Gita Amanda Sofria_2217011011_Hadir
Posts made by Gita Amanda Sofria
Nama : Gita Amanda Sofria
NPM : 2217011011
Kelas : D
Mata Kuliah : Pendidikan Pancasila
“URGENSI PENEGASAN PANCASILA SEBAGAI DASAR NILAI PENGEMBANGAN IPTEK”
• Pancasila sebagai idiologi negara merupakan kristalisasi nilai-nilai budaya, agama Bangsa Indonesia. Sehingga nilai-nilai tadi akan mengakomodir seluruh aktifitas kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara. Demikian pula dalam aktifitas ilmiah. Dalam perkembangan Ilmu Pengetahuan Teknologi di Indonesia didasarkan kelima sila dalam Pancasila merupakan pegangan dan pedoman dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Jadi Pancasila pun demikian dan itu ciri khas sifat, dan karakter luhur bangsa merupakan kenyataan sejarah. Bangsa Indonesia memiliki akar budaya kebenaran itu bersifat non-comulative karena kebenaran itu lama tidak makin bertambah dari waktu sehingga manakala pengembangan ilmu kewaktu. Oleh karena itu, reaksi iptek dan tempat dan bersifat abstrak, mencakup cita-cita, tujuan dan tatanan dasar yang perdebatan. Pengetahuan dan Teknologi. Disesuaikan dengan tuntunan zaman comulative.
• Ilmu Pengetahuan dan Tekhologi . Hal ini dapat ditunjukkan mengembangkan ilmu pengetahuan dan dalam sila-sila Pancasila yang merupakan teknologi. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa, pada kelompok manusia yang menginginkan sila ini dapat mengimplementasikan kemajuan mutlak harus memiliki dua hal tersebut. Kemajuan iptek harus dapat dari alam yang diolahnya. Sila Kemanusahteraan bersaiaan Yang keadilan manusian, Adil dan Beradab, pada sila ini keseimbangan keadilan antar dirinya memberikan dasar moralitas bagi sendiri, manusi dengan Tuhannya manusia lainnya manusia dengan iptek.
• Hal lain yang menegaskan peran Pancasila sebagai sumber nilai dalam bersama. Sila Kerakyatan Yang dipimpin oleh hikmad mempersatukan memperkokoh mengandung maksud bahwa setiap pembangunan dan identitas nasional. Warga negara mempunyai kewajiban dalam pengembangan iptek dengen menuntut bahwa pengusaan iotek harus menghormati mengharai merata kesemu kebebsana orang lain dalam bersikap pendidikan serta terbuka untuk mendapatkan masukan, kritik dan saran yang dalam dalam penguasaan iptek harus membangun.
• Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan berdasar kepada Ketuhanan yang maha esa. Pancasila industri yang merusak lingkungan secara sebagai dasar nilai pengembangan ilmu langsung akan mengubah kenyamanan baru mulai dirasakan sebagai kebutuhan hidup masyarakat .
• Sumber Politis Pancasila sebagai misalnya kebijakan yang terjadi apologis pada jaman orde lama yang meletakkna dorongan kepada kaum intelektual untuk menjabarkan nilai-nilai Pancasila lebih pengembangan atau orientasi ilmu, antara lanjut . Dalam hal ini Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu secara eksplisit sudah ditemukan.
NPM : 2217011011
Kelas : D
Mata Kuliah : Pendidikan Pancasila
“URGENSI PENEGASAN PANCASILA SEBAGAI DASAR NILAI PENGEMBANGAN IPTEK”
• Pancasila sebagai idiologi negara merupakan kristalisasi nilai-nilai budaya, agama Bangsa Indonesia. Sehingga nilai-nilai tadi akan mengakomodir seluruh aktifitas kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara. Demikian pula dalam aktifitas ilmiah. Dalam perkembangan Ilmu Pengetahuan Teknologi di Indonesia didasarkan kelima sila dalam Pancasila merupakan pegangan dan pedoman dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Jadi Pancasila pun demikian dan itu ciri khas sifat, dan karakter luhur bangsa merupakan kenyataan sejarah. Bangsa Indonesia memiliki akar budaya kebenaran itu bersifat non-comulative karena kebenaran itu lama tidak makin bertambah dari waktu sehingga manakala pengembangan ilmu kewaktu. Oleh karena itu, reaksi iptek dan tempat dan bersifat abstrak, mencakup cita-cita, tujuan dan tatanan dasar yang perdebatan. Pengetahuan dan Teknologi. Disesuaikan dengan tuntunan zaman comulative.
