Posts made by Nilam Sari

BK kls C 2023 -> FORUM DISKUSI -> Topik Diskusi -> Re: Topik Diskusi

by Nilam Sari -
1.Perspektif Biologis, berfokus pada cara berbagai peristiwa yang berlangsung dalam tubuh mempengaruhi perilaku, perasaan, dan pikiran seseorang.

2.~ Perspektif Psikoanalisis, Pandangan bahwa perkembangan dibentuk oleh kekuatan bawah sadar yang memotivasi perilaku manusia.
~ Teori Psikoseksual dari Freud, Manusia melalui 5 tahap perkembangan psikoseksual. Setiap tahap perkembangan tersebut individu mengalami kenikmatan pada satu bagian tubuh lebih daripada bagian tubuh yg lain.
5 Tahap Perkembangan Psikoseksual
1. Tahap mulut (oral stage)
2. Tahap lubang anus (anal stage)
3. Tahap alat kelamin laki-laki (phallic stage)
4. Tahap tersembunyi (latency stage)
5. Tahap kemaluan (genital stage)
~ Teori Psikososial dari Erikson, perubahan perkembangan sepanjang siklus kehidupan manusia.
8 tahap perkembangan dalam siklus kehidupan
1. Kepercayaan dan ketidakpercayaan (trust >< mistrust)
2. Otonomi dng rasa malu dan keragu raguan (autonomy>< shame doubt)
3. Prakarsa dan rasa bersalah (initiative >< guild)
4. Tekun rasa rendah diri (industry> 5. Identitas dan kebingungan identitas (identity >< identity confusion)
6. Keintiman dan keterkucilan (intimacy> 7. Bangkit dan mandeg (generativity >< stagnation) dewasa pertengahan
8. Integritas dan kekecewaan (integrity >< despair)

3.Perspektif Pembelajaran
~ Teori Skinner, adalah pengkondisian operan (kondisioning operan). Pengkondisian operan adalah sebentuk pembelajaran dimana konsekuensi-konsekuensi dari perilaku menghasilkan perubahan dalam probabilitas perilaku itu akan diulangi. Asumsi kondisioning operan:
1. Belajar itu adalah tingkah laku.
2. Perubahan tingkah-laku (belajar) secara fungsional berkaitan dengan adanya perubahan dalam kejadian-kejadian di lingkungan kondisi-kondisi lingkungan.
3. Hubungan yang berhukum antara tingkah-laku dan lingkungan hanya dapat di tentukan kalau sifat-sifat tingkah-laku dan kondisi eksperimennya di devinisikan menurut fisiknya dan di observasi di bawah kondisi-kondisi yang di kontrol secara seksama.
4. Data dari studi eksperimental tingkah-laku merupakan satu-satunya sumber informasi yang dapat di terima tentang penyebab terjadinya tingkah laku.

Watson mendefinisikan belajar sebagai proses interaksi antara rangsangan dan tanggapan, tetapi rangsangan dan tanggapan yang dimaksud harus dapat diamati dan diukur. Dia mengakui bahwa perubahan mental terjadi ketika seseorang belajar, tetapi menganggap faktor-faktor ini tidak dapat diamati dan karena itu tidak perlu

Bandura
Albert Bandura menjelaskan ada 4 komponen penting dalam teori belajar sosial ini diantaranya:
a. Memperhatikan (attention): memperhatikan suatu perilaku/objek.
b. Menyimpan (retention): proses menyimpan apa yang telah diamati untuk diingat
c. Memproduksi gerakan motorik (motor reproduction): menerjemahkan hasil pengamatan menjadi tingkah laku sesuai dengan model yang telah diamati.
d. Penguatan dan motivasi (vicarious-reinforcement and motivational): dorongan motivasi untuk mengulang-ulang perbuatan yang ada supaya tidak hilang.

