Posts made by Windi Syafitri

KIMIA D MKU Pancasila 2024 -> Forum Analisis Jurnal

by Windi Syafitri -
Nama : Windi Syafitri
Npm : 2217011046
Kelas : D
Tugas Analisis Jurnal Pertemuan ke 14

Berdasarkan hasil dari analisis jurnal dengan judul "Urgensi Penegasan Pancasila sebagai Dasar Nilai Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi" oleh Ika Setyorini, dapat disimpulkan beberapa poin utama yang penting yaitu sebagai berikut.

1. Pancasila sebagai Landasan Pengembangan Iptek
Pancasila diakui sebagai kristalisasi nilai-nilai budaya dan agama Indonesia. Dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek), nilai-nilai ini berfungsi sebagai pedoman normatif untuk memastikan bahwa pengembangan tersebut tidak keluar dari nilai moral dan budaya bangsa.

2. Kesesuaian Nilai Pancasila dalam Iptek
Jurnal ini menekankan bahwa pengembangan iptek di Indonesia harus sesuai dengan lima sila Pancasila, yang mencakup keadilan sosial, kemanusiaan, dan ketuhanan. Pancasila menjadi tolok ukur yang menjaga keseimbangan antara kemajuan teknologi dan dampak sosial budaya.

3. Peran Pancasila dalam Mengatasi Dampak Negatif Iptek
Dengan pesatnya perkembangan iptek, sering muncul tantangan seperti dehumanisasi dan kerusakan lingkungan. Penulis menegaskan bahwa nilai-nilai Pancasila dapat menjadi solusi untuk menyeimbangkan inovasi teknologi dengan aspek moral dan sosial.

4. Implikasi Historis, Sosiologis, dan Politis
Pancasila memiliki dasar yang kuat, seperti yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945. Secara sosiologis, masyarakat Indonesia menunjukkan kepekaan terhadap isu-isu yang melibatkan nilai-nilai kemanusiaan dan ketuhanan. Dalam konteks politis, berbagai pidato dan kebijakan nasional telah menegaskan pentingnya Pancasila dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Sehingga dapat disimpulkan dari ke-4 poin tersebut bahwa, Pancasila harus menjadi dasar dalam semua pengembangan iptek di Indonesia, yang meliputi:
-> Tidak bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila.
-> Mengintegrasikan nilai Pancasila sebagai faktor internal.
-> Menggunakan Pancasila sebagai pedoman normatif untuk menjaga relevansi dan arah pengembangan iptek.

KIMIA D MKU Pancasila 2024 -> Forum Analisis Jurnal

by Windi Syafitri -
Nama : Windi Syafitri
Npm : 2217011046
Kelas : D
Tugas Analisis Jurnal
Jurnal ini berjudul ” pengaruh mata kuliah Pengembangan Kepribadian Pancasila terhadap kemampuan mahasiswa dalam menyikapi perkembangan IPTEK”. Hasilnya menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki pemahaman yang baik tentang nilai-nilai Pancasila, yang membantu mereka memanfaatkan teknologi secara positif dan bertanggung jawab. Mata kuliah tersebut berkontribusi sebesar 28,2% terhadap sikap mahasiswa dalam menghadapi perubahan IPTEK, dengan sisanya dipengaruhi faktor eksternal lainnya.
Kesimpulannya, pendidikan Pancasila berperan penting dalam membentuk sikap nasionalisme dan filter terhadap dampak negatif globalisasi. Jurnal ini merekomendasikan penguatan pengajaran Pancasila yang relevan dan kebijakan penyaringan informasi untuk menjaga nilai-nilai budaya bangsa.

KIMIA D MKU Pancasila 2024 -> Forum Analisis Video

by Windi Syafitri -
Nama : Windi Syafitri
Npm : 2217011046
Kelas : D
Tugas Analisis Video
PANCASILA SEBAGAI DASAR PENGEMBANGAN IPTEK
Iptek adalah hasil karya manusia. Karya tersebut pada dasarnya dipergunakan untuk membantu keperluan manusia dalam menghadapi kehidupan. Namun IPTEK tersebut ada saja yang mempergunakan untuk kepentingan tertentu baik yang berdampak positif maupun negatif.
Pada dasarnya Pancasila merupakan rumusan dan pedoman kehidupan bangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia.
Adapun Sila-sila Pancasila yang menjadi sistem etika dalam pengembangan IPTEK yaitu sebagai berikut.
1. Sila ketuhanan yang maha esa
Pada sila ini artinya pengembangan IPTEK harus memperhatikan keseimbangan antara rasionalitas (akal) dan aspek spiritual (iman). Karena IPTEK tidak hanya bertujuan menghasilkan inovasi, tetapi juga harus mempertimbangkan dampak terhadap manusia dan lingkungan.
2. Sila kemanusiaan yang adil dan beradab
IPTEK dikembangkan dengan berlandaskan moralitas dan nilai-nilai kemanusiaan. Sebagai produk budaya manusia, IPTEK harus digunakan secara etis dan tidak merugikan manusia lainnya.
3. Sila persatuan Indonesia
Pengembangan IPTEK harus memperkuat rasa kebangsaan dan nasionalisme, sambil tetap menghormati kemanusiaan universal. IPTEK tidak boleh memecah belah, melainkan memperkuat persatuan.
4. Sila kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam pemusyaearatan perwakilan
Pengembangan IPTEK harus dilakukan secara demokratis, memberikan kebebasan bagi ilmuwan untuk berkarya, tetapi tetap terbuka terhadap kritik dan masukan. Hal ini menciptakan dinamika IPTEK yang sehat dan bertanggung jawab.
5. Sila keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia
IPTEK harus menjaga keseimbangan antara manusia dengan dirinya, sesama, Tuhan, dan lingkungannya. Teknologi yang dihasilkan harus bisa diakses secara adil oleh seluruh masyarakat tanpa diskriminasi.

