Kiriman dibuat oleh Anis Sarlia

3F Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Analisis Video 3

oleh Anis Sarlia -

Nama: Anis Sarlia Putri

Npm: 2213053173

Analisis Video 3

Penanaman dan Penerapan Nilai-Nilai Moral  Keluarga

Penanaman dan Penerapan Nilai-Nilai Moral Melalui 8 Fungsi Keluarga, yaitu:

1. Fungsi Agama

Nilai yang termasuk ke dalam fungsi agama antara lain yaitu nilai keimanan, ketaqwaan, kejujuran, syukur, kepedulian, tenggang rasa, kerajinan, kesalehan, ketaatan, suka menolong, disiplin, kesabaran, dan kasih sayang.

2. Fungsi Sosial Budaya

Nilai moral yang termasuk ke dalam fungsi sosial budaya antara lain yaitu nilai gotong royong, sopan santun, kerukunan, kepedulian, kebersamaan, toleransi, dan kemanusiaan.

3. Fungsi Cinta Kasih

Nilai moral yang termasuk ke dalam fungsi cinta kasih antara lain yaitu nilai empati, keakraban, keadilan, pemaaf, kesetiaan, pengorbanan, suka menolong, dan bertanggung jawab.

4. Fungsi Perlindungan

Nilai moral yang termasuk dalam fungsi perlindungan antara lain yaitu nilai pemaaf, tanggap, dan ketabahan.

5. Fungsi Reproduksi

Nilai moral yang termasuk ke dalam fungsi reproduksi antara lain yaitu nilai bertanggung jawab, kesehatan, dan keteguhan.

6. Fungsi Sosialisasi dan Pendidikan

Nilai moral yang termasuk ke dalam fungsi sosialisasi dan pendidikan yaitu nilai percaya diri, keluwesan, kebanggaan, kerajinan, kreatifitas, bertanggung jawab, dan bekerja sama.

7. Fungsi Ekonomi

Nilai moral yang termasuk ke dalam fungsi ekonomi yaitu antara lain yaitu nilai hemat, ketelitian, disiplin, kepedulian, dan keuletan.

8. Fungsi Pemeliharaan Lingkungan

Nilai moral yang termasuk ke dalam fungsi pemeliharaan lingkungan antara lain yaitu nilai kebersihan dan kedisiplinan.

3F Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Analisis Video 4

oleh Anis Sarlia -

Nama: Anis Sarlia Putri

Npm: 2213053173

Analisis video 4

ETIKA DAN MORAL DALAM KELUARGA DAN PEMBELAJARAN DARING

Di era modernisasi dan globalisasi saat ini kita mudah dalam mengakses informasi. Bukan hanya hal itu, kita juga mampu melihat kehidupan manusia lain dengan mudah melalui sosial media. Berbagai macam informasi yang kita temui menjadikan tolak ukur dalam pemikiran dan perilaku kita. Sebagai generasi muda kita harus mampu melihat mana yang baik dan buruk untuk kita mengapa kita generasi muda yang akan maraknya kasus-kasus yang kita lihat ini menggambarkan perilaku dan juga menggambarkan perilaku generasi muda. Di permasalahan-permasalahan sosial seperti pembunuhan, kemudian penggunaan obat terlarang, penistaan agama, tawuran bahkan pembunuhan terhadap orang tua. Ini berhubungan dengan etika dan moral memang ketika kita membicarakan tentang etika dan moral merupakan pedoman bagi setiap manusia. 

Tiga persamaan etika dan moral.

1. Etika dan moral mengacu pada ajaran tentang perbuatan tingkah laku dan sifat seseorang.

2. Etika dan moral merupakan prinsip atau aturan hidup manusia.

3. Etika dan moral bukan faktor keturunan tetapi potensi positif yang dilakukan setiap orang untuk mengembangkan potensi tersebut.

