Posts made by Evita Meylani 2213054047

Komunikasi merupakan suatu proses kompleks yang melibatkan pertukaran, ide, pikiran, atau perasaan antara individu atau kelompok menggunakan berbagai cara seperti lisan, tulisan, informasi atau tindakan. Dalam konteks komunikasi, terdapat konsep, fungsi, dan unsur-unsur yang sangat penting
Komunikasi sangat penting dan diperlukan dalam kehidupan sehari-hari baik antara individu dengan individu, individu dengan kelompok maupun kelompok dengan kelompok. Berikut ini beberapa fungsi dari komunikasi antara lain
- Komunikasi berfungsi untuk memhamai diri sendiri dan orang lain
Di dalam suatu kelompok, kita memiliki kesempatan untuk dapat mengungkap atau menemukan siapa diri kita yang sebenarnya serta bagaimana orang lain mempengaruhi kita melalui komunikasi dua arah.
-Komunikasi berfungsi untuk mewujudukan hubungan yang penuh makna
Komunikasi merupakan suatu modal dasar dalam menjalin hubungan karena di dalamnya kita dapat memperhatikan diri sendiri serta mempertimbangkan kebutuhan orang lain.
-Komunikasi berfungsi untuk menguji dan mengubah sikap dan perilaku
Dalam berkomunikasi setiap individu mempunyai kesempatan untuk saling mempengaruhi orang lain maupun membujuk mereka untuk memikirkan seperti yang kita pikirkan dan bertindak seperti yang kita lakukan.

unsur unsur :
Dalam proses, setidaknya komunikasi memiliki 3 unsur yaitu pengirim pesan (komunikator), penerima pesan (komunikan), dan pesan itu sendiri.
Lebih lanjut, berikut merupakan unsur-unsur komunikasi:
- Sumber Informasi (Sumber)
Sumber adalah sumber atau orang yang menyampaikan pesan, melalui proses dari timbulnya stimulus untuk menciptakan pemikiran dan keinginan untuk berkomunikasi.
- Encoding
Encoding merupakan proses di mana sistem saraf pusat sebagai sumber informasi memilih simbol-simbol untuk menggambarkan pesan.
- Pesan (Pesan)
Pesan termasuk unsur komunikasi yang menjadi segala sesuatu yang memiliki makna. Di mana, pesan ini merupakan hasil akhir dari proses pengkodean.
- Media
Media komunikasi adalah alat atau cara yang digunakan dalam menyampaikan pesan ke komunikasi. Media komunikasi diantaranya bisa berupa telepon, surat, atau tatap muka secara langsung.
- Decoding
Decoding yaitu proses di mana komunikasi menginterpretasikan pesan yang telah diterimanya. Interpretasi komunikasi berdasarkan minat, pengetahuan, ataupun kepentingannya.
- Umpan Balik (Feedback)
Feedback adalah respon dari penerima pesan ke pengirim pesan, yang menjadi bentuk tanggapan dari pesan yang disampaikan. Feedback ini bisa berupa jawaban lisan penerima baik setuju maupun tidak setuju atas pesan tersebut.
- Hambatan (Kebisingan)
Kebisingan adalah hal-hal yang mengganggu proses komunikasi, dengan kata lain adanya kebisingan akan membuat komunikasi tidak bisa berjalan efektif.
1. Perspektif Biologis – Temperamen
Teori perkembangan biologis tentang temperamen adalah pandangan yang mengaitkan karakteristik temperamen individu dengan faktor-faktor biologis. Salah satu teori yang terkait dengan hal ini adalah teori temperamen oleh Alexander Thomas dan Stella Chess.

Teori ini menekankan bahwa temperamen memiliki akar biologis dan dapat memengaruhi bagaimana anak-anak berinteraksi dengan dunia sekitar mereka. Namun, peran pengasuhan dan lingkungan sosial juga dapat berdampak pada perkembangan temperamen anak. Teori temperamen Thomas dan Chess menjadi dasar bagi penelitian lebih lanjut tentang hubungan antara faktor-faktor biologis dan perkembangan temperamen.

2. Perspektif Psikoanalisis - Teori psikoseksual dari Freud - Teori psikososial dari Erikson
Teori perkembangan psikoseksual Sigmund Freud
Sigmund Freud mengembangkan Teori Psikoseksual yang mengeksplorasi perkembangan individu melalui tahap-tahap psikoseksual.
Pendekatan Freud terhadap perkembangan psikoseksual menyoroti pentingnya pengalaman awal dalam membentuk kepribadian individu. Meskipun banyak aspek teorinya telah dikritik dan diperdebatkan, pendekatannya terhadap tahap-tahap perkembangan masih memengaruhi pemahaman psikologi perkembangan.

