Posts made by 2213034011 M. Farhan Rafiqi

GTP -> Diskusi Pertemuan 3 -> Pertanyaan -> Re: Pertanyaan

by 2213034011 M. Farhan Rafiqi -
Nama: Muhamad Farhan Rafiqi
NPM: 2213034011
1. Menurut anda apakah negara lain memiliki kebijakan transmigrasi? jika iya. jelaskan apa perbedaan transmigrasi di Indonesia dengan negara lain (pilih salah satu negara)
Jawab:
Iya, negara lain juga memiliki kebijakan yang mirip dengan transmigrasi, meskipun istilahnya bisa berbeda. Salah satu contohnya adalah China yang memiliki program relokasi penduduk (Population Relocation Program).
Perbandingan transmigrasi di Indonesia dengan pogram relokasi penduduk (Population Relocation Program) di China yaitu:
- Transmigrasi di Indonesia tujuan utamanya pemerataan penduduk dan pembangunan wilayah baru. Jadi fokusnya memindahkan penduduk dari daerah padat (Jawa, Madura) ke daerah jarang penduduk (Sumatera, Kalimantan, Papua, dll).
- Sedangkan pogram relokasi penduduk (Population Relocation Program) di China tujuan utamanya perbaikan kualitas hidup dan pengentasan kemiskinan. Jadi fokusnya memindahkan penduduk dari daerah terpencil atau tidak layak huni (rawan bencana, tanah tandus) ke daerah yang lebih produktif dan aksesibel.

GTP -> Diskusi Peretemuan 1 -> Pertanyaan -> Re: Pertanyaan

by 2213034011 M. Farhan Rafiqi -

Nama : Muhamad Farhan Rafiqi

NPM : 2213034011

1. menjelaskan kembali sejarah transmigrasi yang ada di Indonesia berdasarkan video

Berdasarkan video youtube tersebut, berikut adalah sejarah transmigrasi di Indonesia:

Awal Mula dan Latar Belakang 

Transmigrasi dimulai pada masa kolonial Belanda dengan nama “kolonisasi”. Program ini dilatarbelakangi oleh laporan yang menunjukkan berkurangnya lahan pertanian di Jawa dan peningkatan jumlah penduduk yang pesat, sementara di luar Jawa masih tersedia banyak lahan kosong . Oleh karena itu, penduduk Jawa pindah ke luar pulau untuk membuka perkebunan baru.

Pelaksanaan Program

Pada tahun 1905, pemerintah Hindia Belanda memindahkan 135 keluarga dari Karesidenan Kedu, Jawa Tengah, ke Lampung. Para transmigran ini datang dengan kapal laut dan berjalan kaki selama dua hari menuju sebuah desa bernama Bagelan, sama seperti nama daerah asal mereka. Pemberian nama yang sama ini bertujuan agar para transmigran beta dan tidak rindu dengan daerah asal. Lampung dipilih karena masih banyak lahan kosong dan letaknya yang harus melintasi lautan.

Perkembangan dan Hasil  

Antara tahun 1905 sampai 1943, sebanyak 51.000 kepala keluarga dipindahkan dari Jawa ke Lampung. Saat ini, keturunan para transmigran tersebar di berbagai daerah di Lampung. Momen transmigrasi pertama pada tanggal 12 Desember 1905 dari Karesidenan Kedu ditetapkan sebagai Hari Bhakti Transmigrasi.

2. Apakah transmigrasi itu penting?

Transmigrasi merupakan salah satu program pemerintah Indonesia yang bertujuan untuk mengurangi kepadatan penduduk di Pulau Jawa, Bali, dan Madura, serta mendorong pemerataan pembangunan di luar pulau tersebut. Menurut Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2009 tentang Ketransmigrasian, transmigrasi diartikan sebagai perpindahan penduduk secara sukarela untuk meningkatkan kesejahteraan serta pemerataan pembangunan wilayah.

Pentingnya transmigrasi dapat dilihat dari beberapa aspek. Pertama, dari aspek demografi , transmigrasi membantu mengurangi tekanan penduduk di daerah padat, terutama Jawa yang memiliki tingkat kepadatan penduduk lebih dari 1.000 jiwa/km². Dengan adanya distribusi penduduk yang lebih merata, tekanan terhadap lahan pertanian dan perumahan dapat dikurangi.

Kedua, dari aspek ekonomi , transmigrasi berperan dalam membuka lahan pertanian baru dan menciptakan sentra-sentra produksi pangan di daerah tujuan. Program ini berkontribusi terhadap ketahanan pangan nasional serta pembukaan lapangan kerja baru.

Ketiga, dari aspek pembangunan wilayah , transmigrasi mendorong terbentuknya pusat-pusat pertumbuhan baru di luar Jawa. Hal ini sejalan dengan konsep pembangunan wilayah yang berimbang, di mana transmigrasi tidak hanya memindahkan penduduk, tetapi juga menghadirkan infrastruktur dasar, fasilitas pendidikan, kesehatan, dan perekonomian di lokasi baru.

Namun, transmigrasi juga memiliki tantangan terkait, misalnya konflik dengan masyarakat lokal, degradasi lingkungan akibat pembukaan lahan baru, serta keterbatasan dukungan fasilitas jika tidak dikelola dengan baik. Oleh karena itu, program transmigrasi perlu dilakukan secara terencana, berbasis pada potensi lokal, serta memperhatikan aspek sosial-budaya masyarakat setempat.

Dengan demikian, transmigrasi tetap penting sebagai salah satu instrumen pemerataan pembangunan dan pengelolaan kependudukan di Indonesia, meskipun pelaksanaannya perlu disesuaikan dengan konteks pembangunan berkelanjutan.