Apa yang kalian ketahui tentang Komunikasi non verbal terkait Kinesik dan Gesture?
1. Kinesik:
Kinesik adalah studi tentang bahasa tubuh atau gerakan tubuh yang digunakan dalam komunikasi non-verbal. Ini mencakup berbagai elemen, seperti gerakan tubuh, postur, dan ekspresi wajah, yang dapat menyampaikan pesan atau emosi kepada orang lain. Berikut beberapa contoh kinesik yang umum:
a. Ekspresi Wajah:
Ekspresi wajah adalah salah satu bentuk komunikasi non-verbal paling kuat. Ekspresi seperti senyum, kerutan dahi, atau ekspresi marah dapat mengungkapkan perasaan seseorang tanpa kata-kata. Sebagai contoh, senyum biasanya dianggap sebagai tanda kebahagiaan atau persetujuan.
b. Kontak Mata:
Kontak mata adalah cara penting untuk menunjukkan ketertarikan, kepercayaan, atau rasa hormat dalam berkomunikasi. Kontak mata yang baik dapat menunjukkan bahwa Anda benar-benar mendengarkan dan berinteraksi dengan seseorang.
c. Gerakan Tubuh:
Gerakan tubuh seperti mengangguk atau menggelengkan kepala, mengangkat alis, atau menggaruk kepala dapat mengungkapkan berbagai pesan atau reaksi emosional. Misalnya, mengangguk bisa berarti persetujuan, sementara menggelengkan kepala bisa berarti penolakan atau ketidaksetujuan.
d. Postur Tubuh:
Postur tubuh seseorang juga dapat memberikan wawasan tentang perasaan atau sikap mereka. Misalnya, seseorang yang duduk tegak mungkin menunjukkan rasa percaya diri, sementara seseorang yang membungkuk mungkin menunjukkan kekakuan atau ketidaknyamanan.
e. Jarak Sosial:
Jarak fisik antara dua orang dalam interaksi sosial juga merupakan bagian penting dari kinesik. Jarak yang dekat bisa menunjukkan ketertarikan atau kenyamanan, sementara jarak yang jauh bisa menunjukkan ketidaknyamanan atau keengganan.
2. Gesture dalam Komunikasi Non-Verbal:
Gesture adalah gerakan tangan atau tubuh yang digunakan untuk menyampaikan pesan atau informasi tambahan dalam komunikasi non-verbal. Gestur dapat memiliki makna yang berbeda-beda tergantung pada konteks, budaya, dan tata bahasa tubuh yang berlaku. Berikut adalah penjelasan lebih lanjut mengenai pentingnya gesture dalam komunikasi:
a. Gesture Tangan:
Gesture tangan adalah cara umum untuk menyampaikan pesan tambahan dalam percakapan. Misalnya, mengacungkan jari telunjuk ke atas dapat berarti "saya memiliki pertanyaan" atau "saya ingin bicara," sementara mengacungkan jari tengah ke atas adalah gestur yang kasar dan menghina. Gestur tangan juga dapat digunakan untuk menggambarkan objek atau mengindikasikan arah, seperti mengarahkan tangan ke kiri atau kanan.
b. Gesture Wajah:
Wajah kita juga dapat digunakan untuk gesture, seperti mengedipkan mata untuk mengindikasikan kesepakatan atau mengangkat alis sebagai tanda kejutan atau ketidakpercayaan. Ekspresi wajah yang kita buat dapat mendukung atau memperkuat pesan verbal kita. Misalnya, saat memberi pujian, ekspresi wajah yang ramah dan tulus dapat memperkuat kata-kata kita.
c. Gesture Badan:
Gesture badan mencakup gerakan tubuh yang lebih luas, seperti mengangkat bahu, menggelengkan kepala, atau melambaikan tangan. Gesture ini dapat digunakan untuk menyampaikan reaksi emosional atau pemahaman dalam percakapan. Misalnya, mengangkat bahu dengan ekspresi bingung dapat berarti bahwa seseorang tidak yakin atau tidak tahu jawabannya.
d. Gesture Simbolik:
Beberapa gesture memiliki makna simbolik yang telah diakui secara budaya atau sosial. Misalnya, jari telunjuk yang menunjuk ke atas sebagai simbol kemenangan atau jempol yang diangkat sebagai simbol persetujuan. Gesture simbolik seperti ini sering digunakan dalam konteks informal atau bahkan dalam bahasa isyarat.
e. Gesture dalam Budaya:
Penting untuk diingat bahwa makna gesture dapat berbeda-beda antar budaya. Apa yang dianggap sebagai gesture yang sopan atau patut dihormati dalam satu budaya mungkin dianggap kasar atau tidak pantas dalam budaya lain. Oleh karena itu, penting untuk memiliki pemahaman yang baik tentang budaya dan konteks ketika Anda berkomunikasi dengan orang dari latar belakang budaya yang berbeda.
3. Pentingnya Kombinasi Komunikasi Non-Verbal dan Verbal:
Kombinasi antara komunikasi verbal dan non-verbal sangat penting dalam komunikasi sehari-hari. Kedua aspek ini seringkali saling melengkapi satu sama lain untuk menyampaikan pesan secara efektif. Misalnya, ketika seseorang mengatakan "ya" sambil mengangguk kepala, itu menguatkan pesan persetujuan mereka
Penting untuk diingat bahwa makna kinesik dan gestur dapat bervariasi secara signifikan antara budaya. Gestur yang dianggap sopan di satu budaya mungkin dianggap kasar atau tidak pantas di budaya lain. Oleh karena itu, penting untuk memiliki pemahaman yang baik tentang budaya dan konteks ketika Anda berkomunikasi dengan orang dari latar belakang budaya yang berbeda.
Dalam bisnis, komunikasi non-verbal juga dapat berperan penting dalam kesuksesan. Kualitas presentasi dan kemampuan untuk membaca reaksi audiens melalui bahasa tubuh dapat memengaruhi bagaimana pesan disampaikan dan diterima. Sebagai contoh, seorang pemimpin yang mampu mengendalikan ekspresi wajah dan postur tubuhnya dapat memberikan pesan kepercayaan diri dan ketenangan kepada timnya, yang dapat memotivasi mereka.
Selain itu, dalam konteks sosial dan interpersonal, komunikasi non-verbal dapat membantu dalam memahami emosi dan perasaan orang lain. Kontak mata yang baik dan mendengarkan ekspresi wajah dapat membantu Anda memahami apakah seseorang bahagia, sedih, marah, atau bingung.
1. **Kinesik**: Ini adalah studi tentang gerakan tubuh dan ekspresi wajah yang digunakan dalam komunikasi non verbal. Beberapa contoh kinesik meliputi:
- **Ekspresi Wajah**: Ekspresi wajah seperti senyum, kening yang diangkat, atau mata yang merem adalah cara penting untuk menyampaikan emosi dan perasaan.
- **Gestur Tubuh**: Gerakan tangan, kaki, dan bagian tubuh lainnya digunakan untuk memperkuat pesan atau menyampaikan informasi tambahan.
- **Kontak Mata**: Mata adalah alat komunikasi penting. Melihat seseorang dalam mata dapat menunjukkan minat, perhatian, atau rasa percaya diri.
- **Postur Tubuh**: Cara kita duduk, berdiri, atau mengatur tubuh kita secara keseluruhan dapat mengungkapkan rasa percaya diri, ketidaknyamanan, atau keterbukaan.
2. **Gesture (Isyarat)**: Gesture adalah gerakan tangan atau tubuh yang digunakan untuk menyampaikan pesan atau mengkomunikasikan ide. Ini bisa termasuk isyarat tangan sederhana seperti mengangkat jari telunjuk untuk menunjukkan "satu," atau isyarat tubuh yang lebih kompleks seperti menggelengkan kepala atau mengangguk.
- **Isyarat Universal**: Beberapa gesture dapat dikenali secara universal, seperti melambaikan tangan untuk menyapa atau menggelengkan kepala untuk menolak.
- **Isyarat Budaya**: Isyarat tangan juga bisa sangat tergantung pada budaya. Sebagai contoh, isyarat tangan yang dianggap sopan di satu budaya mungkin dianggap kasar di budaya lain.
Penting untuk memahami bahwa kinesik dan gesture berperan penting dalam komunikasi non verbal. Mereka dapat memperkuat atau mengubah makna dari kata-kata yang diucapkan dan memberikan wawasan tambahan tentang perasaan dan niat seseorang. Memahami dan menginterpretasikan komunikasi non verbal adalah keterampilan penting dalam interaksi sosial dan komunikasi sehari-hari.
Gesture adalah salah satu komunikasi yang masuk ke dalam komunikasi kinesik, atau komunikasi yang meliputi gerakan tangan dan tubuh. Gerakan tangan atau tubuh ini diartikan sebagai pengganti, atau dilakukan bersama dengan pengucapan.
