1.Perspektif Biologis, berfokus pada cara berbagai peristiwa yang berlangsung dalam tubuh mempengaruhi perilaku, perasaan, dan pikiran seseorang.
2.~ Perspektif Psikoanalisis, Pandangan bahwa perkembangan dibentuk oleh kekuatan bawah sadar yang memotivasi perilaku manusia.
~ Teori Psikoseksual dari Freud, Manusia melalui 5 tahap perkembangan psikoseksual. Setiap tahap perkembangan tersebut individu mengalami kenikmatan pada satu bagian tubuh lebih daripada bagian tubuh yg lain.
5 Tahap Perkembangan Psikoseksual
1. Tahap mulut (oral stage)
2. Tahap lubang anus (anal stage)
3. Tahap alat kelamin laki-laki (phallic stage)
4. Tahap tersembunyi (latency stage)
5. Tahap kemaluan (genital stage)
~ Teori Psikososial dari Erikson, perubahan perkembangan sepanjang siklus kehidupan manusia.
8 tahap perkembangan dalam siklus kehidupan
1. Kepercayaan dan ketidakpercayaan (trust >< mistrust)
2. Otonomi dng rasa malu dan keragu raguan (autonomy>< shame doubt)
3. Prakarsa dan rasa bersalah (initiative >< guild)
4. Tekun rasa rendah diri (industry> 5. Identitas dan kebingungan identitas (identity >< identity confusion)
6. Keintiman dan keterkucilan (intimacy> 7. Bangkit dan mandeg (generativity >< stagnation) dewasa pertengahan
8. Integritas dan kekecewaan (integrity >< despair)
3.Perspektif Pembelajaran
~ Teori Skinner, adalah pengkondisian operan (kondisioning operan). Pengkondisian operan adalah sebentuk pembelajaran dimana konsekuensi-konsekuensi dari perilaku menghasilkan perubahan dalam probabilitas perilaku itu akan diulangi. Asumsi kondisioning operan:
1. Belajar itu adalah tingkah laku.
2. Perubahan tingkah-laku (belajar) secara fungsional berkaitan dengan adanya perubahan dalam kejadian-kejadian di lingkungan kondisi-kondisi lingkungan.
3. Hubungan yang berhukum antara tingkah-laku dan lingkungan hanya dapat di tentukan kalau sifat-sifat tingkah-laku dan kondisi eksperimennya di devinisikan menurut fisiknya dan di observasi di bawah kondisi-kondisi yang di kontrol secara seksama.
4. Data dari studi eksperimental tingkah-laku merupakan satu-satunya sumber informasi yang dapat di terima tentang penyebab terjadinya tingkah laku.
Watson mendefinisikan belajar sebagai proses interaksi antara rangsangan dan tanggapan, tetapi rangsangan dan tanggapan yang dimaksud harus dapat diamati dan diukur. Dia mengakui bahwa perubahan mental terjadi ketika seseorang belajar, tetapi menganggap faktor-faktor ini tidak dapat diamati dan karena itu tidak perlu
Bandura
Albert Bandura menjelaskan ada 4 komponen penting dalam teori belajar sosial ini diantaranya:
a. Memperhatikan (attention): memperhatikan suatu perilaku/objek.
b. Menyimpan (retention): proses menyimpan apa yang telah diamati untuk diingat
c. Memproduksi gerakan motorik (motor reproduction): menerjemahkan hasil pengamatan menjadi tingkah laku sesuai dengan model yang telah diamati.
d. Penguatan dan motivasi (vicarious-reinforcement and motivational): dorongan motivasi untuk mengulang-ulang perbuatan yang ada supaya tidak hilang.
4.Perspektif Kognitif
~ Teori Piaget,
1.Tahap Sensori Motor, usia 0 – 2 Tahun. Anak menggunakan indera (sensori) yang ia miliki dan melalui gerakan untuk mengenal dunia disekitarnya
2.Tahap Pra Operasional, usia 2 – 7 Tahun. Usia Intuitif dan egosentris. Anak mulai mengembangkan kemampuan pra konseptual.
