Posts made by Memorila Dini Oktavia 2213053289

Memorila Dini Oktavia
2213053289

Analisis jurnal Pendidikan Nilai dan Moral ditunjau dari Perspektif Global

● Isu Pendidikan Nilai Moral di Beberapa Negara
○ Pendidikan nilai di Indonesia masih belum banyak menyentuh pemberdayaan dan pencerahan kesadaran dalam perspektif global.
○ Dalam pendidikan nasional India, pendidikan nilai dikembangkan sebagai usaha meningkatkan kesadaran nilai ilmiah, sosial, dan kewarganegaraan yang tidak secara khusus dikembangkan melalui satu sudut pandangan agama.
○ Kendala sistem pendidikan di Malaysia (Mulyana, 2004: 237):
- nilai masih banyak diajarkan melalui pendekatan pembelajaran yang preskriptif, sehingga kurang memberikan kebebasan kepada peserta didik untuk memilih dan menentukan nilai
- alat evaluasi yang sesuai dengan kebutuhan, khususnya untuk mengembangkan teknik-teknik pengamatan perilaku, belum terjabarkan dengan jelas,
- cara-cara pencatatan dan pelaporan pembelajaran nilai masih belum dilakukan secara konsisten oleh guru, dan
- pandangan guru, orang tua, dan masyarakat masih menempatkan kognisi sebagai aspek yang lebih penting daripada aspek afeksi.
○ Kebijakan pemerintah Cina dalam mengatasi persoalan terkait pendidikan nilai dan moral (Mulyana, 2004: 237-238):
- pendidikan moral dimasukkan ke dalam kurikulum sekolah dasar dan diajarkan sekali dalam seminggu.
- sejumlah peraturan telah disusun dan disebarluaskan untuk menjamin terjadinya pembentukan kebiasaan, sikap, dan cara hidup peserta didik yang diharapkan.
- untuk memobilisasi dukungan masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan moral di sekolah, pemerintah pusat mengeluarkan kebijakan resmi akan pentingnya pengembangan moral dan afeksi anak usia sekolah dasar.
- dengan kebijakan resmi pemerintah, sekolah didorong memperbarui dan memodifikasi tujuan pendidikannya.
- pendidik didorong menggunakan pendekatan pemmbelajaran yang mampu mengangkat pengalaman kehidupan sehari-hari.

● Menurut John P. Miller (1976: 5), gambaran kepribadian menunjukkan beberapa karakteristik:
- selalu melakukan pertumbuhan dan perkembangan.
- memiliki kesadaran akan jati dirinya dan identitasnya.
- terbuka dan peka terhadap kebutuhan orang lain.
- menggambarkan suatu kebulatan kesadaran.

● Model pendidikan nilai diantaranya, 1) model-model perkembangan (developmental models), 2) model-model pengenalan diri (selfconceps models), 3) model-model kepekaan dan kecenderungan-kelompok (sensitivity and group-orientation models), dan 4) model-model perluasan kesadaran (consciousness-expansion models.

● Pendekatan komprehensif pendidikan nilai menurut Kirschenbaum dalam Darmiyati Zuchdi, 2008: 36-37 meliputi pendekatan 1) inculcating, 2) modelling, 3) facilitating, 4) skill development.

● Menurut Muhadjir (1988), pendidikan nilai moral diselenggarakan menggunakan 1) metode dogmatis, 2) metode deduktif, 3) metode induktif, atau 4) metode reflektif.

● Teknik pendidikan nilai moral yang berorientasi pada nilai menurut Muhadjir, 1988 diantaranya 1) teknik indoktrinasi, 2) teknik moral reasoning, 3) teknik meramalkan konsekuensi, 4) teknik klarifikasi, dan 5) teknik internalisasi.

Pendidikan nilai moral penting dalam perspektif global, negara-negara perlu berkolaborasi dalam mengatasi berbagai masalah terkait nilai moral. 
Jurnal memaparkan mengenai 1) perbedaan pendidikan nilai moral di negara-negara seperti Indonesia, India, Malaysia, dan Cina 2) pendekatan, metode, dan teknik dalam menerapkan pendidikan nilai moral.
Memorila Dini Oktavia
2213053289

Analisis jurnal Perkembangan Moral Siswa Sekolah Dasar berdasarkan Teori Kohlberg

Teori Kohlberg mengenai perkembangan moral secara formal disebut cognitive-dvelopmental theory of moralization.