Ekspresi wajah juga termasuk ke dalam gesture. Gerakan tubuh ini memungkinkan seseorang untuk mengkomunikasikan perasaan dan pikirannya. Mulai dari permusuhan, penghinaan sampai kasih sayang.
Gesture dan pengucapan sebetulnya merupakan hal yang independen, tetapi mereka bisa bergabung untuk memberikan penekanan pada hal yang ingin disampaikan. Bahasa gesture ini terjadi di area otak Broca dan Wernicke.
Area otak tersebut digunakan untuk berbicara dan bahasa isyarat. Bahasa yang digunakan oleh manusia ini pasalnya sudah mengalami evolusi. Yang awalnya hanya menggerakan tubuh saja, menjadi sebuah pengucapan
Kecerdasan kinestetik ialah kemampuan anak menggunakan ketangkasan tubuh untuk mengekspresikan ide dan perasaan dan menggunakan keterampilan tangan untuk mengubah atau menciptakan sesuatu
Kinesik:
Kinesik mengacu pada studi gerakan tubuh dan ekspresi wajah sebagai bentuk komunikasi nonverbal. Ini termasuk berbagai gerakan tubuh seperti gerakan tangan, posisi tubuh, ekspresi wajah, dan bahasa tubuh lainnya. Kinesik dapat menyampaikan emosi, niat, sikap, atau pesan secara keseluruhan.
Contoh Kinesik termasuk:
- Mengangguk kepala untuk menunjukkan persetujuan atau pengertian.
- Menggelengkan kepala untuk menunjukkan ketidaksetujuan atau ketidaktahuan.
- Mengedipkan mata untuk memberikan isyarat atau mengekspresikan kejutan.
- Mengangkat bahu sebagai tanda ketidaktahuan atau ketidakpastian.
Gesture:
Gesture merujuk pada gerakan tangan atau bagian tubuh lainnya yang digunakan untuk menyampaikan pesan atau informasi. Gesture dapat membantu dalam mengkomunikasikan makna yang lebih spesifik atau menekankan pesan verbal.
Contoh Gesture termasuk:
- Mengangkat jari telunjuk untuk menunjukkan penegasan atau fokus pada sesuatu.
- Melambaikan tangan untuk memberi salam atau mengucapkan selamat tinggal.
- Mengangkat tangan untuk meminta izin atau mengajukan pertanyaan.
- Mengacungkan jari tengah sebagai tanda ketidaksetujuan atau kejengkelan.
1. Kinesik:
Kinesik adalah studi tentang bahasa tubuh atau gerakan tubuh yang digunakan dalam komunikasi non-verbal. Ini mencakup berbagai elemen, seperti gerakan tubuh, postur, dan ekspresi wajah, yang dapat menyampaikan pesan atau emosi kepada orang lain. Berikut beberapa contoh kinesik yang umum:
a. Ekspresi Wajah
Ekspresi wajah adalah salah satu bentuk komunikasi non-verbal paling kuat. Ekspresi seperti senyum, kerutan dahi, atau ekspresi marah dapat mengungkapkan perasaan seseorang tanpa kata-kata. Sebagai contoh, senyum biasanya dianggap sebagai tanda kebahagiaan atau persetujuan.
b. Kontak Mata
Kontak mata adalah cara penting untuk menunjukkan ketertarikan, kepercayaan, atau rasa hormat dalam berkomunikasi. Kontak mata yang baik dapat menunjukkan bahwa Anda benar-benar mendengarkan dan berinteraksi dengan seseorang.
c. Gerakan Tubuh
Gerakan tubuh seperti mengangguk atau menggelengkan kepala, mengangkat alis, atau menggaruk kepala dapat mengungkapkan berbagai pesan atau reaksi emosional. Misalnya, mengangguk bisa berarti persetujuan, sementara menggelengkan kepala bisa berarti penolakan atau ketidaksetujuan.
d. Postur Tubuh
Postur tubuh seseorang juga dapat memberikan wawasan tentang perasaan atau sikap mereka. Misalnya, seseorang yang duduk tegak mungkin menunjukkan rasa percaya diri, sementara seseorang yang membungkuk mungkin menunjukkan kekakuan atau ketidaknyamanan.
e. Jarak Sosial
Jarak fisik antara dua orang dalam interaksi sosial juga merupakan bagian penting dari kinesik. Jarak yang dekat bisa menunjukkan ketertarikan atau kenyamanan, sementara jarak yang jauh bisa menunjukkan ketidaknyamanan atau keengganan.
2. Gesture dalam Komunikasi Non-Verbal
Gesture adalah gerakan tangan atau tubuh yang digunakan untuk menyampaikan pesan atau informasi tambahan dalam komunikasi non-verbal. Gestur dapat memiliki makna yang berbeda-beda tergantung pada konteks, budaya, dan tata bahasa tubuh yang berlaku. Berikut adalah penjelasan lebih lanjut mengenai pentingnya gesture dalam komunikasi:
a. Gesture Tangan
Gesture tangan adalah cara umum untuk menyampaikan pesan tambahan dalam percakapan. Misalnya, mengacungkan jari telunjuk ke atas dapat berarti "saya memiliki pertanyaan" atau "saya ingin bicara," sementara mengacungkan jari tengah ke atas adalah gestur yang kasar dan menghina. Gestur tangan juga dapat digunakan untuk menggambarkan objek atau mengindikasikan arah, seperti mengarahkan tangan ke kiri atau kanan.
b. Gesture Wajah
Wajah kita juga dapat digunakan untuk gesture, seperti mengedipkan mata untuk mengindikasikan kesepakatan atau mengangkat alis sebagai tanda kejutan atau ketidakpercayaan. Ekspresi wajah yang kita buat dapat mendukung atau memperkuat pesan verbal kita. Misalnya, saat memberi pujian, ekspresi wajah yang ramah dan tulus dapat memperkuat kata-kata kita.
c. Gesture Badan
Gesture badan mencakup gerakan tubuh yang lebih luas, seperti mengangkat bahu, menggelengkan kepala, atau melambaikan tangan. Gesture ini dapat digunakan untuk menyampaikan reaksi emosional atau pemahaman dalam percakapan. Misalnya, mengangkat bahu dengan ekspresi bingung dapat berarti bahwa seseorang tidak yakin atau tidak tahu jawabannya.
d. Gesture Simbolik
Beberapa gesture memiliki makna simbolik yang telah diakui secara budaya atau sosial. Misalnya, jari telunjuk yang menunjuk ke atas sebagai simbol kemenangan atau jempol yang diangkat sebagai simbol persetujuan. Gesture simbolik seperti ini sering digunakan dalam konteks informal atau bahkan dalam bahasa isyarat.
e. Gesture dalam Budaya
Penting untuk diingat bahwa makna gesture dapat berbeda-beda antar budaya. Apa yang dianggap sebagai gesture yang sopan atau patut dihormati dalam satu budaya mungkin dianggap kasar atau tidak pantas dalam budaya lain. Oleh karena itu, penting untuk memiliki pemahaman yang baik tentang budaya dan konteks ketika Anda berkomunikasi dengan orang dari latar belakang budaya yang berbeda.
3. Pentingnya Kombinasi Komunikasi Non-Verbal dan Verbal:
Kombinasi antara komunikasi verbal dan non-verbal sangat penting dalam komunikasi sehari-hari. Kedua aspek ini seringkali saling melengkapi satu sama lain untuk menyampaikan pesan secara efektif. Misalnya, ketika seseorang mengatakan "ya" sambil mengangguk kepala, itu menguatkan pesan persetujuan mereka
Penting untuk diingat bahwa makna kinesik dan gestur dapat bervariasi secara signifikan antara budaya. Gestur yang dianggap sopan di satu budaya mungkin dianggap kasar atau tidak pantas di budaya lain. Oleh karena itu, penting untuk memiliki pemahaman yang baik tentang budaya dan konteks ketika Anda berkomunikasi dengan orang dari latar belakang budaya yang berbeda.
Dalam bisnis, komunikasi non-verbal juga dapat berperan penting dalam kesuksesan. Kualitas presentasi dan kemampuan untuk membaca reaksi audiens melalui bahasa tubuh dapat memengaruhi bagaimana pesan disampaikan dan diterima. Sebagai contoh, seorang pemimpin yang mampu mengendalikan ekspresi wajah dan postur tubuhnya dapat memberikan pesan kepercayaan diri dan ketenangan kepada timnya, yang dapat memotivasi mereka. Selain itu, dalam konteks sosial dan interpersonal, komunikasi non-verbal dapat membantu dalam memahami emosi dan perasaan orang lain.
Komunikasi non verbal terkait Kinesik dan Gesture
Komunikasi nonverbal (nonverbal communicarion) menempati porsi
penting. Banyak komunikasi verbal tidak efektif hanya karena komunikatornya
tidak menggunakan komunikasi nonverbal dengan baik dalam waktu bersamaan.
