Kiriman dibuat oleh Diah Maya Mustika

KIMIA D MKU Pancasila 2024 -> Forum Analisis Jurnal

oleh Diah Maya Mustika -

Nama : Diah Maya Mustika

NPM : 2217011063

Kelas : D

 Tugas Analisis Jurnal

Jurnal berjudul "Urgensi Penegasan Pancasila Sebagai Dasar Nilai Pengembangan IPTEK" yang ditulis oleh Ika Setyorini dari Fakultas Syari'ah dan Hukum UNSIQ Jawa Tengah di Wonosobo ini diterbitkan pada Vol. IV No. 02, November 2018. Jurnal ini mengkaji pentingnya penegasan Pancasila sebagai dasar nilai dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) di Indonesia menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif, mengkaji sumber-sumber historis, sosiologis, dan politis. Dalam pembahasannya, jurnal ini menguraikan konsep dasar nilai Pancasila dalam pengembangan ilmu yang mencakup Pancasila sebagai sistem nilai acuan dan kerangka berpikir. Nilai-nilai tersebut terdiri dari nilai dasar (instrinsik), nilai instrumental, dan nilai praktis dimana pengembangan IPTEK harus selaras dengan nilai-nilai tersebut. Pancasila sebagai sumber nilai dan moral diimplementasikan melalui kelima silanya dalam pengembangan IPTEK, dimana IPTEK harus menghormati keyakinan religius masyarakat, ditujukan bagi kemanusiaan, memperkokoh identitas nasional, memastikan penguasaan IPTEK merata (prinsip demokrasi), dan mempersempit kesenjangan dalam penguasaannya.

Legitimasi Pancasila sebagai dasar pengembangan IPTEK didukung oleh tiga sumber utama. Secara historis, hal ini tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 dan diperkuat melalui diskusi dan seminar di perguruan tinggi tahun 1980-an. Secara sosiologis, ditunjukkan melalui kepekaan masyarakat terhadap isu Ketuhanan dan Kemanusiaan serta respon terhadap dampak pengembangan IPTEK. Sedangkan secara politis, tercermin dalam kebijakan-kebijakan dari era Soekarno hingga era Reformasi. Urgensi penegasan Pancasila sebagai dasar IPTEK didasari oleh kebutuhan untuk menjaga nilai-nilai kepribadian bangsa di tengah pluralisme, mengendalikan dampak negatif kemajuan IPTEK, dan menyaring pengaruh global yang tidak sesuai dengan nilai bangsa. Implementasinya diharapkan dapat memastikan IPTEK yang dikembangkan sesuai nilai Pancasila, menjadikan nilai Pancasila sebagai faktor internal pengembangan, dan sebagai rambu normatif pengembangan IPTEK.

Jurnal ini memberikan kontribusi penting dalam memberikan landasan filosofis pengembangan IPTEK di Indonesia, menegaskan pentingnya nilai-nilai lokal, dan memberikan kerangka normatif untuk pengembangan IPTEK berbasis Pancasila. Kekuatan jurnal ini terletak pada pembahasan yang komprehensif dari berbagai aspek, argumentasi yang sistematis, dan relevansinya dengan konteks keindonesiaan. Namun, jurnal ini memiliki beberapa keterbatasan seperti kurangnya contoh konkret implementasi, belum membahas tantangan praktis penerapan konsep, dan minimnya pembahasan studi kasus. Untuk pengembangan ke depan, diperlukan penelitian lanjutan tentang implementasi praktis, pengembangan indikator keberhasilan, dan studi komparatif dengan negara lain. Meskipun masih memerlukan penelitian lanjutan untuk aspek implementasinya, jurnal ini telah memberikan kontribusi yang signifikan dalam memahami urgensi Pancasila sebagai landasan pengembangan IPTEK di Indonesia.

KIMIA D MKU Pancasila 2024 -> Forum Analisis Jurnal

oleh Diah Maya Mustika -

Nama : Diah Maya Mustika

NPM : 2217011063

Kelas : D

Tugas Analisis Jurnal

 

Pada jurnal tersebut, menyatakan bahwa penelitian ini menyoroti peran mata kuliah Pengembangan Kepribadian Pancasila dalam membantu mahasiswa menyikapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) di era globalisasi. Penelitian dilakukan secara kuantitatif dengan melibatkan 40 mahasiswa program studi Matematika Universitas Pancasakti Tegal, yang dipilih melalui Teknik proporsional cluster random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diuji validitas dan reliabilitasnya.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum mahasiswa memiliki kepribadian Pancasila yang baik, dengan skor rata-rata tanggapan responden di atas 80. Mahasiswa mampu menyikapi perkembangan IPTEK dengan positif, antara lain memanfaatkan teknologi untuk mendukung proses belajar, seperti mengirim tugas melalui email, bertransaksi dalam perdagangan, dan mencari informasi akademik. Mereka juga menunjukkan kemampuan menyaring informasi di media sosial, memblokir konten negatif seperti pornografi dan kekerasan, serta menggunakan bahasa santun saat berinteraksi secara daring.

