Kiriman dibuat oleh vika oktaria

KIMIA D MKU Pancasila 2024 -> Forum Analisis Jurnal

oleh vika oktaria -
Nama: Vika Oktaria
NPM: 2217011092

Jurnal ini menekankan pentingnya Pancasila sebagai kerangka etika dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) di Indonesia. Pancasila tidak hanya berfungsi sebagai dasar ideologi negara, tetapi juga sebagai panduan moral yang harus diintegrasikan dalam setiap aspek pengembangan iptek. Dengan menekankan prinsip-prinsip seperti penghormatan terhadap martabat manusia dan penciptaan masyarakat yang lebih adil, jurnal ini menunjukkan bahwa kemajuan ilmiah dan teknologi harus sejalan dengan nilai-nilai kemanusiaan dan budaya bangsa. Hal ini penting untuk memastikan bahwa iptek tidak hanya berfokus pada kemajuan teknis, tetapi juga pada dampak sosial yang lebih luas.

Upaya manusia mewujudkan kesejahteraan dan peningkatan harkat dan martabatnya maka manusia mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Ilmu pengetahuan dan teknologi, di masa sekarang memang merupakan kebutuhan tersendiri. Bagi kelompok manusia yang menginginkan kemajuan mutlak harus memiliki dua hal tersebut. Kepemilikan iptek untuk memudahkan kehidupan manusia dan mengangkat derajat manusia, oleh karena itu kepemilikan tersebut harus diiringi dengan cara menggunakan yang tepat. Realitas yang didapatkan, kepemilikan terhadap iptek sering disalah gunakan, sehingga justru mendemonstrasikan manusia itu sendiri. Hal ini justru sering dilakukan oleh para ilmuwan dan teknokrat. Padahal apapun hasil dari iptek mestinya dapat dipertanggung jawabkan akibatnya, baik pada masa lalu, masa sekarang, maupun masa depan. Pancasila merupakan satu kesatuan dari sila-sila Pancasila haruslah merupakan sumber nilai,
kerangka berpikir dan serta sebagai asas moralitas bagi pembangunan ilmu pengetahuan dan teknologi.

KIMIA D MKU Pancasila 2024 -> Forum Analisis Jurnal

oleh vika oktaria -
Nama: Vika Oktaria
NPM: 2217011092
Review Jurnal

Perkembangan teknologi hingga saat ini semakin pesat, hal itu tentunya memberikan dampak yang begitu besar terhadap dunia pendidikan khususnya masyarakat dan budaya Indonesia. Akibat atau dampak yang ditimbulkan melalui perkembangan teknologi ini tentunya memberikan hal yang positif maupun negatif. Dampak baik atau buruk yang diperoleh dari perkembangan teknologi sekarang ini bergantung pada bagaimana masyarakat menggunakan dengan bijak perkembangan teknologi khususnya bagaimana pemanfaatan teknologi ini dalam bidang pendidikan. Tentunya perkembangan teknologi ini tidak akan bisa terlepas dari Pancasila sebagai dasar atau arah kehidupan masyarakat dalam berbangsa dan bernegara.

