MEMORILA DINI OKTAVIA_2213053289_HADIR
གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Memorila Dini Oktavia 2213053289
Memorila Dini Oktavia
2213053289
Analisis Video Pendekatan Pentahelix Pendidikan Nilai dan Moral
● Pendekatan Pentahelix
1. Pemerintah
Pendidikan agama, Pancasila, pendidikan kewarganegaraan, bahasa Indonesia wajib ada di dalam dunia pendidikan sebagai upaya penanaman nilai.
2. Masyarakat atau komunitas
Kebiasaan-kebiasaan di masyarakat akan membantu untuk menanamkan nilai.
3. Akademisi
Pendidik akan melakukan transfer of knowledge (pengetahuan) serta transfer of value (panduan nilai dalam bertindak dan mengambil keputusan) di dalamnya.
4. Pengusaha atau pemilik modal
Pengusaha atau pemilik modal memiliki peran penting dalam membentuk nilai dan moral dalam masyarakat. Ia memiliki kekuatan untuk mempengaruhi perilaku dan nilai-nilai masyarakat melalui kegiatan bisnisnya. Ia juga dapat mempromosikan nilai kejujuran, integritas, dan tanggung jawab sosial melalui praktik bisnis yang baik dan bertanggung jawab.
5. Media
Nilai dan moral dapat dipelajari melalui elektronik atau media sosial.
● Aliran dalam pengajaran nilai:
1. Aliran relativisme
Nilai tidak bisa diajarkan karena hakikat nilai bersifat relatif (tergantung pada konteks dan situasi tertentu), subjektif (nilai dipengaruhi oleh pandangan atau perspektif individu yang bersangkutan), temporer (dapat berubah seiring waktu, tergantung pada perubahan sosial, budaya, atau lingkungan) dan situasional (dapat berubah tergantung pada situasi tertentu).
2. Aliran kebebasan
Nilai tidak perlu dan tidak boleh diajarkan karena bertentangan dengan kodrat kebebasan manusia untuk menentukan pilihannya secara bebas dan mandiri.
2213053289
Analisis Video Pendekatan Pentahelix Pendidikan Nilai dan Moral
● Pendekatan Pentahelix
1. Pemerintah
Pendidikan agama, Pancasila, pendidikan kewarganegaraan, bahasa Indonesia wajib ada di dalam dunia pendidikan sebagai upaya penanaman nilai.
2. Masyarakat atau komunitas
Kebiasaan-kebiasaan di masyarakat akan membantu untuk menanamkan nilai.
3. Akademisi
Pendidik akan melakukan transfer of knowledge (pengetahuan) serta transfer of value (panduan nilai dalam bertindak dan mengambil keputusan) di dalamnya.
4. Pengusaha atau pemilik modal
Pengusaha atau pemilik modal memiliki peran penting dalam membentuk nilai dan moral dalam masyarakat. Ia memiliki kekuatan untuk mempengaruhi perilaku dan nilai-nilai masyarakat melalui kegiatan bisnisnya. Ia juga dapat mempromosikan nilai kejujuran, integritas, dan tanggung jawab sosial melalui praktik bisnis yang baik dan bertanggung jawab.
5. Media
Nilai dan moral dapat dipelajari melalui elektronik atau media sosial.
● Aliran dalam pengajaran nilai:
1. Aliran relativisme
Nilai tidak bisa diajarkan karena hakikat nilai bersifat relatif (tergantung pada konteks dan situasi tertentu), subjektif (nilai dipengaruhi oleh pandangan atau perspektif individu yang bersangkutan), temporer (dapat berubah seiring waktu, tergantung pada perubahan sosial, budaya, atau lingkungan) dan situasional (dapat berubah tergantung pada situasi tertentu).
2. Aliran kebebasan
Nilai tidak perlu dan tidak boleh diajarkan karena bertentangan dengan kodrat kebebasan manusia untuk menentukan pilihannya secara bebas dan mandiri.
Memorila Dini Oktavia
2213053289
Analisis Video Pentingnya Pendidikan Nilai dan Moral
Kesadaran moral berguna dalam mengarahkan anak agar mampu membuat pertimbangan atas perilakunya dalam kehidupan sehari-hari baik di sekolah maupun di masyarakat.
