གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Nur Habiburrohmah

BK kls 3A 2023 -> FORUM DISKUSI -> Topik Diskusi -> Re: Topik Diskusi

Nur Habiburrohmah གིས-
Nama : Nur Habiburrohmah
Npm : 2213054021

1.Temperamen adalah sebuah konsep dalam perspektif biologis perkembangan manusia yang mengacu pada karakteristik reaktivitas dan intensitas emosional seseorang. Hal ini diyakini dipengaruhi oleh faktor genetik dan relatif stabil sepanjang hidup seseorang

2. Perspektif psikoanalitik perkembangan manusia mencakup teori Sigmund Freud dan Erik Erikson. Teori Freud dikenal dengan teori psikoseksual, sedangkan teori Erikson dikenal dengan teori psikososial.

●Teori Psikoseksual Sigmund Freud

-Teori psikoseksual menekankan peran kenikmatan seksual dalam perkembangan manusia dan bagaimana hal itu membentuk kepribadian.
-Menurut Freud, perkembangan manusia terjadi dalam lima tahap: oral, anal, phallic, laten, dan genital.
-Kegagalan menyelesaikan konflik pada tahap tertentu dapat mengakibatkan fiksasi, yang dapat menyebabkan masalah kepribadian di kemudian hari.

●Teori Psikososial Erik Erikson

-Teori psikososial menekankan peran faktor sosial dan budaya dalam perkembangan manusia dan bagaimana faktor tersebut membentuk kepribadian.
-Menurut Erikson, perkembangan manusia terjadi dalam delapan tahap yang masing-masing ditandai dengan krisis psikososial berbeda yang harus diselesaikan agar dapat melanjutkan ke tahap berikutnya.
-
Kedelapan tahapan tersebut adalah: kepercayaan vs. ketidakpercayaan, otonomi vs. rasa malu dan ragu, inisiatif vs. rasa bersalah, industri vs. inferioritas, identitas vs. kebingungan peran, keintiman vs. isolasi, generativitas vs. stagnasi, dan integritas vs. keputusasaan.
-Penyelesaian setiap krisis yang berhasil akan mengarah pada pengembangan kepribadian yang sehat, sedangkan kegagalan dalam menyelesaikan suatu krisis dapat menyebabkan masalah kepribadian di kemudian hari.

3. Perspektif pembelajaranteori BF Skinner, John B. Watson, dan Albert Bandura. Berikut adalah beberapa poin penting yang terkait dengan masing-masing teori :

●BF Skinner
-Teori Skinner menekankan peran konsekuensi dalam membentuk perilaku.
-Menurut Skinner, perilaku yang diikuti konsekuensi positif lebih besar kemungkinannya untuk terulang, sedangkan perilaku yang diikuti konsekuensi negatif kecil kemungkinannya untuk terulang.
-Skinner percaya bahwa kepribadian tidak tetap di masa kanak-kanak dan dapat dibentuk melalui pembelajaran.

●John B. Watson
-Teori Watson menekankan peran rangsangan lingkungan dalam membentuk perilaku.
-Menurut Watson, perilaku dipelajari melalui asosiasi stimulus netral dengan stimulus yang secara alami menimbulkan respons.
-Watson percaya bahwa perilaku terutama berkaitan dengan perilaku yang dapat diamati dan harus dipelajari secara ilmiah dengan menggunakan eksperimen.

●Albert Bandura
-Teori Bandura menekankan peran faktor sosial dan kognitif dalam membentuk perilaku.
-Menurut Bandura, orang dapat mempelajari informasi dan perilaku baru dengan memperhatikan orang lain.
-Bandura mengusulkan konsep determinisme timbal balik, di mana proses kognitif, perilaku, dan konteks semuanya berinteraksi, masing-masing faktor mempengaruhi dan dipengaruhi oleh faktor lainnya secara bersamaan.
-Kontribusi utama Bandura terhadap teori pembelajaran adalah gagasan bahwa sebagian besar pembelajaran bersifat perwakilan.


