Nama:Denaya Yuliana putri
Kelas:3A
Npm:2213054011
1. Perspektif biologis-tempramen,Gagasan ini berfokus pada kesesuaian temperamen dan kondisi pengasuhan serta pentingnya agen sosialisasi, seperti orang tua dan guru, mengubah praktik mereka agar “sesuai” dengan karakteristik temperamental anak, dengan sedikit perhatian diberikan pada kontribusi pengalaman terhadap perkembangan temperamen. (misalnya, bagaimana dukungan orang tua dapat membantu anak-anak mengurangi kecenderungan reaksi ketakutan mereka terhadap lingkungan yang menantang). Meski demikian, argumen Thomas dan Chess, serta argumen Rothbart dan Lerner, memberikan landasan bagi eksplorasi faktor lingkungan, termasuk budaya, dalam perkembangan temperamen dan hubungannya dengan penyesuaian sosial dan psikologis.
2.perspektif psikoanalisis-teori psikoseksual dari freud-teori psikososial
-teori psikoanalisis
1.masing-masing tahap terdiri dari tugas perkembangan yang khas,menghadapkan individu dengan suatu krisis yang harus dihadapi.
2.krisis ini bukanlah suatu bencana,tetapi titik balik,peningkatan kerentanan dan peningkatan potensi.
3.semakin berhasil individu mengatasi krisis,akan semakinsehat perkembangan mereka.
-teori psikoseksual
1.tahap mulut
2.tahap lubang anus
3.tahap alat kelamin laki-laki
4.tahap tersembunyi
5.tahap kemaluan
-teori psikososial
1.pandangan bahwa perkembangan dibentuk oleh kekuatan bawah sadar yang memotivasi perilaku manusia.
2.perkembangan pada dasarnya tidak disadari yaitu diluar kesadaran dan diwarnai oleh emosi.
3.pengalaman-pengalaman sebelumnya dengan orang tua secara ektensif membentuk perkembangan.
3. Perspektif Pembelajaran Teori Skinner, Watson dan Bandura
behaviorisme karena menekankan perlunya perilaku (behaviour) yang dapat diamati. Behaviorisme adalah aliran yang memandang individu lebih pada sisi fenomena fisik dan mengabaikan aspek mental seperti kecerdasan, bakat, minat dan perasaan individu dalam belajar. Ini karena perilaku berkembang melalui penelitian yang melibatkan hewan seperti anjing, tikus, kucing dan merpati sebagai objek. Acara belajar semata mata dilakukan oleh reflex melatif sedemikian rupa sehingga menjadi kebiasaan yang disukai individu. Behavioris berpendapat bahwa belajar adalah perubahan perilaku sebagai hasil dari pengalaman.(teori skinner)
.Teori belajar behavioristik dalam pembelajaran merupakan upaya membentuk tingkah laku yang diinginkan. Pembelajaran behavioristik sering disebut juga dengan pembelajaran stimulus respons.Tingkah laku siswa merupakan reaksi-reaksi terhadap lingkungan dan segenap tingkah laku merupakan hasil belajar. Pembelajaran behavioristik meningkatkan mutu pembelajaran jika dikenalkan kembali penerapannya dalam pembelajaran. Berdasarkan komponennya, teori ini relevan digunakan dalam pembelajaran sekarang ini. Penerapan teori belajar behavioristik mudah sekali ditemukan di sekolah. Hal ini dikarenakan mudahnyapenerapan teori ini untuk meningkatkan kualitas peserta didik.(teori Watson)
proses perkembangan sosial dan moral siswa yang selalu berkaitan dengan proses belajar sebab prinsip dasar belajarhasil temuan Bandura ini adalah belajar sosial dan moral. Konsekuensinya, kualitas proses belajar (khususnya belajar sosial) siswa tersebut baik di lingkungan sekolahdan keluarga maupun di lingkungan yang lebih luas. Ini bermakna bahwa proses belajar itu amat menentukan kemampuan siswa dalam bersikap dan berperilakusosial yang selaras dengan norma moral agama, moral tradisi, moral hukum dan norma moral lainnya yang berlaku dalam masyarakat siswa yang bersangkutan.Sehingga dapat dikatakan bahwa teori ini menekankan pada interaksi antara tingkah laku dan lingkungan dengan memusatkan pada pola-pola tingkah laku yang dikembangkan oleh individu untuk mengatasi lingkungan bukan dipusatkan pada dorongan-dorongan insting.(teori bandura)
4.Perspektif Kognitif - Teori Piaget and Vigotsky.