Melalui komunikasi nonverbal, orang bisa mengambil suatu kesimpulan
mengenai suatu kesimpulan tentang berbagai macam persaan orang, baik rasa
senang, benci, cinta, kangen dan berbagai macam perasaan lainnya. Kaitannya
dengan dunia bisnis, komunikasi non verbal bisa membantu komunikator untuk
lebih memperkuat pesan yang disampaikan sekaligus memahami reaksi
komunikan saat menerima pesan.
Bentuk komunikasi nonverbal sendiri di antaranya adalah, bahasa isyarat,
ekspresi wajah, sandi, symbol-simbol, pakaian sergam, warna dan intonasi suara.
Beberapa contoh komunikasi nonverbal:
a. Sentuhan, Sentuhan dapat termasuk: bersalaman, menggenggam tangan,
berciuman, sentuhan di punggung, mengelus-elus, pukulan, dan lain-lain.
b. Gerakan Tubuh, Dalam komunikasi nonverbal, kinesik atau gerakan tubuh
meliputi kontak mata, ekspresi wajah, isyarat, dan sikap tubuh. Gerakan tubuh
biasanya digunakan untuk menggantikan suatu kata atau frase, misalnya
mengangguk untuk mengatakan ya; untuk mengilustrasikan atau menjelaskan
sesuatu; menunjukkan perasaan.
c. Vokalik, Vokalik atau paralanguage adalah unsur nonverbal dalam suatu
ucapan, yaitu cara berbicara. Contohnya adalah nada bicara, nada suara, keras
atau lemah- nya suara, kecepatan berbicara, kualitas suara, intonasi, dan lain-
lain.
d. Kronemik, Kronemik adalah bidang yang mempelajari penggunaan waktu
dalam komunikasi nonverbal. Penggunaan waktu dalam komunikasi nonverbal
meliputi durasi yang dianggap cocok bagi suatu aktivitas, banyaknya aktivitas
yang dianggap patut dilakukan dalam jangka waktu tertentu, serta ketepatan
waktu (punctuality).
Gesture adalah salah satu komunikasi yang masuk ke dalam komunikasi kinesik, atau komunikasi yang meliputi gerakan tangan dan tubuh. Gerakan tangan atau tubuh ini diartikan sebagai pengganti, atau dilakukan bersama dengan pengucapan. Ekspresi wajah juga termasuk ke dalam gesture.
Klasifikasi Pesan Nonverbal
Rakhmat (1994) mengelompokkan pesan-pesan nonverbal sebagai
berikut:
1. Pesan kinesik. Pesan nonverbal yang menggunakan gerakan tubuh yang ber-
arti, terdiri dari tiga komponen utama: pesan fasial, pesan gestural, dan pesan
postural.
2. Pesan fasial menggunakan air muka untuk menyampaikan makna tertentu.
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa wajah dapat menyampaikan paling
sedikit sepuluh kelompok makna: kebagiaan, rasa terkejut, ketakutan, kema-
rahan, kesedihan, kemuakan, pengecaman, minat, ketakjuban, dan tekad.
Leathers (1976) menyimpulkan penelitian-penelitian tentang wajah sebagai
berikut: a. Wajah mengkomunikasikan penilaian dengan ekspresi senang dan
taksenang, yang menunjukkan apakah komunikator memandang objek peneli-
tiannya baik atau buruk; b. Wajah mengkomunikasikan berminat atau tak ber-
minat pada orang lain atau lingkungan; c. Wajah mengkomunikasikan inten-
sitas keterlibatan dalam situasi situasi; d. Wajah mengkomunikasikan tingkat
pengendalian individu terhadap pernyataan sendiri; dan wajah barangkali
mengkomunikasikan adanya atau kurang pengertian.
3. Pesan gestural menunjukkan gerakan sebagian anggota badan seperti mata dan
tangan untuk mengkomunikasi berbagai makna.
4. Pesan postural berkenaan dengan keseluruhan anggota badan, makna yang
dapat disampaikan adalah:
a. Immediacy yaitu ungkapan kesukaan dan ketidak
sukaan terhadap individu yang lain. Postur yang condong ke arah yang diajak
bicara menunjukkan kesukaan dan penilaian positif;
b. Power mengungkapkan
status yang tinggi pada diri komunikator. Anda dapat membayangkan postur
Gestur
Gestur atau gerakan tubuh biasanya digunakan untuk menyampaikan pesan tanpa menggunakan kata-kata. Gestur yang sering digunakan misalnya seperti melambai, menunjuk, atau menganggukan kepala.
Berbeda dengan eskpresi wajah yang dinilai sangat universal, gestur lebih dipengaruhi oleh budaya dalam suatu masyarakat. Misalnya, ada beberapa gestur yang dinilai tidak sopan jika dilakukan pada suatu kelompok masyarakat tertentu, tetapi pada kelompok masyarakat yang lain gestur tersebut mungkin bersifat netral.
Komunikasi Gestur yang mencakup :
1) Emblim (lambang)
Emblim ialah perilaku nonverbal yang secara langsung menerjemahkan kata atau ungkapan. Emblim mencakup , contohnya ; isyarat untuk “oke.” “jangan ribut,” “kemarilah,” serta aku ingin menumpang.” Emblim adalah pengganti nonverbal untuk kata – istilah atau ungkapan eksklusif . Kita barangkali mempelajarinya dengan cara yang intinya sama menggunakan kita menyelidiki istilah –istilah – tanpa sadar, serta sebagian akbar melalui proses peniruan. Meskipun lambang bersifat alamiah dan bermakna, mereka mempunyai kebebasan makna mirip sebarang kata apa pun pada sebarang bahasa. jadi , emblim pada kultur kita sekarang belum tentu sama dengan emblim pada kultur kita 300 tahun yg kemudian atau menggunakan emblim dalam kultur lain .
2 ) Ilustrator
Ilustrator artinya perilaku nonverbal yang menyertai serta secara harfiah “mengilustrasikan” pesan verbal . pada berkata “ yuk , bangun,” misalnya , Anda mungkin menggerakkan kepala dan tangan Anda ke arah menaik. pada menggambarkan lingkaran atau bujur sangkar anda mungkin sekali membuat gerakan berputar atau kotak menggunakan anda. Ilustrator bersifat lebih alamiah, kurang bebas. dan lebih universal daripada lambang. Mungkin sekali ilustrator ini mengandung komponen-komponen yang sudah dibawa sejak lahir selain pula yang dipelajari.
3 ) Pengatur
Regulator adalah perilaku nonverbal yang “mengatur,” memelihara, memelihara, atau mengendalikan pembicaraan orang lain. ketika Anda mendengarkan orang lain, Anda tidak pasif. menganggukkan ketua , mengerutkan bibir, menyesuaikan fokus mata, dan menghasilkan banyak sekali bunyi para linguistik seperti “mm-mm” atau “tsk.” Regulator kentara terikat pada budaya serta tidak universal.
4) Adaptor
Adaptor adalah perilaku nonverbal yg Jika dilakukan secara eksklusif -atau di muka umum namun tak terlihat- berfungsi memenuhi kebutuhan eksklusif serta dilakukan sampai selesai . Misalnya , bila Anda sedang sendiri mungkin Anda akan menggaruk-garuk kepala sampai rasa gatal hilang. di muka umum , Bila orang-orang melihat, Anda melakukan perilaku adaptor ini hanya sebagian. Anda mungkin, misal , hanya menaruh jari anda pada ketua dan menggerakkannya sedikit, namun barangkali tidak akan menggaruk cukup keras untuk menghilangkan gatal.
Gerakan Tubuh “Kinesik”
dalam komunikasi non mulut , gerakan tubuh atau kinesik meliputi hubungan mata, aktualisasi diri paras , isyarat serta sikap tubuh. Gerakan tubuh umumnya digunakan untuk menggantikan suatu kata atau frase, misalnya mengangguk untuk mengatakan ya: untuk mengilustrasikan atau mengungkapkan sesuatu; menunjukkan perasaan, contohnya memukul meja buat membagikan kemarahan; buat mengatur atau mengendalikan percakapan atau buat melepaskan ketegangan.
mengkaji gerakan tubuh yang ikut berperan dalam fungsi komunikasi. Ray L Birdwhistell (dalam Maulana 2017)
(Budyatna and Ganiem 2011)(Budyatna and Ganiem 2011)(Budyatna and Ganiem 2011)(Budyatna and Ganiem
2011)(Budyatna and Ganiem 2011)(Budyatna and Ganiem 2011)pelopor studi bahasa non verbal, membagi kinesik
ke dalam tiga ragam yaitu gerak tubuh, ekspresi wajah, dan kontak mata. Kinesik menjadi bahasa non verbal yang
mudah dan sering ditemukan dalam konteks kegiatan belajar dan mengajar, baik di jenjang PAUD, TK, SD, SMP,
SMA/SMK, maupun tingkat perguruan tinggi. Berdasarkan observasi yang dilakukan di PAUD, kedua kelas
melakukan ketiga bahasa non verbal tersebut dalam pembelajaran. Masing-masing bahasa non verbal kinesik
dideskripsikan dalam penjelasan berikut.
