Kiriman dibuat oleh salma amalia zhafira

NAMA : SALMA AMALIA ZHAFIRA
NPM : 2207051032
KELAS : D3 MANAJEMEN INFORMATIKA

Menurut hasil analisis yang telah saya lakukan setelah membaca jurnal tentang "DEMOKRASI SEBAGAI WUJUD NILAI-NILAI SILA KEEMPAT PANCASILA
DALAM PEMILIHAN UMUM DAERAH DI INDONESIA" dapat saya simpulkan, Pancasila sila keempat merupakan penceminan dari asas demokrasi. Sebagai negara hukum, Indonesia memegang
demokkrasi dalam pelaksanaan proses berbangsa dan bernegara dalam penyelenggaraan sistem pemilihan umumnya. Keberadaan Demokrasi Sebagai Wujud Nilai-Nilai Sila Keempat Pancasila dalam Pemilihan Umum sangat penting bagi bangsa Indonesia sebagai Negara hukum. Oleh karena itu, sebagai negara hukum yang memegang teguh prinsip negara hukum, maka seharusnya juga memegang teguh prinsip demokrasi. Setiap Negara di dunia miliki ideologi masing-masing dengan tujuan untuk menciptakan suatu perkembangan didalam berbagai aspek, khususnya di Indonesia, para pendiri bangsa menciptakan ideologi dengan konsepsi yaitu ideologi Pancasila.

Pancasila sila keempat merupakan perwujudan demokrasi di Indonesia, demokrasi yang dinginkan adalah ikut sertaan rakyat didalam menjalankan roda pemerintahan. Melindungi demokrasi juga melindungi sesuatu yang menyandang status minoritas, minoritas dalam hal ini adalah calon kepala daerah yang bertarung sesuai dengan amanat nilai demokrasi dalam sila keempat Pancasila.
NAMA : SALMA AMALIA ZHAFIRA
NPM : 2207051032
KELAS : D3 MANAJEMEN INFORMATIKA

Menurut hasil analisis yang telah saya lakukan setelah menonton video tentang "Perkembangan Demokrasi di Indonesia" dapat saya ambil kesimpulan,
1. Perkembangan Demokrasi Masa Revolusi Kemerdekaan.
-Demokrasi pada masa pemerintahan revolusi kemerdekaan sangat terbatas.

2. Perkembangan Demokrasi Parlementer(1945-1959).
-Pada masa ini adalah masa kejayaan Demokrasi di Indonesia, karena hampir semua elemen Demokrasi dapat ditemukan dalam perwujudan kehidupan politik di Indonesia. Tetapi, Demokrasi parlementer mengalami kegagalan. Karena :
1) Dominannya politik Alicante, sehingga membawa konsekuensi terhadap pengelolaan konflik.
2) basis sosial ekonomi yang masi sangat lemah.
3) Persamaan kepentingan antara presiden Soekarno dengan kalangan Angkatan Darat, yang sama-sama tidak senang dengan proses politik yang berjalan.

3. Perkembangan Demokrasi Terpimpin(1959-1965).
- Politik pada masa ini diwarnai oleh tolak ukur yang sangat kuat antara ketiga kekuatan politik yang utama pada waktu itu.

4. Perkembangan Demokrasi dalam Pemerintahan Orde Baru(Demokrasi Pancasila)
- 3 tahun awal, kekuasaan seolah-olah akan didistribusikan kepada kekuatan masyarakatan.

5. Perkembangan Demokrasi Pada Masa Reformasi (1998 Sampai Dengan Sekarang).
- Demokrasi Yang diterapkan negara kita pad era reformasi ini adalah demokrasi Pancasila, tentu saja dengan karakteristik yang berbeda dengan orde baru dan sedikit mirip dengan demokrasi parlementer tahun 1950-1959.
NAMA : SALMA AMALIA ZHAFIRA
NPM : 2207051032
KELAS :D3MI

Menurut hasil analisis yang telah saya lakukan setelah membaca jurnal tersebut, dapat diambil kesimpulan, Konsolidasi demokrasi di Indonesia cenderung fluktuatif dan belum berjalan secara regular karena pilar-pilar pentingnya (pemilu, partai politik, civil society, media massa) belum berfungsi efektif dan belum maksimal. Sebagai pilar penting demokrasi, pemilu diperlukan untuk suksesi kepemimpinan dan mengoreksi kinerja pemerintahan. Pemilu juga mensyaratkan unsur kejujuran, keadilan, transparansi dan akuntabilitas. Prasyarat untuk menciptakan hal tersebut memerlukan prakondisi dan komitmen semua elemen bangsa untuk mematuhi peraturan yang ada.

Tantangan pendalaman demokrasi semakin besar ketika kondisi sosial, ekonomi, politik dan hukum juga kurang memadai. Kondisi ini tidak hanya berpengaruh terhadap kualitas pemilu dan demokrasi, tapi juga stabilitas nasional. Apalagi ketika pemilu berlangsung di tengah keterbelahan sosial, menyeruaknya berita-berita sensasional di medsos, ujaran kebencian dan maraknya berita-berita hoax membuat hasil pemilu rentan dengan sengketa dan konflik.

Jadi kesimpulannya, dalam pembahasan perkembangan politik terutama di Indonesia dimana memberikan pandangan yang luas terhadap pemilu 2019, dimana pada saat itu merupakan salah satu momen penting dalam konsolidasi demokrasi.