Ranti Ruhmiyati Resni
2213054033
1. Karakteristik
• Anak Usia Dini Bersifat Unik, Menurut Bredekamp (1987) anak memiliki keunikan tersendiri seperti dalam gaya belajar, minat, dan latar belakang keluarga. Keunikan dimiliki oleh masing-masing anak sesuai dengan bawaan, minat, kemampuan dan latar belakang budaya kehidupan yang berbeda satu sama lain.
• Anak Usia Dini Berada Dalam Masa Potensial, Anak usia dini sering dikatakan berada dalam masa “golden age” atau masa yang paling potensial atau paling baik untuk belajar dan berkembang. Jika masa ini terlewati dengan tidak baik maka dapat berpengaruh pada perkembangan tahap selanjutnya.
• Anak Usia Dini Bersifat Relatif Spontan, Pada masa ini anak akan bersikap apa adanya dan tidak pandai berpura-pura. Mereka akan dengan leluasa menyatakan pikiran dan
perasaannya tanpa memedulikan tanggapan orang-orang di sekitarnya.
• Anak Usia Dini Cenderung Ceroboh dan Kurang Perhitungan, Anak usia dini tidak mempertimbangkan bahaya atau tidaknya suatu tindakan. Jika mereka ingin melakukan maka akan dilakukannya meskipun hal tersebut dapat membuatnya cedera atau celaka.
• Anak Usia Dini Bersifat Aktif dan Energik, Anak usia dini selalu bergerak dan tidak pernah bisa diam kecuali
sedang tertidur. Maka sering kali dikatakan bahwa anak usia dini “tidak
ada matinya”
• Anak Usia Dini Bersifat Egosentris, Pada umumnya anak masih bersifat egosentris, ia melihat dunia dari sudut pandang dan kepentingannya sendiri. Hal itu bisa diamati ketika anak saling berebut main, atau menangis ketika menginginkan sesuatu namun tidak dipenuhi oleh orang tuanya.
• Anak Usia Dini Memiliki Rasa Ingin Tahu yang Kuat, Anak berpandangan bahwa dunia ini dipenuhi hal-hal yang
menarik dan menakjubkan. Hal ini mendorong rasa ingin tahu yang
tinggi. Rasa ingin tahu anak bervariasi, tergantung apa yang menarik
perhatiannya. Rasa ingin tahu ini sangat baik dikembangkan untuk memberikan pengetahuan yang baru bagi anak dalam rangka mengembangkan kognitifnya. Semakin banyak pengetahuan yang didapat berdasar kepada rasa ingin tahu anak yang tinggi, semakin kaya daya pikir anak.
• Anak Usia Dini Berjiwa Petualang,
Karena rasa ingin tahunya yang besar dan kuat membuat anak usia dini ingin menjelajah berbagai tempat untuk memuaskan rasa ingin tahu tersebut dengan cara mengeksplor benda dan lingkungan di sekitarnya.
• Anak Usia Dini Memiliki Imajinasi dan Fantasi yang Tinggi, Daya imajinasi dan fantasi anak sangat tinggi hingga terkadang banyak orang dewasa atau orang yang lebih tua menganggapnya sebagai pembohong dan suka membual. Namun sesungguhnya hal ini karena mereka suka sekali membayangkan hal-hal di luar logika.
• Anak Usia Dini Cenderung Mudah Frustrasi, Anak usia dini cenderung mudah putus asa dan bosan dengan segala hal yang dirasa sulit baginya. Mereka akan segera meninggalkan kegiatan atau permainan yang bahkan belum diselesaikannya
• Anak Usia Dini Memiliki Rentang Perhatian yang Pendek, Rentang perhatian anak usia dini tidak terlalu panjang, itulah sebabnya mengapa mereka tidak bisa diam dan sulit diajak fokus pada kegiatan yang membutuhkan ketenangan.
2. Ciri-ciri
• Terjadinya perubahan dalam (1) aspek fisik: perubahan tinggi
berat badan serta organ-organ tubuh lainnya, (2) aspek psikis: semakin bertambahnya perbendaharaan kata dan matangnya kemampuan berpikir, mengingat, serta menggunakan imajinasi kreatifnya.
• Terjadinya perubahan dalam proporsi; (1) aspek fisik: proporsi tubuh anak berubah sesuai dengan fase perkembangannya, (2) aspek psikis: perubahan imajinasi dari yang bersifat fantasi ke realitas; dan perubahan perhatiannya dari yang fantasi kepada
dirinya sendiri perlahan-lahan beralih kepada orang lain (kelompok teman sebaya).
