Posts made by Denaya Yuliana putri

BK kls 3A 2023 -> FORUM DISKUSI -> Topik Diskusi -> Re: Topik Diskusi

by Denaya Yuliana putri -
Nama:Denaya Yuliana putri
Kelas:3A
Npm:2213054011
1. Perspektif biologis-tempramen,Gagasan ini berfokus pada kesesuaian temperamen dan kondisi pengasuhan serta pentingnya agen sosialisasi, seperti orang tua dan guru, mengubah praktik mereka agar “sesuai” dengan karakteristik temperamental anak, dengan sedikit perhatian diberikan pada kontribusi pengalaman terhadap perkembangan temperamen. (misalnya, bagaimana dukungan orang tua dapat membantu anak-anak mengurangi kecenderungan reaksi ketakutan mereka terhadap lingkungan yang menantang). Meski demikian, argumen Thomas dan Chess, serta argumen Rothbart dan Lerner, memberikan landasan bagi eksplorasi faktor lingkungan, termasuk budaya, dalam perkembangan temperamen dan hubungannya dengan penyesuaian sosial dan psikologis.

2.perspektif psikoanalisis-teori psikoseksual dari freud-teori psikososial
-teori psikoanalisis
1.masing-masing tahap terdiri dari tugas perkembangan yang khas,menghadapkan individu dengan suatu krisis yang harus dihadapi.
2.krisis ini bukanlah suatu bencana,tetapi titik balik,peningkatan kerentanan dan peningkatan potensi.
3.semakin berhasil individu mengatasi krisis,akan semakinsehat perkembangan mereka.
-teori psikoseksual
1.tahap mulut
2.tahap lubang anus
3.tahap alat kelamin laki-laki
4.tahap tersembunyi
5.tahap kemaluan
-teori psikososial
1.pandangan bahwa perkembangan dibentuk oleh kekuatan bawah sadar yang memotivasi perilaku manusia.
2.perkembangan pada dasarnya tidak disadari yaitu diluar kesadaran dan diwarnai oleh emosi.
3.pengalaman-pengalaman sebelumnya dengan orang tua secara ektensif membentuk perkembangan.



3. Perspektif Pembelajaran Teori Skinner, Watson dan Bandura
behaviorisme karena menekankan perlunya perilaku (behaviour) yang dapat diamati. Behaviorisme adalah aliran yang memandang individu lebih pada sisi fenomena fisik dan mengabaikan aspek mental seperti kecerdasan, bakat, minat dan perasaan individu dalam belajar. Ini karena perilaku berkembang melalui penelitian yang melibatkan hewan seperti anjing, tikus, kucing dan merpati sebagai objek. Acara belajar semata mata dilakukan oleh reflex melatif sedemikian rupa sehingga menjadi kebiasaan yang disukai individu. Behavioris berpendapat bahwa belajar adalah perubahan perilaku sebagai hasil dari pengalaman.(teori skinner)
.Teori belajar behavioristik dalam pembelajaran merupakan upaya membentuk tingkah laku yang diinginkan. Pembelajaran behavioristik sering disebut juga dengan pembelajaran stimulus respons.Tingkah laku siswa merupakan reaksi-reaksi terhadap lingkungan dan segenap tingkah laku merupakan hasil belajar. Pembelajaran behavioristik meningkatkan mutu pembelajaran jika dikenalkan kembali penerapannya dalam pembelajaran. Berdasarkan komponennya, teori ini relevan digunakan dalam pembelajaran sekarang ini. Penerapan teori belajar behavioristik mudah sekali ditemukan di sekolah. Hal ini dikarenakan mudahnyapenerapan teori ini untuk meningkatkan kualitas peserta didik.(teori Watson)
proses perkembangan sosial dan moral siswa yang selalu berkaitan dengan proses belajar sebab prinsip dasar belajarhasil temuan Bandura ini adalah belajar sosial dan moral. Konsekuensinya, kualitas proses belajar (khususnya belajar sosial) siswa tersebut baik di lingkungan sekolahdan keluarga maupun di lingkungan yang lebih luas. Ini bermakna bahwa proses belajar itu amat menentukan kemampuan siswa dalam bersikap dan berperilakusosial yang selaras dengan norma moral agama, moral tradisi, moral hukum dan norma moral lainnya yang berlaku dalam masyarakat siswa yang bersangkutan.Sehingga dapat dikatakan bahwa teori ini menekankan pada interaksi antara tingkah laku dan lingkungan dengan memusatkan pada pola-pola tingkah laku yang dikembangkan oleh individu untuk mengatasi lingkungan bukan dipusatkan pada dorongan-dorongan insting.(teori bandura)

