1. Model S - R, secara implisit ada asumsi bahwa perilaku (respon) manusia dapat diramalkan sedangkan sebagai statis menganggap manusia selalu berperilaku karena kekuatan dari luar (stimulus) bukan berdasarkan kehendak, keinginan atau kemauan bebasnya.
2. Model Aristoteles, persuasi dapat dicapai oleh siapa (etos-kepercayaan), argument (logos-logika dalam pendapat) dan memainkan emosi khalayak (photos-emosi khalayak)
3. Model Lasswell, merupakan ungkapan verbal yakni who (siapa), say what (apa yang dikatakan), in which channel (saluran pembicara pesan pendengar komunikasi), to whom (kepada siapa), with what effect? (unsur pengaruh).
4. Model Newcomb, mengisyaratkan bahwa setiap sistem apapun mungkin ditandai oleh suatu keseimbangan kekuatan-kekuatan dan bahwa perubahan dalam bagian mana pun dari sistem tersebut akan menimbulkan suatu ketegangan terhadap keseimbangan atau simetri, karena ketidakseimbangan atau kekurangan simetri secara psikologis tidak menyenangkan dan menimbulkan tekanan internal untuk memulihkan keseimbangan.
5. Model Westley dan Maclean, komunikasi antar pribadi dan komunikasi massa, dan memasukkan umpan balik sebagai integral dari proses komunikasi.
6. Model Garbner, menunjukkan bahwa seseorang mempersepsi suatu kejadian dan mengirimkan pesan kepada suatu transmitter yang pada gilirannya mengirimkan sinyal kepada penerima (receiver) dalam transmisi sinyal menghadapi gangguan dan muncul sebagai SSEE begi saluran (destination).
7. Model Berlo, terdiri dari 4 proses utama yaitu SMRC (Source, Message, Channel, dan Receiver) lalu ditambah 3 proses sekunder, yaitu feedback, efek, dan lingkungan.
8. Model DeFleur, komunikasi terjadi lewat suatu operasi seperangkat komponen dalam suatu sistem teoretis, yang konsekuensinya adalah isomorfisme (isomorphism) di antara respons internal (makna) terhadap seperangkat simbol tertentu pada pihak pengirim dan penerima. Isomorfisme makna merujuk pada upaya membuat makna terkoordinasikan antara pengirim dan khalayak.
9. Model Tubbs, konsep komunikasi sebagai transaksi, yang mengasumsikan kedua peserta komunikasi sebagai pengirim dan sekaligus juga penerima pesan.
10. Model Gudykunts dan Kim, komunikasi antar budaya yaitu antara orang-orang yang berasal dari budaya yang berlainan, atau komunikasi dengan orang asing.
11. Model Interaksional, menganggap manusia lebih aktif.
2. Model Aristoteles, persuasi dapat dicapai oleh siapa (etos-kepercayaan), argument (logos-logika dalam pendapat) dan memainkan emosi khalayak (photos-emosi khalayak)
3. Model Lasswell, merupakan ungkapan verbal yakni who (siapa), say what (apa yang dikatakan), in which channel (saluran pembicara pesan pendengar komunikasi), to whom (kepada siapa), with what effect? (unsur pengaruh).
4. Model Newcomb, mengisyaratkan bahwa setiap sistem apapun mungkin ditandai oleh suatu keseimbangan kekuatan-kekuatan dan bahwa perubahan dalam bagian mana pun dari sistem tersebut akan menimbulkan suatu ketegangan terhadap keseimbangan atau simetri, karena ketidakseimbangan atau kekurangan simetri secara psikologis tidak menyenangkan dan menimbulkan tekanan internal untuk memulihkan keseimbangan.
5. Model Westley dan Maclean, komunikasi antar pribadi dan komunikasi massa, dan memasukkan umpan balik sebagai integral dari proses komunikasi.
6. Model Garbner, menunjukkan bahwa seseorang mempersepsi suatu kejadian dan mengirimkan pesan kepada suatu transmitter yang pada gilirannya mengirimkan sinyal kepada penerima (receiver) dalam transmisi sinyal menghadapi gangguan dan muncul sebagai SSEE begi saluran (destination).
7. Model Berlo, terdiri dari 4 proses utama yaitu SMRC (Source, Message, Channel, dan Receiver) lalu ditambah 3 proses sekunder, yaitu feedback, efek, dan lingkungan.
8. Model DeFleur, komunikasi terjadi lewat suatu operasi seperangkat komponen dalam suatu sistem teoretis, yang konsekuensinya adalah isomorfisme (isomorphism) di antara respons internal (makna) terhadap seperangkat simbol tertentu pada pihak pengirim dan penerima. Isomorfisme makna merujuk pada upaya membuat makna terkoordinasikan antara pengirim dan khalayak.
9. Model Tubbs, konsep komunikasi sebagai transaksi, yang mengasumsikan kedua peserta komunikasi sebagai pengirim dan sekaligus juga penerima pesan.
10. Model Gudykunts dan Kim, komunikasi antar budaya yaitu antara orang-orang yang berasal dari budaya yang berlainan, atau komunikasi dengan orang asing.
11. Model Interaksional, menganggap manusia lebih aktif.