Kenan Yudhistira
2216031082
Reguler B
Ilmu Komunikasi
1. Esai ini mengeksplorasi kebangkitan filsafat wayang Indonesia. Sebagai salah satu universitas paling bergengsi di Indonesia, Universitas Gadjah Mada meluncurkan Filsafat Wayang sebagai salah satu program studi yang dimulai pada tahun ajaran 2011-2012. Hal ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada pengembangan rasa identitas nasional yang kuat dan berfungsi sebagai gudang pengetahuan yang menginspirasi orang lain. Hal ini akan memungkinkan bangsa Indonesia untuk memproyeksikan rasa martabat yang lebih kuat di luar negeri. Pendidikan dan inspirasi tentang nilai identitas nasional dan bagaimana upaya yang dilakukan untuk membangun identitas nasional sehingga generasi mendatang dapat menghormati dan mempertahankan budaya yang berbeda ini adalah hasil yang baik yang dapat diambil dari hal ini.
2. Seperti halnya warna negara, ada beberapa tugas yang harus dipenuhi serta berbagai keistimewaan yang akan diperoleh. Menurut Sudjarwadi, yang menjabat sebagai rektor Universitas Gadjah Mada dari tahun 2007 hingga 2012, "tidak ada bangsa yang sukses tanpa memiliki identitas yang kuat," pengembangan filosofi Wayang di Indonesia memiliki arti penting untuk menciptakan rasa identitas nasional yang kuat. Menurut klaim ini, adalah tugas warga negara untuk menciptakan dan melestarikan rasa identitas nasional yang kuat. Halaman ini juga mencakup filosofi yang mencerminkan pandangan dunia, pengetahuan daerah, tradisi, dan adat istiadat yang merupakan upaya bersama dan milik bersama. Oleh karena itu, seseorang memiliki tanggung jawab untuk mewariskan pengetahuan lokal kepada generasi berikutnya serta hak untuk mempelajarinya.
3. Pendidikan merupakan sarana yang paling penting untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan pengamalan hak-hak dan kewajiban masyarakat di bawah Pancasila. Hal ini dimaksudkan agar melalui pendidikan yang mengkaji Pancasila dan UUD 1945 secara menyeluruh, setiap orang dapat memahami hak dan kewajibannya serta dapat mempraktikkan prinsip-prinsip yang terkandung di dalamnya. Selain itu, hal ini juga dapat dilakukan melalui kegiatan-kegiatan komunal yang dapat menumbuhkan rasa cinta tanah air, seperti gotong royong.
2216031082
Reguler B
Ilmu Komunikasi
1. Esai ini mengeksplorasi kebangkitan filsafat wayang Indonesia. Sebagai salah satu universitas paling bergengsi di Indonesia, Universitas Gadjah Mada meluncurkan Filsafat Wayang sebagai salah satu program studi yang dimulai pada tahun ajaran 2011-2012. Hal ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada pengembangan rasa identitas nasional yang kuat dan berfungsi sebagai gudang pengetahuan yang menginspirasi orang lain. Hal ini akan memungkinkan bangsa Indonesia untuk memproyeksikan rasa martabat yang lebih kuat di luar negeri. Pendidikan dan inspirasi tentang nilai identitas nasional dan bagaimana upaya yang dilakukan untuk membangun identitas nasional sehingga generasi mendatang dapat menghormati dan mempertahankan budaya yang berbeda ini adalah hasil yang baik yang dapat diambil dari hal ini.
2. Seperti halnya warna negara, ada beberapa tugas yang harus dipenuhi serta berbagai keistimewaan yang akan diperoleh. Menurut Sudjarwadi, yang menjabat sebagai rektor Universitas Gadjah Mada dari tahun 2007 hingga 2012, "tidak ada bangsa yang sukses tanpa memiliki identitas yang kuat," pengembangan filosofi Wayang di Indonesia memiliki arti penting untuk menciptakan rasa identitas nasional yang kuat. Menurut klaim ini, adalah tugas warga negara untuk menciptakan dan melestarikan rasa identitas nasional yang kuat. Halaman ini juga mencakup filosofi yang mencerminkan pandangan dunia, pengetahuan daerah, tradisi, dan adat istiadat yang merupakan upaya bersama dan milik bersama. Oleh karena itu, seseorang memiliki tanggung jawab untuk mewariskan pengetahuan lokal kepada generasi berikutnya serta hak untuk mempelajarinya.
3. Pendidikan merupakan sarana yang paling penting untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan pengamalan hak-hak dan kewajiban masyarakat di bawah Pancasila. Hal ini dimaksudkan agar melalui pendidikan yang mengkaji Pancasila dan UUD 1945 secara menyeluruh, setiap orang dapat memahami hak dan kewajibannya serta dapat mempraktikkan prinsip-prinsip yang terkandung di dalamnya. Selain itu, hal ini juga dapat dilakukan melalui kegiatan-kegiatan komunal yang dapat menumbuhkan rasa cinta tanah air, seperti gotong royong.