4.Perspektif Kognitif
~ Teori Piaget,
1.Tahap Sensori Motor, usia 0 – 2 Tahun. Anak menggunakan indera (sensori) yang ia miliki dan melalui gerakan untuk mengenal dunia disekitarnya
2.Tahap Pra Operasional, usia 2 – 7 Tahun. Usia Intuitif dan egosentris. Anak mulai mengembangkan kemampuan pra konseptual.
3.Tahap Operasional Konkrit, usia 7 – 11 Tahun. Mampu berpikir sistematis jika ia mengalami secara langsung.
4.Tahap Operasional Formal, di atas 11 tahun. Pemikiran lebih kompleks dan mengarah ke kemampuan berpokir secara abstrak.
~ Teori Vigotsky, menekankan pada peran lingkungan dalam membentuk persepsi dan pemahaman anak. Konsep "zone of proximal development” >> proses pembelajaran seorang anak ada sebuah area di mana anak tersebut harus diberikan bantuan eksternal untuk dapat belajar hal yang baru sedangkan ada area lain di mana anak tersebut dapat belajar mandiri tanpa dibantu.

5.Perspektif Kontekstual – Teori Ekologi Bronfrenbrenner
Teori Ekologi Bronfrenbrenner
~ Konteks social di mana anak tinggal dan orang-orang yang mempengaruhi perkembangan anak.
~ Manusia berkembang di pengaruhi oleh lingkungan.
~ 5 sistem lingkungan yang merentang dari interaksi interpersonal sampai ke pengaruh kultur yang lebih luas. 5 Sistem Lingkungan (Mikrosistem, Mesosistem, Eksosistem, Makrosistem, Kronosistem)

6.Perspektif Evolusionari/Sosio-biologi – Teori lampiran dari Bowlby dan Ainsworth, Evolusi menekankan perubahan dimana manusia dipandang sebagai eksperimen alami,
dan spesies lainnya. Manusia pun merupakan suatu solusi dari tantangan yang diberikan oleh lingkungan bagaimana mencari makan dan berkembang biak.

7.Perspektif Moral – Teori Kohlberg, menunjukkan bahwa sikap moral bukan hasil sosialisasi atau pelajaran yang diperoleh dari kebiasaan dan hal-hal lain yang berhubungan dengan nilai kebudayaan. Tahap-tahap perkembangan moral terjadi dari aktivitas spontan pada anak-anak.

BK kls C 2023 -> FORUM DISKUSI -> Topik Diskusi -> Re: Topik Diskusi

by Nilam Sari -
1. Konsep perkembangan merupakan perubahan yang
dialami oleh individu menuju tingkat kematangannya yang berlangsung secara sistematis, progresif, dan berkesinambungan, baik yang berkenaan dengan fisik maupun psikisnya. Dapat juga dikatakan istilah perkembangan berarti serangkaian perubahan progresif yang terjadi sebagai akibat dari proses kematangan dan pengalaman. Dikatakan Van den Daele dalam Hurlock (1980: 2) bahwa perkembangan berarti perubahan secara kualitatif. Ini bermakna bahwa perkembangan bukan sekadar penambahan ukuran tinggi dan berat badan seseorang atau kemampuan seseorang, melainkan suatu proses integrasi dari banyak struktur dan fungsi yang kompleks.

2.
a. Bersifat Egosentris Naif, anak dikatakan memiliki sifat egosentris naif karena anak selalu memandang dunia luar dari perspektif pandangannya sendiri, sesuai dengan pengetahuan dan pemahamannya sendiri, serta dibatasi oleh perasaan dan pikirannya yang masih sempit.
b. Relasi Sosial yang Primitif, relasi sosial yang primitif merupakan akibat dari sifat egosentris yang naif. Ciri ini ditandai oleh kehidupan anak yang belum dapat memisahkan antara keadaan dirinya dengan keadaan sosial sekitarnya.
c. Kesatuan Jasmani dan Rohani yang Nyaris Tidak Terpisahkan, pada anak usia dini kondisi jasmani dan rohani nyaris tidak terpisahkan karena nyatanya anak memang belum mampu memisahkan keduanya. Isi jasmani dan rohani anak usia dini masih merupakan satu kesatuan yang utuh. Pemahaman dan penghayatan anak terhadap sesuatu diekspresikan atau dikeluarkan secara bebas dan spontan, serta jujur baik dalam mimik, tingkah laku, maupun bahasanya. Anak tidak dapat berbohong atau berperilaku pura-pura, namun mengekspresikan segala sesuatu yang dirasakannya secara terbuka.
d. Sikap Hidup yang Fisiognomis, fisiognomis adalah atribut fisik. Anak usia dini masih bersikap fisiognomis terhadap dunianya, artinya secara langsung anak memberikan atribut atau sifat lahiriah atau sifat konkret, nyata terhadap apa yang dipahami dan dihayatinya.

