Nama: Elshinta
NPM:
2213034024
1.Jelaskan
kembali sejarah transmigrasi yang ada di Indonesia berdasarkan video!
Jawab:
Sejarah transmigrasi
di Indonesia di mulai pada masa pendudukan kolonial belanda yang awalnya
dikenal dengan istilah kolonisasi, setelah kemerdekaan berganti nama menjadi
transmigrasi. Latar belakang program transmigrasi zaman kolonial adalah hasil
penelitian dari huzzelman yang dilaporkan pada pemerintahan kedu, bahwa lahan
pertanian di Jawa berkurang dari tahun
1904-1905, sedangkan penduduk menunjukkan jumlah peningkatan yang pesat dari
20.000 juta jiwa menjadi 23.000 juta jiwa, sementara lahan di luar jawa masih
tersedia lahan untuk membuka perkebunan baru.
Oleh karena itu
residen saat itu diperintahkan untuk memindahkan penduduk jawa keluar pulau. Dicatatkan
dalam arsip nasional Indonesia hal ini dikenal dengan istilah program
kolonisasi. Program kolonisasi kemudian dilanjutkan ke Pulau Sumatera tepatnya
di provinsi Lampung pada tahun 1905 ke desa bagelen, kecamatan gedong tataan.
Pada masa itu
transmigrasi di Indonesia diinisiasi oleh pemerintahan Hindia Belanda. Sebanyak
135 keluarga dari kerisidenan Kedu Jawa Tengah dipindahkan ke lampung untuk
perluasan daerah perkebunan yang dikelola
oleh pemerintah belanda di luar jawa. Para transmigran itu datang ke
lampung dengan naik kapal laut, dari pelabuhan Tanjung Priuk dan bersandar di
pelabuhan kecil di teluk betung. Dari teluk betung para transmigran berjalan dua
hari menuju sebuah desa bernama desa bagelen pada masa itu. Nama itu persis
seperti nama wilayah kabupaten di Purworejo. Saat ini keturuann para
transmigran itu tersebar ke sejumlah daerah di lampung. Antara lain kabupaten Tanggamus, Pringsewu dan Metro.
Pemberian nama
daerah yang persis sama dilakukan untuk mengobati rindu para transmigran dengan
daerah asalnya, dengan begitu tetap betah Di Lampung. Semula para transmigran
itu hendak dikirim ke Banyuwangi. Namun daerah itu dianggap tidak cocok sebagai
daerah tujuan karena bisa saja transmigran kembali ke daerah asalnya
Keresidenan Lampung
yang berada di ujung Sumatera di anggap cocok karena masih banyak lahan yang
kosong, selain itu mereka juga harus menyebrang lautan, sehingga tidak mungkin
akan kembali ke daerah asal, agar betah setiap kepala keluarga diberi bantuan
berupa 20 gulden perlengkapan pertanian dan alat masak.
Setelah transmigrasi
pertama pada tahun 1905, orang-orang dari jawa terus dipindahkan ke Lampung. Menurut
catatan musem nasional sepanjang tahun 1905 -1943 terdapat 51.000 kepala
keluarga yang dipindahkan dari jawa ke lampung. Saat ini keturunan para transmigrasi
tersebar ke sejumlah daerah antara lain Kabupaten Tanggamus, Pringsewu, Metro,
Lampung Selatan serta Bandar Lampung
Para transmigran
tetap melakukan budaya dan tradisi dari daerah asalnya contohnya karawitan jawa,
hal tersebut salah satunya dapat dilihat di Desa Mulya Jaya Kecamatan Tulang
Bawang Tengah, Kabupaten Tulang Bawang Barat, desa yang dihuni keturunan kedua
dan ketiga warga transmigrasi asal Yogyakarta dan Jawa Tengah. Sedangkan di Desa
Tirta Kencana suku bali hidup berdampingan dengan suku Jawa dan Lampung. Para transmigran
menyadari mereka berasal dari daeral asal yang berbeda oleh karena itu mereka
harus hidup berdampingan dengan suku asli lampung, mereka saling berkomunikasi,
melihat menghargai, dan akhirnya saling mengenal.
Oleh karena itu Meseum
Nasional Ketransmigrasian ada di Lampung tepatnya di Desa Bagelan Kecamatan
Gedong Tataan. Transmigrasi yang pertama kali dilakukan pada tanggal 12 Desember 1905 dari Keresidenan Kedu, Jawa Tengah sebanyak 23 kepala keluarga, yang
kemudian ditetapkan sebagai hari bhakti transmigrasi
2. Apakah
transmigrasi itu penting?
Jawab:
Ya, karena transmigrasi
merupakan program penting dalam pembangunan Indonesia dikarena mampu membantu
pemerataan penduduk dan mengurangi kepadatan di wilayah tertentu, khususnya
Pulau Jawa. Dengan adanya perpindahan penduduk ke daerah lain seperti
Kalimantan, Sulawesi, dan Papua, transmigrasi membuka peluang pemanfaatan
sumber daya alam yang melimpah sekaligus mendorong pembangunan wilayah baru.
Kehadiran transmigran juga memicu perkembangan infrastruktur seperti jalan,
sekolah, dan fasilitas kesehatan sehingga daerah tujuan dapat tumbuh menjadi
kawasan yang lebih maju.
Selain itu,
transmigrasi memberi kesempatan hidup yang lebih baik bagi masyarakat yang
kesulitan mendapatkan lahan di daerah asalnya. Program ini juga memperkuat
persatuan bangsa karena mempertemukan masyarakat dari berbagai suku dan budaya
di satu wilayah. Namun, tantangan yang muncul tidak dapat diabaikan, seperti
benturan dengan penduduk lokal, permasalahan lingkungan akibat pembukaan lahan,
hingga kesulitan adaptasi sosial bagi transmigran. Oleh karena itu,
transmigrasi tetap penting, tetapi harus direncanakan secara bijak agar
memberikan manfaat nyata bagi penduduk maupun wilayah tujuan.