3. Perspektif Pembelajaran Teori Skinner, Watson dan Bandura
Perspektif pembelajaran dalam psikologi perkembangan melibatkan berbagai teori yang dikeluarkan oleh para ahli seperti B.F. Skinner, John B. Watson, dan Albert Bandura. Mereka berfokus pada pengaruh lingkungan, penghargaan, hukuman, dan interaksi sosial dalam pembentukan perkembangan anak.
Teori Skinner: B.F. Skinner mengembangkan teori pembelajaran operant yang menekankan peran penghargaan (reward) dan hukuman dalam pembentukan perilaku individu. Skinner percaya bahwa perilaku yang diperkuat akan muncul kembali, sementara perilaku yang dihukum akan menghilang. Dalam konteks psikologi perkembangan, teori Skinner menggarisbawahi peran penguatan positif dalam membentuk perilaku anak. Contohnya, memberikan pujian atau penghargaan kepada anak ketika dia melakukan perilaku yang diinginkan dapat menguatkan perilaku tersebut.
Teori Watson: John B. Watson, seorang pendukung behaviorisme, memandang perilaku sebagai respons terhadap rangsangan lingkungan. Teori Watson menekankan bahwa anak-anak belajar melalui asosiasi dan pengondisian klasik. Watson menekankan pentingnya pengalaman awal dalam membentuk kepribadian anak. Dia juga menekankan pentingnya pengendalian lingkungan untuk membentuk perilaku yang diinginkan dan menghindari perilaku yang tidak diinginkan.
Teori Bandura: Albert Bandura mengembangkan Teori Pembelajaran Sosial atau Teori Kognitif Sosial. Teori Bandura menyoroti pentingnya observasi dan model dalam pembelajaran. Dia berpendapat bahwa anak-anak belajar melalui mengamati perilaku orang lain dan meniru mereka. Konsep utama dalam teori Bandura adalah "model", yaitu individu yang berperan sebagai contoh bagi orang lain. Bandura juga memperkenalkan konsep efikasi diri (self-efficacy), yang mengacu pada keyakinan individu terhadap kemampuannya untuk mengatasi tugas-tugas tertentu

4. Perspektif Kognitif - Teori Piaget and Vigotsky
Perspektif kognitif dalam psikologi perkembangan melibatkan dua teori utama yang dikeluarkan oleh Jean Piaget dan Lev Vygotsky. Kedua teori ini berfokus pada perkembangan kognitif anak, termasuk proses berpikir, pemahaman, dan perkembangan intelektual.
Teori Piaget: Jean Piaget mengembangkan Teori Perkembangan Kognitif yang mengidentifikasi empat tahap perkembangan kognitif yang berbeda pada anak. Tahap-tahap tersebut meliputi tahap sensorimotor (0-2 tahun), tahap praoperasional (2-7 tahun), tahap operasional konkret (7-11 tahun), dan tahap operasional formal (12 tahun dan seterusnya). Piaget percaya bahwa anak-anak mengalami tahap-tahap perkembangan ini secara berurutan. Teori Piaget menekankan peran penting konstruksi pengetahuan anak melalui eksplorasi aktif dan interaksi dengan lingkungan. Dia juga mengidentifikasi konsep "skema," yaitu struktur mental yang digunakan anak untuk memahami dunia, serta konsep asimilasi dan akomodasi, di mana anak mengintegrasikan pengetahuan baru ke dalam skema yang ada atau mengubah skema untuk mengakomodasi pengetahuan baru.
5. Perspektif Kontekstual - Teori ekologi Bronfrenbrenner
Urie Bronfenbrenner adalah seorang psikolog yang mengembangkan Teori Ekologi dalam pembelajaran dan perkembangan manusia. Teori ini menekankan peran penting lingkungan dalam memahami perkembangan individu.
Teori Ekologi Bronfenbrenner menggambarkan kompleksitas pengaruh lingkungan pada perkembangan individu, dan menekankan pentingnya memahami konteks sosial dan budaya dalam pemahaman tentang pembelajaran dan perkembangan manusia.