3. a. Perkembangan merupakan proses yang tidak pernah berhenti (never ending process)
b. Semua aspek perkembangan saling memengaruhi
Setiap aspek perkembangan individu, baik fisik, emosi, inteligensi, maupun sosial, satu sama lain saling memengaruhi.
c. Perkembangan itu mengikuti pola atau arah tertentu.

4. ~Kognitif, berkaitan dengan proses pengolahan informasi yang diterima oleh individu
~ Motorik, berkaitan dengan gerakan tubuh dan koordinasi antara visual (apa yang dilihat) dengan gerakan
~ Bahasa, berkaitan dengan kemampuan individu untuk menerima dan mengungkapkan pendapat, ide, atau gagasan kepada atau dari orang lain
~ Sosioemosi, berkaitan dengan pengolahan emosi dan proses penyesuaian dengan lingkungan
~ Perkembangan Imajinasi, kemampuan imajinasi anak terefleksi dalam aktivitas anak berupa
peniruan anak terhadap apa yang dilihatnya.
~ Perkembangan Seni dan Kreativitas, pengembangan seni dan kreativitas pada pendidikan anak usia dini
bertujuan agar anak dapat dan mampu menciptakan sesuatu berdasarkan
hasil imajinasinya, mengembangkan kepekaan, dan dapat menghargai hasil
karya yang kreatif.
~ Perkembangan Moral dan Nilai-nilai Agama, perkembangan moral dan nilai-nilai agama seharusnya ditanamkan
sejak anak usia dini karena kemampuan ini – sebagaimana perkembangan
emosi dan sosial-dapat berkembang melalui pembiasaan.

5. Faktor genetik, lingkungan, kondisi kehamilan, komplikasi persalinan, pemenuhan nutrisi.

BK kls C 2023 -> FORUM DISKUSI -> Topik Diskusi -> Re: Topik Diskusi

by Nilam Sari -
1. Bimbingan dan konseling pada anak usia dini dapat diartikan sebagai proses pemberian bantuan kepada anak usia dini yang dilakukan oleh pendidik (guru atau pendamping) agar anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal serta memiliki kemampuan mengatasi/menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang dihadapinya.

2.
a. Membantu anak lebih mengenal dirinya, kemampuannya, sifatnya, kebiasaannya, dan kesenangannya.
b. Membantu anak agar dapat mengembangkan potensi yang dimilikinya.
c. Membantu anak untuk mampu mengatasi kesulitan-kesulitan yang dihadapinya.
d. Membantu menyiapkan perkembangan mental dan sosial anak untuk masuk ke lembaga pendidikan selanjutnya.
e. Membantu orang tua agar mengerti, memahami, dan menerima anak sebagai individu.
f. Membantu orang tua dalam mengatasi gangguan emosi anak yang ada hubungannya dengan situasi keluarga di rumah.
g. Membantu orang tua mengambil keputusan memilih sekolah bagi anaknya yang sesuai dengan taraf kemampuan kecerdasan, fisik, dan indra nya.
h. Memberikan informasi pada orang tua untuk memecahkan masalah kesehatan anak.

3.
a. Fungsi pemahaman, yaitu usaha bimbingan dan konseling yang akan menghasilkan pemahaman tentang beberapa hal
~Pemahaman terhadap diri anak didik terutama oleh orang tua dan guru.
~ Pemahaman terhadap lingkungan anak didik yang mencakup lingkungan keluarga dan sekolah terutama oleh orang tua, guru, dan pembimbing.
~ Pemahaman terhadap lingkungan yang lebih luas (di luar rumah dan sekolah).
~ Pemahaman terhadap cara-cara penyesuaian dan pengembangan diri.
b. Fungsi pencegahan, yaitu usaha bimbingan yang menghasilkan tercegah nya anak didik dari berbagai permasalahan yang dapat mengganggu, menghambat atau pun menimbulkan kesulitan dalam proses perkembangannya.
c. Fungsi perbaikan, yaitu usaha bimbingan yang akan menghasilkan terpecahkan nya berbagai permasalahan yang dialami oleh anak didik.
d. Fungsi pemeliharaan dan pengembangan, yaitu usaha bimbingan yang menghasilkan terpelihara nya dan berkembangnya berbagai potensi dan kondisi positif anak didik dalam rangka perkembangan dirinya secara mantap dan berkelanjutan.

