Posts made by Ranti Ruhmiyati Resni

BK kls 3A 2023 -> FORUM DISKUSI -> Topik Diskusi -> Re: Topik Diskusi

by Ranti Ruhmiyati Resni -
Ranti Ruhmiyati Resni
2213054033

1. Karakteristik
• Anak Usia Dini Bersifat Unik, Menurut Bredekamp (1987) anak memiliki keunikan tersendiri seperti dalam gaya belajar, minat, dan latar belakang keluarga. Keunikan dimiliki oleh masing-masing anak sesuai dengan bawaan, minat, kemampuan dan latar belakang budaya kehidupan yang berbeda satu sama lain.
• Anak Usia Dini Berada Dalam Masa Potensial, Anak usia dini sering dikatakan berada dalam masa “golden age” atau masa yang paling potensial atau paling baik untuk belajar dan berkembang. Jika masa ini terlewati dengan tidak baik maka dapat berpengaruh pada perkembangan tahap selanjutnya.
• Anak Usia Dini Bersifat Relatif Spontan, Pada masa ini anak akan bersikap apa adanya dan tidak pandai berpura-pura. Mereka akan dengan leluasa menyatakan pikiran dan
perasaannya tanpa memedulikan tanggapan orang-orang di sekitarnya.
• Anak Usia Dini Cenderung Ceroboh dan Kurang Perhitungan, Anak usia dini tidak mempertimbangkan bahaya atau tidaknya suatu tindakan. Jika mereka ingin melakukan maka akan dilakukannya meskipun hal tersebut dapat membuatnya cedera atau celaka.
• Anak Usia Dini Bersifat Aktif dan Energik, Anak usia dini selalu bergerak dan tidak pernah bisa diam kecuali
sedang tertidur. Maka sering kali dikatakan bahwa anak usia dini “tidak
ada matinya”
• Anak Usia Dini Bersifat Egosentris, Pada umumnya anak masih bersifat egosentris, ia melihat dunia dari sudut pandang dan kepentingannya sendiri. Hal itu bisa diamati ketika anak saling berebut main, atau menangis ketika menginginkan sesuatu namun tidak dipenuhi oleh orang tuanya.
• Anak Usia Dini Memiliki Rasa Ingin Tahu yang Kuat, Anak berpandangan bahwa dunia ini dipenuhi hal-hal yang
menarik dan menakjubkan. Hal ini mendorong rasa ingin tahu yang
tinggi. Rasa ingin tahu anak bervariasi, tergantung apa yang menarik
perhatiannya. Rasa ingin tahu ini sangat baik dikembangkan untuk memberikan pengetahuan yang baru bagi anak dalam rangka mengembangkan kognitifnya. Semakin banyak pengetahuan yang didapat berdasar kepada rasa ingin tahu anak yang tinggi, semakin kaya daya pikir anak.
• Anak Usia Dini Berjiwa Petualang,
Karena rasa ingin tahunya yang besar dan kuat membuat anak usia dini ingin menjelajah berbagai tempat untuk memuaskan rasa ingin tahu tersebut dengan cara mengeksplor benda dan lingkungan di sekitarnya.
• Anak Usia Dini Memiliki Imajinasi dan Fantasi yang Tinggi, Daya imajinasi dan fantasi anak sangat tinggi hingga terkadang banyak orang dewasa atau orang yang lebih tua menganggapnya sebagai pembohong dan suka membual. Namun sesungguhnya hal ini karena mereka suka sekali membayangkan hal-hal di luar logika.
• Anak Usia Dini Cenderung Mudah Frustrasi, Anak usia dini cenderung mudah putus asa dan bosan dengan segala hal yang dirasa sulit baginya. Mereka akan segera meninggalkan kegiatan atau permainan yang bahkan belum diselesaikannya
• Anak Usia Dini Memiliki Rentang Perhatian yang Pendek, Rentang perhatian anak usia dini tidak terlalu panjang, itulah sebabnya mengapa mereka tidak bisa diam dan sulit diajak fokus pada kegiatan yang membutuhkan ketenangan.