4.Perspektif Kognitif - Teori Piaget and Vigotsky.
Pendekatan perkembangan kognitif ini didasarkan kepada asumsi atau keyakinan-keyakinan bahwa kemampuan kognitif merupakan suatu fundamental dan yang membimbing tingkah laku anak. Perkembangan kognitif pada manusia mulai dipelajari pada abad pertengahan di mana kemajuan ilmu pengetahuan mulai bangkit. Adapun tokoh psikologi yang membahas mengenai perkembangan kognitif ini adalah Jean Piaget dan Lev Semyonovich Vygotsky. Keduanya sama-sama membahas perkembangan kognitif pada anak dan keduanya sama-sama menggunakan pendekatan kontruktivisme. Namun yang membedakan dari pendekatan konstruktivismenya ini adalah jika Piaget lebih menekankan pada teori adaptif konstruktivisme(konstruktivisme kognitif) dan Vygotsky menggunakan pendekatan konstruktivisme sosial (sosio kultural).



5. Perspektif Kontekstual - Teori ekologi Bronfrenbrenner
Dalam perspektif ekologi, keseluruhan sistem yang melingkupi kehidupan anak akan berubah seiring dengan perkembangan zaman. Perubahan zaman inilah yang disebut sebagai chronosystem (Bronfenbrenner, 1979, 1994). Perspektif ekologi menempatkan konsep pengasuhan secara kontekstual, baik secara kultural maupun waktu. Dengan demikian pengukuran pengasuhan semestinya sesuai dengan budaya setempat dan perkembangan zaman.

6. Perspektif Evolusionari/ Sosio-biologik -Teori attachment dari Bowlby dan Ainsworth
-teori evolusionari
Bowlby memandang keterikatan sebagai produk proses evolusi Meskipun teori perilaku keterikatan menyatakan bahwa keterikatan adalah proses yang dipelajari, Bowlby dan yang lainnya berpendapat bahwa anak-anak dilahirkan dengan dorongan bawaan untuk membentuk keterikatan dengan pengasuhnya.
Ainsworth mengungkapkan dampak mendalam dari keterikatan terhadap perilaku. Dalam studi tersebut, para peneliti mengamati anak-anak berusia antara 12 dan 18 bulan ketika mereka merespons situasi di mana mereka ditinggal sendirian sebentar dan kemudian dipertemukan kembali dengan ibu mereka.
-teori sosio-biologik
Dalam konteks teori keterikatan, penting untuk membedakan perilaku keterikatan dan ikatan keterikatan. Perilaku kelekatan adalah perilaku bayi yang mendorong kedekatan dengan sosok kelekatan, seperti tersenyum dan bersuara Namun, ikatan keterikatan digambarkan oleh Ainsworth dan Bowlby bukan sebagai hubungan diadik dan timbal balik antara bayi dan pengasuhnya, melainkan sebagai interpretasi bayi terhadap hubungannya dengan ibunya.
-teori attachment
Kelekatan (attachment) merupakan istilah yang pertama kali ditemukan oleh seorang psikologi dari Inggris yang bernama John Bowlby. Kelekatan merupakan tingkah laku yang khusus pada manusia, yaitu kecenderungan dan keinginan seseorang untuk mencari kedekatan dengan orang lain dan mencari kepuasan dalam hubungan dengan orang tersebut. terbentuknya kelekatan (attachment), aspek percaya yaitu percaya figur lekat memandang positif diri anak, anak percaya kebaikan hati figur lekat,aspek komunikasi berupa intensitas komunikasi dengan figur lekat dan keterbukaankomunikasi dengan figur lekat, aspek kedekatan dalam arti puas terhadap kualitas hubungandengan figur lekat juga afiliasi dengan figur lekat.