● Pentingnya PPKN dalam pendidikan nilai dan moral
- Pembangunan karakter
- Wahana sosial pedagogis pencerdasan kehidupan bangsa
- Acuan penerapan keberhasilan pendidikan moral di sekolah
- Jembatan menuju pendidikan moral yang baik
● Peran pendidik menanamkan pentingnya pendidikan nilai moral melalui PPKN
- Indoktrinasi
Pendekatan indoktrinasi membantu peserta didik untuk tumbuh menjadi dewasa. Nilai-nilai yang ditanamkan sejak dini didapat melalui interaksi antara pendidik dan juga peserta didik.
Pendidik diasumsikan telah memiliki nilai-nilai keutamaan yang dengan tegas dan konsisten ditanamkan kepada anak-anak aturan mana yang boleh dan tidak boleh dilakukan.
- Klarifikasi nilai
Pendidik menyampaikan kepada peserta didik mengenai benar atau salah, baik atau buruk. Namun peserta didik juga diberi kesempatan untuk menyampaikan dan menyatakan nilai-nilai dengan caranya sendiri.
- Teladan
Anak-anak memiliki kemampuan yang menonjol dalam hal meniru, oleh karena itu seorang pendidik hendaknya dapat dijadikan teladan atau contoh dalan bidang moral.
- Pembiasaan dalam berperilaku
Moral biasanya lebih banyak dilakukan melalui pembiasaan-pembiasaan. Dalam proses kegiatan belajar mengajar dapat dilakukan dengan berdoa sebelum dan sesudah belajar, berdoa sebelum dan sesudah makan, mengucapkan salam kepada guru dan teman dan lain sebagainya.
● Tujuan pendidikan kewarganegaraan
- Memberikan pengertian, pengetahuan, dan pemahaman tentang Pancasila
- Menanamkan nilai-nilai moral Pancasila ke dalam diri anak didik
- Meletakkan dan membentuk pola pikir yang sesuai dengan Pancasila
- Menggugah kesadaran anak didik sebagai warga negara dan masyarakat Indonesia
- Memberikan motivasi agar setiap langkah bertindak dan berperilaku anak didik sesuai Pancasila
- Mempersiapkan anak didik untuk menjadi warga negara dan masyarakat Indonesia yang baik
- Pembentukan karakter
2213053289
Analisis Video Pentingnya Pendidikan Nilai dan Moral
Kesadaran moral berguna dalam mengarahkan anak agar mampu membuat pertimbangan atas perilakunya dalam kehidupan sehari-hari baik di sekolah maupun di masyarakat.
● Pentingnya PPKN dalam pendidikan nilai dan moral
- Pembangunan karakter
- Wahana sosial pedagogis pencerdasan kehidupan bangsa
- Acuan penerapan keberhasilan pendidikan moral di sekolah
- Jembatan menuju pendidikan moral yang baik
● Peran pendidik menanamkan pentingnya pendidikan nilai moral melalui PPKN
- Indoktrinasi
Pendekatan indoktrinasi membantu peserta didik untuk tumbuh menjadi dewasa. Nilai-nilai yang ditanamkan sejak dini didapat melalui interaksi antara pendidik dan juga peserta didik.
Pendidik diasumsikan telah memiliki nilai-nilai keutamaan yang dengan tegas dan konsisten ditanamkan kepada anak-anak aturan mana yang boleh dan tidak boleh dilakukan.
- Klarifikasi nilai
Pendidik menyampaikan kepada peserta didik mengenai benar atau salah, baik atau buruk. Namun peserta didik juga diberi kesempatan untuk menyampaikan dan menyatakan nilai-nilai dengan caranya sendiri.
- Teladan
Anak-anak memiliki kemampuan yang menonjol dalam hal meniru, oleh karena itu seorang pendidik hendaknya dapat dijadikan teladan atau contoh dalan bidang moral.
- Pembiasaan dalam berperilaku
Moral biasanya lebih banyak dilakukan melalui pembiasaan-pembiasaan. Dalam proses kegiatan belajar mengajar dapat dilakukan dengan berdoa sebelum dan sesudah belajar, berdoa sebelum dan sesudah makan, mengucapkan salam kepada guru dan teman dan lain sebagainya.
● Tujuan pendidikan kewarganegaraan
- Memberikan pengertian, pengetahuan, dan pemahaman tentang Pancasila
- Menanamkan nilai-nilai moral Pancasila ke dalam diri anak didik
- Meletakkan dan membentuk pola pikir yang sesuai dengan Pancasila
- Menggugah kesadaran anak didik sebagai warga negara dan masyarakat Indonesia
- Memberikan motivasi agar setiap langkah bertindak dan berperilaku anak didik sesuai Pancasila
- Mempersiapkan anak didik untuk menjadi warga negara dan masyarakat Indonesia yang baik
- Pembentukan karakter
Memorila Dini Oktavia
2213053289
Analisis jurnal Pendekatan Pendidikan Nilai secara Komperehensif sebagai suatu Alternatif Pembentukan Akhlak Bangsa
Pendidikan nilai dengan pendekatan komperehensif dianggap cocok diterapkan di masa sekarang karena cepatnya perubahan yang terjadi di segala aspek kehidupan.
