Posts made by Annisatul Alfaidah

Nama: Annisatul Alfaidah
NPM: 2213053078

Dalam video yang saya tonton
Analisis yang dapat saya ambil yaitu
Menurut Lawrence Kohlberg dari penelitiannya di USA, penelitian tersebut menjadi pondasinya untuk merumuskan tahapan perkembangan moral seseorang.
Menurut Lawrence Kohlberg tahap perkembangan moral dibagi menjadi 3 level, dan setiap level memiliki 2 tahap, jadi seluruhnya menjadi 6 tahap.

Level 1, Pra konvensional
Tahap 1, Menghindari Hukuman
Tahap 2, Keuntungan dan minat Pribadi

Level 2, konvensional
Tahap 3, menjaga sikap orang baik
Tahap 4, memelihara peraturan

Level 3, pasca Konvensional
Tahap 5, orientasi kontrak sosial
Tahap 6, prinsip etiak universal

Tahap 1, seseorang memiliki alasan untuk bertindak atau tidak bertindak karena untuk menghindari hukuman.

Tahap 2, tindakan yang dilakukan dengan memperhitungkan apa yang didapatkan olehnya
Tahap 3, memikirkan bagaimana kesepakatanmemikirkan bagaimana kesepakatan sosial yang ada dan pendapat orang lain terhadapnya
Tahap 4, jika peraturan tidak ada yang mematuhinya maka keadaan akan menjadi kacaukeadaan akan menjadi kacau. Karena peraturan harus selalu dipatuhi
Tahap 5, setiap orang memiliki latar belakang dan situasi yang berbeda. Tidak ada yang pasti ketika melihat sebuah kasus. Hak-hak individu harus dilihat bersamaan dengan hukum yang ada
Tahap 6, menggambarkan prinsip internal seseorang. Ia melakukan hal yang dianggapnya benar, walaupun bertentangan dengan hukum yang ada.

Kolbergh menggunakan cerita dilema dalam penelitiannya yaitu dilema Heinz.

Tahap 1 (kepatuhan): Heinz tidak boleh mencuri obat karena ia akan dipenjara yang menandakan ia orang jahat.
Tahap 2 (kepentingan diri): Heinz harus mencuri obat karena ia akan semakin senang jika ia menyelamatkan istrinya, bahkan jika ia harus dipenjara.
Tahap 3 (konformitas): Heinz harus mencuri obat karena istrinya mengharapkannya; ia ingin menjadi suami yang baik.
Tahap 4, (hukum dan tata tertib): Heinz tidak boleh mencuri obat karena hukum melarang pencurian, jadi obat tersebut ilegal.
Tahap 5, (hak asasi manusia): Heinz harus mencuri obat karena setiap orang punya hak memilih hidup tanpa memedulikan hukumnya
Tahap 6 (etika manusia universal): Heinz harus mencuri obat, karena menyelamatkan nyawa seseorang bernilai lebih tinggi daripada hak kepemilikan orang lain.

Dalam dilem Heinz bagaimana kita belajar perkembangan nilai dan moral dalam seseorang.
Pastinya Jawaban dari pertanyaan yang diajukan itu berbeda.
Jika kita menjadi Heinz apa yang akan kita perbuat untuk menyelamatkan seseorang. Itu tergantung bagaimana tingkat perkembangan moral yang kita miliki.
Nama: Annisatul Alfaidah
NPM: 2213053078

Identitas Jurnal
Halaman : 209-221
Judul : PENDIDIKAN NILAI MORAL
DITINJAU DARI PERSPEKTIF GLOBAL
Nama penulis : Sudiati
Kata Kunci: moral value education, global perspective

Hasil analisis artikel jurnal yang saya baca, penulis membahas mengenai Pendidikan moral dalam perspektif global. pendidikan nilai moral merupakan tuntutan dan sekaligus kebutuhan pada tatanan global bagi umat manusia sebagai cara hidup bersama, berbangsa, dan bernegara dalam hubungannya dengan tatanan global yang diwarnai dengan berbagai permasalahan yang bersifat luas kompleks dan mendunia. penulis menyampaikan bahwa penyelesaian permasalahan hidup yang dialami umat manusia tidak cukup dalam negeri sendiri, namun banyak hal yang penyelesaiannya dibutuhkan dukungan dan bantuan luar negeri, misalnya terorisme global masalah ekonomi dan masalah krisis multidimensional.
pendidikan nilai moral merupakan alternatif pemecahan masalah yang bersifat lokal regional, nasional dan internasional. pendidikan nilai atau moral sebagai isu global di beberapa negara misalnya Indonesia, Malaysia, India, dan Cina menampakan adanya perbedaan dan kesamaan titik perbedaan yang ada disebabkan oleh adanya perbedaan ideologi bangsa. Walaupun demikian, negara-negara itu memberikan penekanan pendidikan nilai moral pada nilai etika moral terutama dalam hal nilai-nilai yang bersifat asasi manusia universal dan global
Penulis juga
menulis metode dan Teknik Pendidikan
Nilai Moral.
a. Metode dogmatik, metode untuk mengajarkan nilai kepada peserta didik dengan jalan menyajikan nilai-nilai kebaikan dan kebenaran.
b. Metode deduktif, cara menyampaikan nilai kebenaran dengan jalan menguraikan konsep tentang kebenaran itu agar dipahami oleh peserta didik.
c. Metode induktif, dalam membelajarkan nilai dimulai dengan mengenalkan kasus-kasus dalam kehidupan sehari-hari kemudian ditarik maknanya.
d. Metode refleksi, yaitu gabungan dari penggunaan metode deduktif dan induktif yaitu membelajarkan nilai dengan jalan mondar-mandir Antara memberikan konsep secara umum tentang nilai-nilai kebenaran kemudian melihatnya dalamyaitu gabungan dari penggunaan metode deduktif dan induktif yaitu membelajarkan nilai dengan jalan mondar-mandir Antara memberikan konsep secara umum tentang nilai-nilai kebenaran kemudian melihatnya dalam kasus kehidupan sehari hari.