4.Perspektif kognitif perkembangan manusia mencakup teori Jean Piaget dan Lev Vygotsky. Berikut adalah beberapa poin penting yang terkait dengan masing-masing teori.

● Teori Perkembangan Kognitif Jean Piaget
-Teori Piaget menekankan peran pematangan biologis dan pengalaman lingkungan dalam membentuk perkembangan kognitif.
-Menurut Piaget, perkembangan kognitif terjadi dalam empat tahap: sensorimotor, praoperasional, operasional konkrit, dan operasional formal.
-Setiap tahap ditandai dengan cara berpikir dan pemahaman dunia yang berbeda, dan setiap tahap dibangun berdasarkan tahap sebelumnya.
-Piaget percaya bahwa anak-anak secara aktif membangun pemahaman mereka sendiri tentang dunia melalui pengalaman dan interaksi mereka dengan lingkungannya

●Vygotsky
-Menurut Vygotsky, perkembangan kognitif terjadi melalui interaksi sosial dan transmisi alat dan praktik budaya.
-Vygotsky mengajukan konsep zona perkembangan proksimal, yang mengacu pada perbedaan antara apa yang seorang anak dapat lakukan sendiri dan apa yang dapat mereka lakukan dengan bantuan orang lain yang lebih berpengetahuan.
-Vygotsky percaya bahwa bahasa memainkan peran penting dalam perkembangan kognitif, karena memungkinkan anak-anak berkomunikasi dengan orang lain dan menginternalisasi pengetahuan.



5.Perspektif kontekstual pembangunan manusia mencakup teori sistem ekologi oleh Urie Bronfenbrenner. Berikut beberapa poin penting terkait teorinya:

-Teori Bronfenbrenner menekankan peran faktor lingkungan dalam membentuk pembangunan manusia.
-Menurut Bronfenbrenner, perkembangan manusia terjadi melalui serangkaian sistem lingkungan yang tersarang, termasuk mikrosistem, mesosistem, eksosistem, dan makrosistem.
-Bronfenbrenner percaya bahwa sistem lingkungan yang berbeda berinteraksi satu sama lain untuk membentuk perkembangan individu, dan bahwa perubahan dalam satu sistem dapat mempunyai efek riak pada sistem lainnya.
-Teori Bronfenbrenner menekankan pentingnya memahami interaksi kompleks antara individu dan lingkungannya untuk mendorong perkembangan yang sehat.

6. Teori keterikatan Bowlby dan Ainsworth menekankan pentingnya ikatan emosional awal antara bayi dan pengasuh utama mereka dalam membentuk perkembangan selanjutnya.
Menurut Bowlby, keterikatan adalah naluri biologis yang berevolusi untuk menjamin kelangsungan hidup bayi.Penelitian Ainsworth mengidentifikasi tiga gaya keterikatan utama: aman, penghindar tidak aman, dan tahan tidak aman.Teori Bowlby dan Ainsworth menekankan pentingnya pengasuhan yang sensitif dan responsif dalam meningkatkan keterikatan yang aman.Teori keterikatan telah diterapkan pada berbagai hasil perkembangan, termasuk regulasi emosional, kompetensi sosial, dan kesehatan mental.

7.Teori perkembangan moral Lawrence Kohlberg merupakan bagian dari perspektif moral perkembangan manusia. Berikut beberapa poin penting terkait teorinya:

-Teori Kohlberg menekankan peran perkembangan kognitif dalam membentuk penalaran moral.
-Menurut Kohlberg, perkembangan moral terjadi dalam enam tahap, yang terbagi dalam tiga tingkatan: prakonvensional, konvensional, dan pascakonvensional.
-Setiap tahap ditandai dengan cara berpikir yang berbeda mengenai isu-isu moral, dan setiap tahap dibangun berdasarkan tahap sebelumnya.
-Kohlberg percaya bahwa individu maju melalui tahapan dalam urutan yang tetap, dan tidak semua orang mencapai tahapan penalaran moral tertinggi.
-Teori Kohlberg telah dikritik karena terlalu fokus pada keadilan dan keadilan, dan mengabaikan aspek moralitas lainnya seperti kepedulian dan kasih sayang.
-Teori Kohlberg telah banyak digunakan dalam lingkungan pendidikan untuk mendorong perkembangan moral.