Perlu adanya pendidikan pembiasaan dan keteladanan serta dukungan lingkungan dari keluarga sekolah dan masyarakat secara berkesinambungan dalam membahas etika dan moral. Yang paling dasar adalah keluarga, karena keluarga merupakan kelompok paling utama bagi manusia pada kehidupan. keluarga inti terdapat berbagai macam aturan yang terkandung didalamnya nilai-nilai itu seperti keagamaan, sopan santun, kejujuran, dan lain sebagainya, meskipun kadangkala Penerapan nilai itu mengalami kesulitan atau hambatan akan tetapi nilai-nilai itu kiranya sangat mendukung suatu keluarga dalam mempersiapkan dan mewujudkan sumberdaya yang berkualitas. Etika dan moral sering kita abaikan Contohnya seperti tidak pamit dan mencium tangan kepada orangtua sebelum pergi keluar rumah, tidak meminta maaf kepada orang tua bila melakukan kesalahan, tidak membantu ibu dalam melakukan pekerjaan rumah, tidak bertutur kata dengan lembut dan sopan kepada orang tua membantah setelah orangtua, tidak saling menghormati dan menghargai berbohong kepada orang tua, tidak Mendengarkan nasehat orang tua.

Dalam pengembangan etika dan moral perlu adanya dukungan dari pendidikan salah satunya sekolah-sekolah merupakan aspek terpenting dalam menanamkan etika dan moral, karena di sekolah ada tata tertib yang mengontrol siswa melihat kondisi sekolah. Saat ini dampak dari pandemi covid 19 pemerintah mengalihkan proses pembelajaran di rumah. Bukan hal yang mudah melakukan pembelajaran di rumah tapi kita bisa mengantisipasi dan bisa mengurangi kesulitan itu dengan cara mengikuti aturan dalam proses pembelajaran daring.

3F Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Analisis Jurnal 1

oleh Anis Sarlia -

Nama: Anis Sarlia Putri

Npm: 2213063173

Analis jurnal 1

PENDIDIKAN MORAL DI SEKOLAH

Sekolah merupakan lingkungan mikrosistem, mikrosistem adalah sebuah pola dari aktivitas, peran dan relasi interpersonal yang dialami oleh seseorang yang sedang tumbuh berkembang. Perlu dilakukan perencanaan terkait pendidikan moral di sekolah yang bersifat komprehensif, yang melibatkan berbagai komponen : pendidik, materi, metode, dan evaluasi agar pendidikan moral di sekolah dapat berjalan dengan lebih optimal.

1. Pendidik 

Guru adalah ujung tombak untuk mewujudkan moral yang baik dalam diri peserta didik, maka guru terlebih dahulu harus bermoral baik. Dengan demikian, pendidikan moral yang dilaksanakan oleh guru akan lebih mudah diterima dan diteladani oleh para peserta didiknya.

2. Materi 

Pendidikan moral terhadap diri sendiri berkaitan dengan nilai-nilai kebersihan diri, kerajinan dalam belajar/bekerja, keuletan, disiplin waktu. Pendidikan moral untuk sesama manusia mencakup nilai-nilai moral sosial seperti kerjasama, toleransi, respek, berlaku adil, jujur, rendah hati, tanggung jawab. 

3. Metode 

Kirschenbaum (1995: 31) mengusulkan 100 cara atau metode pendidikan moral, yang dipayungi dalam lima kategori besar metode pendidikan moral yaitu penanaman (inkulkasi) nilai-nilai dan moralitas, modeling nilai-nilai dan moralitas, fasilitasi nilai-nilai dan moralitas, kecakapan untuk mengembangkan nilai dan melek moral, pelaksanaan program pendidikan nilai disekolah.

4. Evaluasi 

Evaluasi dilakukan untuk mengetahui ketercapaian tujuan. Evaluasi pendidikan moral sebenarnya yang terakhir dan sangat penting adalah perilaku. Perilaku moral dievaluasi secara akurat dengan melakukan observasi (pengamatan) dalam jangka waktu yang relatif lama dan secara terus-menerus.

3F Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Analisis Jurnal 2

oleh Anis Sarlia -

Nama Anis Sarlia Putri

Npm 2213053173

Analisis jurnal 2 

Proses pendidikan nilai moral di lingkungan Keluarga sebagai upaya Mengatasi kenakalan remaja

Keluarga merupakan institusi pendidikan utama dan pertama bagi anak. Karena anak untuk pertama kali mengenal pendidikan di lingkungan keluarga, Sebelum mengenal masyarakat yang lebih luas. Selain itu keluarga Dikatakan sebagai peletak fondasi untuk pendidikan selanjutnya. Pendidikan dan keluarga berjalan sepanjang masa, Melalui proses interaksi dan sosialisasi di dalam kerja itu sendiri. Esensi Jadikan nya tersirat dalam integrasi keluarga baik dalam komunikasi antar sesama anggota keluarga dalam tingkah laku keseharian orang tua dan anggota keluarga lainnya.