• Ilmu Pengetahuan dan Tekhologi . Hal ini dapat ditunjukkan mengembangkan ilmu pengetahuan dan dalam sila-sila Pancasila yang merupakan teknologi. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa, pada kelompok manusia yang menginginkan sila ini dapat mengimplementasikan kemajuan mutlak harus memiliki dua hal tersebut. Kemajuan iptek harus dapat dari alam yang diolahnya. Sila Kemanusahteraan bersaiaan Yang keadilan manusian, Adil dan Beradab, pada sila ini keseimbangan keadilan antar dirinya memberikan dasar moralitas bagi sendiri, manusi dengan Tuhannya manusia lainnya manusia dengan iptek.
• Hal lain yang menegaskan peran Pancasila sebagai sumber nilai dalam bersama. Sila Kerakyatan Yang dipimpin oleh hikmad mempersatukan memperkokoh mengandung maksud bahwa setiap pembangunan dan identitas nasional. Warga negara mempunyai kewajiban dalam pengembangan iptek dengen menuntut bahwa pengusaan iotek harus menghormati mengharai merata kesemu kebebsana orang lain dalam bersikap pendidikan serta terbuka untuk mendapatkan masukan, kritik dan saran yang dalam dalam penguasaan iptek harus membangun.
• Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan berdasar kepada Ketuhanan yang maha esa. Pancasila industri yang merusak lingkungan secara sebagai dasar nilai pengembangan ilmu langsung akan mengubah kenyamanan baru mulai dirasakan sebagai kebutuhan hidup masyarakat .
• Sumber Politis Pancasila sebagai misalnya kebijakan yang terjadi apologis pada jaman orde lama yang meletakkna dorongan kepada kaum intelektual untuk menjabarkan nilai-nilai Pancasila lebih pengembangan atau orientasi ilmu, antara lanjut . Dalam hal ini Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu secara eksplisit sudah ditemukan.
Nama : Gita Amanda Sofria
NPM : 2217011011
Kelas : D
Mata Kuliah : Pendidikan Pancasila
IPTEK adalah hasil karya manusia. Karya tersebut pada dasarnya dipergunakan untuk membantu keperluan manusia dalam menghadapi kehodupannya. IPTEK tersebut ada yang memanfaatkannya untuk kepentingan tertentu baik yang berdampak positif maupun negatif. Pada dasarnya, Pancasila merupakan rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila merupakan hal penting dalam perkembangan ilmu dan teknologi. Perkembangan IPTEK saat ini dan di masa yang akan datang sangat cepat. Dasar Ketuhanan Yang Maha Esa, bagi bangsa Indonesia adalah mutlak. Jika diikuti pandangan-pandangan sekular dunia Barat, ilmunya dipelajari dan jadi rujukan para cendekiawan seperti berjalan berlawanan.
Sila-sila yang menjadi sistem etika dalam pengembangan IPTEK:
1. Sila ke-1. Mengkomplementasikan ilmu pengetahuan mencipta, keseimbangan antara rasional dan irasional, antara akal dan kehendak. Berdasarkan sila ini, IPTEK tidak hanya memikirkan apa yang ditemukan dibuktikan dan diciptakan tetapi juga dipertimbangkan maksud dan tujuan akibatnya apakah merugikan manusia disekitarnya atau tidak. Pengolahan diimbangi dengan melestarikan.
2. Sila ke-2. Memberikan dasar-dasar moralitas bahwa manusia dalam mengembangkan IPTEK harus bersikap beradab karena IPTEK adalah sebagai hasil budaya manusia yang beradab dan bermoral.
3. Sila ke-3. Mengkomplementasikan universalitas dan internasionalisme (kemanusiaan) dalam sila-sila yang lain. Pengembangan IPTEK hendaknya dapat mengembangkan rasa nasionalisme, kebesaran bangsa serta keluhuran bangsa sebagai bagian umat manusia di dunia.
4. Sila ke-4. Mendasari pengembangan IPTEK secara demokratis, artinya setiap ilmuwan harus memiliki kebebasan untuk mengembangkan IPTEK juga harus menghormati dan menghargai kebebasan orang lain dan juga memiliki sikap yang terbuka dan dikritik dikaji ulang maupun dibandingkan dengan penemuan lainnya,
5. Sila ke-5. Mengkomplementasikan pengembangan IPTEK harus menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan kemanusiaan yaitu keseimbangan keadilan dalam hubungannya dengan diri sendiri maupun dengan Tuhannya, manusia dengan manusia, manusia dengan masyarakat bangsa dan negara, serta manusia dengan alam lingkungannya.