6. Perspektif Evolusionari/ Sosio-biologik -Teori attachment dari Bowlby dan Ainsworth
Teori John Bowlby dan Mary Ainsworth dalam konteks perkembangan anak adalah sering disebut sebagai Teori Kepeliharaan (Attachment Theory) dan memiliki perspektif evolusioner yang kuat.
Pendekatan evolusioner dari teori kepeliharaan ini menyoroti pentingnya attachment sebagai strategi adaptasi untuk manusia dalam konteks evolusi. Attachment membantu memastikan kelangsungan spesies manusia dengan memberikan perlindungan, dukungan emosional, dan keamanan bagi anak-anak, yang pada gilirannya meningkatkan kemungkinan kelangsungan hidup dan reproduksi

7.Teori perkembangan moral Kohlberg adalah salah satu perspektif moral dalam psikologi perkembangan. Teori ini menekankan bahwa penalaran moral merupakan dasar dari perilaku etis. Kohlberg mengidentifikasi enam tahapan perkembangan moral yang dapat teridentifikasi. Keenam tahapan tersebut dibagi ke dalam tiga tingkatan, yaitu pra-konvensional, konvensional, dan pasca-konvensional. Berikut adalah penjelasan singkat mengenai tahapan perkembangan moral Kohlberg:
- Tahap Pra-Konvensional: Pada tahap ini, individu menilai moralitas dari tingkah laku yang ada dan dibuat berdasarkan konsekuensinya langsung. Terdapat dua tahap awal pada tahap pra-konvensional, yaitu tahap awal dan murni melihat diri dalam bentuk egosentris.
- Tahap Konvensional: Pada tahap ini, individu menilai moralitas dari perspektif norma sosial dan otoritas. Terdapat dua tahap pada tahap konvensional, yaitu tahap orientasi pada hubungan interpersonal dan tahap orientasi pada norma sosial.
- Tahap Pasca-Konvensional: Pada tahap ini, individu menilai moralitas dari perspektif prinsip moral universal Terdapat dua tahap pada tahap pasca-konvensional, yaitu tahap orientasi pada kontrak sosial dan tahap orientasi pada prinsip moral universal
Tahapan perkembangan moral Kohlberg merupakan ukuran dari tinggi rendahnya moral seseorang berdasarkan perkembangan penalaran moralnya. Meskipun demikian, terdapat kritik terhadap teori Kohlberg, yaitu bahwa teori tersebut terlalu menekankan pada keadilan dan mengabaikan norma yang lainnya Konsekuensinya, teori ini tidak akan menilai secara adekuat orang yang menggunakan aspek moral lainnya dalam.

BK kls C 2023 -> FORUM DISKUSI -> Topik Diskusi -> Re: Topik Diskusi

by Evita Meylani 2213054047 -
1. Karakteristik Perkembangan AUD
karakteristik:
1) anak usia dini bersifat unik, 2) berada dalam masa potensial, 3) bersifat relatif spontan, 4) cenderung ceroboh dan kurang perhitungan, 5) bersifat aktif dan energik, 6) egosentris, 7) memiliki rasa ingin tahu yang kuat, 8) berjiwa petualang, 9) memiliki imajinasi dan fantasi yang luas

2. Ciri Perkembangan AUD
Ciri perkembangan adalah Terjadinya perubahan dalam aspek fisik ( perubahan berat badan dan organ-organ tubuh ) dan aspek psikis ( matangnya kemampuan berpikir, mengingat dan berkreasi ), terjadinya perubahan dalam proporsi ; aspek fisik ( proporsi tubuh anak berubah sesuai dengan fase perkembanganya )

3. Prinsip perkembangan anak usia dini menurut Ardy dan Barnawi (2016: 86) yaitu anak berkembang secara holistic, perkembangannya terjadi dalam urutan yang teratur, perkembangan anak berlangsung pada tingkat yang beragam di dalam dan di antara anak, perkembangan baru didasarkan pada perkembangan sebelumnya.

4. Aspek perkembangan AUD
ada beberapa aspek perkembangan anak usia dini menurut para ahli yang perlu Bunda pahami seperti perkembangan Nilai Agama dan Moral, Fisik-Motorik, Kognitif, Bahasa, Sosial Emosional, dan Seni.

5. Faktor Penting yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan Anak
1. Genetik.
2. Pola Asuh Orang Tua
3. Lingkungan Sekitar
4. Stimulasi
5. Jenis Kelamin
6. Nutrisi
7. Sosial dan Ekonomi.

BK kls C 2023 -> FORUM DISKUSI -> Topik Diskusi -> Re: Topik Diskusi

by Evita Meylani 2213054047 -
FORUM DISKUSI BK PERTEMUAN 2

1. Pengertian
Bimbingan dan konseling adalah dua pengertian yang berhubungan dengan makna pemberian bantuan. Bimbingan dapat diberikan kepada mahasiswa atau kelompok mahasiswa yang mengalami kesulitan dalam pendidikan, memilih jurusan, maupun kesulitan pribadi serta penyesuaian diri dengan masyarakat dan lingkungannya.

2. Tujuan
tujuan bimbingan dan konseling adalah Untuk membantu individu memperkembangkan diri secara optimal sesuai dengan tahap perkembangan dan predisposisi yang dimilikinya (seperti kemampuan dasar dan bakat-bakatnya), berbagai latar belakang yang ada (seperti latar belakang keluarga, pendidikan, status sosial.

