Npm : 2213054021
1.Temperamen adalah sebuah konsep dalam perspektif biologis perkembangan manusia yang mengacu pada karakteristik reaktivitas dan intensitas emosional seseorang. Hal ini diyakini dipengaruhi oleh faktor genetik dan relatif stabil sepanjang hidup seseorang
2. Perspektif psikoanalitik perkembangan manusia mencakup teori Sigmund Freud dan Erik Erikson. Teori Freud dikenal dengan teori psikoseksual, sedangkan teori Erikson dikenal dengan teori psikososial.
●Teori Psikoseksual Sigmund Freud
-Teori psikoseksual menekankan peran kenikmatan seksual dalam perkembangan manusia dan bagaimana hal itu membentuk kepribadian.
-Menurut Freud, perkembangan manusia terjadi dalam lima tahap: oral, anal, phallic, laten, dan genital.
-Kegagalan menyelesaikan konflik pada tahap tertentu dapat mengakibatkan fiksasi, yang dapat menyebabkan masalah kepribadian di kemudian hari.
●Teori Psikososial Erik Erikson
-Teori psikososial menekankan peran faktor sosial dan budaya dalam perkembangan manusia dan bagaimana faktor tersebut membentuk kepribadian.
-Menurut Erikson, perkembangan manusia terjadi dalam delapan tahap yang masing-masing ditandai dengan krisis psikososial berbeda yang harus diselesaikan agar dapat melanjutkan ke tahap berikutnya.
-
Kedelapan tahapan tersebut adalah: kepercayaan vs. ketidakpercayaan, otonomi vs. rasa malu dan ragu, inisiatif vs. rasa bersalah, industri vs. inferioritas, identitas vs. kebingungan peran, keintiman vs. isolasi, generativitas vs. stagnasi, dan integritas vs. keputusasaan.
-Penyelesaian setiap krisis yang berhasil akan mengarah pada pengembangan kepribadian yang sehat, sedangkan kegagalan dalam menyelesaikan suatu krisis dapat menyebabkan masalah kepribadian di kemudian hari.
3. Perspektif pembelajaranteori BF Skinner, John B. Watson, dan Albert Bandura. Berikut adalah beberapa poin penting yang terkait dengan masing-masing teori :
●BF Skinner
-Teori Skinner menekankan peran konsekuensi dalam membentuk perilaku.
-Menurut Skinner, perilaku yang diikuti konsekuensi positif lebih besar kemungkinannya untuk terulang, sedangkan perilaku yang diikuti konsekuensi negatif kecil kemungkinannya untuk terulang.
-Skinner percaya bahwa kepribadian tidak tetap di masa kanak-kanak dan dapat dibentuk melalui pembelajaran.
●John B. Watson
-Teori Watson menekankan peran rangsangan lingkungan dalam membentuk perilaku.
-Menurut Watson, perilaku dipelajari melalui asosiasi stimulus netral dengan stimulus yang secara alami menimbulkan respons.
-Watson percaya bahwa perilaku terutama berkaitan dengan perilaku yang dapat diamati dan harus dipelajari secara ilmiah dengan menggunakan eksperimen.
●Albert Bandura
-Teori Bandura menekankan peran faktor sosial dan kognitif dalam membentuk perilaku.
-Menurut Bandura, orang dapat mempelajari informasi dan perilaku baru dengan memperhatikan orang lain.
-Bandura mengusulkan konsep determinisme timbal balik, di mana proses kognitif, perilaku, dan konteks semuanya berinteraksi, masing-masing faktor mempengaruhi dan dipengaruhi oleh faktor lainnya secara bersamaan.
-Kontribusi utama Bandura terhadap teori pembelajaran adalah gagasan bahwa sebagian besar pembelajaran bersifat perwakilan.
4.Perspektif kognitif perkembangan manusia mencakup teori Jean Piaget dan Lev Vygotsky. Berikut adalah beberapa poin penting yang terkait dengan masing-masing teori.