NPM : 2217011011
Kelas : D
Mata Kuliah : Pendidikan Pancasila
IPTEK adalah hasil karya manusia. Karya tersebut pada dasarnya dipergunakan untuk membantu keperluan manusia dalam menghadapi kehodupannya. IPTEK tersebut ada yang memanfaatkannya untuk kepentingan tertentu baik yang berdampak positif maupun negatif. Pada dasarnya, Pancasila merupakan rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila merupakan hal penting dalam perkembangan ilmu dan teknologi. Perkembangan IPTEK saat ini dan di masa yang akan datang sangat cepat. Dasar Ketuhanan Yang Maha Esa, bagi bangsa Indonesia adalah mutlak. Jika diikuti pandangan-pandangan sekular dunia Barat, ilmunya dipelajari dan jadi rujukan para cendekiawan seperti berjalan berlawanan.
Sila-sila yang menjadi sistem etika dalam pengembangan IPTEK:
1. Sila ke-1. Mengkomplementasikan ilmu pengetahuan mencipta, keseimbangan antara rasional dan irasional, antara akal dan kehendak. Berdasarkan sila ini, IPTEK tidak hanya memikirkan apa yang ditemukan dibuktikan dan diciptakan tetapi juga dipertimbangkan maksud dan tujuan akibatnya apakah merugikan manusia disekitarnya atau tidak. Pengolahan diimbangi dengan melestarikan.
2. Sila ke-2. Memberikan dasar-dasar moralitas bahwa manusia dalam mengembangkan IPTEK harus bersikap beradab karena IPTEK adalah sebagai hasil budaya manusia yang beradab dan bermoral.
3. Sila ke-3. Mengkomplementasikan universalitas dan internasionalisme (kemanusiaan) dalam sila-sila yang lain. Pengembangan IPTEK hendaknya dapat mengembangkan rasa nasionalisme, kebesaran bangsa serta keluhuran bangsa sebagai bagian umat manusia di dunia.
4. Sila ke-4. Mendasari pengembangan IPTEK secara demokratis, artinya setiap ilmuwan harus memiliki kebebasan untuk mengembangkan IPTEK juga harus menghormati dan menghargai kebebasan orang lain dan juga memiliki sikap yang terbuka dan dikritik dikaji ulang maupun dibandingkan dengan penemuan lainnya,
5. Sila ke-5. Mengkomplementasikan pengembangan IPTEK harus menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan kemanusiaan yaitu keseimbangan keadilan dalam hubungannya dengan diri sendiri maupun dengan Tuhannya, manusia dengan manusia, manusia dengan masyarakat bangsa dan negara, serta manusia dengan alam lingkungannya.
Nama : Gita Amanda Sofria
NPM : 2217011011
Kelas : D
Mata Kuliah : Pendidikan Pancasila
Jurnal Pendidikan “Pengaruh Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian Pancasila dalam Menyikapi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi”
Mursyidah Dwi Hartati, Ponoharjo, Mohamad Khamim
Sebagai mahasiswa dan generasi muda, penting untuk menjaga nilai-nilai dan kepribadian bangsa dalam menghadapi tantangan perkembangan IPTEK. Hal ini termasuk memilah pengaruh buruk dari budaya asing agar tidak memberikan dampak negatif bagi masyarakat Indonesia. Selain itu, generasi muda dapat berkontribusi dengan memberikan edukasi, seperti seminar atau video pembelajaran, guna membantu masyarakat memahami dan meminimalkan dampak negatif perkembangan IPTEK.
Globalisasi melibatkan dua dimensi utama dalam interaksi antarbangsa, yaitu ruang dan waktu. Dimensi ruang semakin dipersempit, sementara dimensi waktu dipercepat, memungkinkan komunikasi dan interaksi global menjadi lebih efisien. Proses ini mempengaruhi berbagai aspek kehidupan, termasuk ideologi, politik, ekonomi, sosial-budaya, hingga pertahanan dan keamanan. Teknologi informasi dan komunikasi memainkan peran sentral dalam mendukung terjadinya globalisasi. Saat ini, perkembangan teknologi berlangsung sangat pesat, memungkinkan berbagai informasi, dalam bentuk dan tujuan yang beragam, tersebar luas ke seluruh dunia.
Ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) menjadi salah satu pendorong utama kemajuan suatu negara. Perkembangannya yang semakin cepat didorong oleh kebutuhan manusia yang terus meningkat di berbagai sektor. Berdasarkan penelitian, sebagian besar responden menyikapi perkembangan IPTEK dengan baik. Hal ini tercermin dari skor kuisioner yang menunjukkan angka di atas 80. Responden menyatakan bahwa kemajuan teknologi perlu dimanfaatkan secara bijak dan bertanggung jawab. Teknologi digunakan untuk mempermudah proses belajar, bertransaksi, dan berbisnis, terutama dalam perdagangan. Responden juga menunjukkan kesadaran untuk menyaring informasi di media sosial, memblokir konten negatif seperti pornografi dan kekerasan, serta menjaga kesopanan dalam berkomunikasi secara daring.
Sebagai mahasiswa dan generasi muda, penting untuk menjaga nilai-nilai dan kepribadian bangsa dalam menghadapi tantangan perkembangan IPTEK. Hal ini termasuk memilah pengaruh buruk dari budaya asing agar tidak memberikan dampak negatif bagi masyarakat Indonesia. Selain itu, generasi muda dapat berkontribusi dengan memberikan edukasi, seperti seminar atau video pembelajaran, guna membantu masyarakat memahami dan meminimalkan dampak negatif perkembangan IPTEK.
Pernyataan ini memberikan gambaran jelas mengenai hubungan antara globalisasi, teknologi, dan perkembangan IPTEK. Penekanannya pada peran teknologi dalam mempercepat komunikasi dan interaksi global sangat relevan dengan kondisi saat ini. Selain itu, sikap kritis yang ditunjukkan oleh responden terhadap penggunaan teknologi juga menjadi contoh positif bagaimana masyarakat dapat memanfaatkan kemajuan teknologi secara bertanggung jawab. Namun, pernyataan ini dapat lebih kuat jika menyertakan data lebih rinci mengenai dampak negatif globalisasi dan IPTEK serta langkah konkret yang bisa diambil oleh berbagai pihak, tidak hanya mahasiswa. Secara keseluruhan, pernyataan ini informatif dan memberikan pandangan optimis tentang pentingnya memanfaatkan IPTEK dengan baik demi kemajuan bangsa.
NPM : 2217011011
Kelas : D
Mata Kuliah : Pendidikan Pancasila
Jurnal Pendidikan “Pengaruh Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian Pancasila dalam Menyikapi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi”
Mursyidah Dwi Hartati, Ponoharjo, Mohamad Khamim
Sebagai mahasiswa dan generasi muda, penting untuk menjaga nilai-nilai dan kepribadian bangsa dalam menghadapi tantangan perkembangan IPTEK. Hal ini termasuk memilah pengaruh buruk dari budaya asing agar tidak memberikan dampak negatif bagi masyarakat Indonesia. Selain itu, generasi muda dapat berkontribusi dengan memberikan edukasi, seperti seminar atau video pembelajaran, guna membantu masyarakat memahami dan meminimalkan dampak negatif perkembangan IPTEK.
Globalisasi melibatkan dua dimensi utama dalam interaksi antarbangsa, yaitu ruang dan waktu. Dimensi ruang semakin dipersempit, sementara dimensi waktu dipercepat, memungkinkan komunikasi dan interaksi global menjadi lebih efisien. Proses ini mempengaruhi berbagai aspek kehidupan, termasuk ideologi, politik, ekonomi, sosial-budaya, hingga pertahanan dan keamanan. Teknologi informasi dan komunikasi memainkan peran sentral dalam mendukung terjadinya globalisasi. Saat ini, perkembangan teknologi berlangsung sangat pesat, memungkinkan berbagai informasi, dalam bentuk dan tujuan yang beragam, tersebar luas ke seluruh dunia.
Ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) menjadi salah satu pendorong utama kemajuan suatu negara. Perkembangannya yang semakin cepat didorong oleh kebutuhan manusia yang terus meningkat di berbagai sektor. Berdasarkan penelitian, sebagian besar responden menyikapi perkembangan IPTEK dengan baik. Hal ini tercermin dari skor kuisioner yang menunjukkan angka di atas 80. Responden menyatakan bahwa kemajuan teknologi perlu dimanfaatkan secara bijak dan bertanggung jawab. Teknologi digunakan untuk mempermudah proses belajar, bertransaksi, dan berbisnis, terutama dalam perdagangan. Responden juga menunjukkan kesadaran untuk menyaring informasi di media sosial, memblokir konten negatif seperti pornografi dan kekerasan, serta menjaga kesopanan dalam berkomunikasi secara daring.
