Posts made by Evana Eka Wijaya

Teknik Informatika D -> Forum Analisis Video-1

by Evana Eka Wijaya -
Nama : Evana Eka Wijaya
NPM : 2215061128

Berita tersebut mengabarkan tentang ketidaknyamanan warga terhadap limbah pabrik yang dibuang ke sungai. Limbah tersebut berasal dari 6 pabrik yang beroperasi sebagai pabrik pakaian. Warga merasa tidak nyaman karena limbah pabrik yang dibuang ke sungai tersebut dapat mencemari lingkungan, selain itu limbah tersebut juga menghasilkan bau busuk yang mengganggu. Kemudian warga meminta aparat desa untuk menutup pabrik yang tidak mempunyai alat pengolahan limbah. Warga juga mengatakan bahwa permasalahan ini sudah terjadi kurang lebih 25 tahun lamanya. Oleh karena itu, warga melakukan unjuk rasa dengan menutup saluran pembuangan limbah dari lokasi pabrik pembuatan pakaian.
Berdasarkan masalah ini, dapat disimpulkan bahwa saat akan membuka pabrik yang wilayahnya dekat pemukiman warga, pemilik pabrik seharusnya melakukan musyawarah dengan warga tentang masalah yang dapat merugikan warga sehingga jika terjadi masalah dapat dicari solusinya sesegera mungkin dan masalah tersebut tidak berlarut-larut lamanya. Seperti pengolahan limbah hasil sisa pabrik ini sudah seharusnya pemiliki pabrik memiliki alat pengolahannya, bukan malah dibuang ke sungai lalu mencemari lingkungan. Jadi pemilik pabrik juga harus menghormati warga yang tinggal di daerah dekat pabrik dengan mendengarkan keluh kesah adanya pabrik di daerah mereka lalu mencari solusinya bersama-sama.

Teknik Informatika D -> Forum Analisis Jurnal

by Evana Eka Wijaya -
Nama : Evana Eka Wijaya
NPM : 2215061128
Kelas : PSTI D
“PANCASILA SEBAGAI FILSAFAT ILMU DAN IMPLIKASI TERHADAP PENGEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI”

Pancasila harus menjadi dasar dalam pengembangan ilmu dan teknologi. Perkembangan ilmu pengetauan saat ini dan di masa yang akan datang sangat cepat di berbagai lini kehidupan berbangsa dan bernegara memasuki dan mempengaruhi segala aspek kehidupan adat danbudaya bangsa. Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi yang tidak dibarengi dengan dasar-dasar Pancasila yang kuat justru akan menjadi aspek penghancur bangsa, terutama dari segi moralitas dan mentalitas. Perkembangan tekhnologi yang terlampau deras menyebabkan terlalu mudahnya informasi dari seluruh penjuru dunia masuk ke dalam bangsa kita. Segala kemudahan dalam berinteraksi juga semakin tidak dapat dibendung lagi. Hal tersebut didukung dengan adanya perkembangan media informasi yang menyediakan layanan-layanan dan berbagai fasilitas canggih untuk berkomunikasi. Maka sangat penting pancasila sebagai pegangan atau pedoman untuk filter berbagai perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi yang ada saat ini.
Pancasila adalah pedoman atau aturan tentang tingkah laku yang penting dan baik dan juga sebagai dasar falsafah negara indonesia yang lahir dari pemikiran mendalam yang dilakukan oleh anak bangsa dengan tujuan untuk dijadikan pandangan hidup bangsa Indonesia sebagai dasar pemersatu, lambang kesatuan serta sebagai pertahanan bangsa dan negara Indonesia. Pancasila sebagai filsafat ilmu merupakan landasan dalam proses berfikir dan berpengetahuan. Sebuah pengetahuan dalam perkembangannya harus memperhatikan aspek Ketuhanan yang merupakan landasan dalam setiap berfikir manusia. Pengetahuan harus memperhatikan aspek kemanusiaan, tanpa memperhatikan landasasan ini, pengetahuan akan terlepas dari nilai-nilai hakiki pengetahuan itu. Pancasila ada karena suatu proses pembentukan pengetahuan dari berbagai sumber yang kemudian terakumulasi dalam kehidupan sehari-hari. Pancasila sebagai filsafat juga akan membantu kita untuk mengambil sikap terbuka dan kritis terhadap dampak modernisasi dan menjadi pemain aktif, mempertahankan identitas sebagai bangsa Indonesia. Pancasila sebagai filsafat ilmu dalam perkembangan ilmu pengetahuan diharapakan dapat memecahkan permasalahan dalam kehidupannya.
Implikasi sila-sila dalam Pengembangan IPTEK
1. Ketuhanan yang maha esa
Dalam Pengembangan ilmu pengetahuan manusia perlu memahami batas kemampuannya dalam berfikir, karena tidak semua yang ada di alam ini mampu dijangkau oleh pemikiran manusia, dari keterbatasan kemampuan tersebut manusia harus mengembalikan kepada sang Pencipta dan penguasa segala sesuatu yang ada di alam ini, Sehingga dalam pengembangan ilmu pengetahuan, manusia harus menciptakan perimbangan antara yang rasional dan irrasional, antara rasa dan akal. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa ini menempatkan manusia dalam alam ini sebagai bagiannya dan bukan sebagai pusatnya, Tuhanlah sebagai pusatnya bukanlah manusia.
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
Sila kemanusiaan yang adil dan beradab juga memberikan dasar-dasar moralitas bahwa manusia dalam mengembangkan ilmu pengetahuan haruslah secara beradab. Iptek adalah bagian dari proses budaya manusia yang beradab dan bermoral. Oleh karena itu, pembangunan iptek harus berdasarkan kepada usaha-usaha mencapai kesejahteraan umat manusia. Iptek harus dapat diabadikan untuk peningkatan harkat dan martabat manusia, bukan menjadikan manusia sebagai makhluk yang angkuh dan sombong akibat dari penggunaan IPTEK.
3. Persatuan Indonesia
Sila persatuan Indonesia, memberikan kesadaran kepada bangsa Indonesia bahwa rasa nasionalisme bangsa Indonesia akibat dari sumbangan iptek, dengan iptek persatuan dan kesatuan bangsa dapat terwujud dan terpelihara, persaudaraan dan pesahabatan antar daerah di berbagai daerah terjalin karena tidak lepas dari factor kemajuan iptek.
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
Mendasari IPTEK secara demokratis. Artinya, setiap ilmuwan haruslah memiliki kebebasan untuk mengembangkan Iptek. Selain itu dalam pengembangan iptek setiap ilmuwan juga harus menghormati dan menghargai kebebasan orang lain dan harus memilki sikap yang tebuka artinya terbuka untuk dikritik/dikaji ulang maupun dibandingkan dengan penemuan teori lainnya.
5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, mengimplementasikan pengembangan iptek haruslah menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan kemanusiaan yaitu keseimbangan keadilan dalam hubungannya dengan dirinya sendiri, manusia dengan Tuhannya, manusia dengan 41 manusia lain, manusia dengan msyarakat bangsa dan negara serta manusia dengan alam lingkungannya.