Gerak Tubuh (Gestur)
Gerak tubuh guru di kelas dalam pembelajaran di PAUD sangat beragam. Hal tersebut merupakan cara guru
agar pembelajaran semakin konkret dan mudah diintepretasikan. Perkembangan kognitif peserta didik PAUD atau
usia 4-5 tahun menuntut pembelajaran senyata mungkin. Hal tersebut dikarenakan di tahap usia 4-5 tahun, peserta
didik sedang berada pada fase operasional konkret, tahap utama dalam penanaman pemikiran yang rasional dan
operasional (Ramadhan 2017). Pembelajaran kontekstual untuk peserta didik PAUD didukung oleh penggunaan
gerak tubuh. Gerak tubuh dalam pembelajaran memiliki pembagian berdasarkan fungsi penggunaannya.
Ekman dan Friesen (dalam Aghnadya, Nursih, and Prasetya 2015) mengkategorikan fungsi dari gerak tubuh
terdiri tiga macam yaitu fungsi emblem, fungsi illustrator, dan fungsi adaptor. Berdasarkan hasil observasi, guru
menggunakan gerak tubuh untuk memenuhi tiga fungsi tersebut. Fungsi emblem digunakan untuk menggambarkan
makna tertentu. Hal tersebut tampak ketika pembelajaran guru mengacungkan telunjuk ke depan bibirnya dalam
konteks keadan peserta didik yang ramai, dengan tujuan agar peserta didik tidak bicara satu sama lain. Fungsi
illustrator digunakan untuk menunjukkan atau memperjelas suatu contoh. Guru PAUD menggunakan bahasa gerak
tubuh ketika proses belajar sambil bernyanyi, Nyanyian di PAUD menggunakan gerakan-gerakan yang diciptakan
oleh guru untuk sebagai bentuk aktifitas motorik peserta didik (Wulandari 2017). Salah satu contoh yang ditemukan
dalam observasi adalah guru menggambarkan kata ‘atap’ dalam lagu dengan mempertemukan kedua tangan pada
jari telunjuk, tengah dan manis dalam keadaan mirng sehingga menyerupai atap rumah. Bahasa non verbal gerak
tubuh yang mudah terlihat dalam pembelajaran yaitu gerak tubuh yang memiliki fungsi adaptor. Fungsi gerak tubuh
adaptor merupakan gerak tubuh yang mengarah pada makna spesifik atau tujuan yang sebenarnya, seperti halnya
ketika dalam pembelajaran guru merapikan rambut atau seragam peserta didik yang berantakan agar penampilan
mereka tetap rapi.
Komunikasi nonverbal atau komunikasi bukan lisan adalah proses komunikasi di mana pesan disampaikan tidak menggunakan kata-kata. Contoh komunikasi nonverbal ialah menggunakan gerak isyarat, bahasa tubuh, ekspresi wajah dan kontak mata, penggunaan objek seperti pakaian, potongan rambut, dan sebagainya, simbol-simbol, serta cara berbicara seperti intonasi, penekanan, kualitas suara, gaya emosi, dan gaya berbicara.
Para ahli di bidang komunikasi nonverbal biasanya menggunakan definisi "tidak menggunakan kata" dengan ketat, dan tidak menyamakan komunikasi non-verbal dengan komunikasi nonlisan. Contohnya, bahasa isyarat dan tulisan tidak dianggap sebagai komunikasi nonverbal karena menggunakan kata, sedangkan intonasi dan gaya berbicara tergolong sebagai komunikasi nonverbal. Komunikasi nonverbal juga berbeda dengan komunikasi bawah sadar, yang dapat berupa komunikasi verbal ataupun nonverbal.
- Gestur
Gestur atau gerakan tubuh biasanya digunakan untuk menyampaikan pesan tanpa menggunakan kata-kata. Gestur yang sering digunakan misalnya seperti melambai, menunjuk, atau menganggukan kepala.
Berbeda dengan eskpresi wajah yang dinilai sangat universal, gestur lebih dipengaruhi oleh budaya dalam suatu masyarakat. Misalnya, ada beberapa gestur yang dinilai tidak sopan jika dilakukan pada suatu kelompok masyarakat tertentu, tetapi pada kelompok masyarakat yang lain gestur tersebut mungkin bersifat netral.
- Kinestik
Kinesics adalah bentuk dalam komunikasi nonverbal yang berkaitan dengan gerakan, baik bagian tubuh tertentu ataupun tubuh secara keseluruhan. Kinesics pada dasarnya adalah interpretasi bahasa tubuh seperti ekspresi wajah, gerak mata, penampilan personal dan lainnya. Bahasa tubuh tersebut merupakan penafsiran perasaan, sikap, dan suasana hati yang tidak disadari maupun disadari. Bidang studi utama dalam kinesics adalah postur dan sikap tubuh.
Komunikasi nonverbal atau komunikasi bukan lisan adalah proses komunikasi di mana pesan yang disampaikan tidak menggunakan kata-kata. Contoh komunikasi nonverbal ialah menggunakan gerak isyarat, bahasa tubuh, ekspresi wajah dan kontak mata, penggunaan objek seperti pakaian, potongan rambut, dan sebagainya, simbol-simbol, serta cara berbicara seperti intonasi, penekanan, kualitas suara, gaya emosi, dan gaya berbicara.
Para ahli di bidang komunikasi nonverbal biasanya menggunakan definisi "tidak menggunakan kata" dengan ketat, dan tidak menyamakan komunikasi nonverbal dengan komunikasi nonlisan. Contohnya, bahasa isyarat dan tulisan tidak dianggap sebagai komunikasi nonverbal karena menggunakan kata, sedangkan intonasi dan gaya berbicara tergolong sebagai komunikasi nonverbal. Komunikasi nonverbal juga berbeda dengan komunikasi bawah sadar, yang dapat berupa komunikasi verbal maupun nonverbal.
- Gestur
Gestur atau gerakan tubuh biasanya digunakan untuk menyampaikan pesan tanpa menggunakan kata-kata. Gestur yang sering digunakan misalnya melambai, menunjuk, atau menganggukan kepala.
Berbeda dengan eskpresi wajah yang dinilai sangat universal, gestur lebih dipengaruhi oleh budaya dalam suatu masyarakat. Misalnya, ada beberapa gestur yang dinilai tidak sopan jika dilakukan pada kelompok masyarakat tertentu, namun pada kelompok masyarakat lain gestur tersebut mungkin bersifat netral.
- Kinestik
Kinesics adalah bentuk dalam komunikasi nonverbal yang berkaitan dengan gerakan, baik bagian tubuh tertentu ataupun tubuh secara keseluruhan. Kinesics pada dasarnya adalah interpretasi bahasa tubuh seperti ekspresi wajah, gerak mata, penampilan personal dan lainnya. Bahasa tubuh tersebut merupakan penafsiran perasaan, sikap, dan suasana hati yang tidak disadari maupun disadari. Bidang studi utama dalam kinesik adalah postur dan sikap tubuh.
Kinesik:
Kinesik mengacu pada studi gerakan tubuh dan ekspresi wajah sebagai bentuk komunikasi nonverbal. Ini termasuk berbagai gerakan tubuh seperti gerakan tangan, posisi tubuh, ekspresi wajah, dan bahasa tubuh lainnya. Kinesik dapat menyampaikan emosi, niat, sikap, atau pesan secara keseluruhan.
Contoh Kinesik termasuk:
- Mengangguk kepala untuk menunjukkan persetujuan atau pengertian.
- Menggelengkan kepala untuk menunjukkan ketidaksetujuan atau ketidaktahuan.
- Mengedipkan mata untuk memberikan isyarat atau mengekspresikan kejutan.
- Mengangkat bahu sebagai tanda ketidaktahuan atau ketidakpastian.
Gesture adalah salah satu komunikasi yang masuk ke dalam komunikasi kinesik, atau komunikasi yang meliputi gerakan tangan dan tubuh. Gerakan tangan atau tubuh ini diartikan sebagai pengganti, atau dilakukan bersama dengan pengucapan.
Ekspresi wajah juga termasuk ke dalam gesture. Gerakan tubuh ini memungkinkan seseorang untuk mengkomunikasikan perasaan dan pikirannya. Mulai dari permusuhan, penghinaan sampai kasih sayang.