Sebagai mahasiswa dan generasi muda, penting untuk menjaga nilai-nilai dan kepribadian bangsa dalam menghadapi tantangan perkembangan IPTEK. Hal ini termasuk memilah pengaruh buruk dari budaya asing agar tidak memberikan dampak negatif bagi masyarakat Indonesia. Selain itu, generasi muda dapat berkontribusi dengan memberikan edukasi, seperti seminar atau video pembelajaran, guna membantu masyarakat memahami dan meminimalkan dampak negatif perkembangan IPTEK.
Pernyataan ini memberikan gambaran jelas mengenai hubungan antara globalisasi, teknologi, dan perkembangan IPTEK. Penekanannya pada peran teknologi dalam mempercepat komunikasi dan interaksi global sangat relevan dengan kondisi saat ini. Selain itu, sikap kritis yang ditunjukkan oleh responden terhadap penggunaan teknologi juga menjadi contoh positif bagaimana masyarakat dapat memanfaatkan kemajuan teknologi secara bertanggung jawab. Namun, pernyataan ini dapat lebih kuat jika menyertakan data lebih rinci mengenai dampak negatif globalisasi dan IPTEK serta langkah konkret yang bisa diambil oleh berbagai pihak, tidak hanya mahasiswa. Secara keseluruhan, pernyataan ini informatif dan memberikan pandangan optimis tentang pentingnya memanfaatkan IPTEK dengan baik demi kemajuan bangsa.
Nama : Gita Amanda Sofria
NPM : 2217011011
Kelas : D
Mata Kuliah : Pendidikan Pancasila
“Hubungan Antara Hukum dan Etika dalam Politik Hukum di Indonesia (Membaca Pancasila sebagai Sumber Nilai dan Sumber Etik)”
Pembentukan kaedah hukum merupakan kegiatan final dari kebijakan publik yang didalamnya memuat proses legislasi. Etika terapan yang merupakan cabang filsafat yang membahas tentang perilaku manusia, dalam artikel ini perilaku manusia dalam bernegara. 2 tahun 1960 tentang Garis-garis Besar Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana kemudian dirubah menjadi Garis-Garis Besar Haluan Negara yang diperbarui selama 5 tahun sekali.
- Dari fakta sejarah ini, maka yang tumbuh dan berkembang adalah kebudayaan etnik yang terpencar-pencar. Jadi pertumbuhan ke arah rasa persatuan yang lebih besar tentang kepentingan bersama jelas terhalang oleh perbedaan bahasa, adat istiadat, alam lingkungan, juga kepercayaan dan agama, bentuk tubuh, warna kulit dan sebagainya, ringkasnya tergantung pada besarnya pluralitas masyarakat. Kumpulan dari berbagai bangsa yang membentuk nation bersama bernama Indonesia.
- Kamus Besar Bahasa Indonesia mengartikan bangsa sebagai kelompok masyarakat yang bersamaan asal keturunan, adat, bahasa dan sejarahnya serta berpemerintahan sendiri. Konsep KBBI tentang bangsa ini selaras dengan teori terjadinya negara secara primer pada fase genootschap terjadi perkelompokan dari orang-orang yang menggabungkan dirinya untuk kepentingan bersama dan disandarkan pada persamaan. Untuk hal ini, kepemimpinan dipilih secara «primus inter pares» atau yang terkemuka diantara unsur yang sama. Persamaan dan kepentingan bersama inilah yang disebut sebagai unsur bangsa. Kumpulan orang dalam berbagai bangsa dan memiliki tujuan yang sama tersebut membentuk suatu negara.
- Politik Hukum Di Indonesia. Meramu antara tujuan yang akan dicapai dengan penentuan kaidah dalam mencapai tujuan tersebut. Sistem yang berlaku di Indonesia menetapkan bahwa perancangan tujuan melalui intstrumen hukum sangat dipengaruhi oleh kekuatan-kekuatan politik melalui percaturan kepentingan partai yang akan membentuk produk hukum tersebut. Dominasi politik terjadi apabila pertarungan diwarnai oleh kekuatan politik yang terbesar.