Teknik Informatika D -> Forum Analisis Video

by Evana Eka Wijaya -
Nama : Evana Eka Wijaya
NPM : 2215061128

PANCASILA SEBAGAI DASAR PENGEMBANGAN IPTEK

IPTEK adalah hasil karya manusia karya tersebut pada dasarnya dipergunakan untuk membantu keperluan manusia dalam menghadapi kehidupannya IPTEK tersebut ada saja yang memanfaatkannya untuk kepentingan tertentu baik yang berdampak positif maupun negatif. Pada dasarnya Pancasila merupakan rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila merupakan hal penting dalam perkembangan ilmu dan teknologi perkembangan iptek saat ini dan di masa yang akan datang itu sangat cepat. Dasar ketuhanan yang maha esa yang bagi bangsa Indonesia adalah mutlak jika diikutip pandangan-pandangan sekuler dunia barat yang ilmunya dipelajari dan menjadi rujukan para cendekiawan sepertinya berjalan berlawanan.

Sila-sila Pancasila yang menjadi sistem etika dalam pengembangan iptek
1. Sila ketuhanan yang maha esa. Berdasarkan sila ini iptek tidak hanya memikirkan apa yang ditemukan dibuktikan dan diciptakan tetapi juga dipertimbangkan maksud dan akibatnya apakah merugikan manusia di sekitarnya atau tidak pengolahan diimbangi dengan melestarikan.
2. Sila kemanusiaan yang adil dan beradab. Memberikan dasar-dasar moralitas bahwa manusia dalam mengembangkan iptek harus bersikap beradab karena iptek adalah sebagai hasil budaya manusia yang beradab dan bermoral.
3. Sila persatuan Indonesia. Pengembangan IPTEK hendaknya dapat mengembangkan rasa nasionalisme kebesaran bangsa serta keseluruhan bangsa sebagai bagian umat manusia di dunia.
4. Sila kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kejaksanan dalam permusyawaratan perwakilan. Mendasari pengembangan IPTEK secara demokratis artinya setiap ilmuwan harus memiliki kebebasan untuk mengembangkan iptek juga harus menghormati dan menghargai kebebasan orang lain dan juga memiliki sikap yang terbuka untuk dikritik dikaji ulang maupun dibandingkan dengan penemu lainnya.
5. Sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Pengembangan iptek haruslah menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan kemanusiaan yaitu keseimbangan keadilan dalam hubungannya dengan dirinya sendiri maupun dengan Tuhannya, manusia dengan manusia, manusia dengan masyarakat bangsa dan negara, serta manusia dengan alam lingkungannya.