Pendekatan perkembangan kognitif ini didasarkan kepada asumsi atau keyakinan-keyakinan bahwa kemampuan kognitif merupakan suatu fundamental dan yang membimbing tingkah laku anak. Perkembangan kognitif pada manusia mulai dipelajari pada abad pertengahan di mana kemajuan ilmu pengetahuan mulai bangkit. Adapun tokoh psikologi yang membahas mengenai perkembangan kognitif ini adalah Jean Piaget dan Lev Semyonovich Vygotsky. Keduanya sama-sama membahas perkembangan kognitif pada anak dan keduanya sama-sama menggunakan pendekatan kontruktivisme. Namun yang membedakan dari pendekatan konstruktivismenya ini adalah jika Piaget lebih menekankan pada teori adaptif konstruktivisme(konstruktivisme kognitif) dan Vygotsky menggunakan pendekatan konstruktivisme sosial (sosio kultural).
5. Perspektif Kontekstual - Teori ekologi Bronfrenbrenner
Dalam perspektif ekologi, keseluruhan sistem yang melingkupi kehidupan anak akan berubah seiring dengan perkembangan zaman. Perubahan zaman inilah yang disebut sebagai chronosystem (Bronfenbrenner, 1979, 1994). Perspektif ekologi menempatkan konsep pengasuhan secara kontekstual, baik secara kultural maupun waktu. Dengan demikian pengukuran pengasuhan semestinya sesuai dengan budaya setempat dan perkembangan zaman.
6. Perspektif Evolusionari/ Sosio-biologik -Teori attachment dari Bowlby dan Ainsworth
-teori evolusionari
Bowlby memandang keterikatan sebagai produk proses evolusi Meskipun teori perilaku keterikatan menyatakan bahwa keterikatan adalah proses yang dipelajari, Bowlby dan yang lainnya berpendapat bahwa anak-anak dilahirkan dengan dorongan bawaan untuk membentuk keterikatan dengan pengasuhnya.
Ainsworth mengungkapkan dampak mendalam dari keterikatan terhadap perilaku. Dalam studi tersebut, para peneliti mengamati anak-anak berusia antara 12 dan 18 bulan ketika mereka merespons situasi di mana mereka ditinggal sendirian sebentar dan kemudian dipertemukan kembali dengan ibu mereka.
-teori sosio-biologik
Dalam konteks teori keterikatan, penting untuk membedakan perilaku keterikatan dan ikatan keterikatan. Perilaku kelekatan adalah perilaku bayi yang mendorong kedekatan dengan sosok kelekatan, seperti tersenyum dan bersuara Namun, ikatan keterikatan digambarkan oleh Ainsworth dan Bowlby bukan sebagai hubungan diadik dan timbal balik antara bayi dan pengasuhnya, melainkan sebagai interpretasi bayi terhadap hubungannya dengan ibunya.
-teori attachment
Kelekatan (attachment) merupakan istilah yang pertama kali ditemukan oleh seorang psikologi dari Inggris yang bernama John Bowlby. Kelekatan merupakan tingkah laku yang khusus pada manusia, yaitu kecenderungan dan keinginan seseorang untuk mencari kedekatan dengan orang lain dan mencari kepuasan dalam hubungan dengan orang tersebut. terbentuknya kelekatan (attachment), aspek percaya yaitu percaya figur lekat memandang positif diri anak, anak percaya kebaikan hati figur lekat,aspek komunikasi berupa intensitas komunikasi dengan figur lekat dan keterbukaankomunikasi dengan figur lekat, aspek kedekatan dalam arti puas terhadap kualitas hubungandengan figur lekat juga afiliasi dengan figur lekat.
7.perspektif moral-teori Kohlberg
Teori perkembangan moral yang dikemukakan oleh Kohlberg menunjukkan bahwa sikap moral bukan hasil sosialisasi atau pelajaran yang diperoleh dari kebiasaan dan hal-hal lain yang berhubungan dengan nilai kebudayaan. Tahap-tahap perkembangan moral terjadi dari aktivitas spontan pada anak-anak.