BK kls 3A 2023 -> FORUM DISKUSI -> Topik Diskusi -> Re: Topik Diskusi

Nur Habiburrohmah གིས-
Nama : Nur Habiburrohmah
Npm : 2213054021

1. Karakteristik pengembangan AUD
■Aktif dan Energik
■Egosentris
■Imajinatif
■Unik
■Tidak Sabar dan Mudah Frustrasi

2.Perkembangan anak usia dini mencakup berbagai aspek, seperti fisik, kognitif, sosial, dan emosional. Berikut adalah beberapa ciri-ciri perkembangan anak usia dini:
■Perkembangan fisik
•Perubahan proporsi tubuh anak sesuai dengan fase perkembangan.
•Didapatkannya tanda-tanda baru pada aspek fisik, seperti pergantian gigi dan ciri-ciri seks pada usia remaja.
■Perkembangan kognitif
•Kemampuan anak untuk mengenali warna, bentuk, dan ukuran.
•Kemampuan anak untuk mengingat dan memahami kata-kata sederhana.
■Perkembangan emosional
•Kemampuan anak untuk merasakan emosi seperti rasa marah, kesal, sedih, dan bahagia.
•Kemampuan anak untuk mengendalikan emosinya secara bertahap.

3.prinsip-prinsip perkembangan anak usia dini:
■Perkembangan berlangsung seumur hidup dan mencakup semua aspek.
■Perkembangan terjadi dalam suatu urutan.
■Perkembangan berlangsung ke arah kompleksitas, organisasi, dan internalisasi yang lebih meningkat.
■Pengalaman pertama anak memiliki pengaruh dan penundaan terhadap perkembangan anak.

4.Perkembangan anak usia dini meliputi berbagai aspek seperti:
• fisik
•kognitif
•sosial
• emosional
•seni
•bahasa
•moral dan agama.

5.faktor yang mempengaruhi perkembangan AUD meliputi:
•Faktor lingkungan
•Pola asuh orang tua
•Interaksi sosial
•stimulasi awal
•Pendidikan

BK kls 3A 2023 -> FORUM DISKUSI -> Topik Diskusi -> Re: Topik Diskusi

Nur Habiburrohmah གིས-
Nama : Nur Habiburrohmah
Npm : 2213054021

1. Pengertian
■Bimbingan (counseling) adalah proses di mana seorang profesional (konselor atau konselor) membantu individu untuk mengatasi masalah, konflik, atau kesulitan tertentu dalam kehidupan mereka.
■Konseling (guidance) lebih bersifat pedagogis dan informatif. Ini melibatkan memberikan informasi, arahan, dan saran kepada individu, terutama dalam hal pemilihan karier, pengambilan keputusan pendidikan, dan pengembangan keterampilan akademik.


2. Tujuan
■Mengatasi Masalah Pribadi: Membantu individu mengatasi masalah emosional, sosial, atau psikologis yang memengaruhi kesejahteraan mereka.
■Mengatasi Masalah Pribadi: Membantu individu mengatasi masalah emosional, sosial, atau psikologis yang memengaruhi kesejahteraan mereka.
■Pemilihan Karier: Membantu individu dalam menentukan pilihan karier yang sesuai dengan minat, bakat, dan nilai-nilai mereka.
■Peningkatan Prestasi Akademik: Membantu siswa meningkatkan kinerja akademik mereka dengan memberikan panduan dalam hal manajemen waktu, belajar efektif, dan pengembangan keterampilan studi.

3.Fungsi dari bimbingan konseling
■Fungsi Pemahaman
■Fungsi Pencegahan
■Fungsi Pengentasan/Perbaikan
■Fungsi Pemeliharaan dan Pengembangann.
■Fungsi Pembelaan.