Gesture dan pengucapan sebetulnya merupakan hal yang independen, tetapi mereka bisa bergabung untuk memberikan penekanan pada hal yang ingin disampaikan. Bahasa gesture ini terjadi di area otak Broca dan Wernicke.
Area otak tersebut digunakan untuk berbicara dan bahasa isyarat. Bahasa yang digunakan oleh manusia ini pasalnya sudah mengalami evolusi. Yang awalnya hanya menggerakan tubuh saja, menjadi sebuah pengucapan
Pendekatan komunikasi nonverbal adalah bentuk komunikasi yang menunjukkan bahasa kejujuran, karena gerakan/ekspresi muka atau mimik lebih bermakna (jujur) daripada yang diucapkan. Sedangkan istilah KINESIK sendiri adalah gerakan tubuh meliputi kontak mata, ekpresi muka atau wajah, isyarat tubuh dan sikap tubuhSelain ekspresi wajah, komunikasi nonverbal seperti menggerakan tangan atau tubuh disebut dengan gestur.Gestur (disebut juga gerak isyarat) adalah suatu bentuk komunikasi non-verbal dengan aksi tubuh yang terlihat mengkomunikasikan pesan-pesan tertentu, baik sebagai pengganti bicara atau bersamaan dan paralel dengan kata-kata. Gestur mengikutkan pergerakan dari tangan, wajah, atau bagian lain dari tubuh.contoh sikap tubuh atau gerak tubuh sebagai simbol dalam berinteraksi dengan orang lain?
Aturan mengenai gerak dan sikap tubuh adalah aturan dalam interaksi sosial untuk membaca perilaku seseorang karena interaksi tidak hanya melalui kata-kata saja. Gerak dan sikap tubuh antara lain senyum, memicingkan mata, mengangkat bahu, menganggukkan kepala, mengacungkan ibu jari, dan lainnya.
1. Kinesik:
Kinesik adalah studi tentang bahasa tubuh atau gerakan tubuh yang digunakan dalam komunikasi non-verbal. Ini mencakup berbagai elemen, seperti gerakan tubuh, postur, dan ekspresi wajah, yang dapat menyampaikan pesan atau emosi kepada orang lain. Berikut beberapa contoh kinesik yang umum:
a. Ekspresi Wajah:
Ekspresi wajah adalah salah satu bentuk komunikasi non-verbal paling kuat. Ekspresi seperti senyum, kerutan dahi, atau ekspresi marah dapat mengungkapkan perasaan seseorang tanpa kata-kata. Sebagai contoh, senyum biasanya dianggap sebagai tanda kebahagiaan atau persetujuan.
b. Kontak Mata:
Kontak mata adalah cara penting untuk menunjukkan ketertarikan, kepercayaan, atau rasa hormat dalam berkomunikasi. Kontak mata yang baik dapat menunjukkan bahwa Anda benar-benar mendengarkan dan berinteraksi dengan seseorang.
c. Gerakan Tubuh:
Gerakan tubuh seperti mengangguk atau menggelengkan kepala, mengangkat alis, atau menggaruk kepala dapat mengungkapkan berbagai pesan atau reaksi emosional. Misalnya, mengangguk bisa berarti persetujuan, sementara menggelengkan kepala bisa berarti penolakan atau ketidaksetujuan.
d. Postur Tubuh:
Postur tubuh seseorang juga dapat memberikan wawasan tentang perasaan atau sikap mereka. Misalnya, seseorang yang duduk tegak mungkin menunjukkan rasa percaya diri, sementara seseorang yang membungkuk mungkin menunjukkan kekakuan atau ketidaknyamanan.
e. Jarak Sosial:
Jarak fisik antara dua orang dalam interaksi sosial juga merupakan bagian penting dari kinesik. Jarak yang dekat bisa menunjukkan ketertarikan atau kenyamanan, sementara jarak yang jauh bisa menunjukkan ketidaknyamanan atau keengganan.
2. Gesture dalam Komunikasi Non-Verbal:
Gesture adalah gerakan tangan atau tubuh yang digunakan untuk menyampaikan pesan atau informasi tambahan dalam komunikasi non-verbal. Gestur dapat memiliki makna yang berbeda-beda tergantung pada konteks, budaya, dan tata bahasa tubuh yang berlaku. Berikut adalah penjelasan lebih lanjut mengenai pentingnya gesture dalam komunikasi:
a. Gesture Tangan:
Gesture tangan adalah cara umum untuk menyampaikan pesan tambahan dalam percakapan. Misalnya, mengacungkan jari telunjuk ke atas dapat berarti "saya memiliki pertanyaan" atau "saya ingin bicara," sementara mengacungkan jari tengah ke atas adalah gestur yang kasar dan menghina. Gestur tangan juga dapat digunakan untuk menggambarkan objek atau mengindikasikan arah, seperti mengarahkan tangan ke kiri atau kanan.
b. Gesture Wajah:
Wajah kita juga dapat digunakan untuk gesture, seperti mengedipkan mata untuk mengindikasikan kesepakatan atau mengangkat alis sebagai tanda kejutan atau ketidakpercayaan. Ekspresi wajah yang kita buat dapat mendukung atau memperkuat pesan verbal kita. Misalnya, saat memberi pujian, ekspresi wajah yang ramah dan tulus dapat memperkuat kata-kata kita.
c. Gesture Badan:
Gesture badan mencakup gerakan tubuh yang lebih luas, seperti mengangkat bahu, menggelengkan kepala, atau melambaikan tangan. Gesture ini dapat digunakan untuk menyampaikan reaksi emosional atau pemahaman dalam percakapan. Misalnya, mengangkat bahu dengan ekspresi bingung dapat berarti bahwa seseorang tidak yakin atau tidak tahu jawabannya.
d. Gesture Simbolik:
Beberapa gesture memiliki makna simbolik yang telah diakui secara budaya atau sosial. Misalnya, jari telunjuk yang menunjuk ke atas sebagai simbol kemenangan atau jempol yang diangkat sebagai simbol persetujuan. Gesture simbolik seperti ini sering digunakan dalam konteks informal atau bahkan dalam bahasa isyarat.
e. Gesture dalam Budaya:
Penting untuk diingat bahwa makna gesture dapat berbeda-beda antar budaya. Apa yang dianggap sebagai gesture yang sopan atau patut dihormati dalam satu budaya mungkin dianggap kasar atau tidak pantas dalam budaya lain. Oleh karena itu, penting untuk memiliki pemahaman yang baik tentang budaya dan konteks ketika Anda berkomunikasi dengan orang dari latar belakang budaya yang berbeda.
3. Pentingnya Kombinasi Komunikasi Non-Verbal dan Verbal:
Kombinasi antara komunikasi verbal dan non-verbal sangat penting dalam komunikasi sehari-hari. Kedua aspek ini seringkali saling melengkapi satu sama lain untuk menyampaikan pesan secara efektif. Misalnya, ketika seseorang mengatakan "ya" sambil mengangguk kepala, itu menguatkan pesan persetujuan mereka
Penting untuk diingat bahwa makna kinesik dan gestur dapat bervariasi secara signifikan antara budaya. Gestur yang dianggap sopan di satu budaya mungkin dianggap kasar atau tidak pantas di budaya lain. Oleh karena itu, penting untuk memiliki pemahaman yang baik tentang budaya dan konteks ketika Anda berkomunikasi dengan orang dari latar belakang budaya yang berbeda.
Dalam bisnis, komunikasi non-verbal juga dapat berperan penting dalam kesuksesan. Kualitas presentasi dan kemampuan untuk membaca reaksi audiens melalui bahasa tubuh dapat memengaruhi bagaimana pesan disampaikan dan diterima. Sebagai contoh, seorang pemimpin yang mampu mengendalikan ekspresi wajah dan postur tubuhnya dapat memberikan pesan kepercayaan diri dan ketenangan kepada timnya, yang dapat memotivasi mereka.
Selain itu, dalam konteks sosial dan interpersonal, komunikasi non-verbal dapat membantu dalam memahami emosi dan perasaan orang lain. Kontak mata yang baik dan mendengarkan ekspresi wajah dapat membantu Anda memahami apakah seseorang bahagia, sedih, marah, atau bingung.
Komunikasi non-verbal atau Komunikasi bukan lisan adalah bentuk komunikasi yang tidak melibatkan kata-kata atau bahasa lisan. Ini mencakup berbagai elemen seperti bahasa tubuh, ekspresi wajah, kontak mata, gerakan tubuh, postur, nada suara, dan gestur. Dalam konteks ini, kita akan membahas dua aspek penting dari komunikasi non-verbal: kinesik dan gestur.
