NAMA : SALMA AMALIA ZHAFIRA
NPM : 2207051032
KELAS : D3MI
PRODI : D3MI
Jurnal ini membahas tentang pentingnya
pendidikan kewarganegaraan dan bela negara dalam konteks kehidupan masyarakat Indonesia. Jurnal tersebut menggarisbawahi bahwa
pendidikan kewarganegaraan dan bela negara adalah hal yang sangat penting bagi warga negara, karena mencerminkan kecintaan dan kesetiaan mereka terhadap negara mereka. Kedua konsep tersebut dinyatakan sebagai upaya untuk mempertahankan eksistensi suatu negara. Jurnal ini juga mengidentifikasi bahwa banyak kasus sosial di sekitar kita yang berkaitan dengan bela negara jarang mendapat perhatian yang memadai. Hal ini memiliki dampak negatif untuk masa depan negara jika dibiarkan tanpa penanganan serius. Oleh karena itu, penulis menekankan perlunya tindakan untuk mencegah hal-hal buruk tersebut.
Salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah hal-hal buruk adalah dengan mengikuti aturan-aturan yang ditetapkan pemerintah, terutama dalam situasi pandemi seperti COVID-19. Misalnya, menjaga kebersihan, tidak keluar rumah kecuali untuk keperluan yang penting, dan tidak menyebarkan berita yang belum diverifikasi kebenarannya. Selain itu, penulis juga menekankan pentingnya persatuan, gotong royong, dan kerja sama dalam mengatasi masalah yang sedang terjadi, termasuk pandemi COVID-19. Dalam konteks pandemi, pelaksanaan bela negara didasarkan pada prioritas penanganan COVID-19. Pemerintah telah melakukan berbagai langkah untuk membatasi penyebaran virus, dan prioritas utamanya adalah melindungi mereka yang sudah terpapar virus dan memutus rantai penularan. Juga menekankan pentingnya solidaritas dalam membantu mereka yang terdampak pandemi, seperti dengan memberikan bantuan kepada yang kurang mampu, mendukung pahlawan garda terdepan, menjaga lingkungan yang kondusif, dan beribadah di rumah.
Secara keseluruhan, jurnal ini menekankan pentingnya
pendidikan kewarganegaraan dan bela negara dalam konteks kehidupan masyarakat Indonesia. Bela negara bukan hanya melibatkan tindakan fisik atau penggunaan senjata, tetapi juga melibatkan kesadaran, kesediaan untuk berkorban, dan keterlibatan dalam upaya pembelaan negara sesuai dengan kapasitas dan kemampuan masing-masing individu.