- Proses pembuatan hukum sebenarnya melibatkan para ahli hukum namun hanya diposisikan sebagai pihak yang memberikan masukan-masukan dalam rangka menyususn kerangka permasalahan dan tidak dalam rangka memecahkan persoalan. 2 Pembentukan kaedah hukum dalam pandangan B. Cipto Handoyo merupakan kegiatan final dari kebijakan publik yang didalamnya memuat proses legislasi. Sebagaimana dipahami, salah satu karakter berfikir secara filsafat adalah kritis, karena terkait dengan etika terapan, maka kita dituntut untuk berfikir atau bersikap kritis terhadap pola-pola umum yang berlaku dalam masyarakat. Pola umum dalam tulisan ilmiah ini adalah politik hukum yang berlaku di Indonesia saat ini.
- Hubungan Antara Etika dan Moral. 3 Etika berkaitan dengan dasar-dasar filosofis dalam hubungan dengan tingkah laku manusia. Etika adalah suatu cabang filsafat yaitu suatu pemikiran kritis dan mendasar tentang ajaran-ajaran dan pandanganpandangan moral tersebut. Etika adalah ilmu.
NPM : 2217011011
Kelas : D
Mata Kuliah : Pendidikan Pancasila
“Hubungan Antara Hukum dan Etika dalam Politik Hukum di Indonesia (Membaca Pancasila sebagai Sumber Nilai dan Sumber Etik)”
Pembentukan kaedah hukum merupakan kegiatan final dari kebijakan publik yang didalamnya memuat proses legislasi. Etika terapan yang merupakan cabang filsafat yang membahas tentang perilaku manusia, dalam artikel ini perilaku manusia dalam bernegara. 2 tahun 1960 tentang Garis-garis Besar Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana kemudian dirubah menjadi Garis-Garis Besar Haluan Negara yang diperbarui selama 5 tahun sekali.
- Dari fakta sejarah ini, maka yang tumbuh dan berkembang adalah kebudayaan etnik yang terpencar-pencar. Jadi pertumbuhan ke arah rasa persatuan yang lebih besar tentang kepentingan bersama jelas terhalang oleh perbedaan bahasa, adat istiadat, alam lingkungan, juga kepercayaan dan agama, bentuk tubuh, warna kulit dan sebagainya, ringkasnya tergantung pada besarnya pluralitas masyarakat. Kumpulan dari berbagai bangsa yang membentuk nation bersama bernama Indonesia.
- Kamus Besar Bahasa Indonesia mengartikan bangsa sebagai kelompok masyarakat yang bersamaan asal keturunan, adat, bahasa dan sejarahnya serta berpemerintahan sendiri. Konsep KBBI tentang bangsa ini selaras dengan teori terjadinya negara secara primer pada fase genootschap terjadi perkelompokan dari orang-orang yang menggabungkan dirinya untuk kepentingan bersama dan disandarkan pada persamaan. Untuk hal ini, kepemimpinan dipilih secara «primus inter pares» atau yang terkemuka diantara unsur yang sama. Persamaan dan kepentingan bersama inilah yang disebut sebagai unsur bangsa. Kumpulan orang dalam berbagai bangsa dan memiliki tujuan yang sama tersebut membentuk suatu negara.
- Politik Hukum Di Indonesia. Meramu antara tujuan yang akan dicapai dengan penentuan kaidah dalam mencapai tujuan tersebut. Sistem yang berlaku di Indonesia menetapkan bahwa perancangan tujuan melalui intstrumen hukum sangat dipengaruhi oleh kekuatan-kekuatan politik melalui percaturan kepentingan partai yang akan membentuk produk hukum tersebut. Dominasi politik terjadi apabila pertarungan diwarnai oleh kekuatan politik yang terbesar.
- Proses pembuatan hukum sebenarnya melibatkan para ahli hukum namun hanya diposisikan sebagai pihak yang memberikan masukan-masukan dalam rangka menyususn kerangka permasalahan dan tidak dalam rangka memecahkan persoalan. 2 Pembentukan kaedah hukum dalam pandangan B. Cipto Handoyo merupakan kegiatan final dari kebijakan publik yang didalamnya memuat proses legislasi. Sebagaimana dipahami, salah satu karakter berfikir secara filsafat adalah kritis, karena terkait dengan etika terapan, maka kita dituntut untuk berfikir atau bersikap kritis terhadap pola-pola umum yang berlaku dalam masyarakat. Pola umum dalam tulisan ilmiah ini adalah politik hukum yang berlaku di Indonesia saat ini.
- Hubungan Antara Etika dan Moral. 3 Etika berkaitan dengan dasar-dasar filosofis dalam hubungan dengan tingkah laku manusia. Etika adalah suatu cabang filsafat yaitu suatu pemikiran kritis dan mendasar tentang ajaran-ajaran dan pandanganpandangan moral tersebut. Etika adalah ilmu.