Adanya penyelenggaraan pendidikan Pancasila di perguruan tinggi terhadap mahasiswa ditujukan untuk memperkuat Pancasila sebagai dasar falsafah negara dan ideologi bangsa melalui nilai-nilai dasar Pancasila, memberikan pemahaman dan penghayatan atas jiwa dan nilai-nilai dasar Pancasila kepada mahasiswa sebagai warga negara Republik Indonesia, membimbing untuk mendapat menerapkannya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara serta membentuk sikap mental mahasiswa yang mampu mengapresiasi nilai-nilai keutuhan kemanusiaan, dan kecintaan pada tanah air dan kesatuan bangsa. Perkembangan IPTEK yang semakin hari semakin pesat disebabkan adanya tuntutan dan kebutuhan manusia yang semakin berkembang di berbagai bidang. Berdasarkan analisis atau penelitian yang telah dilakukan diperoleh bahwa hasil kuesioner dengan skor di atas 80 mahasiswa menyatakan bahwa dengan mempunyai sikap jujur dalam kehidupan sehari-hari, perlu mempunyai toleransi yang tinggi yang akan adanya perbedaan ras dan agama serta perlu memiliki pemahaman yang mendalam tentang Pancasila sehingga hal tersebut sangat penting dalam kehidupan bermasyarakat yang harus ditetapkan sejak dini. Oleh karena itu perkembangan teknologi harus dimanfaatkan untuk mempermudah proses belajar dan berbagai aktivitas lainnya contohnya dalam transaksi dan bisnis pada bidang perdagangan. Oleh karena itu kita sebagai mahasiswa sangat perlu untuk menyeleksi bagaimana penggunaan teknologi yang benar atau dapat menyaring halhal buruk dari kebudayaan yang baru masuk sehingga tidak memberikan dampak buruk kepada budaya lama yang sudah ada sejak awal. Dampak baik atau buruk yang dihasilkan itu tergantung bagaimana kita masyarakat menggunakan atau memanfaatkan perkembangan teknologi yang ada hingga saat ini.

KIMIA D MKU Pancasila 2024 -> Forum Analisis Video

oleh vika oktaria -
Nama: Vika Oktaria
NPM: 2217011092
:Tugas Pertemuan 13 Resume Analisis Jurnal Video

Pancasila berperan sebagai dasar pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) di Indonesia, dengan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya memberikan arah dan panduan dalam pemanfaatan IPTEK. Berikut penjelasan mengenai peran Pancasila dalam pengembangan IPTEK:
1. Nilai Ketuhanan (Sila Pertama): Pengembangan IPTEK di Indonesia harus tetap menghormati nilai-nilai keagamaan dan kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. IPTEK diharapkan tidak hanya memajukan aspek material, tetapi juga mempertimbangkan nilai spiritual dan moralitas, sehingga hasilnya tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip keagamaan dan tidak merusak tatanan kehidupan yang beragama.
2. Nilai Kemanusiaan (Sila Kedua): Dalam pengembangan IPTEK, Pancasila menekankan pentingnya mengutamakan nilai kemanusiaan yang adil dan beradab. Teknologi dan ilmu pengetahuan harus dimanfaatkan untuk kebaikan umat manusia, menghindari eksploitasi, diskriminasi, dan ketidakadilan. Penelitian dan pengembangan IPTEK harus dilakukan dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia dan etika, serta mengedepankan kesejahteraan dan martabat manusia.
3. Nilai Persatuan (Sila Ketiga): IPTEK di Indonesia harus dikembangkan untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa. Penggunaan teknologi harus mendorong integrasi sosial dan kebangsaan, bukan memicu perpecahan atau konflik. Teknologi informasi, misalnya, harus dipakai untuk mempererat hubungan antarwilayah dan mempromosikan keragaman budaya Indonesia, bukan untuk menyebarkan berita bohong atau ujaran kebencian.
4. Nilai Kerakyatan (Sila Keempat): Pengembangan IPTEK harus melibatkan partisipasi rakyat dan menghormati prinsip musyawarah untuk mufakat. Pemerintah, ilmuwan, dan masyarakat harus bekerjasama dalam merumuskan kebijakan IPTEK yang sesuai dengan kepentingan bersama. Pengambilan keputusan dalam pengembangan teknologi harus demokratis dan memperhatikan aspirasi masyarakat luas, sehingga kebijakan IPTEK benar-benar mencerminkan kehendak rakyat.
5. Nilai Keadilan (Sila Kelima): Pancasila menekankan pentingnya keadilan sosial dalam pemanfaatan IPTEK. Teknologi dan pengetahuan harus digunakan untuk mengurangi kesenjangan sosial dan ekonomi, serta meningkatkan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia. Pengembangan IPTEK harus diarahkan untuk pemerataan pembangunan, akses teknologi yang adil, serta memperhatikan kepentingan masyarakat kecil dan daerah tertinggal.