Teknik Informatika D -> Forum Analisis Jurnal

by Evana Eka Wijaya -
Nama : Evana Eka Wijaya
NPM : 2215061128

JUDUL : Pengaruh Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian Pancasila dalam Menyikapi
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

Pancasila merupakan warisan luar biasa dari pendiri bangsa yang mengacu kepada nilai-nilai luhur. Hampir tidak ada keraguan lagi, mayoritas bangsa Indonesia ini berpendapat bahwa Pancasila sebagai dasar negara sekaligus pandangan hidup masyarakat Indonesia yang plural tidak tergantikan. Pancasila yang akomodatif terhadap agama tidak dapat tergantikan oleh ideologi sekulerisme yang tidak selalu bersahabat dengan agama. Oleh karena itu, perlu adanya pemulihan kembali kesadaran kolektif bangsa tentang posisi vital dan urgensi Pancasila dalam kehidupan masyarakat terutama mahasiswa melalui mata kuliah Pengembangan Kepribadian Pancasila.
Mata Kuliah Pendidikan Pancasila merupakan pelajaran yang memberikan pedoman kepada setiap insan untuk mengkaji, menganalisis, dan memecahkan masalah-maslah pembangunan bangsa dan Negara dalam perspektif nilai-nilai dasar Pancasila sebagai ideology dan dasar Negara Republik Indonesia. Dalam pelaksanaannya Pendidikan Pancasila di Perguruan Tinggi memunyai dasar-dasar, yaitu (Kemendikbud, 2013): (1) Dasar Filosofis; Pertentangan ideologi kapitalisme dan komunisme telah menimbulkan ‘perang dingin’ yang dampaknya terasa di seluruh dunia. Namun para pendiri negara Republik Indonesia mampu melepaskan diri dari tarikan-tarikan dua kutub ideologi dunia tersebut, dengan merumuskan pandangan dasar (philosophische grondslag) pada sebuah konsep filosofis yang bernama Pancasila. (2) Dasar Sosiologis; Kebhinekaan atau pluralitas masyarakat bangsa Indonesia yang tinggi, dimana agama, ras, etnik, bahasa, tradisi budaya penuh perbedaan, menyebabkan ideologi Pancasila bisa diterima sebagai ideologi pemersatu. (3) Dasar Yuridis; Pancasila sebagai norma dasar negara dan dasar negara Republik Indonesia yang berlaku adalah Pancasila yang tertuang dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Sila-sila Pancasila yang tertuang dalam Pembukaan UUD NRI Tahun 1945 secara filosofis-sosiologis berkedudukan sebagai Norma Dasar Indonesia dan dalam konteks politis-yuridis sebagai Dasar Negara Indonesia.

Secara spesifik tujuan penyelenggaraan Pendidikan Pancasila di Perguruan Tinggi adalah untuk : Memperkuat Pancasila sebagai dasar falsafah negara dan ideologi bangsa melalui revitalisasi nilai-nilai dasar Pancasila sebagai norma dasar kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Memberikan pemahaman dan penghayatan atas jiwa dan nilai-nilai dasar Pancasila kepada mahasiswa sebagai warga negara Republik Indonesia, serta membimbing untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Membentuk sikap mental mahasiswa yang mampu mengapresiasi nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, kecintaan pada tanah air dan kesatuan bangsa, serta penguatan masyarakat madani yang demokratis, berkeadilan, dan bermartabat berlandaskan Pancasila, untuk mampu berinteraksi dengan dinamika internal dan eksternal masyarakat bangsa Indonesia.

Secara garis besar sikap terdiri dari komponen kognitif (ide yang umumnya berkaitan dengan pembicaraan dan dipelajari), perilaku (cenderung mempengaruhi respon sesuai dan tidak sesuai) dan emosi (menyebabkan respon-respon yang konsisten). Ciri-ciri sikap menurut Heri Purwanto (1998) dalam buku Notoatmodjo (2003, p.34) adalah: Sikap bukan dibawa sejak lahir melainkan dibentuk atau dipelajari sepanjang perkembangan itu dalam hubungannya dengan obyeknya, Sikap dapat berubah-ubah karena itu sikap dapat dipelajari dan sikap dapat berubah pada orang-orang bila terdapat keadaan-keadaan dan syarat-syarat tertentu yang mempermudah sikap pada orang itu. Sikap tidak berdiri sendiri, tetapi senantiasa mempunyai hubungan tertentu terhadap suatu obyek. Dengan kata lain sikap itu terbentuk, dipelajari, atau berubah senantiasa berkenaan dengan suatu obyek tertentu yang dapat dirumuskan dengan jelas. Menurut Notoadmodjo (2003) dalam buku Wawan dan Dewi (2010), sikap terdiri dari berbagai tingkatan yaitu: (1) Menerima (receiving) Menerima diartikan bahwa orang (subyek) mau dan memperhatikan stimulus yang diberikan (obyek), (2) Merespon (responding) Memberikan jawaban apabila memberikan jawaban apabila ditanya, (3) Menghargai (valuing) Mengajak orang lain untuk mengerjakan atau mendiskusikan dengan orang lain terhadap suatu masalah, (4) Bertanggung jawab (responsible) Bertanggung jawab atas segala sesuatu yang telah dipilihnya dengan segala resiko.