3.Tahap Operasional Konkrit, usia 7 – 11 Tahun. Mampu berpikir sistematis jika ia mengalami secara langsung.
4.Tahap Operasional Formal, di atas 11 tahun. Pemikiran lebih kompleks dan mengarah ke kemampuan berpokir secara abstrak.
~ Teori Vigotsky, menekankan pada peran lingkungan dalam membentuk persepsi dan pemahaman anak. Konsep "zone of proximal development” >> proses pembelajaran seorang anak ada sebuah area di mana anak tersebut harus diberikan bantuan eksternal untuk dapat belajar hal yang baru sedangkan ada area lain di mana anak tersebut dapat belajar mandiri tanpa dibantu.
5.Perspektif Kontekstual – Teori Ekologi Bronfrenbrenner
Teori Ekologi Bronfrenbrenner
~ Konteks social di mana anak tinggal dan orang-orang yang mempengaruhi perkembangan anak.
~ Manusia berkembang di pengaruhi oleh lingkungan.
~ 5 sistem lingkungan yang merentang dari interaksi interpersonal sampai ke pengaruh kultur yang lebih luas. 5 Sistem Lingkungan (Mikrosistem, Mesosistem, Eksosistem, Makrosistem, Kronosistem)
6.Perspektif Evolusionari/Sosio-biologi – Teori lampiran dari Bowlby dan Ainsworth, Evolusi menekankan perubahan dimana manusia dipandang sebagai eksperimen alami,
dan spesies lainnya. Manusia pun merupakan suatu solusi dari tantangan yang diberikan oleh lingkungan bagaimana mencari makan dan berkembang biak.
7.Perspektif Moral – Teori Kohlberg, menunjukkan bahwa sikap moral bukan hasil sosialisasi atau pelajaran yang diperoleh dari kebiasaan dan hal-hal lain yang berhubungan dengan nilai kebudayaan. Tahap-tahap perkembangan moral terjadi dari aktivitas spontan pada anak-anak.
2.~ Perspektif Psikoanalisis, Pandangan bahwa perkembangan dibentuk oleh kekuatan bawah sadar yang memotivasi perilaku manusia.
~ Teori Psikoseksual dari Freud, Manusia melalui 5 tahap perkembangan psikoseksual. Setiap tahap perkembangan tersebut individu mengalami kenikmatan pada satu bagian tubuh lebih daripada bagian tubuh yg lain.
5 Tahap Perkembangan Psikoseksual
1. Tahap mulut (oral stage)
2. Tahap lubang anus (anal stage)
3. Tahap alat kelamin laki-laki (phallic stage)
4. Tahap tersembunyi (latency stage)
5. Tahap kemaluan (genital stage)
~ Teori Psikososial dari Erikson, perubahan perkembangan sepanjang siklus kehidupan manusia.
8 tahap perkembangan dalam siklus kehidupan
1. Kepercayaan dan ketidakpercayaan (trust >< mistrust)
2. Otonomi dng rasa malu dan keragu raguan (autonomy>< shame doubt)
3. Prakarsa dan rasa bersalah (initiative >< guild)
4. Tekun rasa rendah diri (industry> 5. Identitas dan kebingungan identitas (identity >< identity confusion)
6. Keintiman dan keterkucilan (intimacy> 7. Bangkit dan mandeg (generativity >< stagnation) dewasa pertengahan
8. Integritas dan kekecewaan (integrity >< despair)
3.Perspektif Pembelajaran
~ Teori Skinner, adalah pengkondisian operan (kondisioning operan). Pengkondisian operan adalah sebentuk pembelajaran dimana konsekuensi-konsekuensi dari perilaku menghasilkan perubahan dalam probabilitas perilaku itu akan diulangi. Asumsi kondisioning operan:
1. Belajar itu adalah tingkah laku.
2. Perubahan tingkah-laku (belajar) secara fungsional berkaitan dengan adanya perubahan dalam kejadian-kejadian di lingkungan kondisi-kondisi lingkungan.