7.perspektif moral-teori Kohlberg
Teori perkembangan moral yang dikemukakan oleh Kohlberg menunjukkan bahwa sikap moral bukan hasil sosialisasi atau pelajaran yang diperoleh dari kebiasaan dan hal-hal lain yang berhubungan dengan nilai kebudayaan. Tahap-tahap perkembangan moral terjadi dari aktivitas spontan pada anak-anak.

BK kls 3A 2023 -> FORUM DISKUSI -> Topik Diskusi -> Re: Topik Diskusi

by Denaya Yuliana putri -
1.Berikut ini adalah beberapa karakteristik anak usia dini menurut beberapa pendapat.
1. Unik, yaitu sifat anak itu berbeda satu sama lainnya. Anak memiliki bawaan, minat kapabilitas, dan latar belakang kehidupan masing-masing.
2. Egosentris, yaitu anak lebih cendrung melihat dan memahami sesuatu dari sudut pandang dan kepentingannya sendiri. Bagi anak sesuatu itu penting sepanjang hal tersebut terkaitdengan dirinya.
3. Aktif dan energik, yaitu anak lazimnya senang melakukan aktivitas. Selama terjaga dalam tidur, anak seolah-olah tidak pernah lelah, tidak pernah bosan, dan tidak pernah berhenti dari aktivitas. Terlebih lagi kalau anak dihadapkan pada suatu kegiatan yang baru dan menantang.
4. Rasa ingin tahu yang kuat dan antusias terhadap banyak hal. Yaitu, anak cendrung memperhatikan , membicarakan, dan mempertanyakan berbagai hal yang sempat dilihat dan didengarnya, terutama terhadap hal-hal baru.
5. Eksploratif dan berjiwa petualang, yaitu anak terdorong oleh rasa ingin tahu yang kuat dan senang menjelajah, mencoba dan mempeajari hal-hal yang baru.

2.ciri-ciri perkembangan AUD
Ciri-ciri perkembangan
1. Terjadinya perubahan dalam aspek fisik (perubahan berat badan danorgan-organ tubuh) dan aspek psikis
(matangnya kemampuan berpikir, mengingat dan berkreasi).
2. Terjadinya perubahan dalam proporsi;aspek fisik (proporsi tubuh anakberubah sesuai dengan fase perkembanganya) dan aspek psikis
(perubahan imajinasi dari fantasi kerealitas).
3. Lenyapnya tanda-tanda lam; tandatanda fisik ( lenyamnya kelenjar thymus / kelenjar anak-anak seiring
bertambahnya usia ) aspek psikis (lenyapnya gerak-gerik kanak-kanakdan perilaku impulsif ).
4. Diperoleh tanda-tanda yang baru;tanda-tanda fisik (pergantian gigi dan karakter seks usia remaja) tanda-tandapsikis (berkembangnya rasa ingin tahutentang pengetahuan, moral, interaksi dengan lawan jenis)

3.Prinsip perkembangan AUD
1. Perkembangan merupakan proses yang tidak pernah berhenti ( neverending process ) artinya, manusia secara terus menerus berkembang dipengaruhi oleh pengalaman atau belajar.
2. Semua aspek perkembangan saling mempengaruhi artinya semua aspek perkembangan individu baik fisik,emosi, intelegensi, maupun sosialsaling mempengaruhi jika salah satu aspek itu tidak ada.
3. Perkembangan itu mengikuti pola atau arah tertentu artinya perkembangan terjadi secara teratur sehingga hasil perkembangan dari tahap sebelumnyayang merupakan prasyarat bagi perkembangan selanjutnya

4.aspek-aspekperkembangan AUD
1) Masa kanak-kanak adalah dari kehidupannya secara keseluruhan. Masa ini bukan dipersiapkan untuk mengadapi kehidupan pada masa uang akan datang, melainkana sebatas optimalisasi potensi secara optimal.
2) Fisik, metal, dan kesehatan, sama pentingnya dengan berpikir maupun aspek psikis (spiritual) lainnya. Oleh karena itu, keseluruhan (hilistis)aspek perkembangan anak merupakan pertimbangan yang sama pentingnya.
3) Pembelajaran pada usia dini melalui berbagai kegiatan saling berkait satu dengan yang lain sehingga pola stimulasi perkembangan anak tidak boleh sektoral dan parsial, hanya satu aspek perkembangan saja.
4) Membangkitkan motivasi intrinsik (motivasi dari dalam diri) anak akan menghasilkan inisiatif sendiri (self directed activity) yang sangat bernilai dari pada motivasi ekstrensik.

