Kiriman dibuat oleh Priscella Brenda Sylvania 2213053045

Nama : Priscella Brenda Sylvania
NPM : 2213053045

Jurnal berjudul “Perkembangan Moral Siswa Sekolah Dasar Berdasarkan Teori Kohlberg”. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, yang berfokus pada bagaimana orang menafsirkan dan memahami pengalamannya untuk memahami realitas sosial individu. Peneliti menggunakan wawancara, buku harian, jurnal, observasi kelas, dan kuesioner terbuka untuk memperoleh, menganalisis, dan menafsirkan data analisis isi dari materi visual dan tekstual serta sejarah lisan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menjelaskan bagaimana dan mengapa fenomena atau program sosial tertentu berjalan sebagaimana adanya dalam konteks tertentu, membantu kita memahami dunia sosial tempat kita tinggal dan mengapa segala sesuatu terjadi sebagaimana adanya. Responden dalam penelitian ini adalah siswa sekolah dasar yang berusia antara 11-12 tahun. Peneliti menggunakan teori Kohlberg untuk mengkategorikan tahapan perkembangan moral siswa, dimana anak usia 10-12 tahun umumnya berada pada tahap pra-konvensional, dilanjutkan dengan tahap 2 dan 2/3. Peneliti berperan sebagai instrumen utama dalam penelitian, namun untuk memudahkan proses pengumpulan data, penelitian menyertakan panduan dilema moral berupa pertanyaan terbuka untuk partisipan penelitian. Hasil penelitian tidak disebutkan dalam hasil pencarian.
Nama : Priscella Brenda Sylvania
NPM : 2213053045

Jurnal berjudul “Pendidikan Nilai Moral ditinjau dari Perspektif Global” membahas tentang konsep nilai moral yang melekat pada diri manusia dan bersifat universal. Disebutkan pula sifat individualistis dari konsep pendidikan moral yang dikemukakan oleh Kohlberg dan John P. Miller yang memerlukan penyempurnaan dengan mempertimbangkan paradigma yang dikemukakan oleh Capra. Jurnal tersebut menekankan perlunya strategi yang tepat dalam melaksanakan pendidikan nilai moral melalui pemilihan pendekatan, metode, dan teknik yang sesuai dengan tujuan.
Jurnal tersebut mengutip beberapa referensi, termasuk buku dan makalah, yang membahas berbagai aspek pendidikan moral, seperti strategi pendidikan Islam di sekolah menengah, perlunya pendidikan moral untuk menjawab tantangan global, dan karakteristik pendidikan afektif. Referensinya juga mencakup topik-topik terkait paradigma pendidikan Islam, artikulasi pendidikan akhlak, dan humanisasi pendidikan.
Secara keseluruhan, jurnal ini memberikan wawasan mengenai pentingnya pendidikan moral dari perspektif global dan perlunya strategi yang tepat untuk menerapkannya secara efektif. Referensi yang dikutip dalam artikel dapat bermanfaat untuk eksplorasi topik lebih lanjut.
Nama : Priscella Brenda Sylvania
NPM : 2213053045

Video ini membahas tentang degradasi moral pelajar di zaman modern. Video ini membahas beberapa faktor penyebab degradasi moral pelajar, seperti pengaruh media sosial dan teknologi. Pelajar zaman modern cenderung lebih individualis dan kurang peduli terhadap lingkungan sekitar. Pelajar sering terpapar konten negatif di media sosial yang dapat mempengaruhi moral mereka. Orang tua dan guru juga berperan penting dalam membentuk moral pelajar. Orang tua dan guru harus memberikan contoh yang baik dan memberikan pendidikan moral yang tepat. Pelajar juga harus diberikan kesempatan untuk berpartisipasi dalam aksi nyata yang dapat membentuk moral mereka. Video ini memberikan pemahaman yang baik tentang faktor-faktor yang mempengaruhi moral pelajar. Video ini juga memberikan saran-saran yang berguna untuk membentuk moral pelajar yang lebih baik.
Nama : Priscella Brenda Sylvania
NPM : 2213053045

Video ini membahas teori tentang 6 tahap perkembangan moral menurut Kohlberg. Kohlberg mengembangkan teori ini berdasarkan penelitiannya terhadap anak-anak dan remaja. Menurutnya tahap perkembangan moral dibagi menjadi 3 level setiap level memiliki 2 tahap sehingga seluruhnya menjadi 6 tahap :
Level pertama prakonvensional yang terdiri dari :
Tahap 1 menghindari hukuman, di tahap ini seseorang memiliki alasan untuk bertindak atau tidak bertindak sesuatu karena untuk menghindari hukuman. Contohnya adalah ketika seseorang tidak menerobos lampu merah di jalan raya ia melakukannya semata-mata karena tidak ingin seorang polisi mengejar dan menilangnya
Tahap 2 keuntungan dan minat pribadi, tahap ini tindakan dilakukan dengan memperhitungkan apa yang akan didapatkan olehnya.
Level kedua konvensional terdiri dari :
Tahap 3 yaitu menjaga sikap orang baik, seseorang mungkin menghindari pertengkaran karena ia memikirkan bagaimana kesepakatan sosial yang ada dan pendapat orang lain terhadapnya ia tidak bertengkar karena itu tidak baik dan orang baik tidak melakukannya itulah yang terjadi di tahap ketiga.
Tahap 4 memelihara peraturan, peraturan harus ditegakkan dan jika tidak ada yang mematuhinya maka keadaan akan menjadi kacau. Karenanya peraturan harus selalu dipatuhi untuk memberikan kenyamanan bagi semua orang.
Level ketiga pasca konvensional terdiri dari :
Tahap 5 orientasi kontrak social, dalam tahap ini seseorang menyadari bahwa setiap orang memiliki latar belakang dan situasi yang berbeda.
Tahap 6 prinsip etika universal, tahap yang menggambarkan prinsip internal seseorang. Ia melakukan hal yang dianggapnya benar walaupun bertentangan dengan hukum yang ada.
Nama : Priscella Brenda Sylvania
NPM : 2213053045

Jurnal yang berjudul "Pentingnya Pendidikan Nilai Di Era Globalisasi" membahas tentang penyimpangan moral yang semakin meningkat di antara siswa. Jurnal tersebut mengatakan bahwa pendidikan gagal menanamkan nilai dan moralitas siswa. Padahal inti pendidikan tersebar berbagai nilai, tatanan pemikiran yang harus dikembangkan, yaitu nilai agama, nilai psikologis, nilai hidup, dan nilai kenikmatan hidup. Pendidikan nilai akan efektif jika dikembangkan melalui beberapa tahapan, yaitu: (1) tahap persiapan; (2) tahap konsentrasi/integrasi; (3) tahap asimilasi/transformasi: (4) tahap realisasi/aktualisasi.

Pendidikan dirasa sangat penting bagi siswa saat ini, karena untuk menangkal dampak arus globalisasi yang negatif. Oleh karena itu, guru harus mengajarkan siswa rasa nasionalisme yang tinggi, standar dan kejantanan yang kuat, serta menjunjung tinggi nilai luhur budaya bangsa. Guru tidak hanya harus mengajar siswa, mereka juga harus mendidik siswa secara bertanggung jawab. Siswa harus dibiasakan menggunakan akal dan hatinya dengan sebaik-baiknya dalam setiap tindakan dan mengambil keputusan. Oleh karena itu kita dapat menghadapi globalisasi dengan bijak.