2. Ciri-ciri
• Terjadinya perubahan dalam (1) aspek fisik: perubahan tinggi
berat badan serta organ-organ tubuh lainnya, (2) aspek psikis: semakin bertambahnya perbendaharaan kata dan matangnya kemampuan berpikir, mengingat, serta menggunakan imajinasi kreatifnya.
• Terjadinya perubahan dalam proporsi; (1) aspek fisik: proporsi tubuh anak berubah sesuai dengan fase perkembangannya, (2) aspek psikis: perubahan imajinasi dari yang bersifat fantasi ke realitas; dan perubahan perhatiannya dari yang fantasi kepada
dirinya sendiri perlahan-lahan beralih kepada orang lain (kelompok teman sebaya).
• Lenyapnya tanda-tanda yang lama; (1) tanda-tanda fisik: lenyapnya kelenjar Thymus (kelenjar anak-anak) yang terletak pada bagian dada, kelenjar pineal pada bagian bawah otak,
rambut-rambut halus dan gigi susu, (2) tanda-tanda psikis; lenyapnya masa mengoceh (meraban), bentuk gerak-gerik kanak-kanak (seperti merangkak) dan perilaku impulsive (dorongan
untuk bergerak sebelum berpikir)
• 4) Diperolehnya tanda-tanda yang baru; (1) tanda-tanda fisik; pergantian gigi, (2) tanda-tanda psikis: seperti berkembangnya rasa ingin tahu tentang lingkungan yang ada di sekitarnya, nilai-nilai dan agama.

4. Prinsip
> Domain perkembangan anak secara umum meliputi: fisik, sosial, emosional dan kognitif. Keempat domain tersebut saling terkait dan saling berhubungan. Perkembangan domain yang satu
memengaruhi perkembangan lainnya.
> Perkembangan terjadi dalam urutan yang relatif teratur. Perkembangan kemampuan dan atau keterampilan berlangsung secara urut dan teratur. Perkembangan sebelumnya melandasi
dan menjadi dasar untu perkembangan berikutnya sementara perkembangan selanjutnya didasari oleh pengalaman yang sudah diperoleh sebelumnya.
> Hasil proses perkembangan yang terjadi pada diri setiap anak berbeda antara anak yang satu dengan lainnya dan hasil perkembangan di dalam diri seorang anak juga berbeda antara kemampuan satu dengan lainnya.
> Pengalaman awal yang diperoleh anak memiliki efek kumulatif dan
tertunda pada pengembangan individu anak. Terdapat periode optimal untuk jenis perkembangan dan pembelajaran tertentu dan terjadinya dapat berbeda pada setiap anak.
> Proses perkembangan merupakan sesuatu yang dapat diprediksi arah kemajuan, organisasi kompleksitas dan internalisasinya.
> Perkembangan dan pembelajaran terjadi di dalam dan termasuk lingkungan sosial yang beragam dan konteks budaya masing-masing.

5. Aspek-aspek
• Perkembangan Nilai Agama dan Moral
• Perkembangan Fisik-Motorik
• Perkembangan Kognitif
• Perkembangan Bahasa
• Perkembangan Sosial-Emosional
• Perkembangan Seni

6. Faktor-faktor
• Faktor Genetik atau Keturunan
• Faktor Hormon
• Faktor Gizi
• Faktor Lingkungan
• Olahraga atau Kesehatan
• Faktor Pendidikan

BK kls 3A 2023 -> FORUM DISKUSI -> Topik Diskusi -> Re: Topik Diskusi

by Ranti Ruhmiyati Resni -
Ranti Ruhmiyati Resni
2213054033

1. Pengertian
Bimbingan dan konseling adalah dua pengertian yang berhubungan dengan makna pemberian bantuan. Bimbingan dapat diberikan kepada mahasiswa atau kelompok mahasiswa yang mengalami kesulitan dalam pendidikan, memilih jurusan, maupun kesulitan pribadi serta penyesuaian diri dengan masyarakat dan lingkungannya.

2. Tujuan
Secara Umum, tujuan bimbingan dan
konseling adalah Untuk membantu individu memperkembangkan diri secara optimal sesuai dengan tahap perkembangan dan predisposisi yang dimilikinya (seperti kemampuan dasar dan bakat-bakatnya), berbagai latar belakang yang ada (seperti latar belakang keluarga, pendidikan, status sosial ekonomi), serta sesuai dengan tuntutan positif lingkungannya.

Secara khusus tujuan bimbingan dan
konseling di sekolah ialah agar peserta didik dapat:
(1) mengembangkan seluruh potensinya seoptimal mungkin;
(2) mengatasi kesulitan dalam memahami dirinya sendiri;
(3) mengatasi kesulitan dalam memahami lingkungannya, yang meliputi lingkungan sekolah, keluarga, pekerjaan, sosial-ekonomi, dan kebudayaan;
(4) mengatasi kesulitan dalam
mengidentifikasi dan memecahkan
masalahnya;
(5) mengatasi kesulitan dalam
menyalurkan kemampuan, minat, dan bakatnya dalam bidang pendidikan dan pekerjaan;
(6) memperoleh bantuan secara tepat dari pihak-pihak di luar sekolah untuk mengatasi kesulitan-kesulitan yang tidak dapat dipecahkan di sekolah tersebu

