Kiriman dibuat oleh Muhammad Al Ikhsan

Nama : Muhammad Al Ikhsan
NPM : 2218011051
Analisis Jurnal

Jurnal yang berjudul “Urgensi Penegasan Pancasila sebagai Dasar Pengembangan IPTEK” berisi tentang bagaimana peran Pancasila sebagai pegangan moral kita dalam menghadapi pesatnya perkembangan teknologi yang berlangsung pada era globalisasi ini.
Pancasila sebagai idiologi bangsa Indonesia mengakomodir seluruh aktifitas kehidupan bermasyarakat, berbangas dan bernegara demikian juga dalam aktifitas ilmiah. Oleh karena itu pengembangan ilmu pengetahuan yang terlepas dari ideology Pancasila justru mengakibatkan sekularisme.
Perkembangan IPTEK di masa ini pun telah mengalami kemajuan pesat sehingga mengakibatkan perubahan luar biasa pada peradaban manusia. Dalam kondisi ini maka diperlukanlah suatu platform yang mampu dijadikan sebagai ruhnya dagi perkembangan iptek di Indonesia. Bangsa Indonesia, dalam seluruh dimensi hidupnya, termasuk di bidang iptek, tergantung pada kuat tidaknya memegang ruh bangsanya, yaitu Pancasila.
Untuk itu, terdapat nilai-nilai Pancasila yang menata perkembangan IPTEK adalah sebagai berikut.
1) pengembangan iptek yang terlebih menyangkut manusia haruslah menghormati martabat manusia, (2) iptek seharusnya harus meningkatkan kwalitas hidup manusia, baik sekarang mauapun masa yang akan datamg, (3) pengembangan iptek hendaknya membantu pemekaran komunitas manusia, bail lokal, nasional ,aupun global. (4) iptek harus terbuka untuk masyarakat dan memiliki dampak langsung dalam kondisi hidup masyarakat. (5) iptek hendaknya membantu penciptaan masyarakat yang semakin lebih adil (Surajiyo, 2017:143).
Terdapat sumber historis dan sosiologis Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan iptek di Indonesia. Sumber historis Pancasila sebagai dasar dalam pengembangan IPTEK dapat ditelusuri dalam Pembukaan UUD 1945 alenia keempat. Sedangkan sumber sosiologis Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan iptek dapat ditemukan dalam sikap masyarakat yang peka terhadap isu-isu Ketuhanan dan Kemanusiaan yang ada dibalik peistiwa yang terjadi dalam masyarakat. Sumber Politis Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan iptek dapat dilihat dari berbagai kebijakan yang dilakukan oleh para penyelenggara negara.
Nama : Muhammad Al Ikhsan
NPM : 2218011051

Analisis Jurnal

Era globalisasi memberi banyak aspek untuk berkembang, dan perkembangan tiap aspek berjalan dengan terbagi menjadi 2 dimensi, yaitu dimensi ruang dan dimensi waktu dalam interaksi bangsa. Hal ini ditunjukkan dengan ruang yang makin dipersempit, dimana untuk bermobilisasi tentu kita semakin cepat dengan pesatnya perkembangan teknologi transportasi. Dan waktu yang makin dipersingkat dengan adanya IPTEK yang membantu ditiap pekerjaan.
Pengaruh globalisasi dapat menghilangkan berbagai halangan dan rintangan yang menjadikan dunia semakin terbuka dan saling bergantung satu sama lain. Globalisasi akan membawa perspektif baru tentang konsep “Dunia Tanpa Tapal Batas” yang saat ini diterima sebagai realita masa depan yang akan mempengaruhi perkembangan budaya.
Di era globalisasi ini perkembangan yang paling terasa pesatnya adalah teknologi. Teknologi telah mempengaruhi banyak aspek kehidupan, terutama pendidikan. Pendidikan yang merupakan dasar tiang tiap individu telah mengalami peralihan dari tradisional menjadi modern. Dengan masuknya teknologi di bidang pendidikan tentu akan mengubah banyak persepsi dan perlahan menyeret masyarakat kearah globalisasi.
Kemajuan Teknologi di berbagai aspek pun bukanlah hal yang negative, banyak keunggulan yang diperoleh dari adanya IPTEK disekitar kita. Namun, karena semakin lama semakin hilang batasan-batasan dari budaya dalam dan luar, maka mudahnya informasi baik positif dan negative dari budaya luar dan teknologi tersebut tidak dapat memfilter mana yang baik dan benar sehingga IPTEK juga menjadi tantangan bagi bangsa Indonesia dalam mempertahankan nilai-nilai luhur budaya serta ideology Pancasila di masyarakat.
Sebagai jawaban untuk melawan tantangan di era globalisasi, mata kuliah Pendidikan Pancasila di terapkan untuk memberikan pengajaran serta pengarahan akan urgensi dari mempelajari nilai-nilai Pancasila di kehidupan sehari-hari. Dengan terapkannya mata kuliah Pancasila, diharapkan tercipta sarana dan wadah pembelajaran secara akademik yang berguna untuk mengkaji dan menganalisis persoalan-persoalan bangsa dan Negara dalam perpektif Pancasila. Selain itu, pembelajaran melalui mata kuliah Pendidikan Pancasila juga mampu memperkuat Pancasila sebagai dasar negara dan membentuk sikap mahasiswa yang selayaknya mengapresiasi nilai-nilai konstitusional yang telah ada.