KIMIA D MKU Pancasila 2024 -> forum video pembelajaran

by Windi Syafitri -
Nama : Windi Syafitri
Npm : 2217011046

Berikut adalah beberapa tanggapan saya mengenai materi tentang Pancasila sebagai sistem etika.
1. Pancasila sebagai Sistem Etika
Materi ini menggambarkan bahwa Pancasila bukan hanya sekedar landasan filosofis, tetapi juga sebuah sistem etika yang mengatur perilaku warga negara Indonesia. Pancasila berfungsi sebagai pedoman moral untuk kehidupan berbangsa dan bernegara yang mencakup nilai-nilai kebaikan, moralitas, dan prinsip-prinsip yang mendukung terciptanya masyarakat yang harmonis.
2. Pengertian Etika dan Asal Usulnya
Pemaparan tentang pengertian etika, asal kata dari bahasa Yunani *ethos*, dan penerapannya dalam masyarakat menegaskan bahwa etika adalah landasan dari perilaku yang dianggap baik atau buruk. Penekanan bahwa etika merupakan panduan bagi perilaku individu dan kelompok sangat relevan, terutama dalam konteks masyarakat yang majemuk seperti Indonesia.
3.Pancasila dalam Tatanan Nilai Etika
Penjelasan tentang nilai-nilai setiap sila Pancasila dalam konteks etika sangat menarik. Sila-sila tersebut tidak hanya memiliki makna literal tetapi juga nilai moral yang melandasi sikap seperti ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan. Hal ini mencerminkan bahwa Pancasila bisa menjadi kerangka yang melahirkan perilaku yang etis dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari hubungan dengan Tuhan, hubungan antar manusia, hingga hubungan dengan bangsa dan negara.
4. Relevansi Pancasila dengan Aliran Etika
Menarik juga melihat bagaimana nilai-nilai Pancasila dihubungkan dengan berbagai aliran etika seperti etika keutamaan, teleologis, dan deontologis. Ini menunjukkan bahwa Pancasila bisa diterapkan dalam berbagai sudut pandang etika, tergantung konteks tindakan atau keputusan yang diambil. Contoh kasus dalam konteks aliran teleologis, di mana kebenaran dinilai dari tujuan akhir, menegaskan bahwa Pancasila bukan hanya sistem yang kaku, tetapi juga bisa diaplikasikan dalam penilaian etis yang kontekstual.

5. Penerapan Pancasila sebagai Sistem Etika di Kehidupan Nyata
Materi ini menggaris bawahi pentingnya penerapan Pancasila sebagai sistem etika, terutama dalam kehidupan bernegara. Berbagai contoh kasus seperti korupsi, aksi terorisme, pelanggaran HAM, ketidakadilan hukum, serta ketimpangan sosial menunjukkan tantangan yang dihadapi bangsa. Dengan adanya Pancasila sebagai sistem etika, diharapkan seluruh warga negara dan para pemimpin dapat berpedoman pada nilai-nilai ini dalam menghadapi masalah-masalah tersebut.
6. Kesimpulan dan Urgensi
Kesimpulan yang diambil dari materi ini adalah bahwa Pancasila sebagai sistem etika sangat penting untuk diterapkan di Indonesia. Pancasila dapat menjadi penuntun bagi perilaku yang berlandaskan pada nilai-nilai luhur, yang diharapkan mampu menciptakan kehidupan bermasyarakat yang harmonis dan terintegrasi. Implementasi nilai-nilai Pancasila ini juga diharapkan bisa mendorong kesadaran kolektif untuk menjaga integritas, toleransi, dan keadilan di seluruh elemen masyarakat.

KIMIA D MKU Pancasila 2024 -> Forum Analisis Jurnal

by Windi Syafitri -
Nama: Windi Syafitri
Npm : 2217011046

Jurnal ini membahas hubungan antara hukum dan etika dalam konteks politik hukum di Indonesia, dengan mengacu pada nilai-nilai Pancasila. Penulis mengeksplorasi bagaimana hukum dan etika saling berkaitan dalam perumusan politik hukum, yang dianggap sebagai proses legislasi dari kebijakan publik.
Hubungan antara hukum dan etika dapat dilihat melalui tiga dimensi:
1. Dimensi Substansi dan Wadah
Hukum dilihat sebagai instrumen formal, sedangkan etika adalah prinsip-prinsip moral yang memberi jiwa pada hukum.
2. Dimensi Luas Cakupan
Etika memiliki cakupan yang lebih luas dibandingkan hukum; pelanggaran hukum pasti merupakan pelanggaran etika, tetapi tidak sebaliknya.
3. Dimensi Alasan Mematuhi atau Melanggar
Individu cenderung mematuhi hukum bukan karena takut sanksi, melainkan karena kesadaran etis bahwa aturan tersebut baik untuk masyarakat.
Sejak kemerdekaan, arah politik hukum di Indonesia diatur melalui ketetapan MPRS dan kemudian GBHN yang diperbarui tiap lima tahun. Arah politik hukum ini menunjukkan pilihan nilai-nilai yang diprioritaskan dan diselaraskan dengan UUD 1945. Pancasila diakui sebagai sumber etika utama dalam hukum Indonesia. Prinsip-prinsip Pancasila menjadi panduan moral bagi peraturan hukum dan praktik politik, mencerminkan nilai-nilai yang diakui oleh masyarakat Indonesia.
Sehingga dapat disimpulkan dari jurnal tersebut, bahwa hukum dan etika harus berjalan beriringan, dengan etika menjadi pengendali moral dan hukum sebagai instrumen implementatif untuk mencapai tujuan negara yang adil dan berkeadilan.