3. Fungsi
1) Fungsi Pencegahan.
Melalui fungsi ini, pelayanan bimbingan dan konseling dimaksudkan untuk mencegah timbulnya masalah pada diri siswa sehingga mereka terhindar dari masalah yang dapat menghambat perkembangannya.
2) Fungsi Pemahaman, Melalui fungsi ini, pelayanan bimbingan dan konseling dilaksanakan dalam rangka memberikan pemahaman tentang diri klien atau siswa beserta permasalahannya dan juga lingkungannya oleh pihak–pihak yang membantunya (pembimbing).
3) FungsiPengentasan, Apabila seorang siswa mengalami suatu permasalahan dan ia tidak apat memecahkannya sendiri lalu ia pergi ke pembimbing atau konselor, maka yang diharapkan oleh siswa yang bersangkutan adalah teratasinya masalah yang dihadapinya. Siswa yang mengalami masalah dianggap berada dalam suatu kondisi atau keadaan yang tidak mengenakkan sehingga perlu diangkat atau dikeluarkan dari kondisi atau keadaan tersebut. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan melalui pelayanan bimbingan dan konseling, pada hakikatnya merupakan upaya pengentasan.
4) Fungsi Pemeliharaan, Menurut Prayitno dan Erman Amti, fungsi pemeliharaan berarti memelihara segala sesuatu yang baik (positif) yang ada pada diri individu (siswa), baik hal itu merupakan pembawaan maupun hasil-hasil perkembangan yang telah dicapai selama ini.
5. Fungsi Penyaluran, Setiap siswa hendaknya memperoleh kesempatan untuk mengembangkan diri sesuai dengan keadaan pribadinya masing-masing yang meliputi bakat, minat, kecakapan, cita-cita, dan lain sebagainya.
6) Fungsi Penyesuaian, Melalui fungsi ini, pelayanan bimbingan dan konseling membantu terciptanya penyesuaian antara siswa dengan lingkungannya. Dengan kata lain, melalui fungsi ini pelayanan bimbingan dan konseling membantu siswa memperoleh penyesuaian diri secara baik dengan lingkungannya (terutama lingkungan sekolah dan madrasah bagi para siswa).
7) Fungsi Pengembangan, Melalui fungsi ini, pelayanan bimbingan dan konseling diberikan kepada para siswa untuk membantu para siswa dalam mengembangkan keseluruhan
potensinya secara lebih terarah.
8) Fungsi Perbaikan, Melalui fungsi ini, pelayanan bimbingan dan konseling diberikan kepada siswa untuk memecahkan masalah–masalah yang dihadapi siswa. Bantuan yang diberikan tergantung kepada masalah yang dihadapi siswa. Dengan perkataan lain, program bimbingan dan konseling dirumuskan berdasarkan masalah yang terjadi pada siswa.
9) Fungsi Advokasi, Layanan bimbingan dan konseling melalui fungsi ini adalah membantu peserta didik memperoleh pembelaan atas hak atau kepentingannya yang kurang mendapat perhatian

4. Prinsip
Sebagai pedoman atau alat dalam menjalankan proses program layanan bk agar berjalan sesuai peraturan dan berdampak positif kepada individu.Prinsip ini akan memberikan dampak positif dan fleksibel dalam layanannya,dimana program yang diberikan akan sesuai dengan persolana individu.

5. Ruang lingkup
• Perkembangan dan penyesuaian diri atau pribadi dalam belajar, berkaitan dengan minat, kemampuan diri sendiri
• Kemampuan dalam pendidikan dan penjurusan, memilih studi lanjut seuai dengan kemampuan
• Perkembangan dalam belajar, adanya informasi mengenai sukses dalam belajar
• Penelitian yang berkaitan dan menyangkut belajar siswa, melakukan penelitian terhadap siswa di sekolah yang berkaitan dengan banyak variabel (prestasi, motivasi, minat, masalah, dan cara penyelesaiannya);

BK kls 3A 2023 -> FORUM DISKUSI -> Topik diskusi -> Re: Topik diskusi

by Ranti Ruhmiyati Resni -
Struktur Program Bimbingan dan Konseling Perkembangan Struktur program bimbingan perkembangan yang komprehensif terdiri atas empat komponen, (1) Layanan dasar bimbingan, (2) Layanan Responsif, (3) Sistem Perencanaan Individual, (4) Pendukung Sistem (Muro dan Kottman, 1995, Sara Champan, dkk., 1993).