Kelas:3A
Npm:2213054011
1. Perspektif biologis-tempramen,Gagasan ini berfokus pada kesesuaian temperamen dan kondisi pengasuhan serta pentingnya agen sosialisasi, seperti orang tua dan guru, mengubah praktik mereka agar “sesuai” dengan karakteristik temperamental anak, dengan sedikit perhatian diberikan pada kontribusi pengalaman terhadap perkembangan temperamen. (misalnya, bagaimana dukungan orang tua dapat membantu anak-anak mengurangi kecenderungan reaksi ketakutan mereka terhadap lingkungan yang menantang). Meski demikian, argumen Thomas dan Chess, serta argumen Rothbart dan Lerner, memberikan landasan bagi eksplorasi faktor lingkungan, termasuk budaya, dalam perkembangan temperamen dan hubungannya dengan penyesuaian sosial dan psikologis.
2.perspektif psikoanalisis-teori psikoseksual dari freud-teori psikososial
-teori psikoanalisis
1.masing-masing tahap terdiri dari tugas perkembangan yang khas,menghadapkan individu dengan suatu krisis yang harus dihadapi.
2.krisis ini bukanlah suatu bencana,tetapi titik balik,peningkatan kerentanan dan peningkatan potensi.
3.semakin berhasil individu mengatasi krisis,akan semakinsehat perkembangan mereka.
-teori psikoseksual
1.tahap mulut
2.tahap lubang anus
3.tahap alat kelamin laki-laki
4.tahap tersembunyi
5.tahap kemaluan
-teori psikososial
1.pandangan bahwa perkembangan dibentuk oleh kekuatan bawah sadar yang memotivasi perilaku manusia.
2.perkembangan pada dasarnya tidak disadari yaitu diluar kesadaran dan diwarnai oleh emosi.
3.pengalaman-pengalaman sebelumnya dengan orang tua secara ektensif membentuk perkembangan.
3. Perspektif Pembelajaran Teori Skinner, Watson dan Bandura
behaviorisme karena menekankan perlunya perilaku (behaviour) yang dapat diamati. Behaviorisme adalah aliran yang memandang individu lebih pada sisi fenomena fisik dan mengabaikan aspek mental seperti kecerdasan, bakat, minat dan perasaan individu dalam belajar. Ini karena perilaku berkembang melalui penelitian yang melibatkan hewan seperti anjing, tikus, kucing dan merpati sebagai objek. Acara belajar semata mata dilakukan oleh reflex melatif sedemikian rupa sehingga menjadi kebiasaan yang disukai individu. Behavioris berpendapat bahwa belajar adalah perubahan perilaku sebagai hasil dari pengalaman.(teori skinner)
.Teori belajar behavioristik dalam pembelajaran merupakan upaya membentuk tingkah laku yang diinginkan. Pembelajaran behavioristik sering disebut juga dengan pembelajaran stimulus respons.Tingkah laku siswa merupakan reaksi-reaksi terhadap lingkungan dan segenap tingkah laku merupakan hasil belajar. Pembelajaran behavioristik meningkatkan mutu pembelajaran jika dikenalkan kembali penerapannya dalam pembelajaran. Berdasarkan komponennya, teori ini relevan digunakan dalam pembelajaran sekarang ini. Penerapan teori belajar behavioristik mudah sekali ditemukan di sekolah. Hal ini dikarenakan mudahnyapenerapan teori ini untuk meningkatkan kualitas peserta didik.(teori Watson)
proses perkembangan sosial dan moral siswa yang selalu berkaitan dengan proses belajar sebab prinsip dasar belajarhasil temuan Bandura ini adalah belajar sosial dan moral. Konsekuensinya, kualitas proses belajar (khususnya belajar sosial) siswa tersebut baik di lingkungan sekolahdan keluarga maupun di lingkungan yang lebih luas. Ini bermakna bahwa proses belajar itu amat menentukan kemampuan siswa dalam bersikap dan berperilakusosial yang selaras dengan norma moral agama, moral tradisi, moral hukum dan norma moral lainnya yang berlaku dalam masyarakat siswa yang bersangkutan.Sehingga dapat dikatakan bahwa teori ini menekankan pada interaksi antara tingkah laku dan lingkungan dengan memusatkan pada pola-pola tingkah laku yang dikembangkan oleh individu untuk mengatasi lingkungan bukan dipusatkan pada dorongan-dorongan insting.(teori bandura)
4.Perspektif Kognitif - Teori Piaget and Vigotsky.
