Kiriman dibuat oleh Wafa Badriyahtul Munawaroh

Komunikasi adalah proses pengiriman, penerimaan, dan pemahaman
gagasan atau perasaan dalam bentuk pesan verbal atau nonverbal secara
disengaja atau tidak disengaja.

komunikasi berfungsi
untuk menjalin hubungan dengan individu atau kelompok antara satu
negara dengan negara lainnya, hingga hubungan suatu negara dengan
negara lainnya. Sementara itu, fungsi komunikasi dalam sistem sosial,
secara umum adalah informatif, persuasif, kolaboratif, dan emotif. Dan,
keempatnya masing-masing mempunyai karakteristik yang berbeda satu
sama lain. Informatif bersifat memberi tahu, persuasif bersifat
membujuk, kolaboratif bersifat saling menguntungkan, dan emotif
bersifat manusiawi. Pada praktiknya fungsi-fungsi tersebut, meskipun
dapat berdiri sendiri, keempatnya juga dapat saling mendukung.

Unsur-unsur komunikasi
•Komunikator
Komunikator adalah pengirim pesan. Pelakunya dapat individu, lembaga
atau organisasi yang mempunyai kebutuhan berkomunikasi.
•Pesan
Pesan merupakan buah perasaan atau pikiran yang disertai oleh
seperangkat lambang bermakna yang disampaikan oleh komunikator.
•Media atau saluran adalah jalan yang dilalui pesan yang dikirim dari
komunikator (pengirim) kepada komunikan (penerima).
•Komunikan atau penerima pesan adalah individu, lembaga atau
organisasi yang menerjemahkan (to decode) atau memberikan interpretasi
terhadap pesan yang diterimanya
•Efek dikenal juga sebagai balikan (umpan balik)
Struktur program bimbingan diklasifikasikan ke dalam empat jenis layanan yaitu:
•Layanan dasar bimbingan. Layanan dasar bimbingan diartikan sebagai proses pemberian bantuan kepada semua sisa (for all) melalui kegiatan-kegiatan secara klasikal atau kelompok yang disajikan secara sistematis dalam rangka membantu perkembangan dirinya secara optimal.
•Layanan responsif. Layanan responsif merupakan pemberian bantuan kepada siswa yang memiliki kebutuhan dan masalah yang memerlukan pertolongan dengan segera.
•Layanan perencanaan individual. Layanan ini diartikan” proses bantuan kepada siswa agar mampu merumuskan dan melakukan aktivitas yang berkaitan dengan perencanaan masa depannya
•Layanan dukungan sistem. Dukungan sistem merupakan komponen layanan dan kegiatan manajemen yang secara tidak langsung memberikan bantuan kepada siswa atau memfasilitasi kelancaran perkembangan siswa.
Evaluasi program bimbingan adalah upaya dalam meningkatkan mutu program bimbingan melalui penilaian efisiensi dan efektivitas pelayanan bimbingan itu sendiri dan membantu menentukan keputusan tentang program konseling yang akan dilakukan. Hasil evaluasi akan memberikan manfaat dalam pelaksanaan program bimbingan dan konseling selanjutnya. Pelaksanaan evaluasi program dan bimbingan melalui empat fase, yakni:
•fase persiapan,
•fase persiapan alat atau instrumen persiapan
•fase menganalisis hasil evaluasi,
•fase penafsiran atau Interpretasi dan pelaporan hasil evaluasi.
1.Komunikasi nonverbal adalah Komunikasi yang menggunakan pesan non verbal. Istilah non verbal biasanya digunakan untuk menggambarkan peristiwa komunikasi selain kata-kata yang terucap dan tertulis. Postur tubuh dapat mempengaruhi citra diri yang dimiliki seseorang. Gambaran tentang diri seseorang memegang peranan penting dalam komunikasi Ekspresi wajah berupa mata dan kelopak mata, kontak mata adalah yang paling ekspresif dalam komunikasi. Kontak mata mempunyai dua fungsi dalam komunikasi:
•Sebagai fungsi pengatur adalah kontak mata memberitahukan orang lain apakah adanya ketertarikan atau menghindar.
•Sebagai ekspresif adalah memberitahukan perasaan kepada orang lain. Mata adalah alat komunikasi berarti dalam memberikan isyarat, yang mana setiap gerakan-gerakan mata memiliki arti tersendiri.