5.faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan
Faktor lingkungan yang dapat mempengaruhi menyebabkan gangguan tumbuh kembang umumnya pengetahuan orangtua mengenai perkembangan anak dilatarbelakangi oleh kemiskinan dan ketidaktahuan masyarakat tentang proses tumbuh kembang dan penanganannya,Umur anak dan pendidikan adalah skrining dilakukan hanya ibu berpengaruh terhadap perkembangan anak.
salah satu faktor risiko keterlambatan perkembangan anak. Keberadaan pengasuh atau pengganti ibu berperan balita memiliki pot penelitian ini menunjang tumbuh kembang anak yang ensi mengalami keterlambatan perkembangan (2). Hal baik jenis kelamin, pekerjaan ibu, dan ini dapat merupakan indikator keberhasilan berpengaruh terhadap sehatan mendukung kejadian keterlambatan perkembangan pada balita.

BK kls 3A 2023 -> FORUM DISKUSI -> Topik Diskusi -> Re: Topik Diskusi

by Denaya Yuliana putri -
Nama:Denaya yuliana putri
Kelas:3A
Npm:2213054011

1.Bimbingan dan Konseling adalah proses pemberian bantuan kepada individu atau sekelompok individu dalam setiap tahapan usia agar konseli dapat memahami dan mengarahkan dirinya sesuai dengan tuntutan dan norma yang belaku di masyarakat sehingga individu tersebut merasa bahagia dan efektif perilakunya serta tercapai kesejahteraan hidupnya.

2.tujuan bimbingan dan konseling adalah tercapainya kemandirian individu dalam menyelesaikan masalahnya, dan berkembangnya potensi individu tersebut secara optimal sesuai tahapan perkembangan individu tersebut. Tujuan ini sangat penting dalam pelaksanaan kegiatan konseling. Karena dengan adanya tujuan, maka pelaksanaan kegiatan bimbingan dan konseling dapat lebih efektif dan efisien.

3.empat fungsi dalam bimbingan dan konseling, yaitu:
(a) fungsi pengembangan, merupakan fungsi bimbingan dalam mengembangkan seluruh potensi dan kekuatan yang
dimiliki individu;
(b) fungsi penyaluran,
merupakan fungsi bimbingan dalam membantu individu memilih dan memantapkan penguasaan karier atau jabatan yang sesuai dengan minat, bakat, keahlian, dan ciri-ciri kepribadian lainnya;
(c) fungsi adaptasi, merupakan fungsi untuk membantu pendidikan, para khususnya pelaksana guru/dosen, widyaiswara, dan wali kelas untuk mengadaptasikan program pendidikan terhadap latar belakang pendidikan, minat, kemampuan, dan kebutuhan individu;
(d) fungsi penyesuaian, yaitu fungsi bimbingan dalam membantu individu menemukan penyesuaian diri dan perkembangannya secara optimal.

4.prinsip-prinsip bimbingan konseling yaitu:
1) Bimbingan dan konseling diperuntukkan bagi semua peserta didik/ konselidan tidak diskriminatif. Prinsip ini berarti bahwa bimbingan diberikanpada seluruh peserta didik/ konseli, baik yang tidak memiliki masalah maupun yang memiliki masalah; baik pria maupun wanita; baik anak-anak, remaja, maupun dewasa tanpa ada diskriminasi.
2) Bimbingan dan konseling sebagai proses individuasi. Setiap peserta didik bersifat unik dan dinamis, jadi melalui bimbingan peserta didik dibantu untuk menjadi didirinya sendiri secara utuh.
3) Bimbingan dan konseling menekankannilai-nilai yang positif. Bimbingan dan konseling merupakan upaya memberikan bantuan pada konseli agar membangunpandangan serta mengembangkan nilai-nilai yang positif yang ada pada diri konseli dan lingkungannya.