Kohlberg tidak memusatkan perhatian pada tingkah laku moral dan juga pernyataan (statement) seseorang.

Teori Kohlberg mengenai perkembangan moral dibagi menjadi 3 level dan setiap levelnya memiliki 2 tahap sehingga seluruhnya menjadi 6 tahap.

● Pra-konvensional
1) Ketaatan dan hukuman
2) Imdividualisme dan pertukaran
● Konvensional
3) Hubungan interpersonal
4) Menjaga ketertiban sosial
● Pasca-konvensional
5) Kontrak sosial dan hak perorangan
6) Prinsip universal

Penulis jurnal melakukan analisis menggunakan teori perkembangan moral Kohlberg dan menghasilkan data bahwa anak-anak usia 11-12 masih berada pada tahap pra konvensional tahap ½ yang dominan diikuti tahap 2 dan ⅔, responden yang berusia 11-12 tahun cenderung baru memasuki tingkat 1 tahap 1.
Memorila Dini Oktavia
2213053289

Pada awal video tersebut memberitakan mengenai peserta didik yang menganiaya pendidiknya hingga meninggal.
Selanjutnya video tersebut menanyangkan peserta didik yang menantang kepala sekolahnya.
Hal tersebut menunjukkan rendahnya moral pada kalangan pelajar.

● KPAI
mencatat bahwa kasus kekerasan anak (baik sebagai pelaku ataupun sebagai korba) sejak tahun 2014 meningkat namun pada 2017 mengalami penurunan
Sesuatu yang dilakukan oleh anak pasti ada sebab dan penyebab.
Hal tersebut dilihat dadi pola asuh anak di rumah kemudian bagaimana pendidik dalam mengelola kelas di sekolah.

● Praktisi Pendidikan
Pendidik mempunyai 4 standar kompetensi utama yaitu 1) kompetensi kepribadian, 2) kompetensi sosial, 3) kompetensi profesional, dan 4) kompetensi pedagogi

● Psikolog
Yang belakang melatarbelakangi seorang anak melakukan tindak kekerasan yaitu ketika anak tidak mampu mengelola emosinya kemudian anak itu marah dan muncul rangsangan yang mendorong dia untuk bereaksi. Dia sudah tidak memikirkan konsekuensi terhadap apa yang dia lakukan.
Kemampuan dalam mengelola emosi harus dilatih kepada anak-anak.
Level toleransi stress anak meningkat karena banyaknya tuntutan sehingga level stress itu harus diimbangi dengan kemampuan pribadi dalam mengelola stress.
Memorila Dini Oktavia
2213053289

Video tersebut menjelaskan mengenai 6 tahap perkembangan moral menurut Kohlberg.
Menurut Kohlberg perkembangan moral dibagi menjadi 3 level dan setiap levelnya memiliki 2 tahap sehingga seluruhnya menjadi 6 tahap.

● Pra-konvensional
1) Menghindari hukuman
Pada tahap ini seseorang beralasan untuk bertindak atau tidak bertindak sesuatu untuk menghindari hukuman.
2) Keuntungan dan minat pribadi
Pada tahap ini seseorang melakukan tindakan dengan memperhitungkan apa yang akan didapat untuknya
● Konvensional
3) Menjaga sikap orang baik
Pada tahap ini seseorang menghindari pertengkaran karena berpikir sesuai dengan kesepakatan sosial yang ada dan pendapat orang lain terhadapnya
4) Memelihara peraturan
Pada tahap ini seseorang berpikir bahwa peraturan harus ditegakkan, jika tidak maka keadaan akan menjadi kacau
● Pasca-konvensional
5) Orientasi kontrak sosial
Pada tahap ini seseorang menyadari akan perbedaan latar belakang dan situasi pada setiap orang.
Seseorang akan berpikir tidak ada yang absolut atau pasti ketika melihat sebuah kasus.
Hak-hak setiap individu harus dilihat bersamaan sesuai dengan hukum yang ada.
6) Prinsip etika universal
Tahap yang menggambarkan prinsip internal seseorang. Seseorang akan melakukan apa yang menurutnya benar walaupun bertentangan dengan hukum.