4.
1. Bimbingan bagian penting dari proses pendidikan dan menyatu dalam seluruh aktivitas pendidikan.
2. Bimbingan harus berpusat pada anak yang dibimbing.
3. Kegiatan bimbingan mencakup seluruh kemampuan perkembangan individu yang meliputi kemampuan sosial-emosional, motorik kasar, motorik halus, visual, pendengaran, bahasa dan kecerdasan.
4. Bimbingan harus dimulai dengan mengenal (mengidentifikasi) kebutuhan-kebutuhan yang dirasakan oleh anak.
5. Layanan bimbingan diberikan kepada semua anak sebagai individu dan bukan hanya untuk anak yang menghadapi masalah.
6. Bimbingan harus luwes (fleksibel) sesuai dengan kebutuhan dan tingkat perkembangan anak usia dini.
7. Dalam menyampaikan permasalahan anak kepada orang tua hendaknya diciptakan situasi aman dan menyenangkan sehingga memungkinkan komunikasi yang wajar dan terhindar dari kesalahpahaman.
8. Dalam melaksanakan kegiatan bimbingan, hendaknya orang tua diikutsertakan agar mereka dapat mengikuti perkembangan dan memberikan bantuan kepada anaknya di rumah.
9. Bimbingan dilakukan se optimal mungkin sesuai dengan kemampuan yang dimiliki oleh guru sebagai pelaksana bimbingan dan bilamana perlu di konsultasikan kepada kepala sekolah dan tenaga ahli.
10. Layanan bimbingan selayaknya diberikan secara berkelanjutan.
11. Dalam memberikan bimbingan hendaknya selalu mencari dan menggunakan data yang tersedia mengenai anak serta lingkungannya dalam kurun waktu tertentu yang dicatat secara rinci.

5. Lingkup layanan bimbingan mengutamakan penekanan pada kegiatan :
a. Bimbingan Pribadi-Sosial, Bimbingan pribadi sosial ini dimaksudkan untuk mencapai tujuan dan tugas perkembangan pribadi sosial dalam mewujudkan pribadi yang mampu menyesuaikan diri dan bersosialisasi dengan lingkungan secara baik.
b. Bimbingan Belajar, Bimbingan belajar dimaksudkan untuk mencapai tujuan dan tugas perkembangan pendidikan melalui kegiatan belajar sambil bermain yang mencakup pengembangan kemampuan dasar dan pembentukan sikap dan perilaku.
c. Bimbingan Karier, Bimbingan yang membantu anak dalam perencanaan, pengembangan, dan pemecahan masalah-masalah karier, seperti pemahaman terhadap jabatan dan tugas-tugas kerja, pemahaman kondisi dan kemampuan diri, pemahaman kondisi lingkungan, perencanaan dan pengembangan karier, penyesuaian pekerjaan, dan pemecahan masalah-masalah karier yang dihadapi secara sederhana.

Ruang lingkup layanan bimbingan dan konseling
bagi anak usia dini ini terdapat sejumlah bentuk layanan :
1. Layanan Pengumpulan Data
Layanan pengumpulan data dimaksudkan untuk menjaring informasiinformasi yang diperlukan guru atau pendamping anak usia dini dalam memahami karakteristik, kemampuan, dn permasalahan yang mungkin dialami anak.
2. Layanan Informasi
Layanan informasi dimaksudkan untuk memberikan wawasan dan pemahaman baik untuk anak maupun bagi orang tua.
3. Layanan Konseling
Layanan konseling dimaksudkan untuk memberikan bantuan bagi anak yang diduga mengalami masalah tertentu, baik yang menyangkut masalah pribadi, sosial ataupun masalah lainnya.
4. Layanan Penempatan
Layanan penempatan merupakan layanan bimbingan yang memungkinkan peserta didik memperoleh penempatan yang tepat sesuai dengan kondisi dan potensinya.
5. Layanan Evaluasi dan Tindak Lanjut
Layanan evaluasi dan tindak lanjut merupakan layanan untuk mengetahui tingkat keberhasilan penanganan yang telah dilakukan guru atau pendamping.