3. Hubungan yang berhukum antara tingkah-laku dan lingkungan hanya dapat di tentukan kalau sifat-sifat tingkah-laku dan kondisi eksperimennya di devinisikan menurut fisiknya dan di observasi di bawah kondisi-kondisi yang di kontrol secara seksama.
4. Data dari studi eksperimental tingkah-laku merupakan satu-satunya sumber informasi yang dapat di terima tentang penyebab terjadinya tingkah laku.
Watson mendefinisikan belajar sebagai proses interaksi antara rangsangan dan tanggapan, tetapi rangsangan dan tanggapan yang dimaksud harus dapat diamati dan diukur. Dia mengakui bahwa perubahan mental terjadi ketika seseorang belajar, tetapi menganggap faktor-faktor ini tidak dapat diamati dan karena itu tidak perlu
Bandura
Albert Bandura menjelaskan ada 4 komponen penting dalam teori belajar sosial ini diantaranya:
a. Memperhatikan (attention): memperhatikan suatu perilaku/objek.
b. Menyimpan (retention): proses menyimpan apa yang telah diamati untuk diingat
c. Memproduksi gerakan motorik (motor reproduction): menerjemahkan hasil pengamatan menjadi tingkah laku sesuai dengan model yang telah diamati.
d. Penguatan dan motivasi (vicarious-reinforcement and motivational): dorongan motivasi untuk mengulang-ulang perbuatan yang ada supaya tidak hilang.
4.Perspektif Kognitif
~ Teori Piaget,
1.Tahap Sensori Motor, usia 0 – 2 Tahun. Anak menggunakan indera (sensori) yang ia miliki dan melalui gerakan untuk mengenal dunia disekitarnya
2.Tahap Pra Operasional, usia 2 – 7 Tahun. Usia Intuitif dan egosentris. Anak mulai mengembangkan kemampuan pra konseptual.
3.Tahap Operasional Konkrit, usia 7 – 11 Tahun. Mampu berpikir sistematis jika ia mengalami secara langsung.
4.Tahap Operasional Formal, di atas 11 tahun. Pemikiran lebih kompleks dan mengarah ke kemampuan berpokir secara abstrak.
~ Teori Vigotsky, menekankan pada peran lingkungan dalam membentuk persepsi dan pemahaman anak. Konsep "zone of proximal development” >> proses pembelajaran seorang anak ada sebuah area di mana anak tersebut harus diberikan bantuan eksternal untuk dapat belajar hal yang baru sedangkan ada area lain di mana anak tersebut dapat belajar mandiri tanpa dibantu.
5.Perspektif Kontekstual – Teori Ekologi Bronfrenbrenner
Teori Ekologi Bronfrenbrenner
~ Konteks social di mana anak tinggal dan orang-orang yang mempengaruhi perkembangan anak.
~ Manusia berkembang di pengaruhi oleh lingkungan.
~ 5 sistem lingkungan yang merentang dari interaksi interpersonal sampai ke pengaruh kultur yang lebih luas. 5 Sistem Lingkungan (Mikrosistem, Mesosistem, Eksosistem, Makrosistem, Kronosistem)
6.Perspektif Evolusionari/Sosio-biologi – Teori lampiran dari Bowlby dan Ainsworth, Evolusi menekankan perubahan dimana manusia dipandang sebagai eksperimen alami,
dan spesies lainnya. Manusia pun merupakan suatu solusi dari tantangan yang diberikan oleh lingkungan bagaimana mencari makan dan berkembang biak.
7.Perspektif Moral – Teori Kohlberg, menunjukkan bahwa sikap moral bukan hasil sosialisasi atau pelajaran yang diperoleh dari kebiasaan dan hal-hal lain yang berhubungan dengan nilai kebudayaan. Tahap-tahap perkembangan moral terjadi dari aktivitas spontan pada anak-anak.