• Lenyapnya tanda-tanda yang lama; (1) tanda-tanda fisik: lenyapnya kelenjar Thymus (kelenjar anak-anak) yang terletak pada bagian dada, kelenjar pineal pada bagian bawah otak,
rambut-rambut halus dan gigi susu, (2) tanda-tanda psikis; lenyapnya masa mengoceh (meraban), bentuk gerak-gerik kanak-kanak (seperti merangkak) dan perilaku impulsive (dorongan
untuk bergerak sebelum berpikir)
• 4) Diperolehnya tanda-tanda yang baru; (1) tanda-tanda fisik; pergantian gigi, (2) tanda-tanda psikis: seperti berkembangnya rasa ingin tahu tentang lingkungan yang ada di sekitarnya, nilai-nilai dan agama.
4. Prinsip
> Domain perkembangan anak secara umum meliputi: fisik, sosial, emosional dan kognitif. Keempat domain tersebut saling terkait dan saling berhubungan. Perkembangan domain yang satu
memengaruhi perkembangan lainnya.
> Perkembangan terjadi dalam urutan yang relatif teratur. Perkembangan kemampuan dan atau keterampilan berlangsung secara urut dan teratur. Perkembangan sebelumnya melandasi
dan menjadi dasar untu perkembangan berikutnya sementara perkembangan selanjutnya didasari oleh pengalaman yang sudah diperoleh sebelumnya.
> Hasil proses perkembangan yang terjadi pada diri setiap anak berbeda antara anak yang satu dengan lainnya dan hasil perkembangan di dalam diri seorang anak juga berbeda antara kemampuan satu dengan lainnya.
> Pengalaman awal yang diperoleh anak memiliki efek kumulatif dan
tertunda pada pengembangan individu anak. Terdapat periode optimal untuk jenis perkembangan dan pembelajaran tertentu dan terjadinya dapat berbeda pada setiap anak.
> Proses perkembangan merupakan sesuatu yang dapat diprediksi arah kemajuan, organisasi kompleksitas dan internalisasinya.
> Perkembangan dan pembelajaran terjadi di dalam dan termasuk lingkungan sosial yang beragam dan konteks budaya masing-masing.
5. Aspek-aspek
• Perkembangan Nilai Agama dan Moral
• Perkembangan Fisik-Motorik
• Perkembangan Kognitif
• Perkembangan Bahasa
• Perkembangan Sosial-Emosional
• Perkembangan Seni
6. Faktor-faktor
• Faktor Genetik atau Keturunan
• Faktor Hormon
• Faktor Gizi
• Faktor Lingkungan
• Olahraga atau Kesehatan
• Faktor Pendidikan
2213054033
1. Karakteristik
• Anak Usia Dini Bersifat Unik, Menurut Bredekamp (1987) anak memiliki keunikan tersendiri seperti dalam gaya belajar, minat, dan latar belakang keluarga. Keunikan dimiliki oleh masing-masing anak sesuai dengan bawaan, minat, kemampuan dan latar belakang budaya kehidupan yang berbeda satu sama lain.
• Anak Usia Dini Berada Dalam Masa Potensial, Anak usia dini sering dikatakan berada dalam masa “golden age” atau masa yang paling potensial atau paling baik untuk belajar dan berkembang. Jika masa ini terlewati dengan tidak baik maka dapat berpengaruh pada perkembangan tahap selanjutnya.
• Anak Usia Dini Bersifat Relatif Spontan, Pada masa ini anak akan bersikap apa adanya dan tidak pandai berpura-pura. Mereka akan dengan leluasa menyatakan pikiran dan
perasaannya tanpa memedulikan tanggapan orang-orang di sekitarnya.
• Anak Usia Dini Cenderung Ceroboh dan Kurang Perhitungan, Anak usia dini tidak mempertimbangkan bahaya atau tidaknya suatu tindakan. Jika mereka ingin melakukan maka akan dilakukannya meskipun hal tersebut dapat membuatnya cedera atau celaka.
• Anak Usia Dini Bersifat Aktif dan Energik, Anak usia dini selalu bergerak dan tidak pernah bisa diam kecuali
sedang tertidur. Maka sering kali dikatakan bahwa anak usia dini “tidak
ada matinya”
• Anak Usia Dini Bersifat Egosentris, Pada umumnya anak masih bersifat egosentris, ia melihat dunia dari sudut pandang dan kepentingannya sendiri. Hal itu bisa diamati ketika anak saling berebut main, atau menangis ketika menginginkan sesuatu namun tidak dipenuhi oleh orang tuanya.
• Anak Usia Dini Memiliki Rasa Ingin Tahu yang Kuat, Anak berpandangan bahwa dunia ini dipenuhi hal-hal yang
menarik dan menakjubkan. Hal ini mendorong rasa ingin tahu yang
tinggi. Rasa ingin tahu anak bervariasi, tergantung apa yang menarik
perhatiannya. Rasa ingin tahu ini sangat baik dikembangkan untuk memberikan pengetahuan yang baru bagi anak dalam rangka mengembangkan kognitifnya. Semakin banyak pengetahuan yang didapat berdasar kepada rasa ingin tahu anak yang tinggi, semakin kaya daya pikir anak.