● Teori Perkembangan Kognitif Jean Piaget
-Teori Piaget menekankan peran pematangan biologis dan pengalaman lingkungan dalam membentuk perkembangan kognitif.
-Menurut Piaget, perkembangan kognitif terjadi dalam empat tahap: sensorimotor, praoperasional, operasional konkrit, dan operasional formal.
-Setiap tahap ditandai dengan cara berpikir dan pemahaman dunia yang berbeda, dan setiap tahap dibangun berdasarkan tahap sebelumnya.
-Piaget percaya bahwa anak-anak secara aktif membangun pemahaman mereka sendiri tentang dunia melalui pengalaman dan interaksi mereka dengan lingkungannya
●Vygotsky
-Menurut Vygotsky, perkembangan kognitif terjadi melalui interaksi sosial dan transmisi alat dan praktik budaya.
-Vygotsky mengajukan konsep zona perkembangan proksimal, yang mengacu pada perbedaan antara apa yang seorang anak dapat lakukan sendiri dan apa yang dapat mereka lakukan dengan bantuan orang lain yang lebih berpengetahuan.
-Vygotsky percaya bahwa bahasa memainkan peran penting dalam perkembangan kognitif, karena memungkinkan anak-anak berkomunikasi dengan orang lain dan menginternalisasi pengetahuan.
5.Perspektif kontekstual pembangunan manusia mencakup teori sistem ekologi oleh Urie Bronfenbrenner. Berikut beberapa poin penting terkait teorinya:
-Teori Bronfenbrenner menekankan peran faktor lingkungan dalam membentuk pembangunan manusia.
-Menurut Bronfenbrenner, perkembangan manusia terjadi melalui serangkaian sistem lingkungan yang tersarang, termasuk mikrosistem, mesosistem, eksosistem, dan makrosistem.
-Bronfenbrenner percaya bahwa sistem lingkungan yang berbeda berinteraksi satu sama lain untuk membentuk perkembangan individu, dan bahwa perubahan dalam satu sistem dapat mempunyai efek riak pada sistem lainnya.
-Teori Bronfenbrenner menekankan pentingnya memahami interaksi kompleks antara individu dan lingkungannya untuk mendorong perkembangan yang sehat.
6. Teori keterikatan Bowlby dan Ainsworth menekankan pentingnya ikatan emosional awal antara bayi dan pengasuh utama mereka dalam membentuk perkembangan selanjutnya.
Menurut Bowlby, keterikatan adalah naluri biologis yang berevolusi untuk menjamin kelangsungan hidup bayi.Penelitian Ainsworth mengidentifikasi tiga gaya keterikatan utama: aman, penghindar tidak aman, dan tahan tidak aman.Teori Bowlby dan Ainsworth menekankan pentingnya pengasuhan yang sensitif dan responsif dalam meningkatkan keterikatan yang aman.Teori keterikatan telah diterapkan pada berbagai hasil perkembangan, termasuk regulasi emosional, kompetensi sosial, dan kesehatan mental.
7.Teori perkembangan moral Lawrence Kohlberg merupakan bagian dari perspektif moral perkembangan manusia. Berikut beberapa poin penting terkait teorinya:
-Teori Kohlberg menekankan peran perkembangan kognitif dalam membentuk penalaran moral.
-Menurut Kohlberg, perkembangan moral terjadi dalam enam tahap, yang terbagi dalam tiga tingkatan: prakonvensional, konvensional, dan pascakonvensional.
-Setiap tahap ditandai dengan cara berpikir yang berbeda mengenai isu-isu moral, dan setiap tahap dibangun berdasarkan tahap sebelumnya.
-Kohlberg percaya bahwa individu maju melalui tahapan dalam urutan yang tetap, dan tidak semua orang mencapai tahapan penalaran moral tertinggi.
-Teori Kohlberg telah dikritik karena terlalu fokus pada keadilan dan keadilan, dan mengabaikan aspek moralitas lainnya seperti kepedulian dan kasih sayang.
-Teori Kohlberg telah banyak digunakan dalam lingkungan pendidikan untuk mendorong perkembangan moral.