5.Ruang lingkup bimbingan konseling
1.bimbingan pribadi-sosial
2.bimbingan belajar
3.bimbingan karir

BK kls 3A 2023 -> FORUM DISKUSI -> Topik diskusi -> Re: Topik diskusi

by Denaya Yuliana putri -
Struktur program bimbingan konseling Program Bimbingan & Konseling yang dirancang oleh peneliti akan dideskripsikan sebagai berikut: 1) Pengembangan Jaringan (networking) Pengembangan jaringan dalam kegiatan bimbingan dan konseling meliputi: a) peneliti melaksanakan workshop bersama para guru yang memuat tentang layanan bimbingan dan konseling di kelas dan diluar kelas, 2) melaksanakan kegiatan parenting bersama para orangtua tentang dampak pola asuh dan cara mengatasi perilaku negative pada anak, 3) Memotivasi para guru untuk melakukan penelitian tentang masalah-masalah yang berkaitan dengan kasus-kasus yang terjadi di sekolah. 4) Memberikan rekomendasi kebijakan kepada kepala sekolah dalam pengembangan layanan bimbingan dan konseling. 2) Pengembangan Kegiatan Manajemen Bimbingan dan Konseling Pengembangan yang dilakukan oleh peneliti adalah: 1) Memberikan saran kepada guru- guru untuk membentuk kelompok konseling , 2) Pihak sekolah berkolaborasi dengan para ahli dari Universitas atau Lembaga Konseling, 3) Pengembangan profesionalitas guru melalui jalur Pendidikan maupun pelatihan, 4) Manajemen Program, Peneliti merekomendasikan kerangka kerja bimbingan dan konseling yang meliputi empat aspek asesmen lingkungan, harapan dan kondisi lingkungan, komponen program tahunan, dan strategi pelayanan. 3) Pengembangan Pelayanan Pengembangan pelayanan meliputi: 1) Bimbingan kelas, secara terjadwal guru melakukan diskusi atau curah pendapat bersama dengan siswa tentang kondisi kelas, 2) Bimbingan Kelompok, di kelas guru membentuk kelompok-kelompok siswa yang terdiri dari 3 sampai 5 siswa dengan memberikan tema mengenai masalah-masalah yang dialami oleh para anggota kelompok. 3) Konferensi kasus, Konferensi ini dilakukan bersama orangtua dan guru dalam mebahas kasus-kasus (berat) tertentu yang dilaksanakan secara terbatas dan terutup. Dalam mengambangan program BK perlu diperhatikan 3 aspek penting: 1) tujuan yang dicapai untuk memudah kan guru menentukan strategi yang akan dikembangkan dalam rangka mencapai tujuan, 2) Melaksanakan kegiatan-kegiatan pokok seperti bimbingan terjadwal kepada siswa di kelas, 3) Partisipasi dari orangtua siswa dalam kegiatan pengembangan program BK. 4) Jenis Layanan Berikut ini akan dideskripsikan jenis layanan yang dapat dipilih guru dalam merencanakan dan mengimplementasikan program bimbingan dan konseling: a) Layanan orientasi, yaitu jenis layanan membantu siswa dalam mengenal lingkungan sekolah, b) Layanan informasi, layanan yang dapat membantu siswa dalam menerima dan memhami informasi seperti informasi Pendidikan dan informasi sosial-budaya, khususnya bagi siswa di kelas tinggi, c) Layanan penempatan dan penyaluran berkaitan layanan mengenai pengembangan potensi dan bakat siswa, d) Layanan pembelajaran untuk memungkinkan siswa dalam pengembangan diri dengan sikap dan kebiasaan belajar yang baik, e) layanan bimbingan kelompok yaitu agar siswa secara bersama-sama menyelesaikan masalah tertentu elalui dinamika, f) layanan konseling individu yang memungkinkan guru untuk membantu siswa dalam menyelesaikan masalah pribadinya. Evaluasi bimbingan konseling Pertama, untuk mengetahui tingkat kemajuan yang telah dicapai oleh siswa dalam suatu kurun waktu proses balajar tertentu. Hal ini berarti, dengan evaluasi guru dapat mengetahui kemajuan perubahan tingkah laku siswa sebagai hasil proses belajar dan mengajar yang melibatkan dirinya selaku pembimbing dan membantu kegiatan belajar siswanya itu. Kedua, untuk mengetahui posisi atau kedudukan seorang siswa dalam kelompok kelasnya. Dengan demikian, hasil evaluasi itu dapat dijadikan guru sebagai alat penetap apakah siswa tersebut termasuk kategori cepat, sedang, atau lambat dalam arti mutu kemampuan belajarnya. Ketiga, untuk mengetahui tingkat usaha yang dilakukan siswa dalam belajar. Hal ini berarti bahwa dengan evaluasi, guru akan dapat mengetahui gambaran akan tingkat usaha siswa. Hasil yang baik pada umumnya menunjukkan adanya tingkat usaha yang efisien, sedangkan hasil yang buruk adalah cerminan usaha yang tidak efisien. Keempat, untuk mengetahui hingga sejauh mana siswa telah mendayagunakan kapasitas kognitifnya (kemampuan kecerdasan yang dimilikinya) untuk keperluan belajar. Jadi, hasil evaluasi itu dapat dijadikan guru sebagai gambaran realisasi pemanfaatan kecerdasan siswa. Kelima, untuk mengetahui tingkat daya guna dan hasil guna metode mengajar yang telah digunakan guru dalam proses mengajar-belajar siswa (PMB). Dengan demikian, apabila sebuah metode yang digunakan guru tidak mendorong munculnya prestasi belajar siswa yang memuaskan, guru dianjurkan mengganti metode tersebut atau mengombinasikannya dengan metode lain yang serasi.
postural:berkenaan
denagn keseluruhan anggota badan. Postur
TNI ketika berdiri di hadapan atasannya akan
berbeda dengan postur anak sekolah ketika
berhadapan dengan gurunya.
Pesan
proksemik disampaikan melalui pengaturan
jarak dan ruang