KP AUD kls C 2023 -> FORUM DISKUSI -> Topik Diskusi -> Re: Topik Diskusi

by Nilam Sari -
Yaitu dengan;
1. Kesederhanaan, komunikasi tertulis harus sesederhana dan sejelas mungkin. Meskipun mungkin berguna untuk memasukkan banyak detail dalam komunikasi instruksional.

2. Jangan mengandalkan nada
Karena kita tidak memiliki nuansa komunikasi verbal dan nonverbal, berhati-hatilah saat mencoba mengomunikasikan nada tertentu saat menulis. Misalnya, mencoba mengomunikasikan lelucon, sarkasme, atau kegembiraan mungkin diterjemahkan secara berbeda bergantung pada audiens. Sebaliknya, cobalah untuk membuat tulisan kita sesederhana dan sejelas mungkin dan tindak lanjuti dengan komunikasi verbal di mana kita dapat menambahkan lebih banyak kepribadian.

3. Luangkan waktu untuk meninjau komunikasi tertulis kita, menyisihkan waktu untuk membaca kembali email, surat, atau memo dapat membantu kita mengidentifikasi kesalahan atau peluang untuk mengatakan sesuatu secara berbeda. Untuk komunikasi penting atau yang akan dikirim ke banyak orang, mungkin berguna untuk meminta kolega tepercaya meninjaunya juga.

4. Simpanlah file tulisan yang menurut kita efektif atau menyenangkan, jika kita menerima pamflet, email, atau memo tertentu yang menurut kita sangat membantu atau menarik, simpanlah itu sebagai referensi saat menulis komunikasi kita sendiri. Memasukkan metode atau gaya yang kita suka dapat membantu meningkat seiring waktu.

KP AUD kls C 2023 -> FORUM DISKUSI -> Topik Diskusi -> Re: Topik Diskusi

by Nilam Sari -
Yaitu dengan;
1. Berbicara Efektif, yaitu tidak bertele-tele, tidak berputar-putar untuk menyampaikan suatu poin pembicaraan. Cepat, tepat, lugas dan dapat dimengerti oleh lawan bicara kita. Berbicara efektif membuat lawan bicara kita akan fokus pada setiap hal yang kita sampaikan dan dapat mempengaruhi langsung ke dalam pikirannya.

2. Berbicara penuh motivasi, yaitu motivasi yang dimaksud adalah adanya dorongan/penyemangat dalam kata-kata yang diucapkan agar lawan bicara tergerak untuk melakukan sesuatu dengan baik dan sungguh-sungguh berdasarkan pengarahan yang sudah diberikan.

3. Berbicara untuk mendapat perhatian , pembicaraan yang membosankan dan bertele-tele tentu akan membuat lawan bicara atau pendengar mengabaikan kata-kata kita. Dalam teknik berkomunikasi/bicara perlu diperhatikan tema/materi yang akan kita sampaikan pada lawan bicara agar membuat mereka tetap fokus dengan kita. Ada baiknya untuk memperhatikan siapa lawan bicara kita agar materi yang kita sampaikan tepat sasaran, selain itu usahakan penyampaiannya dilakukan dengan gaya yang menarik. Temukan materi yang belum pernah pendengar tahu dan selipkan hal-hal unik untuk menarik perhatian lawan bicara.

4. Berbicara melalui keinderaan, agar tema/materi yang kita sampaikan meninggalkan bekas dalam pikiran lawan bicara maka kita bisa menguatkan komunikasi kita dengan ekspresi indera yang meyakinkan. Gerak tangan, tatapan mata, senyuman, atau kernyitan dahi akan menambah kesan tentang tema yang kita sampaikan. Hal ini juga agar lawan bicara mengerti bahwa tema yang kita bicarakan adalah hal yang penting dan patut untuk didengar.

Berkomunikasi dengan baik akan sangat membantu kita untuk saling memahami satu sama lainnya, menghindari kesalahpahaman dan tentunya akan saling memberikan rasa nyaman serta dapat menyampaikan berbagai macam informasi.