Empat pendekatan yang dianggap gerakan utama dalam bidang pendidikan nilai yang komprehensif:
1. Realisasi nilai
Pendekatan realisasi nilai berupa pendekatan untuk menolong individu menentukan, menyadari, mengimplementasikan, bertindak dan mencapai nilai-nilai yang mereka yakini dalam kehidupan.
2. Pendidikan watak
Berutujuan mengajarkan nilai-nilai yang diterima secara luas sebagai landasan perilaku yang baik dan bertanggung jawab.
3. Pendidikan kewarganegaraan
Aspek-aspek utama pendidikan kewarganegaraan meliputi pengetahuan untuk menjadi warga negara yang baik, apresasi terhadap sistem demokrasi dan nilai-nilai kewarganegaraan, keterampilan berfikir kritis, keterampilan berkomunikasi, keterampilan bekerja sarna, dan keterampilan mengatasi konflik (Kirschenbaum, 1995:24-26).
4. Pendidikan moral
Pendidikan moral mencakup pengetahuan, sikap, kepercayaan, ketrampilan, dan perilaku yang baik, jujur, dan penyayang.
Tujuan utama pendidikan moral yaitu menghasilkan individu yang otonom, yang memahami nilai-nilai moral dan memiliki komitmen untuk bertindak konsisten dengan nilai-nilai tersebut.
Beberapa komponen pendidikan moral yaitu:
- pengetahuan tentang moralitas
- penalaran moral
- perasaan kasihan dan mementingkan kepentingan orang lain
- tendensi moral
2213053289
Analisis jurnal Pendekatan Pendidikan Nilai secara Komperehensif sebagai suatu Alternatif Pembentukan Akhlak Bangsa
Pendidikan nilai dengan pendekatan komperehensif dianggap cocok diterapkan di masa sekarang karena cepatnya perubahan yang terjadi di segala aspek kehidupan.
Empat pendekatan yang dianggap gerakan utama dalam bidang pendidikan nilai yang komprehensif:
1. Realisasi nilai
Pendekatan realisasi nilai berupa pendekatan untuk menolong individu menentukan, menyadari, mengimplementasikan, bertindak dan mencapai nilai-nilai yang mereka yakini dalam kehidupan.
2. Pendidikan watak
Berutujuan mengajarkan nilai-nilai yang diterima secara luas sebagai landasan perilaku yang baik dan bertanggung jawab.
3. Pendidikan kewarganegaraan
Aspek-aspek utama pendidikan kewarganegaraan meliputi pengetahuan untuk menjadi warga negara yang baik, apresasi terhadap sistem demokrasi dan nilai-nilai kewarganegaraan, keterampilan berfikir kritis, keterampilan berkomunikasi, keterampilan bekerja sarna, dan keterampilan mengatasi konflik (Kirschenbaum, 1995:24-26).
4. Pendidikan moral
Pendidikan moral mencakup pengetahuan, sikap, kepercayaan, ketrampilan, dan perilaku yang baik, jujur, dan penyayang.
Tujuan utama pendidikan moral yaitu menghasilkan individu yang otonom, yang memahami nilai-nilai moral dan memiliki komitmen untuk bertindak konsisten dengan nilai-nilai tersebut.
Beberapa komponen pendidikan moral yaitu:
- pengetahuan tentang moralitas
- penalaran moral
- perasaan kasihan dan mementingkan kepentingan orang lain
- tendensi moral
Memorila Dini Oktavia
2213053289
Analisis Jurnal Pendidikan Moral di Sekolah
● Adanya pendidikan moral di sekolah berguna untuk membentuk karakter peserta didik menjadi lebih baik dan membantu peserta didik dalam menghadapi berbagai masalah dan tantangan global.
Di sekolah, tidak hanya guru yang menjadi pendidik moral tetapi pegawai tata usaha, pramu kantor, tukang kebun, dan komite sekolah juga berperan dalam membangun moral peserta didik agar menjadi orang yang baik.