4.Prinsip-prinsip dasar dalam bimbingan dan konseling mencakup:
■Penerimaan dan Kehormatan (Acceptance and Respect): Konselor harus menerima individu tanpa menghakimi dan menghormati hak mereka untuk memiliki nilai, keyakinan, dan pengalaman yang berbeda.
■Kerahasiaan (Confidentiality): Prinsip ini melibatkan menjaga kerahasiaan percakapan dan informasi antara konselor dan klien, kecuali dalam situasi-situasi tertentu yang mengancam keselamatan individu.
■Non-Diskriminasi (Non-Discrimination): Konselor harus bekerja tanpa memandang ras, agama, jenis kelamin, orientasi seksual, atau karakteristik pribadi lainnya yang dapat menyebabkan diskriminasi.
■Pendekatan Sistemik (Systems Approach): Prinsip ini mengakui bahwa individu adalah bagian dari sistem yang lebih besar, seperti keluarga, sekolah, atau masyarakat. Perubahan dalam satu area dapat memengaruhi yang lain, dan konselor harus mempertimbangkan dampak sistemik ini.

5.Ruang lingkup bimbingan dan konseling mencakup berbagai aspek kehidupan individu, dan bisa diterapkan di berbagai konteks. Ruang lingkup ini termasuk:
■Bimbingan Pribadi: Bimbingan konseling dapat membantu individu dalam mengatasi masalah pribadi seperti stres, kecemasan, depresi, konflik interpersonal, dan pengelolaan emosi.
■Bimbingan Keluarga: Konselor keluarga membantu keluarga dalam mengatasi konflik, berkomunikasi dengan baik, dan mengatasi masalah yang mempengaruhi dinamika keluarga.

KP AUD 2023 kls A -> FORUM DISKUSI -> TOPIK DISKUSI -> Re: TOPIK DISKUSI

Nur Habiburrohmah གིས-
Nama : Nur Habiburrohmah
NPM : 2213054021

1. Komunikasi non verbal, termasuk postur dan ekspresi wajah, adalah cara kita berkomunikasi tanpa menggunakan kata-kata. Berikut adalah beberapa bagian tentang keduanya:

a. Postur Tubuh : Postur tubuh dapat mengungkapkan banyak hal tentang perasaan dan niat seseorang. Misalnya, seseorang yang tegap dan berdiri lurus mungkin menunjukkan rasa percaya diri, sementara seseorang yang merunduk mungkin merasa tidak aman atau kurang percaya diri. Postur tubuh juga dapat mencerminkan kelelahan, ketegangan, atau relaksasi.

b. Ekspresi Wajah : Ekspresi wajah adalah salah satu cara paling kuat untuk mengkomunikasikan emosi. Misalnya, senyuman dapat menunjukkan kebahagiaan atau persetujuan, sedangkan wajah yang muram atau marah dapat mengungkapkan ketidakpuasan atau kemarahan. Orang sering membaca ekspresi wajah untuk memahami perasaan seseorang.

c. Perilaku Mata : Mata adalah jendela ke dalam perasaan seseorang. Cara seseorang menggunakan mata mereka bisa mengkomunikasikan banyak hal. Misalnya, kontak mata yang kuat sering dianggap sebagai tanda kejujuran dan ketulusan, sementara menghindari kontak mata dapat menunjukkan ketidakjujuran atau ketidaknyamanan.

Komunikasi non verbal, termasuk postur dan ekspresi wajah, penting dalam interaksi sosial sehari-hari. Memahami bahasa tubuh dan ekspresi wajah orang lain dapat membantu kita lebih baik dalam berkomunikasi dan membaca perasaan dan niat mereka.