1. Kinesik:
Kinesik adalah studi tentang bahasa tubuh atau gerakan tubuh yang digunakan dalam komunikasi non-verbal. Ini mencakup berbagai elemen, seperti gerakan tubuh, postur, dan ekspresi wajah, yang dapat menyampaikan pesan atau emosi kepada orang lain. Berikut beberapa contoh kinesik yang umum:
a. Ekspresi Wajah
Ekspresi wajah adalah salah satu bentuk komunikasi non-verbal paling kuat. Ekspresi seperti senyum, kerutan dahi, atau ekspresi marah dapat mengungkapkan perasaan seseorang tanpa kata-kata. Sebagai contoh, senyum biasanya dianggap sebagai tanda kebahagiaan atau persetujuan.
b. Kontak Mata
Kontak mata adalah cara penting untuk menunjukkan ketertarikan, kepercayaan, atau rasa hormat dalam berkomunikasi. Kontak mata yang baik dapat menunjukkan bahwa Anda benar-benar mendengarkan dan berinteraksi dengan seseorang.
c. Gerakan Tubuh
Gerakan tubuh seperti mengangguk atau menggelengkan kepala, mengangkat alis, atau menggaruk kepala dapat mengungkapkan berbagai pesan atau reaksi emosional. Misalnya, mengangguk bisa berarti persetujuan, sementara menggelengkan kepala bisa berarti penolakan atau ketidaksetujuan.
d. Postur Tubuh
Postur tubuh seseorang juga dapat memberikan wawasan tentang perasaan atau sikap mereka. Misalnya, seseorang yang duduk tegak mungkin menunjukkan rasa percaya diri, sementara seseorang yang membungkuk mungkin menunjukkan kekakuan atau ketidaknyamanan.
e. Jarak Sosial
Jarak fisik antara dua orang dalam interaksi sosial juga merupakan bagian penting dari kinesik. Jarak yang dekat bisa menunjukkan ketertarikan atau kenyamanan, sementara jarak yang jauh bisa menunjukkan ketidaknyamanan atau keengganan.
2. Gesture
Gesture merujuk pada gerakan tangan atau bagian tubuh lainnya yang digunakan untuk menyampaikan pesan atau informasi. Gesture dapat membantu dalam mengkomunikasikan makna yang lebih spesifik atau menekankan pesan verbal.
Contoh Gesture termasuk:
• Mengangkat jari telunjuk untuk menunjukkan penegasan atau fokus pada sesuatu.
• Melambaikan tangan untuk memberi salam atau mengucapkan selamat tinggal.
• Mengangkat tangan untuk meminta izin atau mengajukan pertanyaan.
• Mengacungkan jari tengah sebagai tanda ketidaksetujuan.
Kinesik, yaitu bentuk komunikasi non-verbal yang berkaitan dengan gerakan, baik bagian tubuh tertentu atau tubuh secara keseluruhan. Pandangan bahasa tubuh seperti ekspresi wajah, gerak mata, penampilan personal dan lainnya.
Gesture, yaitu bentuk komunikasi non-verbal yang mana merupakan gerakan yang dilakukan oleh tubuh yang tidak melibatkan ucapan. Misalnya, jika seseorang menganggukkan kepala saat mengatakan sesuatu, kemungkinan besar mereka setuju dengan apa yang mereka katakan.
1.Kinestetik (gerakan tubuh)
•Emblem, ialah isyarat yang berarti langsung pada simbol yang dibuat oleh gerakan badan
•Ilustrator, ialah isyarat yang dibuat dengan gerakan-gerakan badan untuk menjelaskan sesuatu.
•Affect display ialah isyarat yang terjadi karena adanya dorongan emosional sehingga berpengaruh pada ekspresi muka.
•Regulators, ialah gerakan tubuh yang terjadi pada daerah kepala
•Adaptory, ialah gerakan badan yang dilakukan sebagai tanda kejengkelan.
2.Gesture (ekspresi wajah)
Ekspresi wajah adalah komunikasi nonverbal yang paling mudah dimengerti oleh orang banyak. Raut wajah sering sekali menjadi simbol keadaan hati dan pikiran seseorang. Ekspresi wajah juga dapat menyampaikan keadaan emosi seseorang kepada orang yang mengamati.
Komunikasi non-verbal adalah bentuk komunikasi yang tidak melibatkan kata-kata atau bahasa lisan. Ini terdiri dari berbagai elemen seperti bahasa tubuh, ekspresi wajah, kontak mata, gerakan tubuh, postur, nada suara, dan gestur.
1. Kinesik:
Kinesik adalah studi tentang bahasa tubuh atau gerakan tubuh yang digunakan dalam komunikasi non-verbal. Ini mencakup berbagai point sebagai berikut:
- Ekspresi Wajah
Ekspresi wajah adalah salah satu bentuk komunikasi non-verbal paling kuat. Ekspresi seperti senyum, kerutan dahi, atau ekspresi marah dapat mengungkapkan perasaan seseorang tanpa kata-kata.
- Kontak Mata
Kontak mata adalah cara penting untuk menunjukkan ketertarikan, kepercayaan, atau rasa hormat dalam berkomunikasi.
- Gerakan Tubuh
Gerakan tubuh seperti mengangguk atau menggelengkan kepala, mengangkat alis, atau menggaruk kepala dapat mengungkapkan berbagai pesan atau reaksi emosional.
- Postur Tubuh
Postur tubuh seseorang juga dapat memberikan wawasan tentang perasaan atau sikap mereka.
- Jarak Sosial
Jarak fisik antara dua orang dalam interaksi sosial juga merupakan bagian penting dari kinesik.
2. Gesture dalam Komunikasi Non-Verbal
Gesture adalah gerakan tangan atau tubuh yang digunakan untuk menyampaikan pesan atau informasi tambahan dalam komunikasi non-verbal. Gestur dapat memiliki makna yang berbeda-beda tergantung pada konteks, budaya, dan tata bahasa tubuh yang berlaku.
- Gesture Tangan
Gesture tangan adalah cara umum untuk menyampaikan pesan tambahan dalam percakapan.
- Gesture Wajah
Wajah kita juga dapat digunakan untuk gesture, seperti mengedipkan mata untuk mengindikasikan kesepakatan atau mengangkat alis sebagai tanda kejutan atau ketidakpercayaan. Ekspresi wajah yang kita buat dapat mendukung atau memperkuat pesan verbal kita.
- Gesture Badan
Gesture badan mencakup gerakan tubuh yang lebih luas, seperti mengangkat bahu, menggelengkan kepala, atau melambaikan tangan. Gesture ini dapat digunakan untuk menyampaikan reaksi emosional atau pemahaman dalam percakapan.
- Gesture Simbolik
Beberapa gesture memiliki makna simbolik yang telah diakui secara budaya atau sosial. Misalnya, jari telunjuk yang menunjuk ke atas sebagai simbol kemenangan atau jempol yang diangkat sebagai simbol persetujuan. Gesture simbolik seperti ini sering digunakan dalam konteks informal atau bahkan dalam bahasa isyarat.
- Gesture dalam Budaya
Penting untuk diingat bahwa makna gesture dapat berbeda-beda antar budaya. Apa yang dianggap sebagai gesture yang sopan atau patut dihormati dalam satu budaya mungkin dianggap kasar atau tidak pantas dalam budaya lain.
Berikut definisi dan pengertian komunikasi nonverbal dari beberapa sumber buku:
1. Menurut Muhammad (2002), komunikasi nonverbal adalah penciptaan dan pertukaran pesan dengan tidak menggunakan kata-kata, melainkan menggunakan bahasa isyarat seperti gerakan tubuh, sikap tubuh, vokal yang bukan kata-kata, kontak mata, ekspresi muka, kedekatan jarak, sentuhan, dan sebagainya.
2. Menurut Liliweri (2007), komunikasi nonverbal adalah semua kejadian di sekeliling situasi komunikasi yang tidak berhubungan dengan kata-kata yang diucapkan atau dituliskan dan meliputi semua stimulus nonverbal yang dalam setting komunikatif digeneralisasikan oleh individu dan lingkungan individu yang memakainya.
3.Menurut Riswandi (2009), komunikasi nonverbal adalah semua rangsangan (kecuali rangsangan verbal) dalam suatu setting komunikasi yang dihasilkan oleh individu dan penggunaan lingkungan oleh individu, yang mempunyai nilai pesan potensial bagi pengirim atau penerima. Secara sederhana, pesan nonverbal adalah semua isyarat yang bukan kata-kata.
4.Menurut Gea, dkk (2011), komunikasi nonverbal adalah setiap bentuk perilaku manusia yang langsung dapat diamati oleh orang lain dan yang mengandung informasi tertentu tentang pengirim atau pelakunya
Menurut Liliweri (2011), komunikasi nonverbal dapat dibagi menjadi beberapa bentuk, yaitu sebagai berikut:
1.Kinesik
Kinesik merupakan bentuk komunikasi nonverbal yang berupa Bahasa isyarat dan gerakan badan. Dalam menyampaikan pembelajaran guru tidak hanya menggunakan kata-kata dalam menjelaskan materi pelajaran tapi guru memperkuat komunikasi verbal tersebut disertai dengan komunikasi nonverbal. Misalnya guru menjelaskan tata cara berwudhu, selain guru menjelaskan secara verbal namun disertai dengan gerakan.