(1) Layanan Dasar Bimbingan (guidance curiculum)

Tujuan layanan dasar bimbingan adalah membantu seluruh siswa dalam mengembangkan keterampilan dasar untuk kehidupan. Komponen ini merupakan landasan bagi program bimbingan perkembangan. Contoh materi program bimbingan materi program di sekolah mencakup :

a. Self-esteem (harga diri); b. Motivasi berprestasi;
c. Keterampilan pengambilan keputusan merumuskan tujuan dan membuat perencanaan;
d. Keterampilan pemecahan masalah;
e. Keefektifan dalam hubungan antar pribadi;
f. Keterampilan berkomunikasi;
g. Keefektifan dalam memahami lintas budaya;
h. Perilaku yang bertanggung jawab.

(2) Layanan Responsif (Responsive Services)

Tujuan kelompok layanan responsif adalah mengintervensi masalah-masalah atau kepedulian pribadi siswa yang muncul segera dan dirasakan saat itu, berkenaan dengan masalah sosial pribadi, karier, dan/atau masalah pengembangan pendidikan. Sekalipun layanan ini merespon

topik yang memiliki prioritas dan/atau relevan dalam adegan sekolah. Topik yang menjadi prioritas di Texas pada tahun 1990-an adalah: kesukses1990-an akademik; masalah bunuh diri pada kalangan remaja dan anak; kenakalan anak; masalah putus sekolah; penyalahgunaan obat; kehamilan pada usia sekolah.

3) Sistem Perencanaan Individual

Tujuan sistem perencanaan individual adalah membimbing siswa untuk merencanakan, memonitor, mengelola rencana pendidikan, karir, dan pengembangan sosial pribadi oleh dirinya sendiri. Konselor dapat menggunakan berbagi nara sumber staf, informasi dan kegiatan, serta memfokuskan nara sumber untuk seluruh siswa dan membantu siswa secara individual untuk mengembangkan dan mengimplementasikan perencanaan pribadi. Melalui sistem perencanaan individual, siswa dapat:

a. Mempersiapkan pendidikan, karir, tujuan sosial pribadi yang didasarkan atas pengetahuan akan dirinya, informasi tentang sekolah, dunia kerja dan masyarakatnya.

b. Merumuskan rencana untuk mencapai tujuan jangka pendek, jangka menengah dan tujuan jangka panjang.

c. Menganalisis apa kekuatan dan kelemahan pada dirinya dalam rangka pencapaian tujuan.

d. Mengukur tungkat pencapaian dirinya.

e. Mengambil keputusan yang merefleksikan perencanaan dirinya.

4) Pendukung Sistem (System Support)

Komponen pendukung sistem lebih diarahkan pada pemberian layanan manajemen yang tidak secara langsung bermanfaat bagi siswa layanan mencakup:

a. Konsultasi dengan guru-guru;

b. Dukungan bagi program pendidikan orangtua dan upaya-upaya masyarakat yang berhubungan;

c. Partisipasi dalam kegiatan yang ada di sekolah dalam rangka peningkatan perencanaan tujuan;

d. Implementasi dan program standarisasi instrumen tes; e. Kerja sama dalam melaksanakan riset yang relevan;

f. Memberikan masukan terhadap pembuat keputusan dalam kurikulum pengajaran, berdasarkan perspektif siswa.

Kegiatan manajemen diperlukan untuk menjamin peluncuran program bimbingan yang bermutu. Materi program dalam manajemen antara lain:

a. Pengembangan dan manajemen program bimbingan; b. Pengembangan staf bimbingan;

c. Pemanfaatan sumber daya masyarakat, dan

d.Pengembangan penulisan kebijakan, prosedur dan pedoman pelaksanaan bimbingan.

Fungsi evaluasi kegiatan bimbingan konseling adalah memberikan umpan balik kepada guru pembimbing (konselor) untuk memperbaiki atau mengembangkan program bimbingan dan konseling dan memberikan informasi kepada pihak-pihak yang berkepentingan atas perkembangan sikap, perkembangan perilaku, dan perkembangan potensi ...

KP AUD 2023 kls A -> FORUM DISKUSI -> TOPIK DISKUSI -> Re: TOPIK DISKUSI

by Ranti Ruhmiyati Resni -
kinesik adalah bahasa tubuh yang dijadikan simbol komunikasi. misalnya seperti orang lagi marah itu ekspresi wajahnya bagaimana, dan ketika lagi seneng bagaimana ekspresi nya.

Gestur adalah gerakan tangan yang dijadikan simbol komunikasi. misalnya seperti kita menunjukkan ibu jari ke orang lain itu makna nya puas atau seneng