Pendekatan perkembangan kognitif ini didasarkan kepada asumsi atau keyakinan-keyakinan bahwa kemampuan kognitif merupakan suatu fundamental dan yang membimbing tingkah laku anak. Perkembangan kognitif pada manusia mulai dipelajari pada abad pertengahan di mana kemajuan ilmu pengetahuan mulai bangkit. Adapun tokoh psikologi yang membahas mengenai perkembangan kognitif ini adalah Jean Piaget dan Lev Semyonovich Vygotsky. Keduanya sama-sama membahas perkembangan kognitif pada anak dan keduanya sama-sama menggunakan pendekatan kontruktivisme. Namun yang membedakan dari pendekatan konstruktivismenya ini adalah jika Piaget lebih menekankan pada teori adaptif konstruktivisme(konstruktivisme kognitif) dan Vygotsky menggunakan pendekatan konstruktivisme sosial (sosio kultural).
5. Perspektif Kontekstual - Teori ekologi Bronfrenbrenner
Dalam perspektif ekologi, keseluruhan sistem yang melingkupi kehidupan anak akan berubah seiring dengan perkembangan zaman. Perubahan zaman inilah yang disebut sebagai chronosystem (Bronfenbrenner, 1979, 1994). Perspektif ekologi menempatkan konsep pengasuhan secara kontekstual, baik secara kultural maupun waktu. Dengan demikian pengukuran pengasuhan semestinya sesuai dengan budaya setempat dan perkembangan zaman.
6. Perspektif Evolusionari/ Sosio-biologik -Teori attachment dari Bowlby dan Ainsworth
-teori evolusionari
Bowlby memandang keterikatan sebagai produk proses evolusi Meskipun teori perilaku keterikatan menyatakan bahwa keterikatan adalah proses yang dipelajari, Bowlby dan yang lainnya berpendapat bahwa anak-anak dilahirkan dengan dorongan bawaan untuk membentuk keterikatan dengan pengasuhnya.
Ainsworth mengungkapkan dampak mendalam dari keterikatan terhadap perilaku. Dalam studi tersebut, para peneliti mengamati anak-anak berusia antara 12 dan 18 bulan ketika mereka merespons situasi di mana mereka ditinggal sendirian sebentar dan kemudian dipertemukan kembali dengan ibu mereka.
-teori sosio-biologik
Dalam konteks teori keterikatan, penting untuk membedakan perilaku keterikatan dan ikatan keterikatan. Perilaku kelekatan adalah perilaku bayi yang mendorong kedekatan dengan sosok kelekatan, seperti tersenyum dan bersuara Namun, ikatan keterikatan digambarkan oleh Ainsworth dan Bowlby bukan sebagai hubungan diadik dan timbal balik antara bayi dan pengasuhnya, melainkan sebagai interpretasi bayi terhadap hubungannya dengan ibunya.
-teori attachment
Kelekatan (attachment) merupakan istilah yang pertama kali ditemukan oleh seorang psikologi dari Inggris yang bernama John Bowlby. Kelekatan merupakan tingkah laku yang khusus pada manusia, yaitu kecenderungan dan keinginan seseorang untuk mencari kedekatan dengan orang lain dan mencari kepuasan dalam hubungan dengan orang tersebut. terbentuknya kelekatan (attachment), aspek percaya yaitu percaya figur lekat memandang positif diri anak, anak percaya kebaikan hati figur lekat,aspek komunikasi berupa intensitas komunikasi dengan figur lekat dan keterbukaankomunikasi dengan figur lekat, aspek kedekatan dalam arti puas terhadap kualitas hubungandengan figur lekat juga afiliasi dengan figur lekat.
7.perspektif moral-teori Kohlberg
Teori perkembangan moral yang dikemukakan oleh Kohlberg menunjukkan bahwa sikap moral bukan hasil sosialisasi atau pelajaran yang diperoleh dari kebiasaan dan hal-hal lain yang berhubungan dengan nilai kebudayaan. Tahap-tahap perkembangan moral terjadi dari aktivitas spontan pada anak-anak.