● Materi pendidikan moral itu sendiri mencakup ajaran dan pengalaman belajar untuk menjadi orang bermoral dalam kaitan dengan diri sendiri, terhadap sesama manusia, alam, dan Tuhan Yang Maha Esa. (Zuriah, 2010)
- Pendidikan moral yang berkaitan dengan diri sendiri mencakup nilai-nilai kebersihan diri, kerajinan dalam belajar/bekerja, keuletan, disiplin waktu.
- Pendidikan moral untuk sesama manusia mencakup nilai-nilai moral sosial seperti kerjasama, toleransi, respek, berlaku adil, jujur, rendah hati, tanggung jawab, dan peduli.
- Pendidikan moral hubungan manusia dengan alam semesta dapat diberikan dengan menguatkan nilai-nilai keseimbangan alam, menjaga kelestarian alam, dan tidak merusak alam.
- Pendidikan moral untuk hubungan manusia dengan Sang Pencipta penting dilaksanakan terlebih Indonesia merupakan negara yang berketuhanan Yang Maha Esa (pasal 29 UUD 1945).
● Dalam melaksanakan pendidikan moral, terdapat metode yang dapat digunakan diantaranya:
- metode inkulkasi (penanaman) nilai, yaitu metode yang dimulai dengan mengidentifikasi secara jelas nilai-nilai apa yang diharapkan akan tertanam dalam diri subjek didik dan pada metode ini hasilnya berupa nilai-nilai target.
- metode keteladanan, anak anak lebih mudah meniru apa yang dilakukan atau dikatakan oleh guru dan orang tua, maka dari itu guru dan orang tua harus memberikan teladan baik kepada subjek didik.
- metode klarifikasi nilai yang membebaskan peserta didiknya untuk menentukan nilai-nilainya.
- metode fasilitasi nilai, yaitu dimana guru dan pihak sekolah memberikan berbagai fasilitas yang dapat digunakan siswa agar dapatmerealisasikan nilai-nilai moral dalam dirinya baik secara individu maupun berkelompok.
- metode keterampilan nilai moral, yaitu mulai dengan pembiasaan dalam diri peserta didik.
2213053289
Analisis Jurnal Pendidikan Moral di Sekolah
● Adanya pendidikan moral di sekolah berguna untuk membentuk karakter peserta didik menjadi lebih baik dan membantu peserta didik dalam menghadapi berbagai masalah dan tantangan global.
Di sekolah, tidak hanya guru yang menjadi pendidik moral tetapi pegawai tata usaha, pramu kantor, tukang kebun, dan komite sekolah juga berperan dalam membangun moral peserta didik agar menjadi orang yang baik.
● Materi pendidikan moral itu sendiri mencakup ajaran dan pengalaman belajar untuk menjadi orang bermoral dalam kaitan dengan diri sendiri, terhadap sesama manusia, alam, dan Tuhan Yang Maha Esa. (Zuriah, 2010)
- Pendidikan moral yang berkaitan dengan diri sendiri mencakup nilai-nilai kebersihan diri, kerajinan dalam belajar/bekerja, keuletan, disiplin waktu.
- Pendidikan moral untuk sesama manusia mencakup nilai-nilai moral sosial seperti kerjasama, toleransi, respek, berlaku adil, jujur, rendah hati, tanggung jawab, dan peduli.
- Pendidikan moral hubungan manusia dengan alam semesta dapat diberikan dengan menguatkan nilai-nilai keseimbangan alam, menjaga kelestarian alam, dan tidak merusak alam.
- Pendidikan moral untuk hubungan manusia dengan Sang Pencipta penting dilaksanakan terlebih Indonesia merupakan negara yang berketuhanan Yang Maha Esa (pasal 29 UUD 1945).
● Dalam melaksanakan pendidikan moral, terdapat metode yang dapat digunakan diantaranya:
- metode inkulkasi (penanaman) nilai, yaitu metode yang dimulai dengan mengidentifikasi secara jelas nilai-nilai apa yang diharapkan akan tertanam dalam diri subjek didik dan pada metode ini hasilnya berupa nilai-nilai target.
- metode keteladanan, anak anak lebih mudah meniru apa yang dilakukan atau dikatakan oleh guru dan orang tua, maka dari itu guru dan orang tua harus memberikan teladan baik kepada subjek didik.
- metode klarifikasi nilai yang membebaskan peserta didiknya untuk menentukan nilai-nilainya.
- metode fasilitasi nilai, yaitu dimana guru dan pihak sekolah memberikan berbagai fasilitas yang dapat digunakan siswa agar dapatmerealisasikan nilai-nilai moral dalam dirinya baik secara individu maupun berkelompok.
- metode keterampilan nilai moral, yaitu mulai dengan pembiasaan dalam diri peserta didik.