2. Gesture
Sering kali seseorang mempunyai kesan tertentu terhadap tampilan fisik tubuh dari lawan bicara. Yang dimana artinya bahasa tubuh yang setiap dalam berkomunikasi atau berinteraksi dengan orang lain , seseorang akan secara natural memberikan bahasa tubuh yang berbeda-berbeda yang memiliki makna tertentu.
1. Kinesik:
Kinesik adalah studi tentang bahasa tubuh atau gerakan tubuh yang digunakan dalam komunikasi non-verbal. Ini mencakup berbagai elemen, seperti gerakan tubuh, postur, dan ekspresi wajah, yang dapat menyampaikan pesan atau emosi kepada orang lain. Berikut beberapa contoh kinesik yang umum:
a. Ekspresi Wajah:
Ekspresi wajah adalah salah satu bentuk komunikasi non-verbal paling kuat. Ekspresi seperti senyum, kerutan dahi, atau ekspresi marah dapat mengungkapkan perasaan seseorang tanpa kata-kata. Sebagai contoh, senyum biasanya dianggap sebagai tanda kebahagiaan atau persetujuan.
b. Kontak Mata:
Kontak mata adalah cara penting untuk menunjukkan ketertarikan, kepercayaan, atau rasa hormat dalam berkomunikasi. Kontak mata yang baik dapat menunjukkan bahwa Anda benar-benar mendengarkan dan berinteraksi dengan seseorang.
c. Gerakan Tubuh:
Gerakan tubuh seperti mengangguk atau menggelengkan kepala, mengangkat alis, atau menggaruk kepala dapat mengungkapkan berbagai pesan atau reaksi emosional. Misalnya, mengangguk bisa berarti persetujuan, sementara menggelengkan kepala bisa berarti penolakan atau ketidaksetujuan.
d. Postur Tubuh:
Postur tubuh seseorang juga dapat memberikan wawasan tentang perasaan atau sikap mereka. Misalnya, seseorang yang duduk tegak mungkin menunjukkan rasa percaya diri, sementara seseorang yang membungkuk mungkin menunjukkan kekakuan atau ketidaknyamanan.
e. Jarak Sosial:
Jarak fisik antara dua orang dalam interaksi sosial juga merupakan bagian penting dari kinesik. Jarak yang dekat bisa menunjukkan ketertarikan atau kenyamanan, sementara jarak yang jauh bisa menunjukkan ketidaknyamanan atau keengganan.
2. Gesture dalam Komunikasi Non-Verbal:
Gesture adalah gerakan tangan atau tubuh yang digunakan untuk menyampaikan pesan atau informasi tambahan dalam komunikasi non-verbal. Gestur dapat memiliki makna yang berbeda-beda tergantung pada konteks, budaya, dan tata bahasa tubuh yang berlaku. Berikut adalah penjelasan lebih lanjut mengenai pentingnya gesture dalam komunikasi:
a. Gesture Tangan:
Gesture tangan adalah cara umum untuk menyampaikan pesan tambahan dalam percakapan. Misalnya, mengacungkan jari telunjuk ke atas dapat berarti "saya memiliki pertanyaan" atau "saya ingin bicara," sementara mengacungkan jari tengah ke atas adalah gestur yang kasar dan menghina. Gestur tangan juga dapat digunakan untuk menggambarkan objek atau mengindikasikan arah, seperti mengarahkan tangan ke kiri atau kanan.
b. Gesture Wajah:
Wajah kita juga dapat digunakan untuk gesture, seperti mengedipkan mata untuk mengindikasikan kesepakatan atau mengangkat alis sebagai tanda kejutan atau ketidakpercayaan. Ekspresi wajah yang kita buat dapat mendukung atau memperkuat pesan verbal kita. Misalnya, saat memberi pujian, ekspresi wajah yang ramah dan tulus dapat memperkuat kata-kata kita.
c. Gesture Badan:
Gesture badan mencakup gerakan tubuh yang lebih luas, seperti mengangkat bahu, menggelengkan kepala, atau melambaikan tangan. Gesture ini dapat digunakan untuk menyampaikan reaksi emosional atau pemahaman dalam percakapan. Misalnya, mengangkat bahu dengan ekspresi bingung dapat berarti bahwa seseorang tidak yakin atau tidak tahu jawabannya.
d. Gesture Simbolik:
Beberapa gesture memiliki makna simbolik yang telah diakui secara budaya atau sosial. Misalnya, jari telunjuk yang menunjuk ke atas sebagai simbol kemenangan atau jempol yang diangkat sebagai simbol persetujuan. Gesture simbolik seperti ini sering digunakan dalam konteks informal atau bahkan dalam bahasa isyarat.
e. Gesture dalam Budaya:
Penting untuk diingat bahwa makna gesture dapat berbeda-beda antar budaya. Apa yang dianggap sebagai gesture yang sopan atau patut dihormati dalam satu budaya mungkin dianggap kasar atau tidak pantas dalam budaya lain. Oleh karena itu, penting untuk memiliki pemahaman yang baik tentang budaya dan konteks ketika Anda berkomunikasi dengan orang dari latar belakang budaya yang berbeda.
3. Pentingnya Kombinasi Komunikasi Non-Verbal dan Verbal:
Kombinasi antara komunikasi verbal dan non-verbal sangat penting dalam komunikasi sehari-hari. Kedua aspek ini seringkali saling melengkapi satu sama lain untuk menyampaikan pesan secara efektif. Misalnya, ketika seseorang mengatakan "ya" sambil mengangguk kepala, itu menguatkan pesan persetujuan mereka
Penting untuk diingat bahwa makna kinesik dan gestur dapat bervariasi secara signifikan antara budaya. Gestur yang dianggap sopan di satu budaya mungkin dianggap kasar atau tidak pantas di budaya lain. Oleh karena itu, penting untuk memiliki pemahaman yang baik tentang budaya dan konteks ketika Anda berkomunikasi dengan orang dari latar belakang budaya yang berbeda. Dalam bisnis, komunikasi non-verbal juga dapat berperan penting dalam kesuksesan. Kualitas presentasi dan kemampuan untuk membaca reaksi audiens melalui bahasa tubuh dapat memengaruhi bagaimana pesan disampaikan dan diterima. Sebagai contoh, seorang pemimpin yang mampu mengendalikan ekspresi wajah dan postur tubuhnya dapat memberikan pesan kepercayaan diri dan ketenangan kepada timnya, yang dapat memotivasi mereka.
Selain itu, dalam konteks sosial dan interpersonal, komunikasi non-verbal dapat membantu dalam memahami emosi dan perasaan orang lain.
1. Kinesik:
Kinesik adalah studi tentang bahasa tubuh atau gerakan tubuh yang digunakan dalam komunikasi non-verbal. Ini mencakup berbagai elemen, seperti gerakan tubuh, postur, dan ekspresi wajah, yang dapat menyampaikan pesan atau emosi kepada orang lain. Berikut beberapa contoh kinesik yang umum:
a. Ekspresi Wajah:
Ekspresi wajah adalah salah satu bentuk komunikasi non-verbal paling kuat. Ekspresi seperti senyum, kerutan dahi, atau ekspresi marah dapat mengungkapkan perasaan seseorang tanpa kata-kata. Sebagai contoh, senyum biasanya dianggap sebagai tanda kebahagiaan atau persetujuan.
b. Kontak Mata:
Kontak mata adalah cara penting untuk menunjukkan ketertarikan, kepercayaan, atau rasa hormat dalam berkomunikasi. Kontak mata yang baik dapat menunjukkan bahwa Anda benar-benar mendengarkan dan berinteraksi dengan seseorang.
c. Gerakan Tubuh:
Gerakan tubuh seperti mengangguk atau menggelengkan kepala, mengangkat alis, atau menggaruk kepala dapat mengungkapkan berbagai pesan atau reaksi emosional. Misalnya, mengangguk bisa berarti persetujuan, sementara menggelengkan kepala bisa berarti penolakan atau ketidaksetujuan.
d. Postur Tubuh:
Postur tubuh seseorang juga dapat memberikan wawasan tentang perasaan atau sikap mereka. Misalnya, seseorang yang duduk tegak mungkin menunjukkan rasa percaya diri, sementara seseorang yang membungkuk mungkin menunjukkan kekakuan atau ketidaknyamanan.
e. Jarak Sosial:
Jarak fisik antara dua orang dalam interaksi sosial juga merupakan bagian penting dari kinesik. Jarak yang dekat bisa menunjukkan ketertarikan atau kenyamanan, sementara jarak yang jauh bisa menunjukkan ketidaknyamanan atau keengganan.