Melalui analisis regresi sederhana, ditemukan pengaruh signifikan mata kuliah Pengembangan Kepribadian Pancasila terhadap kemampuan mahasiswa dalam menyikapi IPTEK. Konstanta sebesar 12,525 menunjukkan bahwa meskipun tidak ada pembelajaran ini, mahasiswa tetap memiliki kemampuan dasar dalam menyikapi teknologi. Namun, koefisien regresi sebesar 0,616 menunjukkan bahwa peningkatan pembelajaran Pancasila sebesar 1% dapat meningkatkan kemampuan tersebut. Nilai signifikansi sebesar 0,000 (<0,05) memperkuat hubungan ini. Koefisien determinasi sebesar 28,2% menunjukkan bahwa mata kuliah ini berkontribusi sebesar itu, sementara 71,8% dipengaruhi oleh faktor lain.

Penelitian menyimpulkan bahwa mata kuliah ini penting untuk menjaga kepribadian berbasis Pancasila dalam menghadapi perkembangan teknologi. Dengan demikian, mahasiswa lebih mampu menyaring dampak negatif teknologi dan memanfaatkan perkembangan IPTEK secara bertanggung jawab. Penelitian juga menyarankan agar metode pembelajaran Pancasila dioptimalkan dengan pendekatan yang kreatif agar lebih menarik bagi generasi muda. Pemerintah, khususnya Kementerian Komunikasi dan Informatika, juga disarankan meningkatkan pengawasan terhadap arus informasi digital untuk menangkal pengaruh negatif seperti radikalisme dan budaya asing yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

KIMIA D MKU Pancasila 2024 -> Forum Analisis Video

oleh Diah Maya Mustika -

Nama : Diah Maya Mustika

NPM : 2217011063

Kelas : D

 

Tugas Analisis Video

 

Dari video yang tertera, video tersebut menjelaskan tentang Ilmu Pengtahuan Teknologi atau yang dikenal dengan sebutan IPTEK. IPTEK memiliki definisi sebagai hasil karya yang dibuat oleh manusia yang pada dasarnya dipergunakan untuk keperluan manusia dalam kehidupan yang dijalani dan dengan mempelajari serta memahami IPTEK, manusia akan lebih mudah mendapatkan sumber kebutuhan yang diinginkan secara canggih dan efisien. Namun, penggunaan IPTEK tersebut mempunyai dampak positif dan negatif. Dalam hal ini, Pancasila sebagai dasar negara Indonesia tentunya berkaitan dengan IPTEK, yang di mana Pancasila sendiri merupakan rumusan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia. Oleh karena itu, nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila merupakan hal penting dalam perkembangan IPTEK baik di masa sekarang maupun di masa yang akan mendatang.

Dasar ketuhanan yang maha esa, bagi bangsa Indonesia adalah hal mutlak. Namun, jika diikuti pandangan-pandangan secular dunia Barat atau western culture yang ilmunya dipelajari dan jadi rujukan para cendikiawan dipandang berjalan berlawanan dengan dunia Timur termasuk negara Indonesia. Berikut adalah sila-sila Pancasila yang menjadi sistem etika dalam pengembangan IPTEK, antara lain:

1.     Ketuhanan Yang Maha Esa

Sila ini mengkomplementasikan ilmu pengetahuan mencipta, keseimbangan antara rasional dan irasional, antara akal dan kehendak. Berdasarkan sila ini, IPTEK tidak hanya memikirkan apa yang ditemukan, dibuktikan dan diciptakan, tetapi juga dipertimbangkan maksud dan tujuannya serta akibatnya yang dapat menguntungkan atau bahkan justru merugikan manusia dan lingkungan sekitarnya.

2.     Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

Sila ini memberikan dasar-dasar moralitas bahwa manusia dalam mengembangkan IPTEK harus bersikap seperti manusia yang beradab dan juga adil, karena IPTEK merupakan hasil budaya manusia yang beradab dan bermoral.

3.     Persatuan Indonesia

Sila ini mengkomplentasi universalitas dan internasionalisme atau kemanusiaan dalam sila-sila yang lain. Pengembangan IPTEK hendaknya dapat mengembangkan rasa nasionalisme, kebesaran bangsa serta keluhuran bangsa sebagai bagian umat manusia di dunia, jika IPTEK digunakan dengan baik.

 4.     Kerakyatan yang Dipimpim oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan

Sila ini mendasari perkembangan IPTEK secara demokratis, artinya setiap ilmuwan harus memiliki kebebasan untuk mengembangkan IPTEK dan selain itu juga harus menghormati dan menghargai kebebasan orang lain serta memiliki sikap yang terbuka untuk dikritik, dikaji ulang, Maupin dibandingkan dengan penemuan lainnya.

5.     Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Sila ini mengkomplementasikan pengembangan IPTEK bahwa dalam melakukan pengembangannya haruslah tetap menjaga keseimbangan dan keadila dalam kehidupan kemanusiaan, yaitu keseimbangan keadilan dalam hubungan dengan dirinya sendiri maupun dengan Tuhannya, manusia dengan manusia, manusia dengan masyarakat bangsa dan negara, serta manusia dengan alam lingkungannya.