Ekspresi wajah: adalah hasil dari satu atau lebih gerakan atau
posisi otot pada wajah. ekspresi wajah dapat menyampaikan keadaan emosi
dari seseorang kepada orang yang mengamatinya. Ekpsresi wajah merupakan
salah satu cara penting dalam menyampaikan pesan sosial dalam kehidupan
manusia. Manusia dapat mengalami ekpresi wajah tertentu secara sengaja, tapi
umumnya ekspresi wajah dialami secara tidak sengaja akibat perasaan atau
emosi tertentu dari wajah, walaupun banyak orang yang merasa amat ingin
melakukannya. Misalnya, orang yang mencoba meyembunyikan perasaan
bencinya terhadap seseorang.

Perilaku/kontak Mata: merupakan komunikasi non verbal dengan kontak mata
orang-orang yang terlibat mengindikasikan bahwa mereka tertarik
dengan persoalan yang sedang dibicarakan.

Peranan komunikasi non verbal
Postur Tubuh
1) Sikap Tegap
Menjaga postur tubuh yang tegap dan terbuka menunjukkan kepercayaan
diri dan keterlibatan dengan audiens. Contohnya, berdiri dengan tegak,
bahu yang rileks, dan dada terbuka.
2) Gerakan Tubuh yang Dinamis
Menggerakkan tubuh secara terkendali dan bervariasi dapat menarik
perhatian audiens dan menjaga ketertarikan mereka. Contohnya, berjalan
di sekitar area persentasi saat menyampaikan poin penting atau menggunakan gerakan tubuh untuk menunjukkan perubahan dalam
cerita atau konten presentasi.

Ekspresi Wajah:
1) Ekspresi Senang
Ekspresi wajah yang ceria dan ramah dapat menunjukkan antusiasme
dan membuat audiens merasa nyaman. Contohnya, senyum lebar saat
memulai presentasi atau merespon pertanyaan dengan senyuman hangat.
2) Ekspresi Serius
Ekspresi wajah yang serius dan fokus dapat memberikan kesan
kepercayaan dan serius dalam menyampaikan materi. Contohnya,
melipat alis saat menjelaskan konsep yang kompleks.

Kontak Mata
Menjaga kontak mata dengan audiens secara konsisten dapat menunjukkan
ketertarikan dan keterlibatan. Contohnya, melihat langsung ke mata beberapa
audiens secara bergantian atau menatap dengan penuh perhatian saat audiens
memberikan tanggapan.