Peranan keluarga bagi anak anak

Sebagai Abdi dalam keluarga seseorang wajib menyerahkan segala kepentingan kepada keluarganya dan sebagai warga atau anggota ia berhak untuk ikut serta mengurus segala kepentingan di dalam keluarganya.

Peranan nilai moral bagi anak anak:

1. Moral sebagai ajaran kesusilaan ,berarti segala sesuatu yang berhubungan dengan tuntutan untuk melakukan perbuatan baik dan meninggalkan perbuatan buruk yang bertentangan dengan ketentuan yang berlaku dalam suatu masyarakat.

2. Moral sebagai aturan ,berarti ketentuan yang digunakan oleh masyarakat untuk menilai perbuatan seseorang apakah termasuk baik atau sebaliknya.

3. Moral sebagai gejala kejiwaan yang timbul dalam bentuk perbuatan seperti berani, jujur, sabar, gairah dan sebagainya (Sofyan sauri,2010:34).

Faktor faktor yang menyebabkan kemerosotan moral :

1. Kurang tertanamnya nilai nilai keimanan pada anak-anak.

2. Lingkungan masyarakat yang kurang sehat.

3. Pendidikan moral tidak Terlaksana menurut mestinya baik di rumah tangga,sekolah maupun masyarakat.

4. Suasana rumah tangga yang kurang baik.

5. Diperkenalkannya secara populer obat obat terlarang dan alat anti hamil.

6. Banyaknya tulisan gambaran gambaran ,siaran -siaran ,kesenian - kesenian yang tidak mengindahkan dasar dasar tuntunan moral.

7. Kurangnya bimbingan untuk mengisi waktu Luang (waktu leusure) Dengan cara yang baik, dan yang membawa kepada pembinaan moral.

8. Tidak ada atau kurang tempat bimbingan dan Penyuluhan bagi anak-anak dan pemuda-pemuda.

Proses pendidikan nilai moral untuk mengatasi kenakalan remaja dalam keluarga:

1. Penanaman pendidikan di mana sejak dini hingga anak -anak.

2. Menanamkan pendidikan moral kepada anak -anak.

3.Menciptakan suasana rumah tangga yang Harmonis.

3F Pendidikan Nilai dan Moral -> Forum Analisis Jurnal 2

oleh Anis Sarlia -

Nama : Anis Sarlia Putri

Npm: 2213053173

Analisis jurnal 2

Pendidikan nilai nilai moral pada anak usia dini

Pendidikan moral perlu ditanamkan kepada anak sejak usia dini, sebab usia dini merupakan saat yang baik untuk mengembangkan kecerdasan moral anak.. Dari pendapat di atas, moral dimaksudkan masih sebagai seperangkat ide, nilai, ajaran, prinsip, atau norma. Akan tetapi lebih konkret dari itu, moral juga sering dimaksudkan sudah berupa tingkah laku, perbuatan, sikap atau karakter yang didasarkan pada ajaran nilai, prinsip atau norma. Pendidikan moral juga dapat diartikan sebagai suatu konsep kebaikan (konsep yang bermoral) yang diberikan atau diajarkan kepada peserta didik (generasi muda dan masyarakat) untuk membentuk budi pekerti luhur, berakhlak mulia dan berperilaku terpuji. Penanaman Nilai-Nilai Moral Pada Anak Usia Dini dapat dilakukan dengan berbagai macam metode yaitu:

1. Metode bermain

2. Metode bercerita

3. Metode pemberian tugas

4. Metode bercakap-cakap

Cara Pelaksanaan Penanaman Nilai-nilai moral pada anak usia dini dapat diselenggarakan melalui Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) diselenggarakan sebelum jenjang Sekolah Dasar. PAUD dapat diselenggarakan melalui jalur pendidikan formal, non formal, dan/atau informal. PAUD pada jalur pendidikan formal berbentuk Taman K- anak-kanak (TK) dan Raudatul Athfal (RA). PAUD pada jalur pendidikan non formal berbentuk Kelompok Bermain (KB), Taman Penitipan Anak (TPA), dan Satuan PAUD Sejenis (SPS).