidikan lingkungan hidup, inilah komponen-komponen yang berkontribusi terhadap pembelajaran dan kesadaran lingkungan hidup. Ini melibatkan integrasi isu dan praktik lingkungan ke dalam sistem pendidikan, yang bertujuan untuk mengembangkan individu yang sadar dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.