2.Komunikasi non verbal, termasuk postur tubuh, ekspresi wajah, perilaku mata, dan kontak mata, memainkan peran penting dalam pembelajaran dan pengajaran. Berikut adalah beberapa peran pentingnya:

a. Mengkomunikasikan Perhatian dan Minat : Sebagai seorang guru atau pembelajar, ekspresi wajah dan kontak mata yang positif dapat menunjukkan minat dan perhatian pada materi atau pembelajaran. Ini dapat memotivasi siswa untuk lebih terlibat dan berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran.

b. Mengungkapkan Emosi dan Reaksi : Ekspresi wajah yang autentik dapat membantu siswa memahami perasaan guru atau rekan-rekan mereka terhadap materi pelajaran. Misalnya, ekspresi wajah gembira saat memahami konsep dapat memberikan umpan balik positif kepada siswa.

c. Memfasilitasi Keterlibatan : Postur tubuh yang terbuka dan ramah dapat membuat siswa merasa lebih nyaman untuk berinteraksi dengan guru atau rekan-rekan mereka. Kontak mata yang tepat juga dapat membantu membangun ikatan antara guru dan siswa, serta memfasilitasi dialog yang efektif.

d. Mengenali Kebingungan atau Ketidakpahaman : Melalui ekspresi wajah dan perilaku mata, seorang guru dapat mendeteksi ketidakpahaman atau kebingungan siswa. Hal ini memungkinkan guru untuk memberikan penjelasan tambahan atau bantuan yang diperlukan untuk memastikan pemahaman yang lebih baik.

e. Meningkatkan Komunikasi Non Verbal Siswa : Pembelajaran juga melibatkan siswa untuk mengembangkan keterampilan komunikasi non verbal mereka sendiri. Mereka dapat belajar bagaimana menggunakan postur tubuh, ekspresi wajah, dan kontak mata untuk menyampaikan ide dan emosi secara lebih efektif dalam situasi sosial.

Dengan memahami peran penting komunikasi non verbal, guru dapat menjadi lebih efektif dalam mengajar, dan siswa dapat memperoleh manfaat dalam memahami materi dan berpartisipasi dalam lingkungan pembelajaran yang positif.

BK kls 3A 2023 -> FORUM DISKUSI -> Topik diskusi -> Re: Topik diskusi

Nur Habiburrohmah གིས-
Nama : Nur Habiburrohmah

NPM   : 2213054021

●Program bimbingan konseling adalah pendekatan sistematis yang digunakan dalam membantu individu, terutama dalam konteks pendidikan, untuk mengatasi masalah dan mengembangkan potensi mereka. Struktur program bimbingan konseling umumnya mencakup langkah-langkah seperti:

1. Identifikasi Kebutuhan: Mendefinisikan tujuan dan sasaran dari bimbingan konseling, serta mengidentifikasi individu atau kelompok yang membutuhkan bantuan.

2. Pengumpulan Informasi: Mengumpulkan data tentang individu, termasuk riwayat pendidikan, minat, bakat, dan masalah yang mungkin dihadapi.

3. Penilaian: Menganalisis informasi yang telah dikumpulkan untuk mengidentifikasi masalah dan kebutuhan khusus.

4. Perencanaan: Menyusun rencana tindakan yang mencakup strategi dan langkah-langkah konkret untuk membantu individu mencapai tujuan mereka.

5. Implementasi: Melaksanakan rencana tindakan dengan memberikan bimbingan, konseling, dan dukungan yang diperlukan kepada individu.

6. Evaluasi: Mengukur kemajuan individu dan efektivitas program, serta menyesuaikan rencana tindakan jika diperlukan.

●Evaluasi bimbingan perkembangan adalah proses untuk menilai hasil dan dampak program bimbingan konseling. Evaluasi ini mencakup berbagai metode seperti pengumpulan data, survei, wawancara, dan tes. Hasil evaluasi digunakan untuk menentukan apakah program bimbingan konseling telah berhasil mencapai tujuannya dan apakah perlu ada perbaikan atau penyesuaian.

Pentingnya evaluasi dalam bimbingan perkembangan adalah untuk memastikan bahwa sumber daya dan upaya yang diinvestasikan dalam program tersebut memberikan manfaat yang sesuai bagi individu yang dilayani. Evaluasi juga membantu dalam pengembangan program yang lebih efektif dan relevan untuk kebutuhan individu dan masyarakat.