Teknik Informatika D -> Forum Analisis Soal

by Evana Eka Wijaya -
Nama : Evana Eka Wijaya
NPM : 2215061128
Tugas : Analisis soal

A. Bagaimanakah sistem etika perilaku politik saat ini? Sudah sesuaikah dengan nilai-nilai Pancasila? Jelaskan!

Sistem etika dalam Pancasila merupakan pemikiran yang disusun untuk menuntun setiap masyarakat dalam bertingkah laku maupun beretika. Politik juga memiliki sistem etika, tetapi sistem etika perilaku politik yang terjadi di Indonesia belum sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila. Hal ini dapat di lihat dari cara kerja politik yang ada masih terkesan egois dengan memikirkan kepentingan pribadi tanpa memandang rakyat. Para politis ini merupakan calon bahkan sudah menjadi pejabat negara yang seharusnya menjadi contoh dan panutan bagi rakyat. Namun, hal yang terjadi tidaklah demikian, pejabat negara yang seharusnya mengayomi dengan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat masih dirasa kurang dan terkesan tidak adil. Kebutuhan rakyat kecil jarang terlihat, suara mereka bahkan tidak didengar. Sedangkan, para pejabat ini sibuk memperkaya diri sendiri, korupsi sana sini tanpa berpikir rakyat sangat dirugikan karenanya, mereka dipilih oleh rakyat seharusnya mereka bekerja untuk membuat rakyat sejahtera bukan malah makin mempersulit rakyat. Anggaran negara di mainkan, program kerja tidak efisien, pelayanan umum lambat. Dalam melayani kepentingan umum masyarakat sering di sepelekan sehingga pelayanan yang terjadi menjadi lambat dan terkesan dipilih kasih. Oleh karena itu, masyarakat sangat berharap politik yang ada di Indonesia menerapkan nilai dari Pancasila dalam bertindak dan berperilaku.



B. Etika selalu terkait dengan masalah nilai sehingga perbincangan tentang etika, pada umumnya membicarakan tentang masalah nilai (baik atau buruk). Bagaimanakah etika generasi muda yang ada di sekitar tempat tinggal mu? Apakah mencerminkan etika dan nilai yang dianut oleh bangsa Indonesia? Berikan solusi mengenai adanya dekadensi moral yang saat ini terjadi !

Etika adalah cara manusia dalam berperilaku dan bertindak yang baik atau buruk. Generasi muda adalah generasi penerus bangsa. Sikap dan perilaku generasi muda sangat berperan dalam bagaimana Indonesia kedepannya. Oleh karena itu, sikap dan perilaku generasi muda harus lah baik dan sesuai dengan nilai nilai dalam Pancasila. Namun, yang terjadi di sekitar saya beberapa generasi muda belum berperilaku sesuai dengan nilai yang dianut oleh bangsa Indonesia yaitu nilai yang terkandung dalam Pancasila. Contohya, masih adanya serobot dan menyerobot dalam mengantri yang tidak sesuai dengan sila ke-5 dalam Pancasila, tetapi hal ini masih sering disepelekan dan dianggap hal yang lumrah padahal mengantri adalah contoh sikap sabar dan menghargai orang lain, kita harus sadar setiap orang memiliki kesibukannya masing-masing jadi tidak boleh merasa harus didahulukan karena berpikir urusannya lah yang paling penting. Contoh lainnya adalah mahasiswa yang tidak memiliki sopan santun dalam berbicara dengan dosen, mereka berbicara seperti dengan teman sebaya nya. Seharusnya mahasiswa mengerti bagaimana cara berbicara dengan orang yang lebih tua atau yang di hormati dan berbicara dengan teman sebayanya. Jadi yang dapat disimpulkan adalah generasi muda harus sadar pentingnya beretika yang baik dan sesuai dengan nilai dalam Pancasila agar dapat membangun negara yang sukses kedepannya. Dengan memberikan pemahaman tentang pentingnya moral dan etika dapat memberikan sebuah solusi agar dapat menyadarkan generasi muda akan pentingnya moral dan etika dalam membangun negara yang maju.