Nama : Mae Lisa Indriyani
NPM : 2253053014
Kehidupan manusia semakin Kompleks dalam tatanan Global yang ditandai dengan munculnya berbagai masalah dan isu-isu global seperti pelanggaran hak asasi manusia penyalahgunaan narkoba dan hal lainnya.
Isu pendidikan nilai moral di berbagai negara yaitu;
1. Indonesia pendidikan nilai di Indonesia disadari atau tidak masih banyak menyentuh pemberdayaan dan pencerahan kesadaran dalam perspektif global persoalan pembenahan pendidikan masih terpaku pada kurikulum nasional dan lokal yang belum pernah tuntas. Kelemahan pendidikan agama antara lain terjadi karena materi pendidikan agama Islam termasuk bahan ajar akhlak cenderung berfokus pada pengayaan pengetahuan, sedangkan pembentukan sikap atau afektif sangat minim pendidikan agama lebih didominasi oleh transfer ilmu pengetahuan agama yang bersifat hafalan.
2. India dalam pendidikan nasional India pendidikan nilai dikembangkan sebagai usaha untuk meningkatkan kesadaran nilai ilmiah sosial kewarganegaraan yang dikembangkan melalui satu sudut pandang agama melainkan untuk menempatkan pendidikan nilai dalam konteks pemahaman nilai agama yang universal.
3. Malaysia pendidikan nilai dilakukan di sekolah dasar dan pengembangannya dilakukan secara langsung dan tidak langsung pendidikan langsung secara pendidikan formal dan pendidikan secara tidak langsung seperti program pendidikan kewarganegaraan melalui ekstrakurikuler.
4. Cina menempatkan pendidikan nilai sebagai bagian penting dalam peraturan pendidikan untuk mengatasi persoalan pendidikan moral. Cina mengambil beberapa kebijakan pendidikan moral dimasukkan ke dalam kurikulum, sejumlah peraturan disusun dan disebarluaskan menjamin terjadinya pembentukan kebiasaan, penyelenggaraan pendidikan moral didukung oleh masyarakat, dan kebijakan resmi pemerintah sekolah didorong untuk memodifikasi tujuan pendidikan guru didorong untuk menggunakan pendekatan pembelajaran yang mampu mengangkat pengalaman kehidupan sehari-hari.
Konsep pendidikan yang lain dan moral yang dikemukakan oleh Kholberg dan John P Miller cenderung bersifat individualistik. Oleh karena itu pemerintah memerlukan penyempurnaan dengan mempertimbangkan paradigma yang dikemukakan oleh chapra, implementasinya diperlukan strategi pendidikan nilai dan moral yang tepat melalui pemilihan pendekatan dan teknik pendidikan nilai moral yang sesuai.
NPM : 2253053014
Kehidupan manusia semakin Kompleks dalam tatanan Global yang ditandai dengan munculnya berbagai masalah dan isu-isu global seperti pelanggaran hak asasi manusia penyalahgunaan narkoba dan hal lainnya.
Isu pendidikan nilai moral di berbagai negara yaitu;
1. Indonesia pendidikan nilai di Indonesia disadari atau tidak masih banyak menyentuh pemberdayaan dan pencerahan kesadaran dalam perspektif global persoalan pembenahan pendidikan masih terpaku pada kurikulum nasional dan lokal yang belum pernah tuntas. Kelemahan pendidikan agama antara lain terjadi karena materi pendidikan agama Islam termasuk bahan ajar akhlak cenderung berfokus pada pengayaan pengetahuan, sedangkan pembentukan sikap atau afektif sangat minim pendidikan agama lebih didominasi oleh transfer ilmu pengetahuan agama yang bersifat hafalan.
2. India dalam pendidikan nasional India pendidikan nilai dikembangkan sebagai usaha untuk meningkatkan kesadaran nilai ilmiah sosial kewarganegaraan yang dikembangkan melalui satu sudut pandang agama melainkan untuk menempatkan pendidikan nilai dalam konteks pemahaman nilai agama yang universal.
3. Malaysia pendidikan nilai dilakukan di sekolah dasar dan pengembangannya dilakukan secara langsung dan tidak langsung pendidikan langsung secara pendidikan formal dan pendidikan secara tidak langsung seperti program pendidikan kewarganegaraan melalui ekstrakurikuler.
4. Cina menempatkan pendidikan nilai sebagai bagian penting dalam peraturan pendidikan untuk mengatasi persoalan pendidikan moral. Cina mengambil beberapa kebijakan pendidikan moral dimasukkan ke dalam kurikulum, sejumlah peraturan disusun dan disebarluaskan menjamin terjadinya pembentukan kebiasaan, penyelenggaraan pendidikan moral didukung oleh masyarakat, dan kebijakan resmi pemerintah sekolah didorong untuk memodifikasi tujuan pendidikan guru didorong untuk menggunakan pendekatan pembelajaran yang mampu mengangkat pengalaman kehidupan sehari-hari.
Konsep pendidikan yang lain dan moral yang dikemukakan oleh Kholberg dan John P Miller cenderung bersifat individualistik. Oleh karena itu pemerintah memerlukan penyempurnaan dengan mempertimbangkan paradigma yang dikemukakan oleh chapra, implementasinya diperlukan strategi pendidikan nilai dan moral yang tepat melalui pemilihan pendekatan dan teknik pendidikan nilai moral yang sesuai.