2. Peran komunikasi dalam pembelajaran
Studi kontak tentang mata , disebut juga okulasiku , adalah sub kategori perilaku nonverbal di bidang kinesik. di jendela baru. Hal ini berkaitan dengan kajian tentang gerakan mata, perilaku mata, merendahkan, dan komunikasi nonverbal yang berhubungan dengan mata. Kontak mata adalah alat komunikasi interpersonal yang langsung dan ampuh. Kontak mata adalah produk sampingan alami dari komunikasi yang efektif. Faktanya, penelitian ilmiah menunjukkan bahwa dua orang cenderung berkomunikasi lebih efektif satu sama lain jika interaksi mereka mengandung sejumlah kontak mata yang mereka anggap menarik. Menatap mata seseorang berarti mengajaknya berkomunikasi dengan Anda. Kontak mata menunjukkan tingkat perhatian atau minat, mempengaruhi perubahan sikap atau persuasi, mengatur interaksi, mengkomunikasikan emosi, mendefinisikan kekuasaan dan status, dan mempunyai peran sentral dalam mengelola kesan terhadap orang lain.
Komunikasi non verbal seringkali disebut, komunikasi tanpa kata (karena tidak berkata-kata). Komunikasi nonverbal ini menggunakan gerak tubuh, sikap tubuh, vokal selain kata-kata, kontak mata, ekspresi wajah/ muka, kedekatan, dan sentuhan.
1.Kinestetik (gerakan tubuh)
•Emblem, ialah isyarat yang berarti langsung pada simbol yang dibuat oleh gerakan badan
•Ilustrator, ialah isyarat yang dibuat dengan gerakan-gerakan badan untuk menjelaskan sesuatu.
•Affect display ialah isyarat yang terjadi karena adanya dorongan emosional sehingga berpengaruh pada ekspresi muka.
•Regulators, ialah gerakan tubuh yang terjadi pada daerah kepala
•Adaptory, ialah gerakan badan yang dilakukan sebagai tanda kejengkelan.
2.Gesture (ekspresi wajah)
Ekspresi wajah adalah komunikasi nonverbal yang paling mudah dimengerti oleh orang banyak. Raut wajah sering sekali menjadi simbol keadaan hati dan pikiran seseorang. Ekspresi wajah juga dapat menyampaikan keadaan emosi seseorang kepada orang yang mengamati.

BK kls C 2023 -> FORUM DISKUSI -> topik baru -> Re: topik baru

oleh Wafa Badriyahtul Munawaroh -
1. Pendekatan-pendekatan yang digunakan dalam layanan bimbingan. Menurut Myrick (dalam Muro & Kottman, 1995) ada empat pendekatan yang dapat dirumuskan sebagai suatu pendekatan dalam bimbingan, yaitu:
a. Pendekatan krisis layanan bimbingan dilakukan bila mana ditemukan adanya suatu masalah yang krisis yang harus segera ditanggulangi, dan guru atau pembimbing bertindak membantu anak yang menghadapi masalah tersebut untuk menyelesaikannya.
b. Pendekatan remedial, guru atau pembimbing akan memfokuskan bantuannya kepada upaya penyembuhan atau perbaikan terhadap kelemahan-kelemahan yang ditampakkan anak. Tujuan bantuan dari pendekatan ini adalah untuk menghindarkan terjadinya krisis yang mungkin dapat terjadi.
c. Pendekatan preventif merupakan pendekatan yang mencoba mengantisipasi masalah-masalah yang mungkin akan muncul pada anak dan mencegah terjadinya masalah tersebut.
d. Pendekatan perkembangan merupakan pendekatan yang lebih mutakhir dan proaktif, dibandingkan dengan ketiga pendekatan di atas. Dalam pendekatan perkembangan, kebutuhan akan layanan bimbingan di taman kanak-kanak muncul dari karakteristik dan permasalahan perkembangan anak didik, baik permasalahan yang berkenaan dengan perkembangan fisik motorik, kognitif, sosial, emosi, maupun bahasa

2.Teknik yang digunakan dalam melakukan bimbingan dan konseling pada anak usia dini yaitu ada 4 teknik antara lain aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan.

3. Prinsip-prinsip bimbingan perkembangan yaitu:
1. Bimbingan dan konseling diperlukan oleh seluruh anak
Setiap anak membutuhkan layanan bimbingan perkembangan
2. Bimbingan dan konseling perkembangan difokuskan pada upaya membelajarkan anak.
3. Konselor dan guru merupakan fungsionaris bersama dalam program bimbingan perkembangan.
4. Kurikulum yang diorganisasikan dan direncanakan merupakan bagian penting dalam bimbingan perkembangan.
5. Program bimbingan perkembangan peduli dengan penerimaan diri, pemahaman diri, dan pengayaan diri (self-enhancement).
6. Bimbingan dan konseling perkembangan memfokuskan pada proses mendorong perkembangan (encouragement).

4. Unsur-unsur lingkungan perkembangan
1. Unsur peluang.
Unsur ini berkaitan dengan topik yang disajikan yang memungkinkan anak didik mempelajari perilaku-perilaku baru
2. Unsur pendukung.
Unsur ini berkaitan dengan proses pengembangan interaksi yang dapat menumbuhkan kemampuan anak untuk mempelajari perilaku baru baik secara kognitif, afektif maupun psikomotorik
3. Unsur penghargaan.
Esensi unsur ini terletak pada penilaian dan pemberian balikan yang dapat memperkuat pembentukan perilaku baru.