• Anak Usia Dini Berjiwa Petualang,
Karena rasa ingin tahunya yang besar dan kuat membuat anak usia dini ingin menjelajah berbagai tempat untuk memuaskan rasa ingin tahu tersebut dengan cara mengeksplor benda dan lingkungan di sekitarnya.
• Anak Usia Dini Memiliki Imajinasi dan Fantasi yang Tinggi, Daya imajinasi dan fantasi anak sangat tinggi hingga terkadang banyak orang dewasa atau orang yang lebih tua menganggapnya sebagai pembohong dan suka membual. Namun sesungguhnya hal ini karena mereka suka sekali membayangkan hal-hal di luar logika.
• Anak Usia Dini Cenderung Mudah Frustrasi, Anak usia dini cenderung mudah putus asa dan bosan dengan segala hal yang dirasa sulit baginya. Mereka akan segera meninggalkan kegiatan atau permainan yang bahkan belum diselesaikannya
• Anak Usia Dini Memiliki Rentang Perhatian yang Pendek, Rentang perhatian anak usia dini tidak terlalu panjang, itulah sebabnya mengapa mereka tidak bisa diam dan sulit diajak fokus pada kegiatan yang membutuhkan ketenangan.
2. Ciri-ciri
• Terjadinya perubahan dalam (1) aspek fisik: perubahan tinggi
berat badan serta organ-organ tubuh lainnya, (2) aspek psikis: semakin bertambahnya perbendaharaan kata dan matangnya kemampuan berpikir, mengingat, serta menggunakan imajinasi kreatifnya.
• Terjadinya perubahan dalam proporsi; (1) aspek fisik: proporsi tubuh anak berubah sesuai dengan fase perkembangannya, (2) aspek psikis: perubahan imajinasi dari yang bersifat fantasi ke realitas; dan perubahan perhatiannya dari yang fantasi kepada
dirinya sendiri perlahan-lahan beralih kepada orang lain (kelompok teman sebaya).
• Lenyapnya tanda-tanda yang lama; (1) tanda-tanda fisik: lenyapnya kelenjar Thymus (kelenjar anak-anak) yang terletak pada bagian dada, kelenjar pineal pada bagian bawah otak,
rambut-rambut halus dan gigi susu, (2) tanda-tanda psikis; lenyapnya masa mengoceh (meraban), bentuk gerak-gerik kanak-kanak (seperti merangkak) dan perilaku impulsive (dorongan
untuk bergerak sebelum berpikir)
• 4) Diperolehnya tanda-tanda yang baru; (1) tanda-tanda fisik; pergantian gigi, (2) tanda-tanda psikis: seperti berkembangnya rasa ingin tahu tentang lingkungan yang ada di sekitarnya, nilai-nilai dan agama.
4. Prinsip
> Domain perkembangan anak secara umum meliputi: fisik, sosial, emosional dan kognitif. Keempat domain tersebut saling terkait dan saling berhubungan. Perkembangan domain yang satu
memengaruhi perkembangan lainnya.
> Perkembangan terjadi dalam urutan yang relatif teratur. Perkembangan kemampuan dan atau keterampilan berlangsung secara urut dan teratur. Perkembangan sebelumnya melandasi
dan menjadi dasar untu perkembangan berikutnya sementara perkembangan selanjutnya didasari oleh pengalaman yang sudah diperoleh sebelumnya.
> Hasil proses perkembangan yang terjadi pada diri setiap anak berbeda antara anak yang satu dengan lainnya dan hasil perkembangan di dalam diri seorang anak juga berbeda antara kemampuan satu dengan lainnya.
> Pengalaman awal yang diperoleh anak memiliki efek kumulatif dan
tertunda pada pengembangan individu anak. Terdapat periode optimal untuk jenis perkembangan dan pembelajaran tertentu dan terjadinya dapat berbeda pada setiap anak.
> Proses perkembangan merupakan sesuatu yang dapat diprediksi arah kemajuan, organisasi kompleksitas dan internalisasinya.
> Perkembangan dan pembelajaran terjadi di dalam dan termasuk lingkungan sosial yang beragam dan konteks budaya masing-masing.
5. Aspek-aspek
• Perkembangan Nilai Agama dan Moral
• Perkembangan Fisik-Motorik
• Perkembangan Kognitif
• Perkembangan Bahasa
• Perkembangan Sosial-Emosional
• Perkembangan Seni
6. Faktor-faktor
• Faktor Genetik atau Keturunan
• Faktor Hormon
• Faktor Gizi
• Faktor Lingkungan
• Olahraga atau Kesehatan
• Faktor Pendidikan