Lalu ada teknik pendidikan nilai moral yang berorientasi pada nilai ada bermacam-macam, diantaranya adalah
1. Teknik indoktrinasi
2. Teknik moral reasoning
3. Teknik meramalkan konsekuensi
4. Teknik klarifikasi
5. Teknik internalisasi.

Jadi Pendidikan nilai moral itu dalam pengajarannya juga memiliki metode dan tekniknya tersendiri, tidak asal-asalan sehingga hasil yang dicapai maksimal.
Nama: Annisatul Alfaidah
NPM: 2213053078

Identitas Jurnal
Nama jurnal : Jurnal JIPSINDO
Volume :6
Nomor : 2
Halaman : 131- 145
Tahun Terbit : 2019
Judul : PERKEMBANGAN MORAL SISWA SEKOLAH DASAR BERDASARKAN
TEORI KOHLBERG
Nama penulis : Enung Hasanah
Kata kunci: teori kohlberg, SD, moral

Hasil analisis dari artikel jurnal yang saya baca, peneliti membahas mengenai teori kohlberg.
Teori ini untuk mengukur tingkat moral seseorang.
Kohlberg tidak memusatkan perhatian pada tingkah laku moral, artinya apa yang dilakukan oleh seorang indivdu tidak menjadi pusat
pengamatannya. Mengamati tingkah laku tidak menunjukan banyak mengenai kematangan moral.
Bagi seorang pendidik, sangat penting untuk memahami perkembangan moral peserta didiknya. penulis melakukan sebuah penelitian sederhana melalui melalui angket dengan jawaban terbuka
Peneliti meneliti tingkat moral siswa SD yang berusia antara 11-12 tahun.
Teori Kohlberg mengenai perkembangan moral secara formal disebut cognitive-dvelopmental theory of moralization, yang berakar pada
karya Piaget. Asumsi utama Piaget adalah bahwa kognisi (pikiran) dan afek (perasaan) berkembang secara paralel dan keputusan moral
merupakan proses perkembangan kognisi secara alamTeori tentang perkembangan moral dibagi menjadi 3 level.

Level 1, moralitas pra-konvensional.
Tahap 1, ketaatan dan hukuman
Tahap 2, individualisme dan pertukaran

Level 2, moralitas konvensional
Tahap 3, Hubungan interpersonal
Tahap 4,Menjaga Ketertiban Sosial.

Level 3, moralitas pasca konvensional
Tahap 5, Kontrak Sosial
dan Hak Perorangan.
Tahap 6, Prinsip Universal.

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, Responden dalam penelitian sederhana ini adalah siswa yang berusia antara 11-12 tahun. Berdasarkan teori Kohlberg,
pada umumnya anak-anak yang berusia sekitar 10–13 tahun berada
pada tahap pra-konvensional.
Dari 10 responden, responden yang berusia 11-12 tahun cenderung baru memasuki
tingkat 1 tahap 1, meskipun pada kasus tertentu mungkin saja ada
pengecualian yaitu pada usia 11-12 bisa saja berada pada tingkat perkembangan moral yang lebih rendah atau yang lebih tinggi.
Jadi kita sebagai seorang pendidik penting sekali untuk melihat perkembangan moral peserta didik kita.
Nama: Annisatul Alfaidah
NPM: 2213053078

Degradasi moral pelajar di jaman modern
Sungguh miris sekali jika kita melihat moral anak jaman sekarang.
Yang pertama Dalam, video tersebut menunjukkan bahwa ada seorang peserta didik yang memukul gurunya sendiri sampai meninggal dunia, karena mungkin ada kesalahpahaman antara guru dan peserta didik ini, peserta didik yang masih belum dewasa atau labil dan tentunya dia tidak memiliki moral yang baik tanpa pikir panjang dia menganiaya guru sendiri tanpa memikirkan apa konsekuensi yang akan terjadi.
Nah tindakan seperti ini, tentunya sangat berkaitan dengan nilai dan moral dan emosi yang ada didalam anak tersebut. Maka dari itu penting sekali pembelajaran nilai dan moral ini diajarkan sedini mungkin untuk membekali anak-anak dalam berperilaku sehari hari

Dan kasus yang kedua ada seorang peserta didik mengajak duel kepala sekolahnya sendiri. Dilihat dari kasus ini sudah jelas anak ini tidak memiliki etika yang baik, walaupun mungkin guru memiliki kesalahan dan membuat anak didiknya sakit hati, jika anak tersebut memiliki moral maka seornag anak didik tidak akan pernah menantang seorang guru untuk berkelahi.

Degradasi moral dijaman modern ini harus secepatnya diselamatkan. Selain ornag tua, Seorang guru juga sangat berperan dalam.pembentukan karakter dalam diri seorang. Tidak hanya ilmu pengetahuan saja yang diajarkan tetapi pembentukan kepribadian, kontrol emosi dan pendidikan nilai dan moral juga harus diajarkan dengan maksimal.