Dari penelitian yang dilakukan pada jurnal tersdebut, diperoleh hasil yang membuktikan bahwasanya mahasiswa memiliki pengembangan kepribadian nilai Pancasila yang baik. Hal ini dibuktikan dengan perilaku jujur dan toleransi akan adanya perbedaan di kehidupan sehari-hari mereka. Menurut mahasiswa yang menjadi subjek responden, adanya kemajuan teknologi dan informasi seharusnya digunakan dengan baik dan penuh dengan tanggung jawab. Perlakuan seperti ini dapat memudahkan proses belajar, transaksi, dan penyaringan informasi yang masuk, khususnya melalui media sosial di kalangan pelajar.
Nama : Muhammad Al Ikhsan
NPM : 2218011051
Tugas Analisis Video 13

Dari video yang berjudul Pancasila sebagai dasar pengembangan IPTEK yang diupload oleh channel youtube ‘Azzam Hanif, didapat poin-poin sebagai berikut :
IPTEK merupakan hasil karya manusia yang bertujuan untuk membantu keperluan manusia di kehidupan sehari-hari. IPTEK dalam penggunaannya dapat berdampak positif dan negative.
Pada bidang IPTEK, nilai-nilai Pancasila pun tetap berlaku dalam mengatur etika dalam perkembangannya. Perkembangan IPTEK baik di masa kini telah berkembang sangat pesat dan akan lebih cepat di masa yang akan datang.
Untuk itu perlu sila-sila Pancasila yang menjadi etika dalam perkembangan IPTEK adalah sebagai berikut :
1. sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa
IPTEK tak hanya memikirkan apa yang ditemukan, dibuktikan dan diciptakan, tetapi juga dipertimbangkan maksud dan akibatnya apakah merugikan manusia disekitarnya atau tidak. Pengolahan diimbangi dengan melestarikan.
2. sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Manusia dalam mengembangkan IPTEK harus beradab
3. sila ketiga, persatuan Indonesia
Pengembangan IPTEK hendakya juga dapat mengembangkan rasa nasionalisme, kebesaran bangsa serta keluhuran bangsa
4. sila keempat, Kerakyatan Yang dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan Perwakilan
Pengembangan IPTEK harus secara demokratis, ilmuan harus mengembangkan IPTEK dengan menghargai dan menghormati kebebasan orang lain
5. sila kelima, Keadilan Sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia
Pengembangan IPTEK harus menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan kemanusiaan.
Nama : Muhammad Al Ikhsan
NPM : 2218011051

PENANAMAN NILAI-NILAI PANCASILA MELALUI KONTROL SOSIAL OLEH MEDIA MASSA UNTUK MENEKAN KEJAHATAN DI INDONESIA
Media massa di Indonesia, menurut tinjauan pustaka oleh penulis merupakan media atau alat yang dipergunakan oleh lembaga sosial dan wahana komunikasi massa yang melaksanakan kegiatan jurnalistik seperti yang tersebut dalam Pasal 1 Butir 1 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, dengan demikian yang bertanggung jawab atas beredarnya muatan komunikasi massa dalam media tersebut adalah sebuah lembaga yang disebut sebagai pers.
Pasal 6 Undang-Undang Pers No. 40 Tahun 1999 tentang Pers disebutkan bahwa Pers Nasional akan melaksanakan peranan sebagai berikut:
a. Untuk memenuhi hak masyarakat untuk mengetahui
b. Menegakkan nilai-nilai dasar demokrasi, mendorong mewujudkan supremasi hukum, dan Hak Asasi Manusia, serta menghormati kebhinekaan
c. Mengembangkan pendapat umum yang berdasarkan informasi yang tepat, akurat dan benar
d. Melakukan pengawasan, kritik, koreksi dan juga saran terhadap hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan umum
e. Memperjuangkan keadilan dan kebenaran.
Fungsi media massa adalah media informasi dan kontrol sosial. Biasanya dimanfaatkan dalam penanggulangan tindak pidana korupsi contohnya,
a. Informasi atau berita-berita aktual dari berbagai isu yang berkaitan dengan praktik-praktik korupsi;
b. Pengungkapan dan peliputan kasus-kasus korupsi dan modus operandi dari praktik-praktik korupsi;
c. Mengangkat berbagai berita korupsi di berbagai level pemerintahan dan lembaga penegak hukum secara objektif;
d. Pemberitaan penanganan akan tindak pidana korupsi oleh penegak hukum sejak penyidikan, penuntutan, pengadilan dan pemasyarakatan.
Dalam bidang hukum pidana, media massa adalah pendukung dari kebijakan hukum pidana, yaitu memberikan peran pencegahan kejahatan. Pencegahan melalui media massa sangat disarankan karena kebijakan hukum pidana tidak selamanya dapat digunakan sebagai sarana utama menekan kejahatan. Meski demikian, peran tersebut harus disertai dengan pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kesadaran diri masing-masing manusia Indonesia. Hukum ditelaah asas-asasnya, dijabarkan dari undang-undang, peraturan yang terkait media massa. Norma-norma terkait media massa disandingkan dengan asas-asas serta doktrin mengenai kontrol sosial oleh media massa untuk dianalisis berdasarkan penanaman nilainilai Pancasila pada kehidupan masyarakat Indonesia.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik nilai-nilai Pancasila dalam peran media dalam menyampaikan informasi belum terlaksana. Masih banyak berita yang belum dikonfirmasi yang dapat merusak tatanan sosial. Media massa memuat berita hanya sebagai kepuasan informasi, tanpa menanamkan semangat Pancasila dalam pembentukan kepribadian sosial.