KIMIA D MKU Pancasila 2024 -> forum video pembelajaran

oleh vika oktaria -
Nama: Vika Oktaria
NPM: 2217011092

Pancasila sebagai sistem etika memiliki peran penting dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila dapat membentuk perilaku individu dan masyarakat secara keseluruhan.
-Etika berasal dari kata Yunani yaitu ethos, yang berarti kebiasaan hidup. Hal ini menunjukkan pentingnya etika dalam membentuk karakter individu dan masyarakat.
-Pengertian etika mencakup kriteria baik dan buruk dalam perilaku manusia. Pemikiran filosofis ini membantu kita memahami norma dan nilai dalam kehidupan sehari-hari.
-Persepsi tentang baik dan buruk bisa berbeda antar individu dan masyarakat. Hal ini menunjukkan bahwa etika bersifat relatif dan dipengaruhi oleh konteks budaya.
Etika merupakan kajian moral yang menyangkut perilaku manusia secara normatif. Dalam etika, nilai-nilai tradisional dan keagamaan juga berperan penting dalam menentukan perilaku yang baik dan buruk.
-Perilaku mencuri dianggap melanggar moral, terlepas dari seberapa kecil atau besar nilai barang yang dicuri. Semua bentuk pencurian dicap sebagai tindakan tidak etis.
-Ada beberapa aliran etika seperti etika keutamaan, teleologis, dan deontologis. Masing-masing aliran memiliki fokus dan pendekatan yang berbeda terhadap moralitas.
-Aliran etika keutamaan menekankan pada kebajikan dan karakter individu, dengan agama sering dijadikan sebagai dasar untuk menentukan perilaku yang baik. Hal ini menunjukkan keterkaitan antara moral dan spiritualitas.

Etika dapat dilihat dari berbagai perspektif, termasuk teleologis dan deontologis. Setiap tindakan memiliki tujuan dan kewajiban yang perlu dipahami dalam konteks moral dan sosial.
-Contoh tindakan yang dapat dianggap benar atau salah tergantung pada tujuan akhir, seperti pembunuhan untuk membela kehormatan. Ini menunjukkan kompleksitas etika dalam situasi nyata.
-Aliran deontologis menekankan kewajiban dan kepatuhan dalam setiap tindakan, tanpa mengharapkan imbalan. Ini menunjukkan pentingnya moralitas dalam setiap aspek kehidupan sehari-hari.
-Etika Pancasila sebagai panduan perilaku dalam kehidupan berbangsa menunjukkan nilai-nilai universal yang harus diterapkan. Ini penting untuk menciptakan masyarakat yang harmonis dan berkeadilan.

KIMIA D MKU Pancasila 2024 -> Forum Analisis Jurnal

oleh vika oktaria -
Nama: Vika Oktaria
NPM: 2217011092

Menurut saya,

* Fokus utama: Jurnal ini menyelidiki hubungan antara hukum dan etika, khususnya dalam konteks politik hukum di Indonesia.

 * Lensa analisis: Pancasila dijadikan sebagai kerangka utama untuk memahami dan menganalisis hubungan tersebut. Pancasila dipandang sebagai sumber nilai dan etika yang mendasari hukum di Indonesia.

 * Tujuan: Kemungkinan besar, jurnal ini bertujuan untuk:

   * Menjelaskan bagaimana nilai-nilai Pancasila tercermin dalam sistem hukum Indonesia.   * Menganalisis apakah praktik politik hukum di Indonesia sudah sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.   * Mengidentifikasi tantangan dan peluang dalam mewujudkan harmonisasi antara hukum dan etika berdasarkan nilai-nilai Pancasila.

Untuk analisis yang lebih spesifik, berikut adalah beberapa pertanyaan yang bisa kita ajukan setelah membaca jurnal secara lengkap:

 * Metodologi: Metode penelitian apa yang digunakan? Apakah menggunakan pendekatan kualitatif, kuantitatif, atau campuran? * Temuan utama: Apa saja temuan-temuan penting yang dihasilkan dari penelitian ini? * Kontribusi: Kontribusi apa yang diberikan jurnal ini terhadap pemahaman kita tentang hubungan antara hukum dan etika dalam konteks Indonesia? * Implikasi: Apa implikasi dari temuan-temuan tersebut bagi praktik politik hukum di Indonesia?