2. Gesture dalam Komunikasi Non-Verbal:
Gesture adalah gerakan tangan atau tubuh yang digunakan untuk menyampaikan pesan atau informasi tambahan dalam komunikasi non-verbal. Gestur dapat memiliki makna yang berbeda-beda tergantung pada konteks, budaya, dan tata bahasa tubuh yang berlaku. Berikut adalah penjelasan lebih lanjut mengenai pentingnya gesture dalam komunikasi:
a. Gesture Tangan:
Gesture tangan adalah cara umum untuk menyampaikan pesan tambahan dalam percakapan. Misalnya, mengacungkan jari telunjuk ke atas dapat berarti "saya memiliki pertanyaan" atau "saya ingin bicara," sementara mengacungkan jari tengah ke atas adalah gestur yang kasar dan menghina. Gestur tangan juga dapat digunakan untuk menggambarkan objek atau mengindikasikan arah, seperti mengarahkan tangan ke kiri atau kanan.
b. Gesture Wajah:
Wajah kita juga dapat digunakan untuk gesture, seperti mengedipkan mata untuk mengindikasikan kesepakatan atau mengangkat alis sebagai tanda kejutan atau ketidakpercayaan. Ekspresi wajah yang kita buat dapat mendukung atau memperkuat pesan verbal kita. Misalnya, saat memberi pujian, ekspresi wajah yang ramah dan tulus dapat memperkuat kata-kata kita.
c. Gesture Badan:
Gesture badan mencakup gerakan tubuh yang lebih luas, seperti mengangkat bahu, menggelengkan kepala, atau melambaikan tangan. Gesture ini dapat digunakan untuk menyampaikan reaksi emosional atau pemahaman dalam percakapan. Misalnya, mengangkat bahu dengan ekspresi bingung dapat berarti bahwa seseorang tidak yakin atau tidak tahu jawabannya.
d. Gesture Simbolik:
Beberapa gesture memiliki makna simbolik yang telah diakui secara budaya atau sosial. Misalnya, jari telunjuk yang menunjuk ke atas sebagai simbol kemenangan atau jempol yang diangkat sebagai simbol persetujuan. Gesture simbolik seperti ini sering digunakan dalam konteks informal atau bahkan dalam bahasa isyarat.
e. Gesture dalam Budaya:
Penting untuk diingat bahwa makna gesture dapat berbeda-beda antar budaya. Apa yang dianggap sebagai gesture yang sopan atau patut dihormati dalam satu budaya mungkin dianggap kasar atau tidak pantas dalam budaya lain. Oleh karena itu, penting untuk memiliki pemahaman yang baik tentang budaya dan konteks ketika Anda berkomunikasi dengan orang dari latar belakang budaya yang berbeda.
3. Pentingnya Kombinasi Komunikasi Non-Verbal dan Verbal:
Kombinasi antara komunikasi verbal dan non-verbal sangat penting dalam komunikasi sehari-hari. Kedua aspek ini seringkali saling melengkapi satu sama lain untuk menyampaikan pesan secara efektif. Misalnya, ketika seseorang mengatakan "ya" sambil mengangguk kepala, itu menguatkan pesan persetujuan mereka
Penting untuk diingat bahwa makna kinesik dan gestur dapat bervariasi secara signifikan antara budaya. Gestur yang dianggap sopan di satu budaya mungkin dianggap kasar atau tidak pantas di budaya lain. Oleh karena itu, penting untuk memiliki pemahaman yang baik tentang budaya dan konteks ketika Anda berkomunikasi dengan orang dari latar belakang budaya yang berbeda.
Dalam bisnis, komunikasi non-verbal juga dapat berperan penting dalam kesuksesan. Kualitas presentasi dan kemampuan untuk membaca reaksi audiens melalui bahasa tubuh dapat memengaruhi bagaimana pesan disampaikan dan diterima. Sebagai contoh, seorang pemimpin yang mampu mengendalikan ekspresi wajah dan postur tubuhnya dapat memberikan pesan kepercayaan diri dan ketenangan kepada timnya, yang dapat memotivasi mereka.
Selain itu, dalam konteks sosial dan interpersonal, komunikasi non-verbal dapat membantu dalam memahami emosi dan perasaan orang lain. Kontak mata yang baik dan mendengarkan ekspresi wajah dapat membantu Anda memahami apakah seseorang bahagia, sedih, marah, atau bingung.
Pendekatan komunikasi nonverbal adalah bentuk komunikasi yang menunjukkan bahasa kejujuran, karena gerakan/ekspresi muka atau mimik lebih bermakna (jujur) daripada yang diucapkan. Sedangkan istilah KINESIK sendiri adalah gerakan tubuh meliputi kontak mata, ekpresi muka atau wajah, isyarat tubuh dan sikap tubuh.Gestur (disebut juga gerak isyarat) adalah suatu bentuk komunikasi non-verbal dengan aksi tubuh yang terlihat mengkomunikasikan pesan-pesan tertentu, baik sebagai pengganti bicara atau bersamaan dan paralel dengan kata-kata. Gestur mengikutkan pergerakan dari tangan, wajah, atau bagian lain dari tubuh.
Kinesik (Kinesics):
Kinesik merujuk pada studi gerakan tubuh dan ekspresi wajah dalam komunikasi non-verbal. Ini termasuk berbagai elemen, seperti postur tubuh, gerakan mata, ekspresi wajah, gestur tangan, posisi tubuh, dan kontak mata. Kinesik dapat memberikan wawasan penting tentang perasaan, emosi, atau niat seseorang. Sebagai contoh, senyum yang tulus atau pandangan mata yang intens dapat mengungkapkan banyak informasi tanpa kata-kata.
Gesture (Gestur):
Gestur mengacu pada gerakan tangan, lengan, atau tubuh lainnya yang digunakan untuk menyampaikan pesan atau informasi. Gestur bisa bersifat spontan atau diatur, dan berbagai budaya memiliki gestur khas mereka sendiri. Contoh gestur termasuk menganggukkan kepala untuk mengindikasikan persetujuan, mengangkat jari tengah sebagai tanda ketidaksetujuan, atau memberikan isyarat tangan yang bersifat menguatkan pesan lisan. Gestur juga dapat digunakan untuk menambah konteks atau detail pada pembicaraan.
Kinesik dan gestur adalah bagian penting dari komunikasi non-verbal, dan keduanya dapat memengaruhi bagaimana pesan disampaikan dan diterima. Penting untuk memahami bahwa makna kinesik dan gestur dapat bervariasi berdasarkan budaya dan konteks, sehingga penting untuk menginterpretasikan mereka dengan bijak, mengingat latar belakang kultural dan situasi komunikasi tertentu.
1. Kinesik: Kinesik adalah gerakan tubuh yang meliputi kontak mata, ekspresi wajah, isyarat, dan sikap tubuh. Kinesik dapat membantu dalam memperkuat pesan verbal dan membangun koneksi dengan lawan bicara.
2. Gesture: Gesture adalah gerakan tangan atau tubuh yang digunakan untuk menyampaikan pesan atau informasi. Gesture dapat membantu dalam memperjelas pesan yang disampaikan dan memperkuat pesan verbal.
Komunikasi nonverbal sangat penting dalam proses komunikasi karena dapat membantu dalam meningkatkan pemahaman, membangun hubungan sosial, dan mempengaruhi atau merubah sikap, pendapat, atau perilaku orang lain. Oleh karena itu, penting bagi setiap individu untuk memperhatikan cara berkomunikasi nonverbal yang baik dan melatih kemampuan untuk menggunakan kinesik dan gesture secara tepat dan efektif.
Gesture adalah salah satu komunikasi yang masuk ke dalam komunikasi kinesik, atau komunikasi yang meliputi gerakan tangan dan tubuh. Gerakan tangan atau tubuh ini diartikan sebagai pengganti, atau dilakukan bersama dengan pengucapan.
Ekspresi wajah juga termasuk ke dalam gesture. Gerakan tubuh ini memungkinkan seseorang untuk mengkomunikasikan perasaan dan pikirannya. Mulai dari permusuhan, penghinaan sampai kasih sayang.
Gesture dan pengucapan sebetulnya merupakan hal yang independen, tetapi mereka bisa bergabung untuk memberikan penekanan pada hal yang ingin disampaikan. Bahasa gesture ini terjadi di area otak Broca dan Wernicke.
Area otak tersebut digunakan untuk berbicara dan bahasa isyarat. Bahasa yang digunakan oleh manusia ini pasalnya sudah mengalami evolusi. Yang awalnya hanya menggerakan tubuh saja, menjadi sebuah pengucapan
Kecerdasan kinestetik ialah kemampuan anak menggunakan ketangkasan tubuh untuk mengekspresikan ide dan perasaan dan menggunakan keterampilan tangan untuk mengubah atau menciptakan sesuatu