3. Fungsi Sosial
menurut Sukardi dan Kusmawati (2008:7-8) pelayanan bimbingan dan konseling mengemban sejumlah fungsi yang hendak dipenuhi melalui pelaksanaan kegiatan bimbingan dan konseling, fungsi tersebut yaitu: (1) fungsi pemahaman, (2) fungsi pencegahan, (3) fungsi pengentasan, (4) fungsi pemeliharaan dan pengembangan.

4. Prinsip
Prinsip Bimbingan dan Konseling adalah pedoman atau alat dalam menjalankan proses program layanan bk agar berjalan sesuai peraturan dan berdampak positif kepada individu.Prinsip ini akan memberikan dampak positif dan fleksibel dalam layanannya,dimana program yang diberikan akan sesuai dengan persolana individu.

5. Ruang Lingkup
Ruang lingkup bimbingan konseling pun memiliki fungsi khusus. Pertama adalah fungsi pemahaman, yaitu fungsi yang dimaksudkan untuk membantu klien dalam memahami dirinya sendiri. Kedua adalah fungsi pencegahan, fungsi ini dimaksudkan untuk memberikan pencegahan pada kondisi klien agar tidak memperburuk kondisinya.
1. Komunikasi nonverbal adalah bentuk komunikasi yang dilakukan seseorang kepada orang lain tanpa menggunakan kata-kata. Komunikasi nonverbal memainkan peran penting dalam cara kita menyampaikan informasi dan makna di baliknya, serta cara kita menafsirkan tindakan atau pesan dari orang lain kepada kita.

Beragam Jenis Komunikasi Nonverbal

Berikut ini adalah beragam jenis komunikasi nonverbal salah satunya adalah

Ekspresi wajah
Ini adalah salah satu jenis komunikasi nonverbal yang memiliki peran besar. Saat berkomunikasi, ekspresi wajah seseorang adalah hal pertama yang akan terlihat, bahkan sebelum kita mendengar apa yang akan lawan bicara katakan. Dari ekspresi wajah, ada banyak sekali informasi yang bisa didapatkan. Ekspresi wajah juga disebut komunikasi nonverbal yang paling universal. Hal ini karena rata-rata orang akan menunjukkan ekspresi wajah yang sama untuk emosi tertentu. Misalnya, rata-rata orang akan cemberut ketika sedang sedih dan tersenyum berseri-seri saat sedang jatuh cinta.

Postur tubuh
Postur tubuh juga merupakan salah satu jenis komunikasi nonverbal yang dapat menyampaikan banyak informasi. Bila dikombinasikan dengan gerak tubuh tertentu, postur tubuh bisa memberikan banyak informasi. Misalnya, berdiri tegak dengan meletakkan tangan di pinggul cenderung menunjukkan sikap yang tegas dan berkuasa.


2. Peran komunikasi nonverbal adalah menyampaikan makna dengan memperkuat, menggantikan, atau menentang komunikasi verbal. Komunikasi nonverbal juga digunakan untuk mempengaruhi orang lain dan mengatur alur percakapan. Mungkin yang lebih penting lagi adalah cara komunikasi nonverbal berfungsi sebagai bagian sentral dari komunikasi relasional dan ekspresi identitas.

Komunikasi Nonverbal Menyampaikan Makna

Komunikasi nonverbal menyampaikan makna dengan memperkuat, menggantikan, atau bertentangan dengan komunikasi verbal. Seperti yang telah kita pelajari, komunikasi verbal dan nonverbal adalah dua bagian dari sistem yang sama yang sering kali bekerja berdampingan, membantu kita menghasilkan makna.

Komunikasi Nonverbal Mempengaruhi Orang Lain

Komunikasi nonverbal dapat digunakan untuk mempengaruhi orang dengan berbagai cara, namun cara yang paling umum adalah melalui penipuan.

Komunikasi Nonverbal Mengatur Alur Percakapan

Interaksi percakapan diibaratkan sebuah tarian, dimana setiap orang harus bergerak dan bergiliran tanpa menginjak kaki orang lain. Komunikasi nonverbal membantu kita mengatur percakapan sehingga kita tidak terus-menerus menyela satu sama lain atau menunggu dalam keheningan yang canggung di antara giliran pembicara

Komunikasi Nonverbal Mempengaruhi Hubungan

Agar berhasil berhubungan dengan orang lain, kita harus memiliki keterampilan dalam menyandikan dan menguraikan komunikasi nonverbal. Pesan nonverbal yang kita kirim dan terima memengaruhi hubungan kita secara positif dan negatif dan dapat menyatukan atau memisahkan mereka.